Home Tags PSM Makassar
SQUAD
Player Position Nationality Age
Muhammad Reza Pratama Goalkeeper Indonesia 24
Takwir Rahman Midfielder Indonesia 21
Fajri Ardiansyah Midfielder Indonesia 21
Miswar Saputra Goalkeeper Indonesia 24
Syaiful Syamsuddin Goalkeeper Indonesia 27
Hilman Syah Goalkeeper Indonesia 23
Zulkifli Syukur Defender Indonesia 36
Wasyiat Hasbulla Defender Indonesia 26
Hussein El Dor Defender Lebanon 26
Asnawi Mangkualam Bahar Defender Indonesia 21
Hasyim Kipuw Defender Indonesia 32
Dedi Gusmawan Defender Indonesia 35
Firza Andika Defender Indonesia 21
Roni Esar Beroperay Defender Indonesia 28
Rashyid Assyahid Bakri Midfielder Indonesia 29
Rizky Ahmad Sanjaya Pellu Midfielder Indonesia 28
Šerif Hasić Midfielder Bosnia and Herzegovina 32
Bayu Gatra Sanggiawan Midfielder Indonesia 29
Leo Guntara Midfielder Indonesia 26
Ahmad Agung Midfielder Indonesia 24
Muhammad Arfan Midfielder Indonesia 22
Wiljan Jan Pluim Midfielder Netherlands 31
Irsyad Maulana Midfielder Indonesia 27
Ferdinand Alfred Sinaga Attacker Indonesia 32
Osas Marvelous Saha Ikpefua Attacker Indonesia 34
Yakob Sayuri Attacker Indonesia 23
Muhammad Rizky Eka Pratama Attacker Indonesia 21
Abdul Rahman Sulaeman Attacker Indonesia 32
Aji Kurniawan Attacker Indonesia 20
Giancarlo Lopes Rodrigues Attacker Brazil 30
STANDINGS
2019-19 Super League
Club GP W D L GD Pts
Bali United 34 19 7 8 13 64
Persebaya Surabaya 34 14 12 8 14 54
Persipura Jayapura 34 14 11 9 9 53
Bhayangkara FC 34 14 11 9 8 53
Persepam Madura Utd 34 15 8 11 11 53
See Complete Standings
FIXTURES

Tag: PSM Makassar

Eks General Manager PSM: Ditundanya Liga 1 Akan Berdampak untuk Timnas Indonesia

Vivagoal – Liga Indonesia – Husain Abdullah, mantan petinggi PSM Makassar buka suara terkait ditundanya kompetisi Liga 1 Shopee Indonesia. Tidak hanya klub, para pemain Timnas Indonesia pun terkena imbasnya.

Mantan jubir Jusuf Kalla itu menerangkan bahwa dirinya menginginkan untuk kompetisi Liga 1 bisa tetap berjalan sehingga pemain bisa terus berlatih.

“Saya sangat mengharapkan bahwa sepakbola tetap berjalan dan semua pelatih harus mengikuti sesuai dengan kalender. Tidak hanya itu, para pemain juga harus tetap berlatih agar tidak kesulitan pada masa yang akan datang,” mantan General Manager PSM.

Tertundanya kompetisi Liga 1 membuat prestasi Timnas Indonesia juga mengalami penurunan drastis. Bila tidak ada pertandingan sama sekali maka performa para peserta Liga 1 cenderung merosot jauh.

“Prestasi pemain Timnas Indonesia saat ini terbilang menurun kualitasnya. Ritme permainan ini pun juga berubah. Apalagi bila tidak mau berlatih dan tidak segera melakukan sesi latihan maka PSSI ke depannya akan sangat repot untuk menentukan pemain,” lanjutnya.


Baca Juga:


“Kami perlu membahas terkait hak siar yang telah dikerjakan sesuai dengan rencana namun bila berhenti maka sponsor pun akan hilang. Apalagi PSSI juga merasa kerepotan karena kontrak PSSI sebelumnya harus memberikan yang terbaik dan fair,” jelasnya.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Perjalanan Gelandang PSM Hingga Dipromosikan Tim Senior

Vivagoal – Liga Indonesia – Perjalanan karir sepak bola satu dengan lainnya memiliki cerita yang yang unik. Hal ini diungkapkan gelandang PSM Makassar, Muhammad Arfan.

Sebelum masuk tim senior, Arfan menjalani karir di tim Junior dengan penuh lika-liku. Awalnya, ia masuk ke sebuah Sekolah Sepak Bola (SSB) Hasanuddin yang dimiliki oleh asisten pelatih PSM, Bahar Muharam.

“Awalnya, saya mengikuti SSB Hasanuddin sejak duduk di bangku SMP. Tak berselang lama kemudian, ada turnmaen Danone Nations Cup. Saya bersama Nur Hidayat Asnawi dan coach Bahar mengikuti kompetisi itu,” kata Arfan kepada media.

Setahun setelah kompetisi tersebut masuk ke dalam kontingen tim sepak bola Makassar untuk mengikuti Pekan Olahraga Daerah (Porda) di Kabupaten Bantaeng.


Baca Juga:


“Saat saya baru masuk SMA saya mengikuti porda di Bantaeng dan menjadi juara 2 bersama pemain Persela yaitu Adi Setiawan dan pemain Persiraja Banda Aceh Aliyah Al-Fuad pada tahun 2014,” lanjutnya.

Pada 2016, Arfan sudah menjadi bagian PSM Makasar U-21. Ia berhasil lolos seleksi yang dipimpin oleh pelatih sepak bola asal Belanda, Robert Rene Alberts.

“Pada tahun 2017, PSM senior memanggil pemain-pemain muda u-21 seperti Irfan Jaya, Nurhidayat dan saya sendiri. Saat itu, saya terus termotivasi untuk tetap bermain di tim senior,” jelasnya.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Sebelum Jadi Pesepakbola, Ini Olahraga Yang Sempat Shahar Ginanjar Geluti

Vivagoal – Liga Indonesia – Kiper kawakan Persija Jakarta, Shahar Ginanjar akui sebelum terjun dalam dunia sepak bola sempat menggeluti bulu tangkis. Bahkan Shahar menjelaskan dirinya sempat masuk dalam sekolah bulutangkis di daerah asalnya, Purwakarta.

Kiper Macan Kemayoran, Shahar Ginanjar menjelaskan sebelum ia menggeluti sepak bola ternyata ia sempat terjun dalam dunia bulu tangkis. Bahkan mantan kiper PSM Makassar ini mengatakan sempat masuk dalam sekolah bulu tangkis di daerah asalnya.

Namun Shahar akhirnya memutuskan untuk menekuni sepak bola, keputusan Shahar terbilang tepat. Pasalnya pemain berusia 29 tahun itu langsung direkrut Pelita Jaya Karawang U-21. Bahkan Shahar pun sempat memperkuat timnas Indonesia pada 2013 lalu.

“Sebelum saya menekuni sepak bola sebenarnya saya menekuni bulutangkis. Saya juga sempat masuk sekolah bulu tangkis di Purwakarta. Namun saya tidak melihat bulutangkis di sana aka nada jenjang karier yang jelas.

“Jadi akhirnya saya lebih memilih sepakbola daripada bulutangkis. Bulutangkis tetap saya mainkan tapi sekarang hanya sebagai hobi saja,” jelas Shahar pada website resmi Persija Jakarta.


Baca Juga:


Selain bulu tangkis, Shahar yang memiliki postur badan tinggi menambahkan bahwa dirinya juga sempat tertarik untuk bermain basket. Bahkan Shahar telah bermain basket selama enam tahun.

“Karena badan saya tinggi saya sempat menggeluti basket. Saya memulai basket dari SMP hingga SMA, kala itu basket saya mainkan secara rutin, tampaknya sekitar enam tahun saya telah menggeluti olahraga basket,” ujar Shahar.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Tim Tradisional Liga 1 Dilaporkan Tak Gaji Pemainnya dalam Beberapa Bulan Terakhir!

Vivagoal – Liga Indonesia –   Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) mengklaim jika PSM Makassar menunggak gaji para pemainnya. Meski ada klaim, APPI bakal melakukan verivikasi terkait laporan tersebut.

“APPI masih butuh waktu melakukan cek ulang kepada masing-masing pemain beserta kelengkapan dokumennya,” kata Sekjen APPI, Mohamad Hardika Aji, kepada pewarta. Dinukil detiksports. “Sudah komunikasi dengan PSM sejauh ini, sudah telepon dan WhatsApp. Tapi memang PSM kasusnya sedikit berbeda, jadi harus jelas dulu,” tegasnya

Sejauh ini, punggawa Laskar Ramang, Firza Andika mengakui jika gajinya bermasalah, hal tersebut disampaokan oleh Direktur 2Touch yang mengurusi segala bentuk legalitas terhadap Firza. Sebelumnya sang pemain juga sempat mengalami permasalahan serupa dengan tim asal Beliga, AFC Tubize.

“Pembayarannya semua tidak jelas, di sana dibayar sedikit, di sini dibayar sedikit. Dari hitungan bulanan tidak jelas,” kata Khairul, dinukil dari detiksports. Ia juga memaparkan jika selama Januari dan Ferbruari kemarin, sang pemain belum mendapat haknya. Bahkan pada Maret dan April kemarin, Firza hanya mendapatkan 25 persen gaji.


Baca Juga:


“Sebenarnya tidak setuju dengan PSSI pembayaran 25 persen di Maret, karena liga sudah berjalan dan PSM lagi main di AFC juga. Harusnya full. Pembayaran loan ke AFC Tubize juga belum. Di APPI, kami sudah lapor, tapi masih belum lanjut aksi,” sambungnya.

“Terus terang kami mengerti masalah dana, masalah lockdown. Masalah bisnis menurun. PSM telah berjanji semua dilunasi lepas lebaran. PSM itu klub yang bermain di AFC, dan syarat bisa bermain di AFC tidak boleh ada masalah finansial. Bisa dibuang dari kompetisi jika itu terjadi. Jadi, saya harap masalah ini selesai sebelum lebaran,” Khairul menegaskan.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Hodak: Fans Sepakbola Indonesia Sangat Militan

Vivagoal – Liga Indonesia –  Pelatih PSM Makassar, Bojan Hodak buka suara terkait atmosfer sepakbola Indonesia. Ia menilai fanatisme fans terhadap sepakbola di tanah air terbilang luar biasa.

Hodak, sebelumnya sempat bertugas di Malaysia sempat menganalisa kultur supporter. Pelatih berdarah Balkan ini menilai fanatisme besar ditujukan fans, terlebih fans PSM, tim yang mulai ditanganinya pada Desember tahun lalu.

“Orang-orang di sana [Indonesia] cinta sepakbola, mereka sedikit gila… 8000 suporter datang menonton sesi latihan pertama saya [bersama PSM],” ujarnya, dinukil Goal Indonesia. “Mereka memakai atribut klub, menyalakan petasan dan menabuh drum saat menghadiri sesi latihan berikutnya.”

“Saya terpaksa harus menyudahi sesi latihan karena tidak peduli seberapa keras saya berteriak, para pemain sama sekali tidak bisa mendengarkan saya. Itu lucu, semakin saya berteriak keras, semakin keras mereka menabuh drum.”


Baca Juga:


Kini, performa Hodak bersama PSM harus terhenti sementara waktu lantaran pandemic Corona yang menyelimuti Ibu Pertiwi. Andai keadaan sudah lumayan membaik, bukan tak mungkin kompetisi akan dihelat pada awal Juli mendatang.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Semua Pemain Indonesia Terlihat Payah Setelah Main 60 Menit!

Vivagoal – Liga Indonesia –  Pelatih PSM Makassar, Bojan Hodak mengemukakan fakta menarik. Menurutnya, kualitas pemain Indonesia sangat tangguh pada 60 menit pertama. Setelahnya, mereka akan terlihat kepayahan saat harus menyelesaikan laga.

Hodak, yang mulai melatih pada Desember lalu memang baru menjalani debut di pesepakbolaan tanah air. Kiprahnya harus terhenti untuk sementara waktu lantaran virus Corona yang menyelimuti hampir seluruh penjuru tanah air.

Meski demikian, ia sudah memahami kualitas pemain Indonesia yang diklaim cukup berbeda dengan pesepakbola Eropa pada umumnya, terutama dari sisi ketahanan fisik. Perbedaannya, menurut Holdak, lumayan signifikan. Bahkan dari sisi teknik, Holdak menilai pemain Malaysia sedikit lebih baik.

“Secara fisik, masih jauh dari [kualitas] liga-liga di Eropa,” katanya dalam sebuah wawancara dengan media ternama Kroasia, Jutarnji, dinukil Goal Indonesia.

“Mereka [para pemain Indonesia] kuat berlari, tapi kelelahan setelah 60 menit. Secara teknik dan taktik, Malaysia sedikit lebih baik, klub-klub top mereka bisa bermain di HNL 1 [divisi utama Kroasia]. Sementara klub-klub Indonesia berada di level HNL 2.”


Baca Juga:


Di sisi lain, Hodak menilai terkait pemain asing yang berkiprah di Indonesia terbilang lumayan bisa menerapkan kondisi taktik dan fisik yang mumpuni. Mereka juga diklaim layak menerima gaji yang cukup besar. Holdak pun menyoroti pemain lokal yang kerap salah kaprah menerapkan taktik yang diinginkan pelatih.

“Namun untuk para pemain lokal, tekniknya, seperti yang mereka tunjukkan, sedikit disfungsional. Itu masalah terbesar, sama seperti di seluruh Asia, buruk dalam mengembangkan pemain muda.”

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Cerita Menegangkan Wiljan Pluim Saat Harus Away ke Markas Perseru Serui

Vivagoal – Liga Indonesia – Gelandang PSM Makassar, Wiljan Pluim bicara pengalamannya bermain di Indonesia, khususnya saat bertandang ke markas Perseru Serui kepada media asal Belanda. Menurutnya, pengalaman bermain di Serui jadi hal yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Perjalanan away ke markas Perseru Serui di Stadion Marora memang sudah menjadi rahasia umum hampir semua klub dan pemain di Indonesia tidak ada yang menyukainya.

Kondisi geografis Stadion Marora yang terbilang cukup terpencil, dan terletak di kepulauan Yapen yang terpisah dari daratan pulau Papua membuat para pemain lawan yang ingin kesana harus berpindah-pindah transportasi. Bahkan duku tak ada pesawat kecil khusus yang terbang ke Yapen sehingga harus ditempuh dengan perjalanan laut dengan kapal kecil.

Pluim pun sangat bersyukur sudah tak ada lagi Perseru yang kini telah berpindah homebase dan mengganti namanya menjadi Perseru Badak Lampung FC. Setidaknya, ia tidak harus lagi menjalani tradisi away ke belantara Serui nun jauh disana.

“Saya sudah naik pesawat ratusan kali di Indonesia, saya tak pernah khawatir sama sekali, kecuali saat ke Serui.” ucap Pluim seperti dilansir dari Voetbal International.

“Ketika kami kesana dengan pesawat, kami harus melanjutkan perjalanan dengan pesawat lagi yang mirip bus tapi dengan baling-baling. Saya bukan orang yang fanatik agama, tapi ketika kesana, saya terus saja berdoa sampai pesawat mendarat.” sambungnya.


Baca Juga:



Lebih lanjut, Pluim mengaku tak pernah menyesal dengan pengalamannya bepergian ke Serui, Menurutnya, alam Papua merupakan salah satu lingkungan paling asri yang pernah dikunjunginya.

“Makanya saya tidak kasihan ketika tim Perseru itu akhirnya dileburkan dan pindah homebase. Kami main di tengah-tengah hutan, rekan setim bilang disana orang-orang pakai koteka, tapi saya tak pernah lihat. Kalau monyet memang banyak karena alam disana sangat luar biasa.” tutupnya.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Soal Gaji 25 Persen, CEO PSM Angkat Bicara

Vivagoal – Liga Indonesia – Klub juga sebenarnya tidak mau membayar gaji pemain hanya 25 persen dari nilai kontrak. Menurut, CEO PSM Makassar, Munafri Arifuddin., tapi mau bagaimana lagi, kompetisi saat ini sedang ditunda.

PSSI sudah memutuskan kalau semua klub peserta Liga 1 dan Liga 2 2020 boleh membayarkan gaji para pemainnya maksimal 25 persen dari nilai kontrak untuk periode Maret hingga Juni. Hal itu dilakukan karena status force majeure yang diambil untuk Liga 1 dan Liga 2.

Akan tetapi, belakangan banyak pemain yang menggelar protes terkait pembayaran gaji yang dinilai terlalu kecil. Munafri sendiri tak menampik, di internal PSM juga sempat ada yang protes. Tapi dia sudah menjelaskan kondisi keuangan klub secara baik-baik.

“Semua terdampak. Kita lihat hari ini tidak ada pertandingan dan aktivitas sosial lainnya. Jadi, mau tidak mau. Yah mau bagaimana, sejauh ini kami hanya mengikuti keputusan PSSI soal pembayaran gaji 25 persen itu,” kata Munafri.


Baca Juga:


Tak ada pertandingan, jelas klub juga tidak ada pemasukan. Selain itu, tak ada kucuran dana dari sponsor, termasuk pendapatan dari hak siar, dan pemasukan tiket dari suporter yang datang ke stadion. Hal ini menurut Munafri jelas sangat sulit untuk semua klub.

