VivagoalBerita Bola – Diantara sejumlah pelatih Serie A, Vincenzo Montella muncul sebagai salah satu pelatih yang diperhitungkan. Montella telah melewati banyak jalan mulai dari pemain hingga menjadi seorang pelatih seperti saat ini.

Berawal sebagai seorang pemain sepakbola, ia mendapatkan sorotan dari public kala memperkuat AS Roma. Si pesawat kecil menjadi bagian penting dari lini depan Roma bersama Gabriel Batistuta dan Francesco Totti. Montella turut andil dalam membawa Roma meraih gelar Serie A dan gelar lainnya.

Sebagai seorang striker, Montella dikenal sebagai pemain depan yang cepat, jenius serta memiliki kaki kiri yang berbahaya. Untuk itu, sang pemain dipandang sebagai salah satu striker top Italia.

Setelah gantung sepatu, Montella memilih untuk menjadi seorang pelatih. Sebagai seorang pelatih, Montella naik daun saat melatih Fiorentina. Kini, ia memiliki pekerjaan berat bersama Milan dibawah manajemen klub yang baru.

Disamping itu, Montella adalah sosok yang special. Ada banyak fakta menarik tentang Montella yang menarik untuk diangkat dan berikut 5 fakta Vincenzo Montella yang telah dirangkum oleh Vivagoal.

  • L’Aeroplanino atau Si Pesawat Kecil

L’Aeroplanino atau si pesawat kecil merupakan julukan dari Vincenzo Montella yang terus melekat dengan dirinya hingga saat ini. Julukan tersebut diberikan kepada Montella karena gaya selebrasinya yang sering membentangkan tangannya yang mirip seperti sebuah pesawat yang sedang terbang.

Selain itu, Montella juga mengakui bahwa ia suka terbang karena ia merasa bebas saat di udara. Di Fiorentina, ia sempat mengatakan jika seseorang perlu terbang rendah, fokus dan rela berkorban kala bekerja. Dengan begitu, mereka bisa mencapai sebuah kesuksesan yang tidak pernah mereka bayangkan.

  • Dari Idealis ke pragmatis

Perpindahannya dari Fiorentina ke Milan membuatnya harus merubah gaya kepelatihannya. Di Fiorentina, Montella dikenal dengan idealisnya yang lebih mengedepankan sepakbola yang menarik. Hal ini didukung dengan komposisi pemain yang berkualitas sehingga, ia terbilang sukses dalam menerapkan hal tersebut.

Sebagai buktinya, Montella sukses membawa Fiorentina finish di peringkat keempat sebanyak 3 kali berturut-turut, masuk ke babak final Coppa Italia 2014, dan masuk ke babak semifinal Liga Europa pada tahun 2015 kemarin.

Sayangnya, hal serupa tak bisa diterapkan di Milan. Montella harus mengubah gaya strateginya menjadi gaya pragmatis. Dengan kata lain, hasil lebih penting dari permainan yang menawan atau menghibur.

Hasilnya, Milan mampu meraih gelar Supercoppa Italia saat mengalahkan Juventus serta membawa Milan finish di peringkat ke-6. Berkat hal tersebut, Milan bisa kembali berkompetisi di Eropa dengan berpartisipasi di Liga Europa.

  • Pernah main di semua divisi professional Liga Italia

Saat masih merumput, Vincenzo Montella tercatat pernah merasakan setiap divisi professional Liga Italia. Karirnya dimulai dari Serie C saat membela Empoli dari musim 1990-1991 hingga 1994-1995.

Selanjutnya, ia naik kelas dengan berlaga di Serie B bersama Genoa. Ia hanya semusim di Genoa pada musim 1995-1996.

Selepas berpisah dengan Genoa, ia bergabung dengan Sampdoria pada musim 1996-1997 hingga musim 1998-1999. Selanjutnya, ia bergabung dengan Roma dari musim 1999-2000 hingga 2006-2007 serta sempat bergabung lagi pada musim 2008-2009 setelah hengkang dari Fulham dan menjadi salah satu pemain legendaris Roma.

  • Berpenampilan modis

Vincenzo Montella tergolong sebagai pelatih yang peduli akan penampilannya. Hal ini terlihat dari penampilannya kala memandu tim asuhannya dari pinggir lapangan.

Setelan jas dan dasi menjadi pakaian yang sering ia kenakan saat berada di lapangan. Selain itu, ia terlihat pintar dalam memadu-madankan berbagai macam baju yang membuatnya terlihat menarik.

Salah satu bukti nyata adalah kala ia masih melatih Fiorentina. Sang pelatih sering terlihat mengenakan setelan jas dengan rompi berwarna ungu yang menjadi warna khas Fiorentina.

  • Trofi Supercoppa Italia menjadi trofi pertama dalam karir kepelatihannya

Trofi Supercoppa Italia yang diraih oleh Montella bersama Milan pada musim 2016-2017 kemarin menjadi trofi pertama dalam karir kepelatihannya. Sebelum di Milan, pencapaian terbaik Montella hanya mampu membawa Fiorentina meraih posisi keempat di Serie A 3 kali berturut-turut, lolos ke babak semifinal Liga Europa 2015 serta masuk ke babak final Coppa Italia 2014.

Untuk musim selanjutnya di Milan, sang pelatih ditantang untuk membawa Milan meraih lebih banyak gelar. Dengan sokongan dana yang besar, Milan kini telah mendatangkan 10 pemain baru agar mereka bisa meraih prestasi lebih baik di musim depan.

Selalu update berita terbaru sepakbola, highlights dan 5 fakta hanya di Vivagoal.com

Leave a Reply