Tag: Timnas Belanda

Tuk Kesekian Kalinya, Koeman Tegaskan Bakal Latih Barcelona Setelah Euro 2020

0

VivagoalLa Liga – Pelatih timnas Belanda, Ronald Koeman tuk kesekian kalinya kembali menegaskan bahwa dirinya sangat mungkin melatih Barcelona. Tapi hal itu baru terjadi setelah gelaran Piala Eropa 2020.

Koeman disebut sebagai kandidat terkuat pengganti Ernesto Valverde di kursi kepelatihan Barcelona. Pria 56 tahun itu mencuat setelah mampu mengangkat performa Belanda yang sebelumnya gagal lolos ke putaran final Piala Dunia 2018 lalu.

Baca juga: Terpinggirkan di Camp Nou, Begini Kegundahan Rakitic

Koeman juga punya hubungan emosional yang kuat dengan tim Catalan. Semasa aktif bermain, Koeman menghabiskan enam musim berkarier di Camp Nou. Selama periode itu, Koeman menahbiskan dirinya sebagai bek tertajam sepanjang sejarah klub dimana ia sukses mengemas 67 gol untuk Barcelona.

Koeman dianggap punya DNA Barcelona karena ia sangat setia dengan gaya khas Los Cules yakni Tiki Taka, termasuk senang dengan formasi 4-3-3. Meski, Koeman juga sebenarnya sangat fleksibel dalam mengembangkan skema permainan dimana ia juga kerap menerapkan formasi 3-5-2 atau bahkan 4-3-1-2.

Eks pelatih Everton ini sejatinya tidak menampik kemungkinan dirinya bakal kembali ke Camp Nou, namun ia menegaskan hal itu baru bisa dilakukannya usai gelaran Euro 2020.

“Bergabung dengan Barcelona adalah sesuatu yang sangat mungkin saya lakukan. Tapi itu hanya akan terjadi setelah Piala Eropa 2020.” tegas Koeman seperti dilansir Marca.

Baca juga: Vivagoal Bagi-bagi Jersey Gratis!

“Saya pribadi sebenarnya sudah bosan terus membicarakan kemungkinan melatih Barcelona. Agak aneh tuk terus membahas kemungkinan hengkang ke klub saat anda masih jadi pelatih Belanda.” kesalnya di sela-sela persiapan Belanda melakoni laga kontra Irlandia Utara, Minggu (16/11/2019).

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Ingin Jadi Pelatih Barcelona, Koeman Rela Tinggalkan Belanda

Vivagoal La LigaRonald Koeman disebut bisa meninggalkan timnas Belanda kapan saja meski kontraknya baru akan berakhir tahun 2022. Hal tersebut bisa terjadi karena dalam klausul kontraknya, ia bebas pergi jika ada tawaran melatih dari Barcelona.

Nama Koeman memang sempat disebut-sebut sebagai salah satu kandidat pelatih Barcelona di masa mendatang. Meski rekam jejaknya sebagai pelatih di level klub tak terlalu spesial, Koeman banyak dipuji setelah memimpin timnas Belanda hanya kalah 4 kali dari 18 pertandingan di semua ajang kompetisi.

Pertimbangan lainnya, Koeman disebut-sebut sudah memiliki DNA Barcelona dalam tubuhnya. Semasa aktif bermain, Koeman menghabiskan enam musim berkarier di Camp Nou. Selama periode tersebut, Koeman menahbiskan dirinya jadi bek tertajam sepanjang sejarah klub dimana ia sukses mengemas 67 gol untuk Barcelona.

Baca Juga: Kontraknya Habis 2021 di Barcelona, Messi Enggan Perpanjang

Koeman dianggap sudah sangat cocok untuk menjadi pelatih Luis Suarez Cs karena ia sangat setia dengan gaya bermain Barca, termasuk senang dengan formasi 4-3-3. Kendati, Koeman juga sangat fleksibel dalam mengembangkan tim dan disebut-sebut tertarik dengan formasi 3-5-2 atau bahkan 4-3-1-2.

Koeman sendiri sudah sempat mengungkapkan ketertarikannya melatih Barcelona. Namun, ia memilih ingin serius dulu membawa timnas Belanda lolos dulu ke putaran final Euro 2020 dan Piala Dunia 2022 mendatang.

Kendati begitu, direktur KNVB (federasi sepakbola Belanda), Nico-Jan Hoogma mengatakan bahwa kalau Koeman punya klausul khusus dalam kontraknya bisa meninggalkan Belanda kapan saja jika Barcelona datang menawarkannya pekerjaan.

“Saya harap kami bisa terus bekerjasama untuk waktu yang lama. Karena saya pikir Belanda sudah berjalan sangat baik ditangan Koeman.” ujar Nico dilansir dari Fox Sports NL.

“Tapi Koeman memiliki hasrat sangat kuat ingin menjadi pelatih Barcelona suatu hari nanti. Mari kita lihat apa yang akan terjadi. Sukses bersama Belanda pasti akan membantu dia, tapi sekali lagi, saya harap kebersamaan ini terus berlanjut hingga Piala Dunia di Qatar. Kesepakatan memang telah dibuat, dan Barcelona harus membayar tuk itu.” tandas Nico.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Hasil Kualifikasi Euro 2020: Belanda Hajar Estonia 4-0

0

Vivagoal Berita Bola – Poin penuh kembali didapatkan Belanda di ajang kualifikasi grup Piala Eropa 2020. Bertandang ke markas Estonia, Belanda menang telak dengan skor 4-0.

Memainkankan laga keenam Grup C di Stadion A Le Coq Arena, Selasa (10/9/2019) dini hari, Belanda sudah berhasil unggul di menit ke-17. Adalah Ryan Babel yang jadi pembuka pesta gol De Oranje usai memaksimalkan umpan Daley Blind.

Baca juga: Hasil Euro 2020: Jerman Kalahkan Irlandia Utara 2-0

Hanya dua menit setelah babak kedua dimulai, Belanda kembali berhasil menambah keunggulan jadi 2-0. Ryan Babel kembali jadi momok bagi lini pertahanan Estonia setelah umpan silang Memphis Depay berhasil dituntaskan dengan gol melalui sundulan.

Memasuki menit ke-76, Depay ikut mencatatkan namanya di papan skor setelah sepakan mendatarnya dari tepi kotak penalti hasil umpan Matthijs de Ligt gagal dihalau kiper Estonia, Lepmets.

Empat menit sebelum laga usai, Wijnaldum akhirnya menutup pesta gol Belanda jadi 4-0 setelah umpan tendangan bebas Depay dari sisi kanan lapangan berhasil ditanduk dari jarak dekat.

Baca juga: Hasil Euro 2020: Spanyol Pesta Gol, Gasak Kep Faroe 4-0

Dengan hasil ini, Belanda menempati posisi ketiga klasemen dengan poin 12 hasil dari empat pertandingan. Tim besutan Ronaldo Koeman terpaut tiga angka dari Jerman dan Irlandia Utara yang berada di posisi 1 dan 12 yang sudah memainkan lima laga.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com

Detik-Detik Belanda Permalukan Jerman di Kandangnya

0

Vivagoal Berita BolaEnam gol tercipta saat Jerman menjamu Belanda di babak kualifikasi Grup C Piala Eropa 2020. Sempat tertinggal, De Oranje akhirnya berhasil comeback dengan skor akhir 4-2.

Berlaga di Volksparkstadion, Hamburg, Sabtu (7/9/2019) dini hari, Belanda tampil menyerang. Namun demikian tuan rumah mampu unggul terlebih dahulu. 

 Joshua Kimmich melepas umpan terobosan yang berhasil dikejar Lukas Klostermann untuk dituntaskan dengan sepakan terarah. Meski sempat ditepis Jasper Cillessen, bola muntah langsung disambar Serge Gnabry ke gawang Der Panzer,1-0 Jerman unggul hingga turun munu,

Memasuki babak kedua, Belanda coba melakukan pergantian dua pemain dengan memasukkan Davy Propper dan Doneyll Malen. Keputusan ini terbukti jitu setelah De Jong berhasil mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-59 setelah menerima umpan silang Ryan Babel dari sisi kiri.

Belanda malah berbalik unggul pada menit ke-66 ketika terjadi kemelut di depan gawang usai Neuer menepis sundulan Van Dijk hasil umpan tendangan sudut Memphis Depay. Bola muntah disambar lagi oleh Depay kemudian coba diumpankan lagi ke kotak penalti dan membentur kaki Tah yang berujung pada gol.

