Vivagoal.com5 Fakta – Euro sudah menjadi panggung besar bagi semua pemain hebat yang berasal dari benua Eropa. Maka dari itu, tak heran jika banyak pemain yang selalu ingin tampil dan berkontribusi di turnamen empat tahunan itu.

Dan faktanya, ternyata ada beberapa pemain yang pernah berjaya di pagelaran sepakbola terakbar di Benua Eropa tersebut tapi bisa kembali ke turnamen tersebut walaupun dalam kapasitas yang berbeda yakni sebagai pelatih tim nasional mereka. Berikut ini adalah rangkuman 5 faktanya.

  1. Marco van Basten

Pemain

Marco van Basten merupakan pemain penting Belanda di Euro 1988. Ia menjadi top skor di turnamen tersebut dengan berhasil mencetak sebanyak 5 gol dan sekaligus mengantarkan tim Oranje meraih juara.

Piala Eropa 1988 jadi saksi era kejayaan tim nasional Belanda, dan sekaligus sebagai puncak popularitas seorang Marco Van Basten. Di ajang yang diselanggarakan di Jerman Barat inilah pemain-pemain yang tengah matang secara performa, diantaranya Marco van Basten, Ruud Gullit, Frank Rijkaard, dan Ronald Koeman, disebut-sebut sebagai “The Dream Team” kedua yang dimiliki Tim Oranye setelah era Johan Cruyff.

Pelatih

20 tahun kemudian, tepatnya tahun 2008, Van Basten kembali ke turnamen Euro dengan posisi sebagai pelatih yang menangani timnas Belanda di Euro 2008. Dibawah instruksi Van Basten, Belanda tampil hebat di babak penyisihan grup dengan mengalahkan juara dunia Italia dan runner up Piala Dunia, Prancis. Sayang, Tim Oranje harus tersisih lebih awal saat kalah dari Rusia, yang justru juga dilatih oleh pelatih asal Belanda, Guus Hiddink dengan skor 3-1 setelah perpanjangan waktu.

  1. Frank Rijkaard

Pemain

Di masa jayanya, Frank Rijkaard dianggap sebagai salah satu gelandang yang komplit. Selain Marco van Basten dan Ruud Gullit, Frank Rijkaard juga termasuk salah satu anggota generasi emas kedua Belanda pada era 80-an. Rijkaard aktif di timnas Belanda pada periode 1981-1994. Berposisi sebagai gelandang bertahan atau bek tengah, Rijkaard berhasil mempersembahkan satu-satunya gelar juara untuk Belanda hingga saat ini, yakni memenangi ajang Piala Eropa 1988 di Jerman Barat.

Rijkaard kembali terdaftar kala timnas Belanda lolos di Euro 1992. Di periode tersebut, Rijkaard berhasil mencetak gol melawan Jerman di babak fase grup, dan kembali mencetak satu gol di semifinal melawan Denmark, walaupun kemudian Belanda tersingkir lewat adu penalti.

Pelatih

Bulan Agustus 1998, KNVB (PSSI nya Belanda) mengangkat Rijkaard sebagai pelatih Belanda. Dibawa komando Rijkaard, Belanda cukup sukses melakoni 22 pertandingan dengan rekor menang delapan kali, draw 12 kali dan kalah dua kali.

Di bawah Frank Rijkaard, Tim Oranje mendapat pujian karena bermain baik di Euro 2000. Mereka mampu menyapu bersih pertandingan penyisihan grup dengan kemenangan setelah  mengalahkan Prancis 3-2, Republik Ceko 1-0 dan Denmark 3-0 untuk lolos ke perempat final. Di perempat final, Belanda mengamuk setelah menghajar Yugoslavia dengan skor 6-1 dan kemenangan terbesar sepanjang turnamen. Namun, Belanda akhirnya harus mengakui ketangguhan Italia di babak semifinal setelah menyerah lewat adu penalti.

  1. Dino Zoff

Pemain

Sebelum putaran final Euro 1968 bergulir, Dino Zoff mungkin tidak berpikir dirinya akan menjadi salah satu aktor penting keberhasilan timnas Italia di turnamen tersebut. Sampai Maret 1968, Zoff belum juga dipanggil untuk membela tim senior Italia meskipun usianya kala itu sudah menginjak 26 tahun. Waktu itu, kiper utama timnas Italia adalah Enrico Albertosi.

Zoff membantu Italia untuk memenangkan Euro 1968 meski Zoff sendiri baru membuat debut internasionalnya di perempatfinal kualifikasi Euro, 20 April 1968 saat Italia melawan Bulgaria. Gara-gara aksinya pada laga itu yang dimenangkan oleh Italia dengan skor 2-0, Zoff berhasil menggeser Albertosi sebagai kiper utama Italia di Euro 1968. Selama Euro 68 berlangsung, Zoff bersinar dengan membuat berbagai penyelamatan gemilang sepanjang turnamen. Aksi fenomenal Zoff terjadi di laga semifinal kontra Uni Soviet. Ia menggagalkan peluang emas Albert Schesternev dan Aleksandr Lenev. Dan pada akhirnya, Dino Zoff dinobatkan sebagai Kiper Terbaik di Euro 1968.

Kemudian, di Euro 1980, Italia kembali tampil tapi hanya sanggup finis di posisi empat. Pada edisi Euro kali ini, Zoff hanya kebobolan satu gol dan mengemas tiga clean sheet sehingga kembali terpilih sebagai Kiper Terbaik.

Pelatih

Pada Euro 2000, Dino Zoff kembali berlaga di kejuaraan tersebut namun sebagai Pelatih. Sebagai pelatih, pada tahun 1998, Zoff dipercaya oleh FIGC (PSSI nya Italia) untuk melatih Timnas Italia. Zoff berhasil merombak sistem pasif klasik milik Gli Azzuri yang terkenal dengan pertahanan ala catenaccio menjadi lebih agresif dan menyerang. Zoff berhasil membawa Italia menembus partai final Euro 2000, sebelum dikalahkan secara dramatis oleh Perancis.

  1. Michael Platini

Pemain

Di Euro 1984, Prancis menjadi favorit turnamen karena adanya segiempat magis di lini tengah, yaitu Jean Tigana, Alain Giresse, Luis Fernandez, dan Michel Platini. Di Euro 84 juga, Michel Platini dipercaya memegang ban kapten timnas Prancis karena predikatnya sebagai pemain terbaik dunia tahun 1983. Tetapi, tidak hanya mengapteni timnas Prancis hingga berhasil meraih juara, Platini juga menjadi topskor serta pemain terbaik di Euro 1984.

Platini bermain dan mencetak gol dalam seluruh lima pertandingan yang dimainkan Prancis, termasuk torehan sembilan gol, dua di antaranya melalui hat-trick. Sampai saat ini belum ada yang sanggup melewati perolehan gol Platini dalam sejarah Euro.

Pelatih

Platini kembali ke Euro 2000 dengan status sebagai pelatih timnas Perancis kala itu. Platini diberi kepercayaan untuk memimpin Prancis di Final Euro 1992 dengan harapan bisa memberi tuahnya saat berhasil menjuarai Euro 1984. Sayang, Platini kemudian gagal memberikan prestasi karena Perancis gagal lolos dari fase grup setelah hanya meraih dua hasil imbang dan sekali kalah dari tiga pertandingan.

  1. Franz Beckenbauer

Pemain

Sejak 1971, Franz Beckenbauer sudah dipercaya menjadi kapten Jerman Barat. Dan kepercayaan itu dia bayar lunas dengan berhasil membawa Timnas Jerman meraih gelar juara Piala Eropa dengan mengalahkan Uni Soviet 3-0 di Final. Pencapaian ini menjadi gelar internasional pertama untuk Der Kaiser dan ia meraihnya sebagai kapten tim. Nama Beckenbauer secara otomatis terpilih untuk masuk dalam tim terbaik turnamen Euro 1972.

Empat tahun berselang atau tepatnya pada tahun 1976, Beckenbauer bermaksud mengulangi kembali kesuksesannya di Euro. Tetapi, Jerman Barat kali ini gagal mempertahankan gelarnya setelah kalah dari Cekoslovakia di final lewat perpanjangan waktu.

Pelatih

Ketika Beckenbauer kembali ke Euro dengan status sebagai pelatih, dirinya dipercaya memimpin pasukan Jerman Barat di Euro 1988. Banyak pengamat yang mengatakan jika Jerman Barat akan mampu mengangkat trofi. Setelah imbang melawan Italia dan menang melawan Denmark dan Spanyol, perjalanan mereka di turnamen tersebut sangat bagus. Namun, Beckenbauer harus menerima kenyataan pahit tersingkir di babak semifinal dari Dream Team Belanda yang pada akhirnya menjadi juara.

Selalu update berita terbaru sepakbola, highlights dan 5 fakta hanya di Vivagoal.com

Leave a Reply