MPL Fantasy

Tag: Maurizio Sarri

Sarri Yakin Dirinya Tak Bakal DIpecat

Vivagoal Serie A – Maurizio Sarri yakin posisinya di Juventus masih aman meskipun dirinya baru saja mendulang hasil minor di kancah Liga Champions kontra Lyon, Kamis (27/2) dini hari WIB.

Juventus kalah tipis 1-0 dalam laga tandangnya. Meski demikian, Sarri yakin dirinya masih bisa membawa si Nyonya Tua berbicara banyak di kompetisi teratas Eropa guna membawa pulang gelar yang lama jauh dari pelukan.

“Terus terang, saya di Italia merasa lebih bertanggung jawab untuk mencapai setiap hasil. Ada beberapa klub yang punya kapabilitas lebih besar dibandingkan Juventus. Kami berada di antara 10-12 tim yang bisa bermimpi mengenai trofi,” buka Sarri, dinukil Goal International.

Baca Juga: Ramsey Percaya Diri Juventus Bisa Melangkah ke Perempat-Final

“Sangat sulit bagi tim Italia mana pun mengejar impian ini, karena kami adalah klub-klub pemimpin 20 tahun lalu, tapi telah diambilalih karena berbagai alasan dalam beberapa dekade terakhir,” sambungnya.

Terkait masa depannya, Sarri yakin Presiden Juventus masih mempercayai dirinya hngga tahun-tahun ke depan. Menurutnya, sang presiden merupakan sosok yang cukup jelas dalam mencanangkan proyek dalam klub.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Kekalahan dan Kegagalan Sarri Ball Ala Juventus

Vivagoal Liga ChampionsMaurizio Sarri mengakui penggawa Juventus kesulitan memahami taktik yang diterapkan saat bertemu Lyon di leg pertama 16 besar Liga Champions, Kamis (27/2) dini hari tadi. Hasilnya Si Nyonya Tua  takluk 1-0 dalam laga yang digelar di Groupama Stadium tersebut. 

Usai pertandingan, Sarri, mengaku kecewa dengan penampilan anak asuhnya. Menurutnya para pemain tak kunjung paham dengan skema permainan yang coba ia terapkan dalam pertandingan. 

“Saya tidak melihat para pemain memahami soal pentingnya menggerakkan bola dengan cepat. Ini hal mendasar, kami akan terus melatih itu dan cepat atau lambat konsep ini akan masuk ke kepala mereka.

“Saya berulang kali memberitahu mereka, dan ada banyak yang mencoba melakukannya, menggerakkan bola terlalu lambat dan kemudian berada di posisi yang salah.

“Kami berlatih kemarin dan bola bergerak dua kali lebih cepat dari malam ini. Ini kebalikan dari apa yang harusnya terjadi. Belakangan ini kami melakukan banyak hal yang berlawanan dengan apa yang kami lakukan di sesi latihan,” ujar Sarri kepada Sky Sport Italia.

Kegagalan Skema Permainan Juventus

Lebih lanjut, kekalahan yang didapati skuadnya, menurut Sarri murni karena kegagalan skema anak asuhnya. Pasalnya, sang pelatih merasa, Lyon tak terlalu berbahaya dengan pressing longgar yang diperagakan. 

Baca Juga: Impresif di Liga Champions, Bayern Munchen Diteror Sejarah

“Saat bola bergerak lambat, anda akan kehilangan posisi Anda, Anda membiarkan lawan untuk menutup anda, menjadi lebih agresif dan mencuri bola kembali. Saya tak merasa kalau Lyon menekan kami dengan kuat.

“Kami hanya menggerakkan bola dengan pelan, tak pernah mencoba memainkan variasi tempo, dan saat anda melakukan itu, sudah jelas anda tidak akan menciptakan apapun,” katanya. 

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Dijanjikan Proyek Tiga Tahun, Apakah Sarri Aman di Juventus?

Vivagoal Serie A – Maurizio Sarri bisa sedikit lega dengan posisinya sebagai manajer Juventus. Hal ini mengingat adanya janji dari manajemen klub terkait proyek kerja tiga tahun untuknya.

Secara sekilas, posisi Sarri sejatinya tidaklah begitu buruk. Ia masih membawa Juventus di ambang kesempatan meraih treble musim ini. Si Nyonya Tua masih di puncak klasemen Serie A, berada di 16 besar Liga Champions dan menginjakkan kaki di semifinal Coppa Italia.

Namun performa Juventus dinilai tak begitu menjanjikan musim ini. Mereka masih tampil inkonsisten. Posisi Sarri kemudian disebut akan segera digantikan oleh beberapa nama yang muncul sebagai kandidat.

Baca Juga: 5 Fakta Transfer Terburuk Si Nyonya Tua, Juventus

Sarri sendiri tak terlalu cemas dengan posisinya. Hal ini karena ia mendapat janji proyek tiga tahun untuk membangun tim asal Turin tersebut.

“Saya tidak tahu masa depan saya bergantung pada apa, tapi presiden telah berkata kemarin kalau kami berada di proyek tiga tahun. Saya sangat percaya dengan perkataan presiden,” ujar Sarri dikutip dari Football Italia.

Lebih lanjut Sarri mengatakan jika tolak ukur kesuksesan di Juventus adalah Liga Champions. Hal senada yang akhirnya membuat Massimiliano Allegri lengser dari jabatannya.

“Ada klub yang secara signifikan memiliki kapabilitas yang lebih dari Juventus. Kami berada di kelompok 10-12 klub yang bisa memimpikan trofi tersebut [Liga Champions],” tambahnya.

“Sebuah mimpi tidak bisa dipandang remeh. Kalau anda mengejar mimpi itu dan meraihnya, itu akan menjadi ekstasi, sementara jika anda tidak meraihnya, itu tetap menjadi perjalanan yang indah,” pungkasnya.

Allegri yang berhasil mempersembahkan 11 trofi di lima tahun masa kerjanya harus lengser karena gagal meraih gelar Liga Champions. Pria asli Italia itu bahkan sempat membawa Juve tampil di final sebanyak dua kali.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Sarri Menolak Dibebani Target Liga Champions, Kenapa?

Vivagoal Serie APelatih Juventus, Maurizio Sarri, menegaskan target utama Juventus musim ini adalah memenangkan Serie A Italia. Untuk Liga Champions, Sarri mengaku enggan terlalu ambil pusing.

Juventus memang lama tak terdengar taringnya di ajang Liga Champions. Terakhir, Si Nyonya Tua bisa membawa Si Kuping Besar ialah saat musim 1995/96. Meski setelahnya lima kali sudah mereka menembus final, tapi trofi Liga Champions belum juga mampir ke Turin.

 Musim ini, dibawah asuhan Sarri, Juventus masih bertahan di Liga Champions dengan bakal melawan Olympique Lyon di babak 16 besar. Fans Juventus tentu berharap banyak pada Sarri untuk mengakhiri penantian panjang mereka.

Namun, Sarri sepertinya ogah dibebankan target tersebut. Ia memilih memprioritaskan memenangkan Liga Italia ketimbang lambang supremasi tertinggi di benua Eropa tersebut.

“Target kami haruslah scudetto. Untuk Liga Champions itu hanya sebuah mimpi. Dalam hidup, terkadang banyak orang memilih mengejar mimpi dan melewatkan target hidupnya.

Baca Juga: Bawa Lazio Tampil Impresif, Inzaghi Dibidik PSG

“Masalahnya di Liga Champions hanya ada sedikit pertandingan dan setiap laganya bisa jadi penentuan. Jadi siapapun yang menjuarainya sebenarnya dia bukan yang terbaik, tapi hanya yang paling beruntung.

“Musim lalu bersama Chelsea di Liga Europa, kami mengoleksi 13 kemenangan dan dua imbang di Liga Inggris, tapi kami nyaris tersingkir dan lolos melalui adu penalti. Jadi kami memilih tuk tidak menang, meski kami sebenarnya begitu superior dengan tidak terkalahkan di 13 pertandingan,” kata Sarri dikutip dari Sky Sports. 

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Sarri Jelaskan Kondisi Skuadnya Jelang Laga Lawan SPAL

0

Vivagoal Serie A – Akhir pekan ini, Juventus dijadwalkan akan bertemu SPAL dalam lanjutan Serie A. Kondisi beberapa pemain pun dipertanyakan jelang laga tersebut.

Juventus yang kini tengah berada di puncak klasemen harus bekerja keras untuk tetap berada di sana. Pasalnya, meski berada di pucuk namun jawara delapan kali beruntun tersebut hanya unggul satu poin saja dari peringkat kedua Lazio.

Baca juga: Buffon Berharap Sarri Tetap Bertahan di Juventus

Sayangnya usaha Juventus untuk memuluskan ambisinya terbilang cukup terjal. Betapa tidak, sederet pemain kunci masih belum pasti akan bermain karena cedera yang mereka alami.

Sebut saja Giorgio Chiellini diperkirakan belum meyakinkan untuk tampil di partai tersebut. Meski bukan starter, namun sang kapten sebelumnya sudah tampil saat Juve bertemu Brescia. Keputusan tersebut dilakukan guna mengantisipasi cedera ACL yang sebelumnya diderita.

“Pada saat ini, saya tidak tahu [para pemain bisa bermain atau tidak]. Giorgio sudah cukup baik, terlepas dari kekurangan langkah terakhir, Kami akan mengevaluasi bersama setelah sesi latihan terakhir pada hari ini,” ujar Sarri dikutip dari Football Italia.

Selain itu Sarri juga menjelaskan kondisi Sami Khedira. Pemain asal Jerman itu sendiri sudah tidak bermain sejak bulan November kemarin karena mengalami cedera.

Baca juga: Lagi-lagi, Bintang Inter Milan Dikaitkan dengan Barcelona

“Mari lihat lagi [untuk Khedira], dia sedikit kesulitan. Mari melihat apakah kami bisa membawanya ikut serta atau bahkan memainkannya,” lanjutnya.

Selain itu Sarri cukup direpotkan oleh cedera Douglas Costa. Namun demikian ia optimis jika Federico Bernardeschi bisa menggantikan peran pemain asal Brasil tersebut.

“Dia [Bernardeschi] tidak dalam kondisi yang tepat untuk bermain selama 90 menit, tetapi dia bisa dimainkan. Dia sudah berpindah-pindah berkali-kali mengisi banyak posisi,” tambah Sarri.

“Fleksibilitasnya dalam mengisi beberapa posisi harus diakui. Tanpa Douglas Costa, dia secara hipotesis bisa bermain dalam peran yang sama,” pungkasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Buffon Berharap Sarri Tetap Bertahan di Juventus

0

Vivagoal Serie A – Kiper legendaris Juventus, Gianluigi Buffon, mengatakan dukungannya kepada Maurizio Sarri. Menurutnya semua pihak harus bersabar dalam proses peralihan saat ini.

Juventus memang masih berada di puncak klasemen sementara Serie A. Mereka masih unggul satu angka dari Lazio dan tiga angka dari Inter Milan.

Baca juga: Lagi-lagi, Bintang Inter Milan Dikaitkan dengan Barcelona

Biar demikian, kekhawatiran akan tersungkurnya sang juara bertahan delapan musim terakhir tersebut tak bisa dibendung. Performa Juventus tak bisa disebut memuaskan musim ini. Bianconeri sudah menelan tiga kali kekalahan, di mana sebagian besar dialami saat berjumpa tim-tim yang di atas kertas harusnya bisa ditumbangkan dengan mudah.

Para pendukung setia Juventus kemudian melampiaskan kekecewaannya kepada Maurizio Sarri. Allenatore asli Italia itu dinilai menjadi biang dari performa tim yang inkonsisten.

Namun Buffon tak sependapat dengan amarah fans. Menurutnya setiap perubahan membutuhkan proses. Ia juga optimis Sarri kan mampu memberikan trofi jika terus bertahan.

“Kami perlu mengubah kulit untuk menghadapi proses berikutnya. Itu membutuhkan waktu. Adalah benar untuk mencoba sesuatu yang berbeda demi meraih sebuah target,” ujar Buffon kepada Le Iene dilansir dari Football Italia.

Baca juga: 10 Kiper Muda Dengan Nilai Jual Tinggi

“Saya berharap Sarri akan terus bertahan, karena itu artinya kami bakalan memenangkan sesuatu,” lanjut pria yang sudah berusia 42 tahun tersebut.

Dalam kesempatan yang sama Buffon juga mengatakan jika Lazio bisa memberi tekanan lebih besar ketimbang Inter tuk gelar Scudetto musim ini. Namun itu juga bergantung pada perjalanan Inter di kompetisi Eropa.

“Jika Inter lolos di Liga Europa, saya akan berkata kalau itu Lazio [yang paling berbahaya]. Mereka hanya bermain hari Minggu, itu yang membuat mereka jadi lebih menakutkan,” pungkasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Jika Pogba Gagal, Juventus Sudah Mengantongi Nama Lain

0

Vivagoal Serie A – Juventus dikabarkan terus berupaya untuk mendatangkan Paul Pogba. Namun andai keinginan tersebut urung tercapai, Maurizio Sarri disebut sudah memiliki opsi cadangan.

Minat Juventus atas Pogba muncul setelah masa depannya di Manchester United tak begitu cerah. Setelah pernah mengutarakan keinginannya mencari pengalaman baru, Mino Raiola selaku agen memperkeruh suasana di MU.

Baca juga: Kalah di Kandang, Mourinho Ngeles Lagi!

Raiola mengatakan jika klub tak lagi memiliki ambisi seperti yang dimiliki Pogba. Ia juga mengatakan jika Italia adalah rumah kedua bagi Pogba.

Namun kemungkinan Pogba kembali ke Italia mulai menipis. Raiola mulai mengibarkan bendera putih dengan Ole Gunnar Solskjaer yang sebelumnya adalah lawan perang. Ia menyebut jika Pogba masih memiliki komitmen untuk bertahan di Old Trafford.

Kemungkinan gagalnya Pogba kembali ke Italia tentu saja akan membuat Juventus kecewa. Namun mereka sudah mengambil ancang-ancang untuk mencari pengganti andai Pogba benar-benar tak bisa didatangkan.

Dilansir dari Tuttosport, Juventus sudah memasukkan nama Thiago Alcantara sebagai opsi cadangan. Mereka mengatakan jika pemain Bayern Munchen tersebut juga sedang berpikir untuk meninggalkan Allianz Arena setelah melalui tujuh tahun berkarir di Jerman.

Baca juga: Kejutan Leg Pertama 16 Besar UCL Masih Berlanjut, Bek Atalanta Jadi MOTM

Kontrak Thiago sendiri baru akan berakhir pada Juni 2021 mendatang. Hanya saja pemain asal Spanyol itu dipercaya tidak tertarik untuk memperpanjang kontraknya di Bayern.

Dengan kontrak yang tersisa satu tahun, maka Juventus bisa lebih mudah mendapatkan Thiago pada musim panas mendatang. Mereka juga tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam seperti banderol yang diminta Man United untuk Pogba yang mencapai 150 juta euro.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Gagal Dominasi Serie A, Ini Empat Kendala Juventus Musim Ini

0

Vivagoal Serie A – Juventus tak terlalu mendominasi kompetisi Serie A musim ini. Beberapa kendala dinilai membuat mereka kesulitan menancapkan taring seperti musim-musim sebelumnya.

Juventus memang benar masih berada di pucuk klasemen Serie A. Namun raihan poin mereka tak sebanyak musim-musim sebelumnya di mana saat kompetisi memasuki pekan yang sama mereka sudah berhasil unggul hingga 10 poin banyaknya.

Baca juga: Lebih Butuh Vidal Ketimbang Eriksen, Conte Salah Rekrut?

Juventus sejatinya masih berada di pucuk klasemen Serie A. Tetapi raihan poin mereka tak sebanyak seperti di beberapa musim sebelumnya dimana saat kompetisi memasuki pekan yang sama mereka sudah berhasil unggul hingga 10 poin banyaknya.

Di musim ini, Si Nyonya Tua harus bekerja ekstra keras. Pasalnya mereka hanya unggul satu angka dari Lazio di peringkat dua dan Inter Milan yang tertinggal tiga angka saja di bawahnya.

Melihat situasi Juventus saat ini, Ronaldo.com menyebut setidaknya ada empat kendala yang membuat anak asuh Maurizio Sarri tersebut tak mampu melaju sekencang musim-musim sebelumnya. Berikut empat masalah tersebut;

  1. Tampil Buruk Lawan Tim Kecil

Saat masih dilatih oleh Massimiliano Allegri, Juventus bisa dengan mudah menjaga konsistensi penampilan terutama saat bertemu tim-tim kecil Serie A. Namun situasi berbeda terjadi saat Maurizio Sarri melatih.

Pelatih asli Italia tersebut tampak kesulitan membongkar pertahanan ketat tim-tim kecil. Terbaru mereka menelan kekalahan 1-2 saat bersua Hellas Verona.

  1. Jomplangnya Ketajaman Ronaldo dan Pemain Lain

Cristiano Ronaldo berhasil mengukuhkan diri sebagai mesin gol Si Nyonya Tua. Tercatat pemain asal Portugal itu sudah membukukan 24 gol dari 29 penampilan di semua ajang, 20 diantaranya datang di Serie A.

Namun ketajaman Ronaldo tak bisa diimbangi oleh penyerang Juve lainnya. Sebut saja Paulo Dybala baru mengemas enam gol sedangkan Gonzalo Higuain baru mengemas lima gol. Saat Ronaldo absen, jelas tim kesulitan menciptakan gol-gol penting.

  1. Banyak Pemain Kurang Bersinar

Pavel Nedved dan Fabio Paratici bergerak aktif pada musim panas kemarin. Sederet nama top berhasil mereka datangkan seperti Aaron Ramsey, Adrien Rabiot serta Matthijs de Ligt berhasil menjadi wajah baru dalam tim asal Turin.

Baca juga: Manggung di 16 Besar UCL, Atalanta Diminta Redam Euforia

Namun sayangnya kontribusi mereka terbilang masih sangat minim. Tak hanya pemain baru, nama-nama seperti Danilo dan Gonzalo Higuain dianggap belum menunjukkan dampak signifikan. Situasi diperparah dengan Douglas Costa dan Sami Khedira yang mengalami cedera.

  1. Sarriball Tak Berjalan Mulus

Pelatih anyar mereka, Maurizio Sarri datang dengan menerapkan skema Sarriball-nya. Ia menekankan permainan dengan dominasi total dan kontrol bola maksimal.

Namun alih-alih membawa Juventus tampil padu seperti Napoli, Sarri justru membuat para pemain yang dulunya bersinar di era Allegri justru meredup. Mereka kesulitan mencerna permainan Sarriball yang dipraktekkan saat ini.

Mudahnya, Sarriball cukup ampuh ketika Juve bertemu dengan tim-tim yang bermain terbuka. Namun saat bertemu lawan-lawan yang notabene di bawah mereka, Sarriball tak menemui jalan keluar atas pertahanan yang begitu rapat.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Messi ke Juventus, Ini Jawaban Sarri!

Vivagoal Serie A Juventus disebut sebagai peminat saat posisi Lionel Messi di Barcelona memanas. Maurizio Sarri pun memilih untuk tidak banyak bicara terkait kabar tersebut.

Messi sejatinya masih memiliki kontrak yang mengikatnya di Barcelona hingga Juni 2021 mendatang. Namun belakangan terdengar kabar jika pemain asal Argentina itu akan segera angkat kaki dari Camp Nou.

Kabar tersebut muncul setelah adanya friksi panas antara dirinya dengan direktur klub, Eric Abidal. Messi disebut tak terima setelah Abidal menuduh jika para pemain membuat Ernesto Valverde dipecat. Selain itu, Messi juga diyakini berseteru dengan kiper Barcelona, Marc-Andre ter Stegen.

Baca Juga: 5 Fakta Transfer Terburuk Si Nyonya Tua, Juventus

Beberapa klub kemudian langsung dikaitkan dengan masa depan Messi. Sebut saja klub-klub top seperti Manchester City, Manchester United, Liverpool, serta Juventus berjajar rapi untuk jasa pemain 32 tahun tersebut.

Namun ada sebuah antusias yang cukup menarik untuk melihat Messi bermain satu tim dengan Cristiano Ronaldo di Juventus. Sarri selaku pelatih Juventus pun memilih tidak mau berkomentar lebih banyak tentang itu.

Baca Juga: 5 Fakta Michel Platini, Legenda Juventus

“Anda menanyakan tentang soal Leo Messi, pemain kelas dunia yang saat ini diikat kontrak di Barcelona. Tidak ada cara untuk saya memberikan jawaban yang tepat,” kata Sarri dikutip dari Tribun.

“Leo adalah pemain Barcelona. Jika saya direktur di Barca, saya mungkin akan bilang ‘Apa, sih, yang diinginkan Sarri ini?’. Jadi saya lebih memilih tak mau menjawab pertanyaan tersebut,” dia menuturkan.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Dapat Tekanan Besar, Sarri Buka Suara

0

Vivagoal Serie APosisi Maurizio Sarri tengah menjadi sorotan setelah Juventus menelan dua kekalahan di tiga laga terakhirnya di Serie A. Puncaknya kekalahan 2-1 dari Verona memaksa Si Nyonya Tua digusur oleh Inter Milan dari puncak klasemen.

Catatan minus tersebut membuat Sarri mendapat tekanan berat. Selain kritik, rumor pemecatan sang pelatih menyeruak. 

Tapi demikian, Sarri tak gentar dengan tekanan yang menerpanya. Dia paham, sebagai pelatih Juventus, tekanan akan terus mengarah terutama saat Bianconeri tampil tak sesuai harapan. 

“Jika saya tidak ingin menghadapi tekanan, maka saya akan mengambil pekerjaan di kantor pos. Memang seperti ini tugasnya.

“Kami berada pada target untuk meraih tujuan yang telah diatur di awal musim. Tentu saja dalam pertandingan yang berjalan dengan salah akan tercipta sebuah respon negatif,” ujar Sarri dalam konferensi pers jelang laga kontra AC Milan di Coppa Italia dikutip dari Football Italia.

Bahas Kelanjutan Karier dengan Agnelli

Sebelumnya, Andrea Agnelli, pemilik Juventus sempat berang dengan hasil minor yang diraih Juventus. Kabar menyebut dia tak segan mengganti Sarri meski belum semusim membesut Si Nyonya Tua. 

Baca Juga: Pelatih Ajax Benarkan Rumor Hakim Ziyech Gabung ke Chelsea

Agnelli dan Sarri lantas melakukan makan malam untuk membahas masa depan Sarri. Meski mengonfirmasi pertemuan tersebut tapi Sarri enggan membocorkan konteks pertemuan keduanya. 

“Kami seharusnya makan malam setelah pertandingan melawan Fiorentina, saya berada di Coverciano, dan Presiden punya janji lain, jadi makan malam itu diagendakan pada hari lain. Kami melakukan makan malam yang normal, seperti yang sudah direncanakan,” kata Sarri

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS