Tag: Ligue 1

Prediksi Marseille vs Lyon: Les Gones Tatap Empat Kemenangan Beruntun

Vivagoal Ligue 1Penutupan laga pekan ke-13 Ligue 1 Prancis akhir pekan ini akan mempertemukan Marseille melawan Olympique Lyon, Senin (11/11/2019) dinihari WIB.

Les Gones bertekad meraih kemenangan keempat beruntun di laga yang digelar di Stade Velodrome, markas Marseille ini.

Marseille sejatinya sudah tidak terkalahkan dalam tiga laga kandang terakhirnya di ajang Liga. Dimana yang teranyar saat mereka sukses menaklukkan tim kuat lainnya, yakni Lille OSC dengan skor 2-1 akhir pekan kemarin.

Marseille bertekad menang di laga ini untuk dapat merebut posisi kedua dari Angers di papan klasemen. Saat ini, Steve Mandanda dkk hanya tertinggal satu poin dari Angers dengan koleksi 19 poin hasil dari lima kemenangan, 4 imbang dan tiga kali menelan kekalahan.

Baca Juga: Lyon Kembali Garang di Tangan Rudi Garcia

Di sisi lain, Lyon juga baru saja bangkit dari keterpurukan setelah sempat melewati delapan pertandingan tanpa sekalipun bisa meraih kemenangan. Namun sejak memecat Sylvinho sebagai pelatih dan menunjuk Rudi Garcia sebagai suksesornya, Lyon sudah melalui lima pertandingan di seluruh kompetisi dengan hanya sekali menderita kekalahan, dimana tiga kemenangan diantaranya diraih dengan beruntun.

Menatap laga dini hari besok, Lyon jelas bertekad bisa kembali meraih kemenangan demi menembus persaingan di papan atas klasemen. Saat ini, kubu Les Gones menempati posisi ke-12 dengan 16 poin terpaut tiga angka dari Lille yang ada di urutan tiga klasemen.

Lyon didukung rekor yang cukup bagus saat menghadapi Marseille. Dari tiga aksi terakhirnya kontra Marseille, Lyon berhasil menyapu bersih dengan kemenangan, dimana dua diantaranya dilakukan di markas Marseille.

Tak heran jika Lyon masih layak difavoritkan dapat meneruskan tren kemenangannya atas tim besutan Andre-Villaz Boaz di laga kali ini.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

Rio Ferdinand Kepedean, Anaknya Jadikan Mbappe Sebagai Panutan, Bukan Dirinya

Vivagoal Ligue 1Tidak ada yang meragukan kehebatan Kylian Mbappe dalam mengolah si kulit bundar bola di atas lapangan hijau.

Tak heran jika anak-anak dari pemain legendaris Manchester United, Rio Ferdinand sangat mengidolakan penyerang Paris Saint-Germain tersebut.

Mbappe masih 20 tahun tapi sudah menjadi salah satu pemain yang tidak tergantikan dalam tim sebesar PSG. Di umurnya yang bisa dibilang masih sangat muda, Mbappe sudah berhasil membantu timnas Prancis merebut trofi Piala Dunia 1998.

Selain prestasi bersama timnas Prancis, Mbappe juga memiliki prestasi individual yang tidak bisa dibilang biasa-biasa saja. Mbappe hingga sekarang ini sudah mengoleksi tiga trofi Ligue 1 dan masih memegang predikat pemain termuda Prancis yang bisa mencetak milestone alias 100 gol lebih di level klub maupun timnas.

Baca Juga: Punya Kualitas Unik, Mourinho Klaim Mbappe Mirip Ronaldo da Lima

Berkat pencapaiannya itu, Mbappe kemudian meraih Kopa Trophy yakni , penghargaan buat pemain muda terbaik dunia, setara Ballon D’Or. Dengan semua prestasinya yang begitu mentereng, wajar Mbappe kemudian banyak diidolakan para pecinta sepakbola di seluruh dunia. Termasuk dua putra Rio Ferdinand, Tate dan Lorenz.

“Mbappe adalah nomor satu bagi anak-anak saya, dimana dia sudah mencetak begitu banyak gol dan telah merebut Piala Dunia. Bagi anak-anak saya, itu sebuah kesuksesan besar dan sesuatu yang ingin merek tiru.” ucap Ferdinand seperti dilansir dari Soccerway.

“Saya pribadi senang Mbappe jadi panutan anak-anak, karena dia selalu berkata benar, lebih penting lagi ketika dia menandatangani kontrak baru, dia selalu ingin ada keluarga di sekelilingnya. Sebagai superstar, dia salah satu yang saya sukai jadi panutan anak-anak.” tegasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

Icardi Tak Berniat Rebut Posisi Cavani Sebagai Ujung Tombak PSG

Vivagoal Ligue 1Mauro Icardi membantah jika kedatangannya ke Paris Saint-Germain untuk merebut posisi Edinson Cavani sebagai penyerang nomor 9. Menurutnya, semua keputusan berada di tangan pelatih.

Cavani sempat absen selama dua bulan lamanya karena cedera pinggul pada awal musim ini. Absennya Cavani, benar-benar dimanfaatkan Icardi yang baru didatangkan PSG dengan status pinjaman dari Inter Milan hingga akhir musim.

Sejauh ini, penyerang asal Argentina tersebut sukses menunjukkan performa yang cukup menjanjikan dengan torehan 7 gol dan 1 assist dari tujuh penampilan bersama PSG di semua kompetisi musim ini.

Alhasil, berkat performa gemilangnya itu pelatih Les Parisiens, Thomas Tuchel mulai tidak menjamin Cavami masih mendapat satu tempat di lini serang PSG musim ini.

Selain punya kualitas komplet sebagai penyerang nomor sembilan, usia Icardi yang jauh lebih muda dari Cavani jadi alasan utamanya.

Namun, Icardi menolak jika kedatangannya untuk menggusur posisi Cavani yang sedari tahun 2013 sebagai ujung tombak PSG.

“Saya sudah kenal Edi sejak lama, saat kami masih bermain di Italia. Edi penyerang luar biasa yang telah membuat sejarah di PSG. Dia sudah melakukan banyak hal disini.” ucap Icardi dilansir dari RMC.

“Saya sendiri ingin memberi kontribusi untuk PSG, dan pada akhirnya pelatihnya yang bakal memutuskan siapa harus bermain. Kami berdua bekerja demi kebaikan tim, itulah yang kami katakan sepanjang waktu.” Icardi menegaskan.

“Edi dan saya adalah penyerang yang senang mencetak gol. Kami bisa saja bermain bersama, tapi keputusan tidak berada di tangan kami, karena semua kembali lagi ke pelatih.” tegasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

Punya Kualitas Unik, Mourinho Klaim Mbappe Mirip Ronaldo da Lima

Vivagoal Ligue 1Pelatih asal Portugal, Jose Mourinho tak sungkan untuk memuji kualitas permainan penyerang Paris Saint-Germain, Kylian Mbappe. Dengan sangat yakin, Mourinho bahkan menyebut Mbappe mirip dengan Ronaldo Luiz Nasario da Lima di masa muda.

Mbappe disebut-sebut sebagai salah satu pemain muda terbaik yang ada saat ini. Banyak orang tentu bakal mengamini hal tersebut karena Mbappe di usianya yang baru 20 tahun sudah bergelimang gelar baik di level klub, timnas maupun level individual.

Di ajang Ligue 1 Prancis, Mbappe sudah berhasil mengoleksi tiga trofi juara, yang pertama saat masih membela AS Monaco musim 2016/2017 dan dua lainnya saat dirinya sudah berkostum PSG.

Baca Juga: Navas Puji Performa Kylian Mbappe di PSG

Selain itu, di usianya yang masih sangat muda, Mbappe sudah mampu melesakkan 109 gol dengan 41 assist di level klub maupun timnas. Catatan membuatnya jadi pemain Prancis pertama yang mampu mencetak 100 gol lebih di usia yang belum genap 21 tahun.

Hebatnya lagi, dari 96 gol yang dicetak Mbappe di level klub, hanya ada tiga yang ia buat dari titik putih penalti. Dan itu membuatnya jadi pemain pertama di lima liga top Eropa yang bisa melakukannya.

Performa istimewa Mbappe ini pun membuat Mourinho tak ragu melontarkan pujian setinggi langit. Menurutnya, Mbappe adalah Ronaldo da Lima muda yang meraih banyak kesuksesan dan ketenaran saat masih bermain

“Kualitas Kylian benar-benar luar biasa. Gayanya bermain, apa yang bisa ia lakukan dalam pertandingan sangatlah spesial.” ujar Mourinho seperti dikutip dari Goal International.

“Dia benar-benar pemain istimewa dan memiliki kualitas unik. Ketika anda melihatnya, ia benar-benar berbeda dengan pemain kebanyakan. Satu-satunya pemain yang saya ingat mirip dia adalah Ronaldo Nazario. Keduanya pemain dengan kualitas unik.” Mourinho menambahkan.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

Terungkap Alasan Kegagalan Transfer Mbappe ke Madrid

Vivagoal Ligue 1Sebelum ke Paris Saint-Germain, Kylian Mbappe sempat santer dikabarkan didekati Real Madrid.

Meski ditawari uang banyak, menurut wakil Presiden AS Monaco, Vadim Vasilyev, Mbappe merasa masih terlalu dini jika dirinya sekarang bergabung ke skuad Los Blancos.

Mbappe direkrut secara resmi oleh PSG dari Monaco pada musim panas 2018/2019. Awalnya, Mbappe hanya berstatus pemain pinjaman pada musim 2017/2018.

Dan setelah masa pinjaman berakhir, Les Parisiens langsung menggelontorkan dana sebesar 180 juta euro tuk mengikat Mbappe, sekaligus menjadikan-nya sebagai pemain sepakbola termahal sejagat kedua setelah kompatriotnya di PSG, Neymar.

Sebelumnya, Madrid sempat menjadi pesaing utama PSG dalam mendapatkan tanda tangan Mbappe. Saat itu, Monaco mengklaim bahwa mereka telah menerima tawaran dari dua klub top Eropa, yakni PSG dan Real Madrid.

Baca Juga: Navas Puji Performa Kylian Mbappe di PSG

Dalam prosesnya, Monaco ternyata membiarkan Mbappe untuk memilih kepada salah satu dari dua klub tersebut. Dan sebagaimana yang sudah diketahui, Mbappe akhirnya memutuskan mengikat kontrak bersama ke Les Parisiens.

“Kenapa dia (Mbappe) tidak bergabung dengan Real? Dia berkata, Vadim, jauh di lubuk hati saya, saya merasa terlalu dini bermain untuk Madrid. Saya baru setahun bermain di negara saya, saya orang Paris dan tidak ingin pergi begitu cepat. Saya ingin jadi pemain hebat di Prancis, Real Madrid akan menunggu saya.” ungkap Vadim seperti dilansir dari Daily Mail.

“Saya katakan kepadanya, Kylian kamu benar. Dia pemain yang selalu ingin menang, dan tentu saja Liga Champions jadi target utamanya untuk dimenangkan. Tapi jika dia melakukan itu bersama PSG, itu bakal lebih baik.” tandasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

Tuchel Maklumi Cavani Sudah Tidak Bahagia di PSG

Vivagoal Ligue 1Pelatih Paris Saint-Germain, Thomas Tuchel meminta kepada Edinson Cavani tuk sabar menunggu kesempatan masuk skuad inti Les Parisiens.

Kendati telah sembuh dari cedera, namun Mauro Icardi saat ini jadi pemain yang memang dibutuhkan guna menyempurnakan skema menyerang yang diusungnya.

Cavani sempat mengalami cedera pada awal musim ini. Setelah dua bulan lamanya menepi, Cavani akhirnya pulih dan sudah kembali ke lapangan hijau saat PSG melawan OGC Nice pada pekan ke-9 Ligue 1 Prancis.

Baca Juga: Guardiola Jamin Sterling Bisa Berkembang Lebih Baik Lagi, Benarkah?

Namun, dari empat laga terakhir yang dijalani PSG di semua kompetisi, Cavani hanya diplot sebagai pemain pengganti. Tuchel lebih nyaman memainkan duet Mauro Icardi dengan Kylian Mbappe yang mana duet penyerang ini sukses menorehkan 15 gol dan 5 assist dari tujuh laga PSG di semua kompetisi musim ini.

Tuchel beralasan bahwa selain makin padunya duet Icardi dan Mbappe di lini depan, semua yang ia lakukan juga semata-mata karena kebutuhan taktik. Otomatis, penyerang asal Uruguay itu harus rela jadi penghangat bangku cadangan musim ini.

“Edinson mengalami cedera beberapa bulan, dan normal saja ketika dia sudah pulih dia merasa tidak bahagia sekarang karena ia sangat ingin membantu tim, tapi kami berpikir secara keseluruhan soal kepentingan tim ini.” ucap Tuchel dilansir dari Daily Mail.

“Edinson adalah pencetak gol kami, pemain yang paling berpengaruh di dalam skuat, tapi dia juga harus berpikir kolektif. Semuanya tergantung dari kebutuhan taktik kami. Dan saya tidak bermaksud mengesampingkan Edinson, tapi saat ini dia bukan pilihan yang tepat.” Tuchel menegaskan.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

Prediksi Marseille vs Lille: Imbang Sudah Cukup

Vivagoal Ligue 1Lille akan menantang Olympique Marseille pada lanjutan pekan ke-12 Ligue 1 Prancis, Minggu (3/11/2019) dinihari WIB. Laga ini bakal dilangsungkan di Stade Velodrome, markas Marseille.

Lille sejatinya memulai musim 2019/2020 dengan start yang lumayan bagus. Hingga pekan ketujuh, Lille hanya dua kali menelan kekalahan dengan meraih empat kemenangan dan satu imbang.

Sayangnya, performa Lille menurun di tiga laga terakhir dengan menderita satu kekalahan dan meraih dua hasil imbang sebelum akhirnya mereka bisa bangkit kembali setelah menang 1-0 atas Bordeaux akhir pekan lalu.

Baca Juga: Diminati Tiga Klub Elit Eropa, Lille Banderol Bintangnya Rp 312,8 Miliar

Rentetan hasil minor ini membuat mereka sempat terlempar ke posisi tujuh klasemen di pekan ke-10 Liga. Hingga pekan ke-11 Liga, Lille sudah ketinggalan sembilan angka dari pemuncak klasemen sementara, PSG.

Di sisi lain, Marseille punya rekor kandang yang cukup bagus musim ini. Skuat besutan Andre-Villaz Boaz belum sekalipun menderita kekalahan di partai kandang dengan rincian dua kemenangan dan dua hasil imbang

Selain itu, Marseille punya modal yang lebih dari cukup tuk meraup tiga poin atas Lille. Sejauh ini, mereka mampu meraup 12 angka dari tujuh laga terakhirnya di ajang Ligue 1. Capaian ini tentu saja menjadi alarm bagi Lille mengingat rekor tandang mereka cukup buruk musim ini dengan menelan dua kekalahan dan dua imbang.

Jika melihat data head to head kedua tim, baik Marseille maupun Lille sama-sama sudah meraih dua kemenangan dari lima pertemuan terakhir.

Dan jika merujuk pada performa keduanya musim ini, baik Marseille maupun Lille nampaknya punya peluang yang sama besar tuk memenangi laga ini. Oleh karena itu, hasil imbang sepertinya jadi hasil yang adil tuk kedua tim dengan skor akhir minimal 1-1.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

Navas Puji Performa Kylian Mbappe di PSG

Vivagoal Ligue 1Keylor Navas, kiper Paris Saint-Germain mengungkapkan bahwa dirinya senang mempunyai rekan setimnya seperti Kylian Mbappe. Dia merasa selalu mengeluarkan seluruh performa timnya.

Keylor Navas telah mendarat ke Paris Saint-Germain dari klub raksasa La Liga Spanyol, Real Madrid pada akhir batas waktu transfer pada bulan September dengan penjaga gawang berkebangsaan Kosta Rika dengan kontrak empat tahun di Les Perisens.

Kiper yang berusia 32 tahun tersebut merupakan penjaga gawang Liga Champions tiga kali di Real Madrid sehingga diharapkan bahwa levelnya pada sepakbola Eropa dapat membantu skuad Thomas Tuchel mengambil langkah yang tepat dalam kompetisi Eropa pada musim 2019/20.

Baca Juga: Main Bersama, Begini Bahayanya Duet Mbappe dan Icardi

Sedangkan, pemain berkebangsaan Prancis, Kylian Mbappe sampai saat ini telah membukukan delapan gol dalam sembilan pertandingan pada semua kompetisi musim 2019/20.

Keylor Navas mengungkapkan bahwa kehadiran pemain berumur 20 tahun tersebut dalam serangan telah memberi banyak alasan bagi timnya untuk optimis dalam pertandingan musim 2019/20.

“Dia merupakan pemain masih sangat belia yang dapat melakukan hal-hal yang luar biasa untuk usianya saat ini,” ujar pemain berkebangsaan Kosta Rika.

“Selain apa yang Anda telah ketahui dan Anda amati saat ini, dia memang merupakan pemain yang memiliki bakat terpendam. Mbappe juga memiliki kualitas dan dribble yang baik. Dia memiliki gerakan yang yang dapat membantu timnya meraih kemenangan,” tegasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

Ciamik Bersama PSG, Icardi Tetap Tak Dilirik Masuk Skuat Argentina

Vivagoal Ligue 1Entah apa yang menjadi dasar pemikiran Lionel Scaloni dalam memanggil pemain masuk dalam skuat timnas Argentina.

Untuk laga melawan Uruguay dan Brasil pada jeda internasional dua pekan depan, dia tetap enggan memanggil Mauro Icardi yang tengah on fire bersama Paris Saint-Germain.

Lionel Scaloni baru saja mengumumkan 26 nama pemain yang akan berlaga bersama timnas Argentina melawan tim Samba Brasil medio 16 November 2019 di King Saud University Stadium, Arab Saudi dan dua hari setelahnya kontra Uruguay di Bloomfield Stadium, Israel.

Untuk melakoni dua laga bigmatch ini, skuat Albiceleste masih dihiasi nama-nama lama, beberapa diantaranya adalah Lionel Messi, Sergio Aguero, Nicolas Otamendi dan Paulo Dybala. Namun yang mengejutkan, Scaloni sama sekali tidak menyertakan Mauro Icardi.

Baca Juga: Agen Icardi Beberkan Fakta Tersembunyi di Bursa Transfer Kemarin

Padahal sepanjang Oktober kemarin, Mauro Icardi tampil sangat bagus bersama klub barunya, PSG. Icardi tak pernah absen mencetak gol dalam lima pertandingan terakhir yang dilakoni Les Parisiens di semua ajang kompetisi yang diikuti.

Total ada tujuh gol dan dua assist yang sudah ia bukukan. Bahkan dalam dua penampilan terakhirnya, Icardi selalu bisa mencetak brace atau dwigol.

Scaloni sendiri lebih memilih memanggil Lautaro Martinez yang di Inter Milan juga sedang panas-panasnya. Dari 13 laga yang sudah dijalani Inter di semua ajang, Lautaro mampu mengemas tujuh gol plus dua assist.

Selain itu, Lautaro saat ini adalah top skor Argentina di era kepelatihan Lionel Scaloni. Sejak memulai debutnya pada Maret 2018 lalu, Lautaro seperti tidak bisa berhenti bikin gol tuk Argentina.

Tercatat dari enam pertandingan sepanjang tahun 2019 ini, eks pemain Racing Club itu sudah bikin lima gol. Secara keseluruhan, Lautaro sudah mengoleksi 9 gol dan 1 assist dari 15 penampilan bersama tim Tango.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

Prediksi Lille vs Bordeaux: Tim Tamu Punya Modal Jago Tandang

Vivagoal Ligue 1Lille akan menjamu Girondins de Bordeaux pada lanjutan pekan ke-11 Ligue 1 Prancis, Sabtu (26/10/2019) malam WIB. Laga ini bakal dilangsungkan di Stade Pierre-Mauroy, markas Lille.

Lille sejatinya memulai musim 2019/2020 dengan start yang lumayan bagus. Hingga pekan ketujuh, Lille hanya dua kali menelan kekalahan dengan meraih empat kemenangan dan satu imbang. Sayangnya, belakangan performa Lille menurun di tiga laga terakhir, dimana Les Dogues dipaksa menelan sekali kekalahan dan dua kali meraih hasil imbang.

Rentetan hasil minor ini dimulai ketika mereka menyambangi markas Nice. Di laga itu Lille gagal memetik poin penuh karena hanya mampu bermain imbang 1-1 kontra tuan rumah. Hasil imbang juga kembali menghampiri Lille di pekan ke-9.

Baca Juga: Lloris Cedera, Kiper Lille Tuai Berkah

Saat itu, pasukan Christophe Galtier yang berstatus sebagai tuan rumah harus puas imbang 2-2 melawan Nimes. Memasuki pekan ke-10, Lille kembali melanjutkan capaian minornya usai dibekuk Toulouse 1-2.

Performa buruk di tiga laga terakhir ini membuat Lille terlempar ke papan tengah dengan menempati posisi ke-7 klasemen karena baru mengoleksi 15 poin. Hingga pekan ke-10, Lille sudah ketinggalan sembilan angka dari pemuncak klasemen sementara, PSG.

Di sisi lain, Bordeaux punya rekor tandang yang cukup bagus. Dari tiga laga tandang pertama mereka musim ini, skuad racikan Paulo Sousa tak sekalipun menelan kekalahan dengan dua diantaranya berakhir imbang, dan sekali menang yakni saat Les Girondins sukses permalukan Dijon di hadapan publik sendiri dengan skor 0-2.

Total hingga pekan ke-10 Ligue 1 Prancis 2019/2020, Bordeaux sudah melakoni lima laga tandang dengan hanya sekali merasakan kalah, dimana tiga laga lainnya berhasil dimenangkan. Sementara itu, satu laga lainnya dilewati Laurent Koscielny dan kawan-kawan dengan hasil seri.

Capaian ini tentu saja alarm bagi Lille mengingat bahwa Bordeaux punya catatan tandang yang cukup bagus musim ini.

Jika melihat data head to head kedua tim, Bordeaux masih unggul tipis atas Lille dengan mengumpulkan 3 kemenangan berbanding 1 kemenangan milik Lille dari 5 pertemuan terakhir keduanya.

Namun jika merujuk pada performa keduanya di musim ini, baik Lille maupun Bordeaux nampaknya punya peluang yang sama besar untuk memenangkan pertandingan ini. Oleh karena itu, hasil imbang sepertinya menjadi hasil yang layak untuk laga ini dengan skor akhir minimal 1-1.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS