Tag: Neymar

Daftar Pemain dengan Akumulasi Nilai Transfer Tertinggi di Dunia: Neymar Nomor Satu di Atas Ronaldo

Vivagoal Serie A – Nilai transfer pesepakbola kian menggila membuat para pemain memiliki akumulasi nilai transfer yang sangat tinggi. Lantas siapa pemain dengan akumulasi nilai transfer tertinggi saat ini?

Dunia sepak bola dikejutkan dengan banderol pemain yang berada di luar nalar. Semua terjadi ketika transfer Cristiano Ronaldo dari Manchester United ke Real Madrid yang menyentuh angka lebih dari satu triliun rupiah.

Setelahnya, nilai transfer yang berada di luar nalar terdengar biasa. Sebut saja Neymar yang ditebus PSG dari Barcelona di angka 222 juta pounds atau setara Rp4,2 triliun. Angka yang sama juga dikeluarkan Chelsea untuk mendatangkan sejumlah pemain musim panas ini.

Melihat geliat bursa transfer saat ini, Sportbible merilis daftar 25 besar pemain dengan akumulasi transfer terbesar. Berikut susuna daftar tersebut;

25. Danilo, Juventus – 101,16 juta pounds, 5 transfer

24. Henrikh Mkhitaryan, AS Roma – 101,52 juta pounds, 6 transfer

23. Hulk, Shanghai SIPG – 103.32 juta pounds, 3 transfer

22. Gareth Bale, Tottenham Spurs – 104,13 juta pounds, 2 transfers

21. Luis Suarez, Atletico Madrid – 104,87 juta pounds, 4 transfer

20. David Luiz, Arsenal – 106,83 juta pounds, 5 transfer

19. Juan Sebastian Veron, pensiun – 107,64 juta pounds, 7 transfer

18. Joao Cancelo, Manchester City – 108,63 juta pounds, 3 transfer

17. Hernan Crespo, pensiun – 110,65 juta pounds, 4 transfer

16. Nicolas Anelka, pensiun – 111,47 juta pounds, 8 transfer

15. Joao Felix, Atletico Madrid – 113,4 juta pounds, sekali transfer

14. Paulinho, Guangzhou Evergrande – 114,71 juta pounds, 7 transfer

13. James Rodriguez, Everton – 126,5 juta pounds, 5 transfer

12. Kylian Mbappe, PSG – 130,5 juta pounds, sekali transfer

11. Eden Hazard, Real Madrid – 135 juta pounds, 2 transfer

10. Ousmane Dembele, Barcelona – 137,7 juta pounds, 2 transfer

9. Gonzalo Higuain, Inter Miami – 143,1 juta pounds, 5 transfers

8. Zlatan Ibrahimovic, AC Milan – 152,19 juta pounds, 7transfer

7. Philippe Coutinho, Barcelona – 153,27 juta pounds, 4 transfer

6. Antoine Griezmann, Barcelona – 156,6 juta pounds, 2 transfer

5. Angel di Maria, PSG – 161,1 juta pounds, 4 transfer

4. Alvaro Morata, Juventus – 170,1 juta pounds, 6 transfer

3. Romelu Lukaku, Inter Milan – 191,3 juta pounds, 5 transfer

2. Cristiano Ronaldo, Juventus – 207 juta pounds, 3 transfer

1. Neymar, PSG – 279,18 juta pounds, 2 transfer

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Luis Suarez Hengkang, Netizen Kenang Keganasan Trio MSN

0

Vivagoal – La Liga – Kepergian Luis Suarez ke Atletico Madrid menyisakan luka yang mendalam bagi para fans Barcelona. Bagaimana tidak, dulu Barca begitu berjaya dengan trio MSN, namun yang tersisa saat ini hanya Lionel Messi.

Barcelona memang pernah memiliki trisula paling berbahaya seantero Eropa bahkan dunia yang dikenal dengan nama trio MSN. Beranggotakan Messi, Suarez dan Neymar, trio ini selalu sukses memberi teror kepada semua lawan-lawan tim Catalan.

Tak main-main, dalam kurun waktu tiga musim beruntun, trio ini selalu mampu  mencetak rekor fantastis yaitu, 100 gol lebih untuk Barcelona.

Di musim perdana trio MSN terbentuk yakni, musim 2014/15, Messi, Neymar dan Luis Suarez langsung bisa mencetak 122 gol di semua ajang sekaligus mengantarkan Barcelona meraih treble winners dengan mengangkangi Real Madrid di La Liga Spanyol, melibas Athletic Bilbao di ajang Copa Del Rey dan melibas Juventus di final Liga Champions.

Capaian ini membuat Barcelona jadi klub pertama di Eropa yang bisa meraih treble winners setelah sebelumnya mereka lakukan di musim 2008/09.

Berlanjut di musim keduanya, trio MSN masih terus beringas dengan melesakkan 131 gol sekaligus menjadi rekor tersendiri dan belum ada trio di Eropa yang mampu memecahkannya hingga saat ini, termasuk trio BBC di Real Madrid dan trio MNC (Mbappe-Neymar-Cavani) di Paris Saint-Germain.


Baca Juga:


Di akhir era keemasan trio MSN, Messi, Neymar dan Luis Suarez tetap bisa tampil padu dan tajam serta sukses menggelontorkan 105 gol setara 63 persen dari total gol Barcelona. musim 2016/17. Rinciannya, Messi 51 gol, Suarez dengan 35 gol dan Neymar 16 gol.

Secara keseluruhan, selama trio MSN terbentuk, Messi bisa membuat 153 gol dari 158 penampilan, Suarez dengan 121 gol dan Neymar 105 gol.

Sayang, performa super yang dipertontonkan trio MSN kini tinggal kenangan karena cuma menyisakan Lionel Messi di Barcelona. Neymar lebih dulu cabut dari Camp Nou pada musim 2017/18 untuk bergabung dengan klub kaya raya Perancis, Paris Saint-Germain.

Tiga tahun setelah kepergian Neymar, giliran Luis Suarez yang pergi imbas kedatangan Ronald Koeman sebagai pelatih. El Pistolero disebut bakal menyeberang ke klub rival, Atletico Madrid dan diyakini dalam hitungan jam ke depan bakal diresmikan sebagai rekrutan anyar di Wanda Metropolitano.

Kepergian Luis Suarez mengikuti jejak Neymar benar-benar bikin para fans Blaugrana patah hati. Banyak diantara mereka sampai mengaku tidak bisa menghapus momen keganasan trio maut tersebut dalam pikirannya hingga saat ini.

“Ketika main bersama, dunia tunduk di hadapan mereka. Kecepatan, teknik, kekompakan, mereka punya semua. Seperti segala sesuatu yang ada di dalam kehidupan, semua pasti ada akhir. Dulu mereka menguasai dunia, kini mereka bubar. Messi, Suarez, Neymar, trio serang terbaik dalam sejarah sepakbola.” ucap seorang netizen dengan akun @Aniastic.

Netizen lain mengenang jajaran trio top yang pernah dipunya Barcelona, termasuk trisula MSN. Sayang, dalam daftar itu, selalu Messi yang ditinggal sendirian.

” Kami pernah punya kemewahan dalam diri beberapa trio paling maut yang pernah ada:

Ronaldinho – Messi – Eto’o

Villa – Messi – Pedro

Xavi – Messi – Iniesta

Suarez – Messi – Neymar

Satu sosok bertahan selamanya. Tak selalu menyenangkan menjadi yang terbaik karena terkadang menjadi sepi di puncak ketenaran.” cuit akun @elitmessi.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Dituding Rasis, Alvaro Gonzalez dan Neymar Terancam Akan Absen Dalam 10 Laga

0

Vivagoal – Ligue 1 – Perseteruan antara Alvaro Gonzalez dan Neymar ternyata belum juga selesai. Setelah klaim rasis dialamatkan kepada Alvaro, teranyar Neymar juga disebut melakukan tindakan rasis kepada pemain asal Jepang milik Marseille, Hiroki Sakai.

Sebelumnya, Neymar berseteru dengan Alvaro Gonzalez pada laga bertajuk Les Classique antara PSG vs Marseille, 13 September lalu. Di laga itu, Neymar mendapat kartu merah langsung karena kedapatan menempeleng kepala Alvaro. Setelahnya, Neymar lalu curhat bahwa bek Marseille tersebut sudah bertindak rasis kepada dirinya.

Menurut Neymar, Alvaro sudah menyebutnya dengan sebutan monyet. Sebuah analisis dari sejumlah pakar baca bibir di Brasil turut memperkuat tudingan Neymar tersebut.

Kendati begitu, oleh otoritas sepakbola Prancis, Neymar tetap dijatuhi sanksi larangan tampil dua laga karena aksinya menggeplak kepala Alvaro. Di sisi lain, otoritas sepakbola Ligue 1 masih terus menyelidiki klaim rasis yang dialamatkan kepada Alvaro Gonzalez.

Belum juga pihak Ligue 1 mengumumkan hasil investigasinya, kini ada muncul perkembangan terbaru seputar kasus rasisme di laga Les Classique tersebut. Berdasarkan laporan dari Daily Mail, Neymar disebut juga melakukan tindakan rasis ke pemain Marseille asal Jepang, Hiroki Sakai.


Baca Juga:


Dilansir dari laman yang sama, seperti dikutip dari radio Spanyol Cadena COPE, Neymar menghina bek Marseille tersebut  dengan menyebut Hiroki Sakai sebagai, “Chinese s***”.

Perkembangan teranyar terkait tudingan rasis ke Neymar ini bisa jadi akan terus menambah panjang episode perseteruan dua klub top Ligue 1 Prancis ini,dan jika sampai terbukti, baik Alvaro dan Neymar sama-sama terancam sanksi larangan tampil hingga 10 laga.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

Masih Emosional, Neymar Kembali Buat Gaduh di Sosial Media

0

Vivagoal Ligue 1 – Duel Paris Saint-Germain vs Marseille di pekan kedua Ligue 1 Prancis musim 2020/2021, Senin (14/9/2020) dinihari WIB memang berlangsung panas. Di laga yang berakhir untuk kemenangan 1-0 Marseille atas PSG, wasit sampai harus mengeluarkan 8 kartu kuning dan 5 kartu merah di pengujung laga.

Satu dari lima kartu merah itu dilayangkan kepada Neymar yang diketahui menempeleng kepala bek Marseille, Alvaro Gonzalez. Neymar beralasan, itu dilakukannya karena Alvaro lebih dulu melontarkan kata-kata rasis kepadanya. Menurut Neymar, menyebut dirinya sebagai monyet bajingan.

Melalui akun twitter pribadinya, Neymar kemudian menjelaskan secara gamblang dan lugas perihal perilaku rasis yang dilakukan Alvaro kepada kepada dirinya. Setelah dua hari berlalu pasca kejadian, Neymar ternyata masih menyimpan kemarahan sangat besar. 

Melalui laman Instagram pribadinya, bintang asal Brasil itu kembali menyuarakan kekecewaannya. Neymar menyebut, ia ikhlas mendapat kartu merah karena tindakannya yang memukul kepala Alvaro, tapi ia juga menuntut pihak Ligue 1 Perancis turut memberi hukuman kepada musuh bebuyutannya itu.

“Kemarin, saya dihukum kartu merah karena saya kedapatan pukul orang itu, seseorang yang sudah menyinggung saya. Saya pikir waktu itu, saya tidak bisa pergi tanpa melakukan sesuatu karena saya sadar, dia harus bertanggung jawab atas apa yang sudah ia ucapkan,” ucap Neymar.

“Dalam sepakbola, agresi, penghinaan, sumpah serapah memang menjadi bagian dari permainan. Anda tidak bisa menjadi pemaaf dalam sepakbola. Tapi untuk kasus rasisme dan intoleransi, itu sungguh tidak bisa diterima.

“Saya sebenarnya tidak ingin membuat banyak orang terpancing pada momen panas ini, tapi saya dan rekan saya waktu itu meminta bantuan wasit, tapi kami diabaikan. Mereka tidak melakukan apa-apa. Itulah intinya,” jelas Neymar.


Baca Juga:


“Sudah jelas, suatu tindakan bakal menimbulkan reaksi. Dan saya menerima hukuman saya karena seharusnya saya mengikuti aturan sepakbola yang semestinya. Tapi saya juga menuntut pelanggar itu juga harus dihukum. Rasisme ada. Itu ada. Dan kita harus menghentikannya. Tidak lebih. Cukup !.” pungkasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

Pulang Liburan, Neymar dan Di Maria Positif Corona

0

Vivagoal Ligue 1 – Kabar buruk menimpa Paris Saint-Germain setelah Neymar dan Covid-19 bersama beberapa rekan setimnya seperti angel di maria dan leandro paredes.

Laga final Liga Champions menjadi laga terakhir PSG musim 2019/20. Dan di masa jeda kompetisi, para pemain diberikan kesempatan untuk menjauhkan diri dari dunia sepakbola alias jatah berlibur.

Neymar beserta Di Maria dan Leandro Paredes kemudian memanfaatkan jatah berlibur untuk berkunjung ke Ibiza, Spanyol. Tempat tersebut memang dikenal sebagai destinasi liburan utama pemain sepakbola Eropa.

Begitu kembali ke Prancis, para pemain tersebut kemudian menjalani tes untuk mengetahui apakah terdapat virus Corona dalam tubuh mereka. Dilansir dari Marca, hasil tes ketiganya menunjukkan positif terjangkit virus Covid-19.

Ketiga pemain tersebut kemudian harus menjalani protokol kesehatan yang telah ditetapkan otoritas kesehatan. Oleh karena itu, mereka pun harus mengikuti proses karantina mandiri selama 14 hari.


Baca Juga:



Awalnya, PSG bisa saja tidak melakoni liburan mengingat mereka sudah harus bertemu Lens di tanggal 29 Agustus untuk jadwal Ligue 1 2020/21. Namun demi memberikan waktu beristirahat kepada para pemain, pertandingan tersebut pun diundur hingga tanggal 11 September.

Melihat kasus tersebut, bisa jadi pemain PSG yang terpapar Covid-19 bisa bertambah. Hal ini mengingat belum semua pemain mereka kembali dari liburan khususnya di luar Prancis.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

Penasaran Juarai Liga Champions, Neymar Pastikan Dirinya Bertahan di PSG

Vivagoal – Ligue 1 – Neymar memastikan bakal bertahan di Paris Saint-Germain. Pemain asal Brasil itu menegaskan prioritasnya saat ini adalah mencetak sejarah dengan membawa PSG meraih trofi Liga Champions pertamanya.

Masa depan Neymar kembali dispekulasikan bakal hengkang dari Parc de Princes menyusul kegagalan PSG memenangkan Liga Champions musim 2019/20 kemarin.

Meski masih punya kontrak berdurasi 2 tahun lagi, tapi Neymar diberitakan mulai gerah dengan ketidakmampuan PSG bersaing di kompetisi teratas sepakbola Eropa sejak dirinya datang pada musim panas 2017 silam.

Kegagalan memenangkan Liga Champions musim ini jadi yang ketiga secara beruntun dirasakan bomber 28 tahun itu sejak memutuskan meninggalkan Camp Nou. Selama berkostum Les Parisiens, pencapaian tertinggi Neymar di PSG adalah partai final tahun ini, sebab dua musim sebelumnya ia  hanya dapat mengantarkan PSG sampai babak 16 besar.

Neymar sendiri mengakui bahwa dirinya memang kecewa karena kembali gagal membantu PSG memenangkan trofi ‘si Kuping Besar’. Namun ia memastikan bahwa justru itu memantik motivasinya untuk terus berjuang membawa gelar juara Liga Champions tuk pertama kalinya bagi Paris Saint-Germain.

“Saya berpikir banyak tentang Liga Champions, dan saya akan bertahan di PSG musim depan untuk ambisi kembali ke final di kompetisi itu. Saya yakin kami akan memenangkannya musim depan.” tegas Neymar dilansir dari Daily Mail.

“Saya senang dengan motivasi untuk menaklukkan segalanya demi bisa meninggalkan nama saya di buku sejarah PSG.” sambung Neymar.

Untuk diketahui, sejak PSG diakuisisi oleh Qatar Investment Group pada 2011 silam, PSG yang begitu ambisius merajai kompetisi Eropa dan sudah menggelontorkan dana hingga ratusan juta euro demi memboyong pemain-pemain kelas wahid.

Beberapa pemain bintang di antaranya seperti, Neymar, Mbappe, Angel Di Maria, Edinson Cavani, termasuk Zlatan Ibrahimovic. Namun sampai saat ini, PSG tak kunjung bisa membawa pulang trofi Liga Champions ke Paris.


Baca Juga: 


Alih-alih bisa merebut titel juara, melangkah ke babak final saja baru bisa dilakukan Les Parisiens dalam sembilan musim terakhir. Tercatat, baru Marseille, tim asal Ligue 1 yang mampu memenangkan Liga Champions, tepatnya pada musim 1992/93 silam.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

Trio Messi-Neymar-Mbappe Menggiurkan PSG, Tapi…

Vivagoal Ligue 1 – PSG menjadi salah satu dari sedikit klub yang bisa menampung Lionel Messi. Namun banyak pertimbangan yang harus mereka lakukan sebelum mengambil langkah tersebut.

Paris Saint-Germain menjelma sebagai salah satu raksasa Eropa setelah diakuisisi oleh Nasser Al-Khelaifi atas nama Qatar Sports Investment. Kucuran dana melimpah membuat mereka bisa dengan nyaman membangun skuad penuh bintang dari musim ke musim.

Langkah fenomenal terjadi ketika mereka merekrut Neymar dari Barcelona. Tidak tanggung-tanggung, PSG sanggup menebus klausul pembeliannya senilai 222 juta euro pada tahun 2017 lalu.

Pada tahun yang sama, PSG juga mendatangkan Kylian Mbappe senilai 180 juta euro walaupun dengan skema yang berbeda. Raksasa Ligue 1 tersebut mendatangkan Mbappe dengan status pinjaman berikut opsi pembelian.

Duet keduanya menjadi senjata ampuh PSG musim kemarin. Sebut saja mereka berhasil membantu Les Parisiens menembus final Liga Champions untuk kali pertama meski akhirnya harus kalah dari Bayern Munchen.

Lini serang dirasa belum maksimal. Trio ujung tombak yang dimiliki belum memiliki formula terbaik.

Nama Messi kemudian menjadi opsi terbaik untuk menyempurnakan sektor tersebut. Terlebih pemain asal Argentina itu santer dikabarkan ingin hengkang dari Barcelona musim panas ini.


Baca Juga:



Manajemen PSG pun dikabarkan tengah mempelajari transfer Messi. Sekarang, mereka dikabarkan sedang mendiskusikan cara membawa Messi ke Parc des Princes tanpa harus tersandung regulasi Financial Fair Play (FFP).

Cukup sulit untuk klub-klub kaya raya seperti PSG untuk bergerak. Mereka memang memiliki modal yang bisa dengan mudah merekrut Messi. Namun pengeluaran berlebih bisa membuat PSG dalam masalah mulai dari denda hingga larangan tampil di kompetisi Eropa.

Messi sendiri tengah mengupayakan untuk mengaktifkan klausul khusus dalam kontraknya di Barcelona. Klausul tersebut membolehkan Messi meninggalkan Barcelona secara gratis saat berusia lebih dari 32 tahun. Masalahnya, klausul tersebut sudah usang pada Juni kemarin.

PSG pun dihadapkan dengan klausul normal di mana Messi baru akan dilepas dengan banderol hingga 700 juta euro. PSG bisa saja menunggu hingga kontrak Messi berakhir pada 2021 nanti, namun dengan pesaing yang jauh lebih banyak tentunya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

Carvajal Akui Pemain PSG Satu Ini Paling Sulit Dijaga

VivagoalLa Liga – Bek kanan Real Madrid, Dani Carvajal mengungkapkan bahwa bukan Lionel Messi yang paling sulit dihadapinya selama ini. Tapi penyerang Paris Saint-Germain Neymar. Menurutnya, Neymar punya kemampuan ofensif yang tiada duanya.

Sejak memutuskan pindah ke Real Madrid pada musim panas 2013 silam, Dani Carvajal mampu bertransformasi menjadi sosok yang tangguh di lini pertahanan Real Madrid. Bersama Casemiro, Carvajal termasuk salah satu pemain yang hampir tidak tergantikan di skuad Los Blancos.

Carvajal yang saat ini sudah berusia 28 tahun dianggap sebagai salah satu bek kanan terbaik di Eropa dengan telah menorehkan 279 penampilan bersama Madrid di semua kompetisi dan berhasil memenangkan 14 titel juara, termasuk dua gelar LaLiga dan empat Liga Champions.

Merujuk pada catatan individualnya sepanjang musim 2019/2020 kemarin, dari aspek bertahan, menurut Whoscored, Carvajal mengemas rata-rata 2.5 tekel per laga, 1.1 intersepsi, 3.8 clearances dan 1.5 blok per game. Carvajal juga sangat baik dalam hal passing, terbukti dengan jumlah assistnya yang mencapai 8.

Namun meski kerap bisa membuat para penyerang lawan kesulitan melewatinya, Carvajal ternyata tetap punya nama satu orang striker yang dianggapnya paling sulit dijaganya. Tak banyak yang mengira jika bomber tersebut adalah Neymar, bukan Messi yang notabene bermain bersama di LaLiga Spanyol.

“Neymar itu striker yang paling sulit dijaga. Dia sangat sulit ditebak, secara teknik sangat bagus. Dia banyak menyerang celah, dan bisa mencetak gol.” ucap Carvajal dilansir dari Marca.


Baca Juga:



“Sulit untuk para bek bertahan jika melawan dia. Neymar hanya memainkan bola di sekitar anda tapi anda tidak bisa mendekati dia. Sebuah bentuk sepakbola yang tidak normal, berbeda dari apapun yang pernah saya hadapi.” tandas Carvajal.

Untuk diketahui, Carvajal pernah berduel dengan Neymar semasa pemain asal Brasil itu berkostum Barcelona maupun di PSG, Kali terakhir keduanya bersua di fase grup Liga Champions musim 2019/2020 dimana Madrid kala itu ditahan imbang 2-2 oleh PSG.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Era Messi-Ronaldo Sudah Habis, Neymar Kini Jadi Pemain Terbaik Dunia

Vivagoal Ligue 1 – Selama kurun waktu 12 tahun terakhir, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo selalu dianggap sebagai pesepakbola terbaik di dunia. Namun menurut legenda timnas Brasil, Rivaldo, era keduanya sudah berakhir dengan Neymar sebagai penggantinya.

Jika merujuk pada pencapaian individu, Messi dan Ronaldo sejatinya masih menunjukkan performa yang luar biasa sepanjang musim 2019/2020 ini. Keduanya memiliki catatan yang fantastis dalam hal gol maupun assist.

Untuk Ronaldo, pria asal Portugal itu mampu mengemas 37 gol dan 7 assist di semua kompetisi dari 46 penampilan. Sementara Messi bisa membuat 31 gol dan mengkreasikan 27 assist dari 44 kali bertanding.

Namun jika merujuk pada pencapaian di level klub, bisa dibilang Messi dan Ronaldo sudah gagal mengangkat performa klub yang dibelanya. Di musim 2019/2020 kemarin, Ronaldo hanya bisa membantu Juve meraih satu trofi, yakni gelar juara Serie A Italia.

Adapun Messi lebih parah lagi. Barcelona harus menutup musim kemarin tanpa raihan satu gelarpun, dan yang lebih menyesakkan lagi karena Barca harus diganyang Bayern Munchen 2-8 di babak perempatfinal Liga Champions.


Baca Juga:



Atas dasar itu semua, Rivaldo menilai kedua superstar lapangan hijau tersebut sudah tidak layak disebut yang terbaik. Menurutnya, yang layak menyandang predikat pemain terbaik saat ini adalah penyerang Paris Saint-Germain, Neymar. Meski sang pemain sendiri belum sekalipun bisa memenangkan trofi Ballon d’Or.

“Di dunia ini, jika mereka tidak memberi anda Ballon d’Or atau FIFA The Best, anda belum dianggap sebagai yang terbaik di dunia. Dan Neymar belum mendapat penghargaan itu, tapi buat saya dia sudah salah satu yang terbaik, meski tidak mendapat trofi individual.” ucap Rivaldo dilansir dari Marca.

“Andai Neymar memenangkan Liga Champions, dia mungkin belum akan mendapat Ballon d’Or. Namun saya pikir dia adalah pemain terbaik di planet ini sekarang, meski tidak bermain hebat di laga kontra Bayern.” tegasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

Reuni Messi-Neymar Dikabarkan Akan Gagal

Vivagoal Ligue 1 – Lionel Messi dikabarkan akan segera mengakhiri karena sepakbola nya di Barcelona. Ia juga dilaporkan ingin segera reuni dengan Neymar di Paris Saint-Germain.

Namun, salah satu media di Prancis, L’Equipe mengklaim bahwa PSG sangat ingin untuk merekrut Lionel Messi namun mereka memilih untuk mundur pelan-pelan karena beberapa alasan.

Masih dalam laporan yang sama, alasan utama PSG tidak bisa merekrut Lionel Messi karena gaji yang diminta terlalu tinggi. Saat ini, PSG sendiri sudah terbebani oleh beberapa pemain bintang Seperti Neymar, Kylian Mbappe, Mauro Icardi yang memiliki gaji sangat tinggi.

Bila PSG harus merekrut Lionel Messi maka mereka bisa saja terjerat Financial Fair Play (FFP). Oleh karena itu, pihak manajemen PSG akan sedikit menahan diri untuk tidak mendatangkan Lionel Messi pada musim panas ini.


Baca Juga:


Meski PSG dikabarkan sudah tidak ingin mendapatkan Lionel Messi, namun masih ada beberapa klub yang masih ingin mengincarnya. Mereka adalah Manchester United, Manchester City, Inter Milan dan Chelsea.

LATEST NEWS

HOT NEWS