Tag: La Liga

Di Real Madrid, Pemain Didoktrin Untuk Terus Haus Kemenangan

Vivagoal La LigaReal Madrid telah mengajarkan Marcelo untuk selalu bertarung sampai titik darah penghabisan. Bersama Madrid pula, bek kiri asal Brasil itu mengaku tak gampang puas dengan semua gelar yang telah diraihnya hingga saat ini.

Marcelo sudah bergabung bersama Madrid sejak musim panas 2007 silam. Sejak saat itu, Marcelo yang merupakan penerus Roberto Carlos di skuad El Real telah berhasil mengumpulkan banyak trofi juara, termasuk diantaranya empat gelar La Liga Spanyol dan empat titel Liga Champions.

Yang hebatnya, dari empat trofi juara Liga Champions itu, tiga diantaranya Marcelo dapat secara berurutan, yakni sedari musim 2015/2016 hingga 2017/2018. Gelar-gelar tersebut semakin menegaskan status Real Madrid sebagai penguasa Eropa dengan total koleksi 13 gelar juara.

Marcelo sendiri merasa klaim itu cukup masuk akal karena Madrid memang selalu membuat para pemainnya terus merasa haus akan gelar juara. Madrid mendoktrin para pemainnya agar tidak cepat berpuas diri dengan semua trofi-trofi yang telah mereka menangi.


Baca Juga:


“Yang paling penting adalah ketika kami dapat trofi, kami dilarang berpikir untuk berhenti dan memberikan kesempatan kepada para pesaing untuk merebutnya.” ucap Marcelo seperti dilansir dari Marca.

“Di Madrid, kami selalu diminta untuk fokus meraih lebih banyak lagi gelar juara. Bahkan meski kami sudah dapat tiga gelar juara beruntun Liga Champions.” tegasnya.

“Ketika saya tiba, Madrid memang sudah mengajarkan kepada saya untuk terus berjuang sampai akhir, dan di partai final, kami harus memenangi-nya. Ketika kami berpikir kami sudah memenangi segalanya, kami diminta menang lagi, begitulah cara Madrid mengajari para pemainnya.” Marcelo menjelaskan.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Ferran Torres Lebih Baik Ditangani Liverpool Daripada Klub Raksasa Ini

Vivagoal La Liga – Mantan direktur teknik Valencia, Fernando Gomez menyarankan kepada Ferran Torres agar bergabung saja dengan raksasa Premier League, Liverpool dan menolak pinangan Barcelona.

Tampil apik bersama Valencia dalam dua musim terakhir, Ferran Torres yang lihai memainkan banyak posisi di lini serang Los Che diberitakan menjadi salah satu buruan terpanas pada bursa transfer musim panas tahun ini. Pemain berusia 20 tahun itu tersebut kabarnya diminati sejumlah klub besar Eropa seperti Barcelona dan Liverpool.

Ferran Torres kabarnya sudah mendapat tawaran dari kedua klub tersebut. Namun, menurut Fernando Gomez, sang pemain belum mengambil keputusan ke klub mana dirinya akan berlabuh musim mendatang. Namun, Fernando sangat yakin, Ferran Torres tidak bakal menjadikan uang sebagai pertimbangan utamanya hengkang dari Mestalla.

Berdasarkan dari situasi tersebut, Fernando lantas menyarankan Ferran Torres untuk menolak tawaran dari Barcelona dan memilih bermain di bawah asuhan pelatih Jurgen Klopp di Liverpool. Menurutnya, ketimbang di Barcelona, Torres akan lebih berkembang sebagai pemain jika ditangani oleh pelatih sekaliber Jurgen Klopp.


Baca Juga:


“Ya, saya merasa bahwa Ferran Torres sudah siap untuk pindah ke klub yang lebih besar saat ini. Saya yakin dia akan mampu bermain baik di tim manapun dan liga manapun, termasuk di Inggris.” ucap Fernando seperti dilansir dari Tribal Football.

“Ada rumor yang mengatakan Ferran besar kemungkinan akan bergabung bersama Barcelona. Tapi menurut saya, dia akan lebih baik jika bermain untuk Liverpool. Ferran bisa bermain dengan sangat baik di Liverpool karena sistem permainan Klopp sangat cocok dengannya.” jelas Fernando lagi.

“Dia juga memiliki mental yang kuat untuk menghadapi tekanan dan tuntutan bermain di Liverpool. Tapi Klopp tahu bagaimana menangani pemain muda. Dia pelatih yang luar biasa, apalagi buat pemain muda.” tutup pria berusia 54 tahun itu.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Pemain Villarreal Ungkap Alasan Dirinya Batal Bergabung ke Arsenal

Vivagoal La Liga – Arsenal batal merekrut Samuel Chukwueze karena keberatan dengan permintaan yang diajukan sang pemain. Samuel pun membantah tuduhan tersebut.

Samuel dipromosikan ke skuad utama Villareal pada musim panas 2018 kemarin. Sejauh ini, Samuel yang berposisi sebagai pemain sayap kanan sudah membukukan sebanyak 68 pertandingan dengan sumbangan 12 gol dan 7 assist untuk The Yellow Submarine.

Namun sebelum itu, Samuel gencar dilaporkan akan bergabung dengan Arsenal. Batalnya kesepakatan antara The Gunners dengan pihak Samuel ditengarai karena manajemen klub asal London Utara itu menolak permintaan dana transfer yang diajukan pihak akademi Villareal dan agen sang pemain.

Untuk diketahui, Villarreal mempermanenkan status Samuel sebagai pemain skuad utama dengan banderol hanya sebesar 500 ribu euro pada 2018 silam. Saat ini, market value sang pemain sudah melonjak drastis 54 kali lipat di angka 27 juta euro.


Baca Juga:


Samuel sendiri kemudian angkat bicara seperti apa proses kesepakatan yang terjadi sebenarnya hingga dirinya memutuskan menolak pindah ke Arsenal. Katanya, Chelsea adalah klub favoritnya di Inggris, dan sedari masih kanak-kanak ia adalah pendukung setia The Blues yang notabene adalah rival utama Arsenal.

“Saya sebenarnya sangat ingin bermain di Inggris. Saya sudah sempat sangat dekat dengan kontrak bersama Arsenal. Hampir saja saya meneken kontrak disana, namun sayangnya itu tidak berhasil dengan akademi saya. Ini bukan masalah ekonomi tapi saya memang lebih memilih pindah ke Chelsea.” ungkap Samuel seperti dilansir dari TalkSport.

“Tim favorit saya di Inggris adalah Chelsea. Saya pendukung Chelsea ketika masih kanak-kanak. Ketika Chelsea kehilangan final Liga Champions melawan Manchester United, saya menangis sepanjang malam.” tandasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Di Masanya, Hanya Ada Satu Cara Menghentikan Keganasan Ronaldo ‘Il Fenomeno’

Vivagoal La Liga – Jumlah 363 gol yang dibuat Ronaldo Luis Nazario de Lima sepanjang karier sepakbolanya menunjukkan betapa besar potensi bahaya sang ‘Il Fenomenal’ di depan gawang lawan. Meski seakan-akan tidak terhentikan, tapi Roberto Carlos mengaku punya cara untuk meredam keganasan Ronaldo.

Ronaldo ‘Il Fenomeno’ merupakan salah satu talenta besar asal Brasil yang pernah menguasai panggung sepakbola dunia. Membela sejumlah klub top Eropa dan tampil sempurna bersama timnas Brasil dengan raihan dua trofi Piala Dunia, aksi-aksinya diatas lapangan sungguh menjadi mimpi buruk bagi banyak bek lawan.

Ronaldo begitu dikenal sebagai pemain yang punya lari kencang, ditunjang dengan dribel bola yang menawan plus tendangan yang sangat akurat. Meski lemah dalam menyundul bola, tapi secara keseluruhan, permainan sang fenomenal sangat mengagumkan.

Ronaldo bisa membawa bola sendiri sedari tengah lapangan. Dengan larinya yang kencang, ia bisa dengan mudah melewati beberapa pemain lawan, bahkan dalam keadaan terdesak sekalipun, dengan memanfaatkan kecepatan dan kelihaiannya dalam menggocek bola, Ronaldo bisa melepaskan diri. Mendapat ruang sedikit saja, gol pun bisa tercipta.


Baca Juga:


Dengan semua track record-nya yang sangat mentereng semasa bermain, lalu bagaimana cara meredam ketajaman permainan Ronaldo? Roberto Carlos yang pernah setim dengan Ronaldo di Real Madrid kemudian membuka rahasia cara menghentikan si pemilik rambut kuncung tersebut.

“Ronaldo adalah penyerang terbaik di dunia. Dengan keberadaannya, dia selalu bisa memberi kami kepercayaan diri dalam setiap pertandingan. Dia memiliki semuanya, dia eksplosif, kuat dan sangat cepat. Dia tampak seperti penari yang menari dengan bola.” ucap Roberto Carlos seperti dilansir dari Marca.

“Jika diberi ruang sedikit saja, maka Ronaldo akan menghukum anda dengan kecepatan dan gol-golnya. Untuk yang satu itu, saya punya kunci untuk meredamnya, yakni menghentikan kecepatannya saat membawa bola. Kalau itu berhasil, maka anda harus langsung merebut bola darinya.” jelas Carlos.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Regenerasi Skuad, Barcelona Berniat Pulangkan Bintang Muda dari Man City

Vivagoal La Liga – Barcelona dikabarkan berniat memulangkan mantan anak asuhnya Eric Garcia dari Manchester City pada bursa musim panas tahun ini. Bek berusia 19 tahun itu memang merupakan produk asli akademi La Masia milik Barcelona.

Eric Garcia meninggalkan Barcelona untuk bergabung dengan The Citizens saat usianya baru 17 tahun atau tepatnya pada 2017 lalu. Ia merapat ke Etihad Stadium mengikuti jejak mantan pelatih La Masia, Pep Guardiola.

Setelah dua musim bermain di tim junior Man City, Eric Garcia mulai mendapat kepercayaan dari Guardiola bermain di skuad utama sedari awal musim 2019/2020 ini. Pemain timnas Spanyol U-21 itu pun sudah mengemas 16 penampilan di seluruh ajang dengan torehan satu assist.

Dilansir dari ESPN, perkembangan Eric Garcia di City ternyata terus dipantau oleh Barcelona. Jelang jendela transfer musim panas dibuka, kubu Blaugrana diklaim berniat memulangkan Eric. Apalagi, masa depan Eric di City saat ini tengah berada dalam persimpangan jalan.


Baca Juga:


Hal itu terjadi setelah Guardiola santer dikabarkan bakal meninggalkan City untuk kembali melatih Barcelona andai Joan Laporta terpilih sebagai presiden Barcelona periode 2021-2027. Sebagaimana yang diketahui, salah satu program utama Laporta jika kelak terpilih sebagai orang nomor satu di Barcelona adalah membawa pulang Josep Guardiola.

Dengan pergantian pelatih di Citizens, ditambah dengan kontraknya yang tersisa dua musim lagi, secara otomatis, awal tahun depan jadi saat-saat krusial bagi Eric Garcia untuk segera menentukan masa depannya.

Barcelona sendiri melirik Eric sebagai sosok yang pas untuk peremajaan skuad mereka di jantung pertahanan. Dengan Gerard Pique yang sudah berusia 33 tahun, Garcia dianggap sudah paham betul dengan filosofi bermain Barcelona karena merupakan jebolan dari La Masia.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Madrid Keluarkan Rp 7 Triliun Untuk Pemain Muda, Bagaimana Hasilnya?

Vivagoal La Liga – Dalam satu dekade terakhir, Real Madrid getol berinvestasi di pesepakbola muda berusia dibawah 21 tahun. Dana triliunan rupiah pun sudah digelontorkan. Bagaimana hasilnya?

Berdasarkan catatan Marca, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, Los Blancos sudah mengucurkan dana tak kurang dari 400 juta euro, tepatnya 438,8 juta euro atau setara Rp 7 triliun lebih.

Disebutkan bahwa strategi merekrut pemain muda yang dilakukan Real Madrid didasari oleh beberapa faktor. Namun salah untuk tiga tahun terakhir, salah satunya karena harga pesepakbola yang makin menggila pasca Neymar ditebus Paris Saint-Germain dari Barcelona dengan memecahkan rekor transfer pemain.

Selain itu, direktur tim scout atau pemantau bakat Real Madrid, Juni Calafat juga menjadi sosok yang bertanggung jawab dibalik berubahnya kebijakan transfer pemain El Real dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut Marca, tak kurang ada 24 pemain muda yang sudah didatangkan Madrid sejak 10 tahun terakhir. Sergio Canales menjadi pemain pertama yang mengawali tren ini saat direkrut seharga 6 juta euro pada 2010, hingga terakhir Reinier Jesus Carvalho yang baru berusia 18 tahun didatangkan pada Januari 2020 lalu.


Baca Juga:



Marca
mengestimasi bahwa dari 400 juta yang sudah dikeluarkan Madrid untuk investasi pemain muda usia, tak kurang dari 119,5 juta euro yang sudah masuk ke kas mereka berkat keuntungan dari penjualan pemain yang bersangkutan.

Mesut Oezil misalnya, didatangkan beberapa bulan sebelum ulang tahun ke-21 pada musim panas 2010, setelah tiga musim bermain di Santiago Bernabeu, ia lalu dilepas pada 2013 silam dengan keuntungan sebesar 29 juta euro.

Lalu ada Mateo Kovacic yang direkrut di usia 20 tahun, dan setelah tiga musim, ia dilepas ke Chelsea dengan keuntungan mencapai 17 juta euro. Namun, tak semua investasi pemain muda itu berakhir positif.

Contoh yang paling nyata adalah Sergio Diaz yang sempat dijuluki sebagai Sergio Aguero-nya Paraguay, direkrut tahun 2016 dengan banderol sebesar 5 juta euro, hingga musim kemarin ia lebih banyak dipinjamkan sebelum akhirnya didaftarkan ke Real Madrid Castilla.

Ada juga Lucas Silva yang diboyong pada 2015 namun lebih banyak berstatus pemain pinjaman sebelum akhirnya kontraknya habis pada awal musim panas 2019 kemarin dan direkrut Gremio dengan status free agent. Jesus Vallejo turut mengikuti jejak pemain muda yang gagal di Real Madrid dan kini sedang dipinjamkan ke Granada.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Pelatih PSV Kaget Dituding Jadi Penyebab Ronaldo ‘Il Fenomeno’ Hengkang ke Barcelona

Vivagoal La Liga – Pelatih senior asal Belanda, Dick Advocaat kaget bukan kepalang ketika dirinya dituding jadi pangkal masalah Ronaldo ‘Il Fenomeno’ hengkang dari PSV Eindhoven pada musim panas 1996 silam.

Untuk diketahui, Dick Advocaat dan Ronaldo Luiz Nazario de Lima sama-sama didatangkan PSV pada tahun 1994. Selama dua musim ditangani Advocaat, Ronaldo menjelma menjadi penyerang sangat berbahaya di depan gawang lawan dengan mengemas 54 gol dari 57 pertandingan.

Sayangnya, pada awal musim 1996/1997, Ronaldo secara mengejutkan pindah ke Barcelona. Saat diwawancara oleh salah satu harian asal Spanyol baru-baru ini, Ronaldo berdalih alasannya pindah dari PSV karena tak memiliki hubungan baik dengan sang pelatih.

Dituding jadi asal muasal masalah kepergian sang Fenomenal, Dick Advocaat pun kaget setengah mati. Dia merasa sama sekali tak punya masalah selama melatih Ronaldo di PSV. Namun ia akui pernah membuat marah Ronaldo ketika tak memainkan superstar Brasil tersebut di laga final Piala Liga Belanda kontra Sparta Rotterdam musim 1995/1995.

Ronaldo kala itu lama absen karena cedera lutut di paruh kedua musim 1995/1996. Di partai final KNVB Beker, saya mengandalkan Rene Eijkelkamp sebagai penyerang utama, Ronaldo memang sudah pulih, dan meminta jadi starter di laga tersebut, namun saya menolaknya karena ia belum lama berlatih. Ronaldo pun marah.” cerita Advocaat seperti dilansir dari Voetbal International.

“Secara pribadi, saya sebenarnya tak merasa pernah ada masalah dengannya. Bahkan pada suatu hari, ketika dia sudah bermain untuk Inter Milan, Ronaldo datang ke tempat latihan PSV dan berlatih bersama kami.” jelas Advocaat.


Baca Juga:


Lebih lanjut, Advocaat bahkan menganggap sebagai pemain terbaik yang pernah dilatihnya. Ia pun mengaku sangat dekat dengan peraih Ballon d’Or termuda sepanjang sejarah tersebut.

“Tak diragukan lagi, Ronaldo adalah pemain terbaik yang pernah bekerjasama dengan saya. Dan hubungan kami sangat dekat. Pernah suatu waktu dia begitu kelelahan usai bermain tandang, kemudian dia duduk di sebelah saya dalam perjalanan pulang dengan bus.”

“Dia tertidur dan kepalanya bersandar di bahu saya. Dia pribadi yang sangat terbuka, meski kadang bermasalah, namun semua orang menyukai dia karena kualitas yang dimilikinya.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Lucas Vazquez Sesumbar Madrid Akan Sapu Bersih 11 Laga Sisa Dengan Kemenangan

Vivagoal La Liga – LaLiga Spanyol bakal mempertandingan 11 laga sisa musim 2019/2020 ini. Winger Real Madrid, Lucas Vazquez sesumbar timnya bakal bisa menyapu bersih semua pertandingan dan keluar sebagai juara di akhir musim.

Setelah hampir tiga bulan lamanya disetop, terhitung sejak 12 Maret 2020 lalu karena pandemi virus Corona, La Liga Spanyol dijadwalkan akan segera kembali menggulirkan kompetisi pada 11 Juni mendatang dengan memainkan 11 pertandingan tersisa musim ini.

Untuk saat ini, Barcelona masih kokoh di puncak klasemen sementara dengan torehan 58 poin hasil dari 27 pertandingan yang sudah dimainkan. Los Cules hanya berjarak dua poin dari musuh bebuyutannya, Real Madrid di urutan kedua.

Merujuk pada peta persaingan di papan klasemen, kans Madrid untuk bisa menjungkalkan Barcelona dari posisi pertama tentu masih sangat besar. Hal itu pun membuat Vazquez sangat yakin mereka bisa keluar sebagai juara di akhir musim.

Dalam pandangannya, Vazquez menilai 11 laga sisa akan sangat mungkin disapu bersih oleh timnya untuk terus memelihara asa menjadi kampiun La Liga sejak kali terakhir mereka dapat pada musim 2016/2017 silam.


Baca Juga:


Adapun laga melawan Eibar pada 14 Juni mendatang disebutnya sebagai langkah awal Los Blancos menapaki tangga juara kompetisi.

“Eibar adalah titik awal untuk kami menyapu bersih 11 pertandingan tersisa musim ini. Mudah-mudahan kami bisa mencapai target kemenangan tersebut di setiap pertandingan dan memenangkan gelar juara.” ucap Vasquez seperti dilansir dari situs resmi Madrid.

“Tekanan seluruhnya ada di Barcelona, sekali saja mereka gagal meraih poin penuh maka kami berpotensi menyalip mereka. Tentu saja kami ingin terus menang demi berada dalam posisi yang bagus di klasemen akhir.” tandas Vasquez.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Allegri Jadi Pelatih, PSG Salip Barcelona Dapatkan Miralem Pjanic

Vivagoal La Liga – Rencana Barcelona untuk mendapatkan gelandang elegan Juventus, Miralem Pjanic mendapatkan gangguan serius dari raksasa Ligue 1 Prancis, Paris Saint-Germain. Les Parisiens diberitakan siap menyalip El Barca andai jadi menunjuk Massimiliano Allegri sebagai suksesor Thomas Tuchel di kursi pelatih musim depan.

Miralem Pjanic diklaim akan segera angkat kaki dari Allianz Stadium pada bursa transfer musim panas tahun ini. Sang pemain diyakini sudah tidak sabar menjajal tantangan baru dengan bermain bersama raksasa Catalan, Barcelona musim depan.

Sejauh ini, Barcelona memang jadi tim yang paling sering dihubungkan dengan gelandang berusia 30 tahun itu. Direktur Bianconeri, Fabio Paratici disebut sudah bertemu dengan pihak Barcelona guna negosiasikan peluang menukarkan si pemain dengan Arthur Melo.

Namun, dilansir dari media yang berbasis di Catalan, Sport, Barcelona tidak bakal mudah mendapatkan pemain buruannya tersebut. Pasalnya, PSG disebut juga tertarik memboyong Miralem Pjanic ke Parc des Princes pada bursa musim panas mendatang.

Menurut sumber yang sama, PSG berusaha menggoda gelandang asal Bosnia tersebut agar mau menolak Barcelona dengan menjanjikan Massimiliano Allegri sebagai pelatih mereka musim depan.


Baca Juga:


Sebagaimana yang diketahui, sedari 2016 hingga 2019 kemarin, Allegri selalu mengandalkan Pjanic sebagai jenderal lapangan tengah Bianconeri. Tentu saja, situasi ini bakal membuat sang pemain diyakini akan melupakan kesempatan bermain untuk Barcelona demi bisa bereuni dengan Allegri di PSG.

PSG sendiri memang masih mempercayai Thomas Tuchel sebagai juru taktik tim. Namun, eks pelatih Borussia Dortmund itu dianggap belum benar-benar memenuhi ekspektasi, sebab PSG baru bisa merayakan manisnya dua trofi Ligue 1 dan dua Piala Super Prancis minus Coupe de France, Coupe de Ligue dan Liga Champions sejak ditunjuk menggantikan Unai Emery awal musim 2018/2019.

Kegagalan demi kegagalan ini tentunya membuat gerah manajemen Les Parisiens. Apalagi dengan komposisi skuad yang dimiliki, ekspektasi publik Paris jelas jauh lebih dari pencapaian Tuchel selama ini.

Tuchel dianggap gagal menangani tim bertabur bintang dan dinilai kurang bisa mengontrol pemain-pemain seperti Neymar, Edinson Cavani dan Kylian Mbappe. Allegri yang masih menganggur saat ini pun langsung dirumorkan jelang bursa musim panas dibuka tahun ini.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

La Liga Dimulai 11 Juni, Real Madrid Sudah Dalam Kondisi Siap Tempur

Vivagoal La Liga – Kurang dari dua pekan La Liga Spanyol bergulir, Real Madrid terus menggeber persiapan untuk kembali mengarungi persaingan ke tangga juara dengan Barcelona. Nacho Fernandez menyebut kondisi El Real saat ini sudah 95 persen siap tempur.

LaLiga Spanyol sudah diputuskan mulai kick-off pada 11 Juni 2020, tengah pekan depan. Laga El Gran Derby yang mempertemukan antara Sevilla vs Real Betis akan jadi laga pembuka.

Madrid sendiri dijadwalkan baru akan kembali bertanding pada 14 Juni. Eibar akan menjadi tantangan awal mereka dalam upaya merebut tiga poin perdana usai libur kompetisi selama hampir tiga bulan lamanya.

Dengan situasi ini, tersisa 13 hari lagi waktu Madrid untuk mempersiapkan diri. Nacho pun sangat optimis Madrid akan langsung tancap gas karena persiapan mereka sudah nyaris sempurna sejauh ini, yakni 95 persen.

Baca Juga:

 

“Kami sudah bersiap dengan sangat baik. Ini memang pekan yang sedikit berbeda setelah lama tidak bermain. Apalagi di sesi latihan awal, kami tak bersama semua rekan setim.” ucap Nacho seperti dilansir dari Movistar.

“Namun tim bekerja sangat baik, dan dalam kondisi yang sangat percaya diri. Sekarang kami ada di dalam kondisi 95 persen dan akan terus meningkat karena masih ada beberapa hari sebelum kami start lagi.” pungkasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS