Tag: Erik Ten Hag

Bos Ajax Kritik Peran De Jong di Barcelona. Kok Bisa?

0

Vivagoal – La Liga –  Pelatih Ajax Erik ten Hag mempertanyakan Barcelona yang dinilainya memberikan peran yang kurang tepat untuk Frenkie de Jong. Ten Hag merasa De Jong bukan seorang yang cocok bermain sebagai pencetak gol dan lebih efektif saat dominan berada di lini tengah.

De Jong kembali bisa mencetak gol untuk Blaugrana saat mereka sukses mengalahkan Real Betis dengan skor 3-2 Senin (2/10) dini hari lalu. Namun rupanya, hal itu cukup menyita perhatian Ten Hag yang memang pernah berkolaborasi bersama De Jong di Ajax.

Ia yakin bahwa sebenarnya De Jong merupakan pemain yang lebih baik saat memberikan bola ketimbang menjadi pencetak gol. Ten Hag juga mengatakan bahwa dirinya pernah menegur De Jong saat Ia bermain lebih maju dalam suatu pertandingan.

Baca Juga: Susun Tim Terbaikmu dan Dapatkan Hadiahnya!

“Dia bukan pencetak gol. Dia seorang penyuplai bola, seroang yang membagikan bola pada rekannya, memberi umpan, atau mencetak gol dari posisi naturalnya,”ujar Ten Hag dilansir Fox Sport Asia.

“Begitu saya mengeluarkan dia dari posisi itu, saya pernah bertanya padanya: apakah kamu (pemain) nomor 10? Lalu kapan kamu mencetak gol?”

Selain itu, Ten Hag juga berbicara mengenai kehilangan dua pemain kunci sekaligus, yakni De Jong ke Barcelona dan Matthijs de Ligt ke Juventus dalam satu bursa transfer. Secara jujur, Ia ingin lebih lama bersama kedua pemain muda berbakat Belanda itu.

“Sebenarnya saya ingin mereka tinggal untuk satu atau dua tahun lagi. (Itu) akan bagus untuk Ajax dan Sepakbola Belanda,”ungkapnya.

Baca Juga: Masyarakat Spanyol Sudah Bosan Dengan Dominasi Dua Klub Ini

Kedatangan Quique Setien ke Barcelona memang membuat De Jong mendapatkan peran yang sedikit berbeda dari biasanya. Jika sebelumnya lebih fokus di lini tengah, kini De Jong mendapatkan peran lebih sebagai gelandang serang El Barca.

Sejak peran barunya itu, produktifitas gol dan assist De Jong memang sedikit meningkat. Dari lima pertandingan yang telah dijalaninya bersama Setien, De Jong dapat berkontribusi memberikan satu gol serta tambahan dua assist.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Mendedah Calon-Calon Pelatih Bayern Munchen, Siapa Saja?

Vivagoal Bundesliga – Meskipun sempat diragukan musim kemarin, Bayern Munchen sejatinya sempat meraih double winners bersama Niko Kovac di musim 2018/19 kemarin. Hal tersebut pada akhirnya membuat posisi pelatih asal Balkan itu aman dari pemecatan meski Bayern gagal berbicara banyak di ajang Liga Champions. Memasuki musim kedua, keadaan mulai berubah, Die Roten di bawah asuhan Kovac terlihat limbung.

Tim asal Bavaria sekaan terseok-seok di kancah domestik. Reputasi Bayern bahkan jauh di bawah tim yang tak diunggulkan macam Borrusia Moenchengladbach dan SC Freiburg. Kondisi tersebut pada akhirnya membuat Die Roten berada di posisi keempat klasemen sementara. Hal tersebut jelas merupakan sebuah noda tersendiri.

Baca Juga: Pelatihnya Didekati Tim Lain, Direktur Ajax Malah Senang

Karir Kovac pun berada di ujung tanduk atas kondisi tersebut. Puncaknya, kala Bayern dilumat RB Leipzig 5-1 di kancah Bundesliga. Manajemen Bayern nampaknya sudah kehabisan kesabaran. Langkah tegas pun dibuat, Kovac langsung ditendang dari kursi manajerial. Untuk mengganti posisi sementara, Bayern menunjuk pelatih tim junior, Hansi Flick sebagai caretaker.

Meski dalam laga debutnya di Der Klassiker Bayern melumat Dortmund dengan skot 4-0, hal tersebut bukan berarti Die Roten bakal mempercayakan sepenuhnya posisi pelatih kepada kepada Flick. Berbagai rumor pun menyeruak terkait siapa yang pantas menangani tim dengan sejarah panjang macam Bayern. Saat ini, tersemat empat nama yang digadang menjadi suksesor Niko Kovac di kursi kepelatihan. Siapa saja mereka?

Drama Delapan Gol, Chelsea Nyaris Dipecundangi Ajax

Vivagoal Liga Champions – Drama delapan gol tercipta saat Chelsea menjamu Ajax Amsterdam di Stamford Bridge. Sempat tertinggal tiga gol, The Blues berhasil memaksa laga berakhir dengan skor sama kuat, 4-4.

Melakoni matchday ke-IV Liga Champions, Rabu (6/11/2019) dinihari WIB, Chelsea sejatinya sempat tertinggal 1-4 terlebih dahulu. Gol pertama Ajax dicetak saat laga baru berjalan dua menit. Berawal dari eksekusi tendangan bebas Quincy Promes di sisi kiri pertahanan Chelsea, bola yang coba dihalau Tammy Abraham justru meluncur masuk ke gawang sendiri.

Baca juga: Inter Milan Jadi Korban Comeback Epic Borussia Dortmund

Chelsea langsung berusaha merespon dengan Christian Pulisic melakukan tusukan ke kotak pinalti Ajax. Pemain asal Amerika itu lalu diganjar oleh Veltman yang berbuah hadiah penalti untuk Chelsea. Jorginho yang maju sebagai eksekutor, sukses mengecoh Andre Onana untuk merubah kedudukan jadi 1-1.

Pada menit ke-20, Ajax kembali memimpin. Umpan silang Hakim Ziyech dari sisi kanan berhasil disundul Promes tuk merubah keadaan jadi 2-1. Pada menit ke-35, tendangan bebas Hakim Ziyech kembali menghadirkan gol ketiga buat Ajax.

Sepakan melengkung pemain berusia 26 tahun tersebut menyulitkan kiper Chelsea, Kepa Arrizabalaga tuk menjangkau bola. Bola kemudian membentur mistar dan mengenai muka Kepa yang berbuah gol. Hingga jeda turun minum, skor 3-1 untuk Ajax bertahan.

Sepuluh setelah babak kedua dimulai, Ajax kembali menjauh setelah Danny Van de Beek ikut mencatatkan namanya di papan skor memanfaatkan umpan Hakim Ziyech. Chelsea berhasil menipiskan ketertinggalan setelah Tammy Abraham mencetak gol pada menit ke-63.

Baca juga: Kontra Genk, Klopp Disarankan Istirahatkan Bintangnya

Chelsea kembali mendapat hadiah penalti setelah Veltman melakukan handball di area kotak terlarang. Jorginho yang maju sebagai eksekutor sukses mengirim bola masuk ke gawang dan merubah skor jadi 3-4. Chelsea akhirnya bisa menutup laga dengan skor imbang 4-4 setelah Reece James mencetak gol di menit ke-74.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Pelatih Ajax Tolak Tawaran Melatih Di Bayern Munchen

Vivagoal Bundesliga – Pelatih Ajax Amsterdam, Erik Ten Hag dikabarkan menjadi incaran raksasa Bundesliga Jerman, Bayern Munchen tuk mengisi kursi pelatih yang ditinggalkan Niko Kovac. Namun Ten Haag dengan tegas memutuskan untuk bertahan di Ajax hingga akhir musim ini.

Sejatinya, Erik Ten Hag sudah pernah melatih di Allianz Arena, namun untuk tim muda Bayern pada tahun 2013 hingga 2015 silam. Setelahnya Ten Haag pulang ke Belanda untuk menangani FC Utrecht setelahnya bergabung dengan Ajax pada Januari 2018 lalu.

Baca juga: Usung Misi Balas Dendam, Begini Taktik Dortmund Redam Inter Milan

Di musim penuh pertamanya kemarin, Ten Haag berhasil memetik sukses besar melatih De Amsterdammers. Ditunjuk menggantikan Michael Reiziger pada paruh musim 2018/2019, Erik ten Hag berhasil membawa Andre Onana dkk meraih double gelar domestik dengan memenangi Liga Belanda sejak kali terakhir didapat pada tahun 2014 dan Piala KNVB.

Selain itu, treble Winner nyaris saja diraih Ajax andai mereka tidak dikalahkan oleh Tottenham Hotspurs secara dramatis di babak semifinal Liga Champions. Namun, keberhasilan ten Hag membawa Der Amsterdammers melaju ke empat besar dengan mengalahkan dua unggulan juara, Real Madrid da Juventus sudah dianggap capain terbaik mereka dalam 22 tahun terakhir.

Di sisi lain, Bayern yang baru saja memecat Niko Kovac sebagai pelatih disebut-sebut membidik Ten Haag. Bayern melihat sosok Ten Haag punya kemampuan untuk mengangkat performa Robert Lewandowski dkk karena punya gaya permainan menyerang dan atraktif. Untuk itu, namanya ditempatkan di urutan teratas untuk menggantikan peran Kovac sebagai pelatih kepala.

Sayangnya, peluang raksasa Jerman itu untuk mendapatkan jasa Ten Haag cukup kecil. Pasalnya, pelatih berusia 49 tahun itu ingin fokus menyelesaikan musim 2019/2020 ini.

Baca juga: RB Leipzig Sebut Tim Peminat Timo Werner Harus Kecewa Berat, Kenapa?

“Saya bisa mengonfirmasinya bahwa saya memiliki sebuah koneksi yang kuat dengan Ajax, termasuk dengan semua orang disini. Dan oleh karena itu, saya pastikan saya akan bertahan di Ajax hingga akhir musim ini.” tegasnya seperti dilansir dari Omnisport.

“Bayern adalah sebuah klub fantastis, saya merasa sangat nyaman dan begitu menikmati semasa bekerja disana, tapi sekarang saya bersama Ajax. Saya hanya fokus pada Ajax dan itu yang penting. Saya hidup tuk hari ini, fokus saya satu-satunya saat ini adalah menatap laga kontra Chelsea besok.” tutupnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Bundesliga hanya di Vivagoal.com

Pelatihnya Didekati Tim Lain, Direktur Ajax Malah Senang

0

Vivagoal Bundesliga – Direktur Teknik Ajax Amsterdam, Marc Overmars mengaku senang dengan rumor ketertarikan Bayern Munchen kepada pelatih Der Amsterdamers, Erik ten Hag. Overmars mengaku tak akan menghalangi Erik jika ia ingin kembali ke Munchen.

Sekedar catatan, Erik sempat menjadi pelatih tim cadangan Bayern di musm 2013-2015 silam. setelah menangani Bayern, ia kembali ke belanda untuk menangani FC Utrecht sejenak sebelum akhirnya berlabuh bersama Ajax. Di tim asal Ibukota Belanda, ten Hag menuai sukses besar. Musim lalu, ia mengantarkan Ajax menjuarai Eredivisie dan KNVB Dekker sekaligus membawa tim ke semifinal Liga Champions.

Terkait spekulasi ten Hag untuk menggantikan Niko Kovac, Overmars menyebut jika dirinya senang dengan apa yang ten Hag berikan kepada Ajax. Namun di satu sisi ia menilai ada sisi realistis yang tetap harus dipertimbangkan pelatih berkepala plontos itu.

“Ketika ada tawaran dari tim besar menghampiri anda. Seberapa sering anda mendapatkan tawaran itu? Tentu anda harus memikirkan serius tawaran tersebut,” ungkapnya kepada Fox Sports, seperti dinukil One Football.

Namun pendapat berbeda dikemukakan ten Hag kala dirinya sukses menghancurkan rival beratnya, Feyenoord di Johan Cruyff Arena dengan skor 4-0. Pasca laga, ia yakin Overmars akan tetap mempertahankannya sebagai pelatih kepada Ajax.

“Kami sangat sibuk dengan sesuatu yang baik di sini. Kami ingin tetap membangun dan memupuk hal tersebut dalam waktu yang lama,” pungkasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Bundesliga hanya di Vivagoal.com

Ten Hag Mengaku Ajax Memang Underdog

Vivagoal Liga ChampionsAjax Amsterdam akan bertandang ke markas Chelsea dalam lanjutan Liga Champions 2019/20 pada  Kamis (24/10/2019) dini hari WIB. Pelatih Ajax, Erik Ten Hag bertutur soal status underdog The Amsterdam di laga nanti. 

Sang pelatih mengamini bila skuatnya tidak diunggulkan di laga nanti. Dia menilai Ajax selalu kalah pamor dari tim elite dari liga top andai bertemu di Liga Champions. 

“Saya pikir kami bukan favoritnya. Mereka adalah peserta Premier League dan saat ini Chelsea adalah tim yang sangat bagus. 

Baca Juga: Vivagoal Bagi-Bagi Jersey, Gratis!

Saat sebuah tim Belanda bermain melawan tim posisi kedua dari Liga Prancis, posisi keempat La Liga Spanyol dan klub Liga Premier Inggris, maka kami jelas kondisinya adalah sebagai underdog,”  Ten Haag merendah.

Meski tidak diunggulkan, kenyataan sejatinya berkata lain. Ajax  hingga kini belum sekalipun tersentuh kekalahan baik di liga domestik ataupun Liga Champions. 

Begitu juga musim lalu, mereka juga tampil begitu sensasional karena lolos ke babak semifinal Liga Champions usai menyingkirkan dua favorit juara, Real Madrid dan Juventus.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Pelatih Ajax Buka Peluang Mudik ke FC Hollywood

Vivagoal BundesligaSebelumnya Pelatih Ajax Erik ten Hag telah menolak untuk dikatakan menutup kemungkinan dirinya kembali ke Bayern Munich. Namun, kini dirinya melunak untuk kembali ke Die Roten

Erik Ten Hag menjadi pelatih tim cadangan Bayern Munich pada medio 2013 hingga 2015 sebelum akhirnya Ia kembali pulang ke kampung halamannya FC Utrecht. Setelah membesut FC Utrech selama dua tahun Ia lalu menangani tim raksasa Eredivisie Ajax Amsterdam.

Bersama Ajax Erik Ten Hag sukses menjadi fenomena. Pasukan mudanya itu mencuri perhatian banyak kalangan terkait dengan penampilan menawan mereka. Ia sukses membawa de Amsterdammers melaju hingga semifinal Liga Champions musim lalu.

Sementara Bayern Munich kini tengah berjuang untuk mendapatkan konsistensi penampilan mereka di Bundesliga. Kini mereka berada di peringkat tiga klasemen, hanya berjarak satu poin dengan Leverkusen yang berada di peringkat sembilan.

Hasil itu pun kembali memunculkan spekulasi pemecatan pelatih Die Rotten saat ini Niko Kovac. Sejak musim lalu kualitasnya terus dipertanyakan meski akhirnya sukses merengkuh titel juara Bundesliga 2018/2019.

Ditanya mengenai kemungkinannya menjadi pelatih Bayern Munich selanjutnya, Erik Ten Hag menjawab tetap membuka pintu untuk kembali ke Jerman.

“Saya tidak menutup kemungkinan apapun. Tapi saya hampir berusia 50 tahun dan bukan pemimpi. Bisa datang atau tidak,”ujar Erik Ten Hag dilansir One Football

Ia menambahkan pengalamannya selama di Jerman sangat berharga. Bekerja dengan sosok hebat serta struktur rapi membuatnya puas.

“Pep Guardiola ada disana, dan yang paling penting (Direktur Olahrga) Matthias Sammer dengan strategi pendeketan serta mentalitasnya, dibawa masuk pada tim.

“Dibawah Guardiola, Bayern bermain mendominasi, semua pemain dilapangan tahu apa yang harus dilakukan,”ungkapnya.

Meski telah ditinggalkan bintang mereka seperti Matthijs de Ligt dan Frenkie de Jong, Ajax tetap tampil maksimal di awal musim 2019/20 ini. Mereka kini berada dipuncak klasemen Eredivisie dengan jarak tiga poin dari PSV yang berada di peringkat ke dua. [im]

Selalu update berita bola terbaru seputar Bundesliga hanya di Vivagoal.com

Bukan Klopp dan Guardiola, 3 Nama Ini Calon Kuat Pelatih Terbaik Dunia FIFA

0

Vivagoal Berita Bola – FIFA telah mengumumkan daftar kandidat 10 pelatih terbaik dunia tahun ini. Yang menarik, dari ke-10 nama itu ada tiga sosok pelatih yang sama sekali tidak pernah diprediksi sebelumnya bakal masuk dalam list FIFA tersebut.

Banyak yang memprediksi sebelumnya, Jurgen Klopp dan Pep Guardiola bakal bersaing ketat memperebutkan gelar pelatih terbaik dunia dari FIFA tahun ini. Bukan tanpa alasan keduanya difavoritkan, mengingat pencapaian mereka musim kemarin.

Baca juga: Klopp Peringatkan Satu Hal Sebelum Melawan Man City

Guardiola membawa Manchester City merebut treble domestik sekaligus mempertahankan gelar Liga Inggris, sementara Klopp membawa The Reds keluar sebagai juara Liga Champions dan mencatatkan torehan poin terbaiknya di EPL meski hanya jadi runner-up dibawah City.

Namun yang menarik kemudian, munculnya nama pelatih Aljazair, Djamel Belmadi, juru taktik Peru, Ricardo Gareca dan pelatih Ajax Amsterdam, Erik ten Hag yang bisa saja mematahkan semua prediksi diatas.

Munculnya ketiga nama ini cukup mengejutkan, pasalnya, mereka sebelumnya sama sekali tidak pernah disebut-sebut bakal masuk kategori pelatih terbaik dunia. Tapi, performa mereka bersama timnya masing-masing membuat FIFA memasukkan ketiganya dalam list 10 calon pelatih terbaik dunia.

Untuk, Djamel Belmadi, dia sukses menorehkan sejarah baru dengan membawa negaranya, Aljazair keluar sebagai kampiun Piala Afrika tuk kedua kalinya dalam sejarah. Sementara Erik ten Hag, mampu mengejutkan Eropa dengan para pemain mudanya di Ajax.

Mereka sukses menembus semifinal Liga Champions setelah mengangkangi dua raksasa Eropa, Real Madrid dan Juventus. Selain itu, Ajax juga dibawanya meraih double gelar domestik, yakni trofi Eredivisie Belanda dan Piala KNVB Beker.

Baca juga: Kovac Minta Maaf ke Pep Soal Leroy Sane, Kenapa?

Cerita sedikit berbeda justru ditorehkan Ricardo Gareca. Pria 61 tahun itu gagal membantu Peru meraih satupun trofi. Kendati demikian, Gareca dianggap menuai sukses besar karena secara tidak terduga bisa meloloskan Peru ke Final Copa America.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com

Ditinggal Dua Pemain Top, Ajax Yakin Bisa Survive

0

Vivagoal Berita BolaMeski bakal ditinggal dua pemain bintangnya, Ajax Amsterdam masih yakin bakal tetap survive dan punya masa depan cerah di Kompetisi Eropa. Tampil mengesankan di Liga Champions, pelatih Ajax, Erik ten Haag yakin tim besutannya bisa melakukan hal yang sama musim depan.

Ajax baru saja menjalani musim yang mengesankan. Di level domestik, mereka berhasil merengkuh gelar juara Eredivisie Belanda, yang pertama sejak kali terakhir juara pada musim 2013/2014. Selain itu mereka juga merebut Piala KNVB.

Sementara di kompetisi Eropa, Ajax yang diatas kertas jauh kalah gemerlap dibandingkan skuat Barcelona, Manchester City, Real Madrid, Juventus dan Paris Saint-Germain mampu melaju hingga babak empat besar Liga Champions dengan mengangkangi tim sekaliber Bayern Munchen, Real Madrid dan Juventus.

Namun dibalik capaian impresif tersebut, Ajax juga mengalami eksodus para pemain topnya. Frenkie De Jong adalah yang pertama hengkang ke Barcelona, lalu kemungkinan besar Matthijs de Ligt yang dikabarkan selangkah lagi bergabung dengan Juventus.

Dalam pandangan Erik ten Haag, kepergian pemain bintang adalah keniscayaan buat Ajax yang tidak punya kekuatan finansial seperti Barca dan Juventus. Namun dia percaya Ajax masih bisa mempertahankan eksistensinya di level teratas meski tanpa ketiadaan sang bintang.

“Musim lalu, berkat filosofi kami, tim dan para pemain, Frenkie De Jong dan Matthijs de Ligt jadi fenomena. Mereka berhasil menarik perhatian klub-klub elit Eropa. Keduanya memang punya kualitas luar biasa.” kata Erik ten Haag seperti dikutip dari Calciomercato.

“Jelas akan sulit jika kami kehilangan dua pemain terbaik kami. Tapi akan ada pemain lain yang datang dan menggantikan mereka.” tegas Erik ten Haag

“Kami sudah memperlihatkan betapa baiknya permainan kami, dan kami bertekad membuktikan itu musim depan lagi, dan saya harap kami bisa lebih baik.” tutupnya.

 

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com

Ajax Hadiahi Erik ten Hag Kontrak Berdurasi Tiga Tahun

0

Vivagoal Berita Bola – Sukses Erik ten Hag membesut Ajax Amsterdam menarik perhatian banyak klub top Eropa macam Barcelona, Chelsea, dan Bayern Munchen. Tapi, pintu sudah tertutup untuk semua peminat karena pelatih berkepala plontos itu baru saja meneken perpanjangan kontrak bersama jawara Eredivisie Belanda tersebut.

Erik ten Hag memetik sukses besar di musim debutnya melatih Ajax. Sejak ditunjuk menggantikan Michael Reiziger pada Desember 2017, Ten Haag langsung mengantar Matthijs De Ligt dkk meraih double gelar domestik dengan memenangi Liga Belanda sejak kali terakhir didapat pada tahun 2014 dan Piala KNVB.

Baca juga : Pekan Ini, PSG Siap Rampungkan Transfer Kapten Ajax

Triple Winner nyaris saja diraih Ajax andai mereka tidak dikalahkan oleh Tottenham Hotspurs secara dramatis di babak semifinal Liga Champions. Namun, keberhasilan ten Haag membawa Der Amsterdammers melaju ke empat besar merupakan capain terbaik dalam 22 tahun terakhir.

Atas semua prestasinya yang luar biasa, Ajax pun menghadiahinya kontrak baru berdurasi tiga tahun alias sampai 2022 mendatang. Ten Haag memang layak diberi kredit besar.

Bagaimana tidak, mantan murid Pep Guardiola itu berhasil memaksimalkan skuat muda yang rata-rata usia pemain Ajax ada di angka 24 tahun untuk menyingkirkan juara bertahan Real Madrid dan Juventus dengan Cristiano Ronaldo-nya.

Sejak membesut Ajax pada 26 Desember 2017 lalu, Ten Haag sudah mengoleksi 55 kemenangan, 11 imbang dengan 8 kekalahan dari 74 penampilan di semua kompetisi.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS