Tag: Pep Guardiola

Barcelona-nya Pep Guardiola Mimpi Buruk MU di Liga Champions

Vivagoal Liga Champions – Paul Scholes menyebut Barcelona era Pep Guardiola adalah tim terbaik yang pernah dihadapinya. Barca besutan Pep dua kali memupus mimpi Manchester United di ajang Liga Champions.

Scholes menjalani karir yang gemilang selama hampir dua dekade berkostum The Red Devils. Sebagai gelandang bertahan, Scholes total mengoleksi 709 penampilan bersama MU dengan torehan 152 gol dan 73 assist.

Dalam kurun waktu tersebut, Scholes berhasil mengantarkan Setan Merah meraih 11 gelar Liga Inggris, dan dua gelar Liga Champions, yakni pada musim 1998/1999 dan 2007/2008. Menurut Scholes, harusnya gelar Liga Champions-nya bersama MU bisa lebih banyak, andai tak bertemu Barcelona asuhan Pep Guardiola.

MU yang dibela Scholes tercatat dua kali dikandaskan oleh Los Azulgrana di partai final Liga Champions. Kekalahan pertama mereka terjadi pada final 2008/2009. Di momen itu, MU berstatus sebagai juara bertahan namun harus takluk dengan skor 0-2 di Stadion Olimpico Roma.

Dua musim kemudian, Scholes kembali harus menelan pil pahit usai dikalahkan Barcelona 3-1 di partai final 2010/2011. Yang bikin makin menyakitkan karena kekalahan itu mereka alami di hadapan publik sendiri, yaitu Stadion Wembley.


Baca Juga:


Merujuk pada dua laga tersebut, Scholes pun tanpa ragu menyebut Barcelona besutan Pep sebagai tim terbaik yang pernah dihadapinya.

“Kami benar-benar kurang beruntung. Di era yang lain, bisa saja kami memenangkan empat hingga enam trofi Liga Champions.” ucap Scholes seperti dilansir dari The Sun.

“Tapi semuanya pupus karena kami menghadapi Barcelona-nya Guardiola. Oh Tuhan, betapa bagusnya mereka.” sambungnya.

“Kami pergi melawan Barcelona-nya Pep seperti sedang mengusung misi mustahil. Di tengah mereka punya Andres Iniesta, Xavi Hernandez dan Sergio Busquets. Lalu di sebelah kanan ada Leo Messi, Thierry Henry di sebelah kiri dan di jantung pertahanan ada Gerard Pique dan Carles Puyol, semuanya tak masuk di akal.” kata Scholes.

“Saya tidak pernah ragu mengatakan bahwa mereka adalah tim terbaik yang pernah saya lawan. Mereka bahkan tim yang terbaik yang pernah ada di dunia.” tegasnya.

Selalu update berita terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Bayern Libas Fortuna, Hansi Flick Lewati Rekor Guardiola

Vivagoal Bundesliga – Bayern Munchen kian mantap di puncak klasemen usai melumat Fortuna Dusseldorf lima gol tanpa balas. Kemenangan ini sekaligus membuat sang pelatih, Hansi Flick mengukir torehan impresif.

Bertanding di spieltag ke-29 Bundesliga Jerman, Sabtu (30/5/2020) malam WIB di Allianz Arena, Bayern tampil gahar dengan langsung mencetak tiga gol di babak pertama. Usai turun minum, Robert Lewandowski dan Alphonso Davies menutup pesta gol Die Roten.

Kemenangan ini sekaligus makin mengkilapkan rekor Hansi Flick sejak ditunjuk jadi juru taktik tim medio Oktober 2019 kemarin. Hingga saat ini, Flick sudah berhasil memimpin Bayern merebut 22 kemenangan dalam 25 pertandingan pertamanya di seluruh kompetisi dengan dua kali menelan kekalahan.

Catatan gemilangnya ini sekaligus melampaui rekor Pep Guardiola semasa membesut Bayern periode 2013 hingga 2016 silam. Di musim perdananya melatih The Bavarians, Guardiola hanya bisa merebut 21 kemenangan dengan dua kali kalah dan dua lainnya berakhir imbang.

“Penting untuk memiliki sebuah musim yang sukses. Di Bayern, anda mesti selalu bisa memenangi titel kejuaraan. Itu adalah tujuan kami.” ucap Flick seperti dilansir dari situs resmi Bayern.


Baca Juga:



“Kami masih punya 5 pertandingan lagi di depan, dan kami sekarang dalam posisi sangat bagus. Laga melawan Fortuna sangat penting untuk penegasan bahwa kami belum kendur setelah hanya menang 1-0 atas Dortmund tengah pekan kemarin.” tegasnya.

“Jadi saya sangat senang dengan performa tim. Kami begitu agresif dan tidak memberi sedikit pun kesempatan. Anda bisa melihat bagaimana para pemain mendorong dan memotivasi satu sama lain.” tutup Flick.

Selalu update berita bola terbaru seputar Bundesliga hanya di Vivagoal.com

Phil Foden: Jalan Panjang Sang Wonderkid Inggris

Vivagoal Liga Inggris – Inggris memiliki talenta baru yang siap bersinar. Nama tersebut adalah Phil Foden. Punggawa Manchester City ini tinggal tunggu waktu untuk membuktikan diri dalam skuat utama besutan Pep Guardiola.

Foden, di Stockports, 117 km dari Manchester pada 28 Mei 2000. Ia memulai karir sepakbolanya dengan bergabung bersama akademi City. Sejak usia 16 tahun, ia sudah memainkan peran untuk tim junior. Beragbung dengan akademi City jelas memberikannya sebuah keuntungan mengingat lengkapnya fasilitas latihan guna menunjang performa pemain muda yang mereka miliki guna dibentuk menjadi pemain top di masa mendatang.

Di musim perdananya, Foden sukses mengoreksi 30 laga di berbagai kompetisi dan mengemas 14 gol serta 7 assist. Capaian tersebut sudah barang tentu membuatnya menjadi wonderkid Inggris yang diperhitungkan setelah Jadon Sancho. Kebetulan dirinya dan punggawa Borussia Dortmund merupakan rekan satu angkatan di akademi City.

Terkait bakat Foden, Pep Guardiola selaku manajer tim buka suara. Menurutnya, Foden adalah talenta muda terbaik yang pernah ia temui dalam karir manajerialnya. Bahkan bakatnya melebihi Lionel Messi di usia yang sama. Hal tersebut bukanlah fakta yang berlebihan. Musim kedua Foden di City berjalan manis. Di usia 17 tahun, ia sukses mengecap debut bersama tim senior. Total pada musim 2017/18, Foden mengemas 10 laga bersama tim senior dan mencetak satu assist.


Baca Juga:


Minimnya kesempatan Foden untuk bermain bukannya tanpa sebab. Di posisinya, tersemat beberapa nama top macam Ilkay Gundogan dan David Silva. Pemain muda seperti Foden sudah barang tentu bakal jarang mendapatkan garansi menit bermain mengingat kompetitornya merupakan pemain senior yang sudah banyak makan asam garam di atas lapangan.

Dalam wawancara bersama BBC, Guardiola menyebut jika tak semua manajer bisa membawanya ke dalam starting line up. Meski begitu, Pep berharap anak asuhnya bisa berkembang di masa depan. Meski menit bermainnya tereduksi, Foden enggan mengambil opsi untuk menambah menit bermain di tim lain dengan status pinjaman karena dirinya sudah kidung cinta dengan City.

“Ini tidak seperti saya tidak bermain sama sekali. Saya sudah membuat 50 penampilan untuk tim senior Manchester City, jadi angkanya berbicara sendiri. Saya ingin tinggal selama mungkin,” kata Foden di Soccerway.


Baca Juga:


Kesabaran Foden berbuah hasil. Lambat laun dirinya mulai mendapat kepercayaan. Musim 2018/19, menit bermainnya bertambah sedikit di kancah domestik. Total, ia mengemas 26 laga di tim senior dan mencetak 7 gol serta dua assist. Namanya juga berperan penting dalam kesuksesan treble domestik City musim lalu.

Kini, Foden tengah di dalam asa tinggi guna dimainkan sebagai pemain utama musim depan. Pasalnya, di waktu bersamaan, David Silva memutuskan untuk menyudahi karir di City setelah lebih dari 10 tahun bermain bersama the Sky Blues. Silva pun menyanjung junornya guna menyambung tongkat estafet yang kelak bakal ditinggalkannya.

“Phil luar biasa. Setiap kali ia main ia benar-benar bagus, tapi kadang ini tidak mudah,” kata Silva kepada TalkSport, dinukil Goal international.   “Phil memiliki kualitas bermain di tim yang main di Liga Champions, tapi di posisinya ia memiliki pesaing hebat dan hal ini tentunya akan berat baginya,” pungkas Silva.

Senada dengan Silva, Pep Guardiola juga memuji Foden. Menrutnya, sang pemain bisa menjadi apapun yang ia inginkan lantaran di sekelilingnya ada berbagai pemain hebat. City memang terbilang tim yang memiliki segudang gelandang berkualitas yang bermain di atas rata-rata. Dengan usia yang masih 19 tahun, bukan tak mungkin Foden akan membuktikan diri jika ia layak berada dalam tim utama layaknya Jadon Sancho yang menjadi pilar Dortmund.

Hari ini, Foden berulang tahun yang ke-20. Masih banyak waktu untuknya berkembang di tim sekelas Man City yang memiliki fasilitas latihan serta pemain dan pelatih terbaik di dunia. Foden bisa saja membuktikan diri jika ia bukanlah wonderkid Inggris overatted macam Jonjo Shelvey ataupun Sheyi Ojo maupun John Stones asalkan ia mau bekerja lebih keras dari sebelumnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Pep Guardiola, Maestro Ball Possesion dan Master Sepakbola Menyerang

Vivagoal Liga Inggris – Pep Guardiola diakui sebagai salah satu maestro gaya ball possession. Apapun klub yang ditanganinya, Guardiola sangat setia memainkan gaya tersebut dengan mengesankan. Mantan anak asuhnya di Bayern Munchen Arjen Robben pun mengakui Pep sebagai jagonya sepakbola menyerang.

Pertama kali muncul di musim 2008/2009, Guardiola langsung menaklukkan Eropa dan dunia lewat gaya ball possession yang banyak dikenal dengan sebutan ‘Tiki Taka’. Bersama Barcelona, dalam kurun empat musim, pria kelahiran Catalunya itu memenangi 14 trofi dengan dua musim awal meraih treble winner dan sixtuple winner.

Meski Guardiola bukan yang mempelopori gaya ball possession, namun ide tersebut sangat melekat dengan dirinya. Di periode yang sama, Guardiola di Barcelona juga memperkenalkan peran false nine, mempopulerkan gaya high pressing dan peran kiper sweeper, yang mana kesemua gaya itu dianggap revolusioner dan banyak diikuti tim-tim di Eropa hingga saat ini.

Pindah ke Bayern Munchen pada 2013 silam, Guardiola tetap menunjukkan salah satu sepakbola terbaik di Eropa. Die Roten dibuatnya jadi gemar menguasai bola dan memainkan banyak umpan pendek.


Baca Juga:


Umpan-umpan pendek itu lalu dikombinasikan dengan pergerakan para pemain yang sangat atraktif untuk mencari ruang, dan membuat Bayern saat itu jadi salah satu tim yang sulit dibendung karena sangat cepat ketika membangun serangan.

Banyaknya umpan pendek dalam taktik Pep Guardiola sebenarnya bukan tanpa alasan. Itu menjadi bagian dari permainan psikologis Guardiola untuk membuat para pemain lawan terganggu fokusnya. Jika pemain lawan sudah terkuras fokusnya untuk terus memperhatikan aliran bola, maka perhatian mereka terhadap pergerakan pemain jadi berkurang.

Ini tentu saja hanya sebagian hal yang menarik dari Guardiola dan membuat Arjen Robben amat terkesan. Ia pun tak ragu untuk menyebut mantan pelatihnya di Bayern itu sebagai master sepakbola menyerang.

“Saya suka sepakbola, dan diatas semua itu, sepakbola ofensif ala Guardiola jadi yang paling saya kagumi. Dia (Pep) sangat ahli dalam hal itu. Dia begitu fokus pada alur serangan dan penguasaan bola. Tentu saja, saya merasa sangat cocok dengan dia.” ucap Robben seperti dilansir dari Sky Sports.

“Dia memastikan bahwa Bayern jadi lebih komplit. Buat saya, Pep adalah pelatih terbaik di dunia. Tiga tahun bersamanya di Bayern sangat membangun.” pungkasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Sosok Ini Sebut Latihan dengan Pep Tak Ubahnya Kuliah

Vivagoal Liga Inggris – Eks Kiper Manchester City, Willy Caballero mengklaim jika sesi latihan bersama Pep Guardiola tak ubahnya perkuliahan. Menurutnya, ada sesuatu yang baru dalam setiap sesi bersama Pep.


Baca Juga:


“[Dilatih] Pep Guardiola rasanya seperti pergi ke universitas,” kata Caballero kepada TNT Sports, diwartakan Goal International. “Dia tidak sungkan mengajar sosok berusia 34 tahun, seperti saya, layaknya seseorang yang berusia 18 tahun. Dia adalah guru yang hebat,” imbuhnya.

“Saya menghabiskan satu tahun bersama dia di City, selalu belajar sesuatu yang baru setiap hari. Baik itu di lapangan, saat menonton video atau kapan pun, ketika dia mendekati Anda, dia bakal menjelaskan banyak hal.

Pasca mengakhiri kontrak bersama City, Caballero pun masih merumput di Premier League bersama Chelsea. Ia sempat bermain reguler kala Kepa Arrizabalaga tampil di bawah standar the Blues.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Fabregas Pilih Wenger Ketimbang Guardiola dan Mou Untuk Urusan Pemain Muda

Vivagoal Liga Inggris – Cesc Fabregas melihat Arsene Wenger memiliki kesabaran dan pendekatan lebih baik dalam urusan pemain muda dibandingkan dengan Pep Guardiola dan Jose Mourinho.

Tak banyak pemain yang merasakan kesempatan untuk dilatih oleh tiga nama pelatih di atas. Beruntung bagi Fabregas yang sempat merasakannya saat masih bermain di Arsenal, Barcelona dan Chelsea.

Pengalaman dilatih oleh Wenger, Guardiola dan Mourinho kemudian membuat matanya terbuka. Menurutnya Wenger adalah pelatih dengan kemampuan mengembangkan bakat pemain muda lebih baik dibandingkan dua nama lainnya.

Hal tersebut ia rasakan sendiri kala mendapat kepercayaan untuk bermain di skuad utama Arsenal. Saat itu, ia masih berusia 16 tahun saat debut di tahun 2003 silam.

“Saya kira, Arsene Wenger adalah pelatih terbaik untuk para pemain muda, tentu saja. Saya tidak melihat sosok-sosok lainnya lebih hebat dari dia,” ucap Fabregas kepada Rio Ferdinand di Youtube.

“Ini lantaran dia memberi banyak kesempatan [pada pemain muda]. Dia mengajari Anda.”

“Dia mengajari para pemain muda bagaimana bersikap dan bagaimana memainkan pertandingan. Dia tentu punya kemampuan soal bagaimana menghabiskan waktu dengan para pemain dan mengajari mereka cara persis tim bermain sesuai dengan keinginan dia,” lanjut Cesc.

Fabregas mengatakan jika Wenger memiliki kesabaran ekstra untuk menangani para pemain muda. Menurutnya pelatih asal Prancis itu tak ragu untuk terus memberikan menit bermain meski para pemain muda itu masih bermain buruk.

“Saya kira cara ini banyak dibicarakan orang, terkadang pemain muda tidak bekerja dengan baik, terutama dewasa ini, Anda tidak memiliki kesebaran dalam sepakbola, saat tekanan berada di depan Anda, fans di hadapan Anda, mereka menuntut untuk menang,” kata Fabregas lagi.


Baca Juga:



“Tapi dia [Wenge] sabar. Anda memainkan satu pertandingan secara buruk, dia akan memberikan Anda kesempatan lagi. Begitu seterusnya,” paparnya.

Fabregas juga mengaku jika Wenger membuatnya merasa nyaman dengan pendekatan yang dilakukan. Itulah yang membuatnya berbeda dengan pelatih-pelatih top lainnya.

“Tentu saja pada akhirnya Anda perlu untuk mengambil kesempatan itu. Sebagai pemain muda Anda harus siap. Tapi dia tidak pernah menghadirkan tekanan dalam masalah ini dan itu tidak mudah, dia punya kemampuan itu dan saya suka dengan cara dia memahami sepakbola,” pungkas Fabregas yang kini bermain untuk AS Monaco tersebut.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Di Masa Lalu, Messi Dan Guardiola Sempat Nyaris Membela Getafe

VivagoalLa Liga – Lionel Messi dan Pep Guardiola dua sosok yang begitu identik dengan Barcelona. Tapi siapa sangka, keduanya ternyata nyaris pindah ke tim rival di LaLiga Spanyol, yaitu Getafe.

Hal tersebut diketahui setelah Presiden Getafe, Angel Torres mengaku pernah nyaris meminjam Messi. Sayangnya, keinginan mereka kala itu ditolak oleh pelatih Barca, Frank Rijkaard.

“Di tahun pertama atau kedua Messi bergabung dalam skuad utama Barcelona, kami hampir punya kesepakatan untuk mendatangkannya ke Getafe dengan status pemain pinjaman. Namun, Rijkaard tidak menerimanya dan kami dibiarkan begitu saja.” ungkap Torres seperti dilansir dari Marca.

Di momen lain, Getafe kembali datang ke Barcelona. Kali ini, mereka berharap bisa melakukan pertukaran pelatih pada 2007 silam. Torres mengungkapkan bahwa pihaknya berencana menukar Michael Laudrup yang melatih Getafe dengan Pep Guardiola yang masih berstatus pelatih di Barcelona B.

“Idenya saat itu adalah manajer Getafe, Michael Laudrup diambil alih Barcelona dan kami membawa Guardiola dari tim B mereka sebagai penggantinya. Saya pikir presiden Barca, Joan Laporta kurang yakin dengan Guardiola.” jelasnya.


Baca Juga:



Sebagai informasi, setelah sukses sebagai pemain Barcelona di era 90-an, Guardiola juga berhasil meniti karier sebagai seorang pelatih. Di momen pertamanya melatih skuat senior Blaugrana musim 2008/2009, Guardiola langsung bisa membawa tim Catalan meraih treble winner dan berlanjut ke musim keduanya dengan meraih sixtuple winner.

Total ada 14 trofi yang ia persembahkan sebelum akhirnya pindah ke Bayern Munchen pada tahun 2012. Adapun Messi, ia menjadi sosok sentral permainan Barcelona sejak dipromosikan ke skuat utama 2004 silam. Total sudah 627 gol ia lesakkan dengan sumbangan puluhan trofi, diantaranya 10 titel LaLiga dan 4 gelar Liga Champions.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Daripada Kembali ke La Liga, Guardiola Lebih Baik ke Serie A

Vivagoal La Liga – Gary Neville memprediksi Pep Guardiola takkan balik ke Barcelona jika kontraknya habis di Manchester City. Neville meyakini Serie A Italia akan jadi tujuan karir selanjutnya manajer asal Spanyol tersebut.

Kontrak Guardiola di Manchester City tinggal menyisakan satu musim lagi. Hal itu membuat pelatih berusia 49 tahun tersebut santer diberitakan akan kembali ke Barcelona sebagai destinasi selanjutnya selepas dari City.

Apalagi, Juan Laporta yang mencalonkan diri menjadi presiden Barcelona periode 2021-2027 dalam kampanyenya berjanji akan mengembalikan kedigdayaan Blaugrana dengan memulangkan Guardiola ke Camp Nou.

Di era Laporta, nama Guardiola mulai dikenal sebagai pelatih jempolan setelah mencatat sukses besar dalam rentang 2008 hingga 2012 silam. Total, Pep mampu menyumbangkan sebanyak 14 gelar juara, jauh lebih baik dari legenda klub tersebut, yakni Johan Cruyff yang hanya bisa meraih 11 trofi selama membesut Barcelona.

Tapi Neville menilai itu hanya janji kampanye Laporta. Pasalnya, Guardiola dinilai akan melanjutkan karirnya di Serie A Italia. Menurut Neville, keputusan kembali membesut Blaugrana bukanlah keputusan bijak. Sebab, ia sudah memenangi semuanya pada periode pertamanya melatih tim Catalan.


Baca Juga:


“Dilihat dari sosok Pep, ia sepertinya memilih bertualang ke setiap liga dan mendominasinya. Itu sudah dibuktikan di Spanyol, Jerman dan Inggris.” ucap Neville seperti dilansir dari Sky Sport.

“Tentu banyak yang bertanya-tanya apakah Italia yang selanjutnya dituju Guardiola untuk menaklukkan liga-liga top Eropa? Dia memang punya pengaruh yang luar biasa pada sepakbola 10 tahun terakhir. Saya pikir, Italia akan menjadi tempat yang lebih memungkinkan baginya daripada kembali ke Barcelona. Disana dia sudah tidak punya apa-apa untuk dibuktikan lagi.” jelas Neville.

“Di Barcelona, dia sudah mencapai semua yang jarang bisa didapatkan banyak pelatih. Dia bahkan sudah menghasilkan tim terbaik yang pernah kami lihat.” tandasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Calon Presiden Barca: Saya Akan Bawa Pulang Pep Guardiola

VivagoalLa LigaJoan Laporta sedang bersiap mencalonkan diri menjadi presiden Barcelona pertengahan bulan Juli mendatang. Dalam janjinya, Laporta sesumbar akan mengembalikan kejayaan Barcelona dengan menarik pulang Pep Guardiola.

Laporta sebelumnya menjabat sebagai Presiden Blaugrana periode 2003 hingginia 2010. Selama masa kepemimpinannya, Barcelona mengalami kebaakan seGuarngkitan setelah menunjuk Guardiola sebagai pelatih menggantikan Frank Rijkaard.

Selama dibesut Guardiola, Lionel Messi dkk dominan di level domestik dan Eropa. Hal itu bisa dibuktikan dengan torehan 14 dari 16 trofi yang bisa didapat Barcelona, dimana tiga diantaranya gelar Laliga Spanyol dan dua trofi Liga Champions.

Sayangnya, setelah era Laporta selesai dan digantikan dengan Sandro Rosell, Guardiola memutuskan hengkang ke Bayern Munchen dan melanjutkan kisah suksesnya disana dengan meraih tujuh gelar juara. Bersama Manchester City saat ini, Pep Guardiola sudah mengoleksi delapan gelar juara, dan diyakini bisa bertambah mengingat kontraknya baru akan habis 2021 mendatang.


Baca Juga:


Di saat kontraknya habis di Etihad Stadium, Laporta berjanji kepada semua pemilihnya, jika terpilih sebagai presiden, dirinya akan membawa pulang pelatih berusia 49 tahun itu ke Camp Nou.

“Saya sedang berusaha memperkenalkan diri sebagai kandidat presiden. Saya sudah pernah menjadi presiden sebelumnya, dan saya senang andai bisa bisa kembali. Situasi pada 2021 akan berlangsung sangat dramatis, dan saya harus mengembalikan itu, bekerja dengan orang-orang yang saya percayai.

“Saya bertekad membawa Guardiola kembali, dia masih punya kontrak di City sekarang, tapi itu akan menjadi keputusan yang harus dia ambil. Dia adalah patokan kesuksesan Barcelona, dan banyak pemain yang ingin dia melatih lagi di Barcelona.

“Pada saat yang tepat, saya akan berbicara dengan dia, yang saya pikir harus menjadi pelatih Barca mulai 2021 mendatang,” ucap Laporta seperti dilansir dari TV3. 

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Cara Menerapkan Taktik Seperti Guardiola di FIFA 20 Ultimate Team

Vivagoal – IGL – Memainkan mode FIFA Ultimate Team (FUT) dalam game FIFA 20 merupakan sesuatu yang terbilang menyenangkan. Selain bisa membangun tim sendiri, ada hal prestis yang bisa didapatkan pada mode ini. Tapi, taukah anda FIFA Player jika anda bisa memainkan taktik ala Pep Guardiola di mode tersebut? Bagaimana caranya?

Sejauh ini, FIFA 20 merupakan game simulasi sepakbola yang terlihat lumayan nyata dibandingkan game bergenre sejenis. Dengan memainkan game ini, ada berbagai taktik yang bisa diterapkan dalam mengunci permainan. Salah satunya dengan memakai taktik ala Pep Guadiola.

Taktik dasar ala Pep yakni Tiki-taka. Ambil penuh penguasaan bola, menangkan lini kedua dan permainan ada dalam kendali anda. Biasanya, taktik ini bisa diterapkan dengan dua skema berbeda yakni 4-2-3-1 maupun 4-3-3 pohon Natal.

Kebetulan atau tidak, dua skema ini terbilang lumrah digunakan. Taktik ala Pep memang mengedepankan winger dengan eksplorasi tinggi di sisi kiri dan kakan pertahanan. Anda jelas harus memiliki hal yang sama untuk menerapkan taktik serupa.


Baca Juga:


Tak hanya harus mahir menguasai bola serta memiliki winger nan eksplosif, anda juga harus menerapkan pressing tinggi kala memegang bola. Stamina dan defensive awareness menjadi hal wajib yang patut dikedepankan. Selain itu, penerapan umpan panjang juga menjadi hal yang tak boleh dilewatkan guna membuka ruang-ruang kosong di dalam permainan.

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS