Tag: Timnas Indonesia

Shin-Tae Yong Patuh dan Taat Kepada PSSI

Vivagoal – Liga Indonesia – Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong mengaku patuh dan taat kepada PSSI demi kemajuan sepakbola Indonesia. Dia juga sudah melupakan masalahnya dengan PSSI yang sempat ramai sepekan terakhir.

Seperti diketahui, Shin Tae-Yong sempat jadi perbincangan di dunia sepakbola Indonesia. Hal tersebut terjadi setelah pelatih asal Korea Selatan itu dengan gamblang melancarkan kritikan kepada PSSI melalui media Korsel.

PSSI sendiri enggan meresponsnya, namun direktur tekni PSSI, Indra Sjafri memilih melancarkan serangan balasan dibantu dengan ketua asosiasi pelatih, Yeyen Tumena. Tapi belakangan, PSSI yang diwakili Mochamad Iriawan sebagai ketua umum memilih berdiskusi langsung secara empat mata dengan Shin Tae-yong.


Baca Juga:


“Saya memiliki keinginan besar untuk memajukan sepakbola Indonesia. Saya pun patuh dan taat kepada ketua umum PSSI untuk melakukan berbagai hal demi peningkatan prestasi sepakbola Indonesia,” ungkap Shin Tae-yong dilansir dari laman resmi PSSI.

“Saya siap membantu Ketua Umum PSSI, demikian pula Ketua Umum PSSI membantu saya. Kita bersama-sama bergandengan tangan untuk memajukan sepak bola Indonesia. Kita harus berbagi pikiran demi mendapatkan hasil yang kita inginkan,” tegasnya.

Timnas Indonesia di berbagai level memang mulai sibuk saat ini. Pasalnya, sejak Oktober hingga tahun depan beberapa ajang akan mereka ikuti, seperti Kualifikasi Piala Dunia 2022, Piala Asia U-16, dan U-19, Piala AFF 2020, dan Piala Dunia U-20 2021.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Simon McMenemy Sangat Bersyukur Pernah Dipercaya Menangani Timnas Indonesia

Vivagoal – Liga Indonesia – Kendati mendapatkan hasil yang kurang memuaskan saat membesut timnas Indonesia di ajang kualifikasi Piala Dunia 2022, Simon McMenemy mengaku tetap merasa bangga karena pernah menukangi timnas di tanah air. Ia pun tidak pernah bisa melupakannya sebagaimana timnas Philipina.

Sebagaimana yang diketahui, McMenemy meraih sukses besar ketika menangani timnas Filipina di ajang Piala AFF 2010. Ia juga menuai keberhasilan saat membawa Bhayangkara FC menjadi kampiun pada Liga 1 2017 silam. Namun, keberhasilan tersebut tidak menular ketika ia dipercaya menangani timnas Indonesia.

Selama dibesut McMenemy, timnas senior harus menelan lima kekalahan beruntun di babak kualifikasi Piala Dunia 2022 Grup G, dengan tiga diantaranya didapat saat bermain di Indonesia. Tren negatif itu pada akhirnya berujung dengan pemecatan dirinya sebagai arsitek timnas.

Meski demikian, McMenemy tetap bersyukur dengan perjalanan kariernya bisa melatih di level tim nasional. Pelatih asal Skotlandia tersebut mengatakan bahwa dirinya masih suka merinding ketika mendengar lagu kebangsaan Filipina dan Indonesia.


Baca Juga:


“Saya akan selalu merasa sulit ketika mendengarkan lagu kebangsaan Filipina seperti halnya Indonesia. Dua lagu kebangsaan yang sudah membelah hati saya jadi dua. Itu bisa membuat saya melupakan lagu-lagu romantis, atau apa pun yang berbau emosional,” imbuh McMenemy.

“Timnas adalah tingkat tanggung jawab dan berkah yang saya rasakan ketika saya berdiri untuk kedua negara ini. Itu bukan sesuatu yang saya anggap remeh, melainkan sesuatu yang bisa saya bawa setiap hari. Saya merasa bersyukur.” pungkasnya.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Apa Benar Shin Tae-Yong Remehkan Fisik Pemain Indonesia? Ini Faktanya

Vivagoal – Liga Indonesia – Shin Tae-Yong dinilai sudah meremehkan pemain timnas Indonesia dengan mengatakan bahwa fisik mereka payah. Bagaimana faktanya?

Sebelumnya, penilaian negatif terhadap pelatih asal Korea Selatan tersebut dilontarkan oleh ketua asosiasi pelatih seluruh Indonesia, Yeyen Tumena. Dia menganggap Shin-Tae Yong terlalu banyak mengeluarkan statement yang tak pantas.

“Jujur, sebagai pelatih menurut saya Shin-Tae Yong terlalu banyak ucapkan kata-kata tidak pantas., termasuk meremehkan pemain Indonesia. Seharusnya, pelatih harus memberikan motivasi dan perkataan positif kepada pemain dan tim. Bukankah dia dibayar mahal untuk memperbaiki sepakbola Indonesia.” ucap Yeyen dalam rilis yang disebar ke para pewarta.

Lalu, bagaimana dengan fakta terkait pernyataan Yeyen terhadap Shin Tae-Yong ini?

Pemain salah satu klub di Liga Inggris, Lincoln City U-18, Jack Brown coba bercerita tentang pengalamannya dilatih oleh Shin Tae-yong. Dia mengakui keadaan fisiknya memang kurang bagus saat itu makanya dicoret dari Timnas Indonesia U-19.

Saat pemusatan latihan di Cikarang, Januari 2020 lalu, Jack Brown memang sempat masuk dalam seleksi timnas U-19 di bawah arahan Shin Tae-yong. Sayang, dia gagal tampil memukau dan tak diikutsertakan dalam tim ketika melakukan TC ke Thailand beberapa hari setelahnya.


Baca Juga:


Jack menyebut, Shin Tae Yong sudah benar. Dia memang datang ke Indonesia tidak dalam kondisi fisik yang ideal. Dia baru saja tiba di Indonesia usai melakoni perjalanan jauh dan langsung mengikuti latihan, jadinya tak maksimal.

“Itu pengalaman yang sangat bagus, saya banyak belajar. Saya tidak terbiasa bermain sepakbola di Indonesia, tapi waktu seleksi pertama, saya bertemu banyak teman dan menikmati pengalaman,” ucap Jack Brown dilihat dari Youtube Yussa Nugraha.

“Saya pikir waktu itu usianya saya masih terlalu muda dan ketika datang ke Indonesia untuk bermain sepakbola, saya selalu mendapati masalah yang sama dengan cuaca,” sambungnya.

Lebih lanjut, Jack Brown juga menyebut saat seleksi digelar, dirinya yang bermain di Inggris mendapat kabar dari orang tuanya agar mau mengikuti seleksi bersama Shin Tae-yong.

“Saya agak terkejut. Setelah itu saya naik pesawat dan perjalanannya 20 jam. Saya sampai di Indonesia di hotel jam 12 malam dan saya satu hari telat. Saya ketinggalan hari pertama untuk training seleksi timnas. Karena perbedaan waktu di Indonesia dan Inggris sangat berbeda, saya alami jetlag dan tidak bisa tidur, makanya waktu seleksi sangat sulit,” pungkasnya.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Sejak Awal Datang Ke Indonesia, Shin-Tae Yong Disebut Sudah Bermasalah

Vivagoal – Liga Indonesia – Shin Tae-yong disebut-sebut sudah menyingkirkan dua pelatih sekaligus ketika menjabat pelatih Timnas Indonesia. Sebelum Indra Sjafri, dia disebut oleh Ketua Asosiasi Pelatih Sepak Bola Indonesia (APSI), Yeyen Tumena, juga menyingkirkan Danurwindo.

Saat ini pelatih yang membawa Timnas Korea Selatan menang atas Jerman di Piala Dunia 2018 itu memang sedang ramai jadi perbincangan. Pasalnya, Shin Tae Yong diklaim lebih dulu melancarkan kritik pedas kepada PSSI dan Indra Sjafri melalui media Korea Selatan.

Yeyen Tumena sendiri mengaku kalau Shin memang memiliki karakter yang berbeda. Dari sisi etika, dia menyebut kedatangan Shin sudah tak baik-baik saja saat ke Timnas Indonesia.

“Saya melihat dari sisi etika, sejak awal kedatangan Shin Tae-yong memang sudah tidak baik. Mungkin dia tipe pria yang sulit percaya pada orang asing di luar rekan senegara,” kata Yeyen Tumena.

“Begitu datang, Shin Tae-yong menyingkirkan Danurwindo dari Dirtek PSSI. Tapi, tiga hari kemudian ia duduk lagi bersama Danurwindo untuk membicarakan programnya. Terlihat sangat tidak elok,” sambung Yeyen.

Menurutnya, Shin harus segera memberikan klarifikasi terkait ucapannya di media Korsel. Karena, setahu dia ada poin-poin di kontrak kerja sama yang mencantumkan keharusan menjaga nama baik klien.

“Jika itu tidak dilakukan, artinya Shin Tae-yong melanggar bunyi kontrak dengan PSSI,” tutup dia.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Mantan Manajer Timnas Buka Suara Soal Polemik Shin Tae-Yong

Vivagoal – Liga Indonesia –  Ribut-ribut antara direktur teknik PSSI Indra Sjafri dan pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong akhirnya membuat Andi Darussalam Tabusalla berkomentar. Menurut mantan manajer Timnas Indonesia itu, sebenarnya masalah ini tak perlu dibesar-besarkan.

Nama Indra Sjafri mencuat setelah melontarkan serangan balasan terhadap kritikan Shin-Tae Yong terhadap PSSI saat diwawancara oleh media asal Korea Selatan. Shin-Tae Yong merasa PSSI sudah salah mengangkat Indra Sjafri sebagai Dirtek setelah tindakan tidak profesionalnya dengan meninggalkan tim saat TC di Thailand.

