Tag: Piala Eropa

Berkah Virus Corona Dirasakan oleh Niklas Sule

Vivagoal Bundesliga – Piala Eropa 2020 resmi ditunda hingga tahun depan akibat pandemi Virus Corona. Diluar dari jadwal Euro 2020 yang sudah pasti berantakan, Niklas Sule justru merasa diuntungkan dari situasi ini.

Pasalnya, bek Bayern Munchen tersebut secara otomatis mendapatkan tambahan waktu untuk proses pemulihan cedera lutut yang dideritanya.

Sebagaimana yang diketahui, Niklas Sule mengalami cedera lutut Anterior Cruciate Ligament saat Bayern menghadapi Augsburg, Minggu (20/10/2019) lalu. Setelah menjalani operasi, Niklas Sule diprediksi harus absen minimal enam bulan lamanya tuk bisa kembali merumput.


Baca Juga:


Kondisi ini sempat membuat Niklas Sule khawatir tidak bisa memperkuat timnas Jerman di ajang Piala Eropa 2020. Namun, dengan digesernya jadwal Piala Eropa ke tahun 2021 mendatang, alhasil, bek berusia 24 tahun itu pun kini bisa bernapas lega karena ia tak perlu memaksakan diri untuk bisa pulih secepat mungkin demi mendapat satu tempat dalam skuat Joachim Loew.

“Bohong bila saya tidak merasa diuntungkan dengan situasi saat ini. Cedera ini membuat saya kekurangan waktu latihan.” ucap Niklas Sule seperti dilansir dari Sport Buzzer.

“Dengan ditundanya Piala Eropa, itu akan mempermudah proses pemulihanku, karena saya tidak punya tenggat waktu untuk harus bermain tiga, empat atau lima laga sebelum pergi ke Piala Eropa. Jujur saja, Piala Eropa selalu ada dalam pikiranku. Saya punya keyakinan kuat, tapi saya sadar ada resiko serius akibat cedera ini.” tambahnya.

“Penundaan Piala Eropa membuat saya jadi lebih yakin bisa bergabung dalam skuat Jerman. Tentu saja, jadi keuntungan ketikan saya punya waktu setahun sebelum Piala Eropa.” tutup Niklas Sule.

Selalu update berita bola terbaru seputar Bundesliga hanya di Vivagoal.com

Tak Diperpanjang Kontrak, Cahill Kirim Salam Perpisahan

Vivagoal Liga Inggris – Gary Cahill telah melewatkan laga terakhir bersama Chelsea. Kapten Tim Biru harus memberika salam perpisahan dari bangku cadangan.

The Blues memetik kemenangan 4-1 atas Arsenal di final Liga Europa. Olivier Giroud, Pedro Rodriguez, dan Eden Hazard menjadi penentu kemenangan The Blues atas The Gunners di Baku Olympic Stadium, Kamis (30/5/2019) dinihari WIB.

Gary Cahill akan meninggalkan TIm Biru ketika kontraknya habis akhir Juni 2019. Untuk itu, Chelsea kontra Arsenal kali ini merupakan laga terakhir untuknya mengenakan seragam tim London.

Tidak ada upaya dari pelatih Chelsea, Maurizio Sarri, memberi kesempatan Gary Cahill untuk meberikan ucapan selamat tinggal dari lapangan hijau. Ia tak dimasukkan ke lapangan, bahkan di menit-menit akhir laga, padahal Th Blues sudah unggul 4-1.

Hal tersebut yang disayangkan oleh eks pemain Chelsea dan Arsenal, Cesc Fabregas.

“Ia merupakan sosokpemain yang luar biasa untuk klub. Ini merupakan malam untuknya yang terakhir dan sedikit sentuhan untuk Gary Cahill, ketka laga menyisakan lima menit, masukkan dia, biarkan dia mengenakan ban kapten. Sebenarnya saya merindukan itu,” ungkap Fabregas di Daily Mail.

Sependapat dengan yang diungkapkan oleh eks pemain Chelsea, Eidur Gudjohnson.

“Saya tidak yakin apakah hal itu terlintas di benak Pelatih Chelsea, Sarri. Sebagai Manajer, dia terlalu fokus. Anda dikelilingi banyak orang, ketika pertandingan menyisakan lima menit, tujukkan respek yang pantas dia dapatkan,” tutur Gudjohnson.

Gary Cahill telah membela The Blues sejak musim 2011/2012. Sewindu bersamaChelsea, ada delapan gelar juara yang ditorehkan. Adapun gelar tersebut ialah gelar juara Liga Inggris, Liga Europa, dan Piala FA. Ada juga satu gelar Liga Champions dan Piala Liga Inggris.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Usai Menang, Sarri Angkat Suara Masa Depan di Chelsea

VivagoalLiga Inggris – Pelatih Chelsea, Maurizio Sarri menilai perjalanan The Blues musim ini layak untuk membuatnya dapat kesempatan bertahan di Chelsea. Akan tetapi, dia juga mengakui keputusan sepenuhnya di klub.

Maurizio Sarri membawa Chelsea memenangi Liga Europa usai mengalahkan Arsenal 4-1 di Baku Olympic Stadium, Kamis (30/5/2019) dinihari WIB. Gol-gol tersebut didapatkan dari Olivier Giroud, Pedro Rodriguez, dan Eden Hazard (2 gol).

Hasil ini menjadi penutup musim yang indah untuk Chelsea. Secara keseluruhan, The Blues menjalani musim yang relatif bagus.

Mengawali musim dengan manajer baru, Tim Biru mampu finis ketiga di Premier League, di belakang Manchester City dan Liverpool yang sangat stabil. Eden Hazard dkk juga mencapai final Piala Liga Inggris kala itu, namun pada akhirnya kalah dari City.

Dengan perolehan tak cukup jelek ini, Sarri merasa pantas melanjutkan pekerjaannya di Chelsea. Masa depan untuk hengkang memang dispekulasikan sejak pertengahan musim.

Maurizio Sarri disoroti fans karena dinilai terlalu kaku dalam penerapan taktik dan gaya bermain. Kabar kepergiannya mulai menguat di penghujung musim ini usai Juventus dikabarkan tertarik memboyongnya untuk menggantikan Massimiliano Allegri.

“Saya sangat perlu bicara dengan klub dan memastikan saya mengetahui apa yang bisa saya kerjakan untuk Chelsea dan apa yang bisa The Blues lakukan untuk saya,” tutur Sarri dikutip BBC.

“Saya sangat senang di Premier League dan saya beruntung bisa ada di Chelsea. Akan tetapi, pada tiap akhir musim Anda harus duduk dan bicara.”

“Berdasarkan pengamatan saya, saya masih layak untuk bertahan di Chelsea namun pendapat saya saja tak cukup,” lanjut eks pelatih Napoli ini.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Final Liga Europa Terancam Sepi Penonton, Mengapa?

VivagoalLiga Inggris – Wajah UEFA kemungkinan besar akan tercoreng pada final Liga Europa mendatang.

Hal ini mengingat laga nanti mungkin akan sepi penonton setelah pihak Chelsea, Arsenal maupun sponsor kesulitan menjual tiket yang sudah dibagikan.

Berapa sponsor yang bekerjasama langsung dengan pihak UEFA dikabarkan sudah mengembalikan tiket. Disebutkan jika masing-masing sponsor yang ada mendapatkan total 2000 tiket dengan alasan sulitnya menjual tiket kepada para fans.

Dikutip The Times, perusahaan-perusahaan besar itu bakal meniru langkah Arsenal dan Chelsea yang sebelumnya telah mengembalikan tiket pada pihak UEFA. Alasannya sama, mereka kesulitan mengatasi biaya perjalanan yang begitu mahal ke ibu kota Azerbaijan itu.

Sebelumnya baik Arsenal maupun Chelsea mengeluhkan ketersediaan tiket yang begitu sedikit. Dua klub London itu meminta jatah tiket yang lebih banyak, tetapi UEFA menolak mentah-mentah.

Tak lama kemudian, Arsenal dan Chelsea justru mengembalikan sekitar 6.000 tiket – lebih dari separuh alokasi awal – karena masing-masing hanya mampu menjual 3.500 tiket dan 2.000.

