Tag: Pep Guardiola

Man City Layak Jadi Juara Liga Champions, Ini Alasannya

Vivagoal Liga Champions – Mantan kapten Manchester United, Rio Ferdinand yang kini bekerja sebagai pundit sepakbola menjagokan rival sekota mantan klubnya, Manchester City sebagai juara Liga Champions musim ini. Apa alasannya?

Manchester City melangkah ke babak perempatfinal Liga Champions dengan menyingkirkan favorit juara sekaligus raja Eropa, Real Madrid dalam duel dua leg di babak 16 besar. The Citizens menang agregat 4-2.

Selanjutnya, Manchester City akan bersua wakil Prancis, Olympique Lyon pada Minggu (16/8/2020) dinihari WIB. Rio Ferdinand yakin sekali City bisa melewati hadangan pasukan Rudi Garcia ini. Apalagi, kini babak perempatfinal Liga Champions hingga semifinal hanya akan digelar dalam format satu leg, sehingga itu disebut sangat menguntungkan Raheem Sterling Cs.

Setelahnya, Ferdinand juga memprediksi City bakal melaju mulus ke tangga juara. Alasannya, City sudah membuktikan kepantasannya saat menyingkirkan Real Madrid.

“City terlihat sangat siap secara mental. Mereka juga adalah tim yang doyan mencetak banyak gol, maka itu bakal jadi senjatanya di laga melawan Lyon.” ucap Ferdinand dilansir dari Manchester Evening News.

“Dan sangat percaya, setelahnya City akan keluar sebagai juara. Mengenai gol-gol yang dicetak pada laga melawan Madrid memang murni kesalahan bek Madrid, tapi City tak menyia-nyiakannya dan menuntaskannya dengan gol. Di krusial ini, City tanpa ampun akan menghukum lawan-lawannya.” sambungnya.


Baca Juga:


“Faktor Pep Guardiola juga sangat berpengaruh dalam hal ini. Guardiola belum memenangi Liga Champions setelah melatih Barcelona. City pun demikian belum pernah merasakan gelar itu. Maka sudah pasti, Guardiola akan menuntut skuadnya bisa tampil habis-habisan.” tutup Ferdinand.

Selalu update berita terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Pirlo Sedikit Mirip dengan Guardiola, Sepakat?

Vivagoal Serie A – Mantan Direktur Brescia, Gianluca Nani menyebut jika Andrea Pirlo memiliki karakter yang kuat sebagai pelatih bahkan memiliki sedikit kemiripan dengan Josep Guardiola.

Keputusan Juventus menunjuk Pirlo sebagai pengganti Maurizio Sarri jelas memancing pertanyaan. Pria 41 tahun tersebut dinilai tak memiliki pengalaman yang memadai untuk melatih klub sebesar Juventus.

Namun demikian Nani tetap optimis jika Pirlo yang merupakan jebolan akademi Brescia itu akan meraih kesuksesan di Juventus. Menurutnya Pirlo memiliki karakter yang kuat untuk membangun sebuah tim yang solid.

“Dia punya karakter yang kuat. Dia tidak banyak bicara, jadi orang-orang berpikir bahwa dia adalah seorang pendiam. Itu tidak benar, dia bukannya tidak berbicara,” ujar Nani kepada Daily Mail.

“Dia selalu menjadi pemimpin bagi tim, punya banyak kharisma dan mentalitas pemenang yang kuat. Dia sangat positif dan memiliki mental yang kuat. Menurut saya, dia akan jadi pelatih papan atas, saya sangat percaya,” lanjutnya.


Baca Juga:


Nani kemudian membandingkan Pirlo dengan Guardiola. Bukan tanpa alasan, Nani pernah melihat kedua nama di atas bermain untuk Brescia semasa masih menjadi pemain. Menurutnya Pirlo memiliki kemiripan dengan pelatih yang kini membesut Manchester City tersebut.

“Dia memiliki sedikit karakter Guardiola [dalam dirinya]. Saya tidak melihat Pirlo bermain dengan umpan panjang! Saya melihat dia bermain atraktif, sepakbola menyerang, begitulah saya melihat Pirlo,” tambahnya.

“Sebagai pemain, dia punya sikap yang sama dengan Guardiola. Mereka berbeda tapi memiliki mentalitas dan filosofi yang sama. Itulah mengapa saya berpikir kalau dirinya akan menjadi pelatih seperti itu. Mencoba bermain, mencetak gol lebih banyak, terorganisir, dia adalah orang yang cerdas,” pungkasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Madrid Sudah, Man City Kini Fokus Singkirkan Lyon

Vivagoal Liga Champions – Pep Guardiola tidak mau Manchester City berpuas diri setelah menyingkirkan Real Madrid. Pelatih asal Spanyol itu meminta semua anak asuhnya segera bersiap untuk menghadapi Olympique Lyon.

City mengunci satu tempat di babak perempatfinal Liga Champions usai mengatasi perlawanan Real Madrid. The Citizens melenggang ke babak delapan besar dengan keunggulan agregat 4-2 atas pengumpul trofi terbanyak Liga Champions tersebut.

City berhasil memenangi dua pertandingan kontra Los Blancos di babak 16 besar. Usai menang 2-1 di Santiago Bernabeu di leg pertama, City melanjutkan tren kemenangannya atas Luka Modric Cs dengan menang 2-1 di Etihad Stadium, Sabtu (8/8/2020) dinihari WIB.

Selanjutnya, City akan menghadapi tim kuda hitam Olympique Lyon yang secara mengejutkan bisa menyingkirkan kandidat juara Juventus dengan agregat 2-2. Pasukan Rudi Garcia bisa lolos karena mengantongi keunggulan gol tandang.

Guardiola pun menyebut, kemenangan atas Madrid belum cukup untuk City. Dia ingin Gabriel Jesus dan kolega segera bersiap kembali untuk menghadapi tantangan yang bakal diberikan oleh Lyon.


Baca Juga:



“Kami disini untuk mencoba menjuarai Liga Champions. Ini baru langkah awal, dan kami tidak boleh berpikir semuanya sudah cukup. Jika anda ingin juara, anda harus bisa mengalahkan tim-tim besar.” tegas Guardiola dilansir dari
BT Sport.

“Dan saya sudah berbicara kepada staf soal Lyon, mereka bilang kepada saya agar waspada. Kami masih punya 8 hari untuk mempersiapkan diri, mengalahkan Madrid dua kali sungguh penting, apalagi Zidane belum pernah kalah di fase gugur, dan untuk itu kami harus segera fokus memikirkan soal Lyon.” tandasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Varane Jadi Pemain Pertama Bikin Dua Blunder Berujung Gol Di Liga Champions

Vivagoal Liga Champions – Real Madrid tersingkir dari Liga Champion 2019/2020 usai dikalahkan Manchester City. Dua blunder Raphael Varane dianggap jadi biang utama kegagalan Los Blancos.

Madrid melawat ke Etihad Stadium, markas Manchester City, Sabtu (8/8/2020) dinihari WIB untuk melakoni leg kedua babak 16 besar Liga Champions. Misi berat diemban El Real untuk bisa lolos ke babak perempatfinal dengan selisih dua gol tanpa balas setelah di leg pertama takluk 1-2.

Namun sayang, tanda-tanda Madrid tidak bakal lolos sudah terlihat sejak menit awal setelah Raheem Sterling mencetak gol pada menit ke-9. Madrid memang masih mampu membalas lewat gol Karim Benzema di menit ke-26 dan membuat agregat jadi 3-2. Tapi faktanya berbeda setelah Gabriel Jesus membuat gol kemenangan timnya di menit 68. City pun lolos dengan agregat 4-2.

Kekalahan ini seharusnya bisa dihindari Madrid asalkan Raphael Varane tidak melakukan kesalahan dasar di lini belakang. Diharapkan jadi pemimpin di lini pertahanan karena Sergio Ramos absen, Varane malah bertanggung jawab atas dua gol City tersebut.

Pada gol pertama yang dicetak Raheem Sterling, Varane menguasai bola terlalu lama di area kotak penalti sehingga Gabriel Jesus langsung merebutnya dan mudah saja mengirim umpan yang dikonversi jadi gol. Tak cukup sampai disitu, Varena kembali melakukan blunder dengan backpass yang lemah kepada Courtois dan bolanya dipotong oleh Jesus yang kemudian dikirim masuk ke gawang.


Baca Juga:



Wajar jika situs penyedia statistik Whoscored memberi Varane rating terendah alias gagal total di laga ini, yakni sebesar 4,62. Angka tersebut jadi yang terendah kedua di ajang Liga Champions musim ini setelah Joel Veltman saat memperkuat Ajax Amsterdam menghadapi Chelsea yaitu 4,27.

Selain itu, berdasarkan catatan Opta, sejak musim 2007/2008, Raphael Varane jadi pemain Madrid pertama yang membuat dua blunder berujung gol di ajang Liga Champions. Dia juga jadi pemain pertama dalam empat musim terakhir yang sudah membukukan tiga blunder di Liga Champions.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Hadapi Madrid di Leg Dua, Guardiola Sudah Paham Gaya Bermain Lawan dengan Matang

Vivagoal Liga Champions – Josep Guardiola mengaku jika Manchester City sudah siap menyambut kedatangan Real Madrid pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions, Sabtu (8/8/2020) dini hari WIB.

Kendati bermain di Etihad yang kosong, namun Manchester City lebih diuntungkan pada laga nanti. Pasalnya mereka mengantongi kemenangan 2-1 pada leg pertama di Santiago Bernabeu.

Akan tetapi fakta Madrid sebagai rajanya Liga Champions tak bisa membuat Guardiola menyepelekan ancaman tim tamu. Ia mengatakan jika butuh pengamatan teliti untuk menghadapi laga nanti terlebih Madrid mencatatkan laju positif pasca lockdown.

“Sudah sangat lama, leg pertama lalu. Pertandingan ini akan sangat berbeda, kami tahu itu,” buka Guardiola kepada Sky Sports.

“Kami bermain di kandang tanpa dukungan penonton tapi kami akan mencoba memberikan yang terbaik.”

“Kami telah menonton semua pertandingan Madrid sejak La Liga dilanjutkan kembali, jadi kami sudah bicara soal bagaimana kemungkinan Madrid mendekati pertandingan ini,” imbuhnya.

Guardiola menegaskan timnya tetap akan tampil sebagaimana mestinya. Ia ingin para pemain menunjukkan kualitasnya di hadapan nama besar jawara 13 kali Liga Champions tersebut.


Baca Juga:



“Namun, yang lebih sering kami diskusikan sebagai skuad adalah tentang bagaimana kami bisa melukai Madrid dan membawa masalah untuk mereka,” sambung Guardiola.

“Itulah yang jadi fokus kami menjelang pertandingan ini. Kami ingin menyuguhkan gaya bermain kami sendiri, entah bertahan atau mengandalkan serangan balik, atau mungkin Madrid yang main serangan balik.”

“Kami ingin membawa pertandingan pada area-area tertentu di lapangan di mana kami bisa menyulitkan mereka dan menunjukkan kualitas pemain kami,” tandasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Pep Guardiola: Singkirkan Madrid, Juara Liga Champions Jadi Mudah

Vivagoal Liga Champions – Manchester City menargetkan bisa meraih gelar juara Liga Champions musim ini. Manajer The Citizens, Pep Guardiola menyebut jika bisa melewati hadangan Real Madrid, timnya bakal makin pede mengejar trofi ‘Si Kuping Besar’.

Meski sukses besar di level kompetisi domestik dalam empat musim terakhir, nyatanya Pep Guardiola belum bisa membawa Manchester City menaklukkan Eropa. Pencapaian terbaik City-nya Guardiola adalah babak perempatfinal dalam dua musim beruntun.

Untuk musim ini, City sudah menjejakkan satu kakinya di babak 8 besar usai mengantongi keunggulan 2-1 di leg pertama. Namun, mereka harus mampu mempertahankan keunggulan tersebut, atau minimal kalah tidak lebih dari satu gol atas Real Madrid di leg kedua 16 besar yang bakal berlangsung di Etihad Stadium, Sabtu (8/8/2020) dinihari WIB.

Guardiola pun menekankan pentingnya menyingkirkan Madrid. Melewati adangan pemilik gelar Liga Champions terbanyak sepanjang sejarah itu membuat Guardiola yakin City bakal berada di posisi terdepan dalam perburuan gelar juara Liga Champions musim ini.

“Kami akan sangat senang andai bisa lolos. Terlebih jika bisa mengalahkan tim seperti Madrid, itu akan sekaligus mendongkrak rasa percaya diri kami di kompetisi ini.” ucap Guardiola dilansir dari AS.


Baca Juga:



“Kami ingin juara Liga Champions, makanya kami sangat fokus di laga melawan Madrid. Kami sedang dalam kepercayaan diri bagus untuk mencapai target juara karena Liga Champions begitu penting untuk klub ini. Itu adalah mimpi semua orang, termasuk saya.” tegasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Prediksi Man City Vs Madrid: Catatan Tandang Los Blancos Lawan Tim Inggris Anjlok

Vivagoal Liga Champions – Duel Manchester City vs Real Madrid akan berlangsung pada Sabtu (8/8/2020) dinihari WIB di Etihad Stadium. Los Blancos berharap bisa memanfaatkan kondisi stadion tanpa penonton demi mengejar peluang lolos ke babak perempatfinal.

Madrid saat ini dalam kondisi kurang menguntungkan karena kalah 1-2 di Santiago Bernabeu pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Sontekan gol Isco dibalas oleh aksi Gabriel Jesus dan penalti Kevin de Bruyne. Artinya, Los Blancos setidaknya membutuhkan tambahan dua gol tanpa balas untuk bisa membalikkan keadaan.

Casemiro menyebut, bermain di Etihad dengan kondisi tanpa penonton, City bakal tidak mendapatkan dukungan dari suporternya, dan ini bisa jadi keuntungan buat pihaknya untuk lolos ke babak perempatfinal.

“Tanpa penonton itu pasti berbeda. Ini akan menjadi pertandingan yang sangat bagus buat kami. Kami adalah Real Madrid dan kami punya peluang untuk lolos.” ucap Casemiro dilansir dari Marca.

Madrid sendiri memang cukup superior jika bermain dalam kondisi stadion tanpa penonton. Berdasarkan catatan Opta, sejak LaLiga restart, pasukan Zinedine Zidane tidak terkalahkan dalam 11 pertandingan, dengan 10 diantaranya diraih dengan kemenangan. Itu menandakan bahwa Madrid sudah teruji saat tampil di stadion tanpa penonton.

Meski demikian, situasinya mungkin berbeda kali ini. Pasalnya, City didukung catatan positif jika berlaga di markas sendiri. Sejak ditangani Pep Guardiola, City cuma sembilan kali kalah dalam 106 pertandingan di Etihad di semua ajang.

Di ajang Liga Champions, City juga sangat oke di kandang sendiri. Jelang duel kontra Madrid, mereka cuma kalah tiga kali dalam 18 pertandingan home sejak Guardiola melatih mulai musim panas 2016 silam.


Baca Juga:



Adapun kekalahan terakhir yang diderita City di pertandingan kandang Liga Champions juga sudah cukup lama, yakni ketika mereka ditumbangkan Olympique Lyon 1-2 di fase grup pada September 2018 lalu. Di kompetisi Eropa secara keseluruhan, City tercatat hanya kalah dua kali dalam 9 laga kandang melawan tim asal Spanyol. Dua kekalahan itu didapat dari Barcelona.

Di sisi lain, catatan tandang Madrid melawan tim asal Inggris adalah 6 kemenangan, 4 imbang dan 6 kali kalah. Laga tandang terakhir Madrid di Inggris adalah saat kalah 1-3 di markas Tottenham Hotspur di fase grup Liga Champions 2017/2018.

Atas dasar semua catatan di atas, dalam duel melawan Manchester City, El Real diyakini masih akan kesulitan meruntuhkan ketangguhan The Citizens di Etihad Stadium.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Inilah Daftar Pelatih Terbaik, Mourinho Tidak Terhitung

0

Vivagoal – Berita Bola – Zinedine Zidane terpilih sebagai pelatih terbaik di dunia. Jurgen Klopp dan Pep Guardiola hadir melengkapi tiga besar, sayangnya tidak ada nama Jose Mourinho dalam daftar pelatih terbaik di dunia saat ini.

Media ternama Prancis, L’Equipe yang mengeluarkan peringkat pelatih terbaik di dunia ini. Zidane terpilih sebagai yang terbaik usai mengantarkan Madrid menjuarai La Liga Spanyol musim ini sekaligus membuat Barcelona terkejut sejak restart.

Sukses tersebut menambah koleksi trofi Zidane sejak kali pertama ditunjuk jadi pelatih Los Blancos tahun 2016 silam. Legenda sepakbola Prancis itu sebelumnya sudah berhasil membawa Madrid  menjuarai La Liga dan tiga Liga Champions yang secara beruntun.

“Dia (Zidane) adalah seorang pelatih dengan pengalaman melatih baru satu klub namun cukup jarang kalah. Zidane pelatih sudah melakukan hal yang tidak bisa dilakukan banyak pelatih top dengan memenangkan tiga Liga Champions beruntun.” tulis L’Equipe dilansir dari Daily Mail.

Disisi lain, meski dapat mengantarkan Liverpool memenangi titel juara Liga Inggris pertamanya sejak 30 tahun, Jurgen Klopp hanya ditempatkan di urutan kedua. Adapun Guardiola dalam tiga tahun terakhir memiliki dampak besar atas kesuksesan City ditaruh di peringkat ketiga.

Menariknya adalah, dalam daftar pelatih terbaik versi media ternama Prancis ini, tidak ada nama Jose Mourinho. Menurut L’Equipe, pelatih asal Portugal yang kini membesut Tottenham Hotspur itu disebut telah kehilangan kesaktiannya.


Baca Juga:


“Jose Mourinho sudah kehilangan kesaktiannya dalam beberapa waktu terakhir. Dia dilemahkan karena hasil buruk yang didapatnya saat membesut Real Madrid, Chelsea dan Manchester United. Saat ini, dia menangani Tottenham, namun permainannya masih membosankan, dan masih sangat jauh untuk bisa menggondol trofi juara.” jelasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Berita Bola hanya di Vivagoal.com

Catatan Head To Head Zidane vs Guardiola Sama Kuat

Vivagoal Liga Champions – Dua pelatih top dengan prestasi mentereng di balik duel big match antara Manchester City vs Real Madrid. Jika merujuk pada head to head antara Pep Guardiola vs Zinedine Zidane, keduanya mempunyai catatan mentereng baik di domestik maupun eropa.

Duel Man City vs Real Madrid akan tersaji akhir pekan ini di Etihad Stadium dalam lanjutan leg kedua babak 16 besar Liga Champions. Saat ini, City dalam posisi unggul agregat 2-1, usai menumbangkan Los Blancos di Santiago Bernabeu pada leg pertama.

Pertarungan kedua tim ini menjadi sangat dinantikan karena sekaligus jadi ajang adu kepintaran antara dua peracik taktik jempolan, yakni Pep Guardiola di kubu The Citizens dan Zidane bersama Real Madrid.

Dalam komparasi yang ditulis oleh Marca, disebutkan bahwa dari segi trofi, Zidane saat ini lebih unggul dari Pep Guardiola. Jika dirata-ratakan, pelatih asal Prancis itu selalu bisa meraup satu trofi dari 19 laga, sementara Guardiola satu trofi dari 22 laga.

“Jika fokus pada periode terbaiknya di Barcelona, maka Pep meraih satu trofi dalam setiap 18 pertandingan, unggul atas Zidane. Namun secara keseluruhan, Zidane saat ini lebih baik dari Pep dengan satu trofi per 19 laga.” tulis Marca.

Dalam perbandingan yang lebih jauh, meski sama-sama mengusung skema offensif terhadap tim besutannya, namun Guardiola lebih ultra offensif dengan membukukan rata-rata 2,5 gol per game berbanding 2,4 gol per laga Madrid yang dipimpin Zidane.

“Dalam hal persentase kemenangan dalam pertandingan, Guardiola unggul mutlak dengan 73,8 persen dari 639 laga yang sudah ditanganinya, dan hanya kalah sebanyak 74 kali. Sementara Zidane cuma bisa mengoleksi 67,14 persen kemenangan dengan 26 kali kalah dari total 210 laga.” jelas Marca.


Baca Juga:



“Soal urusan membobol gawang lawan, Guardiola juga lebih piawai dengan torehan 2,5 gol per game berbanding 2,4 gol per game milik Zidane.” sambungnya.

Berbicara prestasi di level Eropa, Zidane lebih menonjol dari Pep. Sejak dipercaya menangani Madrid tahun 2016 silam, pelatih berkepala plontos itu sudah bisa menjuarai Liga Champions sebanyak tiga kali. Hebatnya, ia meraih semua itu secara berturut-turut.

Sementara Guardiola, pelatih asal Spanyol itu belum pernah lagi bisa mengangkat trofi Liga Champions sejak meninggalkan Barcelona tahun 2012. Namun berbicara trofi domestik, Guardiola sangat perkasa dengan mengoleksi delapan titel Liga sementara Zidane baru dua.

“Dalam kurun waktu empat tahun di Barcelona, Guardiola hanya sekali gagal memenangkan titel LaLiga, namun secara keseluruhan ia lebih baik dari Zidane dengan mengangkat tiga trofi Bundesliga dengan Bayern dan meraih dua titel Premier League bersama Man City.” Marca menuturkan.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Jamu City, Varane: Kesalahan Kecil Akan Berakibat Fatal

Vivagoal Liga Champions – Duel Manchester City vs Real Madrid akan tersaji di Liga Champions akhir pekan ini. Bek El Real, Raphael Varane menyebut, laga ini adalah pertandingan terbaik di Liga Champions.

Berlangsung di Etihad Stadium, Sabtu (8/8/2020) dinihari WIB, Manchester City akan kembali meladeni perlawanan Real Madrid. Los Blancos sendiri sedang berjuang mengejar defisit gol usai tumbang 1-2 dari pasukan Pep Guardiola di leg pertama yang dihelat di Santiago Bernabeu.

Bermain di markas sendiri pada akhir Februari lalu, Madrid sejatinya sudah memimpin lebih dulu berkat gol Isco pada menit ke-60 usai memanfaatkan umpan Vinicius Jr. Namun City mampu melakukan comeback dengan mencetak gol dua kali berturut-turut melalui Gabriel Jesus dan satu gol lainnya tercipta melalui titik putih yang dieksekusi oleh Kevin de Bruyne.

Raphael Varane sendiri melihat pertandingan melawan City kali ini akan berjalan berat. Ia pun tak ragu menyebutkan bahwa duel ini sebagai yang terbaik di Liga Champions dan bakal ditentukan oleh kesalahan-kesalahan kecil.

“Laga melawan City akan menjadi pertandingan yang cukup berat buat kami. Karena mereka adalah tim yang bagus. Di leg pertama, mereka mempertontonkan pertandingan dengan kualitas top, dan pada akhirnya laga itu berakhir dengan detail kecil.” ucap Varane dilansir dari Marca.


Baca Juga:



“Real Madrid dan City adalah dua tim yang sangat menyukai penguasaan bola, sangat intens dan itu menuntut konsentrasi tinggi. Itulah makanya laga ini menjadi terbaik di Liga Champions, kemenangan akan ditentukan oleh kesalahan kecil.” tegasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com