Tag: Timnas Brasil

Ancaman Joachim Loew di Ruang Ganti Yang Bikin Jerman Menang 7-1 Atas Brasil

Vivagoal Bundesliga – Dibalik kemenangan bersejarah Jerman atas Brasil pada piala dunia 2014 silam, ternyata bukan karena cuma strategi jitu yang dibuat oleh Joachim Loew. Sang pelatih juga melontarkan ancaman keras yang membakar semangat pemain Der Panzer untuk mempermalukan Brasil.

Sebagaimana yang sudah diketahui, pada laga semifinal Piala Dunia 2014 yang mempertemukan antara tuan rumah Brasil vs Jerman berakhir dengan begitu menakjubkan. Selecao, negara dengan yang paling banyak meraih trofi Piala Dunia, harus menerima kekalahan terbesar mereka sepanjang sejarah di seluruh ajang kompetisi.

Bukan hanya kekalahan terbesar secara statistik, tapi kekalahan terbesar secara psikologis bagi sejarah agung sepakbola Brasil. Bagi Jerman sendiri, ada dua catatan penting dimana kemenangan 7-1 atas Brasil sekaligus menggeser dua rekor tim Samba lainnya.

Dengan tujuh gol yang mereka gelontorkan ke gawang Brasil kala itu, Der Panzer jadi tim paling produktif sepanjang gelaran Piala Dunia dengan 223 gol, lebih banyak dua gol dari torehan Brasil. Adapun penyerang andalan mereka, Miroslav Klose sukses menggeser Ronaldo da Lima sebagai top skor Piala Dunia sepanjang masa dengan 16 gol berbanding 15 milik The Fenomenal.


Baca Juga:


Sami Khedira yang menjadi anggota skuad Jerman saat itu mengungkapkan bahwa sikap Loew yang begitu keras kepada para pemainnya di jeda paruh pertama menjadi alasan Jerman pantang kendur di babak kedua meski sudah unggul 5-0 di babak pertama.

Menurut Khedira, sedianya Loew melakukan rotasi pemain untuk menjaga kondisi pemainnya menghadapi Argentina di partai final. Tapi sebaliknya, Loew malah mengancam akan memarkir pemain yang tampil buruk di babak kedua.

“Loew berkata pada kami, “Hebat! Tapi pertandingan belum sepenuhnya selesai. Jika saya melihat siapapun bermain-main di babak kedua, saya akan langsung menariknya dan memarkirnya.” ungkap Khedira seperti dilansir dari Sport Bild.

“Perkataan Loew itu langsung menyingkirkan euforia kami dan berkata, “ayo mulai lagi dalam kondisi 0-0, dan saya ingin kalian memenangkan babak kedua.” sungguh itu adalah pidato yang luar biasa darinya.” sambung Khedira.

Selalu update berita bola terbaru seputar Bundesliga hanya di Vivagoal.com

Cerita Masa Lalu Neymar Yang Tak Banyak Orang Tahu

Vivagoal Ligue 1 Neymar pernah disebut sebagai sebagai pesepakbola terbaik ketiga di dunia setelah Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Legenda sepakbola Brasil, Pele bahkan sangat sering membandingkan kehebatan Neymar dengan Messi ataupun Ronaldo. Menurutnya, teknik olah bola Neymar lebih baik dari Ronaldo dan Messi, meski keduanya sudah punya koleksi lima dan enam gelar Ballon d’Or.

Barcelona sendiri adalah klub pertama Neymar di Eropa. Bersama tim Catalan, Neymar berkembang pesat dan langsung mendapat predikat sebagai pemain termahal dunia setelah Paris Saint-Germain merekrutnya musim panas 2017 silam. Namun yang menarik kemudian, ternyata Neymar punya masa lalu yang tidak banyak orang yang tahu.

Dan berikut beberapa fakta masa lalu Neymar yang tidak banyak orang ketahui seperti dilansir seperti dilansir dari Sportskeeda.

1. Neymar Satu-Satunya Pemain Yang Bisa Buat Presiden Barca Mundur

Neymar diboyong Barcelona dari klub asal Brasil, Santos pada tahun 2014 sialm. Kabarnya, ia ditebus dengan banderol sebesar 57 juta euro dan menjadi salah satu biaya transfer termahal klub Amerika Selatan ke Eropa.

Kendati begitu, otoritas pajak Spanyol kemudian melakukan investigasi dan menemukan fakta bahwa proses transfer Neymar tidak wajar. Setelah kejaksaan Spanyol menuntut semua dokumen transfer dibuka, hasilnya, biaya transfer Neymar dari Santos ternyata mencapai 86,2 juta euro.

Skandal transfer ini akhirnya bikin Presiden Barca saat itu, Sandro Rosell mengundurkan diri dan posisinya digantikan Josep Maria Bartomeu yang saat itu menjabat wakil presiden klub.


Baca Juga:



2. Bukan Barcelona, Tapi West Ham, Klub Pertama Yang Menawar Neymar

Dengan talenta dan bakat yang luar biasa besar, banyak klub top Eropa sempat berebutan untuk mendapatkan tandatangan Neymar semasa ia masih memperkuat Santos. Tapi tak banyak tahu, kalau klub asal Inggris, West Ham United-lah yang pertama menemukan bakat Neymar saat usianya baru 16 tahun.

The Hammers kala itu bahkan telah mengajukan penawaran sebesar 12 juta euro, namun ditolak oleh Santos. West Ham pun harus mengubur mimpinya dalam-dalam tuk bisa memiliki Neymar di masa depan jika merujuk pada harga si pemain yang sudah berada di angka 200 juta euro atau naik sebesar 1,667 persen, sangat jauh diatas kekuatan finansial mereka.

3. Di Usia 20 Tahun, Neymar Telah Mencatatkan Milestone 100 Gol

Insting gol Neymar tak perlu diragukan lagi. Banyak bukti sahih yang menegaskan bahwa Neymar adalah pemain dengan talenta besar dan penyerang yang haus gol. Salah satunya adalah, saat usianya baru menginjak 20 tahun, Neymar telah bisa membukukan 100 gol baik di level klub maupun internasional.

Catatan Neymar ini jauh meninggalkan dua superstar sepakbola, Messi dan Ronaldo. Di usia yang sama, Messi baru bisa melesakkan 50 gol sementara Ronaldo lebih sedikit lagi, yakni 35 gol di level klub dan timnas Portugal.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

Bukan Neymar, Pemain Brasil Ini Akan Jadi Pengganti Suarez

Vivagoal La Liga – Raksasa La Liga Spanyol, Barcelona dilaporkan mempunyai target baru untuk memperkuat lini serang mereka. La Blaugrana dikabarkan akan mendatangkan Everton Soares dari Gremio untuk menggantikan Luis Suarez.

Diwartakan dari Don Balon bahwa tim berjuluk La Blaugrana itu memiliki opsi baru untuk lini serang mereka. Tim asal Catalunya itu diberitakan akan mendatangkan penyerang Brasil, Everton Soares.

Perlu diketahui, Soares merupakan salah satu striker terbaik yang sedang memperkuat Gremio. Bahkan, ia menjadi sosok yang bisa diandalkan di lini serang pada musim 2019 yang lalu.

Soarez juga tercatat telah mengemas total 15 gol dan tujuh asisst bagi timnya di semua kompetisi.

Tidak hanya itu, Soares juga bisa bermain di beberapa posisi di lini serang, sehingga Setien merasa sang pemain bakal sangat berguna untuk timnya.


Baca Juga:


Menurut kabar tersebut, pihak Gremio telah mempersilakan Barcelona untuk mengambil jasa Gremio.

Mereka telah menyadari bahwa mereka tidak mampu menahan kepergian Everton. Hal tersebut yang membuat mereka membiarkannya pergi. Akan tetapi, Gremio dilaporkan hanya mau melepaskan Everton di kisaran 40 juta Euro saja.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Neymar Anak Emas Di Timnas Brasil, Tite: Tidak Juga

0

Vivagoal Berita Bola – Pelatih tim nasional Brasil, Adenor Leonardo Bacchi alias Tite menegaskan bahwa Neymar bukanlah sosok yang tidak tergantikan di skuat besutannya. Meski begitu, ia tak menampik mencari sosok pengganti yang pas tuk Neymar bukanlah tugas yang mudah.

Neymar sudah menjadi pilar utama timnas Brasil dalam beberapa tahun terakhir. Perannya semakin sentral ketika Selecao ditangani oleh Tite. Kecuali cedera, penyerang Paris Saint-Germain tersebut jarang sekali ‘diparkir’ oleh pelatih berusia 58 tahun tersebut.

Tite bahkan pernah mempercayakan ban kapten timnas Brasil melingkar di lengan Neymar, meski akhirnya dicopot pada Copa America 2019 karena banyak menuai kritikan akibat ulah Neymar sendiri yang kerap membuat kontroversi di luar lapangan.

Di usianya yang baru 28 tahun, Neymar menjadi pemain termuda di Brasil yang bisa mencapai 100 caps di tim Samba. Total ia telah membuat 102 penampilan bersama timnas dengan torehan 61 gol. Neymar juga menjadi pencetak gol terbanyak ketiga untuk Brasil dibawah Ronaldo Nazario dengan 62 gol dan Pele 77 gol.

Tite sendiri mengakui bahwa peran Neymar dalam skuat besutannya sangat besar. Meski begitu, mantan pelatih Corinthians tersebut membantah jika Neymar disebut sebagai sosok yang tergantikan di timnas Brasil.


Baca Juga:



“Neymar sangat penting bagi Brasil, tapi bukan berarti ia tak tergantikan. Dalam setiap pertandingan, saya kerap bertanya, bagaimana cara mendapatkan yang terbaik dari dirinya, dan bagaimana pula saya harus menyeimbangkan tim.” ucap Tite seperti dilansir dari
Sportskeeda.

“Kami harus bisa memikul tanggung jawab sebagai sebuah tim yang kuat. Saya tidak ingin membebani semuanya kepada Neymar. Tapi untuk level dan kualitas yang ia miliki, dia hanya ada diantara dua pemain top dunia.,” Tite menegaskan.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com

Mantan Bek Brasil Ungkap Cara Kotor Redam Messi

Vivagoal La Liga – Mantan bek timnas Brasil, Felipe Melo mengungkapkan bagaimana dirinya memakai caran kotor untuk meredam permainan seorang Lionel Messi. Hal itu disampaikannya setelah Brasil berhasil menang 3-1 di babak kualifikasi Piala Dunia 2010 kontra Argentina.

Menghadapi Argentina di Gigante de Arroyito, Rosario, Argentina, 5 September 2009, timnas Brasil harus bekerja sangat keras sepanjang 90 menit pertandingan berlangsung.

Bagaimana tidak, selain Argentina yang tampil begitu dominan dengan penguasaan bola mencapai 63 persen, meredam Messi juga bisa dibilang bukan perkara yang mudah dilakukan.

Brasil berusaha sekuat tenaga untuk menetralisir permainan La Pulga, meski tak bisa sepenuhnya mematikan pergerakan pemain asal Rosario, Argentina itu.


Baca Juga: 


Sepanjang laga, Messi menggempur lini pertahanan Selecao dengan lima tembakan dari total 12 tembakan yang dicatatkan Argentina. Tapi dari lima shots itu, Messi hanya mampu melepaskan satu tembakan tepat sasaran.

Pada akhirnya, Argentina kalah dengan skor 1-3 berkat dua gol Luis Fabiano masing-masing pada menit ke-30 dan 66 dan Luisao di menit 24. Sementara Albiceleste hanya bisa membalas sebiji gol melalui Datolo.

Bertugas Mengawal Messi

Felipe Melo yang kala itu bertugas mengawal Messi mengaku bahwa dirinya sempat mengusulkan kepada semua rekan setimnya agar menggunakan sebuah cara kotor demi bisa meraih kemenangan atas Argentina.

“Messi adalah pemain yang unik. Saat Brasil melawan Argentina, kami dulu mengatakan bahwa kita harus menendang dia satu kali tiap orang. Kami harus bergantian menendangnya.” ungkap Melo seperti dilansir dari Marca.

“Jika kami tidak melakukan cara itu, maka kami terlalu sulit menjaganya. Kami tidak ingin membuatnya cedera, tapi hanya ingin merusak ritme permainan Messi.” Felipe Melo menambahkan.

Atas dasar pengalamannya itu, Melo pun mengakui bahwa dirinya masih melihat Messi sebagai pemain terhebat saat ini. Ia bahkan merasa Messi masih lebih baik dari Cristiano Ronaldo.

“Messi luar biasa daripada Cristiano Ronaldo. Cristiano bisa mencetak lima gol, tapi Messi bisa mencetak dengan jumlah sama, dan kemudian memberi assist untuk rekan setimnya mencetak gol.” terangnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Alisson Becker, Kiper Pertama Peraih Gelar Samba d’Or, Ini Daftarnya!

Vivagoal Liga Inggris – Penjaga gawang Liverpool, Alisson Becker, berhasil meraih gelar pemain terbaik Brasil atau Samba d’Or 2019. Hal tersebut membuatnya menjadi penjaga gawang pertama yang mampu meraih gelar tersebut dalam sejarah.

Alisson tampil gemilang sepanjang tahun 2019 kemarin, tidak hanya untuk klub namun juga timnas Brasil.

Tercatat sang kiper berhasil membantu Liverpool meraih gelar juara Liga Champions, Piala Super Eropa dan juga Piala Dunia Antarklub. Namanya juga membantu timnas Brasil membawa pulang trofi Copa America 2019.

Catatan tersebut membuat Alisson dinobatkan sebagai pemain terbaik Brasil atau yang dikenal dengan Samba d’Or 2019. Ia berhasil meraih 35,54 persen suara.

Di peringkat kedua ditempati oleh peraih gelar tahun sebelumnya, Roberto Firmino yang mengoleksi 23,48 persen suara. Berikutnya ada kapten PSG, Thiago Silva disusul oleh Fabinho.

Sedangkan Neymar hanya berada di peringkat kelima dengan meraih 7,75 persen suara. Neymar meluncur ke peringkat bawah setelah gagal tampil maksimal karena cedera tahun kemarin.

Gelar tersebut sekaligus mencatatkan sejarah di mana Alisson merupakan kiper pertama yang mampu meraih Samba d’Or sejak pertama digelar pada 2008 silam. Peraih pertama gelar tersebut adalah Kak sedangkan Thiago Silva dan Neymar menjadi pemain dengan perolehan gelar Samba d’Or paling banyak dengan masing-masing meraih tiga gelar.

Berikut daftar pemenang Samba d’Or selengkapnya dilansir dari AS:

2008: Kaka

2009: Luis Fabiano

2010: Maicon

2011: Thiago Silva

2012: Thiago Silva

2013: Thiago Silva

2014: Neymar

2015: Neymar

2016: Philippe Coutinho

2017: Neymar

2018: Roberto Firmino

2019: Alisson

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Cetak Hattrick, Gabriel Jesus Pecahkan Rekor Pemain Brasil

Vivagoal Liga Champions – Gabriel Jesus tampil cemerlang saat Manchester City melumat Dinamo Zagreb di matchday terakhir Liga Champions, Kamis (12/12/2019) dinihari WIB. Dari empat gol yang dilesakkan The Citizen dalam kemenangan 4-1 atas Dinamo, tiga diantaranya dibukukan oleh Gabriel Jesus.

Hattrick ke gawang Dinamo itu jadi yang kedua kalinya dilakukan Jesus di ajang Liga Champions. Sebelumnya, ia juga sukses menggelontorkan tiga gol saat Manchester City menggasak Shakhtar Donetsk 6-0 pada matchday ketiga Liga Champions, 7 November lalu.

Baca juga: Presiden Atalanta Tak Percaya Klubnya Tembus 16 Besar UCL

Dua hattrick Jesus di ajang Liga Champions musim ini membuatnya sukses menyamai capaian Neymar. Bedanya, Neymar mencetak hattrick dua kali dari dua klub yang berbeda. Hattrick pertama ia buat saat membantu Barcelona menang 6-1 atas Celtic FC musim 2013/2014. Adapun hattrick keduanya terjadi saat Paris Saint-Germain membungkam Red Star Belgrade 6-1 pada musim 2018/2019 lalu.

Selain Neymar dan Jesus, hanya ada dua pemain Brasil lainnya yang bisa mengemas lebih dari satu kali hattrick di ajang Liga Champions, yakni Adriano yang dua kali membuat trigol saat membela Inter Milan dan rekor hattrick terbanyak pemain Brasil masih dipegang oleh mantan penyerang AC Milan, Luiz Adriano dengan tiga kali mencetak tiga gol dalam satu laga.

Selain bisa menyamai capaian Neymar dan Adriano dengan dua kali hattrick di Liga Champions, Jesus juga jadi pemain Brasil pertama yang mampu mengemas 10 gol di ajang Liga Champions saat usianya belum menginjak 23 tahun. Mengenai catatan apik itu Jesus pun mengaku bangga.

“Ini spesial. Ketika saya berpikir tentang Liga Champions, saya selalu ingin bermain dan mencetak gol. Buatku, mencetak gol dan hattrick adalah momen yang sangat spesial.” jelasnya seperti dilansir dari situs resmi UEFA.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Pelatih Brasil Puji Gelandang Berbakat Liverpool

Vivagoal Liga Inggris – Pelatih Tim Nasional Brasil, Tite memuji penampilan gelandang Liverpool, Fabinho. Menurutnya pemain 26 tahun itu berkembang pesat bersama The Reds. 

Eks pemain Monaco tersebut menjadi pemain penting dalam skuat besutan Jurgen Klopp. Sejauh ini sang pemain sudah mencatatkan 58 penampilan dengan dua gol dan empat assist sepanjang membela klub yang berkandang di Anfield tersebut.

Musim ini, Fabinho pun mampu menunjukan permainan terbaiknya dan mencetak gol penting pada pertandingan kontra Manchester City beberapa waktu lalu. Penampilan apiknya itu lantas mengantarkannya masuk ke dalam skuat Selecao di jeda internasional 2019/20 ini.

Tite pun tak ragu memuji penampilan Fabinho. Menurutnya, Fabinho bisa menjawab kepercayaan yang dia berikan dan membawa dampak positif untuk Timnas Brasil.

Baca Juga: Vivagoal Bagi-Bagi Jersey, Gratis!

“Fabinhho mampu membangun situasi positif. Setiap kali dia bermain, dia bermain tanpa cela.

“Dia juga memberi kepercayaan diri bagi Tim Samba secara keseluruhan. Kita semua bisa merasakan itu tak hanya melihatnya,” kata Tite dilansir Caughtoffside.

Kepercayaan tersebut mengantarkan Fabinho bakal menjadi pemain utama di Tim Samba. Dengan modal permainan apik di Liga Inggris, bukan tidak mungkin Fabinho bakal menjadi kunci permainan Brasil.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Lucas Paqueta Pakai Nomor 10 di Timnas Brasil, Rivaldo: Pelecehan!

Vivagoal Berita BolaLegenda hidup sepakbola Brasil, Rivaldo mengaku sangat geram terhadap ulah Tite yang memberikan nomor 10 kepada Lucas Paqueta di laga kontra Argentina akhir pekan kemarin. Menurut Rivaldo, Paqueta sangat tidak pantas mengenakan nomor punggung 10 di skuat Selecao saat ini.

Berhubungan si pemilik asli nomor 10 di timnas Brasil, Neymar masih dibekap cedera, nomor tersebut lantas sempat menjadi bahan rebutan dari beberapa pemain. Selain Paqueta, Tite pernah memberi Willian tuk mengenakan nomor keramat itu pada ajang Copa America Juni 2019 lalu.

Dengan kondisi Paqueta yang kerap dicadangkan di AC Milan, Rivaldo pun merasa gelandang berusia 22 tahun itu sama sekali belum layak menjabat kapten untuk Brasil.

Baca juga: Perkuat Lini Tengah, PSG Incar Lucas Paqueta

“Seragam nomor 10 seharusnya tidak diberikan kepada pemain yang hanya jadi penghangat bangku cadangan atau pemain yang selalu ditarik keluar di tengah-tengah pertandingan. Buat saya, hal itu sudah termasuk pelecehan terhadap timnas Brasil,” geram Rivaldo seperti dilansir dari Marca.

“Saya tak ingin menyalahkan Paqueta. Tapi, ini murni kesalahan dari Tite dan staf kepelatihannya di timnas Brasil.” sambungnya.

Lebih lanjut, Rivaldo juga tidak setuju dengan keputusan Tite yang mencadangkan Rodrygo Goes di partai melawan Argentina.

“Dengan pertandingan yang sama, Tite malah tidak memainkan Rodrygo sebagai starter. Seharusnya, dia juga menyimpan Paqueta dari tanggung jawab besar di balik kostum nomor 10.” tutupnya.

Untuk diketahui, nomor punggung 10 memang merupakan sesuatu yang keramat tidak hanya di timnas Brasil, tapi juga di semua tim nasional maupun pada level klub . Adapun nomor legendaris itu sempat dikenakan oleh beberapa pemain besar Brasil seperti Ronaldo da Lima, Ronaldinho, Kaka, Rivaldo, Zico, dan Pele.

Selalu update Berita Bola Terbaru hanya di Vivagoal.com

Minta Pelatih Brasil Tuk Diam, Silva Kecam Messi

0

Vivagoal – Bek timnas Brasil, Thiago Silva mengecam tindakan Lionel Messi yang meminta pelatihnya, Tite untuk berhenti melakukan protes terhadap wasit. Menurutnya, sebagai pemain terbaik dunia, Messi harusnya menaruh respek terhadap seorang pelatih.

Messi melakoni laga comeback bersama Argentina usai mendapat larangan tampil tiga bulan akibat menuding federasi sepakbola Amerika Latin, CONMEBOL telah mengatur Brasil keluar sebagai juara Copa America 2019. Penyerang klub Barcelona itu tampil saat tim Tango melakoni laga persahabatan kontra Brasil, Sabtu (16/11/2019).

Baca juga: Presiden La Liga Tolak Eropa Super League

Pada laga yang berlangsung di King Saud University Stadium, Arab Saudi, Messi langsung unjuk gigi dengan mencetak gol tunggal kemenangan timnya. Sayang, performa apik pemain 32 tahun tersebut tercoreng oleh tindakannya yang memprovokasi pelatih timnas Brasil, Tite.

Di tengah-tengah pertandingan, Messi tertangkap kamera melakukan gestur provokatif ke arah Tite dengan menaruh jari telunjuknya ke mulut dan meminta pelatih 58 tahun itu untuk diam dan berhenti melakukan protes di sepanjang babak pertama. Silva pun mengecam sikap tidak terpuji pemilik lima Ballon d’Or tersebut.

“Messi seperti ingin menguasai pertandingan. Dia menendang dua pemain, dan wasit tidak melakukan apapun. Saya sedang berdebat dengan wasit dan dia terus tertawa.” kesal Silva dilansir dari Metro.

“Messi selalu terlihat meminta wasit untuk memberi dia tendangan bebas. Saya berbicara dengan pemain yang bermain di Spanyol, dan hal yang sama terjadi. Dia ingin terus menguasai laga dan mempengaruhi wasit.” Silva menambahkan.

“Ada wasit yang terlalu kagum kepadanya, sehingga condong memihak kepadanya. Sangat sulit untuk dipahami ketika kita berbicara tentang rasa hormat di lapangan tapi salah satu pemain yang paling dikagumi di dunia melakukan tindakan itu. Messi tidak pantas melakukan itu kepada Orang tua, tapi karena itu juga adalah pelatih.” tegasnya.

“Meski ada rivalitas, respek tetap harus didahulukan.” tutupnya.

Selalu update berita bola terkini hanya di vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS