
Gaya Main Allegri Dianggap Sudah Terlalu Kuno
Vivagoal – Serie A – Mantan pemain asal Italia, Daniele Adani, melontarkan kritik tajam kepada pelatih Napoli, Massimiliano Allegri, setelah timnya bermain imbang 3-3 melawan AS Roma di Serie A. Adani menilai pendekatan sepak bola Allegri sudah tidak relevan dan menyayangkan sikapnya di akhir pertandingan.
Napoli dua kali kehilangan keunggulan dalam pertandingan di Stadion Diego Armando Maradona tersebut akhir pekan kemarin. Mereka sempat unggul 2-0 melalui gol Frank Zambo Anguissa dan Scott McTominay, sebelum Roma membalas lewat Matias Soulé dan Leonardo Balerdi.
McTominay kembali membawa Napoli memimpin 3-2 pada menit ke-83. Tetapi Balerdi mencetak gol keduanya untuk AS Roma pada menit ke-89, sekaligus memastikan kedua tim harus berbagi angka.
Gol penyama kedudukan Roma memicu kemarahan Allegri. Ia memprotes keputusan wasit yang mengesahkan gol tersebut setelah melalui peninjauan VAR. Allegri kemudian menerima kartu merah sebelum menanggalkan jasnya dan meninggalkan lapangan dengan emosi yang belum mereda.
Baca Juga:
- Gol Adam Alis dan Lautan Bobotoh yang Ubah Atmosfer Laga Tandang Persib
- Usut Tuntas Kasus Meninggalnya Bobotoh di Bogor, Persib Pastikan Dampingi Proses Hukum
- Igor Tolic Bongkar Tantangan Strategi Low Block yang Dihadapi Mariano Peralta
- Mulai Temukan Formula Tepat, Tapi Juventus Belum Maksimal
Insiden tersebut menjadi salah satu yang paling disorot oleh Daniele Adani pasca pertandingan selesai. Namun, kritiknya tidak terbatas pada perilaku Allegri di pinggir lapangan.
Bagi Adani, rencana maupun gaya bermain Allegri sudah terlalu usang untuk Ia terapkan pada sepakbola modern. Adani juga mempertanyakan performa Napoli pada awal musim dan menilai sang pelatih mendapat perlakuan berbeda dibandingkan sejumlah koleganya.

“Cara Allegri bermain sepak bola sudah berakhir. Napoli hanya memiliki separuh poin Lazio asuhan Gennaro Gattuso. Jika awal musim seperti ini dialami Ruben Amorim atau Luciano Spalletti, mereka mungkin sudah dipecat tanpa ampun. Namun, Allegri memiliki kelompok jurnalis yang selalu membelanya, orang-orang yang itu-itu saja,” ujar Adani dilansir Goal.
Adani lantas mengecam kebiasaan Allegri melontarkan pernyataan kontroversial dalam konferensi pers maupun bereaksi berlebihan ketika pertandingan tidak berjalan sesuai harapan. Menurutnya, tindakan seperti menanggalkan jas, lalu terlibat adu argumen sudah terlalu sering, dan justru menutup masalah lain yang lebih penting.
“Cukup dengan omong kosong dan tingkah berlebihan dalam konferensi pers yang akhirnya berubah menjadi sirkus. Ketika pertandingan berjalan buruk, dia selalu berakhir dalam pertikaian, lengkap dengan aksi menanggalkan jasnya. Polanya selalu sama,” lanjut Adani.
Selalu update kabar terbaru seputar dunia sepakbola hanya di Vivagoal.com