Jerman coba membalas pada menit ke-71 setelah mereka dihadiahi penalti menyusul handball De Ligt. Kroos yang maju sebagai eksekutor dengan dingin mengecoh Cillessen. Skor pun jadi sama kuat 2-2.

Pada menit ke-78, Belanda kembali unggul setelah Doneyll Malen mencetak gol. Belanda akhirnya bisa mengunci kemenangan 4-2 setelah Wijnaldum ikut mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-93.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com

Prediksi Jerman vs Belanda: Der Panzer Diunggulkan

0

Vivagoal Berita BolaJelang laga kontra Belanda, Jerman memiliki satu kekurangan cukup fatal di skuatnya. Lini belakang mereka dinilai kurang berpengalaman yang bakal bisa dieksploitasi besar-besaran oleh Der Oranje.

Dari enam pemain belakang Jerman yang dipanggil Joachim Loew, hanya Matthias Ginter dan Niklas Sule yang caps-nya sudah mencapai dua digit. Tak ada lagi bek macam Mats Hummels dan Antonio Rudiger yang begitu kaya pengalaman dalam skuat Jerman kali ini.

Di sisi lain, Joachim Loew juga sudah memposisikan Joshua Kimmich sebagai seorang gelandang jangkar. Kondisi itu membuat pilihan Loew tuk pos lini pertahanan jadi sangat terbatas. Tapi positifnya, Loew tidak mengalami kesulitan saat meramu komposisi tuk lini tengah dan lini serang.

Hal yang menguntungkan lagi, Jerman belum terkalahkan dalam sembilan laga terakhirnya jika bermain di Hamburg. Tapi uniknya, kali terakhir Jerman menelan kekalahan di kota ini, adalah ketika menghadapi Belanda pada semifinal Euro 1988, yakni dengan skor 1-2.

Kendati punya skuat minim pengalaman, secara head to head, Jerman masih layak diunggulkan bisa menang atas Belanda di laga kali ini. Pasalnya, dari 43 pertemuan, Jerman sukses 16 kali menang, 16 diimbangi dan 11 kali kalah. Selain itu, Belanda juga baru sekali menang dalam 8 laga terakhir melawan Der Panzer, yakni 3-0 di ajang UEFA Nations League pada Oktober 2018.

Baca Juga: Juru Gedor Andalan Jerman Tak Sabar Ingin Hadapi Van Dijk

Jerman akan menghadapi Belanda di Stadion Volkspartstadion, Hamburg, Jerman dalam laga lanjutan kualifikasi Euro 2020 Grup C, Sabtu (7/9/2019) dini hari besok.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com

Juru Gedor Andalan Jerman Tak Sabar Ingin Hadapi Van Dijk

0

Vivagoal Berita Bola – Jerman akan menghadapi Belanda dalam lanjutan Kualiikasi Grup C Euro 2020 di Hamburg pada Sabtu (7/9) mendatang. Striker andalan Jerman, Timo Werner mengaku tak sabar untuk menghadapi pemenang pemain terbaik Eropa 2019, Virgil Van Dijk.

Sebelum laga, Werner pun buka suara terkait kans Tim Panser dalam laga tersebut. Menurutnya, Jerman bisa mencetak gol dalam keadaan apapun, melawan siapapun. “Kami selalu bisa mencetak gol. Selama kami bertahan dengan baik, kami punya cukup kualitas untuk mencetak gol,” kata Werner di sesi konferensi pers, seperti dinukil Goal International.

Baca Juga: Jerman Berpotensi Mainkan Wonderkid Baru Melawan Rival Abadinya

Ia juga menyebut jika Belanda memiliki salah satu bek terbaik di dunia dalam diri Virgil Van Dijk. Ia pung mengaku ingin secepanya bersaing dengan pemain terhebat di dunia. Meski begitu, Werner tetap menghimbau kepada Belanda karena Jerman memiliki berbagai pemain berkualitas untuk mengoyak gawang Jasper Cilessen.

