Tag: Thomas Tuchel

Pelatih PSG Marah Besar pada Neymar, Ada Apa?

0

 Vivagoal Ligue 1  – Pelatih Paris Saint Germain, Thomas Tuchel kembali dibuat geram oleh perilaku anak asuhnya, Neymar Jr. Kehadiran sang pemain di Piala Davis, Spanyol membuat sang pelatih kesal. 

Neymar sudah absen selama empat pekan lamanya karena mengalami cedera hamstring saat membela timnas Brasil di laga persahabatan kontra Nigeria, 15 Oktober lalu.  Oleh karena itu, atas rekomendasi tim dokter, Neymar diminta tetap di Paris untuk melakoni latihan guna peningkatan kebugaran.

Telah berangsur pulih, Pemain asal Brasil itu diproyeksikan akan segera comeback saat PSG menghadapi Lille di lanjutan Ligue 1 Prancis akhir pekan ini. Namun semuanya berubah saat sang pelatih tahu Neymar mangkir dari usaha penyembuhannya. 

Tuchel kaget bukan kepalang setelah diperlihatkan foto oleh pewarta asal media Spanyol, El Confidencial. Neymar sedang asyik menyaksikan turnamen tenis Piala Davis di Caja Magica, Madrid bersama mantan rekan setimnya di Barcelona, Gerard Pique.

Baca Juga: Vivagoal Bagi-Bagi Jersey, Gratis!

“Apa yang bisa saya lakukan? Saya bukan ayah dia, saya bukan polisi, saya adalah pelatih. Sebagai pelatih, apa saya senang dengan kunjungan itu? Tidak, tidak sama sekali,”kata Tuchel seperti dilansir dari Sky Sports.

Kekesalan sang pelatih memang beralasan. Pasalnya, eks juru taktik Dortmund itu mengira Neymar tengah fokus dalam pemulihan cedera. Alhasil, sang pemain bisa saja mendapat sanksi dari Tuchel dengan dicadangkan di laga akhir pekan nanti.

“Saya tahunya dia belum fit, dan apakah ini waktunya untuk marah? Tidak, tidak, bukan waktunya. Dia (Neymar) sangat profesional selama dua pekan disini. Dia sudah melakukan banyak hal untuk proses pemulihannya.

“Saya sebenarnya berharap dia berlatih, tapi dia memiliki pekerjaan individual. Dan kalau segalanya berjalan lancar, dia mungkin bisa bermain besok, tapi saya tidak tahu apakah dia akan dimainkan sebagai starter atau pemain pengganti. Yang pasti, itu bukan cara terbaik mempersiapkan diri untuk sebuah pertandingan,” jelas Tuchel.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1  hanya di Vivagoal.com

5 Pelatih dengan Upah Tertinggi di Dunia

Vivagoal 5 FaktaTanggung jawab dan peran seorang pelatih di dalam dunia sepak bola telah banyak berubah dari tahun ke tahun.

Sebelumnya para pelatih hanya diharapkan untuk memberikan arahan kepada anak asuhnya. Namun, perubahan peran terus menerus sesuai perjalanan di zaman modern ini.

Pelatih sepak bola saat ini diharapkan bisa menjadi sosok yang memiliki banyak talenta dan juga sekaligus menjadi penggerak utama dalam operasi tim sepak bola. Akan tetapi, jabatan pelatih di sebuah klub terkadang dapat menjadi pekerjaan tanpa rasa terima kasih.

Sedangkan untuk pesepakbola profesional dapat mengambil sebagian besar kemewahan dan pujian dari para penggemar dan pengamat sepakbola. Sementara itu sang pelatih diharapkan dapat melakukan keajaiban untuk klub mereka.

Para pelatih juga tetap berada di bawah pressure yang luar biasa dari pihak manajemen klub untuk meraih kesuksesan walaupun pada umumnya diberi waktu yang cukup singkat. Jika tidak memenuhi ekspektasi, maka pihak klub akan segera mendepak sang pelatih.

Terlepas dari hal tersebut, sang pelatih sepakbola juga memiliki gaji yang cukup fantastis. Mereka dibayar oleh klub dengan nilai yang tinggi untuk memenuhi ekspektasi mereka.

Berikut VIGO akan merangkum 5 Pelatih dengan Upah Tertinggi di Dunia.

1. Thomas Tuchel

Thomas TuchelThomas Tuchel dikontrak Paris Saint-Germain (PSG) pada awal musim 2018/19.

Ia dikontrak dua tahun oleh PSG dan mendapat bayaran yang tinggi yakni sekitar 9 juta euro atau setara Rp145 miliar per tahunnya.

Wajar jika Tuchel digaji mahal oleh raksasa klub Prancis tersebut. Sebab, saat melatih Borussia Dortmund, ia berhasil mempersembahkan satu piala DFB-Pokal.

Bersama PSG, Tuchel mampu memberikan satu trofi Ligue 1 Prancis. Akan tetapi, ia gagal di Liga Champions usai disingkirkan oleh Manchester United pada babak 16 besar. Meski begitu, PSG membnerikan perpanjangan kontrak satu tahun kepada Tuchel.

2. Zinedine Zidane

ZidaneSaat Zinedine Zidane hengkang dari Real Madrid pada akhir musim 2017-2018, manajer berkebangsaan Prancis tersebut telah mendapatkan upah sebesar 7,5 juta setahun.

Tercatat bahwa pelatih berkepala plontos tersebut membawa Real Madrid menjadi satu-satunya klub yang memenangkan tiga gelar Liga Champions Eropa secara beruntun.

Baca Juga: 5 Pelatih Terbaik Berkebangsaan Spanyol

Tidak hanya itu, Zinedine Zidane juga telah memenangkan satu gelar La Liga Spanyol, dua gelar Piala Super Eropa, satu gelar Piala Super Spanyol dan dua gelar Piala Dunia Antar Klub.

Itu merupakan kesuksesan klub Los Blancos di bawah kepelatihan Zinedine Zidane. Bahkan dalam masa periode pertama dilatih oleh Zidane, Real Madrid telah menorehkan rasio rata-rata kemenangan sebesar 69,8%. Tidak hanya itu, Sergio Ramos CS mencetak 2,6 gol dari satu laga yang telah dimainkan.

Sejak dua pergantian pelatih yang cukup singkat pada musim 2018-2019, Los Blancos kembali memanggil Zinedine Zidane untuk melatih klub Real Madrid pada bulan Maret 2019.

Mantan pemain Real Madrid tersebut mungkin gagal untuk meniru kesuksesan dari tugas pertamanya saat melatih tim yang bermarkas di Santiago Bernabeu. Namun tidak disangka, Real Madrid menaikkan gaji Zinedine Zidane secara signifikan.

Dikabarkan bahwa saat ini Zinedine Zidane telah mendapatkan upah sebesar 12 juta Euro atau 10,5 juta Poundsterling dalam satu tahun. ini menjadikan Zinedine Zidane sebagai pelatih dengan bayaran tertinggi ke-3 di La Liga Spanyol.

3. Josep Guardiola

GuardiolaJosep Guardiola dianggap sebagai salah satu pelatih sepak bola terbaik di dunia saat ini.

Pelatih yang sering disebut dengan nama Pep Guardiola tersebut pernah melatih klub raksasa La Liga Spanyol, Barcelona sebelum melanjutkan karirnya ke Bayern Munchen.

Tak lama kemudian Pep Guardiola kemudian menguji kemampuannya di Liga Premier Inggris saat mengambil alih menjadi pelatih Manchester City pada musim panas 2016.

Memang awalnya Pep Guardiola terbilang lambat untuk mencermati permainan di Liga Inggris. namun saat ini pelatih berkebangsaan spanyol tersebut telah menjadikan Manchester City menjadi salah satu klub terbaik di dunia.

Manchester City telah berhasil memenangkan gelar Liga Premier Inggris dan membuat sejarah pada musim lalu dengan menjadi klub pertama yang memenangkan treble winner domestik.

Baca Juga: 5 Pemainnya Dipanggil Timnas, Pelatih Madura United Migran

Dibawah anak asuh Pep Guardiola, Manchester City telah menjadi salah satu tim paling menghibur di dunia dengan memainkan sepak bola menyerang namun tetap mengalir bebas. Dengan strateginya tersebut, The Citizen telah berhasil menorehkan banyak gol.

Lantaran strategi dari Pep Guardiola, Manchester City memberikan hadiah berupa upah sebesar 15,2 juta Poundsterling selama 1 tahun sebelum mereka tangani perpanjangan kontrak baru pada Mei silam.

Perpanjangan kontrak tersebut membuat biola akan tetap berada di klub Manchester City sampai musim 2021 mendatang. Tercatat bahwa Pep Guardiola menjadi pelatih dengan bayaran tertinggi di Liga Premier Inggris.

4. Ernesto Valverde

Ernesto ValverdeUsai serangkaian hasil buruk pada awal musim 2019-2020, manajer Barcelona tengah berada di bawah pressure yang luar biasa dari pihak manajemen maupun para fans.

Namun tidak bisa dipungkiri bahwa rekor domestik yang telah diraih oleh Ernesto Valverde telah mencapai sempurna.

Pelatih asal Spanyol tersebut telah berhasil memenangkan La Liga selama dua musim pertamanya sejak bergabung pada musim panas 2017. Tidak hanya itu, Ernesto Valverde juga meraih trofi Piala Super Spanyol dan Copa Del Rey.

Namun ada satu kekurangan dari seorang Ernesto Valverde. Sampai saat ini, Barcelona belum mampu untuk memenangkan Liga Champions.

Baca Juga: 5 Fakta Sosok Pelatih Lokal yang Akan Mengejutkan Liga 1 Indonesia

Terlihat bahwa La Pulga -julukan Barcelona- sangat menginginkan profit si kuping besar namun sayang mereka disingkirkan secara tragis oleh AS Roma dan Liverpool.

Kendati belum pernah mendapatkan trofi bergengsi di Eropa tersebut, Valverde telah mendapatkan upah dari Barcelona sebesar 24 juta Euro atau 20,2 juta Poundsterling dalam setahun.

Dalam hal ini, Barcelona telah menandatangani kontrak baru pada bulan Maret tahun 2019 ini. Oleh karena itu, Ernesto Valverde menjadi pelatih dengan bayaran tertinggi kedua di La Liga Spanyol.

5. Diego Simeone

Diego SimeoneDiego Simeone memiliki track record yang sangat cemerlang sebagai seorang pelatih. Usai mengambil alih Atletico Madrid pada tahun 2011, pelatih berkebangsaan Argentina tersebut telah merusak dua rival abadi La Liga Spanyol , Real Madrid dan Barcelona.

Mantan Kapten Argentina tersebut telah berhasil mengubah nasib dari klub Atletico Madrid dengan menorehkan satu gelar Copa Del Rey, satu gelar La Liga Spanyol dan dua gelar Liga Eropa. Tidak hanya itu Atletico Madrid juga telah mencapai final Liga Champions sebanyak 2 kali.

Baca Juga: 5 Fakta Menjadi Pelatih Sukses Ala Indra Sjafri

Untuk saat ini, Diego simeone sedang berada di musim kesembilannya bersama Atletico Madrid. Pelatih berkebangsaan Argentina tersebut berhasil mengubah nama klub Atletico Madrid menjadi salah satu kekuatan di sepak bola benua Eropa. Padahal bisa dibilang mereka hanya memiliki pemain yang biasa-biasa saja.

Lantaran kontribusi dari seorang Diego Simeone, Atletico Madrid memberikan hadiah berupa upah sebesar 35,9 juta Poundsterling dalam satu tahun. Tidak lama ini, pelatih asal Argentina tersebut memperpanjang kontrak bersama Atletico Madrid sampai 2022.

Selalu update berita terbaru seputar 5 Fakta hanya di Vivagoal.com

Akan Dibajak Bayern Munchen, Begini Reaksi Pelatih PSG

Vivagoal Ligue 1  – Usai memecat Niko Kovac, Bayern Munchen tanpa pelatih kepala saat ini. Beberapa nama mencuat untuk menjadi juru taktik FC Hollywood termasuk pelatih Paris Saint Germain, Thomas Tuchel. 

Beberapa hari belakangan, nama-nama beken seperti Massimiliano Allegri, Jose Mourinho, dan Ralf Rangnick menjadi rumor di banyak media Jerman. Tapi ketiganya disebut tak punya visi bermain secocok Thomas Tuchel. 

Memiliki catatan prestasi yang bagus selama membesut PSG dengan menyumbangkan trofi Ligue 1 di musim perdananya melatih membuat Bayern kepincut. Selain itu, Tuchel juga kenyang pengalaman melatih di Bundesliga.

Baca Juga: Vivagoal Bagi-Bagi Jersey, Gratis!

Sang pelatih tercatat pernah melatih Mainz selama lima musim, dan sukses mempersembahkan satu trofi saat dua musim membesut Borussia Dortmund. Karenanya sosok Tuchel dinilai pantas memimpin di Allianz Stadium.

Mendengar kabar tersebut, Tuchel mengelak. Menurutnya dia enggan kembali ke Jerman lantaran menghormati kontraknya bersama Les Parisiens. 

“Saya tidak tertarik dengan Bayern, karena saya masih pelatih PSG. Saya memiliki kontrak musim ini dan musim berikutnya. Saya tidak mau memikirkan klub lain,” tegasnya dilansir dari Soccerway.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1  hanya di Vivagoal.com

Kalah 1-2 dari Dijon, PSG Cetak Dua Rekor Buruk

0

Vivagoal Ligue 1 – Kekalahan 1-2 di kandang Dijon FCO, Sabtu (2/11/2019) dinihari WIB, membuat Paris Saint-Germain menorehkan sebuah catatan buruk. Kekalahan itu menjadi yang ke-8 mereka dapat di pentas Ligue 1 sepanjang tahun 2019 ini. Capaian ini menjadi yang terburuk sejak tahun 2010.

Sebelum dipermalukan Dijon, PSG sudah lebih dulu dipaksa menelan kekalahan dari Stade Reims dan Stade Rennes pada musim 2019/2020 ini. Sementara itu, pada paruh kedua musim lalu, skuad besutan Thomas Tuchel takluk saat melawan Reims, Montpellier, FC Nantes, Lille dan Olympique Lyon.

Baca juga: Hasil Liga Prancis: PSG Tumbang 1-2 dari Tim Juru Kunci

Delapan kekalahan sepanjang 2019 ini tak lebih baik dari capaian PSG pada tahun 2010. Di periode tersebut, Les Parisiens bahkan sampai harus menderita 13 kekalahan sepanjang tahun 2010, dimana sembilan kekalahan dirasakan di paruh kedua musim 2009/2010 dan empat sisanya didapat di paruh pertama musim 2010/2011.

Sembilan tim yang bisa mengalahkan PSG pada paruh kedua musim 2009/10 adalah Lille, AS Monaco, Lyon, Lorient, Olympique Marseille, Nice, Grenoble, Le Mans dan Montpellier. Sementara empat tim lainnya yang menaklukkan mereka di paruh pertama musim 2010/2011 adalah Bordeaux, Sochaux, Auxerre dan Nancy.

Selain membuat catatan buruk setelah ditaklukkan Dijon, Mauro Icardi dkk juga sudah menelan tiga kekalahan dalam 12 pekan awal Ligue 1. Hal tersebut sama dengan yang mereka dapat pada musim 2010/2011, dimana mereka saat itu dihancurkan Bordeaux, Sochaux dan Auxerre.

Yang tidak mengenakkan lagi, dua rekor buruk tersebut terjadi di era kepelatihan Thomas Tuchel. Jelas, ini menjadi tamparan yang sangat keras buat eks pelatih Borussia Dortmund itu saat dimana skuatnya justru diperkuat sejumlah nama besar macam, Kylian Mbappe, Mauro Icardi, Edinson Cavani, Neymar dan Angel Di Maria.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1  hanya di Vivagoal.com

Pelatih PSG Tak Jamin Posisi Mesin Gol Uruguay, Kenapa?

0

Vivagoal Ligue 1  –  Penampilan Mauro Icardi yang begitu impresif dalam beberapa laga terakhir Paris Saint-Germain membuat pelatih Thomas Tuchel tidak berani menjamin posisi Edinson Cavani di skuat inti PSG aman.

Sebelumnya, Cavani mengalami cedera pinggul pada akhir Agustus lalu. Masalah tersebut ia dapatkan saat bermain melawan FC Toulouse di pekan ketiga Ligue 1 Prancis 2019/2020. Setelah dua bulan lamanya menepi, Cavani belum juga menunjukkan tanda-tanda bakal segera kembali ke lapangan hijau.

Absennya Cavani, kemudian benar-benar coba dimanfaatkan Icardi. Sejauh in, penyerang pinjaman asal Inter Milan itu sukses menunjukkan performa yang cukup menjanjikan dengan torehan 7 gol dan 1 assist dari tujuh penampilan bersama PSG di semua kompetisi musim ini.

Teranyar, Icardi kembali mencetak dua gol tuk membantu PSG meraih kemenangan telak 4-0 atas rival abadinya, Marseille di laga pekan ke-11 Ligue, Senin (28/10/2019) dinihari WIB. Penampuilan Icardi tersebut membuat Tuchel tak berani menjamin posisi Cavani di tim utama PSG.

Baca Juga: Punggawa Barcelona Rela Lakukan Hal Gila Ini Demi Neymar

“Dia (Cavani) tidak benar-benar bahagia karena dia masih terus berjuang dengan cedera yang dideritanya. Kondisi itu membuatnya tidak bisa banyak membantu kami. Tapi saya memahami hal tersebut.” ujar Tuchel seperti dilansir dari Sportskeeda.

“Cavani sangat ingin membantu tim, dan kami membutuhkannya. Tapi sekarang ia harus berjuang untuk mendapatkan tempatnya kembali. Sulit, karena tanpa dia, tim tetap tampil baik. Perannya bisa saja sedikit berubah musim ini.” Tuchel menambahkan.

Cavani sudah bermain untuk PSG sejak 2013 silam. Sejauh ini, penyerang asal Uruguay itu sudah membukukan 284 penampilan di semua kompetisi dengan torehan 195 gol dan 40 assist. Eks pemain Napoli itu berhasil membantu Les Parisiens memenangi 5 titel Ligue 1 dan 5 Piala Liga Prancis serta 7 Piala Super Prancis.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1  hanya di Vivagoal.com

Tuchel Tanggapi Komentar Pedas dari Marseille

Vivagoal Ligue 1Thomas Tuchel, pelatih kepala Paris Saint-Germain (PSG) mengungkapkan bahwa laga Derby de France harus dihormati.

Pasalnya, Andre Villas-Boas selaku Pelatih Marseille menilai jika laga antara dua klub Prancis tersebut tidak seimbang. Tim anak asuh Tuchel berhasil memenangkan pertandingan dengan skor telak 4-0 atas Marseille.

Usai pertandingan, pelatih Marseille mengungkapkan pernyataan yang cukup kontreversial. Dia mengatakan jika laga antara dua tim Prancis tersebut sudah tak lagi seimbang lantara kekuatan finansial yang dimiliki oleh lawan.

Tak hanya itu, Villas-Boas menilai jika laga yang diadakan di Parc de Princes tersebut sudah tidak penting baginya dan tim. Ia menganggap bahwa Neymar CS seharusnya ada di Liga Prancis lain.

Baca Juga: Tuchel Beberkan Momen Terburuknya Saat Melatih PSG

Terkait hal itu, Pelatih kepala PSG, Thomas Tuchel menguangkapkan bahwa pertandingan antara timnya dengan Marseille merupakan laga dengan sejarah luar biasa.

“Ini merupakan pertandingan yang memiliki sejarah hebari di Prancis. Seharusnya, kita supaya menghormati laga seperti ini,” ucap Tuchel.

“Pertandingan ini bukan merupakan laga seperti biasanya. Laga ini untuk pendukung di Kota Paris. Mau didukung finansial atau tidak, prinsip tim harus selalu menang dan menunjukkan kualitas yang berbeda.

“Dalam pertandingan sepak bola di lapangan hijau, segala sesuatu pasti akan mungkin terjadi jika mau berusaha keras. Baik di Liga Champions maupun di Liga domestik syarat itu berlaku,” jelasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

Kelar dengan Fans, Kini Neymar Bersoal dengan Pelatih

Vivagoal Ligue 1  – Superstar Paris Saint Germain, Neymar Jr mulai kembali mendapat simpati dari pendukung Les Parisiens. Namun demikian dia kini punya masalah baru dengan sang pelatih Thomas Tuchel. 

Penampilan Neymar selama dua musim berkostum PSG memang bisa dibilang masih jauh di bawah ekspektasi publik Paris. Pemain asal Brasil tersebut justru kerap dibicarakan karena terlibat banyak kontroversi di luar lapangan.

