Home Tags Arema FC
SQUAD
Player Position Nationality Age
STANDINGS
2019-19 Super League
Club GP W D L GD Pts
Bali United 34 19 7 8 13 64
Persebaya Surabaya 34 14 12 8 14 54
Persipura Jayapura 34 14 11 9 9 53
Bhayangkara FC 34 14 11 9 8 53
Persepam Madura Utd 34 15 8 11 11 53
See Complete Standings
FIXTURES

Tag: Arema FC

Arema FC Tak Permasalahkan Kondisi Liga 1 Dilanjutkan

Vivagoal – Liga Indonesia – Pihak manajemen Arema FC tidak merasa gundah bila kompetisi Liga 1 2020 akan segera digelar pada Oktober mendatang.

Ruddy Widodo selaku General Manager Arema FC menilai bahwa anak asuh Mario Gomez sangat optimis untuk melanjutkan Liga 1 2020 agar digelar sesuai rencana.

“Kami semua Tetap optimis terkait kompetisi yang akan digelar pada bulan Oktober. Saya mengira hal itu akan segera berjalan sesuai dengan rencana. InsyaAllah kedepannya kondisi akan jauh lebih baik dari pada saat ini,” jelas Ruddy Widodo.

Ruddy juga tidak mempermasalahkan bila kondisi Jawa Timur saat ini termasuk kota Malang merupakan salah satu zona merah yang telah ditetapkan oleh BNPB. Namun, Ruddy dapat menjamin bahwa Arema bisa menggelar laga kandang di Kota Malang.


Baca Juga:


“Intinya disini kami tetap akan menggelar pertandingan di Stadion Kanjuruhan atau stadion Gajayana. Itu merupakan kandang kami sendiri,” jelasnya.

“Yang pasti kami akan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat untuk meminimalisir resiko penularan virus Corona ke penonton,” pungkasnya.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Arema Terpaksa Pangkas Bonus Para Pemain, Ada Apa?

Vivagoal – Liga Indonesia –  Pandemi Corona nyatanya berdampak panjang bagi Arema FC. Selain melakukan penyesuaian gaji pelatih dan pemain, manajemen Singo Edan berencana memangkas nilai bonus ketika Liga 1 2020 kembali digelar.

“Selain penyesuaian gaji, manajemen juga berencana memangkas bonus-bonus. Bonus tetap ada, tapi nilainya tidak sama seperti kondisi nornal,” ungkap General Manager Arema FC Ruddy Widodo.

Selain itu, Ruddy juga mengatakan ada banyak fasilitas yang akan terdampak akibat dari krisis finansial karena pandemi corona. Fasilitas rumah jadi salah satu yang mengalami penyesuaian.

“Fasilitas rumah yang biasanya dalam kondisi normal mungkin nilai sewanya bisa Rp 100 juta, tetapi karena ada Covid-19 ini dipangkas tinggal Rp 60 juta,” tambah Ruddy.


Baca Juga: 


Meski demikian, Ruddy memastikan langkah manajemen telah terlebih dahulu berhitung sebelum memutuskan melakukan pemotongan. Dia beranggapan, pemotongan yang dilakukan masih berada di dalam batas wajar.

“Pemangkasan ini masih memperhatikan harga pasar dan kelayakan. Jadi tidak asal kami pangkas,” tuturnya.

Karenany, Ruddy mengharapkan dana-dana komersial dari operator PT Liga Indonesia Baru (LIB) bisa segera dicairkan untuk membantu finansial klub.

“Kami berharap PT LIB bisa mencairkan dana komersial. Bagi klub-klub, dana saat ini sangat berarti. Apalagi kompetisi berhenti, otomatis sumber dana dari penjualan tiket Mandek. Lalu pihak sponsor juga masih menjadwal ulang dana pencairan,” tutupnya.

Selalu update berita terbaru seputar  Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Arema Minta Turnamen Pemanasan Sebelum Liga 1 Kembali Bergulir Oktober Mendatang

Vivagoal – Liga Indonesia – Arema FC mengusulkan agar PSSI menggelar turnamen pemanasan jika Liga 1 akan digulirkan pada Oktober 2020.

Sebagaimana yang diketahui, PSSI sudah mengumumkan rencananya menggulirkan kembali Liga 1 dan Liga 2 antara bulan September atau Oktober 2020. Manajer Umum Arema FC, Ruddy Widodo mengatakan bahwa pihaknya lebih setuju kompetisi dilanjutkan pada September. Tapi andai Liga 1 ternyata digelar pada Oktober, Arema FC juga tidak masalah.

Akan tetapi, Ruddy berharap sebelum itu, PSSI sebaiknya mengadakan turnamen pemanasan guna merelaksasi otot para pemain yang sudah tidak bermain sejak sejak pertengahan Maret 2020 biar bisa meminimalisir cedera.

“Tidak ada masalah jika Oktober, asal ada turnamen di bulan September. Turnamen apa pun itu, asal bisa digunakan oleh tim-tim sebelum kembali berkompetisi, karena pemain sudah lama berlibur,” kata Ruddy dilansir dari Wearemania.

Lebih lanjut, Ruddy juga menjelaskan bahwa turnamen pemanasan bisa sekaligus sebagai ajang uji coba penerapan protokol kesehatan selama pertandingan. Hal itu, kata Ruddy, bisa untuk mengetahui apa yang kurang dari protokol kesehatan.


Baca Juga:



“Turnamen pemanasan juga bisa dijadikan test case bagi penerapan protokoler kesehatan. Nanti apa yang kurang bisa diperbaiki sebelum diterapkan sepenuhnya di Liga 1 2020,” jelas Ruddy.

“Jadi karena belum ada jadwal pertandingan terbaru, saya pikir masih ideal. Tidak masalah, dalam rentang waktu Oktober sampai April tidak ada libur kompetisi, yang penting kompetisi bisa jalan terus,” tutupnya.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Arema Minta Protap Kesehatan Jangan Sampai Hilangkan Gairah Sepakbola

Vivagoal – Liga Indonesia – Protap kesehatan yang bakal diterapkan dalam pertandingan Liga 1 diharapkan tidak menghilangkan hakikat sepakbola. Hal tersebut disampaikan oleh Manajer Umum Arema FC, Ruddy Widodo, terkait rencana PSSI melanjutkan kembali kompetisi dengan protokol kesehatan.

Sebelumnya, pada Jumat 19 Juni 2020, PSSI mengumumkan kelanjutan Liga 1 dan Liga 2 bakal mulai digelar pada September atau Oktober 2020. Dalam pengumuman itu, PSSI juga menyampaikan bahwa kompetisi akan dihelat sesuai dengan protokol kesehatan.

Ruddy sendiri tidak mempermasalahkan adanya protap kesehatan dalam setiap pertandingan Liga 1 2020. Namun, ia menekankan agar protokol tersebut jangan sampai menghilangkan inti permainan sepakbola.

“Protokol kesehatan dilaksanakan dengan ketat, tetapi tidak perlu ketat sekali. Intinya jangan sampai protokol kesehatan itu menghilangkan hakikat olahraga dari sepakbola itu sendiri.” ucap Ruddy seperti dilansir dari Wearemania.

“Ada hal dalam protokol kesehatan yang bisa dilakukan, ada pula hal yang tidak bisa dilakukan saat ini. Misalnya, pemain tidak bisa me-marking lawan dengan ketat karena terikat aturan Physical Distancing,” jelas Ruddy lagi.


Baca Juga: 


Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, dalam laman PSSI juga sempat mengatakan bahwa Menteri Kesehatan Dr Terawan menyebut penonton boleh hadir dalam kegiatan olahraga tapi dengan aturan-aturan ketat. Meski begitu, PSSI masih mengkaji penonton dalam setiap pertandingan sepakbola.

Terkait hal itu, Rudy merasa sekalipun Liga 1 digelar dengan jumlah penonton yang dibatasi, ia memprediksi stadion tetap bakal sepi karena para penonton juga masih takut untuk berkumpul.

“Coba nanti diterapkan misalnya jumlah penonton maksimal 50 persen dari kapasitas stadion, saya tidak yakin kuotanya akan memenuhi. Semua sekarang sedang recovery, termasuk suporter sepakbola. Butuh adaptasi tiga hingga empat pertandingan, itu pun belum ada jaminan ada gairah menyaksikan sepakbola di stadion,” tutupnya.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Kembali ke Lapangan, Gelandang Arema FC Ini Belum Capai Top Performa

Vivagoal – Liga Indonesia –  Tiga bulan lebih kompetisi Shopee Liga 1 2020 ditangguhkan. Seluruh pemain tercatat harus menjalani latihan mandiri di rumahnya masing-masing.

Hendro Siswanto, gelandang Arema FC merasakan dampak serius dari penundaan kompetisi terutama soal kondisi fisik. Hal itu dirasakannya usai pertama kali kembali bermian bola setelah kompetisi diliburkan.

“Iya kemarin sempat main bola di lapangan desa. Sakit semua karena tidak bermain bola teralu lama. Ini baru pertama pakai sepatu bola lagi dari 3 bulan kemarin. Sekalian pas lagi pulang dan main bersama teman-teman rumah.

“Makanya kemarin nyempatin main bola di lapangan biar tidak kaget kalau nanti sewaktu-waktu kumpul dan latihan. Padahal sudah jaga kondisi tiap hari saja merasa capek apalagi kalau tidak ngapa-ngapain,”kata Hendro Siswanto dikutip laman resmi Liga Indonesia.


Baca Juga: 


Arema FC sendiri meski belum mulai berlatih, sudah melakukan aktifitas. Sebagian staff klub diberitakan sudah kembali beraktifitas dengan mengikuti protokol New Normal.

Sebelum liga ditangguhkan lantaran pandemi Corona,  Singo Edan masih tertahan di posisi 12 klasemen sementara. Kini, PSSI dan PT. LIB selaku operator masih menggodok soal kepastian kelanjutan Shopee Liga 1 2020.

Selalu update berita terbaru seputar  Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Lama Absen, Mantan Kiper Arema Siap Merumput

Vivagoal – Liga Indonesia –   Mantan punggawa Arema FC, Kurnia Meiga mengaku siap tampil kembali di lapangan hijau pasca absen sejak tiga tahun silam. Ia menyampaikan kabar gembira tersebut melalui kanal Youtube Hanif dan Rendy beberapa waktu lalu.


Baca Juga:


Meski begitu, Meiga menyebut dirinya bisa saja tak bermain dengan Arema, tim yang sempat membesarkan namanya sejak 2008 hingga 2017 lalu. “Surprise.. insyaallah ada kabar baik. Bisa saja kita bermain sebagai kawan atau lawan,” ungkapnya diwartakan Goal Indonesia.

Sejak 2017, Meiga memang sudah tak lagi merumput di lapangan. Laga terakhirnya terjadi pada 23 Agustus 2017 kala Singo Edan melawan Barito Putera.  Saat ini, ia tengah menjaga kondisi kebugaran dengan berlatih secara mandiri di rumah,

Selain sempat menjadi andalan di level klub, nama Meiga juga kerap terlibat dalam Timnas Indonesua senior. Dalam beberapa gelaran di Piala AFF maupun Sea Games, kiper berdarah Betawi  selalu menjadi pilihan utama Timnas.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Tak Ada Slot Degradasi, Ini Jawaban General Manager Arema

Vivagoal – Liga Indonesia – Wacana terkait kompetisi Liga 1 2020 tanpa slot degradasi bila dilanjutkan pada September mendatang membuat pihak manajemen Arema FC buka suara.

Ruddy Widodo selaku manajer Arema FC menilai bahwa kompetisi akan tetap berjalan kompetitif walaupun tanpa ada slot degradasi.

“Kami pikir masih tetap akan berjalan dengan kompetitif Meskipun tidak ada degradasi. Hal ini dikarenakan tim yang menjadi juara berapa wakil Indonesia untuk pentas di di kancah Asia,” kata Widodo kepada media.

Klub berjuluk “Ongis Nade” itu pun juga tidak akan mengendurkan semangat untuk menjalani kompetisi. Menurut Widodo, target di masing-masing klub juga berbeda satu dengan yang lainnya.

“Contoh saja klub kami sendiri. Kami memiliki target untuk berlaga di kompetisi asia bukan untuk menghindari degradasi saja,” jelas Widodo.


Baca Juga:


“Usulan tersebut sudah kami pertimbangkan matang-matang sendiri. Kami menganggap bahwa Liga 1 akan tetap berjalan kompetitif Meskipun tidak ada peraturan degradasi.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Soal Kontrak Baru, Pelatih Arema Buka Suara

Vivagoal – Liga Indonesia –  Liga 1 2020 bakal dihelat kembali pasca jeda lantaran pandemic Corona. Kini, jelang digulirkannya kompetisi, manajemen Arema FC siap membuka negoisasi dengan para pemain dan staff tim secara keseluruhan.

Mario Gomez selaku pelatih Arema mengungkapkan hal tersebut. ia senang kompetisi bisa dihelat kembali pada September mendatang. Andai kembali berjalan, kompetisi siap rampung pada Juni mendatang. Artinya, negoisasi kontrak baru harus dibicarakan meningat mayoritas kontrak pelatih, pemain dan staff lain bakal rampung pada Desember mendatang.

“Baru-baru ini telah diputuskan September akan segera bergulir lagi,” ujar Gomez dalam wawancaranya dengan stasiun televisi Canal 2 Jujuy seperti diwartakan Goal Indonesia.

“Setelah berganti format (waktu) ada kemungkinan liga akan selesai pada Juni dari yang semula selesai September atau Desember bila sesuai jadwal. Tentu akan mendapat kesepakatan [kontrak] baru.”


Baca Juga:


Selain Gomez, tiga pemain asing Arema juga masih bertahan di Indonesia dan tak pulang ke negaranya. Karantina memaksa semua pemain, termasuk dirinya menetap di rumah. Kini, seiring kondisi yang sudah lumayan kondisif, berbagai kegiatan di luar rumah diperbolehkan asal mengikuti protokoler yang berlaku.

“Tapi sekarang semuanya telah dibuka lagi, dan mobilitas masyarakat hampir normal, karena tempat seperti restoran hanya buka sampai jam 8 malam. Di Indonesia, masyarakatnya selalu tersenyum, baik di saat ada masalah atau tidak. Itu yang saya suka dari negara ini.”

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Sejarah Dibalik Panasnya Derby Jatim Antara Persik Kediri vs Arema FC

Vivagoal – Liga Indonesia – Kesuksesan seorang pemain sepakbola tak hanya sekadar terus berlatih keras. Tapi juga tergantung keputusannya untuk berganti klub demi pengembangan karier, meski keputusan itu akan membuatnya dimusuhi para suporter dari klub sebelumnya.

Dan kondisi itulah yang dialami seorang Harianto pada musim 2002 silam. Dia merasakan betul dibenci bahkan dicap pengkhianat oleh para Aremania setelah memilih loyal kepada Iwan Budianto dengan ikut bergabung bersama Persik Kediri.

Pasalnya di Arema, Harianto sedang memasuki era keemasannya dan begitu dipuja para pendukung setia klub yang bermarkas di Stadion Kanjuruhan itu. Namun, demi membalas budi baik Iwan Budianto, Harianto memutuskan menyeberang ke Persik yang saat itu sebenarnya masih berkiprah di Divisi II.

Yang makin membuat publik Malang bertanya-tanya adalah karena nama dan prestasi Persik tak sementereng jika dibandingkan dengan Arema.

“Hampir setahun saya berpikir keras, sebelum memutuskan menerima ajakan bos Iwan. Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya saya gabung Persik. Padahal, saat itu saya bagus-bagusnya di Arema dan banyak diminati klub-klub besar Indonesia,” ungkapnya.

“Dengan bos Iwan, kami sudah seperti keluarga. Saya punya utang budi dengan beliau yang saya tak bisa ceritakan kepada publik. Jadi saya harus membalas kebaikan itu. Kalau mau cari uang dan karier, saya bisa saja menolak ajakan gabung Persik,” tambah Harianto.


Baca Juga:


Dalam perjalanannya, loyalitas Harianto ke Iwan Budianto itu berubah menjadi kesetiaan terhadap Persik. Hingga saat ini, ia bahkan dianggap sebagai salah satu legenda hidup klub berjuluk Macan Putih dan jersey nomor 12 yang kerap dipakainya kini sudah dipensiunkan untuk menghormati jasa-jasanya selama bermain untuk Persik.

Lebih lanjut, Harianto lantas mengungkapkan kepindahannya saat itu diikuti pemain lain seperti Johan Prasetyo, Suswanto, Khusnul Yuli, Siswantoro, Didit Thomas, Mecky Tata dan Sukrian jadi awal mula perseteruan Persik dan Arema yang dikenal dengan nama Derby Jatim.

“Kami pemain, pelatih, dan bos Iwan mulai dicap pengkhianat. Kepindahan kami ke Kediri jadi bibit keretakan hubungan dengan Arema dan timbulnya istilah Derby Jatim. Tapi menurut saya, label pengkhianat itu hanya bukti bahwa sebenarnya Aremania sangat mencintai kami. Mereka tak rela, kami pergi dari Arema.” jelas Harianto.

“Alhamdulillah, sekarang semua cap pengkhianat itu sudah tidak ada, dan hubungan saya dengan Aremania juga sudah baik, seperti tak pernah ada masalah,” tutupnya.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Dedik Setiawan Belum Tahu Kapan Bisa Come Back

Vivagoal – Liga Indonesia –   Dedik Setiawan mengungkapkan kondisi terbarunya pasca harus absen panjang akibat dibekap cedera lutut. Penyerang Arema FC tersebut mengaku kian mendekati pulih 100%.

Untuk diketahui, Dedik Setiawan menjalani operasi ligamen lutut kanannya pada medio November 2019 kemarin. Setelah proses pengobatannya berjalan lancar, pemain asal Dampit, Kabupaten Malang tersebut diharuskan menepi dari lapangan hijau enam hingga sembilan bulan lamanya.

Setelah enam bulan berselang, Dedik mengaku kondisinya sudah semakin bagus, meski ia masih harus menjalani terapi dengan ditemani fisioterapis Arema, Reta Arroyan. Namun kata Dedik, proses pemulihannya kali ini sudah tidak seintens seperti dulu lagi.

“Untuk cedera, Alhamdulillah, sudah tidak ada rasa sakit lagi. Mungkin saat ini masih terasa kaku saja. Kata dokter, memang untuk pulih perlu waktu enam sampai sembilan bulan.


Baca Juga:


“Saat ini, saya melakukan terapi sepekan sekali. Tapi ini sudah berkurang dari sebelumnya yang setiap hari,” ungkap Dedik.

Meski kondisi kebugarannya sudah semakin membaik, namun Dedik belum bisa memastikan kapan ia bisa kembali merumput. Sebab, ia harus menunggu sampai cederanya benar-benar pulih baru bisa kembali merumput.

“Untuk comeback, saya belum tahu kapan. Kalau proses pemulihan sudah benar-benar tuntas, pasti akan kembali ke lapangan. Tapi saat ini, sedikit-sedikit saya sudah bisa kembali ke lapangan,” jelas Dedik.

Selalu update berita terbaru seputar  Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS