Tag: PSM Makassar

PSM Bersyukur Ezra Tidak Hengkang Pada Bursa Tahun Ini

Vivagoal – Liga Indonesia – Ezra Walian sudah dipastikan bertahan di PSM Makassar untuk lanjutan Liga 1 2020. Manajemen tim Juku Eja pun sumringah mengingat sejumlah pemain andalan mereka sudah banyak yang memutuskan hengkang karena persoalan pemotongan gaji sebesar 50 persen di renegosiasi kontrak.

Ezra Walian yang berposisi sebagai penyerang diketahui telah bergabung dengan skuad PSM dalam pemusatan latihan di Yogyakarta sejak akhir pekan kemarin usai menjalani libur di Belanda karena penangguhan Liga 1 medio Maret kemarin.

Kehadiran Ezra seakan menjadi berkah tersendiri buat PSM setelah mereka kehilangan Ferdinand Sinaga, termasuk belum jelasnya status Giancarlo Rodrigues dan Osas Saha.

“Kami senang dengan datangnya Ezra Walian, tentu ini akan menambah kekuatan tim. Dia latihan terpisah lebih dulu, jika nanti dilihat sudah siap maka langsung bisa berlatih bersama dengan tim,” ucap Herrie Setiawan, asisten pelatih PSM Makassar

Sebagai informasi, selain kehilangan tiga penyerang andalannya, PSM juga banyak kehilangan pemain di pos lainnya, seperti Irsyad Maulana dan Leo Guntara yang ke Semen Padang, lalu ada Dedi Gusmawan ke Sulut United.


Baca Juga:


Adapun Serif Hasic hingga saat ini belum ada kejelasan apakah bakal kembali membela PSM di lanjutan Liga 1 2020 atau tidak. Plus pelatih Bojan Hodak yang tampaknya sudah ogah kembali ke Indonesia, karena masih berada di negaranya, Kroasia.

Teranyar ada Hussein Eldor yang memastikan diri cabut dari PSM Makassar untuk bergabung dengan klub asal Lebanon, Al Ansar.

Selalu update berita terbaru seputar  Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Baru Tiba Dari Belanda, Ezra Walian Belum Diikutkan Dalam TC PSM

Vivagoal – Liga Indonesia – Pelatih PSM Makassar, Herrie Setyawan mengungkapkan bahwa dirinya tidak ingin terburu-buru mengikutsertakan Ezra Walian dalam pemusatan latihan tim di Lapangan Dwi Windu, Bantul.

Keputusan pelatih berusia 51 tahun tersebut merujuk pada kondisi penyerang naturalisasi itu yang diketahui baru saja tiba di Indonesia pada akhir pekan kemarin usai mengudara selama belasan jam dari Belanda.

Maka dari itu, Herrie Setyawan tak menginginkan Ezra Walian yang merupakan jebolan akademi sepakbola Ajax Amsterdam tersebut mengalami cedera otot jika langsung diikutkan dalam latihan yang intensitasnya saat ini sudah sangat tinggi.

Kendati demikian, Jose, sapaan akrab Herrie Setyawan menyebutkan bahwa dirinya bakal terus berkoordinasi dengan Ezra Walian sekiranya sang pemain sudah merasa siap untuk bergabung dengan skuad.


Baca Juga:


“Saya tidak akan memaksa Ezra Walian untuk bisa cepat ikut berlatih dengan rekan-rekannya,” ucap Herrie Setyawan.

“Tapi kami akan terus berkomunikasi secara langsung dengan Ezra apakah dirinya sudah merasa siap untuk berlatih atau belum sesuai dengan porsi yang didapatkan pemain lain,” tuturnya lagi.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Alhamdulillah, Pemain Asing PSM Selamat Dari Ledakan di Beirut Lebanon!

Vivagoal – Liga Indonesia – Pemain asing PSM Makassar, Hussein Eldor, mengaku nyaris menjadi korban ledakan hebat di Beirut, Lebanon. Dia menyebut saat itu sedang berada di sekitar terjadinya ledakan dekat pelabuhan Beirut.

Seperti diketahui, ledakan besar terjadi di sekitar pelabuhan Beirut, Lebanon. Ledakan tersebut memporak-porandakan lokasi pada hari Rabu, 5 Agustus 2020 pagi waktu setempat. Penyebab ledakan disebut karena keberadaan amonium nitrat yang merupakan pupuk pertanian.

Hussein sendiri mengaku berada di sekitar peristiwa ledakan di Lebanon itu. Dia memang saat ini sedang pulang kampung setelah Liga 1 2020 ditunda karena pandemi COVID-19.

“Alhamdulillah, Allah telah melindungi kami ketika saya berada di sekitar daerah itu. Tapi Alhamdulillah kita semua aman,” ungkap Hussein Eldor.

“Sekarang sudah ada lebih dari 100 orang yang meninggal dunia. Saya tak bisa membayangkan kondisinya saat ini,” paparnya.


Baca Juga:


Pemain berusia 26 tahun itu juga menyebutkan bahwa semua keluarganya aman dari ledakan di Lebanon.

“Kita semua aman. Kami sangat dekat waktu kejadian itu. Dan hanya Allah yang tahu bagaimana kita kembali ke rumah. Ledakan itu sangat menghancurkan, luar biasa. Kami membutuhkan doa semua masyarakat di Indonesia,” tutup Hussein Eldor.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Shin Tae-yong Panggil Empat Pemain Muda PSM Untuk Piala Dunia, Siapa Saja?

Vivagoal – Liga Indonesia – Pelatih Tim Nasional Indonesia, Shin Tae-yong memanggil empat pemain muda milik PSM Makassar guna mengikuti pemusatan latihan timnas untuk persiapan babak kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia.

Keempat wonderkid PSM itu sendiri adalah Miswar Saputra yang berposisi sebagai kiper, bek kanan Asnawi Mangkualam, Muhammad Arfan sebagai gelandang serang, dan Yakob Sayuri yang berposisi sebagai penyerang sayap.

TC timnas sendiri bakal mulai diadakan pada awal Agustus nanti sebagai salah satu bentuk persiapan Garuda Merah untuk memenangkan tiga pertandingan sisa di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia Grup G, yakni melawan Thailand 8 Oktober 2020, kemudian menghadapi Uni Emirat Arab 13 Oktober, dan terakhir melawan Vietnam 12 November.

“PSSI memanggil empat pemain PSM Makassar untuk mengikuti TC dan mereka sudah harus berada di Jakarta pada tanggal 23 Juli dan berakhir pada 8 Agustus,” ungkap Media Officer Sulaiman Abdul Karim, Selasa (21/07/20).

Bagi Asnawi Mangkualam, pemanggilan ini merupakan yang kedua untuk tingkat senior setelah sebelumnya juga mengikuti TC pada tanggal 14 hingga 21 Februari 2020 yang lalu.


Baca Juga:


Sementara Miswar Saputra, M Arfan, dan Yakob Sayuri ini adalah pemanggilan perdana mereka untuk memperkuat skuad Merah Putih setelah sebelumnya hanya memperkuat skuad Garuda Muda.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Eks General Manager PSM: Ditundanya Liga 1 Akan Berdampak untuk Timnas Indonesia

Vivagoal – Liga Indonesia – Husain Abdullah, mantan petinggi PSM Makassar buka suara terkait ditundanya kompetisi Liga 1 Shopee Indonesia. Tidak hanya klub, para pemain Timnas Indonesia pun terkena imbasnya.

Mantan jubir Jusuf Kalla itu menerangkan bahwa dirinya menginginkan untuk kompetisi Liga 1 bisa tetap berjalan sehingga pemain bisa terus berlatih.

“Saya sangat mengharapkan bahwa sepakbola tetap berjalan dan semua pelatih harus mengikuti sesuai dengan kalender. Tidak hanya itu, para pemain juga harus tetap berlatih agar tidak kesulitan pada masa yang akan datang,” mantan General Manager PSM.

Tertundanya kompetisi Liga 1 membuat prestasi Timnas Indonesia juga mengalami penurunan drastis. Bila tidak ada pertandingan sama sekali maka performa para peserta Liga 1 cenderung merosot jauh.

“Prestasi pemain Timnas Indonesia saat ini terbilang menurun kualitasnya. Ritme permainan ini pun juga berubah. Apalagi bila tidak mau berlatih dan tidak segera melakukan sesi latihan maka PSSI ke depannya akan sangat repot untuk menentukan pemain,” lanjutnya.


Baca Juga:


“Kami perlu membahas terkait hak siar yang telah dikerjakan sesuai dengan rencana namun bila berhenti maka sponsor pun akan hilang. Apalagi PSSI juga merasa kerepotan karena kontrak PSSI sebelumnya harus memberikan yang terbaik dan fair,” jelasnya.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Perjalanan Gelandang PSM Hingga Dipromosikan Tim Senior

Vivagoal – Liga Indonesia – Perjalanan karir sepak bola satu dengan lainnya memiliki cerita yang yang unik. Hal ini diungkapkan gelandang PSM Makassar, Muhammad Arfan.

Sebelum masuk tim senior, Arfan menjalani karir di tim Junior dengan penuh lika-liku. Awalnya, ia masuk ke sebuah Sekolah Sepak Bola (SSB) Hasanuddin yang dimiliki oleh asisten pelatih PSM, Bahar Muharam.

“Awalnya, saya mengikuti SSB Hasanuddin sejak duduk di bangku SMP. Tak berselang lama kemudian, ada turnmaen Danone Nations Cup. Saya bersama Nur Hidayat Asnawi dan coach Bahar mengikuti kompetisi itu,” kata Arfan kepada media.

Setahun setelah kompetisi tersebut masuk ke dalam kontingen tim sepak bola Makassar untuk mengikuti Pekan Olahraga Daerah (Porda) di Kabupaten Bantaeng.


Baca Juga:


“Saat saya baru masuk SMA saya mengikuti porda di Bantaeng dan menjadi juara 2 bersama pemain Persela yaitu Adi Setiawan dan pemain Persiraja Banda Aceh Aliyah Al-Fuad pada tahun 2014,” lanjutnya.

Pada 2016, Arfan sudah menjadi bagian PSM Makasar U-21. Ia berhasil lolos seleksi yang dipimpin oleh pelatih sepak bola asal Belanda, Robert Rene Alberts.

“Pada tahun 2017, PSM senior memanggil pemain-pemain muda u-21 seperti Irfan Jaya, Nurhidayat dan saya sendiri. Saat itu, saya terus termotivasi untuk tetap bermain di tim senior,” jelasnya.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Sebelum Jadi Pesepakbola, Ini Olahraga Yang Sempat Shahar Ginanjar Geluti

Vivagoal – Liga Indonesia – Kiper kawakan Persija Jakarta, Shahar Ginanjar akui sebelum terjun dalam dunia sepak bola sempat menggeluti bulu tangkis. Bahkan Shahar menjelaskan dirinya sempat masuk dalam sekolah bulutangkis di daerah asalnya, Purwakarta.

Kiper Macan Kemayoran, Shahar Ginanjar menjelaskan sebelum ia menggeluti sepak bola ternyata ia sempat terjun dalam dunia bulu tangkis. Bahkan mantan kiper PSM Makassar ini mengatakan sempat masuk dalam sekolah bulu tangkis di daerah asalnya.

Namun Shahar akhirnya memutuskan untuk menekuni sepak bola, keputusan Shahar terbilang tepat. Pasalnya pemain berusia 29 tahun itu langsung direkrut Pelita Jaya Karawang U-21. Bahkan Shahar pun sempat memperkuat timnas Indonesia pada 2013 lalu.

“Sebelum saya menekuni sepak bola sebenarnya saya menekuni bulutangkis. Saya juga sempat masuk sekolah bulu tangkis di Purwakarta. Namun saya tidak melihat bulutangkis di sana aka nada jenjang karier yang jelas.

“Jadi akhirnya saya lebih memilih sepakbola daripada bulutangkis. Bulutangkis tetap saya mainkan tapi sekarang hanya sebagai hobi saja,” jelas Shahar pada website resmi Persija Jakarta.


Baca Juga:


Selain bulu tangkis, Shahar yang memiliki postur badan tinggi menambahkan bahwa dirinya juga sempat tertarik untuk bermain basket. Bahkan Shahar telah bermain basket selama enam tahun.

“Karena badan saya tinggi saya sempat menggeluti basket. Saya memulai basket dari SMP hingga SMA, kala itu basket saya mainkan secara rutin, tampaknya sekitar enam tahun saya telah menggeluti olahraga basket,” ujar Shahar.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Tim Tradisional Liga 1 Dilaporkan Tak Gaji Pemainnya dalam Beberapa Bulan Terakhir!

Vivagoal – Liga Indonesia –   Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) mengklaim jika PSM Makassar menunggak gaji para pemainnya. Meski ada klaim, APPI bakal melakukan verivikasi terkait laporan tersebut.

“APPI masih butuh waktu melakukan cek ulang kepada masing-masing pemain beserta kelengkapan dokumennya,” kata Sekjen APPI, Mohamad Hardika Aji, kepada pewarta. Dinukil detiksports. “Sudah komunikasi dengan PSM sejauh ini, sudah telepon dan WhatsApp. Tapi memang PSM kasusnya sedikit berbeda, jadi harus jelas dulu,” tegasnya

Sejauh ini, punggawa Laskar Ramang, Firza Andika mengakui jika gajinya bermasalah, hal tersebut disampaokan oleh Direktur 2Touch yang mengurusi segala bentuk legalitas terhadap Firza. Sebelumnya sang pemain juga sempat mengalami permasalahan serupa dengan tim asal Beliga, AFC Tubize.

“Pembayarannya semua tidak jelas, di sana dibayar sedikit, di sini dibayar sedikit. Dari hitungan bulanan tidak jelas,” kata Khairul, dinukil dari detiksports. Ia juga memaparkan jika selama Januari dan Ferbruari kemarin, sang pemain belum mendapat haknya. Bahkan pada Maret dan April kemarin, Firza hanya mendapatkan 25 persen gaji.


Baca Juga:


“Sebenarnya tidak setuju dengan PSSI pembayaran 25 persen di Maret, karena liga sudah berjalan dan PSM lagi main di AFC juga. Harusnya full. Pembayaran loan ke AFC Tubize juga belum. Di APPI, kami sudah lapor, tapi masih belum lanjut aksi,” sambungnya.

“Terus terang kami mengerti masalah dana, masalah lockdown. Masalah bisnis menurun. PSM telah berjanji semua dilunasi lepas lebaran. PSM itu klub yang bermain di AFC, dan syarat bisa bermain di AFC tidak boleh ada masalah finansial. Bisa dibuang dari kompetisi jika itu terjadi. Jadi, saya harap masalah ini selesai sebelum lebaran,” Khairul menegaskan.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Hodak: Fans Sepakbola Indonesia Sangat Militan

Vivagoal – Liga Indonesia –  Pelatih PSM Makassar, Bojan Hodak buka suara terkait atmosfer sepakbola Indonesia. Ia menilai fanatisme fans terhadap sepakbola di tanah air terbilang luar biasa.

Hodak, sebelumnya sempat bertugas di Malaysia sempat menganalisa kultur supporter. Pelatih berdarah Balkan ini menilai fanatisme besar ditujukan fans, terlebih fans PSM, tim yang mulai ditanganinya pada Desember tahun lalu.

“Orang-orang di sana [Indonesia] cinta sepakbola, mereka sedikit gila… 8000 suporter datang menonton sesi latihan pertama saya [bersama PSM],” ujarnya, dinukil Goal Indonesia. “Mereka memakai atribut klub, menyalakan petasan dan menabuh drum saat menghadiri sesi latihan berikutnya.”

“Saya terpaksa harus menyudahi sesi latihan karena tidak peduli seberapa keras saya berteriak, para pemain sama sekali tidak bisa mendengarkan saya. Itu lucu, semakin saya berteriak keras, semakin keras mereka menabuh drum.”


Baca Juga:


Kini, performa Hodak bersama PSM harus terhenti sementara waktu lantaran pandemic Corona yang menyelimuti Ibu Pertiwi. Andai keadaan sudah lumayan membaik, bukan tak mungkin kompetisi akan dihelat pada awal Juli mendatang.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Semua Pemain Indonesia Terlihat Payah Setelah Main 60 Menit!

Vivagoal – Liga Indonesia –  Pelatih PSM Makassar, Bojan Hodak mengemukakan fakta menarik. Menurutnya, kualitas pemain Indonesia sangat tangguh pada 60 menit pertama. Setelahnya, mereka akan terlihat kepayahan saat harus menyelesaikan laga.

Hodak, yang mulai melatih pada Desember lalu memang baru menjalani debut di pesepakbolaan tanah air. Kiprahnya harus terhenti untuk sementara waktu lantaran virus Corona yang menyelimuti hampir seluruh penjuru tanah air.

Meski demikian, ia sudah memahami kualitas pemain Indonesia yang diklaim cukup berbeda dengan pesepakbola Eropa pada umumnya, terutama dari sisi ketahanan fisik. Perbedaannya, menurut Holdak, lumayan signifikan. Bahkan dari sisi teknik, Holdak menilai pemain Malaysia sedikit lebih baik.

“Secara fisik, masih jauh dari [kualitas] liga-liga di Eropa,” katanya dalam sebuah wawancara dengan media ternama Kroasia, Jutarnji, dinukil Goal Indonesia.

“Mereka [para pemain Indonesia] kuat berlari, tapi kelelahan setelah 60 menit. Secara teknik dan taktik, Malaysia sedikit lebih baik, klub-klub top mereka bisa bermain di HNL 1 [divisi utama Kroasia]. Sementara klub-klub Indonesia berada di level HNL 2.”


Baca Juga:


Di sisi lain, Hodak menilai terkait pemain asing yang berkiprah di Indonesia terbilang lumayan bisa menerapkan kondisi taktik dan fisik yang mumpuni. Mereka juga diklaim layak menerima gaji yang cukup besar. Holdak pun menyoroti pemain lokal yang kerap salah kaprah menerapkan taktik yang diinginkan pelatih.

“Namun untuk para pemain lokal, tekniknya, seperti yang mereka tunjukkan, sedikit disfungsional. Itu masalah terbesar, sama seperti di seluruh Asia, buruk dalam mengembangkan pemain muda.”

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

HOT NEWS