Tiket tak laku lebih karena biaya perjalanan yang terlalu mahal, juga jumlah penerbangan ke Baku yang sedikit. Akibatnya, banyak fans Arsenal dan Chelsea yang lebih memilih menjadi penonton layar kaca.

Semua tiket yang yang tak laku itu bakal dikembalikan ke UEFA dan dijual kepada pihak umum. Meski tidak jelas bagaimana kondisi penjualan sejauh ini, final Liga Europa musim ini bisa sedikit hambar karena jumlah penonton yang tak maksimal.

UEFA harus bergerak cepat untuk mengatasi hal tersebut. Tentu mereka tidak ingin bangku penonton kosong di acara sebesar final Liga Eropa.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

UEFA Minta Maaf Pada Chelsea dan Arsenal, Kenapa?

Vivagoal Liga InggrisKeputusan UEFA dalam memilih lokasi final Liga Europa banjir kritikan dari pihak Chelsea dan Arsenal. UEFA lantas meminta maaf kendati tak menyesal menunjuk Azerbaijan sebagai lokasi final.

Sejarah tercipta musim ini dimana total empat tim wakil Inggris berhasil mencapai final di dua kompetisi Eropa. Liverpool dan Tottenham Hotspur akan bentrok di final Liga Champions, sedang Arsenal dan Chelsea akan saling jegal di laga pamungkas Liga Europa.

Namun sayang bagi Arsenal dan Chelsea yang harus menjalani laga final lebih jauh dari dua wakil lain terutama para fans. Para pendukung Chelsea dan Arsenal setidaknya harus menempuh perjalanan sekitar 2.500 mil untuk menyaksikan langsung laga final di Baku.

Selain itu, untuk mencari tiket penerbangan ke Baku terbilang sulit. Karena tak banyak rute yang bisa diakses langsung dari London ke sana.

Penonton juga tambah kesulitan karena harga tiket pesawat menjelang pertandingan langsung melonjak tinggi. Bahkan, Arsenal sampai melontarkan kritik terbuka kepada UEFA. The Gunners menanyakan alasan di balik keputusan UEFA menunjuk Baku sebagai venue final yang menyulitkan fans.

Atas banyaknya kritik yang datang, Badan Sepak Bola tertinggi di Eropa itu pun langsung merespon. Mereka meminta maaf atas akses yang sulit namun tak menyangka akan ada final duo London musim ini.

“Final sesama tim Inggris yang mempertemukan dua klub asal London memang menambah kesulitan. Kami benar-benar menyesal atas masalah yang dialami fans Anda (Arsenal) dan Chelsea yang berusaha mengatur perjalanan mereka ke Baku,” kata Direktur Kompetisi UEFA, Giorgio Marchetti, seperti dilansir Evening Standard.

Lebih lanjut, Marchetti berjanji akan mencarikan solusi untuk para fans asal London yang ingin berangkat ke Baku. Terlebih, kedua tim sama-sama mendapat jatah 6000 tempat duduk di partai puncak nanti.

“Para ahli kami akan ikut bekerja memecahkan masalah ini dengan membantu mencarikan solusi lebih murah bagi para fans. Kami siap bekerja sama dengan klub Anda untuk menghadapi ini,” sambung Marchetti.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Arsenal Terancam Tanpa Mkhitaryan di Final Liga Eropa

Vivagoal Liga InggrisKabar kurang mengenakkan datang bagi kubu Arsenal setelah lolos ke final Liga Eropa. Henrikh Mkhitaryan kemungkinan akan absen di babak final Liga Eropa kontra Chelsea pada akhir bulan nanti.

Absennya sang pemain tak lain karena permasalahan yang melibatkan negara sang pemain, Armenia, dengan tempat penyelenggaraan final Liga Europa, Azerbaijan. Final Liga Eropa  yang akan diselenggarakan di Baku Olympic Stadium terletak tak jauh dari wilayah Nagorno-Karabakh yang memutuskan hubungan diplomasi antara Armenia dan Azerbaijan.

Nagorno-Karabakh merupakan lokasi terjadinya konflik etnik yang melibatkan warga Armenia dan Azerbaijan pada akhir 1980-an silam. Peperangan itu sendiri baru berakhir pada tahun 1994.

 

Kendati konflik telah berakhir, namun situasi antara dua negara tersebut tak kunjung dingin. Hal itu kemudian berimbas pada kemungkinan Mkhitaryan tampil dalam laga final Liga Europa pada akhir bulan Mei nanti.

Selama beberapa tahun terakhir, Mkhitaryan tidak pernah turut serta saat timnya tampil di Azerbaijan, terutama di wilayah Baku. Ia bahkan tak turut serta saat Arsenal melawat ke markas wakil Azerbaijan, Qarabag FK, di fase grup Liga Europa musim ini.

Itu bukan kali pertama Mkhitaryan absen dalam laga yang digelar di Azerbaijan. Dirinya juga pernah absen saat klub lamanya, Borussia Dortmund kala bertandang ke negara tersebut.

UEFA menyatakan mereka akan memastikan keamanan serta izin visa agar Mkhitaryan bisa tampil dengan tenang di sana. Namun perwakilan Arsenal mengatakan hingga sekarang mereka belum mendapatkan jaminan itu.

“Kami mengharapkan jaminan dari UEFA bahwa Henrikh Mkhitaryan bisa mengunjungi Baku dengan aman untuk final Liga Europa, yang Arsenal dan Micki minta agar bisa masuk dalam skuat. Penerimaan jaminan itu masih belum diterima,” kata perwakilan Arsenal dikutip dari Independent.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Jerman Terpilih Sebagai Tuan Rumah Euro 2024

Berita Bola – Jerman berhak menjadi tuan rumah Euro 2024 setelah pada jajak pendapat pengambilan suara berhasil unggul telak dari kandidat lainnya yakni Turki.

Piala Eropa menjadi turnamen antar negara paling bergengsi di dunia setelah Piala Dunia. Dengan regulasi yang tak jauh berbeda tentu persiapan yang dilakukan harus begitu tertata sejak dini.

Hal tersebut terlihat dari langkah UEFA yang melangsungkan jajak pendapat Komite Eksekutif UEFA yang berlangsung di Nyon, Kamis (27/9) untuk mengambil keputusan bersama perihal tuan rumah Piala Eropa 2024 mendatang. Pada kesempatan tersebut ada dua calon kuat yakni Jerman dan Turki.

Setelah pengambilan suara, akhirnya Jerman berhak maju sebagai tuan rumah Euro 2024 setelah meraih 12 suara, sementara Turki hanya mendapat dukungan empat suara. Sedangkan satu suara terhitung tidak sah.

Aleksander Ceferin selaku presiden UEFA mengatakan ucapan terima kasih untuk kedua negara yang memiliki rencana sangat matang untuk acara tersebut. Ia pun percaya jika Jerman akan menjadi tuan rumah yang ramah.

“Saya ucapkan selamat kepada keduanya, Jerman dan Turki untuk penawaran luar biasa mereka. Saya benar-benar antusias untuk merayakan yang terbaik dari Euro 2024, dan saya tahu Jerman akan menjadi tuan rumah fantastis dan kita akan melihat turnamen yang fantastis di dalam dan di luar lapangan,” kata Ceferin di situs resmi UEFA.

“Prosedur bersifat transparan. Jajak pendapat dilakukan secara demokrasi. Setiap keputusan demokrasi adalah keputusan yang tepat. Saya hanya ingin berkata tidak sabar menanti Piala Eropa yang fantastis pada 2024.”

Ini merupakan kali pertama Jerman menggelar Euro. Sebelumnya memang mereka pernah menggelar acara serupa namun ketika masih bernama Jerman Barat pada 1988.

“Saya sampaikan terima kasih kepada Exco UEFA untuk kepercayaan dan keyakinannya. Saya sepenuhnya sadar akan tanggung jawab dan seberapa besar turnamen ini berarti untuk UEFA. Besok kami akan mulai melakukan semua yang kami bisa untuk memenuhi harapan tinggi yang Anda miliki dari kami,” tutur Presiden Asosiasi Sepakbola Jerman (DFB), Reinhard Grindel.

Selalu update berita bola terkini seputar sepakbola dunia hanya di vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS