Vivagoal 5 Fakta – Laga Piala Super Eropa 2017 akan berlangsung pada Rabu dini hari (9/8/2017). Laga ini akan mempertemukan Real Madrid kontra Manchester United. Menarik untuk disimak mengenai sejarah dan fakta dari turnamen tersebut.

Piala Super Eropa merupakan turnamen khusus yang mempertemukan juara Liga Champion dan Liga Europa. Awalnya, ajang ini dibuat oleh Anton Witkamp pada tahun 1971.

Witkamp memiliki ide untuk mencari juara Eropa karena, Ajax Amsterdam kala itu benar-benar mendominasi di Eropa. Untuk itu, Witkamp datang dengan ide baru untuk mencari juara Eropa dengan membuat turnamen tersebut. Turnamen ini mempertemukan juara Liga Champion dan juara Piala UEFA (sebutan Liga Europa kala itu).

Piala Super Eropa 2017 menjadi turnamen ke-42 yang akan diselenggarakan di Stadion Philip II Arena, Skopje Macedonia. Kejuaraan ini menyimpan banyak hal menarik yang telah dirangkum sedemikian rupa oleh Vivagoal dalam 5 fakta Piala Super Eropa.

 

  1. Klub dari Liga Champion lebih mendominasi

Dari 41 turnamen yang telah berjalan, 22 edisi Piala Super Eropa telah dimenangkan oleh klub dari Liga Champion. Sedangkan sisanya adalah klub dari Liga Europa dan Piala Winners UEFA (7 dari Liga Europa dan sisanya dari Piala Winners UEFA).

Spanyol tercatat sebagai negara yang paling banyak mengoleksi gelar (13 gelar) tersebut dengan Barcelona sebagai klub terbanyak yang mengoleksi gelar tersebut (5 gelar), selain itu, ada Real Madrid (3 gelar), Valencia dan Atletico Madrid (2 gelar), dan Sevilla (1 gelar).

Di tempat kedua ada Italia dengan total raihan 9 gelar dengan rincian AC Milan (5 gelar), Juventus (2 gelar), dan Lazio serta Parma yang mengoleksi 1 gelar.

Terakhir ada Inggris yang berada di tempat ketiga sebagai negara terbanyak yang mengoleksi gelar Piala Super Eropa. Liverpool menjadi klub Inggris terbanyak yang meraih gelar tersebut (3 gelar). Sisanya ada Aston Villa, Chelsea, MU, dan Nottingham Forest yang mengoleksi 1 gelar.

 

  1. Trofi Piala Super Eropa telah mengalami banyak perubahan

Ukuran trofi Piala Super Eropa telah mengalami perubahan sejak digelarnya kompetisi ini pada tahun 1972. Pada awalnya, ukuran trofi ini sangat besar bahkan lebih besar dari ukuran trofi Liga Champion. Trofi tersebut pernah diraih oleh Ajax Amsterdam pada edisi 1973 dan 1974.

Karena ukuran yang terlalu besar, ukuran trofi tersebut akhirnya diganti dengan ukuran yang lebih kecil. Trofi itu dibuat berukuran menjadi lebih kecil dengan berat 5 kg dan tinggi 42,5 cm. Kini, model yang baru memiliki berat 12 kg dengan tinggi 58 cm.

Untuk klub yang dapat meraih gelar tersebut sebanyak 3 kali berturut-turut maka, klub tersebut akan menerima trofi dengan ukuran asli serta catatan khusus akan pencapaian klub tersebut. Hingg kini, baru Milan dan Barcelona yang bisa mencapai hal tersebut.

 

  1. Tempat penyelenggaraannya berubah-ubah

Pada awalnya, format Piala Super Eropa digelar dalam 2 leg. Setiap leg digelar di tempat yang berbeda-beda dan berganti-ganti sesuai dengan kandang dari masing-masing tim yang berlaga.

Hanya tahun 1991 saja yang sedikit berbeda kala Red Star Belgrade dilarang menggelar laga di kandang mereka, Yugoslavia karena perang. Di tahun 1998, format tempat untuk pertandingan Piala Super Eropa berubah dan diselenggarakan hanya di tempat netral atau bukan kandang dari salah satu tim yang berlaga.

Dari tahun 1998-2012, laga tersebut dilaksanakan di Stadion Stade Louis II, Monaco, Perancis. Setelah itu, tempat penyelenggarannya berganti-ganti dari Eden Arena hingga Philip II Arena yang akan digunakan untuk laga Piala Super Eropa 2017 pada hari Rabu dini hari WIB (9/8/2017). Pada tahun 2018, laga ini akan diselenggarakan di stadion Le Coq Arena, Tallinn, Estonia.

 

  1. Dani Alves dan Maldini menjadi pemain yang paling banyak merasakan gelar juara

Dani Alves dan Paolo Maldini tercatat sebagai pemain yang paling banyak merasakan gelar juara Liga Europa. Kedua pemain ini telah merasakan gelar tersebut sebanyak 4 kali. Maldini merasakan gelar ini bersama AC Milan pada tahun 1989, 1990, 1994, dan 2003.

Dani Alves merasakan gelar ini bersama 2 tim yang berbeda yakni, sekali dengan Sevilla pada tahun 2006, dan Barcelona pada tahun 2009,2011, dan 2015. Hingga kini, belum ada pemain yang bisa menyaingi pencapaian yang dicatat oleh kedua pemain ini.

 

  1. Ancelotti dan Pep Guardiola jadi Pelatih yang paling banyak meraih gelar

Jika Alves dan Maldini menjadi pemain yang paling banyak merasakan gelar juara Piala Super Eropa maka, ada Carlo Ancelotti dan pep Guardiola yang menjadi pelatih paling banyak merasakan gelar juara Piala Super Eropa.

Kedua pelatih ini sudah merasakan gelar tersebut selama 3 kali. Selain itu, kedua pelatih ini juga sama-sama merasakan 3 gelar tersebut bersama 2 klub yang berbeda.

Ancelotti merasakan gelar itu bersama AC Milan sebanyak 2 kali pada tahun 2003,2007 dan Real Madrid sekali pada tahun 2014.

Pep Guardiola merasakan gelar Piala Liga Eropa sebanyak 2 kali bersama Barcelona pada tahun 2009, dan 2011. Terakhir, ia merasakan gelar tersebut bersama Bayern Munchen pada tahun 2013.

Selalu update 5 fakta terbaru sepakbola, highlights dan berita bola hanya di Vivagoal.com

Leave a Reply