Tag: 5 fakta

5 Fakta Pesepakbola Indonesia yang Bersinar di Asia

Vivagoal Berita BolaMeski sepak bola Indonesia belum bisa berbicara banyak di kancah Asia, tapi ada beberapa pemain asal tanah air sukses berkarier di negeri sebrang. Meski tidak dikenal sebagai negara eksportir pemain bola, sebagian berjuang keras di tanah rantau.

Sebut saja Egy Maulana Fikri yang mencuri perhatian saat berabung dengan Lecia Gdansk di Liga Polandia. Begitupun, Witan Sulaiman yang direkrut oleh klub asal Serbia, FK Radnik Surdulica.

Namun jauh sebelum era Egy dan Witan, beberapa pemain asal Indonesia juga sempat merasakan ketatnya kompetisi di Eropa. Sebut saja Kurniawan Dwi Julianto yang pernah membela Sampdoria.

Tak cuma di Eropa, beberapa pemain tercatat pernah mengadu nasib di kompetisi elite Asia. Ricky Yacobi yang tenar bersama Arseto bahkan jadi pemain Indonesia pertama yang merumput di Liga Jepang.

Meski tak banyak pemain Indonesia yang berkarier di luar negeri, Vivagoal mencoba  merangkum 5 pemain Indonesia yang berani mengadu nasib ke negeri sebrang hingga akhirnya bersinar lewat caranya masing-masing.

1.Yanto Basna

Rudolf Yanto BasnaDiawal kemunculannya, Yanto Basna langsung mencuri perhatian bersama Mitra Kukar. Tak lama berselang dia langsung jadi andalan di lini pertahanan Persib Bandung. Masih berusia muda, Basna digadang bakal jadi salah satu bek terbaik Indonesia.

Tak hanya pandai menggalang pertahanan, Basna dikenal punya mental baja. Sang pemain memilih melanjutkan karier di Thailand demi bisa mencuri perhatian klub asal Jepang yang jadi tujuan akhirnya.

“Ketika saya datang ke Thailand tahun 2018, pemain-pemain Thailand sudah ada yang pergi bermain ke Jepang. Mereka bahkan telah jauh-jauh hari menargetkan bisa main di Jepang, bukan Indonesia atau Malaysia. Jadi mereka disini berpikiran kalau tidak ke Jepang, ya ke Eropa.

“Lalu kemudian saya berpikir, kenapa saya tidak memiliki pikiran seperti itu. Makanya sejak 2018, saya juga sudah memasang target untuk pergi bermain di Jepang,” kata Basna.

Pemain berdarah papua tersebut tercatat sudah tiga musim berturut-turut merumput di Thai League.  Khon Kaen, Sukhothai dan PT Prachuap tercatat jadi tiga tim yang pernah dibelanya selama merantau di negeri Gajah Putih.

2.Rochi Putiray

Rochi PutirayRochi Putiray nampaknya layak jadi salah satu penyerang terbaik Indonesia. Namanya tak cuma harum di tanah air, tapi di Liga Hongkong, Rochi menjadi salah satu juru gedor yang terpandang.

Memulai karier di Arseto Solo, Rochi sempat hijrah ke Eropa bersama Dukla Prague dengan status pinjaman. Usai kontraknya habis, dia memilih pulang ke tanah air untuk membela Persija Jakarta, semusim bersama Macan Kemayoran, Rochi meneruskan perjalanan kariernya ke Liga Hongkong.


Baca Juga: 


Instant Dict FC, Happy Valley, South China AA, hingga Kitchee SC tercatat pernah dibelanya selama merumput di Hongkong. Paling diingat tentu saat dirinya berseragam Kitchee, sang pemain tampil tajam dengan menorehkan 43 gol.

Ketajaman Rochi teruji saat Kitchee berhadapan dengan AC Milan.  Meski hanya berstatus pertandingan uji coba, sang pemain tampil impresif dengan menundukan Milan lewat dwigol yang diciptakannya. Karenanya, Kitchee memecahkan rekor  sebagai klub pertama Hongkong yang mampu mengalahkan klub elit eropa.

 

5 Fakta Pelatih Tim Nasional, Shin Tae-Yong

Vivagoal 5 Fakta Beberapa waktu lalu, pelatih Tim Nasional Indonesia, Shin Tae-Yong terlibat perseteruan. Miss komunikasi antara dirinya dan PSSI membuat hubungan kedua kubu memanas.

Pada mulanya, Shin berbicara pada media asal Korea Selatan, PSSI ‘berbelok’ dengan tidak mendukung program latihan Timnas U-19 yang telah dia susun. Dimana sebelumnya dia berencana melaksanakan TC di Korsel untuk Timnas yang dia besut.

Syarif Bastaman, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Timnas Indonesia, langsung merespon setelah aksi blak-blakan Shin kepada media Korea Selatan. Dia menyebut eks pelatih Korsel itu tengah mencoba menarik simpati publik. Atas hal itu, Shin terancam dipecat.

“Sikap saya dengan wawancara dia dengan media Korea Selatan? Marah saya. Saya tidak suka. Dia ini malah mencari simpatik publik. Dia politisi atau pelatih? Kok malah bermain politik seolah-olah didzolimi. Penuhi saja kontrak. Kewajiban dia sudah jelas,” kata Syarif dikutip Bola.

Namun demikian, bola panas mampu diredam ketua umum PSSI, M Iriawan. Dia langsung turun tangan menghadapi polemik yang terjadi antara Shin Tae-Yong dengan organisasi yang dia pimpin.

“Saya menganggap Anda sebagai adik saya. Usia saya 58 tahun, Shin Tae Yong 52 tahun. Sudah seperti adik dalam keluarga saya, karena itu mari berkomunikasi sebagai keluarga,” kata Iriawan dikutip laman resmi PSSI.

Menurutnya perseteruan yang terjadi bersumber dari miss komunikasi dari kedua belah pihak. Pria yang akrab disapa Iwan Bule tersebut menyebut ada beberapa alasan TC di Korea tak bisa dilaksanakan sesuai keinginan Shin Tae-Yong.

“Tidak mungkin membawa semua level timnas ke Korsel. Sementara dalam waktu bersamaan, Timnas U-19 dan Timnas Senior memiliki prioritas sama pentingnya,” tambah Iriawan.

Selama perseteruan, publik seolah berada di pihak Shin Tae-Yong, dengan pengalaman yang dimiliki beberapa menganggap, permintaan Shin yang dicurahkan ke media Korsel sebagai hal lumrah. Mengingat, Shin sudah malang melintang di kancah sepak bola dunia.

Sebenarnya, sehebat apa Shin Tae-Yong? Vivagoal merangkum lima fakta Shin Tae-Yong yang menggambarkan perjalanan kariernya di kancah sepak bola.

1.Mentereng Bersama Tim Junior

Shin Tae-YongMeski tak terlalu meyakinkan bersama Tim Senior, tapi perjalanan Shin bersama Timnas Junior Korsel patut diacuingi jempol. Dia mampu meloloskan Timnas  Korsel U-23 ke perempat final Olimpiade dan jadi finalis Piala Asia.

Ksatria Taeguk muda lolos ke perempat final setelah menjadi juara grup di atas Jerman, Meksiko dan Fiji. Korsel melaju mulus di penyisihan grup tanpa pernah kalah, termasuk menahan imbang Jerman 3-3. Sayang, mereka menyerah di perempat final lantaran kalah 0-1 dari Honduras.


Baca Juga: 


Meski gagal di Olimpiade, Shin mampu mengantar Korsel jadi finalis di Piala Asia U-23. Menaklukan Uzbekistan, Iraq dan Yaman di fase grup, skuad besutannya mengalahkan Yordania dan Qatar pada babak perempat final dan semifinal. Sayang, di partai puncak, Korsel U-23 harus mengakui kenggulan Jepang 2-3.

5 Fakta Transfer Terburuk Manchester United

Vivagoal5 Fakta  – Sebagai salah satu klub besar di Liga Inggris, Manchester United selalu dihuni talenta terbaik dari berbagai penjuru dunia. Gelontoran dana  dihabiskan manajemen setiap musim untuk mendapat jasa terbaik.

Pelatih legendaris MU, Sir Alex Ferguson, menyebut keseimbangan tim merupakan kunci kesuksesan. Dimana Setan Merah selalu mempertimbangkan komposisi umur tim, secara rata-rata, skuad harus berada di bawah usia 26 tahun.

Hal itu pula yang mendasari manajemen tanpa henti membawa pemain baru setiap bursa transfer. Regenerasi dan penyegaran skuad demi MU tetap berada di papan atas jadi alasan utama.

Sayang, tak semua pemain bisa langsung nyetel dengan permaianan MU. Beberapa gagal bersinar bahkan sebagian harus angkat kaki dengan cepat dari Old Trafford.

Sederet faktor mempengaruhi sukses dan gagalnya pemain baru di Theater of Dream. Adaptasi, taktik, hingga cuaca menjadi hal yang masuk akal untuk membuat pemain gagal bersinar bersama MU.

Berikut 5 Fakta pemain yang gagal menemukan performa terbaiknya usai didatangkan Manchester United:

1.Alexis Sanchez

Demi Tinggalkan Manchester United, Sanchez Rela Lakukan Hal IniAlexis Sanchez membelot ke Manchester United dari Arsenal pada musim 2018 silam. Berstatus mesin gol saat masih berseragam The Gunners, harapan tersemat di pundak Sanchez untuk membawa MU kembali berjaya.

Satu setengah musim membela Setan Merah, Alexis Sanchez hanya mampu mencetak lima gol di laga kompetitif.  Sebuah kontradiksi dibanding saat dirinya masih berseragam Arsenal.


Baca Juga: 


Ironisnya, Sanchez gagal membuktikan diri kala memegang titel sebagai pemain dengan gaji termahal di MU. Manajemen akhirnya melepas pemain asal Chile dengan status pinjaman ke Inter Milan pada musim 2019/20 ini.

5 Fakta Si Bocah Samba: Roberto Firmino

Vivagoal Liga InggrisRoberto Firmino Barbosa memberi warna tersendiri bagi permainan Liverpool. Diduetkan dengan Mohamad Salah dan Sadio Mane, ketiganya menjelma jadi trio maut di Liga Inggris.

Meski pergerakannya tak secepat Mane dan Salah, tapi Firmino mampu menghipnotis para penggemar lewat permainanan flamboyannya. Passing dari ruang sempit, mengolah bola dengan stylish serta positioning yang menakjubkan membuatnya menjadi salah satu penyerang yang patut diwaspadai.

Meski secara statistik hanya menorehkan 11 gol dan 12 assist, tanpa Firimno, lini serang Liverpool tak akan sehidup saat ini. Dari 43 penampilan, Firmino menunjukan untuk menjadi pemain penting, seorang penyerang tak melulu harus menjadi mesin gol.

Kini, pemain asli Brasil itu tengah berada di puncak kariernya. Dengan talenta yang dimiliki, tak sulit buat Firmino menjadi pemain top Eropa. Licin di depan gawang dan lihai membongkar pertahanan lawan jadi ciri khasnya.

 Berikut ini kami suguhkan lima fakta tentang Si Bocah Samba, Bobby Firmino:

1.Samba Boy

Firmino 1
Sumber: Daily Mail

Lahir dan tumbuh besar di Brasil, membuat Firmino sangat kental dengan gaya main khas samba. Di lapangan, sang pemain kerap seolah berdansa dengan bola.

Gaya Firmino diyakini sebagai sebuah bentuk ekspresi sang pemain akan masa lalunya. Firmino lahir di Alagonas, Brasil, sebuah kota dengan tingkat kriminal yang cukup tinggi. Demi menjaga sang anak, kedua orang tuanya tak memberi kebebasan pada Firmino.


Baca Juga: 


Seiring berjalan waktu, Firmino menjadikan sepak bola sebagai hidupnya. Dimana dia menemukan kebebasan kala mengolah bola. Terlihat dari aksi nyentriknya yang kerap mengundang decak kagum.

5 Game Bola Terpopuler

Vivagoal5 Fakta – Sebagai olahraga paling popular di dunia, sepak bola menyuguhkan banyak alternatif. Belakangan game bola baik online dan offline tersedia melalui banyak platform.

Game bola juga dinilai bisa menghilangkan kebosanan, apalagi ditengah masa transisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) saat ini. Game bola menjadi pilihan beberapa player untuk sekedar membunuh waktu.

Sejak dulu, beberapa game bola sudah kita kenal. Dari mulai winning eleven yang terkenal dengan one two nya. Hingga game sepak bola online di telepon pintar kita masing-masing.

Hidup di era digital, kita disuguhkan banyak pilihan game bola. Prosesnya pun tak rumit, cukup dengan membeli game bola bahkan beberapa disediakan secara gratis maka game bola tersebut sudah bisa kita mainkan.

Kini Vivagoal akan mengulas beberapa game bola populer di berbagai platform. Berikut lima game bola terpopuler sepanjang masa:

1.FIFA

Cara Mencetak Gol dengan Tendangan Volley di FIFA 20Sejak lama, game FIFA sudah ada di platform seperti PlayStation, Xbox, atau PC. Gameplay yang mendekati kenyataan, membuat banyak orang tergila-gila dengan game bola ini.

Diproduksi oleh EA Sports selama 20 tahun, FIFA menjelma menjadi franchise game bola terbesar di dunia. FIFA memberikan Anda pengalaman bermain dengan dan pemain terbesar di sepak bola dunia, semuanya dengan detail dan realisme yang luar biasa.


Baca Juga:


Selain itu, Anda juga bisa  membangun pasukan impian  di FIFA Ultimate Team. Selain itu, Anda juga bisa memainkan klub favorit Anda atau menjalani fitur dalam Career Mode.

5 Klub Terkaya di Dunia, Catat Daftarnya!

Vivagoal – 5 Fakta – Sepak bola menjadi olahraga terfavorit di seluruh jagat raya. Tak ayal bila beberapa klub mendapatkan keuntungan besar dan menjelma jadi klub terkaya di dunia.

Tahun 2020 ini Barcelona berhasil menggeser rival mereka, Real Madrid, dari urutan pertama klub terkaya di dunia.

Dengan banyaknya penggemar, sepak bola jelas bukan sembarang bisnis. Bahkan hampir di seluruh negara, si kulit bundar mampu menjadi magnet tersendiri.

Situasi ini lantas menjadikan sepak bola sebagai salah satu industri dengan perputaran uang tak terkira. Khususnya di Eropa, dimana sepak bola dikelola dengan profesional, deretan klub-klub elit mampu mendatangkan pundi-pundi yang sangat besar.

Dilansir Deloitte Football Money League, tahun 2020 Barcelona berhasil menempati posisi pertama sebagai tim terkaya di dunia. Hal itu dikarenakan tahun ini Blaugrana mendapatkan kenaikan 21 persen bila dibandingkan dengan tahun lalu.

Namun bukan Barcelona saja yang mendapatkan keuntungan signifikan tahun ini. salah satu raksasa Ligue 1 Prancis pun merangsak naik jadi salah satu klub terkaya di dunia. Berikut inilah lima tim elit yang menjadi klub terkaya di dunia untuk tahun 2020 :

1. Barcelona

BarcelonaKlub terkaya di dunia yang pertama adalah Barcelona. Klub asal Catalunya tersebut memiliki total kekayaaan mencapai 3,6 miliar euro atau sekitar 57 triliun rupiah pada 2020 ini. 

 Blaugrana dikabarkan berhasil mendapatkan pendapatan sebesar 840,8 juta euro atau setara dengan 12,8 Triliun rupiah. 

Pendapatan ini menunjukkan kenaikan 21,78 persen dibanding musim 2017/18. Dimana saat itu mereka hanya mendapatkan keuntungan 690,4 juta euro saja.


Baca Juga: 


Sponsor juga berperan penting dari segi pendapatan klub. Barcelona  mendapatkan dana tambahan senilai 220 juta euro dari sponsor mereka,  Rakuten.

Sementara itu, hak siar Barcelona sendiri hampir menembus 223 juta euro musim ini. Blaugrana juga mendapatkan dana senilai 144,8 juta euro dari tiap pertandingan yang mereka lakoni di Camp Nou.

5 Fakta Kapten Fantastik Steven Gerrard

Vivagoal 5 FaktaSteven Gerrard resmi gantung sepatu pada 24 November 2016 saat usianya sudah menginjak 36 tahun. Selama berkarier sebagai pesepakbola profesional sejak 1998, loyalitasnya pada Liverpool tak perlu diragukan lagi.

Gerrard mengawali kariernya dengan bermain di posisi gelandang bertahan. Tapi karena keseimbangan, kontrol bola yang baik juga kepiawannya dalam mengirimkan umpan dan melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti, oleh pelatih Liverpool saat itu, Gerrard Houllier, sang pemain di plot agak kedepan sebagai seorang gelandang serang.

Di musim 1998/99 yang menjadi debut perdananya bermain bersama skuad utama Liverpool , Gerrard tercatat hanya dimainkan sebanyak 13 pertandingan saja. Namun, itulah awal dirinya merintis popularitas dengan memukau para pendukung The Reds. Pelan tapi pasti, Gerrard pun segera mendapatkan tempat di starting XI the Reds.

Lima tahun berselang, Gerrard sudah sukses menyandang ban kapten menggantikan Sami Hyypia sekaligus mencatatkan namanya sebagai kapten Liverpool yang paling lama menjabat. Selama kariernya,  Gerard telah membantu Liverpool merebut 11 trofi juara, termasuk gelar Liga Champions musim 2004/05.


Baca Juga:


Untuk mengetahui lebih banyak lagi tentang pencapaian legenda Anfield ini, berikut 5 fakta kapten fantastik  Stevie-G semasa berkarier sebagai pemain dan pelatih sekarang ini:

1. Persembahan Trofi

Lima Duet Mematikan Sepanjang Sejarah Premier League, Siapa Saja?Selama membela Liverpool, Gerrard mampu menyumbang 11 trofi minus Liga Inggris. Dua gelar Piala FA, tiga gelar Piala Liga Inggris, Community Shield, trofi Liga Champions, Piala Winner (Liga Europa), dua Piala Super Eropa dan dua Piala Super Inggris jadi bukti pencapaiannya.

Meski gagal menjuarai Liga Inggris,  kebesaran individu seorang Steven Gerrard di dalam dan luar lapangan sudah tak perlu dibantah lagi.

Apalagi, tidak ada satu pun pemain di Liga Inggris sepanjang sejarah yang bisa mencetak gol di final Piala FA, Piala Liga, Liga Champions dan Liga Europa, kecuali Steven Gerrard.

5 Fakta eFootball PES 2020

Vivagoal5 Fakta – Perusahaan game ternama asal Jepang, Konami kini membuat langkah berbeda dalam tahun-tahun lalu untuk salah satu game andalan mereka yakni, PES. Konami merubah dan memberikan beberapa perbedaan besar untuk game terbaru mereka eFootball PES 2020.

Saat peluncuran eFootball PES 2020 ini ternyata terdapat fakta PES 2020 tak sedap yang menimpa mereka yaitu, mereka harus kehilangan satu lisensi penting. Namun meski kehilangan lisensi tersebut, Konami ini berhasil mendapatkan beberapa lisensi lainnya. 

Tentunya hal ini menjadi nilai penyeimbang untuk game console milik perusahaan Jepang ini. Berikut inilah lima fakta PES 2020:

1. Rebut Maskot dari Rival

Fakta PES 2020Fakta PES 2020 pertama, seri ini memiliki sampul kapten dari Barcelona, Lionel Messi. Messi sebelumnya sempat menjadi sampul PES pada sembilan tahun silam, tapi kini pria berdarah Argentina itu kembali mengisi halaman depan dari PES setelah sebelumnya diisi oleh Philippe Coutinho.

Tidak hanya itu, PES 2020 berhasil menggaet Juventus sebagai duta PES. Kehadiran mega bintang Cristiano Ronaldo dalam kubu Bianconeri membuat PES 2020 terasa komplit. Sebelumnya FIFA selalu membawa Ronaldo sebagai maskot game andalan EA itu, tapi kini  Ronaldo bergabung dalam PES 2020.


Baca Juga: 


Dengan adanya dua pesepakbola kelas wahid menjadikan kompetisi di antara mereka semakin seru. Tidak hanya itu saja, kehadiran dua megabintang ini tentu akan sangat berpengaruh untuk perkembangan Konami di mata dunia.

2. Lisensi 

Fakta PES 2020Fakta PES 2020 lainnya, meski berhasil gaet maskot rival, sayangnya game andalan dari Konami ini kehilangan lisensi dari UEFA Champions League, namun PES berhasil mengantongi lisensi yang tak kalah menarik. Pada eFootball PES 2020 ini mereka berhasil mengantongi lisensi 18 liga.

Beberapa liga yang sudah berlisensi yaitu, Ligue 1 Prancis, Serie A, Eredivisie, English Premier League, Segunda Division, La Liga dan masih banyak lainnya. Disamping itu game dari perusahaan asal jepang ini juga menggaet lisensi dari beberapa tim ternama di dunia.

Sebelumnya PES berhasil mereka dapatkan lisensinya seperti, Arsenal dan Barcelona. Namun PES 2020 ini berhasil mendapatkan tambahan lainnya yaitu, Manchester United, Inter Milan dan AC Milan. Tapi sayang fakta PES 2020 ini mereka kehilangan lisensi dari tim Liverpool.

Tidak hanya sampai di situ, DLC Euro 2020 dapat diunduh secara gratis pada PES 2020 ini. Ekspansi ini berarti membuat 55 tim nasional akan tersaji di dalam game ini. Bahkan 55 tim nasional itu akan dilengkapi dengan seragam dan ditambah dengan Wembley Stadium.

5 Pemain Bola Terkaya dari Berbagai Penjuru Dunia

Vivagoal – 5 Fakta –   Menjalani hobi dengan mendapatkan bayaran adalah suatu kepuasan batin, begitu juga dengan para pemain bola. Namun siapa sangka pendapatan beberapa pesepak bola profesional terbilang sangat fantastis.

Jika kalian berpikir Cristiano Ronaldo atau Lionel Messi yang menempati urutan pertama dalam daftar pemain bola terkaya di dunia maka jawaban itu salah.

Kedua pemain terbaik itu nyatanya bukan pemain bola terkaya. Ada satu nama yang tak disangka memegang predikat sebagai pemain bola terkaya.

Karenanya, Vivagoal coba merangkum lima daftar pemain bola terkaya di seluruh dunia dengan penghasilan fantastis. 

  1. Faiq Bolqiah

Faiq BolqiahPemain ini memiliki nama lengkap Faiq Jefri Bolkiah. Faiq diperkirakan memiliki kekayaan senilai $ 20 Miliar US atau setara 295 Triliun rupiah. Merupakan anak dari Pangeran Brunei, Jefri Bolkiah, pemain 21 tahun itu jadi salah satu pemain bola terkaya bahkan paling kaya. 

Nama pesepakbola muda ini mungkin asing di telinga para penggemar sepak bola, namun dilansir dari Goal, pendapatan pemain muda ini ternyata mampu mengalahkan pendapatan dua icon pesepakbola dunia, Ronaldo dan Messi.


Baca Juga:


Faiq bukan pemain yang dapat dipandang sebelah mata, pasalnya sebelum memperkuat Leicester, enam tahun silam Faiq pernah memperkuat tim muda inti dua tim asal London yaitu, Arsenal dan Chelsea. Faiq juga menegaskan akan melanjutkan karir sebagai pesepak bola.

“Saya sudah bermain bola sejak usia saya muda, dan saya sangat senang saat kaki berada I kaki saya. Saya bisa sampai sejauh ini juga berkat dukungan orang tua. Mereka selalu mendukung saya untuk mewujudkan impian saya sebagai pemain bola, dan itu bagus untuk saya,” ujar Faiq dalam FourFourTwo.

  1. Cristiano Ronaldo

Media Asing Sebut Ronaldo Ingin Pulang ke Real Madrid, Benarkah?Sementara itu, Superstar asal Portugal ini berada di posisi kedua sebagai pemain bola terkaya di dunia setelah Faiq. Total kekayaan eks bintang Real Madrid ini adalah $ 450 US atau setara 6,6 Triliun rupiah. Namun hasil ini bukanlah hasil murni dari  gajinya bermain bola. Beberapa diantaranya dihasilkan dari bisnis, iklan, dan sponsor.

Brand tersohor Nike bahkan telah menjadikan Cristiano Ronaldo sebagai brand ambassador mereka. Kontrak yang diajukan oleh Nike untuk Ronaldo berdurasi seumur hidup Ronaldo. Disamping sepak bola Ronaldo juga mendirikan bisnis yang ia geluti.

Beberapa bisnis yang mulai dikembangkan Ronaldo seperti; Klinik rambut, Jet pribadi, pusat kebugaran, restoran, pakaian dan parfum, serta hotel.

5 Bomber Tajam di Indonesia Sejak Era Liga 1

Vivagoal 5 Fakta –  Sosok striker memegang peranan penting dalam tiap tim, tak terkecuali dengan klub Indonesia. Sejak Liga Indonesia berganti nama menjadi Liga 1 Indonesia pada 2017 lalu, klub tanah air tak ragu untuk mendatangkan juru gedor elit dari seluruh penjuru dunia. 

Klub-klub lokal yang berusaha mendatangkan legiun asing tentu memiliki ekspektasi tinggi dengan kualitas yang mereka miliki. Tak jarang, klub juga berharap mereka dapat membawa timnya meraih gelar juara.

Kedatangan striker asing memang kerap kali menjadi solusi untuk tim lokal, beberapa diantara mereka mampu menjadi momok menakutkan untuk tim lawan sekaligus menjadi top skor.

Inilah daftar top skor di Indonesia sejak era Liga 1:

1. Sylvano Comvalius

Jacksen Thiago Taruh Harapan pada ComvaliusMusim 2017 adalah tahun perdana bagi pemain berdarah Belanda ini berkiprah dalam sepak bola Indonesia. Kala itu,  Comvalius berseragam Bali United. Meski gagal membawa Serdadu Tridatu juara, namun pemain bernomor punggung 99 ini berhasil menjadi top skorer di musim debutnya. 

Bersama Serdadu Tridatu, Comvalius tampil sebanyak 34 kali dan berhasil menorehkan 37 gol. Hasil ini menjadikan Comvalius sebagai top skorer Liga 1 2017, raihan ini juga sekaligus mematahkan rekor top skor sepanjang masa Indonesia yang sebelumnya di pegang oleh Peri Sandria, yaitu 36 gol.

Tidak hanya itu, kesuburan Comvalius ini juga membuat pasukan Serdadu Tridatu menjadi tim tersubur di Liga 1 2017 dengan 76 jaringan sepanjang musim. Dengan kata lain, setengah dari total gol Bali United dicetak oleh Sylvano Comvalius.


Baca Juga:


Sayangnya Comvalius hanya berseragam Serdadu Tridatu semusim saja, 2018 ia melanjutkan karirnya menuju  tim asal Thailand, Suphanburi dan melanglangbuana ke Kuala Lumpur.

Pada 2019 dia kembali ke Indonesia tapi bukan untuk Bali United, melainkan Arema. Kini, di Shopee Liga 1 2020, pemain berdarah Belanda itu dipinjamkan ke Persipura Jayapura.

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS