Tag: FIFA

FIFA Buat Keputusan Kursial Soal Bursa Transfer Musim Panas

Vivagoal Berita BolaFIFA berencana memperpanjang bursa transfer musim panas hingga akhir Desember. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi molornya liga karena pandemi virus Corona.

Pasalnya, kepastian liga akan kembali bergulir masih simpang siur hingga saat ini. Mengingat beberapa negara di Eropa seperti Spanyol, Italia, Inggris dan Jerman menjadi negara yang cukup terdampak akibat virus Corona.


Baca Juga:


Masalah transfer dan kontrak pemain secara otomatis juga akan turut terkena efek dari penangguhan kompetisi. Sebabnya, kompetisi belum tentu akan berakhir ketika bursa transfer musim panas dibuka 1 Juni mendatang.

Guna mengantisipasi peliknya situasi ini, FIFA dikabarkan akan  memperpanjang penutupan transfer. Dilansir dari L’Equipe, FIFA ingin bursa transfer musim panas nanti yang biasanya di tutup di awal Agustus bakal diperpanjang hingga akhir Desember.

Hal serupa juga berlaku terhadap kontrak pemain. Pemain yang kontraknya di klub berakhir Juni ini, diwajibkan tetap bersama klub mereka hingga kompetisi benar-benar berakhir.

Langkah ini terpaksa diambil FIFA agar  tak ada klub yang harus kehilangan pemain sebelum liga benar-benar tuntas, termasuk memberi kejelasan status kepada pemain yang kontraknya berakhir 30 Juni mendatang.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com

Raiola Sebut FIFA Seperti Diktator Komunis, Kenapa?

0

Vivagoal Berita Bola – Super Agen, Mino Raiola melayangkan kritik pedas terkait kebijakan FIFA yang menurutnya telah membatasi ruang gerak para agen pemain sepakbola.

Raiola yang tergabung dalam Forum Agen Sepakbola (FAF), menyerang FIFA terkait kebijakan mereka tentang aliran dana transfer pemain. Ia menyebut bahwa  telah menerapkan sejumlah peraturan yang mempersulit kerja agen.

Baca juga: Bruno Fernandes Jadi Pembelian Tersukses MU, Begini Alasannya

Hal tersebut didasari oleh keputusan FIFA pada September 2019 silam yang mengumumkan rencana untuk membatasi pendapatan agen jadi 10% saja dari total biaya transfer pemain.

“FIFA sama seperti diktator komunis yang mengatur orang-orang tentang apa yang harus mereka lakukan,” ujar Raiola kepada Goal internasional.

“Banyak orang sudah menyadarinya. Pihak oposisi harus frontal dan transparan. Kami [para agen] bekerja sama dengan asosiasi sepak bola Swiss karena kami ingin melawannya dari sini, dari Swiss, tempat FIFA itu sendiri berada.”

“Kami menginginkan dunia kerja yang lebih transparan dan jika FIFA juga menginginkannya, itu hal yang bagus. Segalanya harus jelas dan barulah kami mulai berbicara, tapi FIFA baru mengatakan bahwa keputusan mereka mutlak,” imbuhnya.

Baca juga: Shaw Optimis Man United Bakal Tembus Empat Besar

Raiola mengatakan jika kini FAF dan FIFA membutuhkan badan kedua. Hal ini diperlukan guna membatasi keleluasaan FIFA dalam mengatur ranah yang seharusnya tidak mereka masuki.

“Sepak bola membutuhkan badan kedua. Saat ini FIFA ingin menjadi segalanya: Pemerintah, wilayah komersial, bagian legal, dan itu mustahil,” sambung Raiola.

“Kami tahu apa maksud di balik mengatur semuanya sendiri. Di Eropa, kami bekerja sama dengan klub-klub, tidak ada masalah. Mengapa kami harus menempuh jalur FIFA jika kami sudah lebih memahami aturan yang diberikan UEFA?” pungkasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com

Kerap Dipersulit Untuk Hengkang, Neymar Ancam Lapor FIFA

Vivagoal – Liga Indonesia – Neymar Jr ternyata masih berusaha pulang ke Barcelona dari Paris Saint-Germain. Pemain Brasil itu berencana melaporkan Les Parisiens ke FIFA jika kepulangan dipersulit pada bursa transfer musim panas nanti.

Sport memberitakan bahwa Neymar akan meminta izin kepada otoritas tertinggi sepakbola di dunia, FIFA agar Barcelona bisa melobi lebih keras PSG tuk melepas dirinya.

Jika sampai proses negosiasi Barcelona dan PSG kembali mentok, Neymar akan meminta FIFA untuk memutus kontraknya, dan ia akan bersedia membayar kompensasi ke PSG.

Baca Juga:  Laga Tunda Berikan Manfaat Untuk Pelatih Persija

PSG sejatinya belum berencana melepas Neymar dalam waktu dekat. Dengan kontraknya yang bakal habis awal musim panas 2022 nanti, PSG meminta sang pemain menambah masa kerja hingga tahun 2023.

Dengan kontrak barunya ini, PSG coba meyakinkan Neymar bahwa kemampuannya masih sangat dibutuhkan klub, meski performa Mbappe tak kalah mengilapnya. Namun, tawaran ini sudah ditolak oleh Neymar karena sedari awal musim ini dia memang sudah nyaris bisa pulang ke Barcelona.

Selalu update berita terbaru seputar  Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Rugikan Leganes, FIFA Minta Spanyol Hapus Aturan Transfer Darurat

Vivagoal La Liga – Barcelona rekrut Martin Braithwaite dari Leganes pada Februari ini dengan status transfer darurat. Aturan transfer darurat ini kemudian diminta oleh FIFA untuk dihapus.

Barcelona menebus Braithwaite dari Leganes pada 20 Februari lalu. Penyerang 28 tahun tersebut dibeli dengan harga 18 juta euro, sesuai klausul rilis yang tertera dalam kontraknya bersama Leganes.

Meski diluar bursa transfer resmi, pembelian ini dimungkinkan setelah Barcelona mendapatkan izin dari federasi sepakbola Spanyol, RFEF dan La Liga. Hal itu terjadi karena Barcelona mengalami krisis pemain depan setelah Ousmane Dembele dan Luis Suarez dipastikan absen hingga akhir musim karena cedera.

Baca Juga: 5 Pemain yang Hengkang dan Kembali Lagi ke Klub Barcelona

Transfer Braithwaite ini kemudian menuai polemik yang berkepanjangan karena Leganes sendiri tak bisa merekrut pemain pengganti. Sementara mereka sendiri tengah berjuang untuk lolos dari zona degradasi karena saat ini sementara menempati posisi ke-19 klasemen di La Liga Spanyol.

Berdasarkan laporan Marca, FIFA lantas mencoba tuk meminta kepada federasi sepakbola Spanyol, RFEF agar menghapus aturan transfer darurat tersebut karena tidak menguntungkan kedua belah pihak. Sejatinya, ini sudah kali kedua dilakukan induk federasi sepakbola tertinggi di dunia itu agar Spanyol menghapus aturan tersebut.

Pada 2016 silam, FIFA sudah coba berkomunikasi dengan otoritas La Liga dan RFEF terkait rencana penghapusan regulasi itu, namun permintaan mereka ditolak.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Tuk Naikkan Peringkat FIFA, Timnas Targetkan Lawan Negara Sadio Mane

Vivagoal – Liga Indonesia – Meski timnas senior Indonesia sudah tidak memiliki lagi peluang untuk lolos di ajang kualifikasi Piala Dunia 2022, namun pelatih Shin-Tae Yong tetap menginginkan Andritany Ardhiyasa Cs tetap mendapat lawan uji coba yang sepadan jelang duel kontra Thailand.

Menurut ketum PSSI, Moch Iriawan yang akrab disapa Iwan Bule, pelatih asal Korea Selatan itu sengaja menginginkan tim berkelas karena dimaksudkan untuk memperbaiki peringkat Indonesia di mata FIFA.

Baca juga: Dianggap Mirip Neymar, Hari Yudo Justru Sebut Thierry Henry Sebagai Inspirasinya

Sebagai informasi, posisi Indonesia di klasemen FIFA saat ini terus melorot. Indonesia diketahui berada di posisi ke-173, berdasarkan klasemen terbaru yang dirilis FIFA pertengahan Februari lalu.

“Saat ini, PSSI dan pelatih Shin-Tae Yong berencana menggelar laga uji coba dengan melawan timnas asal Afrika. Coach Shin-Tae-Yong ingin menaikkan peringkat itu. Jadi itu pola dia sekarang,” ungkap Iwan Bule.

“Kalau bertanding lagi melawan tim seperti Vanuatu, saya pikir percuma juga karena level mereka di bawah kita. Mungkin bisa tanding dengan Senegal atau timnas Afrika lain,” sambung Iwan Bule.

Lebih lanjut Moch Iriawan mengatakan pelatih timnas, Shin-Tae Yong saat ini menargetkan Indonesia bisa berada di peringkat 150.

Baca juga: Resmi! PSIS Gandeng Pegadaian di Shopee Liga 1 2020

“Timnas senior ini memang lain, timnas senior ini paling bergengsi di antara timnas lain. Jadi semoga dengan kehadiran Shin Tae-yong ini, peringkat Indonesia di rangking FIFA bisa naik,” tutupnya.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Target Besar FIFA kepada Indonesia di Piala Dunia U-20, Apa Itu?

Vivagoal – Liga Indonesia –  Otoritas tertinggi sepakbola dunia, FIFA mengajukan syarat kepada Indonesia selaku tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun depan yakni harus dihadiri minimal 10 ribu penonton untuk setiap laga yang dihelat!

Meski begitu, Sekertaris Kementrian Pemuda dan Olahraga, Gatot S. Dewa Broto menyebut syarat yang diajukan FIFA merupakan imbauan dan pemerintah bersama PSSI mendorong agar memenuhi kuota yang diinginkan FIFA. Sebelumnya, dalam event yang dihelat di Polandia, jumlah penonton terbilang anjok dan pemerintah sudah barang tentu tak ingin kejadian serupa kembali terulang.

Baca Juga: Mepet Dengan Bulan Ramadhan, PSSI Minta Piala Dunia U-20 Diundur

“Penonton tak boleh kurang dari 10 ribu orang dan ini menjadi kewajiban buat pemerintah untuk mendorong itu,” kata sesmenpora, Gatot S. Dewa Broto, dinukil Goal Indonesia. “Makanya belajar dari itu FIFA minta agar nanti setiap laga minimal 10 ribu, tapi itu sifatnya imbauan, wajarlah,” ujarnya.

Sejatinya, ada enam venue yang ditunjuk sebaai penyelenggara pertangingan yakni Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) di Jakarta, Stadion Pakansari di Cibinong, Stadion Manahan di Solo, Stadion Mandala Krida Yogyakarta, Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, dan Stadion Kapten I Wayan Dipta di Gianyar, Bali.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Terkait Transfer Emiliano Sala, Mantan Tim Premier Leagur Teramcam Embargo Transfer

Vivagoal Liga InggrisMantan tim Premier League, Cardiff City terancam larangan embargo transfer yang lumayan panjang andai mereka tak melunasi cicilan transfer Emiliano Sala kepada Nantes yang harusnya dibayarkan pada bursa Januari 2019 lalu.

Cardiff menolak membayar cicilan pertama transfer sebesar 5.3 Juta Pounds kepada Nantes karena sang pemain mengalami kecelakaan pesawat yang mengakibatkan Sala meninggal dunia pada 21 Januari lalu.

Meski begitu, FIFA sudah mengakui transfer tersebut telah sah meskipun sang pemain mengalami kondisi khusus, dalam hal ini meninggal dunia. Bahkan pada September lalu, otoritas tertinggi sepakbola dunia ini sudah mengirimkan pernyataan resmi terkait pelunasan yang harus dibayarkan Cardiff.

The Bluebirds sendiri awalnya mengajukan tiga kali termin pembayaran kapada Nantes. Tawaran tersebut disepakati. Namun pasca meninggalnya Sala, Cardiff menolak membayarkan transfer yang seharusnya mereka bayarkan.

Nantes tak tinggal diam, merekapun mengajukan gugatan ke badan abitrase olahraga internasional (CAS). Bahkan, secara tertulis, FIFA menegaskan jika Cardiff tak membayarkan kewajibannya dalam 45 hari ke depan, maka Bluebirds tak boleh melakukan kegiatan transfer dalam tiga jendela transfer.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Tuai Pro Kontra, PSSI Sebut Jadwal Kongres Sesuai Aturan FIFA

VivagoalLiga IndonesiaKetua Asprov Jawa Barat (Jabar) PSSI Tommy Apriantono, memastikan jika kongres pemilihan PSSI yang akan digelar pada 2 November mendatang tak ada masalah. Menurutnya, jadwal tersebut sudah sesuai dengan agenda FIFA.

Sebelumnya, salah satu calon ketua umum PSSI. La Nyalla Mattalitti menraik diri dari pencalonan. Ia menilai agenda tersebut menyalahi aturan FIFA. Namun, menanggapi hal tersebut Tommy Buka suara.

“Kalau belum ada (surat resmi dari FIFA) tidak mungkin PSSI atur jadwal untuk kongres. Surat itu ada di sekjen PSSI [Ratu Tisha] dan Plt ketua umum PSSI [Iwan Budianto]. Jadi kongres tanggal 2 nanti sudah aman,” ucapnya, seperti dinukil Goal.

Ia pun menyebut jika beberapa voters meminta kongres pemilihan dipercepat. PSSI pun sudha mengirimkan surat ke FIFA. Sejatinya, otoritas tertinggi sepakbola dunia itu menyetujui kongres diadakan pada Januari 2020. Namun karenatak ada ketua definitive, PSSI pun mengirim surat agar kongres diadakan pada Bulan November 2019.

“Kami mencalonkan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia [U-20 2021]. Jadi kami butuh ketua baru dan FIFA sudah mengirim surat dan mencantumkan siapa peninjau saat kongres nanti. Intinya surat legalitas dari FIFA sudah ada,” pungkasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Terpilih Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20, Indonesia Banyak PR Infrastruktur

Vivagoal – Liga Indonesia – Indonesia resmi menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021. Namun, masih ada banyak pekerjaan rumah, utamanya soal kesiapan infrastruktur lapangan latihan.

Dalam FIFA Council Meeting di Shanghai, China, Kamis (24/202019), Indonesia terpilih menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021. Indonesia mengalahkan Peru dan Brasil dalam proses bidding.

Baca juga: Peringkat Indonesia Di Rangking FIFA Kalah Dari Tahiti Dan Papua Nugini

Menjadi tuan rumah gelaran sepakbola sejagat, Indonesia wajib mempersiapkan tempat dengan sebagus-bagusnya. Sebelumnya, berdasarkan hasil inspeksi FIFA pada 16-19 Oktober di Bogor, Jakarta, Yogyakarta, Solo, dan Bali, 70 persen lapangan latihan dari 50 lapangan yang ditawarkan PSSI diklaim belum sesuai standar FIFA.

Anggota Komite Eksekutif PSSI, Refrizal, mengingatkan hal itu. Ia meminta semua pihak bisa segera menyiapkan infrastrukturnya agar Indonesia bisa jadi tuan rumah yang baik.

“Ini yang menjadi kebiasaan, saat bikin stadion, ya stadion saja, tidak membuat tempat latihannya. Jika mengikuti standar FIFA, mestinya lapangan pertandingan itu juga ada lapangan latihan yang berstandar FIFA. Seperti GBK, ada juga Lapangan A, B, dan C. Nah , mestinya setiap bikin stadion, ya, kayak GBK,” ucap Refrizal.

“Ini yang kami imbau juga ke pemerintah kota/daerah, kalau bikin stadion mari bikin sekalian lapangan latihan. Lalu kalau mau bikin stadion jangan juga lupa lapangannya harus berstandar FIFA, termasuk semua infrastrukturnya mesti ala FIFA,” tegasnya.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

2021, Piala Dunia Antar Klub Punya Skema Baru!

0

Vivagoal Berita Bola – Pada 2021, China resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia Antarklub. Kepastian ini dikonfirmasi oleh Presiden FIFA, Gianni Infantino pada FIFA Council di Shanghai, Kamis (24/10) waktu setempat.

Pada Piala Dunia 2021, format baru akan digelar. 24 klub bakal pertpartisipasi dalam ajang tersebut. Hal ini jelas berbeda dibandingkan edisi sebelumnya. Biasanya, di edisi lama, tersemat pemenang kompetisi antar konfederasi plus ruan rumah. Meski begitu, detil kriteria tim yang bakal berpartisipasi dalam format baru belum bisa dijabarkan lebih detil.

“Ini adalah keputusan bersejarah dalam sepakbola. Turnamen baru ini diperuntukkan untuk mereka yang mencintai sepakbola. Ini adalah Piala Dunia Antarklub yang sebenar-benarnya di mana klub-klub terbaik dunia akan bertarung,” kata Infantino, seperti dinukil Goal International.

Namun terkait pendistribusian tim, China sebagai tuan rumah mendapat satu jatah. Koefisien UEFA 8, Oseania satu, dan sisanya akan dibagi rata ke konfederasi yang lain.

Namun satu yang pasti, dengan pegadaan format baru ini, klub top Eropa yang tergabung dalam European Club Association, pada Maret lalu klub-klub tersebut menolak wacana ini karena dinilai bisa merusak kebugaran tim yang tengah dalam masa recovery saat jeda kompetisi.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS