5 Fakta Tragedi Berdarah di Dunia Sepak Bola

0
1553

5. Tragedi Perang Maut Stadion Port Said (Tahun 2012)

Rabu, 1 Februari 2012, kerusuhan besar terjadi di stadion Port Said. Kerusuhan yang terjadi selepas pertandingan antara al-Masry kontra al-Ahly di Liga Premier Mesir itu menewaskan 74 orang. Ditambah 500 lebih korban luka, insiden itu menjadi tragedi terbesar dalam sejarah sepakbola Mesir — juga salah satu kerusuhan sepakbola paling mematikan di dunia.

Pertandingan berkesudahan 3-1 untuk kemenangan sang tuan rumah. Namun, begitu peluit tanda pertandingan berakhir dibunyikan, serta merta seluruh pendukung al-Masry memburu para suporter al-Ahly. Bersenjatakan pisau mereka menyerang secara membabi-buta.

“Ini bukan sepakbola, melainkan perang,” kata pemain al-Ahly, Abo Treika, seperti dilansir Aljazeera. “Orang-orang meninggal di hadapan kami … tak ada pihak keamanan, tak ada ambulan.”

Namun mereka terlihat membiarkan peristiwa berdarah tersebut terjadi di depan mata. Menurut seorang anggota komite wanita Federasi Sepakbola Mesir (EFA), Daia Salah, penyerangan tersebut sudah direncanakan.

Pihak keamanan sudah mengetahui itu. Belum lagi kicauan orang-orang di Twitter sebelum pertandingan.

“Aku melihat kicauan dengan mata kepalaku sendiri 13 atau 14 jam sebelum pertandingan dari seorang pendukung al-Masry kepada fans al-Ahly

“Jika kau jadi datang ke stadion, buat surat wasiatmu sebelum berangkat,’” terangnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here