
Gelorakan Kesetaraan Gender, Bandung Jadi Kota Penutup Soccer for Equality 2026
Vivagoal – Berita Bola – Kota Bandung terpilih menjadi tuan rumah babak final sekaligus puncak dari rangkaian turnamen sepak bola inklusif tingkat nasional, Soccer for Equality 2026. Ajang ini digelar di lima kota dan sukses mendapat respons positif.
Diinisiasi oleh Plan Indonesia bersama gerakan Saling Jaga dari Kitabisa, ajang bukan sekadar kompetisi di atas rumput hijau, melainkan sebuah gerakan sosial dan solidaritas nasional.
Turnamen yang bergulir sejak Mei hingga Juli 2026 ini bertujuan untuk membuka akses pendidikan dan kesempatan yang setara bagi anak-anak di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sebelum mencapai puncaknya di Kota Kembang pada 18–19 Juli 2026, atmosfer Soccer for Equality telah membakar semangat di berbagai kota besar, yaitu Jabodetabek, Malang, Balikpapan, Makassar, dan Bandung.
Turnamen yang diikuti 173 tim, di mana 32 di antaranya merupakan tim sepak bola perempuan, sengaja ditutup di Bandung sebagai kota dengan simbol kuat dari perjuangan kesetaraan gender melalui panggung olahraga.
Direktur Eksekutif Plan Indonesia, Dini Widiastuti, menegaskan bahwa sepakbola memiliki kekuatan besar untuk meruntuhkan stigma gender. Apalagi sepakbola merupakan ruang yang setara.
Baca Juga:
- Kapan John Herdman Tentukan Skuad Final Timnas Indonesia di Piala AFF 2026?
- Persija Resmikan Kedatangan Stjepan Loncar, Punya Pengalaman Tampil di Liga Champions
- Real Madrid dan Barcelona Siap Perang Transfer Demi Bek Tottenham
- Ikat Bek Muda Hingga 2029, Persib Investasi Fondasi Masa Depan
“Di lapangan, tidak ada batasan siapa yang boleh bermimpi atau menunjukkan kemampuan. Melalui Soccer for Equality, kami ingin memastikan lebih banyak anak perempuan memiliki kesempatan berpartisipasi dalam olahraga yang selama ini identik dengan laki-laki. Kami ingin mereka tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, berani memimpin, dan yakin bahwa mereka mampu meraih cita-citanya,” ujar Dini.
Di balik kemeriahan dan gemuruh gol di lapangan, ada misi sosial mendesak yang sedang diperjuangkan. Turnamen ini menyoroti potret buram kesejahteraan anak perempuan di NTT.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, rata-rata lama sekolah di NTT baru menyentuh 8,38 tahun, masih tertinggal dari rata-rata nasional yang berada di angka 9,22 tahun.

Kondisi ini kian diperparah oleh tingginya angka perkawinan anak serta diskriminasi berbasis gender yang kerap memutus rantai masa depan anak perempuan di sana.
Soccer for Equality bergerak menjadi wadah penggalangan dana publik. Setiap dukungan yang mengalir akan dikonversikan langsung untuk pemenuhan hak-hak anak, khususnya akses pendidikan di NTT.
Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bagaimana olahraga bisa berpadu harmonis dengan kemanusiaan. Marsudi Wijaya, VP Crowdfunding Kitabisa & Perwakilan SalingJaga / Beyond The Game, menyatakan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari aksi bersama.
“Kami di SalingJaga percaya, perubahan besar dimulai dari aksi bersama. Dengan semangat gotong royong lewat sepak bola, kami ingin mengajak masyarakat terlibat aktif dalam perjuangan mewujudkan kesetaraan,”
“Kolaborasi bersama Plan Indonesia memadukan esensi perlindungan, kesehatan, dan solidaritas sosial demi memberikan kesempatan yang adil bagi anak-anak perempuan di NTT untuk meraih hak pendidikan mereka,” pungkasnya.
Selalu update berita terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com