Walau begitu, Munafri akan menghormati apapun keputusan akhirnya nanti. Apalagi saat ini Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) sedang menyiapkan gugatan soal gaji pemain.

“Saya dengar akan ada gugatan atau banding dari asosiasi pemain. Kita tunggu saja bagaimana realisasinya,” tandas Munafri.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Liga DItunda, Juru Taktik PSM Beberkan Fakta Mencengangkan!

Vivagoal – Liga Indonesia –  Juru taktik PSM Makassar, Bojan Hodak buka sura terkait ditangguhkannya kareka virus Corona. Pelatih asal Serbia menyebut penghentian musim bakal membuat klub hancur lebur bahkan klub bisa bangkrut lantaran tak mendapatkan pemasukan.

“Semua klub akan menderita konsekuensi jika tidak ada sepak bola selama lebih dari tiga bulan karena mereka akan kehilangan koleksi gerbang, sponsor dan hak siar,” kata Bojan Hodak dikutip BolaSport.com

Mantan pelatih Malaysia U-19 juga menyebut jika banyak tim, terutama tim kecil yang membutuhkan waktu ntuk pulih dan kembali stabil utnuk melewati problema yang kini tengah mendera hampir sebagian besar tim di Indoensia.  Bahkan, ia menyebut sepakbola tak akan sama pasca Corona berakhir.

“Klub yang lebih besar memiliki aset dan dapat mengambil pinjaman untuk bertahan, tetapi saya tidak yakin bagaimana klub yang lebih kecil akan dapat bertahan. Bank mungkin tidak memberikan pinjaman kepada klub yang lebih kecil,” ujarnya.


Baca Juga:


Di sisi lain, Holdak menilai banyak klub yang masih bergantung pada uluran tangan pemerintah. Akibarnya, dana yang seharusnya dijalankan untuk memutar roda kompetisi klub terpaksa harus dipangkas karena kehadiran COVID-19 di Indonesia

“Di Asia Tenggara, masih ada beberapa klub yang bergantung pada pemerintah dan badan lain. Saya percaya dana ini awalnya disediakan klub dan kini digunakan untuk melawan COVID-19. Ini akan menjadi masalah yang lebih besar jika klub-klub ini tidak memiliki banyak sponsor. Dan itu lebih buruk untuk klub yang sudah terlilit hutang. Para pemain mereka akan menderita,” pungkasnya

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Bukan Pemangkasan Gaji, Ini yang Membuat Pelatih PSM Kesal!

Vivagoal – Liga Indonesia – Pelatih PSM Makassar, Bojan Hodak menyayangkan keputusan PSSI terkait pemangkasan gaji pemain dan official klub hingga 75 persen setelah Liga 1 2020 dihentikan sementara.

Hodak saat ini berada di Kuala Lumpur setelah PSM meliburkan pemain dari agenda latihan. Hodak memaklumi diambilnya kebijakan pemangkasan gaji pemain, pelatih dan ofisial tim. Tapi dia menyesalkan sikap PSSI yang tidak mengajak diskusi seluruh elemen sebelum memutuskan mengambil langkah itu.

“PSSI sudah menunda liga Indonesia. Jika situasinya membaik, diharapkan bisa kembali bergulir 1 Juli, tetapi beberapa kompetisi mungkin akan dihilangkan,” ujar Hodak seperti dilansir dari laman New Straits Times.

“Federasi Indonesia dalam hal ini PSSI telah mengizinkan pihak klub untuk memberikan gaji maksimal 25 persen kepada para pemain selama dua bulan ke depan. Tapi anehnya itu tidak dibicarakan dulu dengan perwakilan pemain atau pelatih.” kesalnya.


Baca Juga:


Hodak sendiri menyebutkan, pandemi virus Corona menghadirkan ancaman serius bagi klub-klub kecil di kawasan Asia Tenggara. Menurut perkiraannya, setidaknya butuh waktu enam bulan setelah krisis berakhir untuk memulihkan keuangan klub.

“Semua klub di dunia akan menderita jika sepakbola tidak ada selama tiga bulan, karena mereka kehilangan pemasukan dari tiket, sponsor, dan hak siar. Klub butuh waktu 6 hingga 12 bulan untuk kembali ke jalur keuangan yang baik,” tutupnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS