Tag: Maurizio Sarri

Terjawab! Masa Depan Sarri Bersama Juventus

Vivagoal Serie AMaurizio Sarri berhasil menghadirkan scudetto di musim perdananya sebagai pelatih Juventus. Namun, raihan gelar tersebut tak membuat desakan untuk memecatnya surut.

Sarri dinilai tak memberikan perubahan besar dalam tim. Sebut saja mereka selalu kalah di dua laga terakhir setelah berhasil mengunci gelar juara.

Tidak berhenti di sana, eks pelatih Chelsea itu dinilai gagal membawa Ronaldo dkk bersaing di kompetisi lainnya. Hal ini setelah mereka kalah di Coppa Italia dari Napoli.

Laju Juventus di Liga Champions juga tak terlalu meyakinkan. Mereka sudah kalah 0-1 dari Lyon di leg pertama babak 16 besar dan wajib menang pada pertemuan kedua nantinya.

Direktur Juventus, Fabio Paratici mengatakan jika hasil sebuah pertandingan tak bisa dijadikan acuan untuk penilaian tim dalam satu musim. Desakan untuk memecat Sarri pun dinilainya tak masuk akal.

“Satu pertandingan tak bisa memengaruhi penilaian untuk satu musim. Meraih Scudetto rasanya selalu luar biasa, kerap kali kami melupakan bahwa menjuarainya sembilan musim berturut-turut adalah sesuatu yang tidak bisa dipikirkan.


Baca Juga:


“Terutama saat saya tiba di sini 10 tahun lalu bersama dengan presiden. Jika dulu orang-orang mengatakan itu, kami akan berpikir bahwa mereka sudah gila. Jadi mari mengapresiasi hasil yang kami raih musim ini,” ungkap Paratici ke Sky Sport Italia.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Berada Dalam Tren Minor Jelang Liga Champions, Begini Kekhawatiran Pelatih Juventus

Vivagoal Serie AKekalahan Juventus dari AS Roma di laga terakhir Serie A Italia menjadi masalah besar. Maurizio Sarri bahkan mengeluhkan penurunan mental anak asuhnya saat ini.

Situasi ini membuat  Juventus selalu kalah setelah berhasil mengunci gelar juara Serie A musim 2019/20. Sebelum kalah 1-3 dari Roma, Si Nyonya Tua sudah tersungkur 2-0 saat bertemu Cagliari.

Dua kekalahan tersebut jelas bukan modal berharga jelang laga melawan Lyon di Liga Champions. Sarri pun menyoroti mental para pemain terutama setelah berhasil mengalahkan Lazio yang sebelumnya adalah pesaing terdekat mereka.

“Sedikit rasa takut bisa membantu kami. Setelah melawan Lazio, kami merasa kejuaraan telah dimenangkan dan kami mengalami penurunan mental.

“Sekarang kami harus pandai dalam mempertimbangkan lawan. Kami akan memulai dari ketertinggalan 0-1 dan laga tersebut akan terasa sangat menyulitkan dalam situasi seperti ini,” ujar Sarri usai pertandingan melawan AS Roma kepada Sky Sport Italia.

Selanjutnya, Juventus akan menjamu Lyon di leg kedua babak 16 besar Liga Champions pada Sabtu (8/8/2020) mendatang. Lyon jelas bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Setelah absen lama, mereka bahkan mampu menahan perlawan PSG di final Coupe de la Ligue yang menjadi laga perdana mereka setelah libur lama.

“Saya terkejut melihat kondisi fisik mereka sangatlah baik. Tidak terlihat seperti sebuah tim yang sudah tidak bermain dalam waktu lama.


Baca Juga:


“Kami harus mengisi daya mental kami dengan sangat baik. Fisik bisa pulih dua atau tiga hari. Kami harus melepaskan sumbatnya dan dari Senin nanti kami harus memulihkan diri dengan baik,” tambah Sarri. 

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

5 Borok Dibalik Gelar Juventus Musim Ini

Vivagoal Berita BolaJuventus kembali memastikan scudetto musim 2019/20 alias yang kesembilan kali secara beruntun. Sejak musim 2011/12, Si Nyonya Tua tak sekalipun memberikan tahta tertinggi sepak bola Italia pada klub lain.

Kemenangan 2-0 Juve kontra Sampdoria pada giornata ke-36  jadi penanda skuad besutan Maurizio Sarri itu akan kembali angkat piala akhir musim nanti. Dimana kesuksesan ini tak lepas dari moncernya Cristiano Ronaldo yang membubuhkan 10 gol setelah restart  Serie A Italia.

Sayang, keberhasilan mereka musim ini tak sepenuhnya dianggap sebagai kesuksesan. Beberapa bahkan berharap mereka gagal meraih gelar karena tak puas dengan pola yang ditunjukan Maurizio Sarri sebagai pelatih kepala.

Kali ini, Vivagoal bakal mengulas 5 kebobrokan dibalik gelar juara Juventus musim 2019/20. Ada fakta yang tak terduga terjadi pada Si Nyonya Tua di musim yang sempat terganggu pandemi corona ini.

1.Kebobolan Paling Banyak

Buffon Punya Kans Jadi Pelatih Juventus Setelah Gantung Sepatu
Sumber: The Sun

Jika klub juara identik dengan minimnya jumlah kebobolan, tapi tidak dengan Juventus musim ini. Tercatat 40 gol bersarang di gawang The Old Lady setidaknya hingga pekan ke-37.

Jumlah kebobolan mereka musim ini nyatanya menjadi catatan terburuk mereka selama enam musim terakhir. Mengingat di kompetisi-kompetisi sebelumnya sangat jarang lebih dari 30 gol bersarang di gawang Juve.

Berikut jumlah ctatan kebobolan Juve enam musim terakhir:

  • 2014/15: 24 Gol
  • 2015/16: 20 Gol
  • 2016/17: 27 Gol
  • 2017/18: 24 Gol
  • 2018/19: 30 Gol
  • 2019/20: 40 Gol

2.Poin Paling Sedikit

Dybala Juventus
Sumber: Twitter Juventus

Bukan cuma jadi tim yang sering kebobolan oleh para lawannya, musim ini meski masih mempertahankan gelar, capaian poin mereka jadi yang terendah selama delapan musim mereka merajai Serie A Italia.

Catatan 83 poin hingga pekan ke-37 merupakan poin terendah mereka. Pasalnya andai berhasil mencuri kemenangandi partai pamungkas, poin maksimal skuad besutan Maurizio Sarri hanya akan mencapai 86 poin.

Artinya poin tersebut jadi poin terendah setelah mereka juara pada musim 2011/12. Mengingat pada musim tersebut, Si Nyonya Tua juara dengan 84 poin poin. Sedangkan musim-musim setelahnya, catatan terendah mereka saat menjadi kampiun ialah 87 poin pada musim 2012/13 dan 2014/15.

3. Lini Serang Tumpul

Ronaldo
Sumber: Media Juventus

Meski ada sosok Cristiano Ronaldo di lini depan Juventus, nyatanya hal itu bukan garansi dari kritik terhadap performa mereka. Lini serang jadi salah satu yang paling di sorot dari penampilan Juve musim ini.

Mengusung formasi basic 4-3-3 ala Sarri diterpakan sedikit berbeda di Turin. Dimana dia lebih sering memasang base line 4-3-1-2 untuk memberikan ruang pada tiga penyerang utama; Ronaldo, Dybala dan Higuain.


Baca Juga: 


Dikutip dari Total Football Analysis kehadiran tiga pemain kelas dunia di lini depan justru jadi petaka. Pasalnya 40 gol yang diciptakan mereka berasal dari kemampuan individu, bukan kerjasama tim taktis yang direncanakan dengan baik.

Keluhkan Jadwal Padat, Sarri: Saya Akan Turunkan Skuad U-23 Lawan Roma

Vivagoal Serie A – Padatnya jadwal yang dijalani Juventus membuat Maurizio Sarri kesal. Menurutnya, para pemain tak leluasa dalam memulihkan diri untuk kompetisi berikutnya.

Juventus yang baru saja mengunci gelar juara harus rela menelan kekalahan 2-0 dari Cagliari di pekan 37 Serie A dini hari tadi. Kekalahan tersebut menjadi catatan terburuk kali kelima sejak restart Serie A. Sebelumnya Cristiano Ronaldo dkk sempat menelan kekalahan atas AC Milan dan Udinese serta bermain imbang dengan Sassuolo dan Atalanta.

Tak ayal lini pertahanan langsung menjadi sorotan. Total sudah 40 gol bersarang ke gawang Juventus musim ini.

Namun demikian Sarri tak ingin menyalahkan lini pertahanan atas kekalahan dari Cagliari. Menurutnya laga sudah tak memiliki nilai yang cukup tinggi karena mereka sudah juara.

“Kebobolan 40 gol pada musim ini mungkin menjadi sebuah kekhawatiran, namun itu bukan masalah pada pertandingan kali ini,” ujar Sarri kepada DAZN usai pertandingan.

“Kami memiliki beberapa pemain yang cedera dan baru saja menjadi juara 68 jam yang lalu, jadi ini adalah pertandingan tidak biasa yang harus dilakoni entah untuk apa,” lanjutnya.


Baca Juga:


Sarri juga mengeluhkan jadwal padat yang akan dihadapi anak asuhnya. Ia bahkan berjanji akan menurunkan skuad U-23 saat bertemu AS Roma di laga pamungkas, Minggu (2/8/2020) dinihari nanti.

“Kami harus menjadi lebih solid. Namun kami adalah satu-satunya tim di Eropa yang harus melakoni lima pertandingan dalam 12 hari, liga telah membuat masalah besar buat kami,” tambahnya.

“Mari lihat bagaimana kondisi kami besok, dan apakah tepat untuk menurunkan skuat U-23 pada Sabtu nanti menghadapi Roma guna pemulihan yang terbaik,” pungkasnya.

Satu pekan setelah bertemu Roma, Juventus dijadwalkan akan menjamu Lyon di babak 16 besar Liga Champions.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Ronaldo Terus Bermain, Sarri: Dia Sendiri yang Minta

Vivagoal Serie A – Cristiano Ronaldo tetap menjadi starter kendati Juventus telah mengunci gelar juara. Namun demikian Maurizio Sarri menegaskan jika itu adalah keinginan bersama.

Sarri memilih melakukan rotasi besar-besaran kala Juventus bertemu Cagliari dini hari tadi. Beberapa nama top dicadangkan untuk memberi waktu rotasi dan menit bermain kepada para pemain yang memang jarang bermain musim ini.

Namun Sarri tetap memasang Ronaldo sebagai starter di laga tersebut. Sarri sendiri mengatakan jika Ronaldo sendiri yang menginginkan dirinya untuk tetap bermain kendati sudah juara.

“Saya berbicara dengannya kemarin, dia sangat termotivasi, ingin bermain, sangat antusias dan merasa baik-baik saja. Kami membuat keputusan bersama, dia tahu tubuhnya lebih baik dari orang lain,” ujarnya kepada DAZN.

Ronaldo kemudian gagal membawa Juventus menang di laga tersebut. Mereka bahkan kalah dua gol tanpa balas di laga tersebut.


Baca Juga:


Kendati demikian, Sarri tetap puas dengan performa Ronaldo. Menurutnya rotasi yang dilakukan tak cukup mampu mendukung gaya permainan sang bintang.

“Ronaldo mengandalkan insting dan tidak begitu cocok dengan peran taktik tertentu, yang di mana itu juga menjadi kekuatannya,” tambahnya.

“Itu artinya striker lain harus beradaptasi dengan pergerakan Cristiano. Kami juga melakukannya dengan baik pada malam ini, namun tidak mampu mengakhiri pergerakan itu,” tutup Sarri.

Namun bisa jadi Ronaldo berambisi terus bermain demi bisa mencetak gol. Hal ini mengingat ia mengemas 31 gol dan tertinggal 4 gol dari Ciro Immobile sebagai pencetak gol terbanyak di Serie A dan liga-liga Eropa.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Juventus Temui Titik Terang Tuk Kontrak Baru Paulo Dybala

Vivagoal Serie A – Juventus mengatakan jika kontrak baru Paulo Dybala kini sudah mendekati kesepakatan final. Sang pemain kemungkinan akan lebih lama berada di Turin.

Masa depan Dybala sempat dipertanyakan sejak kedatangan Maurizio Sarri. Pemain asal Argentina itu bahkan hampir dilepas oleh klub karena dinilai tak cocok dengan taktik Sarry-ball.

Namun seiring musim berjalan, Dybala mampu memberi kontribusi besar dalam tim. Terbaru ia menjadi sosok penting dalam keberhasilan klub menjuarai Serie A musim 2019/20 ini.

Kini beredar kabar jika Dybala akan segera mendapat perpanjangan kontrak. Fabio Paratici menjelaskan jika proses negosiasi berjalan dengan baik dan tengah mengarah ke tahap akhir.

“Kami sering berbicara dengan perwakilannya dan kami sekarang melangkah maju,” beber Fabio Paratici kepada Sky Sports.

“Memang ada beberapa kesulitan terkait dan komitmen karena kami bermain setiap tiga hari sekali. Namun di tengah jadwal yang padat itu, kami sering berbicara dan sekarang sudah mencapai tahap akhir.”


Baca Juga:



Kontrak Dybala sendiri sejatinya baru akan berakhir pada Juni 2022 mendatang. Namun demikian, pemain 26 tahun tersebut bisa saja hengkang musim panas ini mengingat banyaknya peminat di luar sana.

Dalam kontrak barunya tersebut, Dybala disebut akan mendapatkan kontrak bernilai besar di Juventus. Pemain berjuluk La Joya itu akan menjadi pemain dengan gaji tertinggi di skuad Si Nyonya Tua.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Juventus Juara, Szczesny Berikan Rokok untuk Sarri!

Vivagoal Serie A – Juventus sukses mengunci gelar kesembilan mereka secara beruntun di Serie A pasca menang 2-0 atas Sampdoria, Senin (27/7) dini hari WIB. Ada momen unik pasca laga krusial tersebut.


Baca Juga:


Sepasang gol si Nyonya Tua sukses dilesatkan Cristiano Ronaldo dan Federico Bernadeschi. Pasca laga, para pemain melakukan selebrasi dan mengungkapkan pendapatnya terkait gelar perdana yang direngkuhnya di Italia.

“Saya katakan kepada mereka, jika sukses menjadi juara bersama saya yang belum pernah memenangkan apa pun, maka mereka artinya benar-benar bagus!” ujar Sarri kepada Sky Sports Italia, diwartakan Goal International.

Saat momen wawancara, kiper Juventus, Wojiceh Szczesny menghampiri Sarri dan memberi sebatang rokok pada Sarri seraya berujuar eks pelatih Chelsea layak mendapatkan hal tersebut.  Sarri memang dikenal sebagai perokok berat.  Bahkan ia selalu menyempatkan diri untuk menghisap rokok ketika tidak sedang mendampingi tim.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Raih Scudetto, Begini Perasaan Sarri

Vivagoal Serie A – Maurizio Sarri akhirnya berhasil meraih Scudetto Serie A untuk kali pertama dalam kariernya. 

Juventus yang dilatih Sarri akhirnya berhasil keluar sebagai juara Serie A di pekan 36. Kemenangan 2-0 atas Sampdoria dini hari tadi membuat raihan 83 poin mereka tak mungkin lagi terkejar oleh para pesaing di dua laga tersisa.

Bagi Sarri, ini merupakan trofi kedua sepanjang karier kepelatihannya. Sebelumnya ia berhasil meraih Liga Europa musim lalu bersama Chelsea.

Namun Serie A menjadi trofi yang begitu berkesan baginya. Pasalnya, ia sudah pernah mencoba meraihnya saat masih melatih Napoli yang kala itu bersaing ketat dengan sang juara siapa lagi kalau bukan Juventus.

“(Memenangi scudetto) rasanya spesial, tentu saja. Sulit untuk meraih kemenangan, dan semakin sulit untuk selalu menang, karena menganggap itu hal yang biasa adalah sebuah kebohongan besar,” ujar Sarri selepas laga kepada Sky Sport Italia.

“Gelar ini tak semudah yang dibayangkan. Butuh perjalanan panjang, sulit, membuat stres, dan tim ini berhak mendapat kredit atas konsistensi mereka yang tetap lapar gelar dan terus mengejar gelar juara meski sudah menang delapan kali beruntun,” sambungnya.

Sarri menambahkan jika butuh perjuangan untuk masuk ke dalam sebuah tim yang sudah menjuarai Serie A dalam beberapa tahun terakhir. Menerapkan taktik yang berbeda untuk tim yang sudah memiliki akar yang kuat dirasakannya begitu berat.

“Dalam hal organisasi, Juventus merupakan klub papan atas Eropa. Saya tak bisa meminta lebih. Tentu butuh waktu untuk bisa terbiasa disini, memahami pendekatannya, cara bekerja di sini, lalu setelahnya baru saya mencoba mengubah beberapa hal yang sudah ada,” kata Sarri.


Baca Juga:



“Tidak bisa tiba-tiba masuk ke klub yang sudah juara delapan tahun beruntun dan langsung melakukan perubahan. Itu bukan hal yang cerdas.”

Sarri juga mengatakan diskusi yang dilakukan dengan pemain membuat ruang ganti tetap kondusif. Ia bahkan memberi penghargaan kepada para pemain yang mempercayakan setiap langkahnya pada pelatih yang belum pernah meraih Scudetto seperti dirinya.

“Itu selalu terjadi di ruang ganti manapun kan? Kami semua mencoba melakukan perbaikan dan mencari cara yang bisa membuat semua orang senang, karena ini adalah kolaborasi. Semakin kita terbuka dalam menghadapi masalah, semakin mudah pula mengatasinya,” ujar Sarri.

“Saya bilang ke para pemain, kalau kalian bisa juara dengan dilatih saya yang tak pernah menang apapun sebelumnya, kalian pasti pemain yang luar biasa,” tegas allenatore 61 tahun itu.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Kunci Scudetto, Juventus Sekaligus Catatkan Pertahanan Terburuk dalam 60 Tahun Terakhir

Vivagoal Serie A – Juventus berhasil mengunci gelar juara Serie A musim ini. Ironisnya, keberhasilan tersebut dibarengi dengan fakta pertahanan terburuk dalam 60 tahun terakhir.

Juventus akhirnya keluar sebagai juara Serie A musim 2019/20 setelah berhasil menang 2-0 atas Sampdoria pada lanjutan Serie A pekan 36 dini hari tadi. Dua gol Si Nyonya Tua sendiri masing-masing disumbangkan oleh Cristiano Ronaldo dan Federico Bernardeschi.

Menyisakan dua laga lagi, raihan poin Juventus yakni 83 tak mungkin lagi terkejar oleh Inter Milan (76 poin), Atalanta (75 poin), dan Lazio (72 poin). Bagi Juventus ini merupakan gelar ke-36 mereka atau kesembilan secara beruntun.

Terlepas dari fakta tersebut, nyatanya pertahanan Juventus menjadi yang terburuk dalam 60 tahun terakhir. Terakhir mereka sudah kebobolan 38 gol dari 36 laga yang sudah mereka jalani.

Hal tersebut menyamai catatan ketika mereka juara pada musim 1960/1961. Ketika itu Si Nyonya Tua ditangani Carlo Parola.


Baca Juga:



Jumlah kebobolan tim asuhan Maurizio Sarri itu juga bisa terus bertambah mengingat mereka masih menyisakan dua laga lagi.

Jumlah kebobolan terburuk saat mereka juara sembilan musim beruntun terjadi ketika juara musim lalu. Tercatat mereka gagal menghalau 30 gol yang masuk ke gawang.

Sedang catatan terbaik saat juara terjadi pada musim 2011-12 dan 2015-16. Kala itu mereka hanya kemasukan 20 gol saja dalam satu musim kompetisi Serie A.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Sarri: Juve Kalah Karena Nafsu Juara

Vivagoal Serie A – Maurizio Sarri menjelaskan jika kekalahan Juventus dari Udinese terjadi karena para pemainnya terlalu bernafsu untuk segera mengunci gelar juara.

Juventus sejatinya bisa saja mengunci gelar juara andai mampu meraih poin maksimal dalam lawatannya ke markas Udinese dini hari tadi. Namun di luar dugaan, Ronaldo cs justru tersungkur dengan kekalahan 2-1.

Sarri sendiri melihat jika ambisi untuk mengunci gelar juara telah menjadi bumerang bagi timnya. Mereka gagal mengembangkan permainan karena terlalu bersemangat untuk segera mengamankan scudetto musim ini.

“Ini yang terjadi belakangan ini, kami kehilangan organisasi dan bentuk permainan tim yang diinginkan,” ujar Sarri kepada Sky Sport Italia.

“Setelah babak pertama yang bagus kami sangat ingin memenangkan pertandingan dan kami justru tampil kacau, membuat pertandingan makin berbahaya. Kami kalah di menit ke-92 karena kami sangat ingin memenangkan pertandingan,” tambahnya.


Baca Juga:


Sarri tak menampik tim bermain dengan buruk. Oleh karena itu ia bersiap untuk bangkit dan belajar dari kesalahan yang dilakukan pada laga tersebut.

“Sulit untuk menemukan keseimbangan antar lini, kami semua kelelahan dan tim kesulitan untuk bermain menyerang. Organisasi saat ini lebih penting ketimbang agresi,” tutur Sarri.

“Di babak pertama kami bermain bagus. Setelah gol penyeimbang kami menunjukkan reaksi yang buruk. Kami harus bermain dengan lebih tenang,” imbuhnya.

“Sulit untuk menjaga mental dan fisik selama 90 menit. Kami harus mengambil pelajaran dari kekalahan ini dan mencoba memperbaikinya,” tukas Sarri.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS