Vivagoal5 Fakta – Pertahanan Atletico Madrid yang ketat tak lepas dari pengaruh banyak pemain termasuk Jan Oblak yang berdiri di bawah mistar gawang.

Di musim kemarin, Atletico Madrid menjadi tim yang paling sedikit kebobolan. Gawang Atletico hanya kebobolan sebanyak 27 kali.

Hal ini membuktikan lini pertahanan Atletico Madrid yang terhitung efektif dalam menangkal serangan lawan. Kokohnya pertahanan Atletico sendiri dipengaruhi oleh banyak faktor termasuk kepiawaian Jan Oblak dalam mengawal gawangnya.

Jan Oblak dikenal sebagai salah satu penjaga gawang terbaik La Liga. Kemampuan serta kesigapannya dalam mengawal mistar gawang membuatnya sempat diincar oleh beberapa klub besar.

Kali ini, Vivagoal akan membahas lebih dalam mengenai Jan Oblak melalui 5 fakta Jan Oblak yang akan tersaji di bawah ini.

  1. Memulai karirnya di Locan hingga Olimpija Ljubljana

Jan Oblak mulai bermain sepakbola pada umur 5 tahun. Kala itu, ia sudah bergabung dengan klub lokal disana, Locan. Pada usia 10 tahun, ia bergabung dengan akademi Olimpija Lujbljana. Di Olimpija, ia memulai debutnya pada usia 16 tahun, pada musim 2009-2010.

Di tahun 2008, sang pemain sempat menjalani masa trial di Fulham. Selain itu, bakatnya juga sempat terendus oleh klub Italia, Empoli. Namun, ia memutuskan untuk tetap di Olimpija hingga kontraknya habis.

  1. Pernah dipinjamkan sebanyak 4 kali

Pada 14 Juni 2010, Jan Oblak resmi menjadi milik Benfica. Namun, ia hanya sebentar saja di Benfica saat itu karena, ia dipinjamkan ke Beira-Mar 4 bulan kemudian.

Pada Januari 2011, ia dipinjamkan ke Olhanense. Setelah itu, ia juga harus berpindah klub lagi sebanyak 2 kali dengan status pinjaman ke Uniao de Leiria dan Rio Ave.

Buruknya penampilan Artur Moraes di bawah mistar gawang Benfica membuat manajer Benfica, Jorge Jesus memanggil Oblak kembali. Hasilnya, ia mampu membayar kepercayaan sang pelatih berkat penampilan gemilangnya. Ia sempat turut andil membawa Benfica ke babak semifinal UCL saat berhadapan dengan Juventus. Ia juga meraih gelar kiper terbaik saat itu di Juli 2014.

  1. Jago dalam urusan menahan tendangan penalti

Jan Oblak dikenal sebagai salah satu kiper yang piawai dalam menahan tendangan adu penalty. Hal ini terlihat dari beberapa bukti yang membuktikan hal tersebut.

Pada semifinal UCL tahun 2016, ia mampu menahan tendangan penalty Thomas Muller dan turut andil membawa Atletico ke final.

Berdasarkan Optajoe, ia menjadi kiper La Liga yang mampu melakukan penyelamatan terbanyak di penalty sebanyak 5 kali dari 9 tendangan penalty sejak musim 2014/2015 di segala kompetisi.

  1. Memiliki kakak seorang pebasket

Di keluarganya, bukan hanya Jan Oblak saja yang berprofesi sebagai olahragawan. Kakaknya, Teja Oblak merupakan seorang atlet basket wanita. Ia bermain untuk klub Good Angels Kosice dan merupakan bagian dari tim basket nasional Slovenia.

  1. Klausul pelepasannya bernilai 100 juta euro

Jan Oblak membuka kemungkinan dirinya akan hengkang di akhir musim. Ia diminati oleh salah raksasa Liga Perancis, Paris Saint Germain.

Sang kiper mengatakan bahwa ia akan tetap berada di Atletico untuk musim 2017/2018. Namun, ia membuka peluang untuk hengkang di musim berikutnya. Bagi siapa saja yang berminat untuk memboyong sang kiper, mereka harus menebusnya dengan harga 100 juta euro sebagai klausul pelepasan sang pemain.

Selalu update berita terbaru sepakbola, highlights dan 5 fakta hanya di Vivagoal.com

Leave a Reply