Tag: Timnas Argentina

Pelatih Fisik Bolivia Stres Betul Dipanggil ‘Botak’ Sama Messi, Begini Kronologinya!

Vivagoal La Liga – Pelatih fisik timnas Bolivia, Lucas Nava stres betul dipanggil ‘Botak’ oleh Lionel Messi. Gara-gara panggilan itu, semua fans Barcelona menerornya dengan sebutan ‘Botak’.

Sebagaimana yang diketahui, perseteruan antara Messi da Lucas Nava terjadi di penghujung laga Bolivia vs Argentina pada lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2022, Rabu (14/10/2020) pagi WIB di Stadion Hernando Silaes belum berakhir hingga sekarang.

Berdasarkan laporan The Sun, Lionel Messi begitu kesal karena diteriaki sepanjang pertandingan oleh Lucas Nava dari pinggir lapangan. Saking kesalnya, Messi sampai memanggil Lucas Nava dengan sebutan ‘Botak’.

“Ada apa dengan kamu botak? Kamu meneriaki saya di sepanjang pertandingan. Apa yang kamu lakukan? Dari bangku cadangan, kamu terus meneriaki saya.” sembur Messi dilansir dari The Sun.

Untung, insiden ini dengan cepat bisa diredakan oleh wasit dan perangkat pertandingan. Wasit sendiri pada prosesnya memberikan kartu kuning kepada kapten Bolivia, Marcelo Mareno karena sebelumnya juga ia sempat melontarkan makian kepada para pemain Argentina dan membuat dirinya bersitegang dengan Messi.

Fans Messi sendiri di Barcelona langsung bereaksi keras dengan mengirimkan teror kepada Lucas Nava usai nomor ponsel pribadinya tersebar di internet. Hal itu diketahui ketika Lucas Nava menceritakan bahwa dirinya diejek ‘Botak’ melalui telepon dari salah seorang fans Messi di Spanyol.

“Saya merasa sakit hati ketika anak saya harus mendengar berbagai pemberitaan macam-macam di televisi soal pria botak itu. Saya diteror lewat telepon, bahkan dari Spanyol. Saya diejek dan diancam.” ucap Nava dilansir dari ESPN.


Baca Juga:


“Mungkin ada sedikit salah paham disini. Sebenarnya tidak terjadi apa-apa, ini semua hanya dilebih-lebihkan saja. Itu hanya kata ejekan yang biasa dilontarkan orang Argentina, sama sekali tidak ada niat buruk.” jelasnya.

“Apa yang terjadi ketika laga selesai adalah saya melihat ada kemungkinan terjadi keributan dan saya coba memisahkan para pemain kamu, biar mereka tidak dikartumerah. Ketika anda jadi bagian dalam tu, anda harus melindungi para pemain.” tegas Lucas.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Diteriaki Sepanjang Laga, Messi Panggil Pelatih Bolivia ‘Botak’

0

Vivagoal – La Liga – Lionel Messi dikabarkan mengejek pelatih fisik Bolivia, Lucas Nava dengan sebutan ‘Botak’ dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2022. La Pulga kesal karena terus diteriaki sepanjang laga dari pinggir lapangan.

Timnas Argentina menghadapi Bolivia di Stadion Hernando Siles, Bolivia, Rabu (14/10/2020) pagi WIB. Messi sendiri dimainkan sejak menit pertama dalam pertandingan yang dimenangkan Argentina dengan skor 2-1.

Adapun gol-gol tim tango ke gawang Bolivia dicetak oleh Lautaro Martinez dan Joaquin Correa. Sementara sebiji gol dari kubu tuan rumah dicetak oleh Marcelo Moreno.

Di akhir laga, Messi sempat terlibat sebuah insiden dengan Marcelo Moreno yang notabene adalah kapten Bolivia. Keduanya terlibat adu mulut di lapangan setelah Moreno mengejek Argentina dengan menyebut ‘makan itu enam’ merujuk pada kekalahan 6-1 Argentina di tempat yang sama pada 2009 silam.

Di tengah-tengah keributan kedua pemain tersebut, pelatih fisik Bolivia, Lucas Navas mendatangi Messi. Messi yang masih tersulut emosi lantas mengumpat ke Lucas Nava.


Baca Juga:



Dilansir dari
The Sun, perseteruan Messi dengan Lucas Nava terjadi karena sang pelatih kerap melontarkan kata-kata kasar kepada penyerang Barcelona itu. Bahkan Nava diklaim sudah melakukannya hampir di sepanjang jalannya laga Bolivia vs Argentina.

Dalam rekaman yang terambil, Messi seperti kesal dengan sikap Lucas Nava yang selalu meneriakinya dari pinggir lapangan. Dan saking kesalnya, Messi sampai memanggil Nava dengan sebutan ‘Botak’.

“Ada apa dengan kamu botak? Kamu meneriaki saya di sepanjang pertandingan. Apa yang kamu lakukan? Dari bangku cadangan, kamu terus meneriaki saya.” sembur Messi dilansir dari The Sun.

Perseteruan antara Messi dan Lucas Nava ini sendiri hanya berlangsung sesaat karena para pemain dan official kedua tim langsung memisahkan keduanya.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Sering Berbagi Kamar, Aguero Sebut Messi Tukang Ngomel

Vivagoal La Liga – Sergio Aguero dan Lionel Messi diketahui memiliki hubungan yang sangat dekat baik di dalam maupun di luar lapangan. Wajar jika Aguero tahu betul sifat Messi yang disebutnya tukang ngomel.

Aguero dan Messi merupakan teman dekat sedari bermain di level timnas Argentina kelompok umur. Ya, Aguero dan Messi adalah sahabat seangkatan yang pernah bahu membahu membawa negaranya menjuarai Piala Dunia U-20 tahun 2005 silam, termasuk memenangi medali emas Olimpiade 2008 dan sama-sama mencetak dua gol di turnamen itu.

Meskipun profilnya kalah hebat dibanding Messi, tapi Aguero tak pernah cemburu pada pemain terbaik dunia enam kali itu. Striker Manchester City tersebut mengaku sudah terlanjur menganggap Messi sebagai saudara ketimbang sekadar teman satu profesi.


Baca Juga:


Dan baru-baru ini, Aguero mengungkapkan bagaimana rasanya berbagi kamar (room mate) di setiap pertandingan Internasional bersama Messi sejak tahun 2005 silam. Menurutnya, Messi itu sangat suka mengomel. Aguero bahkan mengandaikan hubungannya dengan Messi seperti pasangan suami istri tua.

“Dia (Messi) selalu mengeluh. Kami itu seperti pasangan suami-istri tua saja. Saya selalu ketiduran dengan televisi masih menyala dan ketika saya bangun di pagi harinya, Messi akan mengomel kepadaku.” ucap Aguero dilansir dari Daily Mail.

“Dia tiba di hotel dan langsung mandi, sementara saya duduk dan mengobrol di telepon. Messi lalu datang mengingatkanku bahwa kami harus segera turun ke bawah untuk makan malam dan kami tidak punya banyak waktu.” tegasnya.

Sayangnya, kedekatan Aguero dan Messi ini tidak berdampak baik pada karier mereka berdua di timnas Senior. Gemilang di level junior, Messi dan Aguero sepertinya melempem jika bermain untuk timnas Argentina senior. Sedari 2006 silam, rekor Messi dan Aguero adalah 4 Piala Dunia, 4 Copa America, nihil trofi.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Bolivia vs Argentina: Aguero Minta Messi Pukul Moreno

0

VivagoalLa Liga –Bertajuk laga kualifikasi Piala Dunia 2022, duel antara timnas Argentina versus Bolivia berlangsung panas. Sergio Aguero sampai meminta sahabatnya Lionel Messi menonjok Marcelo Moreno penyerang Bolivia.

Pertandingan antara Argentina kontra Bolivia dilangsungkan di Estadio Hernando Siles, La Paz, Rabu (14/10/2020) pagi WIB. Sejak kick-off dimulai, laga kedua tim berlangsung ketat sejak awal. Messi dan Marcelo Moreno pun sampai terlibat sebuah insiden di akhir laga.

Kedua penyerang top Amerika Latin tersebut sempat terlibat adu mulut di lapangan ketika Argentina berhasil menutup pertandingan dengan kemenangan 2-1 berkat gol Lautaro Martinez dan Joaquin Correa. Sementara Bolivia hanya bisa membalas sebiji gol melalui Marcelo Moreno.

Seperti diklaim oleh Marca, Messi terlihat bersitegang dengan Moreno karena diawali sumpah serapah Moreno yang mengejek para pemain Argentina seusai laga. Moreno menyebut ‘makan itu enam’ merujuk pada kekalahan 6-1 Argentina di tempat yang sama pada 2009 silam.

Messi yang mendengar hal itu lalu merespon Moreno dengan berkata, ‘ada apa denganmu’? Ucapan Messi ini membuat Moreno merasa ditantang dan tersulut emosi. Tapi sebelum keduanya adu jotos, para pemain Bolivia dan Argentina berhasil melerai dan menenangkan Messi maupun Moreno.


Baca Juga:



Yang menarik, perselisihan Messi dan Moreno ini justru ditanggapi dengan bercanda oleh sahabat Messi, Sergio Aguero yang menonton melalui televisi karena masih dalam proses pemulihan cedera lutut yang dideritanya.

Melalui akun instagram resminya, Aguero mengunggah cuplikan Messi marah-marah kepada Moreno dengan membubuhkan caption, yang kurang lebih artinya, ‘pukul dia Messi’ disertai emoji tertawa.

Di sesi konferensi pers, Moreno lalu menjelaskan situasinya dengan Messi. Menurut Moreno yang dianggap sebagai penyerang terbaik sepanjang masa Bolivia itu, apa yang terjadi dengan Messi masih dalam batas wajar.

“Itu adalah pertandingan klasik. Sangat rentan gesekan seperti kebanyakan sepakbola di Amerika Selatan. Tapi kami bermain dengan perasaan positif, makanya kejadian seperti itu biasa, kami memang menjalaninya seperti itu.” pungkasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Bekal Berharga Buat Argentina di Kualifikasi Piala Dunia 2022 Usai Kalahkan Ekuador

Vivagoal La Liga – Hasil positif berhasil ditorehkan timnas Argentina usai meraih kemenangan tipis 1-0 atas Ekuador di laga perdana babak kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Amerika Selatan. Lionel Messi pun menyebut kemenangan ini jadi bekal penting buat perjalanan tim tango di babak kualifikasi.

Menjamu Ekuador di Estadio La Bombonera, Buenos Aires, Argentina, Jumat (9/10/2020) pagi WIB, pasukan Lionel Scaloni sejatinya tampil begitu dominan dengan membukukan 8 shots berbanding 2 milik Ekuador. Namun dominasi itu menjadi tiada artinya setelah Ekuador menampilkan permainan keras dengan gemar melancarkan tekel.

Taktik ini sendiri berbuah fatal setelah Pervis Estupinan mengganjal Lucas Ocampos di area kotak terlarang pada menit 11. Lionel Messi yang maju sebagai eksekutor penalti dengan tenang menaklukkan kiper Ekuador, Alexander Dominguez dan merubah skor jadi 1-0.


Baca Juga:


Kendati demikian, hingga laga berakhir, Argentina tak kunjung bisa lagi menambah keunggulan. Meski menang tipis, bagi Lionel Messi kemenangan 1-0 itu sudah menjadi bekal yang cukup berarti setidaknya dalam upaya mereka lolos di kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Amerika Selatan.

“Sangat penting untuk memulai dengan sebuah kemenangan. Karena kami tahu betapa sulitnya bermain di laga kualifikasi. Pertandingan-pertandingan kualifikasi tidak pernah mudah. Terlebih kami sudah lama tidak bermain bersama dan kekhawatiran bisa tampil bagus membuat segalanya jadi lebih sulit,” ucap Messi dilansir dari laman resmi timnas Argentina.

“Kami tahu semuanya akan berjalan rumit. Namun, yang terpenting adalah kami menang. Sekarang, kami harus mengembangkan diri,” sambung kapten Barcelona tersebut.

Argentina sendiri akan kembali melakoni laga kualifikasi Piala Dunia 2022 keduanya dengan bertandang ke La Paz, markas timnas Bolivia pada Rabu (14/10/2020) dinihari WIB.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Ini Alasan Messi Kerap Melempem Di Timnas Argentina!

Vivagoal La Liga – Tak dapat dipungkiri, Lionel Messi adalah salah satu pemain terbaik dalam sejarah sepakbola dunia. Namun berbicara di level timnas, Messi selalu gagal memberikan gelar juara untuk Argentina. Menurut Scaloni, pemain Argentina mesti paham gaya bermain Messi.

Label pemain terbaik sepanjang masa diberikan kepada Messi berkat sepak terjangnya bersama klubnya, Barcelona. Sejak memulai debut profesional pada tahun 2004 silam, La Pulga telah mencetak 635 gol dan mengkreasikan 287 assist untuk membantu Barcelona memenangi 34 trofi juara.

Di level individual, sudah tidak terhitung lagi rekor yang sudah dipecahkan Messi. Pengakuan sebagai pesepakbola terbaik dunia pun telah disematkan kepadanya berupa enam koleksi Ballon d’Or, terbanyak sepanjang sejarah pemain sepakbola.

Tapi di tengah karier gemilangnya di level klub, Messi selalu kurang gelar juara jika bermain untuk timnas Argentina. Khusus untuk Piala Dunia, Messi yang sudah tampil empat kali dalam ajang terakbar sepakbola itu hanya sebatas baru sekali mencapai final dengan tim tango tepatnya pada Piala Dunia 2014 silam di Brasil.


Baca Juga:


Pelatih timnas Argentina saat ini, Lionel Scaloni menegaskan bahwa keberadaan pemain terbaik dunia bukanlah sebuah jaminan kesuksesan di timnas. Menurutnya, ada faktor lain yang membuat Messi kerap gagal tampil optimal jika membela Argentina, yaitu ia banyak terpengaruh dari pemain-pemain di sekitarnya.

“Apa yang mesti ditingkatkan oleh Argentina adalah mereka yang bermain di sekitar Messi. Idenya adalah kami memiliki sebuah tim yang tahu keinginan Messi. Tim yang tahu Messi akan ada disana,” ucap Scaloni dilansir dari ESPN.

“Akan sulit memang, kami punya banyak pemain bagus dalam skuad kami, kami punya sebuah tim yang kompetitif, yang mana jika setiap pemain bisa memberikan kemampuan terbaik mereka kami bisa melakukan banyak hal untuk Messi.” pungkasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Piala Dunia 2022 Jadi Ajang Perpisahan Messi Dengan Timnas Argentina

Vivagoal La Liga – Dengan usianya yang sudah tak muda lagi, Piala Dunia 2022 di Qatar bisa jadi yang terakhir untuk seorang Lionel Messi. Lionel Scaloni pun bertekad meloloskan timnas Argentina dari babak kualifikasi Piala Dunia 2022 demi Messi.

Lionel Messi akan menginjak usia 35 tahun saat Piala Dunia 2022 digelar di Qatar. Sejauh ini Messi telah memainkan 19 laga di empat ajang Piala Dunia, yakni Piala Dunia 2006, 2010, 2014 dan 2018.

Namun empat kali kesempatan tampil di Piala Dunia, Messi tak sekalipun bisa membawa Argentina keluar sebagai kampiun. Prestasi tertinggi yang bisa dibukukan Messi hanya membawa Albiceleste melaju hingga laga final pada Piala Dunia 2014 di Brasil.

Sementara pada Piala Dunia 2018 kemarin, Argentina-nya Messi sudah musti keluar gelanggang sedari babak 16 besar.


Baca Juga:


Merujuk pada hal tersebut, Lionel Scaloni pun bertekad bisa membawa pasukannya tampil di Piala Dunia 2022. Selain untuk mengakhiri puasa gelar selama lebih dari tiga dekade, Piala Dunia 2022 di Qatar juga ingin dijadikan Scaloni sebagai momen perpisahan dengan Messi.

“Kami ingin dan berharap bisa lolos ke putaran final Piala Dunia. Demi negara kami dan juga untuk alasan-alasan lain, seperti untuk Leo yang ingin tampil disana.” ucap Scaloni dilansir dari ESPN.

“Saya pribadi meyakini dia masih bisa tampil di Piala Dunia 2022. Leo masih bisa terus bermain di level tertinggi selama beberapa tahun kedepan.” imbuhnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Lionel Messi Sosok Inspirasi Bintang Udinese Satu Ini

Vivagoal Serie A – Pemain Udinese, Rodrigo De Paul menyebut Lionel Messi merupakan pemain sepakbola paling komplit. Menurutnya megabintang Barcelona itu mampu mengolah bola dengan teknik yang sempurna dan sosok pemimpin sejati di atas lapangan.

De Paul sendiri merupakan pemain timnas Argentina sejak 2018. Penampilan gemilangnya berhasil menjaga satu tempat di skuad yang ditukangi Lionel Scaloni hingga saat ini. Hal tersebut membuat De Paul memiliki kesempatan bermain dengan Messi.

Paul mengaku dirinya sangat menikmati bermain bersama El Pulga ketika di atas lapangan. Sebab permainan bintang Barcelona itu mampu membuat takjub rekan setimnya.

Selain itu, Paul menyebut Messi adalah seseorang yang mudah untuk diajak berbicara, baik tentang dunia sepakbola maupun hal pribadi.

“Anda jelas mengaguminya, tetapi ketika Anda mulai berbagi sesuatu dengannya, dia begitu transparan sehingga alih-alih mengatakan apa yang Anda pikirkan tentang dia, Anda merasa lebih seperti bertanya kepadanya tentang anak-anak kecilnya,” ucap De Paul dikutip dari Goal.


Baca Juga:


“Ketika dia menjadi kapten Anda, Anda akan pergi berperang untuknya jika dia meminta Anda melakukannya. Kuncinya adalah semua orang tahu apa yang diharapkan untuk mereka lakukan, tidak ada yang mencoba menyembunyikan berita utama,” tambahnya

“Satu-satunya yang tak tersentuh adalah Leo. Kita semua berkontribusi dengan melakukan apa pun yang diminta dari kita,” tutup Paul.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Tak Masuk Skuad Timnas Argentina, Angel Di Maria Marah Besar

0

Vivagoal – Ligue 1 – Entah apa yang berada di benak Lionel Scaloni ketika memutuskan memanggil para pemain guna memperkuat skuad timnas Argentina untuk laga kualifikasi Piala Dunia 2022. Sebabnya, jelang duel kontra Ekuador dan Bolivia, Scaloni malah tidak memanggil Angel Di Maria yang tampil begitu bagus bersama klubnya, Paris Saint-Germain.

Lionel Scaloni diketahui sudah mengumumkan ke-26 nama pemain yang dipanggil untuk memperkuat Albiceleste saat menjamu Ekuador di Stadion Monumental, Buenos Aires, Argentina, 8 Oktober mendatang. Dilanjutkan dengan tandang ke markas Bolivia, lima hari setelahnya.

Jelang duel bertajuk kualifikasi Piala Dunia 2022 tersebut, Scaloni masih memanggil nama-nama lama, seperti Lionel Messi, Paulo Dybala, Nicolas Otamendi dan Leandro Paredes. Yang menarik, Scaloni sama sekali tidak menyertakan nama Angel Di Maria.

Padahal, dalam empat laga awal PSG musim 2020/21 ini, Di Maria menjadi satu-satunya pemain yang belum pernah diistirahatkan oleh pelatih Thomas Tuchel. Total sudah ada satu gol dan satu assist yang telah ia sumbangkan untuk membantu PSG meraih dua kemenangan beruntun di ajang Ligue 1 musim ini.

Di Maria sendiri merasa sangat geram dengan keputusan Scaloni yang tidak memanggilnya untuk kualifikasi Piala Dunia. Ia gagal paham dengan keputusan tersebut karena dirinya merasa dalam performa terbaik di PSG, tapi ternyata tak dilirik oleh sang pelatih.


Baca Juga:


“Saya tidak bisa menemukan penjelasan, saya tidak dapat berkata-kata. Timnas Argentina adalah yang paling penting bagi saya. Jika saya bekerja keras di PSG, itu demi membuka peluang masuk timnas. Sulit buat saya memahami ketika saya berada dalam momen terbaik, saya justru tidak dipanggil.” sembur Di Maria seperti dilansir dari Goal International.

“Apakah saya tua di usia 32 tahun? Banyak orang mengatakan bahwa saya sudah tua, tapi saya baru 32 tahun dan saya masih terus berlari dengan kecepatan yang sama di setiap laga. Saya tidak tua, buktinya saya bisa berada di level Neymar dan Mbappe.” tegasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

Meski Tampil Impresif Bersama PSG, Icardi Tak Dipanggil Timnas Argentina, Kenapa?

0

Vivagoal – Ligue 1 – Entah apa yang menjadi dasar pemikiran Lionel Scaloni saat memanggil pemain untuk memperkuat skuad timnas Argentina di laga kualifikasi Piala Dunia 2022 mendatang. Pasalnya, tuk laga melawan Ekuador dan Bolivia, Scaloni enggan memanggil Mauro Icardi yang tampil begitu bagus bersama Paris Saint-Germain.

Baru-baru ini, Lionel Scaloni mengumumkan nama ke-30 pemain yang diikutkan dalam laga timnas Argentina melawan Ekuador pada 8 Oktober 2020 nanti di Stadion Monumental, Buenos Aires, Argentina, dan lima hari setelahnya menghadapi Bolivia di Stadion Hernando Siles.

Untuk melakoni dua laga kualifikasi Piala Dunia di Qatar tersebut, skuat Albiceleste masih dihiasi beberapa pemain lama, diantaranya adalah Lionel Messi, Paulo Dybala, Nicolas Otamendi dan Leandro Paredes. Yang menarik, Scaloni sama sekali tidak menyertakan nama Mauro Icardi.

Padahal sejak memperkuat PSG pada awal musim 2019/20 kemarin, Mauro Icardi sudah tampil sangat bagus bersama klub barunya tersebut. Penyerang berusia 26 tahun itu bahkan lebih dipilih untuk dipermanenkan oleh manajemen Les Parisiens ketimbang memperbaharui kontrak Edinson Cavani yang notabenenya adalah pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah PSG.

Kemudian, Scaloni justru lebih memilih memanggil anak dari pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone yaitu Giovanni Simeone yang bermain di Cagliari. Giovanni sendiri hanya bisa melesakkan 12 gol dari 37 laga yang dimainkannya bersama Cagliari di semua ajang musim kemarin, dan hanya bisa membantu klubnya tersebut finish di peringkat ke-14 klasemen akhir Serie A Italia.


Baca Juga:


Selain itu, Giovanni juga baru mencatatkan enam caps bersama timnas Argentina dengan torehan satu gol. Adapun laga terakhir Giovanni bersama tim tango terjadi pada 8 September 2018 lalu.

Sementara itu, berikut daftar nama pemain yang dipanggil masuk skuad timnas Argentina untuk laga kontra Ekuador dan Bolivia:

Kiper: Agustin Marchesin (FC Porto), Juan Musso (Udinese), Emi Martinez (Aston Villa)

Belakang: Nicolas Otamendi (Manchester City), Nicolas Tagliafico (Ajax), German Pezzella (Fiorentina), Juan Foyth (Tottenham), Renzo Saravia (Internacional), Walter Kannemann (Gremio), Leonardo Balerdi (Marseille), Facundo Medina (Lens), Nehuen Perez (Atletico Madrid)

Tengah: Marcos Acuna (Sevilla), Leandro Paredes (PSG), Giovani lo Celso (Tottenham), Rodrigo de Paul (Udinese), Guido Rodriguez (Real Betis), Nicolas Dominguez (Bologna), Exequiel Palacios (Bayer Leverkusen), Alexis Mac Allister (Brighton), Papu Gomez (Atalanta)

Depan:  Lionel Messi (Barcelona), Paulo Dybala (Juventus), Lautaro Martinez (Inter Milan), Cristian Pavon (LA Galaxy), Lucas Alario (Bayer Leverkusen), Giovanni Simeone (Cagliari), Joaquin Correa (Lazio), Lucas Ocampos (Sevilla), Nicolas Gonzalez (Stuttgart)

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

HOT NEWS