Petinggi Marseille Umumkan Masa Depan Roberto de Zerbi
Vivagoal – Ligue 1 – Setelah bungkam sejak Olympique de Marseille tersingkir dari Liga Champions pada Rabu malam, Presiden tim, Pablo Longoria secara resmi memutuskan masa depan Roberto De Zerbi. Pablo Longoria memastikan Roberto De Zerbi tetap akan menjadi pelatih Marseille.
Tersingkirnya Marseille dari kompetisi Eropa sempat menimbulkan isu. Beberapa petinggi Marseille telah angkat bicara. Pertama, ada Medhi Benatia yang kecewa atas kekalahan tersebut.

Kemudian ada Roberto De Zerbi, yang tak banyak bicara dalam konferensi pers pasca pertandingan. Kini presiden klub, Pablo Longoria yang memberi keterangan dalam siaran beIN Sports.
“Dalam hidup, Anda tidak boleh bereaksi secara impulsif setelah pertandingan. Ini masalah tanggung jawab dan manajemen, tetapi itu tidak berarti Anda menghindari tanggung jawab Anda,”
“Setiap orang memiliki perannya masing-masing. Tanggung jawab secara alami bersifat kolektif. Sebagai presiden, saya terutama bertanggung jawab atas semua yang terjadi di klub.” ujar Pablo Longoria.
Baca Juga:
- Kembali ke Solo, Thom Haye Kenang Mendiang sang Kakek
- Alasan di Balik Arema Pinjam Rio Fahmi dan Hansamu
- Kalah Atas Mojang Priangan, Racil Yulian Tetap Apresiasi Kerja Keras Saswco Mojang
- Bojan Hodak Sudah Siapkan Rencana Baru Untuk Dedi Kusnandar
Ketika ditanya tentang situasi Roberto De Zerbi, yang sehari sebelumnya menyatakan bahwa ia siap untuk tetap di OM dalam waktu yang sangat lama, Pablo Longoria tidak langsung memberikan jawaban langsung.
“Saya sungguh percaya kita perlu melampaui drama dan sandiwara yang mengelilingi banyak situasi, bahwa setiap orang perlu bertanggung jawab. Melihat drama ini di media, drama ini, fokus yang intens pada pengelolaan sederhana sebuah pertandingan sepak bola, juga menunjukkan masalah lain yang kita miliki,”
“Tetapi mari kita perjelas: kekalahan 3-0 di Bruges tidak dapat diterima di semua tingkatan klub. Tetapi pada saat yang sama, seorang presiden harus tetap serius.” tambahnya.
Dia menambahkan bahwa Longoria tidak pernah menetapkan Liga Champions sebagai tujuan utama. Pasalnya ia harus realistis di ajang bergengsi tersebut Marseille harus memerlukan perencanaan yang mapan.
“Selama tiga puluh tahun terakhir, OM hanya lolos ke Liga Champions sekali selama dua musim berturut-turut. Tidak pernah ada diskusi tentang kepergian pelatih. Ada analisis yang tenang dan profesional antara Medhi (Benatia), sang pelatih, dan saya, di mana kami membahas alasan fluktuasi kinerja ini,” tutup Longoria.
Selalu update berita terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com
