Vivagoal5 FaktaKepergian Matic ke MU nampaknya takkan memusingkan Conte karena, ia punya Tiemoue Bakayoko yang menggantikan posisi sang pemain.

Lepasnya Matic ke MU pada bursa transfer musim panas kemarin mencuatkan beragam pertanyaan. Mengapa Chelsea begitu berani melepas Matic yang memiliki andil besar dalam membawa The Blues meraih gelar Liga Inggris musim lalu.

Sempat muncul anggapan jika Chelsea takkan sehebat musim lalu karena, mereka kehilangan Matic. Conte tak tinggal diam dan ia akhirnya mendatangkan Tiemoue Bakayoko dari AS Monaco. 40 juta pound digelontorkan untuk mendapatkan sang pemain.

Hasilnya, ia mampu membuktikan kemampuannya secara perlahan. Debutnya dalam laga kontra Spurs berbuah manis manakala Chelsea berhasil mengemas 3 poin. Ia juga dinilai berjasa besar dalam mengamankan pergerakan pemain-pemain Spurs terutama Moussa Dembele.

Dalam diri seorang Bakayoko, bukan hanya kemampuannya saja yang banyak dibicarakan orang-orang. Ada hal-hal lain yang menarik pada Bakayoko. Vivagoal telah merangkum fakta-fakta menarik seputar Bakayoko dalam 5 Fakta Tiemoue Bakayoko dibawah ini.

 

  • Bakayoko dan jersey no.14

Ada alasan tersendiri kenapa Bakayoko selalu mengenakan jersey nomor punggung 14. Begitu jua kala ia berada di Chelsea, ia mengenakan nomor punggung tersebut. Alasan mengapa ia memilih nomor tersebut adalah karena nomor tersebut mengingatkan dirinya kepada tempat tinggalnya di Paris.

Saat di Paris, ia tinggal di distrik no.14 Observatoire. Hal ini membuatnya selalu memilih untuk mengenakan nomor punggung 14 baik saat berada di AS Monaco atau Chelsea.

 

  • Kemampuan bertahan dan menyerang yang bagus

Kendati berposisi sebagai gelandang bertahan, Bakayoko juga dikenal sebagai seorang pemain yang serba bisa. Ia memiliki kemampuan dribble serta passing yang bagus sehingga, ia terkadang bisa menjadi pemecah kebuntuan bagi klub yang ia bela.

Selain itu, ia juga mempunyai kemampuan untuk membaca arah pertandingan. Hal ini dinilai sebagai faktor kesuksesan kenapa sang pemain bisa menjadi faktor penting dalam pertahanan sebuah tim. Ia dikenal akan kemampuannya dalam melancarkan clean tackle atau tekel bersih dengan tingkat kesuksesan cukup tinggi.

 

  • Tidak Menolak jika diminati PSG

Dilansir dari Sportskeeda, Bakayoko mengungkapkan ketertarikannya untuk memperkuat PSG jika ia mendapatkan tawaran dari sana. Kecintaannya terhadap kota kelahirannya, Paris menjadi alasan utama mengapa Bakayoko akan mempertimbangkan tawaran tersebut.

Ironisnya, sang pemain sempat bergabung dengan akademi PSG pada usia 11 tahun. Sayangnya, ia memutuskan untuk pindah ke salah satu daerah di Perancis, Brittany. 2 tahun kemudian, ia akhirnya pindah ke Rennes dimana, klub tersebut menjadi tempat berkembangnya Bakayoko.

 

  • Sangat nakal saat kecil

Bakayoko mengakui bahwa dirinya sangat nakal saat masih kecil. Ia suka menyelinap keluar di malam hari bersama kakaknya untuk bermain sepakbola selepas jam 10 malam. Meski sering dihukum ayahnya, ia tidak kapok dan terus mengulanginya.

Masuknya Bakayoko ke akademi Clairefontaine menjadi titik balik dalam kehidupannya. Bakayoko mengakui bahwa hal tersebut membuatnya menjadi berubah dan lebih baik dari sebelumnya meskipun ia kesulitan dalam mengubah kepribadian dirinya menjadi lebih teratur.

 

  • Kerap Dibandingkan dengan Yaya Toure

Bakayoko sering dibandingkan dengan salah satu gelandang Manchester City, Yaya Toure. Kesamaan gaya bermain serta kemampuannya membuat ia dibandingkan dengan Toure. Yaya Toure juga dikenal sebagai salah satu gelandang tengah yang komplit karena memiliki kemampuan bertahan dan menyerang yang bagus.

Selain itu,mereka juga memiliki postur tubuh yang ideal sebagai gelandang bertahan serta body balance yang kuat. Mantan pelatihnya di Monco pernah berkata bahwa Bakayoko adalah sosok gelandang yang komplit dan ia mampu membuat Monaco lebih seimbang dalam segi menyerang dan bertahan.

Selalu update 5 fakta terbaru sepakbola, highlights dan berita bola hanya di Vivagoal.com

Leave a Reply