5 Fakta Pemain Termahal Liga 1 Indonesia 2019

0
2913

4. Marc Klok (PSM Makassar)

Rekan setim Pluim, Marc Klok, menjadi pemain asing dengan nilai pasar termahal keempat di Liga 1 2019. Berposisi sebagai gelandang bertahan, Marc Klok punya harga pasar sama dengan Pluim yakni 360 ribu pound. Namun dari segi usia Klok unggul dari kompatriotnya itu karena ia baru berusia 25 tahun, sementara Pluim sudah 30 tahun.

Klok disebut masih memiliki kontrak jangka panjang di PSM Makassar yang baru akan berakhir pada 2023.

Eks pemain Dundee FC itu juga tengah menjalani proses naturalisasi untuk menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).

Sebelum bergabung dengan PSM, Klok pernah berkarier bersama salah satu klub Liga Bulgaria bernama Cherno More, dari Oktober 2014 hingga Juli 2016.

Kedatangan Klok membawa keberuntungan untuk More. Adalah laga final Piala Bulgaria tahun 2015 ketika Klok membantu More menumbangkan sang raksasa, Levski Sovia.

Sebuah prestasi yang membuatnya mendapatkan nama panggilan “gladiator”. Klok bertarung, bekerja begitu keras di pertandingan yang berlangsung hingga perpanjangan waktu tersebut.

Kerja keras yang menjadi ciri khas dirinya ketika mendapatkan kepercayaan untuk bermain. Bahkan, saking sangarnya di atas lapangan, Klok sempat disebut punya semangat seperti Nigel de Jong, tukang gaprak legendaris dari Belanda.

“Saya tak pernah takut berduel satu lawan satu di lini tengah. Bahkan tak jarang kaki saya terangkat tinggi sampai dada lawan, seperti Nigel de Jong,” ungkap Klok. Seorang daredevil, lelaki tak kenal rasa takut, penuh gairah dan pekerja keras. figur yang sangat sesuai untuk PSM.

Sebagai gelandang bertahan, Klok adalah pemain dengan spesifikasi yang lengkap. Pemain yang masih berusia 24 tahun punya stamina yang bisa diandalkan.

Area bermainnya yang cukup luas tidak menjadi masalah untuk Klok berkat staminanya. Tentunya, Klok tak sekadar berlari mengejar bola. Ia membaca arah serangan lawan dengan baik, sehingga tak membuang stamina dengan sia-sia.

Ketika dibutuhkan, Klok adalah tukang tekel yang jeli. Sepak bola Indonesia, terutama menit pertama hingga sekitar menit 60, biasanya diwarnai dengan tempo yang cukup tinggi.

Banyak aksi berlari, hampir di semua situasi. Oleh sebab itu, gelandang bertahan akan “dipaksa” banyak melakukan pelanggaran karena salah menempatkan diri dan kecolongan serangan balik.

Klok sendiri bisa beradatasi dengan beragam situasi dengan cepat. Tercatat, dari 17 penampilan awal bersama PSM, Klok hanya mengantongi empat kartu kuning dan satu kartu merah. Kartu merah yang ia rasakan pun berupa akumulasi, bukan karena pelanggaran yang sangat brutal. Catatan ini membuktikan kecerdasan Klok ketika mengambil bola, atau melakukan pelanggaran yang disengaja (technical foul).

Dengan spesifikasi gelandang bertahan yang komplet, PSM akan merindukan Klok ketika absen, seperti diungkapkan Rene Albert. Kerinduan tersebut tak hanya lantaran Klok sangat baik ketika melindungi barisan bek PSM, melainkan kelebihan Klok dalam turut aktif ketika membangun serangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here