Tag: Angel Di Maria

Tak Terima di Rendahkan, Neville Balas Kritikan Di Maria

Vivagoal – Liga Inggris – Legenda Manchester United , Gary Neville melayangkan kritikan pedas pada Angel Di Maria. Menurutnya Ia lebih baik melihat pemain lain sebagai inspirasi dibandingkan membuat alasan.

Baru-baru ini Istri dari Di Maria membeberkan sebuah pernyataan yang cukup merendahkan, khususnya untuk Kota Manchester. Menurutnya sejak awal dirinya memang tak pernah mau Di Maria pindah ke Manchester United.

Mendengar hal tersebut, mantan Kapten United ini pun langsung meradang. Neville menilai Di Maria dan keluarganya itu hanya mencari alasan karena Ia tak mampu memberikan penampilan baik selama di Old Trafford.

Di Maria sendiri hengkang dari Real Madrid menuju United dengan mahar sebesar 75 juta euro atau sekitar 1,2 triliun rupiah pada tahun 2014 lalu. Awalnya, Di Maria digadang bakal menjadi sosok yang mengisi kekosongan seorang bintang nomor tujuh di United.

Sebenarnya kedatangan Di Maria kala itu cukup membuat Neville optimis Ia bisa kembali mengangkat prestasi tim. Namun, pada akhirnya Di Maria hanya bisa bermain satu musim saja dibawah komando Louis Van Gaal.

“Yang ingin saya katakan, kami mendengar kisah seperti ini dari waktu ke waktu, dimana ada pemain yang bermain membosankan, seperti yang dilakukan oleh Di Maria di Manchester United,”ujar Neville dilansir Goal.


Baca Juga:


“Dia sangat buruk dan (Padahal) saya memiliki ekspektasi dan semangat tinggi saat dirinya datang, karena klub merekrut pemain bintang. Dia tak pernah tertarik bermain sejak hari pertama.

Neville justru menyarankan Di Maria untuk melihat pemain lain seperti Sergio Aguero maupun Pablo Zabaleta di Manchester City. Menurutnya, mereka berdua mampu bersabar untuk terus menujukan kualitas terbaik di lapangan.

“Dia harus melihat ke sisi lain pada Sergio Aguero atau Pablo Zabaleta yang aman berada di Manchester dan tak terburu-buru untuk pergi,”ungkapnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Man United Adalah Mimpi Buruk Buat Winger PSG Ini Dan Istri

Vivagoal Ligue 1 – Angel Di Maria sudah pasti sangat menyesali kepindahannya ke Manchester United, Tak cuma gagal bersinar di Old Trafford, Di Maria juga sampai harus bertengkar dengan istri.

Di Maria sebenarnya adalah idola para Madridista selama empat musim bermain untuk Real Madrid. Terlebih setelah ia berhasil membantu El Real merebut juara Liga Champions musim 2013/2014.

Di Maria memang tidak mencetak gol di laga final kontra Atletico Madrid yang berkesudahan 4-1 untuk kemenangan Madrid. Namun dia terpilih sebagai man of the Match di laga berkesudahan 120 menit itu karena kemampuannya dalam mengacak-acak lini belakang Atletico.

Tetapi kehadiran Gareth Bale sedari awal musim memang membuat nasibnya terus dispekulasikan akan dilego Madrid. Setelah laga final tersebut, Di Maria akhirnya benar-benar tersingkir dari skuad setelah manajemen klub memutuskan menjualnya ke MU dengan status pemain termahal di Liga Inggris.

Sayang, kariernya di MU tidak gemerlap seperti di Madrid. Winger asal Argentina tersebut hanya bertahan semusim dengan mengoleksi 4 gol dari 32 penampilan di seluruh kompetisi. Ia akhirnya dijual murah ke Paris Saint-Germain pada awal musim panas 2015 silam.

Bagi istri Di Maria, Jorgelina Cardoso, setahun di Manchester bak mimpi buruk untuk dirinya dan sang suami.


Baca Juga:



“Itu benar-benar mengerikan. Kota Manchester itu buruk sekali. Tidak ada yang menyenangkan di Manchester. Saya sampai bertengkar dengan Angel soal itu.” ucap Cardoso seperti dilansir dari ESPN.

“Saya sebenarnya tidak ingin pergi ke Manchester, karena saya berteman baik dengan Giannina Maradona (mantan istri Sergio Aguero). Saat masih di Madrid, kami sempat bertandang ke rumahnya di Manchester dan menginap disana selama tiga hari.”

“Benar-benar mengerikan, buruk sekali. Kami ke rumah Giannina di Manchester, saya seperti ingin bilang ‘ya sudah, kami pergi dulu’. Ketika kami pulang ke Spanyol, saya bilang ke Angel, kamu boleh bermain di manapun, kecuali Inggris. Tapi setahun kemudian dia malah memutuskan pindah ke Inggris.” semburnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

Di Maria Menyimpan Dendam Kepada Man United

Vivagoal – Ligue 1 – Penyerang sayap Paris Saint-Germain (PSG), Angel di Maria disebut belum bisa melupakan pengalaman buruknya di Manchester United. Meski sudah hampir 5 musim di Paris, Di Maria ternyata masih suka menceritakan kekesalannya pernah bermain untuk MU.

Angel Di Maria memang tercatat hanya bertahan semusim bermain untuk Manchester United. Ketika itu, The Red Devils masih ditangani pelatih asal Belanda, Louis van Gaal.

MU sendiri mendatangkan Di Maria dari raksasa LaLiga Spanyol, Real Madrid pada musim panas Agustus 2014. Pada periode tersebut, MU harus menggelontorkan dana sebesar 75 juta euro untuk memboyong Di Maria ke Old Trafford.

Di Maria sendiri dilepas oleh Los Blancos karena untuk menutupi pengeluaran besar yang sudah mereka lakukan pasca mendatangkan Toni Kroos dan James Rodriguez yang menghabiskan dana hingga 105 juta euro. Padahal, Di Maria tampil cukup apik sejak diduetkan bersama Cristiano Ronaldo dan sukses menyumbangkan trofi Liga Champions.

Di MU, performa Di Maria sesungguhnya juga tidak buruk-buruk banget, tapi ternyata ia hanya bertahan semusim di sana sebelum akhirnya dijual ke PSG. Adapun, harga jual Di Maria yang diberikan MU ke PSG hanya sebesar 50 juta euro atau lebih murah 15 juta euro saat mereka membelinya dari El Real.

Dalam laporan The Atlantic, pengalaman buruk itu sungguh sulit dilupakan Di Maria. Ia mengaku masih menyimpan dendam dengan manajer MU kala itu, Van Gaal yang tak memainkannya di posisi favoritnya dan membuat kariernya bersama ‘Setan Merah’ tak berkembang.


Baca Juga:



“Di Maria belum bisa melupakan kegagalannya di MU. Dia sangat marah karena posisi dia bermain dan pembatasan aturan yang diterapkan pada permainannya. Dia sampai saat ini masih suka menceritakan kepada rekan-rekan setimnya, ‘saya tak mau lagi bermain untuk United’.” ucap salah satu sumber internal PSG kepada The Atlantic.

Bersama MU, Di Maria tidak mampu meraih satu trofi pun. Namun bermain untuk PSG, Di Maria sudah mengoleksi 13 trofi dimana 3 diantaranya adalah gelar Ligue 1 Prancis, 3 trofi Coupe de France, dan tiga trofi Coupe de la Ligue, dan 4 Piala Super Prancis.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

Musim Depan, PSG Terancam Ditinggal Bintang-bintangnya

Vivagoal – Ligue 1 – Eksodus pemain diperkirakan bakal terjadi di Paris Saint-Germain, saat para bintangnya satu per satu pergi. Mulai dari Edinson Cavani, Thiago Silva, hingga Kylian Mbappe dan Neymar.

Marca mengklaim pemain yang sudah dipastikan akan hengkang dari Parc des Princes musim depan adalah Edinson Cavani dan Thiago Silva. Baik Cavani dan Silva, kontraknya sama-sama sudah bakal habis 30 Juni 2020 nanti dan sejauh ini belum ada tanda-tanda dari pihak manajemen Les Parisiens ingin menambah masa kerja keduanya.

Cavani sendiri diyakini akan melanjutkan kariernya di LaLiga Spanyol bersama Atletico Madrid. Sementara Thiago Silva yang saat ini usianya sudah 35 tahun diprediksi akan kembali ke klub lamanya AC Milan sebelum memutuskan pensiun dari lapangan hijau.

Kepergian dua pemain ini menjadi awal PSG bakal mulai ditinggal bintangnya satu persatu. Pasalnya, Thomas Meunier dan Layvin Kurzawa juga berpeluang mengikuti jejak Cavani dan Silva hengkang dari PSG setelah kontraknya yang habis musim ini belum juga diperpanjang manajemen.

Selain keempat nama di atas, PSG juga berpeluang ditinggal bintang-bintang lainnya, seperti winger Angel Di Maria dan dua penyerang andalan dalam diri Neymar dan Mbappe yang disebut-sebut diincar Barcelona dan Real Madrid.

Di Maria yang kontraknya bakal habis musim depan dikabarkan sudah menolak tawaran perpanjangan kontrak dari PSG. Pemain berusia 32 tahun itu diklaim merasa kansnya untuk meraih trofi Liga Champions sangat kecil jika terus bersama klub asal Ibukota Prancis itu. Pasalnya, dalam empat musim terakhir, PSG bahkan belum pernah menjejak sampai partai semifinal.


Baca Juga:



Khusus untuk Neymar dan Mbappe, keduanya sejauh ini belum juga mau meneken perpanjangan kontrak yang telah disodorkan manajemen Les Parisiens sedari awal musim panas kemarin. Mbappe sendiri sudah sempat mengatakan bahwa dirinya ingin mencari tantangan baru dan merasa waktunya sudah habis di PSG yang telah dibelanya sejak 2017 silam.

Dengan banyaknya pemain kunci yang akan pergi musim panas nanti, otomatis daya saing PSG di ajang Liga Champions musim depan mulai pantas dipertanyakan.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

Di Maria Tuding Real Madrid Dalang Utama Gagal Main di Final Piala Dunia 2014

Vivagoal Liga Inggris – Winger Paris Saint-Germain, Angel Di Maria mengungkapkan bahwa Real Madrid adalah dalang utama dibalik keputusan pelatih Alejandro Sabella tidak memainkannya di laga final Piala Dunia 2014 silam.

Sebelum Piala Dunia 2014, rumor transfer Angel Di Maria ke Manchester United kencang bergulir. Ia disebut-sebut bakal diboyong ke Old Trafford dengan memecahkan rekor transfer pemain di kompetisi Premier League.

Adapun keputusan Di Maria ingin hengkang dari Madrid karena keputusan manajemen Los Blancos yang bermaksud mendatangkan James Rodriguez dan berpotensi membuat menit bermainnya bakal makin berkurang, setelah di musim sebelumnya dia juga kalah bersaing dengan Gareth Bale.

Keputusannya tuk angkat kaki dari Bernabeu ternyata membuat manajemen Madrid berang. Saat timnas Argentina melaju ke partai puncak Piala Dunia 2014 usai mengalahkan Belanda, di babak semifinal, sebelum laga final, Madrid mengirim surat kepada Alejandro Sabella agar tidak memainkan Di Maria.


Baca Juga:


Dalam suratnya, Madrid beralasan bahwa Di Maria dalam kondisi cedera sebulan setelah ia membantu Los Blancos merebut juara Liga Champions. Pada prosesnya, Sabella akhirnya hanya menempatkan Di Maria di bangku cadangan ketika Lionel Messi dan kolega dikalahkan Jerman dengan skor tipis 1-0 lewat babak perpanjangan waktu.

“Satu-satunya yang tahu kebenaran soal kondisi ku adalah Dokter Daniel Martinez, pelatih Alejandro Sabella dan saya sendiri. Otot saya memang ada robek, tapi kondisi saya 90 persen bagus, dan saya ingin bermain. Saya tidak peduli jika akhirnya saya tidak bisa bermain sepakbola lagi.” ucap Di Maria seperti dilansir dari Telefoot.

“Itu merupakan salah satu skenario terburuk, saya tahu Madrid tidak ingin menjual saya. Tapi Daniel berkata ada surat dari Real Madrid, saya lalu pergi bicara ke Alejandro, saya ingin dia tahu saya ingin bermain. Tapi dia sudah membuat keputusan terbaik untuk tim.” jelas Di Maria.

“Dia memutuskan memilih Enzo Perez menggantikan saya, saya memang tidak dalam kondisi 100% namun saya ingin mencoba, saya bahkan minta diberi suntikan anti nyeri karena laga final itu adalah final bagi saya.” sembur Di Maria.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Di Maria Punya Dendam Teramat Besar pada Manchester United

0

Vivagoal Ligue 1 – Winger Paris Saint-Germain, Angel Di Maria, nyatanya masih menyimpan sakit hati kepada Manchester United. Hal itu dia ditunjukkannya bahkan hingga luar lapangan.

Di Maria, tercatat pernah menjadi salah satu punggawa Setan Merah. Namun winger asal Argentina itu hanya bertahan selama satu musim yakni pada 2014/15.

Selama merumput di Old Trafford, tak banyak kenangan manis yang ia rasakan. Bahkan kiper PSG, Marcin Bulka, menyebut jika Di Maria begitu membenci MU.

“Di Maria begitu membenci Manchester United dan bahkan tidak memiliki kenangan indah di klub itu.

Baca Juga: FIFA 20 Resmi Gandeng Dua Tim Besar Argentina

“Bahkan saat MU muncul di televisi, Di Maria akan segera mengganti salurannya,” ujar Bulka seperti dilansir dari Daily Mail.

Salah satu bukti tak harominsnua Di Maria dengan mantan klubnya itu terlihat ketika saling serang di babak 16 Liga Champions musim lalu. Berkunjung ke Old Trafford, alih-alih mendapat sambutan hangat, Di Maria justru menjadi cemoohan fans United.

Pada laga itu, Di Maria yang mencetak dua assist kemudian melakukan selebrasi yang memancing emosi pendukung tuan rumah.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

Ligue 1 Disebut Tidak Kompetitif, Di Maria: Di Inggris Juga!

0

Vivagoal Ligue 1 – Angel Di Maria tidak setuju jika kompetisi Ligue 1 Prancis dikatakan tidak kompetitif karena begitu dominannya Paris-Saint Germain. Pemain asal Argentina tersebut lalu membandingkan dengan Liga Inggris yang saat ini dikuasai Liverpool.

Hegemoni PSG di Liga Prancis memang begitu sulit dipatahkan dalam delapan tahun terakhir. Selama periode tersebut, Les Parisiens mampu keluar sebagai juara Ligue 1 sebanyak tujuh kali. Hanya AS Monaco yang kala itu masih diperkuat Kylian Mbappe bisa mematahkan dominasi mereka pada musim 2016/2017.

Baca juga: Susun Tim Terbaik di MPL Liga Fantasi dan Dapatkan GoPay

Pada musim 2019/2020 ini, PSG kembali berpeluang menambah koleksi trofi Liganya setelah memimpin delapan poin dari Marseille yang ada di peringkat kedua klasemen sementara.

Kualitas dan materi pemain PSG yang berada di atas rata-rata klub peserta Ligue 1 lainnya bisa menjadi alasan utamanya. PSG bisa dibilang punya skuat yang lebih mentereng dengan keberadaan pemain-pemain semacam Neymar, Kylian Mbappe, Edinson Cavani, dan Di Maria. Pada masa lalu, mereka juga pernah diperkuat Zlatan Ibrahimovic dan Gianluigi Buffon.

Walau demikian, Di Maria menolak jika Ligue 1 tidak kompetitif akibat dominasi PSG selama hampir satu dekade terakhir. Menurutnya, Liga Inggris saja yang begitu didominasi Liverpool saat ini masih dianggap liga yang paling kompetitif.

Jika dibandingkan dengan PSG di Liga Prancis, keunggulan poin Liverpool yang mencapai 22 poin jauh lebih besar dari PSG yang hanya 8 angka dari Marseille.

“Setiap musim, tim-tim semakin kuat dan makin sulit untuk menang. Setiap musimnya, juga semakin sulit dimenangi, banyak tim yang sudah bersiap untuk menghadapi kami.” ucap Di Maria seperti dilansir dari Echo.

Baca juga: Prediksi Nantes Vs PSG: Les Parisiens Unggul Mutlak

“Para pelatih sudah memiliki formula khusus untuk melawan PSG. Ini penting, dan saya pikir itu yang membuat Liga tetap kompetitif. Banyak yang menilai Ligue 1 ini lemah ketimbang liga lainnya, tapi lihat liga Inggris sekarang.” jelasnya.

“Liverpool jauh memimpin dan jika dibandingkan dengan keunggulan kami, liga mana yang tidak cukup bagus? Disini hanya ada sedikit pemain bintang.” tegasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

Brest vs PSG: Icardi Kembali Jadi Pahlawan Kemenangan

0

Vivagoal Ligue 1 – Paris Saint-Germain berhasil meraih kemenangan tipis atas Brest di pekan ke-13 Ligue 1 Prancis musim 2019/2020. Icardi tuk kedua kalinya kembali tampil sebagai pahlawan PSG dengan golnya di menit-menit akhir pertandingan.

Bertandang ke Stade Francis Le-Ble, Minggu (10/11/2019) dinihari WIB, pelatih PSG, Thomas Tuchel tuk kali pertama menurunkan Edinson Cavani sebagai starter didampingi Angel Di Maria dan Pablo Sarabia di kedua sisi sayap.

Baca juga: Prediksi Brest Vs PSG: Les Parisiens Waspadai Tuan Rumah

Kedua tim bertanding cukup sengit dan keras sejak babak pertama dimulai. Meski begitu, baik Brest maupun PSG sama-sama mengalami kesulitan untuk membongkar lini pertahanan lawannya. Hingga 30 menit laga berlangsung, tidak ada peluang berbahaya yang diciptakan kedua tim.

Pada menit ke-35, PSG sejatinya sempat mendapatkan peluang emas lewat Di Maria. Berawal dari sebuah skema serangan balik cepat yang dibangun Pablo Sarabia, Di Maria coba melepaskan sebuah tembakan keras dengan kaki kiri tapi kiper Brest dengan sigap berhasil menepisnya.

Angel Di Maria akhirnya benar-benar mencetak gol empat menit berselang. Melalui skema serangan balik cepat, Julian Draxler mengirim umpan terobosan ke Di Maria dari tengah lapangan. Dan dengan cerdik winger asal Argentina itu lalu melepas tendangan chip yang tidak bisa dijangkau kiper Brest. Babak pertama pun usai dengan skor 1-0 untuk PSG.

Memasuki paruh kedua pertandingan, laga masih berjalan alot. Kedua tim sama-sama kesulitan mengembangkan permainan. Bahkan sampai menit ke-60, Brest sebagai tuan rumah gagal melepaskan satu pun tembakan ke gawang.

Brest akhirnya berhasil mencetak gol penyama kedudukan. Sama seperti skema gol pertama PSG, berawal dari sebuah counter-attack, Samuel Grandsir yang menerima umpan pendek dari Yoann Court di area kotak penalti langsung melepaskan tendangan keras tanpa bisa ditepis oleh kiper Sergio Rico.

Baca juga: Vivagoal Bagi-bagi Jersey Gratis!

Dalam keadaan sama kuat, PSG lalu coba meningkatkan intensitas serangan. Di Maria sempat punya peluang emas pada menit ke-78 tapi tendangan kerasnya ke sudut sempit masih bisa ditepis kiper Brest. Icardi akhirnya muncul sebagai pahlawan kemenangan PSG.

Berawal dari kerjasama Julian Draxler dengan Eric-Maxim Choupo Moting di sisi kiri pertahanan tim tuan rumah, bola lalu dikirim ke tengah kotak penalti. Namun bek Brest yang bermaksud membuang bola berhasil direbut Icardi yang dengan tenang mengirim bola masuk ke gawang.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1  hanya di Vivagoal.com

5 Pemain Produk Gagal Manchester United dengan Harga Mahal

Vivagoal 5 FaktaManchester United adalah salah satu klub raksasa Eropa pada beberapa tahun terakhir ini. Tidak ada yang meragukan atas kesuksesan Manchester United di ajang domestik maupun Internasional.

Dominasi yang paling menonjol dari Setan Merah -julukan Manchester United- di beberapa kompetisi Eropa terjadi pada era kepemimpinan Sir Alex Ferguson.

Manchester United telah memenangkan kompetisi di kasta tertinggi sepak bola Liga Inggris sebanyak 20 kali sampai saat ini. Mereka bahkan telah unggul satu gelar dari Liverpool.

The Red Devils juga dengan mudah mendapatkan pemain bintang namun harganya terbilang murah pada masa kepemimpinan Sir Alex Ferguson. Pemain tersebut diantaranya Cristiano Ronaldo yang didatangkan dari Sporting Lisbon pada tahun 2003.

Baca Juga: 5 Pemain Kelas Dunia yang Pernah Bermain di Liga Indonesia

Cristiano Ronaldo datang dari Portugal menuju negeri Ratu Elizabeth dengan mengeluarkan kocek 12,24 juta Poundsterling atau sekitar 212 miliar Rupiah.

Kemudian ada juga striker andalan Manchester United, Wayne Rooney. Pihak manajemen The Red Devils hanya mengeluarkan uang 20 juta Poundsterling atau sekitar 347 miliar Rupiah untuk membawa Rooney dari Everton.

Dengan harga itu, Rooney mampu menjadi top skor sepanjang Manchester United dengan raihan 253 gol di semua ajang kompetisi yang diikuti oleh The Red Devils.

Usai era Sir Alex Ferguson selesai, Manchester United telah mengeluarkan banyak uang demi mendapatkan punggawa anyarnya. Namun sangat disayangkan, usaha mereka gagal total. Pemain cap mahal yang dikeluarkan oleh Manchester United malah gagal bersinar di Old Trafford.

Berikut VIGO akan merangkum dan menganalisa 5 pemain produk gagal Manchester United dengan harga mahal:

Di Maria Bantah Bertengkar Dengan Icardi di Laga Kontra Angers

Vivagoal Ligue 1Penyerang sayap Paris Saint-Germain, Angel Di Maria, membantah kabar jika dirinya terlibat ribut-ribut dengan penyerang anyar PSG, Mauro Icardi saat Les Parisiens meraih kemenangan 4-0 atas Angers di laga pekan ke-9 Ligue 1 Prancis, Minggu (6/10/2019) dinihari WIB.

Berdasarkan laporan dari Bleacher Report, Mauro Icardi dan dan Di Maria tertangkap kamera terlibat adu mulut singkat di lapangan saat jeda babak kedua laga kontra Angers. Kedua pemain asal Argentina tersebut kabarnya saling melontarkan makian satu sama lain.

“Soal operan itu, kamu (Icardi) jangan macam-macam dengan saya, jangan cari masalah!” kata Di Maria kepada Icardi berdasarkan rekaman Movistar+.

Berdasarkan cuplikan ucapan dari video Movistar+ itu, Icardi kemudian emosi dan membalas Di Maria tak kalah sengit, ‘Oke, kalau itu mau kamu (Di Maria), oke, cukup!’

Baca Juga: Satu Gol dan Dua Assist Pemain Ini Menangkan PSG 4-0 Atas Angers

Di Maria sendiri langsung melontarkan bantahan jika dirinya terlibat pertengkaran dengan eks penyerang Inter Milan itu. Di Maria bahkan mengaku dirinya sama sekali tidak mendengar Icardi memaki dirinya.

“Icardi sudah beradaptasi dengan baik disini. Namun kami sedikit terganggu dengan rumor bahwa ada perselisihan antara saya dengan dirinya. Saya hanya bisa tersenyum mendengar desas-desus itu.” ujar Di Maria.

“Tidak ada masalah antara saya dan Icardi. Saya juga tidak mendengar ucapan Icardi saat itu,” jelasnya seperti dilansir dari Marca.

“Menurut saya, kabar seperti itu muncul karena Icardi adalah sosok yang terkenal di tim, dan buat saya menjadi sangat wajar ketika ada rumor yang terus mengaitkan dirinya.” Di Maria menambahkan.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS