Tag: Maurizio Sarri

Lampard Bikin Jorginho Disegani di Stamford Bridge

Vivagoal Liga InggrisJorginho sempat menjadi musuh publik Stamford Bridge karena dinilai sebagai ‘anak emas’ Maurizio Sarri. Perlahan pasti, Jorginho membuktikan diri dan menghapus stigma tersebut. 

Penilaian buruk  tersebut muncul setelah Jorginho langsung mendapat tempat di tim utama saat Sarri tiba. Pemain sekelas N’Golo Kante bahkan harus tersisih dari tempat terbaiknya karena Jorginho.

Namun setelah Sarri pergi, Jorginho nyatanya masih berada di tempatnya. Ia tak tergantikan meski Lampard datang. Jorginho kemudian berhasil membuktikan kualitasnya di depan manajer barunya tersebut. 

Lampard bahkan dengan bangga menyebut Jorginho memiliki kualitas terbaik untuk mendukung skema permainannya. Sebaliknya, Jorginho, berterimakasih pada Lampard karena telah memberinya kepercayaan.


Baca Juga: 


“Dia [Lampard] selalu mengatakan hal-hal baik tentang saya sejak dia kembali ke Stamford Bridge dan sejak kami bekerja sama.  Sejujurnya, saya berterima kasih padanya untuk ketulusannya kepada saya yang dia katakan di depan publik. Dia sebenarnya tidak perlu melakukan itu dan tidak semua pelatih mau melakukannya.

“Dia adalah legenda klub ini, jadi orang-orang mendengar apa yang dia katakan. Sejak saat itu, saya merasa semua orang mulai memandang saya dengan cara yang berbeda dan benar-benar memperhatikan apa yang bisa saya lakukan. Mereka mulai melihat seberapa besar pengabdian saya untuk mencapai yang terbaik sebisa mungkin,” kata Jorginho.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Juventus Sodorkan Uang Plus Empat Nama ke Man United Demi Pulangkan Pogba

Vivagoal Serie A – Juventus serius ingin memulangkan Paul Pogba musim depan. Untuk melancarkan hal tersebut, kubu si Nyonya Tua siap menumbalkan dua pemain intinya kepada Manchester United.

Ketertarikan Juventus memulangkan Pogba sudah terdengar sejak musim panas kemarin. Namun kepindahan sang pemain urung terjadi setelah Manchester United memasang banderol hingga 150 juta euro.

Sempat tertunda, kini raksasa Italia itu dikabarkan sudah membulatkan tekad untuk membawa pulang Pogba ke Turin. Jurnalis kenamaan Sky Sport Italia, Gianluca Di Marzio, bahkan sudah mengkonfirmasi rumor tersebut. Juventus menginginkan Pogba, dan sebaliknya sang gelandang ingin kembali ke Italia.

Di Marzio menyebut jika pihak Man United tak lagi mengacu pada banderol awal yang mereka pasang. Hal ini karena mereka juga sadar ada ketimpangan finansial karena pandemi corona.

Oleh karena itu, kedua klub dipercaya akan lebih memilih untuk bertukar pemain yang melibatkan satu atau bahkan dua pemain dari Juventus sekaligus.

Dalam laporan tersebut dikatakan jika setidaknya ada empat pemain yang bisa mereka tumbalkan yakni Miralem Pjanic, Douglas Costa, Alex Sandro dan juga Blaise Matuidi. Dari keempatnya, Maurizio Sarri dipercaya akan memilih dua untuk ditukar dengan Pogba.


Baca Juga:



Kontrak Pogba sendiri hanya tersisa satu tahun lagi di MU. Besar kemungkinan nilai transfernya akan menurun drastis terlebih ia juga tak bersedia memperbarui kontraknya di Old Trafford.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Fakta Mengejetkuan Soal Kenapa Sarri Latih Juventus Terungkap

Vivagoal Serie AAntonio Cassano melihat Maurizio Sarri merupakan pilihan terakhir yang dimiliki Juventus setelah mereka gagal mendatangkan Pep Guardiola dan Mauricio Pochettino.

Juventus memutuskan berpisah dengan Massimiliano Allegri bahkan sebelum musim 2018/19 berakhir. Pembicaraan tentang penggantinya pun terdengar begitu liar dengan memasukkan sederet pelatih top.

Cassano membocorkan jika Si Nyonya Tua sejatinya sudah mendekati Pep Guardiola dan Mauricio Pochettino. Namun negosiasi keduanya tak menemui titik temu. Juventus kemudian berpaling kepada pilihan terakhir mereka, Maurizio Sarri.

“Juventus mengusahakan Guardiola tahun lalu, lalu pindah ke Pochettino. Namun mereka tidak mendapatkan apa pun, kemudian akhirnya mereka mengontrak Sarri.


Baca Juga:


“Itu akan jadi pilihan yang berbeda [bila dilatih Guardila atau Pochettino] dalam hal gaya bermain. Akan tetapi sekarang mereka harus bertahan dengannya [Sarri],” kata Cassano.

Saat ini, meski Juve berada di puncak klasemen, namun tak sedikit yang mengkritik kinerja Sarri. Mantan pelatih Chelsea dan Napoli itu disebut kurang mampu mengembangkan permainan tim secara maksimal.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Emre Can Bocorkan Kebobrokan Maurizio Sarri

Vivagoal Serie A – Emre Can bertutur soal ujung karier tak mengenakan di Juventus sebelum akhirnya merapat ke Borussia Dortmund. Menurutnya, kehadiran Maurizio Sarri membuatnya kehilangan tempat hingga harus hengkang. 

Sebelumnya, Emre menjadi andalan di lini tengah Si Nyonya Tua. Tepatnya pada musim 2017/18 saat Massimiliano Allegri masih menjabai sebagai juru taktik. 

Namun situasi berubah 180 derajat ketika Sarri tiba hingga akhirnya membuat Emre memilih meninggalkan Turin. Pelatih yang didatangkan dari Chelsea itu memangkas habis jatah bermain Emre. Gelandang asal Jerman itu bahkan tak masuk dalam daftar pemain Juventus di Liga Champions.

“Dalam beberapa bulan [di Juventus] terakhir terasa sulit. Musim lalu saya adalah bagian penting dari tim. Kami layak juara dan berhasil bermain bagus di Liga Champions.


Baca Juga:


“Pelatih baru tidak memberi saya kesempatan yang adil seperti musim sebelumnya, tetapi hal terpenting adalah saya pernah menghabiskan waktu yang hebat di Turin, saya berterima kasih, namun babak itu sudah selesai,” kata Emre Can. 

Puji Cristiano Ronaldo

Meski demikian, Emre tetap menikmati masa-masanya saat berseragam Juventus. Apalagi saat itu, Emre berkesempatan untuk berduet dengan Cristiano Ronaldo yang menyandang titel sebagai pemain terbaik dunia.

“Saya bisa mengatakan status Cristiano yang diperolehnya saat ini bukanlah sebuah kebetulan belaka. Dia sangat profesional dan menempatkan sepakbola di atas segalanya,” tutup Emre. 

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Takhayul Sarri yang Berujung Pada Keberuntungan dan Kemenangan

Vivagoal Serie ASiapa sangka, Allenatore Juventus, Maurizio Sarri masih percaya dengan takhayul. Beberapa hal wajib ia lakukan sebelum pertandingan yang bahkan terdengar menggelikan.

Sarri dikenal sebagai pelatih yang menjunjung tinggi permainan tim secara kolektif. Permainan bola cepat mengalir dengan baik dari kaki ke kaki.

Namun di balik itu, Sarri ternyata kerap melakukan ‘ritual’ sebelum pertandingan. Aneh mungkin, namun Sarri menyebut ritual yang ia lakukan membawa timnya meraih kemenangan.

“Ketika saya melatih klub Eccellenza (kasta kelima Liga Italia) di Tuscany, saya memiliki obsesi untuk selalu memarkir mobil di tempat yang sama,” tutur Sarri seperti dikutip dari Football Italia.

“Para pemain memperhatikan itu dan terkadang ada yang memarkir mobil lebih di tempat itu lebih dahulu untuk membuat saya kesal.


Baca Juga: 


“Saya ingat suatu hari ada pemain yang memarkir mobilnya di tempat itu. Saya kemudian mendatangi ruang ganti dan berkata kepadanya agar memindahkan mobil dalam waktu tiga menit atau saya akan bertindak dengan cara saya sendiri,” ujar Sarri.

Sarri yang percaya akan takhayul kemudian melakukan cara ekstrim. Ia memarkir mobilnya tepat di belakang mobil pemainnya dan mendorong mobil itu keluar dari tempat parkir.

“Dia tidak pergi untuk memindahkan mobilnya, jadi saya memarkir kendaraan di belakang mobilnya dan mendorong mobil itu hingga keluar jalur. Kami memenangi pertandingan itu dengan skor 2-0, jadi dia tidak bisa komplain,” sambungnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Sarri Yakin Serie A Bakal Diteruskan di Musim Panas

Vivagoal Serie A – Pelatih Juventus, Maurizio Sarri menilai Serie A bisa saja dilanjutkan. Namun hal tersebut bisa dilakukan pada musim panas. Eks juru taktik Napoli juga mengungkapkan kesibukannya di masa karantina.


Baca Juga:


“Saya pikir kami akan bermain lagi pada musim panas, jadi ini adalah waktu yang tepat untuk sedikit berisitirahat karena nanti hanya akan ada jeda sedikit antara musim ini dan musim berikutnya,” ucap Sarri lewat akun Youtube Juventus.

Saat mengisi waktu luang, ia mengaku banyak membaca dan menonton pertandingan lawas AC Milan di bawah Arigo Sacchi. Menurutnya, performa Milan di bawah Sacchi tergolong fantastis dan maju 20 tahun dari era kepelatihan pelatih legendaris Italia itu.

Sarri, yang datang menggantikan Max Allegri di bursa transfer musim panas kemarin masih mampu membawa Juventus memuncaki klasemen Serie A dan hanya terpaut satu poin dari Lazio.  Sejauh ini, posisi Sarri di Juventus memang masih terbilang aman dari ambang pemecatan.

  • Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Konflik Diruang Ganti, Alasan Sarri Tinggalkan Chelsea

Vivagoal – Liga Inggris – Maurizio Sarri menjelaskan jika konflik ruang ganti membuatnya harus pergi dari Chelsea. Ia bahkan mengaku tak mungkin lagi kembali ke sana.

Sarri hanya bertahan satu musim saja di Chelsea. Raihan Carabao Cup dan Liga Europa tak cukup mampu membuatnya bertahan lama di London.

Chelsea awalnya menjelaskan jika perpisahan tersebut harus diambil setelah Sarri rindu dengan keluarganya. Namun hal itu nyatanya tak sama dengan penuturan Sarri.

“Semakin tinggi tangganya, makin sulit untuk membangun hubungan personal dengan para pemain anda,” tutur Sarri seperti yang dikutip dari Football Italia.

“Sekeliling anda berubah drastis dan butuh waktu lama untuk membangun hubungan itu. Saya memiliki konflik hubungan dengan ruang ganti Chelsea namun, saat saya berkata bahwa saya akan pergi, mereka ternyata menangis,” lanjutnya.

Sarri dengan tegas juga mengatakan keengganannya untuk kembali dan menetap di Inggris. Menurutnya tinggal di Inggris adalah hal yang sangat sulit meski sepak bola di sana sangat menarik.


Baca Juga:



“Anda merasa bahwa banyak pemain muda yang mendapat kesempatan lebih di Inggris, tidak hanya di sepak bola. Meski begitu, saya tidak akan pernah tinggal lagi di sana. Saya tidak paham bagaimana orang Italia bisa tinggal di sana,” tambahnya.

“Untuk sepak bola, ceritanya berbeda. Saya merindukan Premier League. Level teknisnya berbeda dan memiliki atmosfer yang luar biasa. Saya tidak pernah mendengar sorakan ke arah lawan di dalam stadion dan semua fans keluar bersama-sama,” pungkasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Meski Belum Menjanjikan di Juventus, Namun Kualitas Sarri Tak Perlu Diragukan

Vivagoal Serie A – Maurizio Sarri belum bisa dikatakan mampu membawa Juventus tampil meyakinkan. Meski demikian, kualitas sang pelatih tak perlu lagi diragukan.

Sarri sendiri didatangkan guna menggantikan peran yang sebelumnya ditempati oleh Massimiliano Allegri. Perjalanan karier yang terus menanjak berikut taktik permainan yang lebih dinamis dirasa akan mampu membawa Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan tampil semakin baik.

Kinerja Sarri bisa dikatakan cukup baik. Dari total 37 pertandingan di semua ajang, Juventus berhasil meraih 27 kemenangan, 5 hasil imbang, dan 5 kekalahan.

Mereka juga berhasil memuncaki daftar klasemen Serie A dengan raihan 62 poin. Mereka unggul satu poin dari Lazio yang berada di urutan kedua.

Di Coppa Italia, Juve kini berada di babak semifinal. Mereka masih harus menjalani leg kedua melawan AC Milan, di pertandingan pertama skornya 1-1.

Sedang di Liga Champions, Juventus masih tertahan di babak 16 besar. Mereka berada di posisi cukup sulit setelah kalah 0-1 dari Lyon di leg pertama.


Baca Juga:



Kendati masih mengikuti tiga kompetisi musim ini, namun kinerja Sarri tetap mendapat kritik tajam. Eks pelatih Napoli tersebut dinilai belum bisa mengembangkan permainan terbaiknya di Turin. Juventus memang mendominasi kompetisi domestik namun mereka kerap kesulitan ketika bertemu lawan lawan yang notabene berada di bawah kasta mereka.

Eks pemain Juventus, Fabio Cannavaro melihat ada kendala yang dialami Sarri. Namun hal tersebut tak bisa menutupi kualitas yang dimiliki oleh Sarri.

“Saya pikir dia masih pelatih top. Dia jelas kesulitan untuk menyampaikan idenya, mungkin lebih dari yang diharapkan pertama kali dan mungkin itu bisa sedikit menghalangi permainan,” kata Cannavaro di Football Italia.

“Tapi, kualitasnya bukan untuk didiskusikan,” kata eks pemain Parma itu menambahkan.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Sarri Sulit Mendapat Respek dari Pemain, Kenapa?

Vivagoal Liga Inggris – Kapten Crystal Palace, Gary Cahill menyebut Maurizio Sarri tak layak mendapat respek dari pemain. Hal tersebut diungkapkannya pasca ia jarang bermain untuk Chelsea di musim lalu.

Sebelum hengkang ke Palace, Cahill memang hanya dimainkan dalam dua laga di kancah Premier League. Cahill saat itu tak mengalami masalah cedera atau apapun. Minimnya jam bermain membuatnya memutuskan langkah bulat untuk hengkang dari Stamford Bridge.

“Sulit untuk menghormati beberapa hal yang dia [Sarri] lakukan. Tetapi, saya sangat menghormati klub dan para pemain,” ucap Cahill, seperti dilansir dari Daily Mail, dinukil Goal International.

“Sebagai pemain senior dan sebagai kapten, untuk melakukan segala hal dengan cara yang salah mudah dilakukan, tetapi bukan (tidak memainkan) begitu caranya. Hal yang paling menyedihkan adalah ketika Anda tidak bermain tanpa alasan.”


Baca Juga:


Cahill merasa perannya di Chelsea begitu disia-siakan. Bahkan ia mengklaim andai dirinya bermain lebih, bukan tak mungkin ia bertahan. Namun Sarri tak kunjung memberinya waktu bermain sehingga ia memutuskan karirnya di Chelsea selesai.

Padahal, sebelum Sarri datang, sosok Cahill merupakan pemain yang kerap bermain reguler. Dalam satu musim, ia selalu tampil di atas 20 laga di bawah arahan siapapun.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Sarri Ingin Reunian dengan Mantan Pemainnya di Chelsea, Siapa?

Vivagoal Serie A – Juru taktik Juventus, Maurizio Sarri mengaku ingin bereuni dengan mantan anak asuhnya di Chelsea, Willian Borges di bursa transfer musim panas mendatang. Pada masa tersebut, Willian emmang bakal berstatus bebas transfer.


Baca Juga:


Sejauh ini, mantan pemain Shaktar Donetsk memang tak mendapat ekstensi kontrak anyar meski bermain dalam 37 laga di berbagai kompetisi dan mencetak tujuh gol serta enam assist untuk the Blues

Willian sejatinya ingin bertahan namun Chelsea masih belum ingin menambah masa bakti pemain Brazil. Sempat terjadi opsi kontraknya diperpanjang hinggga setahun ke depan namun pembicaraan mandek di tengah jalan.

Di tengah kondisi tersebut, Juventus berminat membawanya ke Italia. Tuttosports melaporkan jika Sarri ingin bereuni dengan mantan pemainnya itu. Di pos yang sama, sejatinya tersemat nama Juan Cuadrado. Meski begitu, pemain asal Kolombia bisa ditarik sedikit ke belakang andai Willian mau bergabung.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS