Tag: 5 fakta

5 Rekor Transfer di Sepak Bola Modern

0

Vivagoal 5 Fakta – Melihat klub-klub elit Eropa mendatangkan pemain bintang dengan banderol selangit memang bukan hal baru. Demi prestasi atau mungkin urusan bisnis, triliunan rupiah digelontorkan.

Sedikit berbeda musim ini, pandemi corona sedikitnya mengubah situasi bursa transfer. Klub perlu berpikir berkali-kali ketika hendak mendatangkan pemain mahal.

Sejauh ini, di bursa musim panas 2020, transfer paling mahal dilakukan Chelsea saat memboyong Kai Havertz dari Bayer Leverkusen. The Blues menebusnya setelah klub milik Roman Abramovic itu mengeluarkan dana segar mencapai 77 juta pounds atau 1, 41 triliun rupiah.

Dikutip dari berbagai sumber, Vivagoal kali ini merangkum  5 transfer termahal yang pernah terjadi di sepak bola modern. Berikut daftarnya:

1.Paul Pogba

Juventus Sodorkan Uang Plus Empat Nama ke Man United Demi Pulangkan Pogba

Penampilan Pogba di Juventus membawanya kembali ke Manchester United pada 2016 dengan biaya transfer yang memecahkan rekor dunia pada saat itu. Mengingat Setan Merah menebusnya £ 89,3 juta (1,688 triliun rupiah).

Tak hanya itu, kala Man United mengamankan jasanya, mahar yang digelontorkan juga menjadi biaya tertinggi yang pernah dibayarkan oleh klub Inggris untuk seorang pemain.

Kehadiran Pogba sukses mengatrol posisi Setan Merah kala itu. Dia mengantar Man United memenangkan Piala Liga dan Liga Europa. Sedang pada musim 2018/19, ia masuk dalam PFA Team of the Year.

2.Ousmane Dembele

Ousmane DembeleBarcelona sempat memecahkan rekor transfer kala mendatangkan Ousmane Dembela. Rekor ini tak lepas dari berubahnya kebijakan transfer, dari yang tadinya mengandalkan pemain-pemain muda jebolan La Masia menjadi membeli pemain muda dari luar akademi.

Dembele pada akhirnya menerima pinangan El Barca, setelah klub yang berkandang di Camp Nou tersebut mengeluarkan dana segar mencapai 96.8 juta pounds (1,829 triliun rupiah). Harga pasaran Dembele diyakini naik 40 persen mengingat ada beberapa klausul tambahan.


Baca Juga: 


Sayangnya, Dembele gagal bersinar bersama Barcelona. Sang pemain lebih banyak menghabiskan waktu di ruang perawatan lantaran berkali-kali dibekap cedera.

5 Transfer Penting Chelsea Bersama Frank Lampard

Vivagoal 5 FaktaSejak Frank Lampard datang menukangi Chelsea, pola dan kebijakan transfer klub berubah. Seolah lebih menyukai pemain-pemain muda, perombakan skuad dilakukan.

Meski sebagian klub mengalami krisis finansial akibat pandemi corona, tapi Chelsea, tetap getol berbelanja pemain baru. Mungkin, aktifnya Chelsea di bursa transfer khususnya musim panas ini tak lepas dari baru terbebasnya mereka dari hukuman finansial fair play.

Sejak Lampard ambil kuasa, pemain-pemain muda The Blues,  langsung mendapatkan panggung. Sebut saja Mason Mount, Tammy Abraham, atau mungkin Christian Pulisic yang jadi pilar penting Chelsea musim lalu.

Tak sampai disitu, Lampard juga coba meremajakan skuad. Pemain-pemain baru didatangkan dengan beberapa kesamaan, terbaik diposisinya dan berusia muda.

Kali ini, vivagoal mengulas 5 pemain penting dan diyakini bakal membawa perubahan bagi Chelsea di era Frank Lampard.

1.Hakim Ziyech

Ziyech Siap Adaptasi Gaya Permainan Chelsea
Sumber: Daily Star

Meski baru bergabung berasama Chelsea pada musim panas lalu, tapi transfer Ziyech telah rampung sejak lama. Tepatnya pada bursa musim dingin, The Blues memastikan jadi pelabuhan karier pemain asal Maroko tersebut.

Penampilan impresif Ziyech bersama Ajax Amsterdam membuat Lampard kepincut. Sejak didatangkan Dari FC Twente 2016 silam, Ziyech mencapai permainan terbaiknya di Amsterdam dengan mengemas 48 gol.

 Merapatnya Ziyech ke Stamford Bridge jelas jadi angin segar buat fans. Beberapa bahkan menganggap sebagai transfer idaman dan sang pemain dinilai layak menggantikan lubang yang ditinggal Eden Hazard.

“Hakim Ziyech kini jadi harapan baru Chelsea, Ziyech diharapkan mampu mengisi kekosongan yang ditinggal Hazard. Kecepatan, umpan akurat, serta penyelesaian akhir yang dingin jadi kualitas yang bakal dia tawarkan,” kata salah fans dikutip dari laman resmi Chelsea.

2.Timo Werner

Sebelum Gabung Chelsea, Werner Mengaku Tertarik dengan Liverpool
Timo Werner. Sumber: The Sun

Lini serang jadi salah satu fokus yang dibenahi Frank Lampard menyongsong musim 2020/21. Timo Werner, yang tampil gemilang bersama RB Leipzig didatangkan untuk jadi juru dobrak baru.

Sempat bertarung sengit dengan Liverpool dalam  upaya mendatangkan Werner, Chelsea pada akhirnya keluar sebagai pemenang usai menggelontorkan 47,5 juta Poundsterling. Dimana menurut Werner, ada peran besar Lampard yang coba meyakinkannya sebelum akhirnya memilih hijrah ke London Barat.

“Saya senang bergabung ke Chelsea, ini momen membanggakan bagi saya. Setelah empat tahun yang fantastis. Saya menantikan musim depan dengan rekan tim, manajer yang baru dan tentu saja fans Chelsea. Bersama kita bisa meraih kesuksesan di masa depan,” kata Werner.


Baca Juga: 


Werner sendiri baru saja menjalani debut bersama Chelsea di partai resmi liga Inggris. Bertandang ke merkas Brighton, Werner berkontribusi pada gol pertama The Blues. Pergerakannya di kotak penalti membuat pemain Brighton harus menjegal hingga membuahkan penalti untuk tim tamu.

5 Fakta Si Penafsir Ruang: Thomas Muller

0

Vivagoal 5 Fakta – Banyak cara dilakukan pesepakbola untuk bisa selalu dikenang. Thomas Muller, penyerang Bayern Munchen asli Jerman punya cara sendiri untuk menjadi legenda.

Memulai karier di TSV Pahl, bakat Muller diendus Bayern Munchen. The Bavarian lantas jadi klub profesionalnya hingga saat ini. Terus mengasah kemampuan, Muller kini layak disebut sebagai salah satu pemain terbaik dunia dengan pengaruh besarnya di atas lapangan.

Beberapa menyebut Muller merupakan galandang serang paling berbahaya di dunia saat ini. Kemampuannya memaksimalkan ruang jadi kelebihan sang pemain yang paling menonjol ditambah dengan visi dan profesionalitasnya.

Meski banyak pemain berposisi sama seperti Muller, tapi karakter di atas lapangan pada akhirnya menjadi pemebeda. Dengan caranya tersendiri, Muller mampu berkontribusi maksimal bagi klub dan negaranya.

Kali ini, Vivagoal merangkum fakta- fakta soal Thomas Muller yang dikenal sebagai pemain penafsir ruang. Berikut 5 fakta soal Muller:

1.Top Skor

Kebesaran Muller tak perlu diragukan lagi, deretan trofi pribadi jadi bukti sahih kehebatan sang pemain. Meski menolak disebut sebagai seorang penyerang, nyatanya dia beberapa kali menjadi top skor alias pencetak gol terbanyak.

