
Diva Aulia Putri, Dari Panggung Jaipong ke Lapangan Hijau
Vivagoal – Liga Indonesia – Diva Aulia Putri berhasil mencuri perhatian publik atas performanya bersama skuat Timnas Kelompok Umur Putri Indonesia. Di balik pencapaiannya, Diva Aulia Putri memiliki kisah inspiratif dan menarik sebelum terjun ke sepakbola.
Diva Aulia Putri merupakan pesepakbola asal Bandung kelahiran 25 November 2010. Kiprahnya di lapangan hijau, sukses membawanya mentas di FIFA Women Matchday menghadapi Chinese Taipei hingga Kualifikasi Piala Asia.
Oktober 2025, FIFA Women Matchday jadi langkah perdana Diva menatap ajang internasional. Stadion Manahan, Solo menjadi saksi akan halusnya gerakan Diva hingga mampu mematahkan pinggang pemain Timor Leste.

Diva pun berhasil menghipnotis seisi publik Manahan hingga mengelu-elukan namanya. Hal ini membawanya kembali lolos ke skuat Timnas Putri Indonesia U-17 untuk Babak Kualifikasi Piala Asia.
Diva kembali melanjutkan aksinya saat dipercaya turun menghadapi Makau. Kontribusi besar langsung ditunjukan Diva dalam mengantarkan Timnas Putri Indonesia U-17 meraih kemenangan 2-0 atas Makau.
Sayangnya langkah Timnas Putri Indonesia U-17 harus terhenti di tangan tuan rumah, Myanmar. Meski demikian penampilan seluruh pemain Timnas Putri Indonesia U-17 mendapatkan apresiasi, termasuk Diva Aulia Putri.
Baca Juga:
- Akademi Persib Putri Kian Kokoh di Puncak Klasemen Hydroplus Soccer League U-15
- Pemain Asing Liga India Diisukan Gabung Tim BRI Super League
- RC Lens Juara Paruh Musim Ligue 1, Pelatih PSG Buka Suara
- Derby Catalunya Jadi Milik Barcelona, Hansi Flick Puji Kualitas Espanyol
Di balik penampilan apiknya bersama skuat Garuda, Diva Aulia Putri memiliki cerita menarik dan unik. Diva mengaku, awal mulanya terjun ke sepakbola dikarenakan panjangnya waktu senggang saat libur sekolah.
“Hobi aja sih. Jadi dari sekolah tuh udah main bola dari kecil. Sekitar kelas 4 atau 5 SD,” buka Diva kepada awak media.
Diva menjelaskan, tak pernah terbesit dalam dirinya untuk terjun ke olahraga sepakbola. Pasalnya, hari-hari Diva selalu disibukan dengan kegiatan kesenian sunda, yakni menari Jaipong.
“Awal mulanya Diva main di ini dulu di jaipongan dulu, karena kan gak ada kegiatan di rumah, ternyata Diva-nya gak rutin main latihan di jaipongan, ternyata udah berhenti kegiatan, Mama kayak ngelihat gak ada kegiatan di rumah, jadi aku dimasukin sama Mama ke SSB,” kata Diva.
Dukungan orang tua serta sang kakak menjadi awal melejitnya karir Sang Penari Jaipong. Diva bercerita bahwa olahraga sepakbola memang sudah sangat dekat dengan kesehariannya.
Berlatih di lapang becek, meminjam sepatu bola sang kakak, hingga menjadi juara di berbagai festival membuat Diva semakin jatuh cinta dengan olahraga ini. Ia pun tak menyangka karena pilihan orang tuanya berbuah manis.
“Bangga sih, terus kaget juga yang dulunya jaipongan sekarang bisa sepak bola,” jelas Diva.
Diva menambahkan, dirinya tak pernah membayangkan sedikitpun untuk bisa memperkuat Tim Nasional. Tentu saat namanya terpilih, ia sempat terkejut, bahkan hal itu terjadi dalam dua agenda penting.
“Gak nyangka banget, karena pas seleksi Timnas aku kira tuh kayak, ah gak akan kepanggil juga, gak akan kepilih juga, yaudah dibawain enjoy latihannya, seleksinya juga, ternyata masuk 2 kali lolos,” tambahnya.

Setelah lolos tim asuhan Timo Scheunemann, Diva pun sadar akan potensinya. Ketika agenda internasional terhenti, Diva pun tetap memerlukan jam terbang demi menjaga sentuhannya.
Tim Saswco Mojang akhirnya dipilih Diva untuk menjaga performanya sekaligus persaingan di skuat utama Timnas Kelompok Umur Putri Indonesia. Diva kini tampil di ajang Hydroplus Soccer League U-18.
“Bagus. Bagus banget perkembangan anak-anak sekarang. Naik banget. Persaingan cukup berat sekarang. Sekarang tuh cewek-cewek, udah banyak yang main bola.” tutup Diva.
Selalu update berita terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com















