Aksi Pemain Timnas Putri Indonesia, Felicia De Zeeuw
Aksi Pemain Timnas Putri Indonesia, Felicia De Zeeuw.Foto: VIVAGOAL/Raffy Faraz

Keputusannya Dikritik Publik, Ini Alasan Mochizuki Cadangkan Mayoritas Pemain Diaspora

Raffy Faraz - Juni 4, 2026
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

VivagoalLiga Indonesia – Keputusan Pelatih Timnas Putri Indonesia, Satoru Mochizuki mulai dipertanyakan publik. Kekalahan 0-2 kontra Singapura di ajang Garuda Championship Series disebut publik disebabkan karena keputusan Satoru Mochizuki dalam menentukan daftar susunan pemain.

Publik menyebut, susunan pemain Timnas Indonesia terlihat kurang proporsional. Pasalnya, banyak pemain diaspora Indonesia yang justru disimpan di bangku cadangan. Hal ini membuat permainan Indonesia sulit berkembang dan Singapura mampu memanfaatkannya.

Pemain Timnas Putri Indonesia, Estella Raquel Loupatijj Dibayangi Pemain Timnas Putri Singapura, Irsalina Binte Irwan
Pemain Timnas Putri Indonesia, Estella Raquel Loupatijj Dibayangi Pemain Timnas Putri Singapura, Irsalina Binte Irwan.

Foto: VIVAGOAL/Raffy Faraz

Kritik publik tersebut langsung dijawab Satoru Mochizuki. Ia mengaku ada beberapa pertimbangan yang mengharuskannya memarkir para pemain diaspora terlebih dahulu dan memberi banyak kesempatan kepada pemain yang jauh lebih siap.

“Ya memang kan kita banyak pemain yang sudah TC dari awal ya. Pemain lokal pun sudah TC lama, sebulan, dan kondisinya menaik dan sedang bagus. Makanya kita mencoba memainkan pemain yang kondisinya sedang bagus,” buka Satoru Mochizuki kepada awak media.


Baca Juga:


 

Pelatih asal Jepang itu juga menambahkan bahwa kesiapan para pemain diaspora terlihat berada di level yang rendah. Sebab, mereka baru saja tiba di Bandung tepat dua hari sebelum laga. Sehingga secara kebugaran, para pemain tersebut masih mengalami keletihan perjalanan.

“Karena pemain diaspora baru join 2 hari sebelum pertandingan, makanya kita lihat juga kondisi pemain diaspora dan memang kita siapkan untuk main di babak kedua,” ujar pelatih berusia 67 tahun tersebut.

Meski mendapat kritik, ia tetap senang melihat anak asuhnya terus berkembang, baik itu pemain diaspora atau pemain yang tampil di ajang domestik. Ia berharap, progres ini bisa menjadi modal berharga demi meningkatkan kualitas permainan timnya ke depan.

“Jadi kita juga punya 8 eh slot pergantian pemain, kita juga pengin memberikan pengalaman bermain pada pemain. Jadi pemain pasti bukan hanya uji coba dan latihan, dengan melalui pertandingan internasional seperti inilah mereka bisa berkembang,” tutup Satoru Mochizuki.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com