
Pindah Homebase, I League Minta Malut United Siap Dengan Konsekuensinya
Vivagoal – Liga Indonesia – Direktur Kompetisi I League, Asep Saputra, meminta Malut United untuk menerima konsekuensinya jika mereka pindah kandang atau home base.
Malut United berencana berganti memindahkan kandang atau home base mereka ke Provinsi Jawa Tengah. Keputusan tersebut disampaikan melalui surat resmi yang diajukan oleh PT. Malut Maju Sejahtera kepada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) pada 17 Juni 2926.
Dalam surat bernomor 25/MMS-MUtd/VI/2026, Malut United berniat menjadikan kandang PSIS Semarang, yakni Stadion Jatidiri, Semarang, Jawa Tengah, sebagai home base mereka untuk Super League musim 2026/27. Selain itu, Malut United juga akan berganti nama menjadi Jateng United.
“Disepakati bahwa Klub Sepak Bola Malut United FC dengan Domisili/Home Base di Provinsi Maluku Utara/Stadion Gelora Kie Raha Ternate akan berganti menjadi Jateng United FC, dengan home base di Provinsi Jawa Tengah di Stadion Jatidiri Semarang,” demikian bunyi pernyataan dalam surat yang dikirimkan kepada PSSI.
Baca Juga:
- Gabung Persija, Radovan Pankov Pernah Jumpa Witan Sulaeman di Liga Serbia
- Pernah Main di 3 Kompetisi Eropa Jadi Alasan Persija Ikat Radovan Pankov
- Resmi! Mantan Bek Legia Warszawa Radovan Pankov Jadi Rekrutan Keenam Persija
- Prancis vs Spanyol: Prediksi, Jadwal dan Link Live Streaming
Mengenai hal tersebut, I League selaku operator kompetisi angkat bicara. Dalam wawancara eksklusifnya bersama Vivagoal di kantor I League, Jakarta, Selasa (7/14) sore WIB, Asep Saputra mengatakan bahwa ada komunikasi mengenai perubahan home base Malut United.
“Perubahan entitas nama klub itu tetap melalui jalur organisasi di PSSI. Tapi, dalam komunikasi ke kita, yang pasti memang ada indikasi perubahan. Tapi, sekali lagi, kita hormati proses yang memang secara organisasi, karena memang sudah ada ranahnya,” ucap Asep Saputra kepada Vivagoal.

Foto: VIVAGOAL/I Made Gita.
Tapi, Asep Saputra ingin menggarisbawahi bahwasanya Malut United harus siap dengan konsekuensinya jika berpindah kandang. Besar kemungkinan jika konsekuensi yang harus mereka hadapi adalah pengurangan poin atau point deduction.
“Tapi, jangan lupa, ada impact konsekuensi dalam Club Licensing ketika berbeda dengan apa yang di-submit dan tidak bermain di daerahnya sendiri. Maka, akan ada konsekuensi yang sudah pernah kita sampaikan, sampai ke point deduction,” tambahnya.
Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com