Gelar topskor DFB-Pokal berhasil dua kali dia amankan. Menurut catatan transfermarkt, gelar topskor pertamanya diraih pada DFB-Pokal 2009/10 setelah sang pemain mengemas empat gol. Sementara yang kedua digondol pada musim 2013/14 dengan torehan delapan gol.

Paling membanggakan tentu saat dirinya berhasil dianugerahi sepatu emas Piala Dunia 2010. Kala itu dia berhasil mencetak lima gol sepanjang turnamen dan mempunyai catatan yang sama dengan David Villa, Wesley Sneijder dan Diego Forlan.

Beruntung, tambahan tiga assist yang berhasil dicatatkan membuat FIFA memilihnya sebagai pemenanga Golden Boots pada Piala Dunia 2010 lalu.

2.Pencetak Brace dan Hattrick Termuda

Thomas Muller nyatanya sudah pandai mengolah si kulit bundar sejak masih belia. Sang pemain bahkan memegang rekor sebagai pencetak dwi dan trigol termuda Bayern Munchen sepanjang sejarah klub di Liga Champions.

Pada September 2009 Muller mencetak breace pertamanya di Liga Champions saat bertandang ke Maccabi Haifa dalam kemenangan Die Rotten 3-0, sekaligus membuatnya menjadi pemain termuda Munchen yang berhasil mencetak dwigol di ajang kompetitif Eropa.


Baca Juga: 


Hampir setahun berselang, Muller kembali memecahkan rekor. Mencetak trigol di laga kontra Vfl Bochum, membuatnya menjadi pemain termuda The Bavarian yang berhasil mencetak hattrick untuk tim senior di usia 20 tahun 230 hari.

5 Fakta Van de Beek, Rekrutan Baru Manchester United

0

Vivagoal 5 Fakta – Sejak bursa transfer musim panas di buka, Manchester United,  berjalan senyap. Minim rumor dan pemberitaan belanja pemain, Setan Merah tiba-tiba mempermanenkan Donny van De Beek.

Usut punya usut, Van de Beek  merupakan tipe pemain yang benar-benar diinginkan pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer. Menurutnya, Van de Beek punya semua atribut teknis dan kepribadian yang diperlukan Setan Merah.

“Kemampuannya untuk melihat ruang, waktu pergerakannya dan membaca permainan akan sangat melengkapi kualitas yang kami miliki di lini tengah dan kedatangannya sangat memperkuat kedalaman bakat yang kami miliki di posisi tersebut.

“Penampilan Donny di Eredivisie dan di Eropa sangat bagus selama beberapa tahun terakhir dan kami semua menantikan untuk bekerja dengannya,” kata Solskjaer.

Kali ini, Vivagoal mengulas tuntas soal siapa sebenarnya Donny van de Beek. Berikut gkum lima fakta soal pemain asli Belanda tersebut:

1.Mahar 39 Juta Euro

VDB - 1
Sumber: Twitter Van de Beek

Donny van de Beek sepakat menandatangani kontrak lima tahun bersama Manchester United. Klub yang berkandang di Old Trafford tersebut, perlu merogoh kocek 39 juta Euro plus bonus 5 juta Euro.

Untuk talenta besar yang dimiliki sang pemain, angka tersebut termasuk kecil bagi Setan Merah.  Dimana biasanya 70 hingga 80 juta Euro harus dikeluarkan MU demi pemain incarannya.

Van de Beek sendiri menyambut positif kepindahannya ke Inggris. Dia berharap, penampilannya bisa terus meningkat bersama MU.

“Saya tidak dapat menjelaskan betapa luar biasanya kesempatan untuk bergabung dengan klub dengan sejarah yang luar biasa. Saya sekarang siap untuk mengambil langkah selanjutnya dalam karir saya dan tampil di level tertinggi dan tidak ada standar yang lebih tinggi dari Manchester United,” kata Van de Beek dikutip SkySports.

2.Investasi Jangka Panjang

Donny van de BeekBerposisi sebagai gelandang serang, dia menunjukan peran pentingnya di atas lapangan kala berseragam Ajax Amsterdam. Paling diingat tentu kala dirinya berhasil mengantar The Amsterdam jadi semifinalis Liga Champions 2018/19.

Selama membela Ajax, tercatat 40 gol dan 43 assists berhasil dicatatkan dari 159 pertandingan di berbagai ajang. Ditambah dengan usia yang masih muda, Van de Beek menjadi investasi tepat buat Manchester United.


Baca Juga: 


Punya modal penting sebagai pemain ditambah dengan ketatnya Liga Inggris, Van de Beek masih sangat mungkin untuk terus berkembang dan menjadi salah satu gelandang terbaik di Eropa bahkan dunia.

5 Pemain Masa Depan La Furia Roja

Vivagoal Berita Bola – Tim Nasional Spanyol, sempat merajai sepak bola dunia pada medio 2008 hingga 2012 silam. Sayang, setelah itu, La Furia Roja kehilangan tahta dengan gagal berbuat banyak di Euro maupun Piala Dunia edisi terakhir.

Kala itu, kehadiran Xavi Hernandez dkk, memang mengundang decak kagum. Angktan tersebut mampu mempersembahkan dua trofi Euro yang didapat pada 2008 dan 2012 serta satu gelar juara dunia di World Cup 2010 Afrika Selatan.

Sayangnya, regenerasi tak berjalan begitu mulus, mereka harus kehilangan tahta dengan catatan paling baik hanya menembus babak 16 besar turnmen major. Paling menyedihkan tentu saat gagal lolos dari fase grup di Piala Dunia Brasil 2014 silam.

Seiring berjalannya waktu, bakat-bakat baru pesepakbola Spanyol perlahan muncul. Beberapa mampu mengundang decak kagum, sebagian bahkan memprediksi mereka bakal menjadi tulang punggung Timnas Spanyol di masa mendatang.

Kali ini, Vivagoal merangkum lima pemain yang bakal menjadi andalan La Furia Roja di masa mendatang:

1.Ansu Fati

FatiWonderikd Barcelona, Ansu Fati, memang sempat mencuri perhatian di awal kemunculannya. Baru dipromosikan ke tim utama, jebolan La Masia tersebut berkali-kali menjadi pemcah kebuntuan Barcelona.

Statistik mencatat, dari 32 penampilan bersama Blaugrana di berbagai ajang, Fati mampu menorehkan 8 gol, satu assist, dan 1.2 shoot per game. Meski kerap menjadi pemain pengganti tapi dengan kemampuan dan statistik menjanjikan dia digadang bakal menjadi pemain sukses masa depan.

Lahir di Republik Guinea Bissau, Fati diboyong keluarganya ke Eropa. Beruntungnya, ketika beranjak dewasa, Fati memutuskan untuk memilih warga negara Spanyol. Meski lahir di Afrika, tumbuh besar di Spanyol dia bangga menyebut dirinya sebagai “Sevillan”.


Baca Juga: 


Karenanya, Timnas Spanyol ketiban berkah dengan keputusan Fati ini. Bagaimana tidak, dia jadi harapan banyak pihak untuk membawa La Furia Roja kembali berjaya.

5 Fakta Dibalik Gelar Liga Champions Bayern Munchen

Vivagoal 5 FaktaRaksasa Bundesliga Jerman, Bayern Munchen, beberapa waktu menasbihkan diri menjadi raja Eropa baru. Mereka jadi juara Liga Champions 2019/20 usai mengandaskan Paris Saint-Germain di partai final.

Laju Die Rotten di Liga Champions memang sangat meyakinkan. Mengandalakan permainan menekan dengan garis pertahanan tinggi,  tim-tim elit yang menghadang mereka dihajar tanpa ampun.

Puncaknya terjadi di perempat final, dihadang Barcelona, Munchen tampil mengesankan dengan menundukan Blaugrana dengan skor telak 8-2. Sontak, perhatian langsung tertuju pada skuad besutan Hans-Dieter Flick.

Bertemu Lyon di semifinal, angin terus berhembus pada Thomas Muller dkk, wakil Prancis itu patah dengan skor akhir. Sukses menggenapkan raihan trofi Liga Champions menjadi enam, berikut ini, kami rangkum 5 fakta dibalik kesuksesan Munchen di Liga Chmapions musim ini.

1.Musim Sempurna

Munchen
Sumber: Twitter Bayern Munchen

Liga Champions 2019/2020 memang berjalan begitu sempurna buat Bayern Munchen. Bagaimana tidak, sepanjang perjalanan merebut Si Kuping Besar mereka tak sekalipun merasakan kekalahan.

Skuad asuhan Hans Filck berhasil memenangkan semua pertandingan atau 11 kemenangan beruntun yang ditutup mengandaskan PSG di partai puncak. Dengan ini, mereka memegang predikat tim dengan kemenangan beruntun terlama dalam sejarah Liga Champions.

2.Treble Kedua Setelah Barca

Bayern Munchen
Sumber: Twitter Bayern Munchen

Tambahan satu trofi Liga Champions musim ini, semakin menunjukan kedigdayaan Munchen di sepak bola Eropa. Munchen tercatat jadi satu-satunya klub selain Barcelona yang bisa meraih treble winner sebanyak dua kali.

Sebelumnya, Barca meraih kesuksesan dengan dua kali meraih treble pada 2009 dan 2015. Sedangkan Munchen menyamai catatan tersebut usai berhasil mengawinkan treble pada 2013 dan 2020 ini.


Baca Juga: 


Tak hanya itu, klub yang berkandang di Allianz Arena itu mampu menyamai catatan Liverpool dengan enam trofi Liga Champions. Mereka saat ini hanya kalah dari AC Milan dengan 7 trofi dan Real Madrid yang telah 13 kali memenangkan Liga Champions.

5 Fakta Pelatih Tercampakan Barcelona: Quique Setien

Vivagoal Berita Bola – Perjalanan karier Quique Setien bersama Barcelona hanya seumur jagung. Sang pelatih harus menanggalkan jabatannya karena gagal memenuhi ekspektasi banyak pihak.

Menuai kritik sejak kedatangannya ke Camp Nou, kekalahan 8-2 atas Bayern Munchen di perempat final Liga Champions jadi puncak kulminasi. Manajemen yang berang dengan hasil memalukan tersebut langsung membebastugaskan Setien.

Rumor beredar, Setien tak punya kebebasan penuh dalam meramu strategi Los Cules. Sang juru taktik disebut tunduk dengan apa yang diinstruksikan sang kapten Lionel Messi. Dimana kerap diberitakan, Messi tak selalu sejalan dengan Setien.

Lantas, seperti apa sosok Setien sebenarnya? Pantaskah Setien dipecat? Kali ini, Vivagoal mengulas lima fakta soal Quique Setien.

1.Nirgelar

Setien Sosok yang Tepat Tangani Barcelona, Hanya Masalah Waktu
Sumber: Foto by David S. Bustamante/Soccrates/GI

Menukangi Barcelona, jelas bukan hal mudah. Sebagai tim syarat akan prestasi, tekanan besar akan selalu mengarah pada siapapun pelatihnya, termasuk Setien.

Di musim perdana dan terakhirnya bersama Barcelona, Setien tercatat hanya bisa mempersembahkan 16 kemenangan dan lima kekalahan dari 25 partai yang dia pimpin dengan rasio kemenangan  hanya 64 persen.


Baca Juga: 


Jangan bicara trofi, Setien nampak masih beradaptasi bersama Barcelona untuk menunjukan taktik terbaiknya. Hingga akhir masanya bersama Blaugrana, tak satupun trofi berhasil diraih.

5 Pemain Asia yang Pernah Juara Liga Inggris

Vivagoal 5 FaktaPemain-pemain Asia sejauh ini masih kerap menjadi nomor dua di sepak bola Eropa. Khususnya Liga Inggris, tak banyak pemain Asia yang akhirnya bersinar di Britania Raya.

Saat ini, bicara pemain Asia paling hebat, mungkin nama Son Heung-Min yang bakal terbesit. Sayangnya, dia bukan yang tersukses sebagai pemain Asia di Premier League.

Tampil apik bersama Tottenham Hotspur sejak hijrah dari Bundesliga, sang pemain belum sekalipun mengamankan trofi major. Langkahnya bersama Si Lili Putih selalu terganjal khususnya untuk menggondol trofi Liga Inggris.

Sebelum era Son Heung-Min, nyatanya banyak pemain asal Asia lain yang telah mencoba peruntungan bersama klub-klub elite Inggris. Sebagian berhasil meraih kesuksesan meski tak jarang juga pemain Asia di Inggris cuma jadi penghangat tim utama.

Pada kesempatan kali ini, Vivagoal bakal mengulas lima pemain Asia yang pernah mengantar timnya untuk menjadi kampiun di Liga Inggris. Berikut daftarnya:

1.Park Ji-Sung

Park Ji SungPark Ji-Sung tercatat jadi pemain Asia paling sukses dalam sejarah Liga Inggris. Pemain asal Korea Selatan tersebut menghabiskan tujuh musim bersama Manchester United disaat mereka berjaya di bawah besutan Sir Alex Ferguson.

Berposisi sebagai gelandang, Ji-Sung mencatat 134 penampilan untuk Setan Merah dan mencetak 19 gol dan akhirnya memenangankan total 13 termasuk trofi EPL selama merumput di Old Trafford.

Penampilan Park sejatinya mengalami pasang surut, tapi dia akhirnya bisa menjadi ikon kesuksesan pemain asal Korea. Dikenal punya etos kerja dan stamina luar biasa, sebutan Three Lungs tersemat pada Park Ji-Sung. Karenanya juga, pemain-pemain asal negeri Ginseng tak lagi dipandang sebelah mata.

2. Shinji Kagawa

KagawaKala Shinji Kagawa tiba di Old Trafford, namanya selalu dikaitkan dengan suksesornya Park Ji-Sung. Berposisi sama dan sama-sama dari Asia, banyak pihak berharap Kagawa bisa menyamai catatan Park Ji-Sung.

Kagawa memulai debut pada Agustus 2012 bersama Setan Merah dan langsung mencetak gol pada pertandingan pertamanya di Old Trafford. Sayang, dia harus berkutat dengan cedera lutut di pertengahan musim.

Total, sang pemain cuma mencatat 20 penampilan di kancah domestik dan mencetak enam gol termasuk trigolnya saat berhadapan dengan Norwich. Dimana catatan itu membuatnya memecah rekor sebagai pemain Asia pertama yang menorehkan trigol ke gawang Norwich.


Baca Juga: 


Saat musim berakhir, Kagawa menjadi pemain Jepang pertama yang memenangangkan Liga Inggris. Sayang kebersamaannya di MU tak bertahan lama setelah David Moyes mendepaknya.

5 Perayaan Juara yang Berujung Nestapa

Vivagoal Berita Bola –  Menjadi juara dalam sebuah ajang atau kompetisi jelas menjadi kebanggan bagi para pemenang. Namun, tak jarang seremonial pengalungan medali dan penyerahan trofi berujung petaka.

Terbaru, seremonial penyerahan trofi Arsenal saat berhasil menjuarai Piala FA 2019/20 menyedot perhatian. Bagaimana tidak, sang kapten, Pierre Emerick – Aubameyang tidak sengaja menjatuhkan piala yang berada dalam genggamannya.

Sontak kejadian ini membuat pelatih Mikel Arteta hingga kompatriotnya, Rob Holding berkomentar usil. Holding bahkan menganggap kejadian jatuhnya trofi juara yang dilakukan Aubameyang merupakan hal lumrah yang sudah biasa terjadi dan cenderung menjadi tren.

“Saya melihat dia berjalan dengan bagian bawah piala sedikit menempel, saya bilang ‘anda harus melepasnya!’. Sepertinya kejadian jatuhnya trofi adalah tren di masa sekarang,” ungkap Holding.

Memang beberapa waktu sebelum terjatuhnya Piala FA oleh Aubameyang, Zenit St. Petersburg melakukan hal yang sama. Saat merayakan gelar juara Russian Cup, tepatnya saat sang kapten angkat piala, trofi lantas terjatuh dan pecah berkeping.

Selain dua kejadian di atas masih banyak kejadian tak terkira saat sebuah klub merayakan juara. Kali ini kami merangkum lima fakta kejadian piala yang tak sengaja terjatuh saat perayaan juara.

1.Martin Stekelenberg – Ajax Amsterdam

AjaxMundur jauh ke tahun 2011, penjaga gawang Ajax Amsterdam, Martin Stekelenberg, melakukan blunder. Bukan dalam pertandingan tapi saat tengah merayakan kesuksesan Ajax menggondol trofi Eredivse.

Tengah di arak keliling kota, Stekelenberg memilih duduk di atap bis sambil mengangakat piala Eredivse yang berbentuk piringan. Sayang, saat tengah melaju di persimpangan, Stkelenberg, gagal menahan trofi dan akhirnya terjatuh dari atas bus.


Baca Juga: 

Karena berbentuk piringan, trofi yang terjatuh, malah menggelending dan kemudian diamankan petugas yang berjaga mengamankan convoy. Sebuah ironi memang, meski pandai menangkap bola, tapi Stekelenberg gagal mengamankan trofi dari genggamannya.

5 Rekor Individu di Liga Inggris 2019/20

Vivagoal 5 Fakta – Liga Primer Inggris 2019/20 berjalan penuh drama sejak awal musim. Pandemi corona yang sempat menghentikan kompitisi membuat peta persaingan terutama di papan tengah sedikit berubah.

Liverpool pada akhirnya kembali mengangkat piala setelah menanti selama 30 tahun. Sementara rival mereka, Manchester City, meski kehilangan gelar, tetap jadi klub dengan jumlah gol dan possession  game terbaik.

Dari sisi individu, George Baldock, penggawa Sheffield United, jadi pemain dengan jumlah penampilan terbanyak sepanjang musim ini. Sang pemain tercatat mengemas 3,420 menit bermain bersama Harry Maguire dan Virgil van Dijk.

Sementara itu, David Luiz, Christian Kabasele, dan Fernandinho jadi pemain dengan kartu merah terbanyak musim ini. Sedang Luka Milivojevic, pilar Crystal Palace, mengemas 12 kartu kuning sekaligus menjadi pemain dengan kartu kuning terbanyak.

Selain nama-nama di atas, Vivagoal kali ini mengulas 5 fakta soal rekor dan catatan individual yang berhasil diraih di Liga Inggris musim 2019/20.

1.Topskor : Jamie Vardy

Bukan Pogba, Ternyata Bintang Leicester City Mulai Dipantau Raksasa LaLigaMeski Leicester City gagal finish di posisi empat besar, tapi penyerang mereka, Jamie Vardy, keluar sebagai pencetak gol terbanyak Liga Inggris 2019/20. Sang pemain sukses menjaringkan 23 gol sepanjang musim.

Vardy menjadi pemain paling subur dengan menggungguli Pierre Emerick Aubameyang dan Danny Ings dari Southampton dengan 22 gol. Sementara di posisi ketiga ada winger Manchester City, Raheem Sterling yang mengemas 20 gol.


Baca Juga: 


Bagi Vardy catatan 23 gol musim ini, mengulang suksesnya pada musim 2015/16. Kala itu sang peman sukses mencatatkan 24 gol dari 36 penampilan di Liga Inggris bersama The Foxes.

LATEST NEWS

HOT NEWS