Alhasil, para pendukung PSG kecewa berat dengan tingkah laku Neymar. Kebencian para fans PSG makin menjadi-jadi setelah dia sempat berniat meninggalkan Parc des Princes pada bursa transfer musim panas lalu dengan Barcelona sebagai tujuannya.

Tapi setelah melakoni lima laga awal musim 2019/20, sang pemain menjawabnya dengan tampil baik. Empat golnya di awal musim bahkan menarik kembali simpatik para fans PSG. 

Pelatih PSG, Thomas Tuchel pun angkat bicara soal hubungan Neymar dengan fans.  Dia mengaku penampilannya mampu membungkam kritik yang mengarah padanya beberapa waktu silam.

“Suporter sudah mengungkapkan perasaan mereka, dan saya sendiri bisa paham. Merupakan hak mereka tuk mengekspresikan diri, karena mereka bangga dengan klub mereka, dan sangat tidak menyenangkan jika mendengar pemain kesayangannya ingin pergi.

“Seperti yang sudah saya katakan, dia harus siap menghadapi kenyataan dan mengatasi konsekuensi dari perbuatannya. Memang tidak semua orang tahu kalau dia sebenarnya adalah seorang yang baik,” ucap Tuchel dilansir dari Guardian.

Masalah Baru Neymar dengan Tuchel

Namun demikian, Tuchel meminta Neymar untuk tidak cepat puas karena telah mendapatkan simpati dari fans PSG. Menurutnya masa kritis dalam karier pemain asal Brasil itu belum terlewati.

“Dia saat ini sudah diterima oleh para fans karena kualitasnya. Tapi saya bilang kepadanya, kamu jangan berpikir bagian tersulitnya sudah berakhir,” jelas Tuchel. 

Baca Juga: Vivagoal Bagi-Bagi Jersey, Gratis!

Tuchel berharap Neymar yang kini tengah cedera bisa menjaga konsistensi permainannya usai kembali ke lapangan hijau. Dia menilai menjaga konsistensi bakal lebih sulit dari sekedar mendapat simpati dari pendukung.

“Karena sekarang kamu harus berurusan dengan saya, sebagai pelatih saya menuntutnya tuk terus konsisten bermain di level tertinggi. Jadi bagian tersulitnya baru saja datang,” tegas Tuchel.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1  hanya di Vivagoal.com

Ed Woodward Siapkan Empat Nama Calon Pengganti Solskjaer?

Vivagoal Liga Inggris – Wakil eksekutif Manchester United, Ed Woodward dikabarkan sudah mengambil ancang-ancang untuk menggantikan posisi Ole Gunnar Solskjaer. Siapa saja nama tersebut?

Manchester United menjalani musim buruk untuk gelaran Premier League 2019/20. Tercatat hingga pekan ke delapan ini mereka masih tersangkut di peringkat 12 dengan hanya mengantongi delapan poin saja.

Baca juga: Cara Giroud Bikin Tammy Abraham Lebih Tajam

Situasi pelik yang terjadi membuat fans mendorong manajemen untuk melengserkan Solskjaer. Menanggapi hal tersebut, bos MU, Ed Woodward menekan Solskjaer untuk segera membawa tim bangkit. Jika tidak, dilansir dari Mirror, Ed Woodward sudah menyiapkan empat calon pengganti.

Kandidat pertama yang disebut masuk dalam kandidat Ed Woodward adalah pelatih Borussia Dortmund, Lucien Favre. Menurut bos Manchester United, Favre memiliki strategi menyerang yang cocok untuk diterapkan di MU.

“Lucien Favre bermain seperti yang diharapkan penggemar United untuk tim mereka,” kata Woodward.

Nama selanjutnya adalah pelatih Paris Saint-Germain, Thomas Tuchel. Sejauh ini, Tuchel berhasil membawa PSG bercokol di puncak klasemen sementara Ligue 1.

“Sementara untuk Thomas Tuchel, saya suka torehannya di Paris Saint-germain,” kata Woodward.

Baca juga: Tak Dapat Menit Bermain, Giroud: Sabar dan Ikhlas

Pelatih Wolverhampton, Nuno Espirito Santo juga masuk dalam opsi tersebut. Meski tim asuhannya hanya memiliki selisih satu poin dari Manchester United, Nuno Espirito Santo disebut sebagai pelatih yang mampu membawa aura positif dalam tim.

“Nuno Espirito Santo di Wolves berpikiran menyerang dan berpikiran maju,” kata Woodward.

Terakhir adalah pelatih Bournemouth, Eddie Howe. Menurut Ed Woodward, Howe berhasil memberi sentuhan yang hebat di Bournemouth.

“Prospek yang paling menarik di Inggris adalah Eddie Howe, yang memberikan gaya sepakbola yang hebat bersama Bournemouth,” ujar Ed Woodward.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Tuchel Beberkan Momen Terburuknya Saat Melatih PSG

Vivagoal Ligue 1  –  Thomas Tuchel sedang menjalani musim keduanya melatih raksasa Ligue 1 Prancis, Paris Saint-Germain. Dalam kurun waktu itu, ada satu momen yang masih sangat membekas dalam benak Tuchel, yakni saat PSG disingkirkan Manchester United di babak 16 besar Liga Champions musim lalu.

Saat itu, PSG menjamu MU di Parc des Princes pada leg II babak 16 besar Liga Champions dalam posisi unggul agregat 2-0. Sayang, start buruk dicatatkan PSG setelah Romelu Lukaku membawa MU sudah unggul 1-0 di menit kedua.

PSG berhasil membalas dengan gol Juan Bernat di menit ke-12, tapi, MU kembali menjaga peluang dengan gol kedua Lukaku di menit ke-30. Saat laga tampak akan berakhir dengan skor 2-1 dimana PSG masih unggul secara agregat 3-2, drama tercipta.

Di masa injury time, MU mendapat pinalti setelah wasit merubah keputusannya via menonton tayangan VAR dari sebelumnya memberikan sepak pojok untuk MU. Marcus Rashford tak membuang kesempatan itu dan menaklukkan Gianluigi Buffon. MU pun menang 3-1 dan lolos dengan keunggulan gol tandang dalam agregat 3-3.

Baca Juga: Diam-Diam, City Incar Mbappe

“Rasanya seperti anda menerobos lampu hijau dan kemudian ditabrak mobil dari sisi lain. Kami sudah merasa bakal sukses di Liga Champions musim lalu, namun hasil laga benar-benar di luar dugaan kami. Dunia seperti hancur rasanya.” sesal Tuchel dilansir dari beIN Sports.

“Tapi setelah kalah dari MU, momen tersebut jadi momen yang sangat sulit. Kami terluka, dan kami merasa tidak pantas mengalami hal itu, karena kami merasa sudah bekerja sangat keras untuk mencapai titik itu.” tegas Tuchel.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1  hanya di Vivagoal.com

Tuchel Puji Performa Icardi Bersama PSG

Vivagoal Ligue 1  – Mauro Icardi di cap sebagai pemain bengal selama membela Inter Milan. Bersama  Paris Saint-Germain Icardi berubah jadi sosok penting dalam skuat besutan Thomas Tuchel.

Sejauh ini Icardi sudah bermain di tiga pertandingan PSG pada semua ajang kompetisi. Suami Wandanara itu sudah membukukan satu gol.

Tuchel  mengaku senang dengan performa yang ditampilkan Icardi sejauh ini. Bomber asal Argentina itu dinilai mampu memegang peran kunci  bersama Les Parisiens.

Baca Juga: Sudahkah Fans PSG Maafkan Neymar?

“Icardi baru saja sembuh dari cedera jelang laga kontra Galatasaray, tapi dia bersikeras ingin bermain, praktis dia melakukan itu tanpa latihan. Sangat bagus karena dia adalah pemain yang penting untuk keseimbangan tim. Dalam hal ini adalah bagaimana kami ingin tim bermain menyerang.

“Icardi mampu mengimplementasikan permainan dengan menguasai bola. Dia bermain sebagai sebuah tim. Saya yakin dia masih bisa berkembang, dia bakal mencetak banyak gol dan mendapat kepercayaan diri lebih banyak lagi,” katanya dilansir dari situs resmi PSG.

Icardi pindah dari Inter ke PSG pada detik-detik terakhir bursa transfer musim panas ditutup. Pemain asal Argentina itu dikontrak dengan status pemain pinjaman selama semusim dan akan berakhir pada 30 Juni 2020 nanti.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1  hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS