Tag: Pep Guardiola

Baru Sembuh, Sergio Aguero Cedera Lagi

Vivagoal – Liga Inggris – Manchester City harus menerima kenyataan ‘sudah jatuh tertimpa tangga pula’ usai bermain imbang 1-1 kontra West Ham United. Terlempar dari dari 10 besar klasemen Liga Inggris, penyerang andalan mereka Sergio Aguero kembali mengalami cedera.

Aguero cuma bermain sekitar 45 menit babak pertama dalam lanjutan pertandingan pekan kelima Liga Inggris di London Olympic Stadium, Sabtu (24/10/2020) malam WIB. Pesepakbola asal Argentina tersebut digantikan oleh Phil Foden yang pada prosesnya berhasil menghindarkan City dari kekalahan usai mencetak gol penyeimbang di menit ke-51.

Cederanya Aguero ini jelas jadi pukulan telak bagi manajer The Citizens, Pep Guardiola. Selain gagal meraup poin penuh untuk merangkak naik ke papan atas klasemen, timnya kembali harus kehilangan Aguero yang belum lama ini pulih dari cedera yang membuatnya mesti menepi selama tiga bulan lamanya.

Situasi makin rumit buat Guardiola untuk bisa mengangkat performa timnya, pasalnya Gabriel Jesus juga belum pulih dari cedera dan membuat City mengalami krisis di lini depan. Sementara, pada tengah pekan depan, The Citizens bakal melakoni laga tandang dengan menantang Marseille di matchday kedua Liga Champions.


Baca Juga:


“Cedera otot sepertinya, saya pikir hamstring. Besok kita akan tahu persis apa yang dialaminya.” ucap Guardiola dilansir dari Standard.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Pelatih Porto Kesal dengan Guardiola, Kenapa?

Vivagoal Liga Champions – Pelatih FC Porto, Sergio Conceicao mengaku kesal dengan Pep Guardiola. Menurutnya, pelatih asal Spanyol memperlihatkan perlakukan kurang menyenangkan kala bentrok kedua tim di ajang Liga Champions.

Porto sempat bentrok dengan Manchester City pada Kamis (22/10) dini hari WIB. Dlaam laga tersebut, City sukses menang dengan skor 1-3. Dalam laga, kedua palatih memang terlihat lumayan aktif kala memberikan intruksi untuk timnya masing. Masing. Namun ada satu momen yang membuat Conceicao sebal dengan kompatripornya itu.

“Saya harus banyak belajar dari Pep Guardiola, dalam caranya menekan wasit, berbicara dengan pemain-pemain lawan dan ruang istirahat lawan,” ujar Conceicao kepada media Portugal, seperti diwartakan Goal International.

“Ia berbicara tentang negara kami dengan menggunakan kata-kata yang jelek. Sikap Guardiola sangat tidak menyenangkan. Di seluruh ruang ganti Manchester City, jika ada yang mengeluh, itu adalah bangku cadangan Porto karena kami sangat sulit.”


Baca Juga:


Meski diserang, Pep sama sekali tak membalas komentar mantan pemain Inter. Sebaliknya, pelatih asal Spanyol justru memuji Porto yang gaya bermainnya mendekati City. Menurutnya, Porto merupakan tim dengan mentalitas juara dan mereka selalu berhasrat untuk memenangkan pertandingan.

“Kami melakukan performa yang sempurna lawan tim yang sangat bagus. Sangat menyenangkan bisa memenangkan pertandingan sambil menderita.”

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Diam-Diam, Pep Punya Satu Penyesalan Besar Kala Membesut City

Vivagoal Liga Champions – Pep Guardiola punya satu penyesalan terbesar kala membesut Man City. Hal tersebut hadir pada musim lalu. menurutnya, City punya kans menjuarai kompetisi bergengsi se-Eropa namun ia menemukan sebuah kendala.

Musim lalu, City mampu melaju hingga babak perempat final. Namun di fase tersebut, mereka justru keok dari Lyon dengan skor 1-3. Kegagalan tersebut memperpanjang borok City di kompetisi Eropa. Sejauh ini, pencapaian terbaik mereka hanya mencapai babak semifinal kala masih dilatih Manuel Pellegrini di tahun 2015 lalu.

Asa City mendaratkan Liga Champions nampak dipertebal kala mereka mendaratkan Pep Guardiola. Namun sudah memasuki musim keempat, City di bawah Pep belum juga mampu berbuat banyak. Tekait hal tersebut, Pep buka suara. Menurutnya, tim selalu membuat kesalahan di ajang yang sama.

