Tag: Berita Liga Inggris

United Siap Pulangkan Bintang Belanda di Bursa Mendatang

Vivagoal – Liga Inggris –  Manchester United kabarnya mempertimbangkan untuk membawa kembali mantan pemain mereka, Memphis Depay kembali ke Old Trafford ungkap Direktur Lyon, Juninho.

Sebelumnya, Depay pernah bermain bersama Red Devils pada medio 2015-2017. Sayangnya, semasa bermain di United, Depay gagal menampilkan permainan gemilangnya seperti di PSV Eindhoven.

Ia sempat digadang akan menjadi bintang masa depan United, terlebih saat itu Depay telah menggunakan nomor punggung tujuh yang identik dengan deretan para pemain hebat sebelumnya. Total Ia hanya bisa mencetak tujuh gol dari 53 penampilannya di semua ajang.

Pasca pindah ke Ligue 1 bersama Lyon di tahun 2017, Depay seakan terlahir kembali. Ia lambat laun bisa menunjukan kualitasnya sebagai salah satu winger terbaik di Eropa. Kala itu Depay ditransfer Lyon dari United dengan nilai 16 juta pounds atau sekitar 289 miliar rupiah.

Baca Juga : Kalahkan Brighton, Man United Seharusnya Bisa Cetak Delapan Gol Lagi

Di musim ini, Depay telah mencetak tujuh gol dari 10 pertandingan bersama Lyon, meski sempat mengalami masalah di awal musim.

Tetapi Pelatih Tim Nasional Belanda Ronald Koeman justru memiliki pandangan sendiri pada Depay. Menurutnya Depay akan lebih baik jika dirinya bermain untuk tim yang lebih besar.

Berkat penampilannya bersama Lyon itu, Depay memang dikabarkan telah menerima beberapa tawaran dari klub besar Eropa. Hal itu dikatakan oleh Direktur Klub, Juninho, menanggapi ketertarikan klub lain, termasuk Manchester United.

“Manchester (United) mendapat prioritas jika beberapa klub mengatri untuk merekrutnya,” ujar Juninho dalam situs resmi Lyon dilansir One Football.

“Tapi kami sama sekali belum menerima tawaran sejauh in. Ia terlihat senang berada di Lyon.

Juniho menambahkan pihak klub memiliki rencana untuk membicarakan perpanjangan kontrak Depay di akhir tahun nanti. Kontrak Depay sendiri bakal segera habis di musim depan.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Klopp Ingin Liverpool Ciptakan Hal yang “Tak Mungkin”

Vivagoal – Liga Inggris – Pelatih Liverpool Jurgen Klopp mengatakan bahwa kemenangan 3-1 The Reds atas Manchester City akhir pekan lalu, baru awal dari usaha mereka mengejar gelar Premier League yang terakhir diraih 30 tahun lalu.

Untuk sementara Liverpool duduk dengan nyaman di puncak klasemen dengan 34 poin. Mereka unggul delapan angka dari Leicester dan Chelsea di peringkat dua dan tiga tabel klasemen Premier League.

Klopp yakin penampilan mereka itu belum sempurna untuk mencapai sesuatu yang tidak mungkin dan sadar jalan mereka untuk meraih gelar masih panjang. Sejauh ini, Liverpool telah memenangi 11 dari total 12 laga Premier League.

“Ini hanya permulaan, semua orang tahu itu. Jika kamu mengatakan pada saya bahwa kamu bisa memiliki 34 poin, cukup sulit tapi kami bisa melakukannya,” ujar Klopp dilansir One Football.

Baca juga: Vivagoal Bagi-bagi Jersey Gratis!

Ia berharap anak asuhnya itu bisa terus menjaga kondisi, khususnya saat jeda internasional. Hal itu terkait laga berat yang telah dijalani Liverpool melawan The Citizen lalu.

“Saya harap mereka bisa kembali tanpa cedera untuk menghadapi Crystal Palace berikutnya. Mari berharap kami bisa terus melanjutkan sesuatu yang terbaik,” tambah Klopp.

Jeda internasional memang beberapa kali menjadi momok menakutkan bagi para klub. Tak jarang para pemain mereka sampai mengalami cedera yang parah.

Menurut beberapa pihak, kebugaran serta permasalahan cedera memang menjadi salah satu tantangan bagi Liverpool. Karena hal itu lah yang nantinya bisa menjatuhkan mereka jika tak memiliki solusi yang konkret.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Lacazette Ungkap Masalah yang Sedang Dialami Arsenal

Vivagoal – Liga Inggris – Rentetan hasil negatif yang dialami Arsenal dalam beberapa waktu terakhir membuat mereka kehilangan percaya diri. Hal itu diutarakan langsung oleh penyerang mereka, Alexandre Lacazette.

