
Rasa Simpati Arteta, Usai Thomas Frank Dipecat Tottenham
Vivagoal – Liga Inggris – Walau terlibat dalam tensi rivalitas satu kota, manajer Arsenal, Mikel Arteta tak ketinggalan untuk mengutarakan rasa simpatinya pada Thomas Frank yang baru saja dipecat oleh tetangga mereka di London Utara, Tottenham Hotspur.
Perjalanan Thomas Frank bersama Tottenham Hotspur dipastikan tak berlangsung sampai satu musim. Pihak klub baru saja mengumumkan tentang keputusan mereka melepas Frank dari jabatannya sebagai manajer Spurs.
Frank sendiri memang gagal membawa banyak perubahan bagi Spurs sejak menggantikan Ange Postecoglou di musim ini. Ia bahkan mencatatkan statistik mengerikan, yakni hanya meraih 29 poin dari 26 laga dan terjerembab di posisi ke-16 pada klasemen Liga Inggris.

“Thomas ditunjuk pada Juni 2025, dan kami telah bertekad untuk memberikan waktu dan dukungan yang diperlukan agar kami dapat membangun masa depan bersama. Namun, hasil dan performa yang diperoleh telah membuat Dewan Direksi menyimpulkan bahwa perubahan pada tahap ini dalam musim ini diperlukan,” bunyi pernyataan resmi Tottenham.
Jelang partai Arsenal melawan Brentford dini hari nanti WIB, Mikel Arteta ditanyakan tanggapannya mengenai pemecatan Frank ini. Menurutnya, hasil akhir dalam pertandingan memang sangat menentukan nasib seorang manajer, terlepas dari performa tim di atas lapangan hijau.
Baca Juga:
- Wajib Permanenkan Openda, Juventus Susun Rencana Lepas Openda di Musim Panas
- Buat Liverpool, Setiap Laga Wajib Menang Apapun Situasinya!
- Dipepet Barcelona dan Bayern, Vlahovic Belum Putuskan Hengkang dari Juventus
- Dekati Arsenal, Guardiola Belum Mau Bicara Soal Gelar Juara
“Ya, selalu kabar yang sangat menyedihkan ketika ada rekan kerja yang tidak melanjutkan pekerjaannya karena Thomas adalah pelatih yang luar biasa. Dia juga pria yang luar biasa, dan telah membuktikannya di liga. Kami tahu di mana posisi sekarang,” ujar Arteta dilansir Goal.
“Kami tahu bahwa tanggung jawab kami melampaui sekadar performa. Kadang-kadang hasil pertandingan menentukan apa yang terjadi dengan kami. Kami mendoakan yang terbaik baginya untuk apa pun yang dia putuskan untuk dilakukan selanjutnya.”
Arteta kemudian mengomentari perihal kesabaran dari tim-tim asal Premier League seiring berjalannya waktu, terutama menyangkut posisi juru taktik tim. Bagi Arteta hal tersebut tidak bisa dipandang secara merata, karena tiap tim memiliki kebijakannya sendiri.
Selain itu ada pula pengaruh timbal balik dari pihak lain, baik pemain maupun para petinggi klub. Selama Arsenal ditangani Arteta sejak 2019, The Lilywhites tercatat sudah melakukan pergantian manajer sembilan kali, termasuk jabatan interim.

“Saya tidak tahu. Tak berpikir kamu bisa mengambil setiap contoh dengan cara yang sama. Menurut saya, dalam konteks setiap klub, situasinya sangat berbeda. Tetapi selalu ada kemungkinan. Saya pikir setiap era berbeda di setiap klub, dan di Premier League ini kita memiliki dua manajer paling ikonik, Arsene dan Sir Alex, selama bertahun-tahun,” pungkasnya.
“Telah banyak berubah di kedua klub. Hal itu tergantung pada banyak faktor. Pertama adalah jika memiliki pemain yang mendukung kita sepenuhnya dan mereka menikmati apa yang dilakukan serta percaya pada apa yang Akamulakukan, itu hal yang besar. Kemudian kamu harus memenangkan banyak pertandingan. Karena pada akhirnya, jika tidak melakukannya, takkan bisa bertahan dalam pekerjaan ini, dan itulah kenyataan dari pekerjaan kita.”
Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com















