(Henrik Montgomery/TT via jawapos.com)

Harga Transfer serta Sikap Isak dan Gyokeres akan Terus Diungkit!

Rizal Saleh - September 12, 2025
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

Vivagoal – Liga Inggris – Dua striker timnas Swedia, Alexander Isak dan Viktor Gyokeres, mendapat kritik tajam dari eks penyerang Swiss, Alexander Frei terkait cara mereka memaksakan transfer besar ke Premier League pada bursa musim panas lalu.

Alexander Isak resmi meninggalkan Newcastle United untuk bergabung dengan Liverpool lewat kesepakatan senilai 125 juta pounds. Nilai itu membuatnya jadi pemaim termahal sepanjang sejarah Liga Inggris.

Namun, proses kepindahan itu penuh drama setelah Isak menolak bermain dalam tiga laga awal Premier League dan menuduh klubnya melanggar janji melalui media sosial. Ia pun kini memilih menghindari media saat bersama timnas Swedia agar bisa fokus pada performa di lapangan.

Alexander Isak Liverpool
Foto: Liverpool FC via sport.detik.com

Situasi serupa juga terjadi pada seorang Viktor Gyokeres. Penyerang berusia 26 tahun itu memaksa keluar dari Sporting CP demi mewujudkan transfer ke Arsenal dengan nilai sebesar 64 juta pounds

Konfliknya dengan presiden klub Portugal itu bahkan sempat memanas lewat perang pernyataan di media. Alexander Frei lalu berbicara sikap dari Gyokeres dan Isak pasca laga Swedia melawan Kosovo. Pada laga tersebut, Gyokeres dan Isak tampil namun Swedia tetap tumbang 0-2 oleh Kosovoo.


Baca Juga:


Bagi Frei, apa yang ditunjukan kedua berpotensi membawa dampak negatif. Frei, memperingatkan bahwa sikap keduanya bisa berbalik merugikan, baik bagi karier pribadi maupun peluang Swedia lolos ke Piala Dunia.

“Dengan Isak, semuanya sudah terlihat jelas. Dia mogok di Newcastle, menolak berlatih, lalu pindah dengan harga hampir 150 juta euro. Angka yang sama sekali tidak masuk akal. Saya rasa ini akan jadi salah satu kesalahpahaman terbesar dalam sepak bola. Kita lihat saja nanti,” kata Frei dilansir Goal.

Gyokeres Liverpool Arsenal
(Getty Images/Alex Pantling via sport.detik.com)

“Hal yang sama terjadi pada Gyokeres. Dia juga mogok di Lisbon agar bisa bergabung dengan Arsenal. Saya sama sekali tidak mengerti. Ini akan mengejar mereka suatu saat nanti. Mungkin ini peringatan awal bahwa Swedia tidak akan lolos ke Piala Dunia,” tambahnya.

Kini, baik Isak maupun Gyokeres menghadapi tekanan besar untuk segera membuktikan kualitasnya di klub baru. Liverpool dan Arsenal berharap dua rekrutan mahal ini bisa cepat beradaptasi dan menjadi pembeda di musim Premier League yang baru saja dimulai.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com