Home Tags AS Roma
SQUAD
Player Position Nationality Age
M. Gonalons Midfielder France 31
M. Cardinali Goalkeeper Italy 19
Daniel Fuzato Goalkeeper Brazil 23
A. Mirante Goalkeeper Italy 37
D. Zappacosta Defender Italy 28
Juan Jesus Defender Brazil 29
C. Smalling Defender England 31
A. Kolarov Defender Serbia 35
M. Çetin Defender Turkey 23
D. Santon Defender Italy 29
F. Fazio Defender Argentina 33
Bruno Peres Defender Brazil 30
L. Spinazzola Defender Italy 27
Ibañez Defender Brazil 22
R. Calafiori Defender Italy 18
B. Cristante Midfielder Italy 25
L. Pellegrini Midfielder Italy 24
Gonzalo Villar Midfielder Spain 22
J. Veretout Midfielder France 27
J. Pastore Midfielder Argentina 31
A. Diawara Midfielder Guinea 23
A. Riccardi Midfielder Italy 19
E. Darboe Midfielder Gambia 19
H. Mkhitaryan Midfielder Armenia 31
D. Perotti Attacker Argentina 32
E. Džeko Attacker Bosnia and Herzegovina 34
N. Kalinić Attacker Croatia 32
Carles Pérez Attacker Spain 22
J. Kluivert Attacker Netherlands 21
F. Galeazzi Attacker Italy 19
M. Antonucci Attacker Italy 21
Pau López Goalkeeper Spain 26
C. Ünder Midfielder Turkey 23
A. Florenzi Defender Italy 29
G. Mancini Defender Italy 24
N. Zaniolo Midfielder Italy 21
P. Schick Attacker Czech Republic 24
STANDINGS
2019-20 Coppa Italia
Club GP W D L GD Pts
See Complete Standings
FIXTURES

Tag: AS Roma

MU Pangkas Banderol Smalling, Roma Siap Permanenkan Jasanya?

Vivagoal Liga InggrisManchester United dikabarkan rela memangkas harga jual Chris Smalling yang saat ini tengah dipinjamkan ke AS Roma.

Smalling yang dipinjamkan ke Roma selama satu musim ternyata mampu meyakinkan allenatore Paulo Fonseca. Bek tengah satu ini bahkan telah tampil sebanyak 28 kali di semua kompetisi bersama Roma dan menyumbang dua gol serta satu assist. Sebuah catatan impresif untuk pemain yang baru menjalani karir di Serie A.

Roma kemudian disebut ingin mempermanenkan jasa Smalling. Sang pemain juga berhasrat untuk bertahan di Italia dan enggan kembali ke Manchester United.

Namun Roma masih urung merealisasikan niatnya karena terbentur bandrol mahal dari Manchester United. Kala itu, Setan Merah dikabarkan tidak akan melepas Smalling di bawah angka 25 juta euro. Roma yang tengah mengalami kesulitan finansial kemudian memilih mundur.

Akan tetapi kabar terbaru dari Il Tempo, kubu Manchester United diklaim mulai melunak dan bersedia menurunkan harga Smalling menjadi 18 hingga 20 juta euro.


Baca Juga:


Angka tersebut tentu sudah sedikit murah bagi Roma. Hanya saja Serigala Ibu Kota itu hanya ingin mempermanenkan status Smalling dengan biaya yang bisa dicicil selama beberapa tahun. United pun masih pikir-pikir untuk menerima opsi ini.

Proses negosiasi yang berlarut-larut bisa membuat Roma gagal merekrut Smalling. Pasalnya Manchester United kabarnya ingin menawarkan Smalling ke klub Serie A lainnya, Juventus dan Inter Milan yang memiliki kemampuan finansial jauh lebih baik.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Bonaventura Capai Kesepaktan Dengan AS Roma

Vivagoal – Serie A – Gelandang AC Milan, Giacomo Bonaventura dilaporkan telah mencapai kesepakatan dengan AS Roma. Pria berusia 30 tahun itu pindah dengan status bebas transfer musim ini.

Giacomo Bonaventura bergabung bersama AC Milan pada enam tahun silam dari Atalanta. Pemain asal Italia itu perlahan mulai menjadi bagian penting sejak menjadi bagian Rossoneri. Namun dua musim terakhir Bonaventura kerap kali menghangatkan ruang perawatan.

Kontrak pria berusia 30 tahun itu pun dikabarkan akan habis pada 30 Juni nanti, namun pihak AC Milan enggan memperpanjang masa bakti mantan pemain Atalanta tersebut. Pihak Rossoneri pun mengincar pemain yang lebih muda sebagai pengganti Bonaventura.

Dilansir Football Italia, Meski sudah tidak muda lagi namun beberapa tim di Serie A tetap tertarik untuk mendatangkan Bonaventura dalam skuad mereka. Beberapa nama tim yang mencuat adalah, Atalanta, Torino, dan juga AS Roma.


Baca Juga:


Namun, Mino Raiola telah mengkonfirmasikan tim yang akan dituju oleh Bonaventura adalah AS Roma. Pasalnya pemain bernomor punggung lima itu menyepakati transfernya menuju Olimpico dengan nilai 2,5 juta euro atau setara dengan 37 Miliar rupiah.

Ia akan bergabung bersama Giallorossi dengan durasi kontrak selama tiga tahun. Di samping itu, sejak kedatangan Bonaventura di kubu AC Milan, ia telah mencatatkan 171 laga dengan menyumbangkan 34 gol dan 21 assist. 

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Bahagia di Roma, Mkhitaryan Enggan Kembali ke Arsenal

Vivagoal Serie A – Henrikh Mkhitaryan mengutarakan kebahagian bersama AS Roma. Sang pemain bahkan mengatakan harapannya untuk bisa terus bermain di sana.

Mkhitaryan memutuskan untuk melancong ke Italia setelah gagal bersinar di Premier League. Ia mendarat di Roma dengan status pemain pinjaman dari Arsenal.

Performa Mkhitaryan kemudian mulai membaik. Sempat diterpa cedera, pemain asal Armenia itu masih mampu mencetak enam gol dari total 17 pertandingan bersama Giallorossi. Jumlah gol tersebut sudah menyamai catatan Mkhitaryan di Arsenal musim lalu.

Melihat perkembangan Mkhitaryan, Arsenal mungkin akan tertarik untuk lebih memberikan kepercayaan padanya. Namun, Mkhitaryan mengatakan niatannya untuk tetap bertahan di Roma.

“Sejak hari pertama saya tiba di Roma, saya merasa sangat nyaman bersama klub ini, kotanya, dan tentu sangat bagus jika bisa terus bertahan di sini,” kata Mkhitaryan dikutip dari Mirror.

“Target kami adalah bisa lolos ke Liga Champions dan memenangkan gelar lainnya,” jelas pemain 31 tahun tersebut.


Baca Juga:


Lebih lanjut Mkhitaryan mengatakan jika Serie A kini telah jauh mengalami perkembangan. Liga yang sempat dipandang sebelah mata itu kini kian bergeliat terlihat dari bergairahnya bursa transfer di sana.

“Orang-orang banyak yang meremehkan Serie A, liga Italia, tapi sebenarnya sangat menarik untuk bermain di sini. Persaingan di liga semakin membaik dan ramainya bursa transfer telah membuktikan itu,” tutur pemain yang pernah berseragam Manchester United tersebut.

Roma dikabarkan siap mempermanenkan jasanya. Namun mereka cukup ragu melangkah karena banderol harga yang dipasang Arsenal serta usia Mkhitaryan yang tak lagi muda.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Dua Ujian Terbesar Loyalitas Totti di Roma

Vivagoal Serie A – Loyalitas Francesco Totti untuk AS Roma bisa jadi luntur andai ia gagal melewati dua ujian pada saat ia masih aktif sebagai pemain. Apakah itu?

Totti jelas layak menyandang predikat sebagai legenda AS Roma. Betapa tidak, selama 25 karirnya di dunia sepakbola, ia tidak pernah berganti kostum selain I Giallorossi.

Namun predikat tersebut bisa jadi tak ia dapatkan ketika ia salah mengambil keputusan di awal karirnya. Totti mengaku jika keluarga besarnya menyuruhnya untuk gabung ke kubu rival, Lazio.

“Ibu saya adalah seorang penggemar Lazio karena garis nenek saya. Saya bermain di Lodigiani dan saudara saya, Riccardo, memanggil saya dan orang tua saya untuk membicarakan dua pilihan saya,” ujar Totti kepada media Spanyol, Libero.

“Saya tidak ragu, ayah dan saudara saya mendukung pilihan saya ke Roma. Saya memilih Roma, tetapi keluarga saya lebih suka Lazio karena mereka akan membayar saya. Untungnya, saya membuat pilihan yang tepat,” tambahnya.

“Real Madrid memberikan tawaran kepada saya, dengan nilai sekitar 20 atau 25 juta euro, dan uang yang banyak untuk Roma. Saya 80 persen yakin akan hengkang, karena saat itu bukan periode terbaik saya di Roma,” lanjut Totti.

“(Real Madrid) memberi bayaran besar, apa pun yang saya inginkan bahkan nomor 10 milik Luis Figo, karena mereka akan menjualnya ke Inter. Di sana ada Raul yang merupakan kapten dan simbol klub. Dia yang mendapat bayaran terbesar,” lanjutnya.

“Siapa pun yang gabung (Real Madrid) harus dapat bayaran lebih kecil daripada Raul. Saya benar-benar harus memikirkannya. Pada akhirnya, Franco Sensi berbicara pada saya, kami mengklarifikasi semuanya, dan saya tetap bertahan,” tandasnya.


Baca Juga:


Selama berseragam Roma, Totti mencatatkan 785 kali dan mencetak 307 gol. Ia juga mempersembahkan lima trofi bergengsi bagi Roma, yakni satu trofi Serie A serta masing-masing dua gelar juara Coppa Italia dan Supercoppa Italiana.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Gaji Lebih Kecil dari Raul Gonzalez Jadi Alasan Totti Tolak Madrid

VivagoalLa Liga – Legenda AS Roma, Francesco Totti mengaku nyaris bergabung dengan Real Madrid. Namun ia menolak semua hal yang ditawarkan kubu Los Blancos karena satu hal.

Totti dikenal sebagai pemain yang begitu loyal kepada AS Roma. Sejak melakoni debutnya sebagai pesepakbola profesional tahun 1992 silam, Totti hanya mau memperkuat Il Giallorossi hingga akhirnya pensiun pada 2017 kemarin.

Namun, kesetiaan Totti ternyata sempat diuji kala Real Madrid datang memberinya tawaran bergabung pada musim 2004/2005. Totti sendiri tak menampik dirinya sempat tergoda dan nyaris pindah ke Spanyol.

Mantan kapten timnas Italia itu menyebut Madrid datang membawa proposal penawaran yang sangat menarik. Yang pertama, dia akan mendapat bayaran jauh lebih besar dari yang diperolehnya di Roma, plus nilai kontrak yang lumayan menggiurkan.

Namun satu hal, Totti tidak boleh meminta jabatan kapten termasuk gaji yang lebih tinggi dari yang didapat pangeran Bernabeu saat itu, Raul Gonzalez.

“Katakanlah saya punya niat 80% untuk gabung bersama Madrid. Apalagi saat itu, Roma tidak sedang dalam performa terbaiknya, meski Franco Sensi (eks presiden AS Roma) sudah melakukan segalanya buat saya.” ucap Totti seperti dilansir dari Marca.


Baca Juga:



“Real Madrid menjanjikan gaji yang lebih besar, mereka juga menawarkan kepada saya kontrak sebesar 25 juta euro, segalanya bisa untuk saya kecuali jabatan kapten karena Raul Gonzalez ada di sana.” tambah Totti.

“Raul adalah pemain yang harus bergaji lebih besar. Dia juga kapten, dan simbol dari Real Madrid. Dia harus dapat bagian yang paling banyak. Siapapun yang mau gabung ke Madrid, harus mau diberi bayaran lebih kecil daripada Raul.” Totti menuturkan.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Spalletti Ungkapkan Tak Pernah Melakukan Spesial Pemainnya

Vivagoal – Serie A – Luciano Spalletti yang sudah menjabat dua periode sebagai pelatih AS Roma mengungkapkan tak pernah memperlakukan seorang pemain dengan spesial termasuk pangeran Roma, Francesco Totti.

Kala pertama Luciano Spalletti menukangi AS Roma ialah pada tahun 2005-2009. Pada periode itu pencapaian Spalletti terbilang memuaskan. Pasalnya ia membawa Roma menjuarai Coppa Italia dua kali dan mampu menjadikan runner-up selama empat musim itu.

Kesuksesan Spalletti pada waktu itu tak lepas dari peranan penting sang pangeran Roma, Francesco Totti dalam skema permainan 4-2-3-1 miliknya. Dilansir Football Italia, kesuksesan posisi baru Totti mampu mengantarkan ia meraih gelar top skorer di musim 2006/2007.

Keputusan Spalletti merubah posisi bermain Totti bukan tanpa alasan. Pelatih asal Italia itu menjelaskan Totti selalu dapat diandalkan, ia dinilai mampu memaksimalkan peluang yang kerap kali berujung pada gol.

“Pada saat itu Totti selalu menjadi andalan saya di depan. Ia selalu berhasil menciptakan peluang dan dapat lolos dari kawalan bek lawan. Ia adalah ahlinya dalam memanfaatkan ruang,” ucap Spalletti.


Baca Juga:


Namun 2009, Spalletti memutuskan untuk meninggalkan Roma. Ia pun memilih tim raksasa asal Rusia, Saint Petersburg untuk mencari tantangan baru. Ia bertahan di Gazprom Arena selama lima musim, hingga memutuskan kembali ke Roma musim 2016/17 lalu.

Namun kembalinya ia ke Roma tidak memperlakukan spesial kepada sang kapten Francesco Totti sebagai pemain andalannya dahulu. Tapi hal itu diakui Spalletti sebagai bentuk tanggung jawabnya sebagai pelatih.

Kerap mencadangkan Totti diambil karena pemain bernomor punggung 10 itu kerap kali dilanda cedera. Meski begitu mantan pelatih Saint Petersburg itu berharap mantan pemain andalannya itu dapat sukses sebagai agen pemain.

“Saya rasa hubungan kami tetap sama. Tapi dua periode itu saya menunjukkan sikap yang berbeda. Kebutuhan tim adalah yang utama untuk saya. Saya berusaha memberikan sikap yang sama. Namun ada hal yang berbeda di sana.

“Dan ini selalu tentang tim. Saya berharap ia akan menjadi agen pemain baik. Suatu saat saya akan berjumpa dengannya dengan pekerjaan yang kita jalani masing-masing,” tutup Spalletti.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Bintang Armenia Buka Suara Terkait Masa Depannya

Vivagoal Serie A – Bintang sepakbola Armenia,  Henrikh Mkhitaryan dikabarkan ingin bertahan di AS Roma pasca masa peminjamannya dari Arsenal rampung di akhir musim ini.


Baca Juga:


Mantan punggawa Borussia Dortmund memang seakan lahir kembali kala mentas bersama I Lupo dari 13 laga yang dilakoni di Liga, ia sukses mengepak enam gol dan tiga assist. Kini menukil Corierre Dello Sports, sang pemain siap bertahan lebih lama lagi di Ibu Kota Italia.

Arsenal selaku tim pemilik juga nampak tak keberatan melepas mantan punggawa Man United itu. Gunners disebut siap melego pemainnya andai Roma siap meeas penawaran di angka 9 Juta Poundsterling.

Selain Mkhitaryan, Roma juga berupaya untuk mempermanenkan Chris Smalling dari Man Untied. Untuk pemain Inggris tersebut, United mematok angka di kisaran 25-30 Juta Pounds kepada Roma andai mereka tertarik mengikatnya lebih lama di Olimpico.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Pjanic: Seharusnya Saya Lebih Cepat Pindah ke Juventus

Vivagoal – Serie A – Gelandang Juventus, Miralem Pjanic mengakui bahwa Juventus adalah yang terbaik. Ia bahkan berharap sudah bergabung di Stadion Allianz sejak 2014 lalu.

Miralem Pjanic yang didatangkan Juventus dari Roma pada tahun 2016 lalu, kini Pjanic berhasil menjadi sosok gelandang ternama di Serie A. Kepindahannya dari Olimpico menuju Allianz ternyata berbuah manis, sejauh ini Pjanic telah meraih tiga scudetto, dua Coppa Italia dan satu Supercoppa Italia.

Dilansir Football Italia, Pjanic mengatakan kepada Sonny Anderson andai ia jauh lebih cepat berseragam Bianconeri mungkin Juventus akan menjadi yang terbaik, karena pada musim itu klub yang berdomisili di Turin ini dihuni pemain kelas wahid.

“Jika saya pindah ke Juventus dua tahun sebelumnya itu pasti sangat hebat. Saya pikir saya akan menjadi bagian tim terbaik kala itu. Karena ada Andrea Pirlo, Paul Pogba, Arturo Vidal, dan pemain bintang lainnya.

“Saat saya bermain bersama Roma, Juventus begitu memukau. Roma memang tim bagus tapi kami tidak selevel dengan Juventus. Juventus memiliki lingkungan yang hebat, sejak saat itu aku berkata pada diriku sendiri bahwa aku akan bergabung bersama Juve.


Baca Juga:


“Ketika anda memasuki ruang ganti Juventus anda akan melihat nama pemain legenda terpampang di sana, anda pasti akan mengatakan bahwa klub ini memiliki sejarah yang hebat. Ada DNA kemenangan di segala penjuru, klub ini hampir sempurna. Tapi itu karena Juve lebih bekerja keras dibanding yang lainnya,” ucap Pjanic.

Pemain berusia 30 tahun ini juga berambisi untuk membawa pulang trofi Liga Champion yang sudah lama dinantikan oleh Bianconeri. Ia yakin para koleganya hanya membutuhkan sedikit keberuntungan untuk dapat membawa gelar juara Champion itu ke Turin.

“Tujuan Juventus saat ini adalah untuk memenangkan Liga Champion. Kini kami menjadi satu dari lima atau enam tim yang akan membawa pulang trofi itu, kami hanya memerlukan sedikit keberuntungan agar seluruh punggawa dapat sejalan,” tutup pria bernomor punggung lima itu.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Valencia Persilahkan Alessandro Florenzi Angkat Kaki dari Mestalla

Vivagoal La Liga – Karier sepakbola bek kanan asal Italia, Alessandro Florenzi di Valencia bisa dibilang sangat mengecewakan. Alhasil, manajemen Los Che diberitakan tidak keberatan jika pemain berusia 29 tahun itu berniat pulang ke klub asalnya, AS Roma.

Alessandro Florenzi baru didatangkan ke Mestalla pada bursa paruh musim Januari 2020 dari AS Roma. Klub berlogo kelelawar tersebut mengaku tertarik dengan Florenzi berkat penampilan impresifnya bersama Il Giallorossi dengan torehan 18 penampilan plus satu assist.

Valencia sendiri merupakan klub pertama Florenzi di luar Italia setelah memulai karir profesionalnya di skuat senior AS Roma tahun 2012 silam. Dan selama setahun terakhir, Florenzi sebenarnya sudah dipercaya untuk mengenakan ban kapten tim.

Sayangnya, ekspektasi tinggi terhadap Florenzi pelan-pelan mulai sirna. Penampilannya di Valencia datar-datar saja. Total ia baru mengoleksi 3 penampilan bersama Los Che dengan rataan menit bermain hanya 36 menit.


Baca Juga:


Florenzi gagal menjadi pilihan pertama pelatih Albert Celades. Pelatih berusia 54 tahun itu lebih sreg memainkan Daniel Wass, Thierry Correia dan Cristiano Piccini di pos full-back kanan. Padahal, dari ketiganya itu, Cristiano Piccini sama buruknya dengan Florenzi, karena baru membuat 2 penampilan tanpa torehan gol maupun assist.

Dengan situasi yang tidak jelas di Valencia, Florenzi pun diberitakan oleh Football Italia mulai memikirkan untuk kembali ke AS Roma setelah kontraknya habis pada 30 Juni nanti. Manajemen Los Che sendiri tidak mempermasalahkan keinginan Florenzi jika ingin pergi dari Mestalla.

“Kami sementara menganalisa situasi Alessandro Florenzi, baru akan kami putuskan soal masa depannya. Benar ada opsi mempermanenkan, tapi saya belum tahu pasti. Namun, buat semua pemain yang memang mau hengkang, kami segera beri solusi terbaiknya buat mereka dan Valencia.” kata Mateu Alemany, Direktur Olahraga Valencia seperti dikutip dari Football Italia.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Fonseca; Menjadi Pelatih di Serie A Itu Sangat Berat

Vivagoal Serie A – Pelatih AS Roma, Paulo Fonseca mengaku jika setiap pertandingan di Italia begitu menguras tenaga dan pikiran karena setiap tim bermain dengan begitu taktis.

Penunjukan Fonseca sebagai pelatih AS Roma musim panas lalu cukup mengejutkan. Betapa tidak, pria asal Portugal tersebut terbilang cukup muda untuk menukangi tim sekelas Roma.

Fonseca sendiri tak menampik jika Serie A begitu berat. Serie A yang taktis membuatnya sadar tak bisa terlalu idealis.

“Tantangan terbesarnya adalah membangun tim baru. Sebelumnya, saya akan selalu fokus ke tim saya dan membiarkan tim-tim lain khawatir tentang perkembangan kami. Saya menyadari tak bisa melakukannya di sini,” ucap Fonseca kepada ESPN dikutip dari Football Italia.

“Saya harus menemukan keseimbangan antara prinsip-prinsip yang saya jaga dan realita atas apa yang dibutuhkan untuk bermain di Serie A. Di sini, Anda harus memikirkan bagaimana lawan bermain.”

“Kualitas dari kepelatihan dan taktik masing-masing lawan begitu tinggi, Anda tak bisa hanya fokus ke diri sendiri. Anda harus secara kontinyu menyesuaikan diri terhadap lawan. Itu mengejutkan buat saya.”

“Setiap pertandingan begitu menguras tenaga dan pikiran, sebuah tantangan nyata secara taktik. Setiap laga punya kisahnya masing-masing, Anda tak pernah bisa bersantai. Kami tak pernah tahu apa yang akan terjadi dengan tim lain. Anda selalu diap, tapi sulit untuk tahu persis bagaimana mereka akan bermain,” imbuhnya.


Baca Juga:



Fonseca kemudian mengenang wejangan dari Jose Mourinho yang mengatakan betapa sulitnya melatih klub Serie A.

“Dia [Mourinho] benar. Dan yang juga berbeda adalah setiap timnya ingin memainkan bola, tidak ada yang hanya berpikir soal bertahan, meski mereka semua tahu bagaimana caranya bertahan,” sahut Fonseca.

“Tim-tim di papan bawah bisa mengalahkan tim-tim di atas kapanpun dan itu adalah tanda positif. Liga ini sangat melelahkan, tapi juga merangsang. Saya merasa belajar banyak dan berkembang setiap pekannya,” ujarnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS