Tag: Bastian Schweinsteiger

Jose Mourinho Kesengsem Tangani Tim Tradisional Jerman

Vivagoal Bundesliga – Legenda hidup Bayern Munchen, Bastian Schweinstaiger menyebut jika Jose Mourinho sangat tertarik menangani FC Hollywood Bahkan, Basti menyebut jika Special One kerap mencari informasi terkini seputar Die Roten.

Tim asal Bavaria itu memang baru saja memberhentikan Niko Kovac dari kursi pelatih sehari pasca kalah dari RB Leipzig dengan skor 5-1 pada Sabtu kemarin. Kekalahan tersebut pun membuat Bayern tercecer di posisi keempat klasemen sementara. Nama Jose Mourinho pun disebut bakal masuk ke dalam kandidat calon pelatih Bayern Munchen.

Bahkan, rumor tersebut pun coba dipanaskan oleh Schweini. Pria yang pernah bekerja dengna Mou di musim 2016-17 menyebut jika Mourinho memiliki ketertarikan melatih tim asal Jerman.

“Saya bisa membayangkan Mourinho di Jerman. Saya ingat bahwa ia selalu bertanya kepada saya soal Bayern dan Bundesliga,” kata Schweinsteiger dikutip Bild.

“Ia benar-benar tahu semua pemain, bahkan dari tim terkecil sekalipun. Ia juga mempelajari bahasa Jerman. Ia belum pernah bekerja di Bundesliga. Jadi, dapat saya bayangkan ia akan tergoda untuk melatih di Jerman,” ujarnya.

Baca Juga: Legenda Bayern Sarankan Muller Berlabuh ke Inggris

Pasca menganggur Desember silam, Mou memang belum melatih tim manapun. Ia justru fokus menjadi pundit di Sky Sports. Selain Bayern, dua tim asal London Utara, Tottenham Hotspur dan Arsenal disebut menaruh minat kepada Senor Jose.

Selalu update berita bola terbaru seputar Bundesliga hanya di Vivagoal.com

Legenda Bayern Sarankan Muller Berlabuh ke Inggris

Vivagoal BundesligaLegenda Bayern Munchen, Bastian Schweinsteiger menyarankan kepada Thomas Muller agar hengkang dari Allianz Arena pada bursa transfeR Januari 2020 mendatang jika tak kunjung mendapat menit bermain yang reguler. Schweni juga menyarankan jika Muller lebih baik menerima pinangan United

Muller sejatinya masih kerap dimainkan dalam berbagai laga yang dilakoni Bayern di semua ajang. Namun, menit bermainnya lebih banyak didapatkan dari bangku cadangan. Selain itu, ia hanya bermian penuh dalam satu laga.

Bahkan, dari delapan pertandingan terakhir Bayern di semua kompetisi, Muller tercatat hanya dua kali jadi starter. Pelatih Bayern, Niko Kovac yang baru saja dipecat manajemen lebih sreg memainkan Philippe Coutinho alih-alih memasukan namanya ke tim utama.

Situasi yang dialami Muller ini ternyata diamati oleh Schweinsteiger. Ia menyebut pemain 30 tahun itu sebaiknya angkat kaki dari The Bavarians pertengahan musim ini jika mencari jatah main reguler. Schweinsteiger pun tak segan menyarankan Muller hengkang ke Manchester United, mantan klubnya sebelum memutuskan pensiun awal musim ini.

Baca Juga: CEO Bayern Beberkan Alasan Pecat Niko Kovac

“Situasinya berbeda ketika saya masih bermain di Bayern, Thomas bermain di setiap pertandingan, kemudian Van Gaal menghubungi saya dan memutuskan pindah ke MU tuk mencoba sesuatu yang baru.” ucap Schweinsteiger seperti dilansir dari Sport Bild.

“Perubahan suasana bagus untuk kariernya, begitulah yang terjadi pada saya. Thomas masih seorang pemain yang hebat. Waktu saya masih bermain, MU benar-benar menginginkannya,

Mungkin saatnya di mempertimbangkan tuk hengkang ke MU, dia masih sedikit lebih mudah untuk meninggalkan Munich.” tutupnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Bundesliga hanya di Vivagoal.com

5 Pemain Bintang yang Bermain di Luar Posisi Aslinya

Vivagoal5 Fakta – Situasi dan kondisi dalam sebuah pertandingan sepakbola terkadang memaksa para pemain harus bermain di luar posisi asli yang biasa mereka mainkan.

Tak semua pemain memang bisa menjalankan posisi barunya itu dengan sempurna. Ada yang berakhir dengan kegagalan, tetapi ada pula yang justru hingga kini menjadi sangat dikenal saat memainkan posisi barunya.

Perubahan posisi saat berada di lapangan tentu dipengaruhi oleh kualitas kemampuan taktik maupun teknik yang dimiliki sang pemain. Hal itu juga dapat berpengaruh pada cepat atau lambat mereka saat harus secara tiba-tiba berubah cara bermain.

Baca Juga: 5 Pemain Produk Gagal Manchester United dengan Harga Mahal

Instruksi untuk mengubah posisi bermain menjadi bagian dari profesionalitas para pemain. Kemampuan para pelatih dalam menilai talenta yang dimiliki oleh pemain pun tak kalah penting. Jika kurang tepat, tentu yang akan seluruh anggota tim di lapangan yang bakal terkena imbas.

Kita tentu sadar bahwa dua mega bintang saat ini, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, di awal karirnya tak langsung mendapatkan kebebasan saat mereka bermain. Saat di MU dan Sporting CP, Ronaldo lebih banyak bermain sebagai winger atau sayap kanan. Sementara Messi tak terlalu berbeda dengan Ronaldo, Ia pun lebih banyak di simpan di sisi sayap kanan Barcelona atau pun Argentina.

Berikut VIGO merangkum dan menganalisa 5 Pemain Bintang yang Bermain di Luar Posisi Aslinya:

Ketimbang Jadi Pundit, Schweinsteiger Disarankan Jadi Pelatih

Vivagoal BundesligaBastian Schweinsteiger baru-baru ini telah mengumumkan keputusannya tuk pensiun dari lapangan hijau. Tak lama berselang, Schweinsteiger mengumumkan pekerjaan barunya yakni sebagai pundit di salah satu stasiun televisi di Jerman. Tapi di mata mantan pelatihnya di Bayern, Ottmar Hitzfield menilai jika Schweinsteiger lebih cocok berkarir sebagai pelatih

Sebagaimana yang diketahui, Ottmar Hitzfeld adalah sosok yang berjasa mengorbitkan Schweinsteiger. Hitzfeld adalah orang yang memberikan debut profesional pertama kepada eks Toronto FC di skuat senior Bayer pada 2002 silam. Selama dua musim membesut Schweinsteiger, pria 70 tahun itu berpandangan bahwa mantan anak asuhnya tersebut punya potensi besar tuk menjadi seorang pelatih sukses.

“Schweinsteiger telah sangat berkembang, dia sosok yang tahan banting, dan dapat menyampaikan sesuatu dengan sangat baik. Saya pikir dengan semua pengalaman selama ini, dia bisa jadi seorang pelatih yang hebat.” ucap Ottmar Hizfeld seperti dilansir dari Sport Bild.

“Semasa dia masih aktif bermain, Schweinsteiger adalah seorang pemain yang punya rasa ingin tahu luar biasa. Selain itu, dia juga punya pemahaman taktik yang bagus.” tambahnya.

Baca Juga: Terungkap! Alasan Lucas Hernandez Pilih Bayern Munchen

Secara pribadi, Schweinsteiger memang tidak terlalu berminat jadi pelatih. Hal itu sudah sempat diutarakannya dalam sebuah wawancara bersama Marca pada awal tahun ini.

“Saya tidak melihat saya berada di peran itu setelah pensiun. Para pelatih dipecat disana-sini, tidak peduli seberapa besar nama yang mereka sandang. Tapi saya pribadi tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan.” jelas Schweinsteiger kala itu.

Selalu update berita bola terbaru seputar Bundesliga hanya di Vivagoal.com

Bayern Tawarkan Jabatan Di Level Manajerial Tuk Schweinsteiger

Vivagoal Bundesliga – Bastian Schweinsteiger sepertinya tidak perlu pusing memikirkan masa depannya setelah memutuskan gantung sepatu. Mantan klubnya, Bayern Munchen meminta Schweinsteiger kembali tuk mengisi jabatan di manajerial.

Kesediaan Bayern menampung kembali Schweinsteiger yang pernah 13 musim bermain di Allianz Arena diungkapkan langsung oleh CEO Die Roten, Karl-Heinz Rummenigge.

Baca juga: Pavard Tengahi Kisruh Munchen dan Timnas Prancis

Menurut Rummenigge, dirinya selalu terbuka untuk semua para legenda klub yang ingin terus mengabdi di Bayern.

“Karier yang begitu hebat dari seorang Schweinsteiger telah mencapai titik akhir. Dia telah meraih segalanya dalam sepakbola. Di sisi lain, dia juga seorang pria hebat. Dan pintu Bayern selalu terbuka untuk orang-orang hebat.” ucap Rummenigge dilansir dari laman resmi Bayern.

“Bayern selalu tertarik untuk mengingat para mantan pemain yang begitu melegenda di klub. Contohnya seperti Schweinsteiger yang mana saya akan sangat senang jika dia mau kembali bersama kami.” lanjutnya.

Sebagai informasi, Die Roten saat ini memang sedang getol memanggil pulang para mantan pemain andalannya yang sudah pensiun untuk memegang jabatan strategis di klub. Sebelumnya ada Miroslav Klose yang kini menangani tim Bayern U-17, Martin Demichelis membesut tim U-19, Niko Kovac di level senior dan Hazan Salihamidzic sebagai direktur olahraga.

Baca juga: Bastian Schweinsteiger Gantung Sepatu

Selain itu, ada juga Lothar Mattheus, Giovane Elber dan Luca Toni yang diplot sebagai duta untuk mengkampanyekan Bayern di seluruh dunia. Terakhir, mantan kiper nomor satu Bayern, Oliver Kahn yang tidak lama lagi bakal jadi CEO menggantikan Rummenigge pada 2021 mendatang.

Selalu update berita bola terbaru seputar Bundesliga hanya di Vivagoal.com

Bastian Schweinsteiger Gantung Sepatu

Vivagoal BundesligaBastian Schweinsteiger resmi pensiun dari lapangan hijau. Pesepakbola asal Jerman tersebut mengakhiri statusnya sebagai pemain setelah berkarier 20 tahun.

Keputusan Schweinsteiger untuk gantung sepatu ini diumumkan langsung melalui akun twitter pribadinya, @BSchweinsteiger. Mantan pemain Bayern Munchen tersebut menutup karier bersama Major League Soccer (MLS), Chicago Fire.

“Teruntuk para fans, tiba juga saatnya saya akan mengakhiri karier aktif saya di akhir musim ini,” tulis Schweinsteiger.

Sebagai informasi, Schweinsteiger merupakan salah satu pesepakbola Jerman paling ikonik. Musim debutnya di tim senior Die Roten dimulai pada tahun 2002 di era kepelatihan pelatih Ottmar Hitzfeld.

Baca Juga: Lawan Argentina, Ter Stegen Berambisi Gusur Posisi Neuer

!3 tahun berseragam Die Roten, Schweinsteiger berhasil membukukan 68 gol dan 100 assist dari 500 penampilan di semua kompetisi.

Torehan gelarnya tidak perlu ditanya lagi, ada delapan gelar juara Bundesliga, tujuh trofi DFB-Pokal, serta satu trofi Liga Champions menjadi sebagian dari sederet prestasi yang pernah diukir pria kelahiran Kolbemoor, Jerman itu.

Di level timnas, gelandang tangguh itu sukses membawa Timnas Jerman menjuarai Piala Dunia 2014 dan menduduki peringkat ketiga Piala Dunia 2006 dan 2010. Sementara di level Eropa, Schweinsteiger membantu Jerman menjadi runner-up pada Euro 2008.

Selalu update berita bola terbaru seputar Bundesliga hanya di Vivagoal.com

5 Duet Kapten dan Wakil Kapten Terbaik Di Dunia, Siapa Saja?

Vivagoal Berita Bola – Banyak pemain yang memiliki jiwa kepemimpinan untuk mewakili tim di atas lapangan. Ada beberapa kriteria yang harus dimiliki seorang kapten klub mulai dari leadership yang mumpuni, mampu menterjemahkan instruksi pelatih kepada rekan satu tim dan meredam berbagai konfrontasi yang terjadi di lapangan. Biasanya, seorang kapten akan menjadi representasi tim saat laga berlangsung.

Seorang kapten sejatinya adalah pemain yang menanggung beban untuk mengangkat moral pemain kala tim mengalami kekalahan ataupun memenangkan laga. Biasanya, seorang kapten bertanggung jawab baik di dalam maupun luar lapangan. Dalam jagad sepak bola, ada beberapa nama yang memiliki karakter kepemimpinan yang mumpuni seperti Franz Beckenbauer, Paolo Maldini, Bryan Robson, Didier Deschamps, dan lain sebagainya.

Biasanya, meskipun tak selalu mutlak, mereka yang dipilih sebagai kapten mayoritas bermain di lini tengah maupun lini bertahan. Dalam dua posisi tersebut, seorang kapten biasanya bisa dengan mudah memberikan instruksi kepada pemain dari lini belakang hingga lini depan.

Meski demikian, jika seorang kapten tersebut berhalangan tampil, sebuah klub atau kesebelasan juga harus memiliki sosok wakil kapten yang kemampuannya sebanding dengan kapten utama mereka. Biasanya sosok ini memiliki pengaruh yang cukup signifikan di ruang ganti. Contoh paling signifikan adalah Gary Neville. Di United, ia memiliki jabatan sebagai wakil kapten Roy Keane. Sebagai “anak asli Manchester” yang sudah membela United sejak remaja, dirinya jelas disegani. Bahkan banyak pihak menilai dirinya merupakan orang ketiga di United setelah Alex Ferguson dan Roy Keane.

Lantas, siapa saja duet kapten dan wakil kapten terbaik yang pernah ada di dunia sepak bola? Vivagoal akan memaparkan daftarnya.

Munchen Minta Schweinsteiger Jadi Direktur Klub

Vivagoal Bundesliga – Bastian Schweinsteiger  diminta kembali ke Bayern Munchen jika kontraknya habis di Chicago Fire. Menariknya, Schweinsteiger tidak ditawari untuk menjadi pemain. Die Roten meminta  Schweinsteiger kembali untuk menjadi petinggi klub.

Sport Bild mengatakan nantinya Schweinsteiger diproyeksikan bakal mengisi posisi direktur klub. Dimana terpilihnya Schweinsteiger tak lain karena rekomendasi dari eks pelatih FC Hollywood, Ottmar Hitzfeld dan Jupp Heynckes.

Keduanya menilai, Schweinsteiger punya kapasitas mumpuni untuk posisi tersebut. Dimana mereka pernah sukses kala mengangkat Hazan Salihamidzic sebagai direktur olahraga.

Menanggapi kabar tersebut, Schweinsteiger mengaku masih ragu untuk mengambil tawaran tersebut. Tapi ia tak menutup kemungkinan akan menerima tawaran tersebut di masa mendatang.

“Saya masih berstatus sebagai seorang pemain dan saya menghargai apa yang ditawarkan Munchen. Tapi saya biasanya mengambil keputusan nanti pada musim gugur. Ini hanya soal kapan, bagaimana dan dimana saya melanjutkan semuanya,” ujar Schweinsteiger dilansir dari TZ.

Schweinsteiger sendiri kini bermain di klub MLS, Chicago Fire dimana kontraknya akan habis pada Desember mendatang. Dia memutuskan pindah ke Amerika setelah kontraknya di Manchester United tidak diperpanjang pada 2017 silam.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com

Schweinsteiger Kenang Rivalitas Bayern dan Madrid di Liga Champions

Vivagoal – Persaingan memperebutkan gelar Liga Champions musim ini membuat Bastian Schweinsteiger bernostalgia. Pria 34 tahun itu teringat saat-saat dirinya masih bermain di ajang Liga Champions bersama Bayern Munchen dan harus bersaing dengan Real Madrid.

Musim ini, persaingan memperebutkan trofi si Kuping Besar dijamin akan berlangsung sengit. Real Madrid sebagai juara bertahan akan menghadapi tantangan si kuda hitam, Ajax Amsterdam di babak 16 besar Liga Champions.

Selain itu, tim-tim seperti Paris Saint-Germain, Barcelona, Liverpool, Manchester City dan Bayern Munchen juga akan saling mengalahkan lawannya masing-masing untuk terus meramaikan persaingan perebutan gelar juara Eropa musim ini.

Ketatnya persaingan tersebut membuat Schweinsteiger menyamakannya dengan pertarungan Bayern Munchen dan Madrid di masa lampau. Saat masih berkostum Bayern, Schweinsteiger menghadapi Los Blancos sebanyak delapan kali di ajang Liga Champions.

Meskipun demikian, yang paling seru menurut Schweinsteiger adalah di babak semi-final Liga Champions tahun 2012. Bayern saat itu lolos ke final Liga Champions usai menyingkirkan Real Madrid lewat babak adu pinalti, usai kedua tim terus menerus berimbang 3-3 secara agregat. Di babak tos-tosan, Bayern menang 3-1.

Selang dua tahun kemudian, Madrid berhasil balas dendam dengan menyingkirkan FC Hollywood di babak yang sama.

Schweinsteiger yang saat ini bermain di kompetisi MLS bersama Chicago Fire tak menampik jika duel melawan raksasa Spanyol itu termasuk yang paling ia nikmati dalam karier sepakbolanya.

“Ya, kami (Bayern) adalah pesaing berat Madrid. Dan orang-orang senang melihat rivalitas antara dua tim hebat, kami menang dan kalah, tapi saya begitu menikmati persaingan itu.” ujar Schweinsteiger seperti dilansir dari Marca.

“Kami terus berusaha menjaga momentum, dan selalu mencoba untuk memenangi setiap pertandingan melawan Madrid, dan para pemain Bayern tahu itu.” Schweinteiger menambahkan.

Selalu update berita bola terkini seputar sepakbola dunia hanya di vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS