Mohamad Prapanca dan Bambang Pamungkas
Direktur Persija, Mohamad Prapanca dan dan Direktur Olahraga Persija, Bambang Pamungkas. (VIVAGOAL/Taufik Hidayat)

Resah dengan Julukan APBD FC, Direktur Persija Beri Balasan Menohok

Taufik Hidayat - Maret 10, 2026
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

Vivagoal – Liga Indonesia – Direktur Persija Jakarta, Mohamad Prapanca, mengungkapkan keresahannya terkait julukan APBD FC yang melekat ke timnya. Ia memberikan sanggahan dengan jawaban menohok.

Menyambut musim 2025/26, Persija memang banyak menggandeng Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai sponsor. Beberapa di antaranya yaitu Bank Jakarta, PAM Jaya, Transjakarta, hingga MRT.

Kesepakatan tersebut membuat logo para BUMD tersebut menempel di jersei Persija. Timbal baliknya, Macan Kemayoran mendapat suntikan dana untuk mengarungi satu musim kompetisi.

Namun kerja sama Persija dan BUMD Jakarta tersebut dicibir banyak pihak. Tim asuhan Mauricio Souza itu bahkan mendapat julukan APBD FC di media sosial.

Mohamad Prapanca menilai julukan APBD FC tersebut tidak masuk akal. Ia menilai kerja sama dengan BUMD bersifat profesional.

“Saat Pak Pramono dilantik menjadi gubernur, beliau memberikan statement ingin Jakarta lebih Persija. Ditentukanlah sekian perusahaan (daerah) Bank Jakarta, PDAM (PAM Jaya), MRT, Transjakarta (menjadi sponsor Persija),” kata Mohamad Prapanca dalam acara Ngopi Bareng Persija di Jakarta, Selasa (10/3).

“Apa yang menjadi program yang di perjanjian (dengan BUMD) itu gak bisa main-main lho. Kalau kita memanfaatkan partnership ini untuk ugal-ugalan itu kayaknya gak bisa.”


Baca Juga:


Kerja sama Persija dan BUMD Jakarta memang bersikap profesional. Kedua pihak punya hak dan kewajiban masing-masing.

BUMD yang menjadi sponsor wajib menyetor sejumlah dana ke klub. Timbal baliknya, mereka mendapat media promosi yang besar karena Persija memiliki fanbase yang besar.

Ngopi Bareng Persija
Acara Ngopi Bareng Persija pada Selasa (10/3). (VIVAGOAL/Taufik Hidayat)

Hal ini berbeda saat APBD masih diizinkan membiayai klub profesional. Tidak ada ikatan kontrak profesional.

“Silakan klub lain melakukan hal yang sama, kan bagus juga, masing-masing klub punya Pemprov. Pemprov-nya perlu untuk mensosialisasikan (programnya) biar gak saling menyalahkan,” tambahnya.

“Nah Jakarta ini mudah-mudahan warganya selalu bisa berkolaborasi.”

Selalu update berita terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com