The Gunners baru saja mengalami kekalahan menyakitkan dari Leicester 2-0 Sabtu (9/11) lalu. Hasil itu memperpanjang laga tanpa kemenangan Arsenal menjadi lima laga di semua ajang.

Penyerang mereka Alexandre Lacazette berharap waktu jeda internasional selama dua minggu harus digunakan dengan maksimal oleh timnya. Ia berharap Arsenal segera melakukan pembenahan untuk mencari kembali rasa percaya diri mereka yang mulai hilang.

“Kami kehilangan percaya diri dan membutuhkan jeda internasional. Saya harap kami akan segera pulih dan bekerja lebih keras dari sebelumnya untuk mencari kepercayaan diri kembali,”ujar Lacazette dilansir One Football.

Menurutnya, seluruh tim merasa sangat kecewa. Ia menuturkan bahwa Arsenal memilki kesempatan bagus untuk meriah kemenangan, khususnya di babak pertama saat melawan Leicester lalu tetapi gagal mencetak gol.

“Kami harus kembali bekerja terus setiap hari. Tapi saya pikir kami tidak bermain buruk, kami hanya gagal memanfaatkan kesempatan yang ada di babak pertama,”ungkapnya.

Baca Juga : Xhaka Sebut Fans Arsenal Bawa Pengaruh Buruk terhadap Pemain

Arsenal saat ini harus rela terlempar dari peringkat empat besar liga. Mereka baru mengumpulkan 17 poin dari 12 laga, terpaut delapan angka dari peringkat empat Manchester City dengan 25 poin.

Sejak musim 2016/17, Arsenal hanya bermain kompetisi di kasta ke dua Eropa, Europa League. Keinginan bermain kembali di Liga Champions menurut Lacazette bisa menjadi cambukan bagi rekan-rekannya.

“Kami ingin berada di peringkat empat besar. Walaupun hal itu akan sangat sulit.

“Waktu masih cukup panjang sampai akhir musim dan kami akan terus bekerja keras untuk meraihnya,”tambahnya.

Laga Arsenal berikutnya akan menghadapi Southampton (23/11) mendatang. Kemenangan akan sangat dibutuhkan tim London Utara itu mengingat mereka akan bermain di kandang sendiri.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Wijnaldum Ingatkan The Reds Belajar Hal Ini

Vivagoal – Liga Inggris – Pemain Liverpool, Georginio Wijnaldum meminta Liverpool untuk menerapkan pelajaran yang mereka dapatkan dari kejadian musim lalu, saat Man City menyalip dalam perburuan gelar Premier League.

Liverpool memang berhasil menumbangkan rival mereka itu dengan skor 3-1 (11/10) tadi malam. The Reds untuk sementara unggul dengan margin 9 poin dari Manchester City yang turun hingga peringkat empat di tabel klasemen.

Leicester dan Chelsea justru yang kini menjadi pesaing Liverpool, karena keduanya berada di peringkat dua dan tiga dengan poin 26. Tetapi Liverpool siap untuk mengubur ketakutan mereka terpeleset lagi di akhir-akhir kompetisi.

Pasukan Jurgen Klopp musim lalu sempat unggul dengan selisih 10 poin dari Man City diperingkat ke dua sampai akhir Bulan Desember. Tetapi di akhir musim 2018/19, mereka harus rela menunda untuk meraih gelar Premier League dengan jarak hanya satu poin saja.

“Kami memiliki rasa percaya diri karena hal yang didapat serta bagaimana cara kami memainkan sepakbola saat ini. Itu yang kami tampilkan akhir pekan lalu,” ujar G. Wijnaldum dilansir One Football.

Menurutnya memiliki jarak poin yang cukup jauh dengan para pesaing memang cukup baik. Tetapi menjadi tak ada artinya jika penampilan tim menurun sedangkan lawan dengan cepat melakukan perbaikan.

“Jadi apa yang harus kami lakukan adalah selalu fokus di setiap pertandingan dan memberikan segalanya yang kami punyai. Lalu di akhir musim akan terlihat bagaimana hasilnya.

“Tapi saya rasa, kami tetap menikmati momen saat ini. Karena kami bekerja keras untuk hal itu dan berusaha meningkatkannya,”ungkap Wijnaldum.

Dalam laga melawan City, Liverpool langsung bisa unggul tiga gol lebih dahulu melalui sepakan keras Fabinho serta tambahan gol dari Mohamed Salah dan S. Mané. Kemenangan itu, memperpanjang raihan buruk pelatih lawan Pep Guardiola yang tak mampu memang sejak tahun 2016 di Anfield.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Tiba-Tiba, Bintang United Isyaratkan Hengkang di Bursa Januari!

Vivagoal – Liga Inggris – Gelandang Manchester United, Nemanja Matic kabarnya mempertimbangkan opsi untuk hengkang di bursa transfer musim dingin mendatang. Kekhawatiran tak mendapat tempat di Timnas Serbia menjadi alasan utama mengapa Ia ingin pindah.

Hingga pekan kesepuluh Premier League, Matic tercatat baru merasakan total 340 menit bermain dari lima laga yang telah dijalaninya di semua ajang musim ini. Dilansir Mancester Evening News, hal itu lah yang membuat Matic mulai merenungkan karir sepakbolanya di Old Trafford.

Pelatih MU, Ole Gunnar Solskjaer lebih mempercayakan lini tengah MU pada para pemain muda seperti Scott McTominay atau pun Fred. Matic sejauh ini seperti hanya menjadi pilihan ke empat Solskjaer sebagai bagian dari engine room MU.

Belum lagi, Paul Pogba yang mulai pulih dari cedera, membuat peluang Matic semakin menipis. Beberapa tim dilaporkan memang telah menyatakan ketertarikan mereka pada Matic. Dua diantaranya adalah Klub Serie A, AC Milan dan Inter Milan.

Baca Juga : Rashford Yakin MU Tetap Bisa Meraih Posisi Empat Besar

Serbia saat ini sedang berjuang keras khususnya melawan Portgual untuk bisa lolos ke Euro 2020. Untuk sementara mereka kini berada di peringkat ke tiga Kualifikasi Euro 2020 dengan 10 poin dari enam pertandingan.

Di laga selanjutnya, Serbia akan menghadapi Luksemburg dan pimpinan klasemen Ukraina, yang telah memastikan satu tempat di Euro tahun depan. Matic sendiri tak masuk skuat Serbia di jeda internasional bulan lalu melawan Paraguay di laga uji coba dan Lithuania di Kualifikasi Euro.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Rashford Yakin MU Tetap Bisa Meraih Posisi Empat Besar

Vivagoal – Liga Inggris – Meski tampil mengecewakan sejak awal musim, Marcus Rashford percaya bahwa Manchester United akan mampu mengamankan tempat di empat besar Liga Inggris musim ini akhir musim nanti.

Musim lalu, Red Devils harus puas berada di peringkat enam tabel klasemen Liga Inggris. Sejauh ini pasukan Ole Gunnar Solskjaer mulai menunjukan permainan baik meski hal itu belum konsisten.

Akhir pekan lalu, MU harus mengalami kekalahan ke empat mereka dari Bournemouth 1-0. Dari 11 laga musim ini MU baru mengumpulkan 13 poin, terpaut 10 poin dari Chelsea dan Leicester di peringkat tiga dan empat.

Menariknya, Chelsea dan Leicester merupakan dua tim yang mampu dikalahkan oleh MU musim ini. Chelsea ditumbangkan dengan skor 4-0 sementara Leicester 1-0.

Baca Juga : Maguire Sedikit Kecewa dengan Lini Depan Timnya, Kenapa?

Keduanya kini dapat duduk nyaman di zona Liga Champions dibelakang dua penguasa liga, Liverpool dan Man City. Tetapi hal itu tidak membuat Rashford gentar untuk mencapai papan atas musim ini.

“Itu akan berjalan sulit tetapi semua tidak ada yang tidak mungkin,” ujar Rashford dilansir One Football.

“Kami tidak perlu fokus pada tim lain. Kami bisa menampilkan permainan terbaik saat fokus pada tim kami dan terus berkembang.

Menurut Rashford hal itu satu-satunya yang bisa membuat MU bisa bermain dengan baik. Konsistensi untuk menampilkan permainan maksimal menjadi salah satu tantangan yang harus dilakukannya saat ini.

“Bisa menjadi sangat sederhana bagi kami di waktu yang sama. Kamu tidak perlu membuatnya menjadi rumit. Hal utama adalah untuk bisa bangkit,”ungkap Rashford.

Manchester United berpeluang kembali bisa meraih hasil positif sebelum akan menjalani jeda internasional. MU akan menghadapi Partizan Belgrade di Europa League pada Jumat (8/11) dini hari dan Brighton Albion akhir pekan nanti.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Top Skor Liga Champions Tertarik Bermain di Premier League. Siapa?

Vivagoal – Liga Inggris – Erling Braut Haaland kabarnya memiliki ambisi untuk bermain di Liga Inggris. Hal itu diungkapkan langsung oleh sang ayah, Alf-Inge Haaland, yang juga pernah mengenyam pengalaman bermain disana.

Mantan pemain bertahan Leeds United dan Manchester City itu menilai pada satu titik tertentu dalam karirnya, Erling akan pindah ke Inggris suatu saat nanti. Eling Braut Haaland sendiri memang menjadi salah satu pemain muda yang mendapat sorotan di Eropa saat ini.

“Saya pikir pada satu tahap, Ia ingin bermain di Premier League. Saat itu terjadi, saya tidak tahu. (Karena) Disana merupakan liga yang ketat,”ujar ujar Alf-Inge Haaland dilansir talkSPORT.

Juventus, Barcelona, hingga Real Madrid menjadi beberapa klub yang dilaporkan menunjukan ketertarikan mereka pada Haaland. Sejauh ini Haaland telah mencetak tujuh gol di Liga Champions dan untuk sementara menjadi Top Scorer.

Baca Juga : Cetak Gol Ke Gawang Napoli, Wonderkid Norwegia Pecahkan Rekor Baru

Meski Alf-Inge berharap Erling bisa mengikuti jejaknya bermain di Leeds di Liga Inggris, Ia tetap ingin klub berikutnya nanti bukan yang justru menutup potensi terbaik permainannya.

“Dia merupakan fans Leeds, Manchester City, dan Nottingham Forest. Ia mengikuti saya, tapi ada sebuah perbedaan saat menjadi suporter dan sebagai pemain sepakbola,”tambahnya.

Sebuah laporan menyebut RB Salzburg meminta mahar sebesar 100 juta euro atau sekitar 1,5 triliun rupiah untuk menebus seorang Erling Braut Haaland. Tetapi hal itu diragukan kebenarannya oleh Alf-Inge.

Menurutnya saat ini Erling telah berada di klub hebat dan sedang bermain di Liga Champions. Sehingga tak ada alasan bagi Erling harus terburu-buru pindah ke klub lain.

“Tetapi Salzburg telah memperlihatkan bahwa di masa lalu mereka merupakan klub kelas menengah. Jika mereka akan merekrut pemain di masa depan, mereka tidak bisa memberi label harga pemain yang konyol atau tak akan ada yang mau bergabung kesana,”tegasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Lampard Tekankan Hal Ini Pada Pemain Chelsea

Vivagoal – Liga Inggris – Frank Lampard yakin langkah selanjutnya yang harus dilakukan oleh Chelsea adalah mempertahankan level kinerja mereka di lapangan selama 90 menit penuh. Ia berharap para pemainnya itu bisa konsentrasi untuk menghindari kebobolan di menit-menit krusial.

The Blues baru saja meraih kemenangan ke lima beruntun mereka di Premier League, Hari Minggu (3/10) lalu. Chelsea sukses membungkam perlawanan dari Watford dengan skor 2-1 di Vicarage Road.

Pasukan Lampard itu terlihat bermain cukup santai saat dalam keadaan unggul dua gol melalui Tammy Abraham dan Christian Pulisic. Tetapi Watford berhasil memperkecil keadaan melalui penalti Gerard Deulofeu di menit 80′.

Andai Kepa Arrizabalaga gagal menepis sundulan dari Ben Foster di menit akhir pertandingan, tuan rumah bisa mendapatkan satu poin. Hal itu lah yang menjadi perhatian Lampard pada anak asuhnya.

“Jika saya mendapat kritikan, bisa jadi hal itu karena kami tidak bisa mempertahankan keunggulan untuk waktu yang cukup lama,” ujar Lampard dilansir One Football.

Baca Juga: Lampard Sebut Keberadaan VAR Tak Efektif. Kenapa?

Kebobolan di menit-menit akhir pertandingan memang beberapa kali terjadi pada Chelsea. Di minggu sebelumnya, mereka harus rela gawangnya dijebol dua kali oleh Burnley meski skor akhir 4-2 untuk kemenangan The Blues.

Ia menilai hal seperti itu tidak hanya terjadi pada timnya. Tetapi tim lain seperti Liverpool dan Man City bahkan harus menunggu hingga menit akhir sebelum mendapat kepastian meriah tiga poin penuh pekan lalu.

“Mungkin ini sedikit menuntut. Anda harus menghormati lawan. Ini tidak selalu berjalan mudah dan sepakbola selalu akan menjadi pekerjaan yang terus berubah-ubah,”ungkapnya.

Menurutnya para pemain Chelsea beberapa kali memang telah menerapkan permainan yang sesuai keinginan. Pergerakan tanpa bola saat lawan bermain menekan membuat Lampard senang, seperti di laga melawan Liverpool dan Ajax.

“Mereka telah melatih hal itu selama latihan pada tingkat dimana para pemain cukup fit. Dalam beberapa pertandingan, saya sangat senang dengan kombinasi dan perpindahan bola yang mereka lakukan di lapangan,” ungkapnya.

Lampard juga menambahkan bahwa kolaborasi para pemainnya musim ini membutuhkan waktu yang cukup lama. Mendapat sanksi transfer, Lampard harus memaksilkan para pemain muda yang pulang dari masa pinjaman untuk bekerja sama dengan para pemain senior.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Pemain Ini Dianggap Striker Terbaik MU. Siapa?

Vivagoal – Liga Inggris – Mantan pemain Manchester United, Wes Brown menilai Anthony Martial seharusnya bermain sebagai ujung tombak tim. Kehadiran Martial sendiri memang dalam beberapa laga terakhir membuat gelontoran gol MU meningkat.

Menanggapi fakta tersebut, Brown berharap Solskjaer bisa terus memasang Martial sebagai penyerang utama sekaligus menjadi mesin gol Setan di laga berikutnya.

“Martial selalu menjadi seorang pemain nomor sembilan bagi saya,” ujar Wes Brown dilansir Fox Sport Asia.

Hal tersebut menurutnya terlihat dari cara bermain Martial di lapangan khususnya saat melawan Norwich pekan lalu. Dalam laga itu, Martial bisa menahan bola dan menyatu dengan tim pasca sembuh dari cedera.

“Dia bisa mencetak gol. Saat dalam situasi satu lawan satu, dia bisa melewati lawan lalu menjebol gawang lawan,”ujarnya.

Baca Juga : Harry Maguire Jadi Pembelian Tepat Manchester United

Brown menambahkan saat ini merupakan waktu yang tepat bagi Martial untuk menunjukan konsistensi permainannya musim ini. Di usianya yang masih muda, membuat Martial dianggap masih bisa terus mengeluarkan potensi terbaik dalam dirinya.

“Anthony Martial masih muda dan kita semua telah melihat kecemerlangan bermainnya. Tetapi Ia harus lebih konsisten sekarang.

“Saya yakin dia sangat menyukai posisi nomor sembilan dan bisa terus mencetak gol dari sana,”tambahnya.

Sejauh ini Martial telah terlibat dalam tujuh laga bersama Setan Merah. Ia bisa menyumbangkan total empat gol serta satu assist di semua laga musim ini.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Inilah Kelemahan Liverpool yang Berhasil Dibongkar Man United!

Vivagoal Liga InggrisEmile Heskey, mantan pemain Liverpool menilai bahwa The Red Devils -julukan Manchester United- telah berhasil menunjukkan kelemahan besar dari tim anak asuh Jurgen Klopp.

Diketahui bahwa Man United telah berhasil menahan imbang Liverpool dengan skor 1-1 di Stadion Old Trafford pada pertandingan lanjutan Liga Inggris beberapa waktu lalu.

Dalam pertandingan itu, De Gea CS berhasil unggul terlebih dahulu lewat gol yang dicetak dari Marcus Rashford pada menit ke-36. Liverpool baru bisa menyusul ketertinggalan pada babak kedua. Gol Liverpool didapat dari Adam Lallana pada menit-menit akhir babak kedua.

Dalam hal ini, pemain legenda Liverpool, Heskey menilai bahwa Man United telah berhasil menunjukkan kelemahan dari The Reds pada pertandingan big match tersebut.

“Saat ini, masalahnya adalah tim Man United telah mengungkap kelemahan dari Liverpool. Anak Asuh Solskjaer menunjukkan cara bermain melawan mereka,” ucap Heskey dilansir dari Daily Express.

“Saya memikirkan kalian harus memberikan apresiasi kepada Manchester United. Para pemain Man United telah mengatur dengan benar. Mereka bermain sesuai rencana dan itu berhasil,” lanjutnya.

“Semua orang juga mengetahui saat Anda bermain dengan Liverpool. Di raung belanag pasti masih banyak ruang kosong dalam pemain belakang mereka. Mereka telah berhasil mengeksploitasi itu,” katanya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS