Vivagoal5 FaktaAkhir musim 2014/2015, gelandang legendaris Barcelona, Xavi Hernandez resmi menanggalkan jersey biru merah yang telah dibelanya selama kurang lebih 25 tahun. Di usianya yang telah memasuki usia ke 35, Xavi memutuskan meninggalkan Barcelona dan pergi ke Qatar untuk bermain bersama klub Al Sadd. Hal itu dilakukannya karena dirinya tidak ingin memperkuat salah satu klub di Eropa yang nantinya bisa jadi akan melawan bekas klubnya, Barcelona.

Pria bernama lengkap Xavi Hernandez Creus, kelahiran Terrassa, 25 Januari, 35 tahun silam. Xavi tercatat bergabung dengan Barcelona pada bulan Juli 1991 saat usianya masih 11 tahun. Xavi menjadi salah satu pemain legendaris yang mempunyai waktu bermain paling lama di raksasa Catalan itu. Xavi adalah produk asli dari akademi Barcelona yang memulai debut perdananya di tim senior Barcelona pada medio 1998.

Sepanjang karirnya bersama FC Barcelona, Xavi yang menjadi pemain kunci di lini tengah Barcelona, berhasil mendulang banyak prestasi dan penghargaan individu.

Dan berikut lima fakta menarik tentang eks kapten Barcelona di bawah ini:

 

  1. Pemain Barcelona Dengan Jumlah Penampilan Terbanyak.

Selama 17 musim membela FC Barcelona, Xavi Hernandez didaulat menjadi pemain Barca dengan penampilan terbanyak. Dengan total 763 penampilan di berbagai kompetisi, Xavi ikut menjadi bagian dalam kesuksesan Barcelona merengkuh 23 trofi. Yaitu delapan trofi La Liga, tiga trofi Liga Champions, dua Piala Raja, enam Piala Super Spanyol, dua Piala Super Eropa dan dua trofi Piala Dunia Antarklub.

Bersama Barcelona menjuarai La Liga hingga delapan kali, Xavi berhasil menyamai catatan salah satu legenda Real Madrid, Paco Gento, yang juga delapan kali mengantar Los Galacticos ke puncak La Liga. Pria yang kini berusia 37 tahun ini menorehkan lebih dari 866 penampilan bersama klub dan 764 diantaranya merupakan penampilan dalam laga resmi. Untuk di pentas La Liga, Xavi menorehkan 504 caps.

 

  1. Valentino Rossi pernah mencium kaki Xavi

Penggila bola manapun pasti tidak bisa menyembunyikan kekaguman pada sosok Xavi Hernandez, meskipun dia adalah atlet ternama juga. Hal ini terbukti kala The Doctor, Valentino Rossi bertemu sang mantan jenderal lapangan tengah Barca tersebut.

Valentino Rossi bertemu Xavi, saat mantan kapten Barca tersebut sedang asyik menyaksikan balapan MotoGP di Montemelo. Saat itu, Xavi tidak hanya mendapatkan kesempatan menyaksikan jalannya race, tapi juga berkesempatan untuk berkeliling-keliling ke paddock.

Dan saat tiba di garasi Ducati, peristiwa unik terjadi. Di sana Xavi bersua dengan The Doctor. Dan saat bertemu, pembalap Italia dengan torehan juara dunia sembilan kali itu tanpa sungkan-sungkan mengekspresikan kekagumannya pada Xavi dengan cara menyentuh kaki sang legend. Rasanya baru II Dottore yang menunjukkan simpati seperti itu. Sejauh ini belum ada satu pun fans Xavi yang menunjukkan kekagumannya melebihi yang ditunjukkan juara MotoGP tujuh kali itu.

 

  1. Xavi hampir pernah berlabuh ke AC Milan

Legenda hidup Barcelona, Xavi Hernandez hampir pernah mengenakan kostum AC Milan, Italia jika saat itu tidak dicegah oleh sang ibu. Kisah transfer dramatis itu juga diakui sendiri oleh bos besar Milan, Adriano Galliani.

Ibunda Xavi pernah bercerita pada sebuah wawancara khusus dengan stasiun televisi Spanyol, Cuatro, tentang ketertarikan raksasa Italia, AC Milan kepada putranya yang kala itu masih bermain untuk Barcelona B. Saat itu, sang ibu sampai mengancam meminta cerai kepada ayah Xavi jika anaknya benar-benar diperkenankan meninggalkan keluarga ke Italia. Sekadar informasi, saat tawaran Milan datang, Xavi kala itu masih berusia 19 tahun. Berkat sang ibu, Xavi kemudian menjelma menjadi motor serangan klub Catalan bahkan menjadi salah satu pemain tersukses dalam sejarah klub Barcelona hingga ia memutuskan pindah ke klub Qatar Al Sadd.

 

  1. Pesepakbola yang paling sering bermain di Liga Champions.

Xavi Hernandez mempunyai catatan tampil sebanyak 151 kali di arena Liga Champions. Dan terakhir pada tahun 2015 saat dirinya masuk menggantikan Andres Iniesta di babak kedua kontra Juventus. Xavi juga tercatat telah mengoleksi 25 gelar selama berseragam Barcelona, terakhir saat Barcelona berhasil merebut titel juara Liga Champions musim 2014–2015. Xavi menjadi pemain dengan koleksi gelar terbanyak yang pernah memperkuat klub Spanyol.

Xavi mempunyai gerakan khas yang kerap disebut “Look from Shoulder”. Sebuah gerakan ketika dirinya melihat-lihat sebelum menerima umpan, jadi sebenarnya Xavi sudah mengetahui jika mau memberi umpan kemana sebelum dirinya menerima bola. Gerakan khas lainnya yang terkenal adalah memutar 360 derajat untuk menghindari lawan, yang disebut PELOPINA. Nah, gerakan inilah yang kemudian diplesetkan sama temannya di La Masia, Miguel Angel menjadi julukan untuk Xavi yaitu PELOPO.

 

  1. Xavi Pemerhati Liga Inggris

Baru-baru ini, gelandang senior asal Spanyol, Xavi Hernandez berhasil meraih penghargaan sebagai pemain terbaik Liga Qatar bersama klubnya, Al Sadd. Mantan bintang Barcelona tersebut mendapat gelar pemain terbaik Liga Qatar untuk edisi Desember 2016.

Saat masih berada di Catalunya, Xavi yang telah membela Barcelona selama 25 musim sebenarnya seorang pecinta Liga Inggris. Saat masih berlatih di Akademi La Masia, milik klub Barcelona, Xavi kerap mendapatkan ‘doktrin’ dari sebuah program Barcelona yang berdurasi setengah jam. Program itu menayangkan gol-gol terbaik dari Liga Inggris, dan satu nama, hingga saat ini masih diingat baik olehnya. Dia adalah legenda Southampton yang bermain pada kurun waktu 1986-2002, Matt Le Tissier.

Satu nama memang belum cukup menggambarkan fanatisme terpendam Xavi kepada sepakbola Negeri Ratu Elizabeth. Xavi juga mampu menjabarkan pengetahuannya akan sepakbola Inggris, mulai dari kultur bermain, hingga dukungan penggemar dalam mendukung tim favoritnya masing-masing.

Xavi kerap menyaksikan John Barnes di Liverpool, serta tim Manchester United saat masih diperkuat David Beckham, Neville bersaudara (Phil dan Gary), Ryan Giggs, dan Nicky Butt. Dan Xavi juga mengidolai mantan pelatihnya di Barcelona, asal Inggris, Bryan Robson.

Leave a Reply