Saat ini, Jerman berada di peringkat kedua Grup C dengan torehan sembilan poin dari tiga laga yang telah mereka mainkan. Sementara Belanda berada satu strp di bawah Jerman dengan raihan tiga poin dari sepasang laga yang telah mereka mainkan.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com

Jerman Berpotensi Mainkan Wonderkid Baru Melawan Rival Abadinya

0

Vivagoal Berita Bola – Cederanya Antonio Rudiger nyatanya tak membuat pelatih Timnas Jerman, Joachim Low pusing. Ia menyebut Jerman akan memainkan wonderkid terbarunya, Jonathan Tah dalam laga kontra rival abadinya, Belanda di Hamburg, Sabtu (7/9) mendatang.

Tah, yang merupakan pemain Leverkusen memang memiliki kesempatan untuk tampil penuh menggantikan bek Chelsea itu. Bahkan, hal tersebut sudah disampaikan langsung oleh pelatih tim panser, Joachim Low.

“Setelah cederanya Toni Rudiger, dia [Tah] tentunya punya kesempatan bagus” kata Low di sesi konferensi pers, seperti dinukil Goal International. “Jonathan sudah menjadi bagian dari skuad sejak 2016. Dia pernah mengapteni timnas U-21 pada musim panas dan menjalani turnamen yang fantastis dan, meski terlambat menjalani pramusim, dia sudah memulai musim dengan luar biasa.

Menurut Low, sang pemain memiliki kekuatan fisik yang mumpuni. Selain itu, Tah juga memiliki kecepatan dan kemampuan olah bola yang cukup baik.

Baca Juga: Kualifikasi EURO 2020: Jerman Bidik Kemenangan Atas Rival Abadinya

Laga Jerman kontra Belanda sendiri merupakan lanjutan Kualifikasi EURO 2020 Grup C. Sebelumnya, Jerman berhasil mengandaskan Belanda 2-3 di Amsterdam pada Maret lalu. Kedua tim hanya berselisih satu strip. Jerman berada di urutan kedua dengan 9 poin dari tiga laga yang sudah dimainkan. Sementara sang rival abadi berada satu strip di bawah Jerman dengan raihan tiga poin dari sepasang laga yang sudah dihelat.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com

Kualifikasi EURO 2020: Jerman Bidik Kemenangan Atas Rival Abadinya

0

Vivagoal Berita Bola – Kiper Jerman, Manuel Neuer membidik kemenangan atas Timnas Belanda dalam lanjutan Kualifikasi EURO 2020. Kedua tim akan bentrok di Hamburg pada Sabtu (7/8) mendatang.

Sekedar catatan, Jerman dan Belanda merupakan rival abadi. Pertemuan kedua tim memang kerap panas di atas lapangan. Saat ini, kedua tim terpaut satu peringkat di papan klasemen sementara Grup C. Jerman berada di peringkat kedua dengan raihan sembilan poin sementara Belanda berada satu strip di bawahnya dengan torehan tiga angka dari dua laga yang sudah dimainkan.

Terkait pertemuan kedua tim, kiper sekaligus kapten Timnas Jerman, Manuel Neuer buka suara. “Mereka [Belanda] adalah tim yang sangat dinamis dan berbahaya saat bermain dari belakang,” ujarnya di sesi konferensi pers. “Mereka memiliki beberapa individu fantastis, dan bermain sangat baik sebagai sebuah tim,” buka kiper Bayern kepada Goal International.

“Namun kami juga punya kekuatan. Kami mampu mencari banyak celah melawan Belanda di pertandingan terakhir, yang memudahkan kami mencetak gol. Pertandingan nanti akan berjalan seimbang, namun kami bertekad untuk memenangkannya,” tambahnya.

Sekedar catatan, kedua tim terakhir kali bertemu di ajang yang sama di Amsterdam Maret silam. Saat itu, Jerman berhasil mengunci laga dengan skor tips 3-2 via gol telat dari wonderkid mereka, Nico Shulz.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com

De Ligt Tak Maksimal, Pelatih Belanda Kritik Taktik Juventus

0

Vivagoal Serie AMatthijs De Ligt boleh dibilang belum membuktikan kualitasnya musim ini. Namun Ronald Koeman melihat jika itu semua bukan murni kesalahan si pemain. Pendekatan taktik Juventus menjadi penyebab tak maksimalnya peran eks Kapten Ajax itu.

Performa De Ligt disebut belum sepadan dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk memboyongnya dari Ajax Amsterdam. Dengan harga 85 juta euro, kesalahan-kesalahan yang dilakukannya di laga Napoli tentu tidak seharusnya terjadi. Dalam laga debutnya di Serie A tersebut, De Ligt dianggap bertanggung jawab dalam dua gol Napoli karena gagal melakukan pengawalan terhadap Hirving Lozano dan Giovanni Di Lorenzo.

Namun Koeman melihat jika semuanya bukan salah De Ligt. Menurutnya situasi tersebut tak bisa sepenuhnya dicegah oleh De Ligt terlebih pelatih salah menempatkan sang pemain dalam taktik bertahan yang mereka terapkan.

“Saya takkan menaruhnya di sisi kiri pertahanan. Saya akan menaruh [Leonardo] Bonucci di sana. Dia lebih berpengalaman,” tutur Koeman seperti yang dikutip dari Goal International.

“Dia tidak bermain dengan baik, itu benar. Dia mengalami momen buruk dalam gol Lozano. Dua gol lainnya berbeda. Itu adalah tendangan bebas yang masuk dan selalu sulit untuk bertahan dalam situasi itu.”

Baca Juga: Juventus Terancam Gagal Datangkan Bek Arsenal?

Pelatih De Ligt di timnas Belanda itu kemudian menggambarkan jika situasi serupa pernah ia alami saat baru datang ke Barcelona. Banyak orang melihat perubahan baik tim maupun gaya bermain adalah hal sepele, namun tidak bagi para pemain.

“Terkadang orang-orang memandang remeh perubahan. Saya masih memiliki surat kabar yang memuat pertandingan pertama saya di Barcelona. Itu adalah bencana. Kami kalah 0-2 dan semua orang mempertanyakan kedatangan saya di sana,” tambahnya.

“Tapi bila anda menanyakan soal saya kepada mereka, saya yakin akan berbeda. Jadi Matthijs baru berumur 20 tahun. Di televisi, mereka menganggap pergantian ke klub baru adalah hal yang sangat mudah,” sambungnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Koeman: De Ligt Masih Beradaptasi dengan Sepak Bola Italia

Vivagoal Serie APelatih timnas Belanda, Ronald Koeman membeberkan jika saat ini Matthijs de Ligt tengah bekerja keras untuk bisa beradaptasi dengan sepakbola Italia yang memiliki sistem berbeda dengan yang ada di Belanda.

Kiprah De Ligt di Serie A harus tertunda setelah dirinya hanya duduk di bangku cadangan saat Juventus berkunjung ke markas Parma akhir pekan kemarin. Maurizio Sarri lebih memilih memasang duet lama Giorgio Chiellini dan Leonardo Bonucci.

Keputusan membangku cadangkan De Ligt tentu cukup mengejutkan. Selain karena ia merupakan rekrutan termahal Juve musim panas ini, De Ligt juga tak pernah absen dalam tur pramusim yang mereka lakukan kemarin.

Koeman sendiri meyakini jika keputusan yang dilakukan oleh Juventus cukup beralasan. Pasalnya, ia sadar jika De Ligt masih butuh waktu untuk beradaptasi dengan sepak bola Italia yang sangat berbeda dengan yang ada di Belanda.

Baca Juga: Jika Terus Dicadangkan, De Ligt Bisa Kehilangan Tempatnya di Timnas!

“Saya sempat berbicara dengan Matthijs dua pekan lalu. Kemudian ia juga mengindikasikan bahwa ia harus beradaptasi dengan cara bermain dan bertahan di Italia,” ungkapnya pada Studio Voetbal.

“Itu adalah sesuatu yang berbeda dari apa yang biasa ia lakukan saat masih bermain untuk Ajax. Di sepakbola Italia, tentu saja di posisinya, ia memiliki tugas untuk menjadi nol kebobolan (menjaga clean sheet). Ini tidak tentang struktur, seperti sistem milik kami yang di Belanda,” terangnya.

De Ligt sempat mengaku jika dirinya cukup terkejut dengan keputusan klub untuk tidak memainkannya. Namun demikian ia sadar untuk bisa mendapatkan tempat, ia harus bekerja keras.

“Saya masih berusaha untuk bisa menguasai bahasa [Italia] dan saya tahu beberapa istilah sepak bola, tetapi saya ingin meningkatkan kemampuan berbahasa Italia saya. Saya mengikuti kursus lima kali sepekan dan itu berjalan dengan baik,” ungkap De Ligt.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS