Vivagoal.com5 FaktaSepakbola saat ini telah menjadi sebuah Industri bisnis, dengan dasar tersebut, sebuah tim sepakbola kadang menjadikan sepakbola sebagai sebuah olahraga yang kejam dari sudut pandang pelatih dan manager. Walaupun anda sudah berhasil mempersembahkan prestasi luar biasa kepada klub, baik berupa gelar juara dan penampilan yang memukau, pelatih bahkan manager sekalipun tidak pernah akan aman dari ancaman pemecatan.

Dan itulah yang kemarin terjadi dengan eks pelatih Leicester City, Claudio Ranieri. Pria asal Italia itu dipecat setelah sembilan bulan lalu menggemparkan publik sepakbola dunia khususnya di kompetisi Premier League dengan mengantarkan Leicester City meraih gelar juara Premier League pertamanya dengan cara yang tidak biasa atau ajaib.

Claudio Ranieri, bukan pertama kalinya seorang pelatih di liga-liga top Eropa ditendang setelah berhasil memimpin klub asuhannya meraih gelar. Dan berikut ini 5 fakta pelatih atau manager yang dipecat satu musim setelah dirinya berhasil membawa timnya memenangkan gelar baik di kancah domestik maupun Eropa.

 

  1. ‘The Happy One’ Jose Mourinho Dipecat Chelsea

Jose Mourinho mengalami pemecatan untuk kedua kalinya sebagai manajer Chelsea pada musim 2015-16, ironisnya setelah dirinya berhasil memimpin klub meraih gelar Premier League pada musim 2014-15. Setelah finis ketiga di musim pertamanya setelah kembali ke Stamford Bridge, Mourinho beserta anak buahnya mulai benar-benar mendominasi Premier League musim 2015/2016 dengan memenangkan juara Premier League setelah hanya kalah dalam tiga pertandingan.

Faktanya, di musim selanjutnya, Mourinho yang baru menandatangani kontrak empat tahun di Chelsea dengan harapan sekali lagi bisa meraih gelar juara, Chelsea malah mengalami kekalahan sembilan kali dari total 16 pertandingan yang telah dijalani di Premier League dan hanya mampu mengumpulkan 15 angka, selisih 1 angka dari ancaman degradasi. Sang pemilik klub, Roman Abramovich akhirnya memutuskan memecat Jose Mourinho.

 

  1. Louis Van Gaal Dipecat Bayern Munchen

Louis van Gaal merupakan salah satu pelatih dengan banyak prestasi mentereng di klub-klub yang pernah dilatihnya. Van Gaal pada Januari 2017 kemarin sudah mengumumkan  pensiun dari dunia kepelatihan sepak bola. Pelatih asal Belanda berusia 65 tahun ini mengatakan bahwa keputusannya untuk mundur atas dasar kepentingan keluarga.

Louis Van Gaal selama karir kepelatihannya sudah membuktikan sebagai salah satu manajer top di Eropa dan meski mengalami kesulitan saat melatih di Manchester United, Van Gaal tetap mampu memenangkan Piala FA di musim terakhirnya.

Mantan pelatih timnas Belanda ini tercatat sudah meraih banyak sukses di Ajax Amsterdam, Barcelona dan Bayern Munchen. Bahkan, saat melatih Bayer Munchen, Van Gaal berhasil mengawinkan titel Bundesliga dan DFB-Pokal di musim perdananya, walaupun gagal memenangkan treble setelah kalah dari Inter Milan di final Liga Champions.

Faktanya, hal itu tidak cukup untuk menyelamatkan Van Gaal dari pekerjaannya di musim berikutnya pada tahun 2011 setelah Bayern dipastikan tersingkir di babak 16 besar Liga Champions dan tertinggal dari perburuan gelar Bundesliga.

 

  1. Roberto Di Matteo Dipecat oleh Chelsea

Roberto Di Matteo bergabung dengan Chelsea dengan menjabat sebagai asisten manajer Andre Villas-Boas di musim 2011-12. Setelah Chelsea memecat Villas-Boas, Pria Italia itu kemudian diangkat menjadi manajer caretaker (sementara) sampai akhir musim. Dimasa kepelatihan Roberto Di Matteo, Chelsea memenangkan Piala FA dan juga membimbing klub meraih trofi Liga Champions untuk pertama kalinya.

Prestasi Di Matteo sebenarnya tidak buruk, bahkan bisa dikatakan istimewa jika mengingat situasi sulit yang dihadapinya kala dipercaya menangani Chelsea. Di Matteo mengambil alih kepemimpinan Chelsea dari tangan Andre Villas-Boas di pertengahan musim 2011/12 dan mewarisi tim dengan kondisi mental yang kurang baik. Dan dengan status caretaker, dirinya malah berhasil menghadirkan keajaiban buat tim yang bermarkas di Stamford Bridge tersebut.

Keajaiban Di Matteo dimulai saat Chelsea melakoni laga babak 16 besar Liga Champions. Chelsea yang mengalami kekalahan 3-1 dari klub asal Italia, Napoli di leg pertama yang secara otomatis banyak rumah taruhan yang tidak menjagokannya untuk lolos, tetapi di leg kedua, Di Matteo berkata lain. Ia memoles strategi sedemikian rupa dan berhasil membalikkan keadaan di leg kedua! Chelsea pun lolos ke babak selanjutnya setelah membantai Napoli dengan skor 4-1 (agregat 5-4).

Kemenangan dramatis selanjutnya terus mengikuti Chelsea. Mereka menyingkirkan raksasa Catalan, Barcelona di semifinal Liga Champions walaupun kapten mereka, John Terry mendapat kartu merah. Puncaknya, Di Matteo, dkk sukses menggendong Si Kuping Besar setelah meraih kemenangan atas Bayern Munich lewat adu penalti di partai puncak Liga Champions. Tak cukup hanya di Liga Champions, The Blues juga berhasil menjuarai Piala FA berkat kemenangan atas Liverpool.

Dengan prestasi yang luar biasa tersebut, Roman Abramovich pun menawarkan mantan pemain Chelsea itu dengan kontrak dua tahun. Faktanya, Di Matteo tidak bisa melanjutkan performa gemilangnya di musim berikutnya. Puncaknya setelah kalah 3-0 dari Juventus di Liga Champions, yang membuat The Blues tersingkir dari kompetisi teratas di Benua Eropa, Di Matteo akhirnya dipecat. Dia hanya bertahan selama delapan bulan sebagai manajer Chelsea.

 

  1. Vicente Del Bosque Dipecat Real Madrid

Dibandingkan dengan beberapa pelatih kawakan lainnya yang meledak-ledak dan gemar melawan otoritas, Vicente del Bosque merupakan sosok pelatih yang tenang, nyaris tak pernah menunjukkan ekspresi. Kalau Luis Aragones (mantan pelatih timnas Spanyol di Euro 2008) sudah kenyang pengalaman melatih di klub-klub La Liga, kiprah kepelatihan Del Bosque hanya tercatat selama empat musim bersama tim ibukota Spanyol, Real Madrid. Klub yang juga pernah mendidiknya sebagai pemain muda menjadi satu-satunya klub di La Liga, Spanyol yang pernah ditanganinya.

Tapi mungkin tidak banyak orang yang tahu, Vicente Del Bosque sebenarnya memiliki karir yang sangat sukses saat masih dipercaya melatih Real Madrid selama 1999 hingga 2003. Ia memenangkan dua gelar Liga Champions, dua gelar La Liga, satu Piala Super Spanyol, satu Piala Super Eropa, dan satu Piala Antarklub menjadi buah kontribusinya selama di Madrid. Dan Los Galacticos selama diasuh Del Bosque, rutin masuk empat besar Liga Champions. Faktanya, secara kontroversial, jerih payah itu tak lantas membuat Del Bosque dipercaya melatih Madrid lagi saat kontraknya usai musim 2002/03.

Setelah mengantarkan Madrid meraih gelar La Liga ke 29, petinggi Los Blancos kala itu memutuskan untuk memecat Del Bosque hanya berselang 48 jam setelah Madrid memastikan menjuarai liga domestik. Ironisnya, sejak resmi ditinggalkan Del Bosque pada tahun 2003 hingga saat ini, El Real baru sekali meraih gelar Liga Champions, yaitu pada tahun kompetisi 2013-2014, untuk gelar domestik baru sekali, sehingga menjadi terburuk mereka dalam 50 tahun.

Sebaliknya, Del Bosque justru menikmati kesuksesan besar sebagai pelatih timnas Spanyol setelah mengantar timnas Spanyol memenangkan Piala Dunia 2010 dan Euro 2012.

 

  1. Fabio Capello Dipecat Real Madrid

Nama Fabio Capello mulai dikenal saat dirinya dipercaya melatih raksasa Italia, AC Milan dari tahun 1991-1996. Kala melatih AC Milan, Capello juga tercatat berhasil meluluhlantak kan Persib Bandung dengan skor fantastis 8-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta pada tahun 1995 dalam laga bertajuk pertandingan persahabatan. Di era Capello, AC Milan berhasil memperoleh empat gelar Serie A plus satu gelar Liga Champions.

Setelah menorehkan kesuksesan bersama AC Milan, para pengambil keputusan di Real Madrid, memutuskan untuk mengontrak pelatih asal Italia tersebut dengan asumsi Capello bisa mengubah nasib klub yang begitu lama puasa gelar dan menjadi periode terburuk klub.

Keyakinan tersebut terbayarkan kala Capello mulai memimpin Los Galacticos meraih gelar La Liga ke 30 setelah timnya mengalahkan Mallorca dalam pertandingan terakhir musim. Faktanya, meskipun pencapaian Capello di musim perdananya begitu gemilang, ia tak kuasa mempertahankan pekerjaannya dan dipecat sebelum awal musim depan karena petinggi Los Blancos tidak puas dengan gaya permainan Capello.

Capello kembali menukangi Madrid periode 2006-07. Pelatih asal Italia ini kembali berhasil mempersembahkan titel La Liga dalam periode tersebut. Meski tergolong sukses, Don Fabio tetap kembali dipecat Madrid di periode keduanya tersebut. Gaya permainannya yang tak cocok dengan petinggi klub, membuatnya kembali harus kehilangan pekerjaan di Santiago Bernabeu.

Selalu update berita terbaru sepakbola, highlights dan 5 fakta hanya di Vivagoal.com

Leave a Reply