Tag: Liga Eropa

Kontrak Baru Pogba Selesai Usai Liga Europa Berakhir, Bertahan atau Ditendang?

Vivagoal Liga Inggris – Analis Sky Sports, Dharmesh Sheth, percaya jika kontrak baru Paul Pogba bersama Manchester United akan segera selesai setelah Liga Europa nanti berakhir.

Masa depan Pogba di Manchester United masih belum pasti. Sempat disebut ingin hengkang dengan Juventus dan Real Madrid sebagai tujuan utama, kini tersiar kabar jika gelandang asal Prancis itu ingin menetap di Old Trafford.

Dharmesh Sheth pun melihat jika Manchester United dan Pogba akan duduk bersama untuk negosiasi kontrak baru usai Liga Europa nanti. Adanya opsi perpanjangan kontrak juga membuat United bisa sedikit lebih tenang.

“Pogba bahagia di MU dan dia mengharapkan pihak klub akan segera membuka pembicaraan kontrak baru setelah perjalanan di Liga Europa selesai,” ujar Dharmesh Sheth.

“Kontraknya yang sekarang akan kedaluwarsa musim panas mendatang, tapi MU selalu mencantumkan opsi perpanjangan kontrak satu tahun agar mereka tidak sampai kelabakan menghadapi kemungkinan kehilangan dia dengan gratis.”

Dharmesh Sheth juga melihat jika kepergian Alexis Sanchez membuka peluang bertahan Pogba lebih besar. Mereka bisa memenuhi tuntutan gaji sang pemain serta memulangkan Dean Henderson musim depan.


Baca Juga:


“Dapat dikatakan bahwa MU saat ini berada di posisi yang lebih baik untuk bernegosiasi dengan Pogba dan memulangkan Dean Henderson, setelah kepergian Alexis Sanchez yang meringankan beban gaji klub,” sambung Sheth.

“Tampaknya semua pihak punya keinginan yang sama untuk segera menyelesaikan perihal kontrak baru Paul Pogba ini,” tutupnya.

Sebagai informasi, Paul Pogba masih akan bermain bersama Manchester United hingga Liga Eropa selesai. Apakah Manchester United akan mempertahankan atau menendang Pogba?

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Bertemu Raja Liga Europa, Man United Ketiban Sial

Vivagoal Liga Champions – Manchester United dipastikan akan bentrok dengan Sevilla di semifinal Liga Europa 2019/20 pekan depan. Laga nanti dipastikan tidak mudah bagi Setan Merah.

Kedua tim kompak mengunci tiket semifinal setelah mengalahkan lawan-lawannya dengan skor identik. Manchester United menyingkirkan FC Copenhagen dengan skor 1-0 dan dengan skor serupa Sevilla mengandaskan Wolverhampton.

Kendati memiliki skor yang sama, namun performa keduanya di babak delapan besar kemarin sangat jauh berbeda. Manchester United dinilai tampil buruk saat menghadapi FC Copenhagen. Mereka gagal menembus pertahanan lawan dan membuang begitu banyak kesempatan. Bahkan kemenangan United lahir di babak tambahan itupun berasal dari kotak penalti.

Berbanding terbalik dengan MU, Sevilla mampu tampil garang melawan Wolverhampton. Mental juara yang mereka miliki membuat permainan tim mengalir dengan baik hanya saja kurang di penyelesaian akhir.

Predikat juara memang layak disematkan kepada Sevilla. Tercatat semifinal kali ini menjadi yang kelima bagi wakil La Liga. Terbilang sedikit, namun fakta di mana ketika mereka menembus semifinal selalu menjadi juara mungkin akan membuat fans United khawatir.

Ya, jika Real Madrid merajai Liga Champions, maka Sevilla adalah raja di Liga Europa. Mereka mengoleksi gelar terbanyak dengan 5 trofi (2006, 2007, 2014, 2015, 2016), tiga diantaranya diraih secara beruntun beberapa tahun lalu.


Baca Juga:


Mudahnya berkata, jika ada tim yang tahu rahasia jadi juara Liga Europa, Sevilla jelas yang teratas.

Manchester United jelas tak boleh bermain seperti saat menghadapi FC Copenhagen mengingat Sevilla bisa menyakiti mereka jauh lebih baik dari wakil Denmark tersebut. Andai United gagal bangkit, ambisi meraih gelar juara musim ini pun bisa pupus dan Sevilla kian mantap menancapkan taringnya di Liga Europa.

Selalu update berita terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Berakhir Sudah Kisah Indah Wolverhampton di Musim Ini

Vivagoal – Liga Inggris – Kegemilangan Wolverhampton sepanjang musim ini harus terhenti. Wolves harus menyerah dengan skor 0-1 dari Sevilla, Rabu (12/8) dini hari tadi di ajang Europa League musim ini.

Kisah dongeng indah Wolves resmi berakhir usai kalah dari Sevilla dini hari tadi. Gol tunggal dari Lucas Oscampos di menit 88, memupus ambisi tim asuhan Nuno Espirito Santo untuk melangkah ke babak semi-final Europa League.

Padahal sepanjang musim ini mereka tampil cukup gemilang di kompetisi Eropa. Penampilan Wolves itu meneruskan performa hebat mereka di musim 2018/19 lalu.

Namun Wolves sepertinya tak akan terlalu berlarut dalam kesedihan karena tersingkir dari Europa League. Karena mereka sukses menyudahi Premier League dengan berada di peringkat ke tujuh, sekaligus kembali bisa tampil di Europa League musim depan.

Mereka secara konsisten bisa tampil bersaing dengan tim-tim papan atas Liga Inggris, khususnya saat melawan anggota tradisional ‘big six‘ Premier League. Hanya Chelsea dan Liverpool yang berhasil mengalahkan Wolves dalam dua pertemuan.


Baca Juga:


Bahkan, Man City yang notabene juara bertahan, berhasil mereka kalahkan baik saat laga tandang maupun kandang. Di tabel klasemen Wolves berada diatas peringkat Arsenal dengan poin 56.

Pasca pertandingan, sang pelatih mengatakan bahwa musim ini merupakan perjalanan yang cukup panjang bagi Wolves. Rasa kecewa yang dirasakan oleh para pemain menurut Nuno cukup wajar mengingat para pemain Wolves sudah tampil maksimal.

“Seperti yang saya katakan, ini merupakan perjalanan panjang. Kami ingin maju sejauh mungkin. Kami sudah dekat dengan hal itu, dan semua tentu kecewa. Tapi kami tidak bisa mengabaikan kerja keras para pemain,”ujar Epirito Santo dilansir website resmi Europa League.

Selain itu Ia pun mencoba untuk menenangkan para penggemar Wolves yang tentu kecewa karena kiprah mereka harus berakhir. Ia meyakinkan di masa yang akan datang, Wolves akan terus tampil gemilang.

“Sepatah kata untuk para pendukung kami di Wolverhampton, kami rindu kalian. Kami jelas memiliki masa depan yang cerah,”ungkapnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Dalam 10 Tahun, Inter Akhirnya Bisa Pecahkan Rekor Kembali di Kompetisi Eropa

Vivagoal Liga Champions – Inter Milan melaju ke babak empat besar Liga Europa musim 2019/2020 usai menyingkirkan Bayer Leverkusen. Ini jadi semifinal pertama Inter di kompetisi Eropa sejak 10 tahun terakhir.

Bermain di Merkur-Spiel Arena, Dusseldorf, Jerman, Selasa (11/8/2020) dinihari WIB dalam lanjutan babak perempatfinal Liga Europa, Inter bermain agresif sejak menit awal dan sudah berhasil unggul dua gol atas Bayer Leverkusen ketika laga baru berjalan 21 menit.

Inter membuka keunggulan melalui gol Nicolo Barella sebelum digandakan oleh Romelu Lukaku. Leverkusen sempat memperkecil ketertinggalan lewat aksi Kai Havertz. Tapi upaya mereka mengejar sia-sia belaka setelah hingga akhir pertandingan skor tak berubah 2-1 untuk kemenangan Inter.

Dengan hasil ini, Inter berhak untuk satu tempat di babak semifinal dan menunggu pemenang antara Shakhtar Donetsk vs FC Basel yang baru akan bertanding, Rabu (12/8/2020) dinihari WIB. Inter sendiri patut merayakan kelolosan ini karena sebelumnya mereka sangat sulit melakukannya dalam sedekade terakhir.

Nerazzurri bisa melaju ke semifinal kompetisi Eropa kali terakhir terjadi pada musim 2009/2010. Saat itu, Inter masih dibesut Jose Mourinho dan mereka bahkan bisa keluar sebagai juara Liga Champions. Setelahnya, Inter paling tinggi hanya bisa mencapai babak perempatfinal.


Baca Juga: 


Prestasi Inter makin menurun karena hanya bisa berlaga di Liga Europa setelahnya, itupun paling tinggi hanya sampai babak 16 besar. Sekalinya lolos ke Liga Champions dalam dua musim terakhir, Inter malah sudah kandas sedari fase penyisihan grup.

“Kami sudah membuktikan kepada semua orang yang senang mengkritik kami bahwa kami tidak solid, kami adalah tim hebat dan kami punya nyali.” tegas Barella dilansir dari Sky Sport Italia.

Selalu update berita terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Hadapi Leverkusen, Conte Berikan Kebebasan Pada Anak Asuhnya

Vivagoal – Liga Eropa Bos Inter Milan, Antonio Conte meminta anak asuhnya untuk tampil tanpa beban di Liga Eropa. Ia tentu berharap para punggawanya bisa melaju ke partai final hingga raih juara, namun bila mereka gagal, setidaknya mereka tetap bisa berdiri tegak.

Inter Milan hanya menyisakan raih gelar juara di Liga Eropa saja, usai mereka tak mampu mengejar Ronaldo dan koleganya. Mereka pun hanya berada di semifinal Coppa Italia dan mengakhiri musim sebagai runner-up Serie A.

Meski demikian Conte tak ingin Liga Eropa menjadi beban tersendiri bagi anak asuhnya. Ia berharap para pemain bisa tampil lepas dan memberi segalanya di atas lapangan. Dan jika hasil akhir tak seperti yang diharapkan, para pemain tak kecewa karena mereka sudah berusaha.

“Kami harus bersikap positif. Kami terus bekerja keras untuk mencapai target yang kami inginkan, yakni tampil semaksimal mungkin,” buka Conte kepada Football Italia.

“Untuk melangkah dari posisi ini sampai di ujung sana, kami harus membuktikannya di lapangan. Kami tidak boleh mengeluh. Kami harus memberikan segalanya.”

“Jika kerja keras kami cukup untuk mencapai semifinal, atau final, atau bahkan meraih trofi, kami semua bakal senang atau kami akan tersingkir di momen yang tepat, tanpa kecewa,” imbuhnya.

Lebih lanjut Conte mengatakan jika musim ini sudah berjalan cukup baik sesuai dengan yang ia harapkan. Semua orang dalam tim sudah berusaha sekuat tenaga untuk bisa membawa Inter kembali ke tempatnya.


Baca Juga: 


“Kami datang dalam kondisi telah memainkan banyak pertandingan beruntun dalam kondisi cuaca yang sulit. Namun, antusiasme dan hasrat untuk menghadapi tantangan ini serta usaha mencapai semifinal masih ada,” sambung Conte.

“Saya kira kami semua berusaha mengembalikan Inter ke posisi seharusnya, yakni sebagai tim yang bisa meraih trofi,” pungkasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Eropa hanya di Vivagoal.com

Sevilla Unggul di Semua Lini Atas AS Roma

Vivagoal Serie A – Edin Dzeko kecewa berat dengan performa yang ditunjukkan AS Roma saat dikalahkan Sevilla di leg kedua babak 16 besar Liga Europa. Dzeko mengakui wakil Spanyol itu lebih bagus di semua aspek.

Langkah Roma di Liga Europa harus terhenti di babak 16 besar karena dikalahkan Sevilla. Bertanding di MSV Arena, Duisburg, Kamis (6/8/2020) malam WIB, Giallorossi takluk dengan skor 2-0.

Di sepanjang pertandingan, Sevilla tampil menyerang dengan tempo tinggi. Sementara Roma terlihat kesulitan keluar dari tekanan. Merujuk pada statistik di situs resmi UEFA, Sevilla tampil dominan dengan penguasaan bola mencapai 58% berbanding 42% milik AS Roma.


Baca Juga:


Selain itu, Roma juga hanya bisa melepaskan satu tembakan on target dari total tujuh percobaan. Sementara itu, Sevilla bisa membuat lima tembakan tepat sasaran dari total 14 tembakan.

Dzeko sendiri menyebut Sevilla mengungguli Roma di semua lini. Dan Roma tak pernah benar-benar bisa masuk ke permainan sedari menit pertama pertandingan.

“Semuanya, semuanya. Kami kalah segala-galanya. Kami tidak pernah masuk ke permainan sedari menit pertama sampai akhir. Sevilla menelan kami di semua lini, mereka mempersiapkan diri dengan lebih baik, bermain lebih baik dan dalam kondisi yang sangat baik.” kesal Dzeko dilansir dari Sky Sports.

“Sevilla sudah mempermalukan kami. Mereka sangat lihai dalam mengalirkan bola dan kami tidak memungkinkan tuk melakukan itu. Sevilla melakukan banyak variasi operan dengan sekali-kali mengirim umpan lambung.” jelasnya.

“Mungkin kami sudah salah karena lebih banyak bermain di belakang, dan taktik harusnya memanfaatkan saya sebagai target man untuk bola-bola panjang, tapi kami gagal selama 90 menit. Saya kecewa karena kami sama sekali tidak bermain bagus, dan tidak pernah bisa masuk ke permainan, itu bikin saya sangat kecewa.” tegas Dzeko.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Kalahkan Rangers, Leverkusen Tantang Inter Milan di 8 Besar Liga Europa

Vivagoal Liga Champions – Wakil Bundesliga Jerman, Bayer Leverkusen sukses melewati hadangan raksasa Liga Skotlandia, Rangers di leg kedua babak 16 besar Liga Europa. Selanjutnya, Leverkusen akan menantang Inter Milan di babak 8 besar.

Leverkusen memastikan satu tiket ke babak perempat final usai menumbangkan Rangers dengan skor tipis 1-0 di Bay Arena, Jumat (7/8/2020) dinihari WIB. Gol tunggal kemenangan Leverkusen dicetak oleh Moussa Diaby pada menit ke-51.

Dalam laga itu sendiri, Leverkusen tampil mendominasi penguasaan bola. ESPN mencatat, Die Werkself juga mampu membukukan lebih banyak tembakan ke arah gawang, dengan 15 tembakan dimana dua diantaranya on target. Sementara Rangers minim membuat ancaman dan hanya bisa melepaskan empat shots sepanjang 90 menit laga berlangsung.

Kemenangan 1-0 ini sejatinya sudah cukup untuk meloloskan Leverkusen ke babak selanjutnya. Pasalnya, pada leg pertama yang berlangsung di markas Rangers, mereka sudah unggul agregat 3-1. Artinya, Kai Havertz dkk melaju ke perempatfinal dengan keunggulan agregat 4-1 atas tim besutan Steven Gerrard.


Baca Juga:


Selanjutnya, Leverkusen akan menghadapi jagoan Italia, Inter Milan pada 10 Agustus mendatang. Inter sendiri sebelumnya berhasil menyingkirkan wakil Spanyol, Getafe dengan agregat 2-0 di babak 16 besar.

Selalu update berita terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Pantas Kalah, Harga Pemain Ini Seharga Semua Pemain Getafe!

VivagoalBerita Bola – Meski harus mengakui keunggulan dari Inter Milan 0-2 dini hari tadi, Pelatih Getafe, Jose Bordalas tetap bangga pada performa para pemainnya. Menurutnya perbedaan antara Inter Milan dan Getafe terlalu jauh untuk saat ini.

Satu hal yang Ia cukup soroti terkait perbedaan tersebut adalah faktor kekuatan ekonomi kedua tim. Bordalas mengatakan harga dari seorang Romelu Lukaku saja seharga dengan seluruh tim Getafe.

Bergabung dengan Inter Milan awal musim ini, Lukaku memang menjadi mesin gol utama Nerazzurri lewat catatan 30 gol. Ia diboyong dari Manchester United dengan mahar sebesar 80 juta euro sekitar 1,3 triliun rupiah.

“Kami membuat Inter kewalahan selama babak kedua. Kami mengendalikan permainan, setelah kesalahan di gol pertama, praktis tak ada lagi yang bisa dilakukan,”ujar Bordalas dilansir Goal.

“Tapi kami tidak mundur dan mendapat penalti, yang (sebenarnya) memberikan kesempatan untuk bisa menyamakan kedudukan.


Baca Juga:


Dalam laga tersebut memang sebenarnya Getafe mendapatkan penalti pada menit 76. Namun Jorge Molina yang bertindak sebagai eksekutor gagal menjalankannya dengan baik.

Meski begitu, Ia tetap bangga pada anak asuhnya karena bisa bermain pantang menyerah. Bordalas menilai perbedaan yang dimiliki oleh Getafe dan Inter Milan terlampau besar.

“Sanga disayangkan, tapi saya bangga karena pendekatan mereka sangat hebat. Mereka bisa menafsirkannya dengan bagus. Saya bangga pada para pemain,”ungkapnya.

“Perbedaan terlalu besar. Hanya Lukaku saja, harganya sama dengan semua pemain Getafe.

Selalu update kabar terbaru seputar Berita Bola hanya di Vivagoal.com

Bosz: Havertz Profesional dan Akan Bantu Kami di Eropa

Vivagoal – Bundesliga

Seiring dengan performa impresifnya di Bayer Leverkusen, Kai Havertz banjir peminat dari banyak klub top Eropa, termasuk diantaranya Chelsea. Namun pelatih Leverkusen, Peter Bosz percaya, gelandang mudanya itu bakal tetap fokus membantu timnya di ajang Liga Europa musim ini.

Havertz saat ini santer dikaitkan dengan Chelsea karena performa gemilangnya selama membela Leverkusen. Berusia 21 tahun, Havertz sudah mampu menjabat ban kapten dan menjadi pilar penting di area lini serang Die Werkself sejak musim 2018/2019 kemarin.


Total 148 pertandingan yang dijalaninya bersama Leverkusen dengan menyumbangkan 45 gol dan 31 assist. Ketertarikan The Blues dianggap wajar, jika merujuk pada capaian Havertz yang mampu bermain di banyak posisi pada sektor serang

Kendati demikian, meski terus diganggu rumor transfer, juru taktik Leverkusen, Peter Bosz meyakini Havertz akan tetap memberikan penampilan terbaiknya saat menghadapi Rangers, pada Jumat (7/8) dinihari WIB dalam lanjutan 16 besar Liga Europa.

“Kami memang belum membuat keputusan soal masa depan Havertz. Tapi, saya akan menjawab pertanyaan-pertanyaan ini segera. Dia akan masih bermain di laga besok, dan saya percaya ia memiliki komitmen 100 persen untuk Leverkusen.” ucap Peter Bosz dilansir Sportsmole.


Baca Juga: 


“Dia selalu berkomitmen setiap hari. Dia profesional dan berusaha menjaga dirinya sendiri. Kita semua akan melihatnya bagaimana dia bermain di laga melawan Rangers, bila tidak berkomitmen, dia tidak akan bermain bagus.” tutup Bosz.

Selalu update berita bola terbaru seputar Bundesliga hanya di Vivagoal.com                             

Seolah Remehkan LASK, Manchester United Bereksperimen di Europa League

Vivagoal Liga Inggris –  Manchester United dipastikan bakal melakukan beberapa perubahan di lanjutan 16 besar Liga Eropa kontra LASK pada Kamis (6/8/2020) dini hari WIB. 

Hal itu diungkapkan langsung oleh sang pelatih, Ole Gunnar Solskjaer. Menurutnya, akan ada beberapa perubahan mendasar dalam starting XI  setelah mereka unggul 5-0 pada leg pertama lalu.

Meski tetap berhati-hati Ole mengaku  akan memasang Jesse Lingard sejak menit awal, dia bahkan bakal membuka kesempatan untuk para pemainnya show off untuk mencuri tempat di starting XI

“Jesse [Lingard] akan mulai besok, tetapi tim tidak akan terlalu berbeda dengan terakhir kali kami bermain LASK pada bulan Maret. Kami tahu itu akan menjadi pertandingan yang sulit.

“Kami mencetak tiga gol dalam lima pertandingan terakhir, jadi tentu saja kami tahu bahwa kami harus tampil baik. Ada peluang bagi para pemain yang tampil baik di pertandingan ini untuk kembali dipercaya di perempat final nanti,” kata Solskjaer dikutip laman resmi MU.

Berkaca pada pernyataan Ole di atas, tercatat hanya Harry Maguire, Bruno Fernandes, Mason Greenwood and Odion Ighalo yang terlibat dalam pertandingan Liga Premier terakhir dan pertandingan leg pertama melawan LASK. Karenanya MU dipercaya bakal tampil berbeda di laga nanti.

MU Tanpa Tiga Pilar

Selain mengubah pakem klub, MU dipastikan tanpa tiga pemain mereka di laga nanti. Tercatat, Phil Jones, Axel Tuanzebe dan Luke Shaw harus menepi lantaran cedera. Meski Jones menunjukan perkembangan tapi pelatih asal Norwegia itu tak ingin ambil resiko.

“Phil sudah berlatih di sini, dia belum cocok, tapi dia sudah semakin dekat. Kita akan lihat bagaimana perkembangannya selama beberapa hari ke depan.


Baca Juga: 


“Axel,  dia menjalani operasi, jadi dia akan kembali awal September. Sama halnya dengan Luke. Dia mengalami cedera saat melawan Southampton dan dia akan siap lagi awal September,” tutup Ole.

Berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com