5 Fakta – Di tahun 1970an hingga 1980an, timnas Indonesia sempat disegani kala itu. Salah satu orang yang berjasa dalam hal tersebut adalah Ronny Pattinasarany.

Ia menjadi salah satu sosok penting dalam persepakbolaan Indonesia karena berhasil membawa timnas meraih beberapa gelar. Selain itu, ia juga turut diganjar beberapa penghargaan pribadi berkat performanya yang mentereng di lapangan.

Selepas gantung sepatu, Ronny juga sempat melatih beberapa klub. Sebagai pelatih, Ronny juga mampu menunjukkan prestasinya walaupun, ia harus meninggalkan jabatannya dan fokus kepada keluarganya.

Meski telah tiada, sosok Ronny Pattinasarani tetap dihormati dan dikenang hingga kini. Untuk edisi hari ini, Vivagoal akan membawakan 5 fakta mengenai Ronny Pattinasarany lewat beberapa fakta di bawah ini.

  • Banjir penghargaan saat menjadi pemain

Semasa bermain, Ronny Pattinasarany tercatat telah meraih beberapa gelar baik di level individu maupun tim baik di level klub maupun timnas.

Saat masih bermain, ia pernah meraih gelar pemain All Star Asia 1982, olahragawan terbaik nasional 1976 dan 1981, dan pemain terbaik Galatama 1979 dan 1981. Di level tim, ia juga pernah membawa timnas Indonesia meraih medali perak SEA Games 1979 dan 1981 serta membawa PSM Makassar meraih gelar Piala Soeharto di tahun 1974.

  • Bercita-cita menjadi pemain sepakbola

Ronny Pattinasarany telah bercita-cita untuk menjadi seorang pemain sepakbola sejak ia kecil. Hal ini tampaknya terinsipirasi dari sang ayah yang juga seorang pemain sepakbola pada zaman pra-kemerdekaan, Nus Pattinasarany.

Berkat dukungan sang ayah, Ronny akhirnya mampu mewujudkan mimpinya sebagai pemain sepakbola yang terus disegani hingga saat ini.

  • Pernah menjadi pelatih sepakbola

Setelah gantung sepatu, Ronny Pattinasarany memutuskan untuk menjadi seorang pelatih klub sepakbola. Ia pernah melatih beberapa klub, Krama Yudha Tiga Berlian, Persita Tangerang, Persiba Balikpapan, Makassar Utama, Persitara Jakarta Utara, Persija Jakarta, dan Petrokimia Gresik. Di Petrokimia Gresik, sang pelatih mampu menorehkan prestasi cemerlang.

Di klub tersebut, ia turut andil dalam membawa Petrokimia Gresik dalam meraih beberapa gelar seperti Runner-up Piala Tugu Muda, Piala Juara Surya, dan Piala Petro.

Berita terkait : 5 Fakta Kapten Yang Paling Disegani di Indonesia

  • Meninggalkan sepakbola demi keluarga

Karir Ronny sebagai pelatih tidak berlangsung lama karena ia harus fokus mengurus masalah keluarga yakni, masalah narkoba yang menjerat kedua anaknya. Ronny akhirnya membuat keputusan untuk fokus dalam mengurus hal tersebut.

Menurut Ronny, ia dihadapkan pada 2 pilihan yang sulit yakni, sepakbola atau anak. Ia akhirnya membuat keputusan untuk fokus mengurus anaknya meski ia belum tahu akan langkah yang perlu ia lakukan seperti dilansir dari Kompas.

  • Meninggal karena kanker hati

Dunia sepakbola tanah air berduka kala mendengar kabar jika Ronny Pattinasarany menghembuskan nafas terakhirnya di RS Omni Medical Center Pulomas akibat kanker hati yang ia derita pada 19 September 2008 kemarin.

Sebelumnya, penyakit tersebut sudah menggerogoti Ronny dan ia sempat menjalani pengobatan di Guangzhou sejak tahun 2007. Ia telah melakukan proses pengobatan tersebut sebanyak 4 kali selama proses pengobatan.

Ikuti terus 5 fakta bola terbaru hanya di Vivagoal.com 

Leave a Reply