“Sebenarnya, setiap tahun kami selalu dekat untuk menjadi juara Liga Champions,” kata Guardiola seperti dilansir dari Mirror. “Tapi di saat bersamaan, kami selalu membuat kesalahan,” keluhnya.


Baca Juga:


Pep merasa timnya punya mentalitas yang baik. namun Sergio Aguero dan kolega kerap tak fokus dan membuat kesalahan demi kesalahan di ajang Liga Champions. “Kesalahan yang kami buat, menjadikan kami memang belum pantas menjadi juara,” tambah pria asal Spanyol tersebut.

Musim ini, City diprediksi bakal lolos dari fase grup lantaran berada di grup yang relatif ringan bersama Olympiacos, Marseille, dan FC Porto. Namun andai mereka memandang remeh lawan-lawannya, bukan tak mungkin Raheem Steerling dan kolega justru terjembab di fase grup.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Lupakan Kegagalan Liga Champions Musim Lalu, Guardiola Siap Mulai Dari Nol Lagi

Vivagoal Liga Champions – Josep Guardiola belum memberi dampak besar bagi Manchester City di Liga Champions. Kini, ia berambisi menapaki kesempatan baru dengan hasil yang berbeda.

Guardiola memang telah membangun sebuah tim mahadaya di Manchester City. Mereka menjadi raksasa di Inggris dengan sederet trofi bergengsi.

Namun sayang, City baru bisa berbicara banyak di kancah domestik. Mereka seperti mati kutu ketika turun ke ajang Liga Champions.

Kemarin menjadi yang terbaik di mana mereka berhasil melaju hingga perempatfinal. Namun kegagalan melampau hadanangan Lyon begitu disesali oleh Guardiola.

“Momen saat itu [kalah dari Lyon] sangat sulit, saya merasa sangat bertanggung jawab untuk apa yang dirasakan klub, juga para pemain. Saya gagal mendorong klub dan saya merasa bertanggung jawab,” buka Guardiola kepada Sky Sports.


Baca Juga:



“Namun, melihat pertandingan itu, kami harus menerima fakta bahwa kami bermain tidak cukup bagus.”

“Kami tidak bermain buruk, justru ada beberapa momen apik. Namun, terkadang kami membuat beberapa kesalahan, dan Anda tidak boleh melakukan itu di kompetisi ini,” imbuhnya.

Namun Guardiola tetap merasa jika City sudah kian dekat. Kini, pelatih asal Spanyol itu pun memasang target tinggi di memasuki musim baru.

“Saya selalu merasa kami sudah nyaris. Jaraknya semakin tipis, tapi Anda harus bisa benar-benar menutup jarak itu. Kami harus mencari solusi,” lanjut Pep.

“Bagaimana pun itu hanya masa lalu. Sekarang ada kesempatan baru dan kami akan memulai dari nol lagi,” pungkasnya.

City akan mengawali perjalanan mereka dengan menjamu wakil Portugal, FC Porto. Laga itu sendiri akan digelar di Etihad Stadium, Kamis (22/10/2020) dini hari WIB.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Carragher: Persaingan Liverpool Dengan Man City Akan Berlanjut Musim Ini

Vivagoal – Liga Inggris – Jamie Carragher melihat jika Liverpool masih sangat mungkin untuk mempertahankan gelar Premier League musim ini. Hal ini mengingat pesaing mereka yakni Manchester City juga sudah kehilangan poin di awal musim.

Liverpool dan Manchester City digadang masih akan menjadi kandidat kuat juara Premier League musim ini. Skuad dan konsistensi keduanya menjadi pembeda dengan tim-tim lain yang saat ini meraih hasil lebih baik.

Carragher sendiri melihat jika kesempatan The Reds untuk mempertahankan gelar juara terbuka lebar. Pasalnya, Manchester City sudah kehilangan jumlah poin yang sama dengan apa yang hilang dari genggaman mereka musim 2020/21 ini.

Liverpool yang sudah menjalani lima laga tercatat sudah kehilangan lima poin. Sedangkan City yang baru melakoni empat laga juga sudah kehilangan jumlah poin yang sama. Oleh karena itu mereka tidak membutuhkan poin sebanyak musim-musim sebelumnya untuk bersaing meraih titel juara.

“Kabar bagusnya untuk Liverpool adalah bahwa musim ini, Anda tidak akan butuh 99 poin untuk memenangi liga. Saya rasa akan ada di kisaran 80-an,” jelas Carragher dikutip Sky Sports.

“Liverpool dan City sudah kehilangan lima poin. Agar sebuah musim menjadi musim dengan 99 poin, Anda hanya bisa kehilangan 10 poin lagi dan itu sepertinya tidak akan terjadi.”


Baca Juga:


“Jadi Liverpool sudah turun dari rata-rata 98 poin yang dicatatkan dalam dua musim terakhir. Tapi kalau mereka kehilangan 10-12 poin, bahkan 15 poin dari titik tersebut, mereka akan berada di persaingan atau sekitar itu lah,” imbuhnya.

Liverpool sendiri kini tengah menempati peringkat tiga dengan raihan sembilan poin. Sedang The Citizen terjun di peringkat 11 dengan raihan tujuh poin. Kemudian posisi teratas ditempati oleh Everton dengan 13 poin disusul oleh Aston Villa yang meraih 12 poin dari empat pertandingan.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Magath: Faktanya Pep Guardiola Memang Butuh Messi Tuk Memenangkan Liga Champions

Vivagoal – Liga Inggris – Sejak meninggalkan Barcelona, Pep Guardiola tak kunjung bisa menjuarai Liga Champions lagi. Menurut mantan pelatih Bayern Munchen, Felix Magath, Barca dulunya bisa meraih trofi Liga Champions bukan karena kehebatan taktik Tiki Taka tapi karena ada Messi sebagai motor serangan tim.

Guardiola sempat dua kali membawa Barcelona menjuarai Liga Champions, tepatnya pada musim 2008/09 dan 2010/11. Tapi setelah memutuskan hengkang dari Camp Nou pada 2012 silam, Pep Guardiola begitu kesulitan membawa tim besutannya mengangkat ‘si Kuping Besar’ lagi.

Semasa menukangi raksasa Bundesliga Jerman Bayern Munchen, prestasi terbaik Pep Guardiola cuma bisa membawa Thomas Muller Cs hingga fase empat besar. Setelahnya di Manchester City, selama empat musim terakhir, pencapaian Pep malah menurun dengan paling banter mentok di babak perempatfinal.

Bahkan pada musim 2019/20 kemarin, Guardiola yang begitu perkasa menyingkirkan Real Madrid di babak 16 besar justru gagal meloloskan The Citizens ke semifinal usai dihancurkan Olympique Lyon 1-3 di babak perempatfinal.

Felix Magath kemudian menilai bahwa Guardiola kesulitan karena tidak punya pemain secemerlang Messi. Dengan mengusung sepakbola menyerang ala Tiki Taka, serangan Barcelona yang dikreasikan oleh dua gelandang elegan Xavi dan Iniesta kala itu mengalir begitu luwes dengan Messi sebagai titik sentralnya

“Messi yang membawa Barcelona juara, bukan taktik Guardiola. Tanpa Messi, sistem Tiki Taka tidak akan pernah berhasil untuk Guardiola. Kalau berhasil, dia sudah pasti juara Liga Champions bersama Bayern dan Manchester City sejak lama.” sindir Felix Magath dilansir dari AS.


Baca Juga:


“Tiki Taka cuma berjalan kalau anda punya pemain yang secara teknik sangat superior daripada lawan. Buat penonton, menahan bola lama-lama sangat membosankan dan tim besar tidak butuhkan itu.” tegasnya.

“Menurut saya, Guardiola terlalu sering terlihat kebingungan ketika mencoba memenangi laga di awal. Taktiknya sering berakhir dengan keputusan yang salah dan menghalangi kesuksesannya.” jelas Magath.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Meski Belum Bisa Raih Liga Champions, City Sodorkan Kontrak Baru Tuk Guardiola

Vivagoal – Liga Inggris – Meski tak kunjung bisa membawa Manchester City menjuarai Liga Champions, namun manajemen The Citizens tetap berencana memperpanjang masa bakti Pep Guardiola sebagai pelatih.

Pep sudah memasuki musim kelimanya di Etihad Stadium. Ini menjadi periode manajerial terpanjang dalam karier pelatih asal Spanyol itu setelah cuma menghabiskan empat musim bersama Barcelona dan tiga musim di Bayern Munchen.

Sejak menukangi Manchester City pada 2016 silam, Guardiola sudah mempersembahkan delapan trofi juara, diantaranya dua titel Liga Inggris secara beruntun. Meski demikian, di ajang Liga Champions, Pep selalu cuma bisa membawa Raheem Sterling dkk paling banter mencapai babak perempatfinal.

Pencapaian mantan pelatih Barcelona itu tak sebagus pendahulunya, Manuel Pellegrini. Semasa membesut Man City, Pellegrini yang kini menukangi Real Betis mampu membawa City melaju hingga babak semifinal Liga Champions musim 2015/16.

Spekulasi yang berkembang pun menyebut bahwa musim 2020/21 berpotensi menjadi yang terakhir untuk Guardiola jika ia kembali gagal membawa City mengangkat trofi si Kuping Besar. Terlebih kontraknya saat ini juga bakal habis pada Juni 2021 mendatang.

Namun, direktur olahraga City, Omar Berardi mengaku, pihaknya justru berkeinginan menambah durasi masa kerja Guardiola. The Citizens diklaim sudah sangat puas dengan kinerja yang diperlihatkan Guardiola selama menukangi Kevin De Bruyne dan rekannya.


Baca Juga: 


“Ini berbicara tentang seberapa jauh klub telah berkembang dengan Pep sudah menjalani masa pelatihan terlama dengan kami. Itu artinya dia bahagia disini, dia nyaman disini. Pep adalah manajer terbaik di dunia dan kami ingin dia bertahan.” ucap Berardi dilansir dari The Sun.

“Kami akan segera menggelar pembicaraan dengan dia dan berharap dia mau memperpanjang kontraknya karena kontribusi Pep sejauh ini sudah sangat besar sekali dan warisannya akan bertahan lama.” tegasnya.

“Posisi kami sudah sangat jelas, kami betul-betul ingin dia bertahan. Terkecuali kami ada perasaan bahwa kami perlu merencanakan pergantian, maka kami akan melakukannya.” simpul Berardi.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Apakah City Juara EPL Atau Tidak, Guardiola: Baru Juga Tiga Laga

Vivagoal Liga Inggris – Manchester City kembali gagal meraup poin penuh usai bermain imbang melawan Leeds United. Manajer The Citizens, Pep Guardiola menolak anggapan kalau kans timnya menjadi juara sudah tertutup.

City gagal mengantongi tiga poin dalam dua laga beruntun di ajang Liga Inggris. Usai ditumbangkan 2-5 dari Leicester City, City malah dimbangi Leeds United 1-1 di Elland Road, Sabtu (3/10/2020) malam WIB.

Menghadapi Leeds, City sesungguhnya tampil sangat dominan dengan membukukan 23 percobaan namun hanya dua yang on target dan dua yang membentur tiang gawang.

Raheem Sterling membuka keunggulan Man City di menit ke-17 sebelum disamakan oleh Rodrigo Moreno usai memanfaatkan blunder Ederson Moraes di babak kedua.

Dengan satu poin yang diperoleh, City tuk sementara berada di peringkat ke-10 klasemen dengan torehan empat poin dari tiga laga. Mereka berjarak empat angka dari Liverpool yang ada di urutan ketiga, namun jarak tersebut berpotensi membesar andai The Reds bisa menang atas Aston Villa, Senin (5/10) dinihari WIB.


Baca Juga:



City sejatinya masih digadang-gadang sebagai calon kuat juara musim ini bersaing dengan Liverpool. Namun dengan hasil yang didapat di awal musim ini, banyak pihak yang mulai meragukan hal tersebut. Pep Guardiola sendiri merasa timnya baru melalui tiga laga dan semua kemungkinan masih bisa terjadi.

“Kami kan mempunyai satu pertandingan lebih sedikit. Saya tahu kami harus memenangi banyak laga untuk memuncaki klasemen. Dan saya sama sekali tidak berpikir bahwa Liga sudah bisa dimenangi setelah tiga pertandingan.” ucap Guardiola dilansir dari situs resmi klub.

“Saya tahu dimana kami berada sekarang. Saya puas dengan apa yang sudah pemain lakukan sejauh ini. Kami hanya perlu memperbaiki beberapa hal dan kami masih sedikit jauh dari penampilan terbaik kami.” jelasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Neville: Level Man City Masih Berada Dibawah Liverpool!

Vivagoal – Liga Inggris – Eks Pemain Inggris, Gary Neville menegaskan jika apa yang ditampilkan oleh Liverpool di musim ini membuat level mereka masih berada diatas sang rival Manchester City.

Liverpool sukses memulai Premier League musim ini dengan sempurna berkat kemenangan 100 persen di tiga laga awal. The Reds diantaranya berhasil menumbangkan duo London, Chelsea dan Arsenal dengan skor yang meyakinkan.

Sementara rival mereka dalam dua musim terakhir ini, Manchester City, justru secara mengejutkan harus takluk 2-5 dari Leicester di pekan lalu. Hal ini yang membuat Neville merasa City harus waspada jika mereka tak ingin kehilangan gelar liga lagi seperti di musim lalu.

Awalnya Neville menjagokan The Citizen yang akan meraih gelar Premier League di musim ini. Tetapi tiga laga awal serta aktivitas transfer yang dilakukan oleh City, cukup untuk membuat Neville berubah pikiran.


Baca Juga:


“Saya memilih Manchester City sebelum liga dimulai. Saya pikir mereka akan melakukan yang lebih di bursa transfer. Tapi walaupun baru berjalan tiga pertandingan, saya sudah mau berubah pikiran siapa yang juara,”ujar Neville dilansir Sky Sport.

“Ketika saya melihat apa yang ditampilkan Liverpool saat melawan Arsenal, dan apa yang diperlihatkan City melawan Leicester, itu adalah level berbeda. Itu yang perlu diperhatikan oleh Pep Guardiola.

“Liverpool membeli dua pemain setelah pertandingan lawan Leeds. Lalu mereka berhadapan dengan Chelsea dan berhasil menang. Berikutnya mereka melawan Arsenal, tim top lain, kembali sukses memenangkannya.

Menurut Neville, Liverpool tampil sangat luar biasa ketika menang lawan Arsenal. The Reds telihat sangat fokus sepanjang pertandingan sehingga bisa sangat mendominasi di seluruh sudut lapangan.

Strategi Transfer Liverpool Cerdas

Pembelian pemain yang tepat dan efektif dianggap Neville sebagai salah satu faktor kenapa Liverpool masih berada diatas level Man City. Sementara untuk City Neville merasa Pep Guardiola belum mendapatkan pemain yang benar-benar Ia mau.

“Pembelian Thiago Alcantara dan Diogo Jota adalah langkah bagus karena sesuai dengan kebutuhan. Mereka butuh memperkuat lini tengah dengan pemain yang bisa mengontrol permainan dan melakukan perbedaan,”ungkapnya.

“Sementara Jota, memberikan kualitas tambahan untuk trio lini serang Liverpool. Tidak membuat mereka bingung harus bermain kemana. Itu adalah pembelian cerdas.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Dibantai Leicester, Guardiola Mulai Ragu Bertahan di Manchester City?

Vivagoal Liga Inggris – Manajer Manchester City, Pep Guardiola, dikabarkan tengah mempertimbangkan kemungkinan untuk tetap bertahan di Etihad setelah dipermalukan Leicester City.

Kebersamaan Guardiola dan Manchester City tengah dipertanyakan setelah kontraknya tersisa hingga Juni 2021 mendatang. Pelatih asal Spanyol itu sendiri mengatakan tengah berusaha membuktikan diri untuk layak bertahan di Manchester City.

Namun sial, saat ia tengah meyakinkan manajemen klub, Manchester City justru meraih hasil memalukan. Mereka dibantai 2-5 saat menjamu Leicester City pada lanjutan Premier League akhir pekan kemarin.

Dilansir dari Mirror, hasil minor tersebut membuat Guardiola mempertimbangkan kesempatan untuk terus bertahan di Manchester City. Sang pelatih merasa gagal memberikan yang terbaik untuk klub berjuluk The Citizens tersebut.

Menyalahkan diri sendiri terbilang cukup berlebihan. Pasalnya, City mengawali musim dengan sederet pemain inti yang cedera, seperti Sergio Aguero, Gabriel Jesus, juga Bernardo Silva.


Baca Juga:


Tidak hanya itu, lini pertahanan yang masih keropos membuat City begitu mudah ditembus oleh tim lawan.

Akan tetapi, fakta kekalahan perdana dengan kebobolan lima gol dalam 686 pertandingan yang sudah dilalui Guardiola menjadi catatan merah. Belum lagi kekalahan tersebut menjadi yang terburuk bagi Manchester City dalam 483 laga kandang.

Guardiola jelas masih layak disebut sebagai pelatih top saat ini. Namun satu catatan merah dalam perjalanannya sudah cukup membuat banyak orang kecewa.

Lantas, apakah manajer asal Spanyol itu masih mau bertahan lebih lama di Etihad Stadium?

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

HOT NEWS