Tag: 5 fakta

5 Fakta Pembelian Gagal di Bursa Transfer Januari

0

Vivagoal Berita Bola – Bursa transfer Januari memang menjadi arena yang tepat untuk mengembangkan serta meningkatkan performa tim secara singkat dengan mendatangkan pemain-pemain baru. Namun nyatanya, banyak klub yang salah membeli pemain karena bermain tak sesuai standar yang diharapkan.

Biasanya, tim asal Premier League kerap bergerak masif di bursa Januari untuk mendatangkan nama anyar. Kedatangan mereka sudah barang tentu diharapkan bisa mengatrol performa tim menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Namun tak jarang pula banyak terjadi panic buying mengignat bursa musim dingin hanya berlangsung selama satu bulan dan klub tak bisa leluasa memantau pemain dibandingkan bursa musim panas. Selain itu, di bulan Januari, tak banyak pemaih hebat yang benar-benar tersedia. Jarang pula ada tim yang ingin melepas pemain top karena riskan mencari penggantinya di waktu yang lumayan sempit.

Baca Juga: Berkunjung ke Jakarta, Arbeloa Puji Fans Madrid di Indonesia

Selain itu, kegagalan sang pemain dalam bergabung ke tim barunya juga tak lepas dari minimnya proses adaptasi sehingga potensi pemain tak tergali maskimal. Tekanan karena nilai transfer yang besar juga sediki banyak berpengaruh terhadap penampilannya di atas lapangan

Lantas, siapa saja pembelian gagal yang terjadi bursa transfer Januari, meiik dari berbagai sumber, vivagoal coba membedah satu persatu, selamat membaca.

5 WAGs Atlet Sepak Bola yang Memiliki Tubuh Seksi

Vivagoal 5 Fakta – Pekerjaan menjadi pemain sepakbola bisa diibaratkan seperti membawa pisau bermata dua. Ini dikarenakan mereka tak bisa jauh-jauh dari luar lapangan dan disibukkan aktivitas latihan.

Selain itu, di hari yang seharusnya orang kantoran berlibur, para atlet sepakbola masih harus sibuk untuk mengusap keringat di atas lapangan hijau demi mencari uang.

Meskipun sangat disibukkan dengan padatnya jadwal pertandingan dan sesi latihan, pendapatan mereka sudah tidak perlu ditanyakan lagi. Mereka bahkan bisa menciptakan uang miliaran rupiah dalam kurun waktu tujuh hari.

Bisa diambil contoh, salah satu pemain terbaik dunia, Lionel Messi. Dia bisa meraup uang sebesar 101 juta Poundsterling atau dikurskan sebesar Rp 1,1 Triliun. Angka yang cukup mengejutkan bagi orang pada umumnya.

Walaupun disibukkan dengan aktivitas di dalam lapangan, para atlet sepak bola dunia kerap memberikan waktunya untuk berkumpul dengan pasangan dan buah hatinya saat liburan.

Baca Juga: 5 Klub Eropa Paling Jor-joran dalam 5 tahun Terakhir

Bahkan, kebanyakan dari para pesepak bola terkenal sangat pandai memilih pasangan hidupnya. Tidak hanya memiliki paras cantik dan pintar, akan tetapi mereka memiliki tubuh yang menarik perhatian banyak pria.

Namun yang menjadi pertanyaan sekarang, siapa saja sih atlet sepakbola yang memiliki pasangan atau yang kerap disebut Wife and Girlfriend’s (WAGs) seksi?

Berikut VIGO merangkum dan menganalisa 5 WAGs yang Mempunyai postur tubuh yang menarik perhatian banyak pria:

5 Pemain yang Curi Perhatian di Shopee Liga 1 2019

Vivagoal 5 Fakta – Selama lebih dari 5 bulan, Shopee Liga 1 2019 akan segera selesai. Dikabarkan, pada Minggu Sore merupakan pertandingan terakhir antara PSIS Semarang melawan Bhayangkara FC.

Pada musim ini, para pelatih telah menyajikan taktik dan formasi andalannya untuk mengalahkan klub yang mereka hadapi. Di pertengahan musim banyak klub yang merombak para pemainnya. Mulai mendatangkan striker, winger maupun pemain belakang baru.

Selain pemain baru, ada beberapa pemain lama yang tampil sangat cemerlang pada pertandingan Liga 1 Shopee 2019 ini.

Salah satu pemain yang tampil cukup mengesankan dalam 33 pertandingan terakhir ini adalah kiper Bali United, Wawan Hendrawan. Dia hanya kebobolan 28 gol. Tak hanya itu, dia telah melakukan clean sheet sebanyak 12 kali dalam kompetisi Liga 1 2019.

Baca Juga: 5 Kandidat Pemain Terbaik Shopee Liga 1 2019

Tak hanya dari kiper, ada sosok gelandang bertahan dari Madura United yang tampil sangat konsisten pada sepanjang musim 2019-2020. Dia adalah Zulfiandi, pemain yang memiliki kekuatan dan kegigihan yang kuat di lini tengah Madura United. Selain mahir menggiring bola, dia juga memiliki kemampuan untuk merebut bola yang baik dan membantu lini serang Laskar Sapeh Kerrab.

Dalam sepanjang pertandingan Liga 1 2019, ada dua nama tersebut memang tampil gemilang bersama masing-masing timnya. Akan tetapi, setidaknya ada 5 pemain yang dinilai telah mencuri perhatian dan memiliki peran yang sangat penting serta mempunyai catatan yang baik.

VIGO akan memberikan penilaian berdasarkan posisi klub saat di papan klasemen, peran pemain yang telah memiliki catatan individu yang baik, mencetak gol, memberikan assist, dan pemain yang kontroversional namun memiliki peran yang sangat penting di klub.

Berikut VIGO merangkum 5 Pemain yang Curi Perhatian di Shopee Liga 1 2019.

5 Klub yang Diprediksi Raih Runner-up Shopee Liga 1 Indonesia

Vivagoal 5 Fakta – Bali United telah dinobatkan sebagai klub juara di Liga 1 Indonesia 2019 pada beberapa pekan lalu. Tahun ini sudah terlihat bahwa Bali telah mendapatkan satu tiket play-off Liga Champions Asia 2020.

Selain LCA, Indonesia diberikan fasilitas dua tiket di kompetisi Piala AFC 2020. Diketahui bahwa PSM Makassar telah mendapatkan satu tiket karena menjadi juara Piala Indonesia 2018/2019 lalu.

Walaupun sifatnya cadangan, ada satu tiket lagi yang akan menjadi rebutan klub pada tiga laga terakhir ini bila mereka menjadi runner-up tim Liga 1 Indonesia 2019. Ini tidak berlaku bila Bali United gagal di babak kualifikasi Liga Champions Asia 2020 maka anak asuh Stefano Cugurra Teco secara otomatis akan turun ke piala AFC 2020.

Baca Juga: 5 Fakta Uli Hoeness, Legenda Bayern Munchen

Asep Saputra selaku Manajer kompetisi PT Liga Indonesia Baru membenarkan bahwa slot untuk runner-up Liga 1 Indonesia 2019 masih terbuka lebar.

“Dalam hal ini masih ada slot untuk runner up Liga 1 Indonesia. Namun, tiket untuk peringakt dua akan otomatis tertutup bila Bali United gagal di kualifikasi Liga Champions Asia,” ujar Asep dilansir dari Bola.com.

Kendati demikian, persaingan untuk memperebutkan posisi kedua di Liga 1 2019 masih berlangsung sangat ketat. Saat berita ini ditulis pada hari Kamis siang (12/12/2019), Borneo FC memimpin klasemen sementara dengan memperoleh 49 poin. Diikuti oleh Persipura dan Madura United yang masing-masing memiliki 48 dan 47 poin.

Perlu diketahui, tim mutiara hitam -julukan Persipura- memiliki catatan rekor yang cukup apik. Boaz Solossa CS merupakan mantan penguasa Liga 1 Indonesia. Tentu untuk berpeluang finish di posisi runner up semakin besar lantaran lawan Persipura selanjutnya merupakan Kalteng Putra.

Namun tidak bisa dipungkiri bahwa beberapa klub seperti Persebaya dan Bhayangkara akan selalu membayangi para tim papan atas Liga 1 2019 untuk memperebutkan runner up di Liga 1 Indonesia tahun 2019.

Berikut VIGO merangkum dan menganalisa 5 klub yang pantas untuk memperebutkan runner up Liga 1 2019.

5 Fakta Uli Hoeness, Legenda Bayern Munchen

Vivagoal 5 Fakta – Legenda Bayern Munchen, Uli Hoeness telah resmi mengakhiri perjalanannya karirnya sebagai Presiden Bayern Munchen pada tanggal 15 November 2019 silam.

Pemain legenda Timnas Jerman Barat tersebut mempunyai peran yang luar biasa dalam perkembangan klub Bayern Munchen. Awalnya Munchen hanyalah salah satu tim besar yang berada di Jerman. Namun sampai saat ini, The Bavarians menjadi tim dengan raihan gelar juara Bundesliga terbanyak. Hingga saat ini, Munchen masih memegang rekor tersebut.

Uli Hoeness merupakan sosok legenda di Bayern Munchen pada beberapa dekade yang lalu. Tercatat bahwa selama 10 musim pria yang saat ini berusia 67 tahun tersebut telah membela Bayern Munchen. Legenda Munchen tersebut telah menorehkan 115 gol dari 336 pertandingan di seluruh ajang.

Baca Juga: 5 Fakta Tan Liong Houw, Legenda Persija Jakarta

Hoeness juga berperan untuk membantu Die Roten -julukan Bayern Munchen- mendapatkan delapan gelar juara. Gelar yang ia dapatkan diantaranya tiga trofi Bundesliga dan Liga Champions. Namun sayang, mantan pemain Timnas Jerman itu harus pensiun dini.

Mantan Presiden Bayern Munchen tersebut mulai gantung sepatu saat usianya masih berusia 27 tahun tepatnya pada musim 1978-1979. Ia terpaksa harus pensiun dini dikarenakan cedera lutut yang dideritanya tak kunjung pulih.

Usai tidak berkarir di dunia sepak bola, Uli Hoeness tak bisa menjauh dari klub Die Roteni. Akhirnya, dia didapuk menjadi general manager Bayern Munchen. Ingin tahu sejarah hidup dari Uli Hoeness.

Berikut VIGO merangkum dan menganalisa 5 Fakta Uli Hoeness, Legenda Bayern Munchen:

5 Fakta Michel Platini, Legenda Juventus

Vivagoal 5 Fakta – Bagi penggemar sepakbola era 80-90-an, siapa yang tidak kenal dengan legenda Juventus, Michel Platini. 

Selama karirnya, Michel Platini pernah bermain untuk klub Nancy, Saint-Étienne, dan Juventus . Dijuluki sebagai Le Roi atau dalam bahasa Indonesia artinya ‘Raja’, ia memiliki kemampuan dan kepemimpinan yang tidak perlu diragukan.

Meskipun memiliki peran utama sebagai playmaker lini tengah , ia adalah pencetak gol yang produktif. Dia berhasil memenangkan penghargaan Capocannoniere Serie A tiga kali berturut-turut yakni pada tahun 1983,1984 dan 1985.

Baca Juga: 5 Fakta Mat Halil, Legenda Persebaya

Ia merupakan pencetak gol terbanyak Juventus dalam pertandingan Piala Eropa pada musim 1984-85. Pada laga final tersebut, Juventus berhasil  mengalahkan lawannya.

Platini adalah pemain kunci tim nasional Prancis yang memenangkan Kejuaraan Eropa 1984, sebuah turnamen di mana ia adalah pencetak gol terbanyak dan pemain terbaik. Ia juga pernah mencapai semi final Piala Dunia pada tahun 1982 dan 1986 .

Bersama dengan gelandang Alain Giresse , Luis Fernández dan Jean Tigana , ia membentuk tim yang sering disebut carré magique -julukan kotak ajaib di negara Italia- dari tim Prancis pada 1980-an.

Platini adalah pencetak gol terbanyak di timnas Prancis hingga 2007. Ia juga memegang rekor untuk sebagian besar gol yang dicetak di Kejuaraan Eropa saat Prancis berhasil meraih kemenangan pada tahun 1984.

Untuk itu, kali ini VIGO akan merangkum 5 fakta Michel Platini, Legenda Juventus yang sulit diingat oleh para penggemarnya:

5 Klub Tak Terkenal yang Pernah Menjadi Juara Liga Champions

Vivagoal 5 Fakta – UEFA Champions League atau lebih dikenal dengan Liga Champions Eropa memang sering dibicarakan oleh penggemar sepak bola di jagad raya. 

Gelar paling bergengsi di Benua Biru ini memang sangat sulit untuk didapatkan. Bahkan klub besar seperti Manchester City sampai sekarang belum pernah ‘mencicipi’ gelar tersebut.

Bisa dikatakan bahwa klub yang berhak mencatatkan namanya di trofi Liga Champions ini memiliki mental yang tidak bisa dianggap remeh. Tak hanya mental, mereka juga memiliki kekompakan dan kerja sama tim yang sangat baik.

Tercatat pada tanggal 2 Juni 2019 lalu, salah satu klub raksasa Liga Inggris, Liverpool dianugerahi trofi ‘si Kuping Besar’ usai sukses menaklukan rivalnya, Tottenham Hotspur dengan skor meyakinkan 2-0.

Baca Juga: Inilah Daftar 5 Klub yang Paling Banyak Dapatkan Trofi Ballon d’Or!

Trofi tersebut merupakan gelar keenam kalinya untuk Liverpool. The Reds -julukan Liverpool- juga dinobatkan sebagai klub Liga Inggris yang paling banyak mendapatkan trofi Liga Champions Eropa. Trofi ini juga sekaligus memutus mata rantai dari klub La Liga dalam kurun waktu setengah dasawarsa terakhir.

Akan tetapi, apakah kalian tahu bahwa trofi Liga Champions bukan hanya sering menjadi milik klub raksasa Eropa.

Ada beberapa klub, yang pernah membawa pulang trofi yang dulunya bernama European Cup ini malah dimiliki oleh beberapa tim yang namanya kurang familiar di kalangan publik sepak bola. Ingin tahu klub mana saja yang pernah meraihnya?

Berikut ini VIGO telah merangkum dan menganalisa 5 Klub Tak Terkenal yang Pernah Menjadi Juara Liga Champions :

5 Pelatih dengan Upah Tertinggi di Dunia

Vivagoal 5 FaktaTanggung jawab dan peran seorang pelatih di dalam dunia sepak bola telah banyak berubah dari tahun ke tahun.

Sebelumnya para pelatih hanya diharapkan untuk memberikan arahan kepada anak asuhnya. Namun, perubahan peran terus menerus sesuai perjalanan di zaman modern ini.

Pelatih sepak bola saat ini diharapkan bisa menjadi sosok yang memiliki banyak talenta dan juga sekaligus menjadi penggerak utama dalam operasi tim sepak bola. Akan tetapi, jabatan pelatih di sebuah klub terkadang dapat menjadi pekerjaan tanpa rasa terima kasih.

Sedangkan untuk pesepakbola profesional dapat mengambil sebagian besar kemewahan dan pujian dari para penggemar dan pengamat sepakbola. Sementara itu sang pelatih diharapkan dapat melakukan keajaiban untuk klub mereka.

Para pelatih juga tetap berada di bawah pressure yang luar biasa dari pihak manajemen klub untuk meraih kesuksesan walaupun pada umumnya diberi waktu yang cukup singkat. Jika tidak memenuhi ekspektasi, maka pihak klub akan segera mendepak sang pelatih.

Terlepas dari hal tersebut, sang pelatih sepakbola juga memiliki gaji yang cukup fantastis. Mereka dibayar oleh klub dengan nilai yang tinggi untuk memenuhi ekspektasi mereka.

Berikut VIGO akan merangkum 5 Pelatih dengan Upah Tertinggi di Dunia.

1. Thomas Tuchel

Thomas TuchelThomas Tuchel dikontrak Paris Saint-Germain (PSG) pada awal musim 2018/19.

Ia dikontrak dua tahun oleh PSG dan mendapat bayaran yang tinggi yakni sekitar 9 juta euro atau setara Rp145 miliar per tahunnya.

Wajar jika Tuchel digaji mahal oleh raksasa klub Prancis tersebut. Sebab, saat melatih Borussia Dortmund, ia berhasil mempersembahkan satu piala DFB-Pokal.

Bersama PSG, Tuchel mampu memberikan satu trofi Ligue 1 Prancis. Akan tetapi, ia gagal di Liga Champions usai disingkirkan oleh Manchester United pada babak 16 besar. Meski begitu, PSG membnerikan perpanjangan kontrak satu tahun kepada Tuchel.

2. Zinedine Zidane

ZidaneSaat Zinedine Zidane hengkang dari Real Madrid pada akhir musim 2017-2018, manajer berkebangsaan Prancis tersebut telah mendapatkan upah sebesar 7,5 juta setahun.

Tercatat bahwa pelatih berkepala plontos tersebut membawa Real Madrid menjadi satu-satunya klub yang memenangkan tiga gelar Liga Champions Eropa secara beruntun.

Baca Juga: 5 Pelatih Terbaik Berkebangsaan Spanyol

Tidak hanya itu, Zinedine Zidane juga telah memenangkan satu gelar La Liga Spanyol, dua gelar Piala Super Eropa, satu gelar Piala Super Spanyol dan dua gelar Piala Dunia Antar Klub.

Itu merupakan kesuksesan klub Los Blancos di bawah kepelatihan Zinedine Zidane. Bahkan dalam masa periode pertama dilatih oleh Zidane, Real Madrid telah menorehkan rasio rata-rata kemenangan sebesar 69,8%. Tidak hanya itu, Sergio Ramos CS mencetak 2,6 gol dari satu laga yang telah dimainkan.

Sejak dua pergantian pelatih yang cukup singkat pada musim 2018-2019, Los Blancos kembali memanggil Zinedine Zidane untuk melatih klub Real Madrid pada bulan Maret 2019.

Mantan pemain Real Madrid tersebut mungkin gagal untuk meniru kesuksesan dari tugas pertamanya saat melatih tim yang bermarkas di Santiago Bernabeu. Namun tidak disangka, Real Madrid menaikkan gaji Zinedine Zidane secara signifikan.

Dikabarkan bahwa saat ini Zinedine Zidane telah mendapatkan upah sebesar 12 juta Euro atau 10,5 juta Poundsterling dalam satu tahun. ini menjadikan Zinedine Zidane sebagai pelatih dengan bayaran tertinggi ke-3 di La Liga Spanyol.

3. Josep Guardiola

GuardiolaJosep Guardiola dianggap sebagai salah satu pelatih sepak bola terbaik di dunia saat ini.

Pelatih yang sering disebut dengan nama Pep Guardiola tersebut pernah melatih klub raksasa La Liga Spanyol, Barcelona sebelum melanjutkan karirnya ke Bayern Munchen.

Tak lama kemudian Pep Guardiola kemudian menguji kemampuannya di Liga Premier Inggris saat mengambil alih menjadi pelatih Manchester City pada musim panas 2016.

Memang awalnya Pep Guardiola terbilang lambat untuk mencermati permainan di Liga Inggris. namun saat ini pelatih berkebangsaan spanyol tersebut telah menjadikan Manchester City menjadi salah satu klub terbaik di dunia.

Manchester City telah berhasil memenangkan gelar Liga Premier Inggris dan membuat sejarah pada musim lalu dengan menjadi klub pertama yang memenangkan treble winner domestik.

Baca Juga: 5 Pemainnya Dipanggil Timnas, Pelatih Madura United Migran

Dibawah anak asuh Pep Guardiola, Manchester City telah menjadi salah satu tim paling menghibur di dunia dengan memainkan sepak bola menyerang namun tetap mengalir bebas. Dengan strateginya tersebut, The Citizen telah berhasil menorehkan banyak gol.

Lantaran strategi dari Pep Guardiola, Manchester City memberikan hadiah berupa upah sebesar 15,2 juta Poundsterling selama 1 tahun sebelum mereka tangani perpanjangan kontrak baru pada Mei silam.

Perpanjangan kontrak tersebut membuat biola akan tetap berada di klub Manchester City sampai musim 2021 mendatang. Tercatat bahwa Pep Guardiola menjadi pelatih dengan bayaran tertinggi di Liga Premier Inggris.

4. Ernesto Valverde

Ernesto ValverdeUsai serangkaian hasil buruk pada awal musim 2019-2020, manajer Barcelona tengah berada di bawah pressure yang luar biasa dari pihak manajemen maupun para fans.

Namun tidak bisa dipungkiri bahwa rekor domestik yang telah diraih oleh Ernesto Valverde telah mencapai sempurna.

Pelatih asal Spanyol tersebut telah berhasil memenangkan La Liga selama dua musim pertamanya sejak bergabung pada musim panas 2017. Tidak hanya itu, Ernesto Valverde juga meraih trofi Piala Super Spanyol dan Copa Del Rey.

Namun ada satu kekurangan dari seorang Ernesto Valverde. Sampai saat ini, Barcelona belum mampu untuk memenangkan Liga Champions.

Baca Juga: 5 Fakta Sosok Pelatih Lokal yang Akan Mengejutkan Liga 1 Indonesia

Terlihat bahwa La Pulga -julukan Barcelona- sangat menginginkan profit si kuping besar namun sayang mereka disingkirkan secara tragis oleh AS Roma dan Liverpool.

Kendati belum pernah mendapatkan trofi bergengsi di Eropa tersebut, Valverde telah mendapatkan upah dari Barcelona sebesar 24 juta Euro atau 20,2 juta Poundsterling dalam setahun.

Dalam hal ini, Barcelona telah menandatangani kontrak baru pada bulan Maret tahun 2019 ini. Oleh karena itu, Ernesto Valverde menjadi pelatih dengan bayaran tertinggi kedua di La Liga Spanyol.

5. Diego Simeone

Diego SimeoneDiego Simeone memiliki track record yang sangat cemerlang sebagai seorang pelatih. Usai mengambil alih Atletico Madrid pada tahun 2011, pelatih berkebangsaan Argentina tersebut telah merusak dua rival abadi La Liga Spanyol , Real Madrid dan Barcelona.

Mantan Kapten Argentina tersebut telah berhasil mengubah nasib dari klub Atletico Madrid dengan menorehkan satu gelar Copa Del Rey, satu gelar La Liga Spanyol dan dua gelar Liga Eropa. Tidak hanya itu Atletico Madrid juga telah mencapai final Liga Champions sebanyak 2 kali.

Baca Juga: 5 Fakta Menjadi Pelatih Sukses Ala Indra Sjafri

Untuk saat ini, Diego simeone sedang berada di musim kesembilannya bersama Atletico Madrid. Pelatih berkebangsaan Argentina tersebut berhasil mengubah nama klub Atletico Madrid menjadi salah satu kekuatan di sepak bola benua Eropa. Padahal bisa dibilang mereka hanya memiliki pemain yang biasa-biasa saja.

Lantaran kontribusi dari seorang Diego Simeone, Atletico Madrid memberikan hadiah berupa upah sebesar 35,9 juta Poundsterling dalam satu tahun. Tidak lama ini, pelatih asal Argentina tersebut memperpanjang kontrak bersama Atletico Madrid sampai 2022.

Selalu update berita terbaru seputar 5 Fakta hanya di Vivagoal.com

5 Pemain Ikonik Sebelum Era Messi-Ronaldo

Vivagoal 5 FaktaAda dua nama dalam daftar prestasi sepak bola dunia selalu dikenal dalam keahliannya mengolah bola. Mereka adalah Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.

Ronaldo memiliki persaingan yang ketat dengan rivalnya Messi. Apalagi saat CR7 masih memakai seragam Real Madrid pada musim 2009 sampai 2018.

Mereka berdua selalu bersaing dalam urusan trofi, gol maupun gelar individu. Tercatat bahwa Messi dan Ronaldo saling bergantian merebut gelar Ballon d’Or dalam rentang waktu 10 tahun. Saat ini mereka sama-sama memiliki status dengan pemilik lima trofi tersebut.

Baca Juga: 5 Pemain Red Bull Salzburg yang Perlu Diperhatikan oleh Klub Eropa

Pada beberapa tahun terakhir ini ada nama-nama yang bisa menyaingi kedua pemain terbaik di dunia tersebut. Ada beberapa nama yang muncul diantaranya Kylian Mbappe Neymar dan Harry Kane. Akan tetapi Messi dan Ronaldo yang selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi penggemar sepakbola dunia.

Namun tahukah Anda, bila di zaman sebelum Messi dan Ronaldo terdapat nama-nama besar yang memiliki rekor dan prestasi yang sulit disamai oleh pemain sepak bola modern saat ini. Siapa saja mereka?

Berikut VIGO merangkum 5 Pemain Ikonik Sebelum Era Messi Ronaldo

1. Diego Maradona

Diego Maradona adalah pemain legendaris sepak bola yang memiliki kewarganegaraan Argentina.

Walaupun beberapa kali gagal dalam karir kepelatihannya saat ini. Namun Diego Maradona adalah salah satu pemain terbaik di dunia.

Bisa dilihat pada Piala Dunia tahun 1986 yang diadakan di Meksiko. Maradona telah menorehkan sebuah rekor dengan mencetak gol terbaik.

Ketika itu Argentina sedang menghadapi Timnas Inggris. Maradona menciptakan sebuah gol dengan berlari melewati lima orang pemain Inggris dengan seorang diri dan berhasil menjebol gawang kiper nomor satu di Inggris.

Akan tetapi, walaupun menciptakan gol yang spektakuler, dilansir dari These Football Times bahwa Diego Maradona juga mencetak gol memalukan lantaran sengaja menggunakan tangan. Gol tersebut lalai dari pengamatan Wasit dan sering disebut dengan “Gol Tangan Tuhan”.

Adapun rekor yang telah dicapai dari Deigo Maradona diantaranya:

Club

Boca Juniors

Argentine Primera División: 1981 Metropolitano

Barcelona

Copa del Rey: 1983
Copa de la Liga: 1983

Napoli

Serie A (2): 1986–87, 1989–90
Coppa Italia: 1986–87
UEFA Cup: 1988–89
Supercoppa Italiana: 1990

International

Argentina Youth
FIFA World Youth Championship: 1979

Argentina

FIFA World Cup: 1986
Artemio Franchi Trophy: 1993

2. Johan Cruyff

Johan Cruyff

Pemain legendaris sepak bola dunia, Johan Cruyff memang hanya membantu timnas Belanda menjadi runner-up pada Piala Dunia 1974 lalu.

Akan tetapi, tidak hanya itu rekor yang ia cetak pada masa karirnya di dunia sepak bola. Ada beberapa rekor yang sulit untuk dipecahkan oleh para pemain sepakbola modern saat ini.

Banyak para penggemar sepakbola yang tahu mengenai taktik Total Football. Tabel tersebut berawal dari keahlian penguasaan bola dari seorang Johan Cruyff.

Dilansir dari Goal International, Johan Cruyff menciptakan filosofi baru dalam dunia sepak bola yakni pressing yang kuat dan penguasaan bola terhadap jalannya pertandingan.

Saat ini filosofi sepak bola tersebut banyak digunakan dalam sepak bola modern. Adapun klub yang memakai filosofi dari Johan Cruyff adalah Manchester City dan Barcelona. Kedua klub tersebut dikenal sebagai tim yang memiliki pressing yang kuat dan mematikan.

Adapun penghargaan dari Johan Cruyff diantaranya:

Ajax

Eredivisie: 1965–66, 1966–67, 1967–68, 1969–70, 1971–72, 1972–73, 1981–82, 1982–83
KNVB Cup: 1966–67, 1969–70, 1970–71, 1971–72, 1982–83
European Cup: 1970–71, 1971–72, 1972–73
Intercontinental Cup: 1972

Barcelona

La Liga: 1973–74
Copa del Rey: 1977–78

Feyenoord

Eredivisie: 1983–84
KNVB Cup: 1983–84

International

FIFA World Cup Runner-up: 1974
UEFA European Championship Third place: 1976

3. Franz Beckenbauer

Franz Beckenbauer

Franz Beckenbauer merupakan sosok pemain legendaris dari sepak bola Timnas Jerman. Dia dikenal sebagai julukan Der Kaiser atau biasa disebut sang kaisar.

Franz Beckenbauer adalah salah satu pemain bertahan terbaik di dunia pada masanya. Sang kaisar telah sukses menjaga ketat pesaing abadinya yakni Johan Cruyff pada masanya. Karena kontribusi dari seorang Franz Beckenbauer, Timnas Jerman Barat sukses menjadi juara Piala Dunia tahun 1974.

Pemain yang yang lahir di Jerman Barat tersebut memiliki gaya yang anggun dan penguasaan bola yang sangat kuat. Sampai saat ini sangat sulit untuk menemukan pemain belakang yang mempunyai penguasaan bola dan skill di atas rata-rata pada zaman modern ini.

Hanya ada beberapa Libero yang bisa diandalkan oleh klub maupun Timnas dalam dunia sepak bola dari masa ke masa ini. Franz Beckenbauer adalah Libero terbaik sepanjang masa yang pernah dilahirkan oleh Jerman Barat.

Adapun penghargaan yang berhasil diraihnya:

Bayern Munich

Bundesliga: 1968–69, 1971–72, 1972–73, 1973–74
DFB-Pokal: 1965–66, 1967–68, 1968–69, 1970–71
European Cup: 1973–74, 1974–75, 1975–76
UEFA Cup Winners’ Cup: 1966–67
Intercontinental Cup: 1976

Hamburger SV

Bundesliga: 1981–82
New York Cosmos
North American Soccer League: 1977, 1978, 1980

West Germany

FIFA World Cup: 1974
UEFA European Championship: 1972

4. Giuseppe Meazza

Giuseppe Meazza

Giuseppe Meazza merupakan pemain sepak bola legendaris Italia dan juga bermain bersama Inter Milan.

Pemain yang lahir di Milan pada tahun 1910 tersebut telah menorehkan 361 penampilan untuk Inter Milan dan menyumbangkan 243 gol .

Ketika usianya masih 18 tahun, Giuseppe Meazza setelah menjalani debut dengan rekor gol terbanyak yaitu 31 gol pada satu musim. Rekor tersebut belum pernah ada yang memecahkan sampai saat ini.

Perlu diketahui bahwa sistem Liga Seri A Italia zaman dulu jauh lebih sulit daripada seri A saat ini.

Dilansir dari Britannica, diketahui bahwa meninggal dunia pada tahun 1980. Namanya terus dikenang sebagai Stadion Inter Milan yang saat ini dipakai oleh anak asuh Antonio Conte.

Adapun penghargaan yang berhasil diraihnya:

Klub

Internazionale

Serie A: 1929–30, 1937–38, 1939–40
Coppa Italia: 1938–39

International

Italy

FIFA World Cup: 1934, 1938
Central European International Cup: 1927–30, 1933–35

Individual

Serie A Top Goal-scorer: 1929–30, 1935–36, 1937–38
Mitropa Cup Top Goal-scorer: 1930, 1933, 1936
FIFA World Cup Golden Ball: 1934
FIFA World Cup All-Star Team: 1934
Inducted into the Italian Football Hall of Fame: 2011
Inducted into the Walk of Fame of Italian sport: 2015

5. Pele

Pele

Tidak ada nama yang lebih terkenal dari Pele dalam jagat dunia sepak bola sampai saat ini.

Pemain yang memiliki nama lengkap Edson Arantes do Nascimento telah menjadi pencetak gol termuda di Piala Dunia dengan umur dibawah 18 tahun.

Tidak hanya itu, Pele juga telah membukukan hattrick dan akhirnya bisa membantu Timnas Brasil menjadi juara dunia pada tahun 1958..

Pemain andalan Timnas Samba tersebut telah mencatatkan namanya di buku Guinness World Recordsebagai pemain sepak bola yang paling banyak membawa negaranya menjadi juara Piala Dunia.

Tercatat bahwa Pele telah sukses membantu timnas Brasil menjadi juara dunia sebanyak 3 kali diantaranya tahun 1958 di Swedia, tahun 1962 di Chile dan 1970 di Meksiko.

Adapun penghargaan yang berhasil diraih oleh Pele diantaranya:

Klub

Santos

Campeonato Brasileiro Série A (6): 1961, 1962, 1963, 1964, 1965, 1968
Copa Libertadores (2): 1962, 1963
Intercontinental Cup (2): 1962, 1963
Intercontinental Supercup: 1968
Campeonato Paulista (10): 1958, 1960, 1961, 1962, 1964, 1965, 1967, 1968, 1969, 1973
Torneio Rio-São Paulo (4): 1959, 1963, 1964

New York Cosmos

North American Soccer League, Soccer Bowl: 1977
North American Soccer League, Atlantic Conference Championship: 1977

International

Brazil

FIFA World Cup (3): 1958, 1962, 1970

Selalu update berita terbaru seputar 5 Fakta hanya di Vivagoal.com

5 Fakta Alasan Bale Sudah Tak Diakui Menjadi Pemain Kelas Dunia

Vivagoal 5 FaktaSaat ini, Gareth Bale masih memiliki status sebagai pemain Real Madrid. Akan tetapi, situasi dalam klub yang ditangani oleh Zinedine Zidane tersebut belakangan ini cukup rumit.

Sebelumnya, Bale pernah dinobatkan sebagai 10 pemain kelas dunia usai datang ke Real Madrid dari Tottenham Hotspur. Ketika itu, Bale membuktikannya dengan berkontribusi untuk kemenangan Real Madrid.

Pemain asal Wales tersebut telah menorehkan gol kemenangan untuk Real Madrid di Final Liga Champions saat bentrok dengan Atletico Madrid . Gelar tersebut merupakan gelar pertama yang didapat Gareth Bale bersama Real Madrid.

Baca Juga: 5 Fakta Sang Legenda Jerman, Lothar Matthaus

Musim pertamanya tersebut merupakan tahun yang dinilai sukses untuk Bale serta menunjukkan bahwa dia merupakan salah satu pemain kelas dunia di Real Madrid.

Bale mendapatkan gelar Liga Champions pertamanya dan telah sukses menjadi pemain yang haus gol pada lima tahun ke depan. Yang mengejutkan adalah Bale dapat menorehkan gol dan menampilkan performa terbaiknya ketika mengalami cedera.

Akan tetapi pada beberapa tahun terakhir ini, performa Bale terbilang cukup mengecewakan. Saat ini, Bale sudah tidak dianggap menjadi pemain kelas dunia di Real Madrid.

Berikut VIGO merangkum 5 Fakta Alasan Bale Sudah Tak Diakui Menjadi Pemain Kelas Dunia

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS