Vivagoal.com5 FaktaRaul Gonzalez mengatakan jika dirinya tidak menutup kemungkinan dimasa depan akan bekerja untuk Barcelona yang notabene merupakan musuh abadi mantan klubnya, Real Madrid. Hal itu diungkapkan mantan punggawa Los Blancos tersebut dalam sebuah wawancara belum lama ini.

Raul memang sangat identik dengan klub ibukota Spanyol, Madrid karena pernah mengantarkan klub enam kali menjuarai La Liga dan tiga kali juara Liga Champions. Oleh karena itu, akan terasa aneh jika melihat sang pangeran Bernabeu bekerja di Camp Nou setelah menjadi legenda Madrid.

Namun, apabila hal tersebut benar-benar terjadi pada masa mendatang, Raul sebenarnya bukanlah legenda klub pertama yang bekerja untuk rival abadi mantan klubnya. Faktanya, ada beberapa contoh legenda klub yang memutuskan bekerja untuk musuh. Dan berikut 5 fakta Legenda klub yang pernah bekerja di klub rival setelah pensiun.

 

  1. Matthias Sammer

Sammer sejatinya adalah legenda terbesar Dortmund. Bersama klub asal Ruhrpott itu, Sammer menyabet hampir semua gelar yang bisa dimenangkan ketika berkostum hitam kuning. Liga Champions Eropa, Bundesliga, Ballon d’Or sebagai pemain terbaik di dunia dan gelar juara liga sebagai pelatih termuda di Jerman ketika membawa BVB ke puncak Bundesliga 2002 silam. Saat memperkuat Borussia Dortmund, Matthias Sammer juga merupakan salah satu defender yang luar biasa di Eropa.

Faktanya, setelah memutuskan pensiun pada tahun 1999, Sammer sempat menjadi pelatih BVB Borussia Dortmund periode 2000 hingga 2004. kemudian ia juga melatih VfB Stuttgart di musim 2004/2005, hingga kemudian Sammer menerima pinangan dari rival abadi Dortmund, Bayern Munchen sebagai Direktur Olahraga Bayern sejak tahun 2012 lalu. Walaupun Sammer kini tidak lagi bekerja di Munchen karena masalah kesehatan, tetapi tidak akan membuat rivalitas Dortmund dan Munchen menjadi lebih mudah.

 

  1. Leonardo

Kalau kita berbicara sejarah seorang Leonardo di AC Milan, memang layak jika Milanisti menyebutnya sebagai salah satu legenda Rossoneri. Bagaimana bisa begitu? Karena saat masih sebagai pemain, semua tak lepas dari kontribusi Leonardo yang menjadi aktor penting kesuksesan AC Milan merengkuh prestasi di tahun 97-2001.

Leonardo yang berposisi pemain gelandang serang di AC Milan, sukses memberikan kontribusi nyata dengan torehan 62 goal dari 177 laga untuk AC Milan. Setelah pensiun sebagai pemain, Leonardo masih terus memberi sumbangan penting untuk Milan. Kedatangan Kaka dan Alexandre Pato ke Milan adalah salah satu bentuk kontribusinya sebagai pencari bakat di Brasil. Leonardo akhirnya mengambil tantangan dari Milan dengan level lebih tinggi sebagai direktur teknis di awal tahun 2008.

Sejak menduduki jabatan barunya itu, Leonardo kerap disebut-sebut sebagai pelatih masa depan Milan. Prediksi itu akhirnya terwujud ketika Carlo Ancelotti memutuskan mundur dan bergabung dengan Chelsea pada 31 Mei 2009. Bertahan semusim di AC Milan, Leonardo berhasil mendapat penghargaan sebagai pelatih debutan terbaik.

Faktanya, karya Leonardo di kota Milan ternyata tidak berakhir sampai di AC Milan. dan ia akhirnya ditunjuk menggantikan Rafael Benitez di Inter Milan. Kiprah pria asal Brasil itu bersama Nerazzurri cukup sukses karena mampu mempersembahkan Coppa Italia. Dan membawa Inter finis sebagai runner-up liga setelah dalam keadaan tertinggal 13 poin dari pemuncak klasemen, AC Milan di era kepelatihan Rafa Benitez.

 

  1. Laurent Blanc

Setelah meninggalkan Barcelona, Laurent Blanc pergi ke Marseille. Ia bermain selama dua tahun bersama Marseille dan mendapat julukan Le President karena sudah memberikan kontribusi yang cukup besar di sana.

Beberapa tahun kemudian, ia berhasil memenangkan gelar Ligue 1 bersama PSG yang merupakan rival terbesar Marseille. Blanc menangani klub Paris dari 2013 sampai 2016 dan meski mampu mengantarkan timnya mendominasi di Prancis, ia tidak berhasil mendaratkan Liga Champions.

 

  1. Giovanni Trapattoni

Giovanni Trapattoni adalah gelandang AC Milan sukses pada tahun 1960. Ia mengenakan seragam Rossoneri selama 14 musim dan berhasil memenangkan dua Piala Eropa, Piala Interkontinental dan Piala Winners.

Setelah gantung sepatu, Trapattoni merupakan pelatih yang sukses bersama rival terbesar Milan yaitu Juventus, di mana ia memenangkan semua gelar yang mungkin. Selain itu, Trapattoni juga pernah memenangkan gelar Seri A ketika menangani Inter Milan.

 

  1. Javier Clemente

Cedera serius memaksa Javier Clemente pensiun dini setelah muncul dari akademi Athletic Bilbao. Ia hanya bisa tampil dalam 40 pertandingan bersama dengan tim utama Basque dan sejak saat itu memilih karir sebagai pelatih.

Setelah ditunjuk menjadi pelatih Bilbao, Clemente mampu membuat sejarah dengan memenangkan La Liga di musim keduanya dan treble di musim ketiganya. Ia mendapatkan respek dari publik San Mames berkat kharismanya sebagai pelatih.

Namun, reputasi tersebut seketika runtuh setelah Clemente diresmikan sebagai pelatih Real Sociedad, posisi yang dipegangnya selama hanya setengah musim.

Selalu update berita terbaru sepakbola, highlights dan 5 fakta hanya di Vivagoal.com

Leave a Reply