“Buat apa ribut-ribut? Indra Sjafri itu siapa sih? Gak boleh seperti itu. Indra kan ditunjuk jadi asisten, tapi dia pergi, meski dengan alasan apapun juga tak akan bisa dibenarkan meninggalkan tim.

“Seharusnya, masalah ribut-ribut ini jangan sampai dipanas-panasi pihak tak bertanggung jawab. Biarkan saja PSSI yang menyelesaikan. Kan ada seksi hukum PSSI yang mengerti kontrak, itu yang harusnya bicara.” tegas Andi Darussalam.

Terkait hal tersebut, gantian Indra Sjafri yang membalas sindiran Shin Tae-yong. Tak main-main, Indra Sjafri memberikan klarifikasi reaktif melalui situs web resmi PSSI. Dia dengan tegas mengatakan bahwa ‘Publik harus tahu, Ini masalah harga diri Bangsa’.


Baca Juga:


Rilis Indra Sjafri ini pun dinilai sebagai langkah yang salah, dan pada akhirnya ia malah dijadikan bulan-bulanan warganet. Banyak tudingan negatif yang dialamatkan warganet ke PSSI dan Indra Sjafri sendiri. Andi Darussalam Tabusalla sendiri cukup menyayangkan konflik ini harus terjadi.

“Masalah Shin Tae-yong segala macam, biar Komisi Hukum yang nilai cacat atau tidak, cederai perjanjian gak? Mereka yang lakukan kajian.

“Sebelum tanda tangan kontrak, komisi hukum pasti sudah periksa semuaya kan. Sebagai pelatih kepala, dia (Shin Tae-yong) berhak memilih asistennya, walau dari lokal akan bilang, yang mana, akan dilihat dahulu,” papar pria yang dijuluki Bapak Sepakbola Indonesia itu.

Selalu update berita terbaru seputar  Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Indra Sjafri Diserang Netizen Terkait Masalah dengan Shin Tae-yong

Vivagoal – Liga Indonesia – Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri saat ini menjadi perbincangan hangat warganet. Bagaimana tidak, sikap yang berani mengkritik pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong membuatnya menjadi bumerang bagi dirinya.

Pelatih asal Sumatera Barat tersebut memberikan konfirmasi terkait keburukan pelatih asal Korea Selatan. Bahkan, ia tidak segan-segan untuk memberikan komentar karena sikap yang tidak profesional dari sosok Shin Tae-yong.

Memang sebelumnya, Shin Tae-yong memberikan komentar ke media Korea Selatan bahwa dirinya nya tidak senang dengan sikap PSSI yang memberikan jabatan direktur teknik kepada Indra Sjafri. Hal ini membuat Indra geram dan memberikan komentar.


Baca Juga:


“Dia (Shin Tae-yong) sebenarnya hanya banyak alasan saja karena tidak yakin bisa memenuhi target yang dibebankan oleh federasi sepakbola kita,” ujar Indra Sjafri di laman resmi PSSI.

Pernyataan tersebut membuat reaksi negatif warganet bermunculan di komentar instagram resmi coach Indra Sjafri. Banyak netizen yang menyerang dengan beragam komentar kepada mantan pemain timnas Indonesia U-23 ini.

View this post on Instagram

Belum lengkap rasanya kalau tidak membahas gimana caranya melatih fisik pada level grassroot. Ada yang pengen belajar tentang materi itu ? 😃 Yes, Hari Minggu besok @garudanusantara19 akan membahas segmen berikutnya dari rangkaian Pembinaan Sepak Bola Grassroot tentang Langkah Menyusun Latihan Fisik di Usia Grassroot bersama praktisinya langsung yakni Coach Nursaelan Santoso (Pelatih Fisik Timnas U-23 Sea Games 2019) secara LIVE di Youtube Channel Garuda Nusantara Pukul 20.00 WIB Yuk kita bareng – bareng terus belajar membangun sepak bola dari usia dini dan terus semangat & berjuang untuk membawa sepak bola Indonesia berprestasi di tingkat dunia. #MudahBelajarBola #GarudaNusantara

A post shared by Indra Sjafri Official Account (@indrasjafri_coach) on

Salah satunya dari akun instagram mengatakan @asw65 “Sudahlah coach, anda sadar diri karena anda belum ada apa-apanya dibandingkan sintayong yang telah ke mana-mana dan diakui pelatih kelas dunia. Tidak usah berambisi seperti itu. Lebih baik anda saja yang mundur biarkan Shin tae-yong yang memegang kendali dan dilihat dulu prosesnya.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Ancaman Satgas Timnas Indonesia Jadi Dalang Kemarahan Shin-Tae Yong

Vivagoal – Liga Indonesia – Presiden Madura United, Achsanul Qosasi menyoroti ultimatum yang diberikan Satuan Tugas Timnas Indonesia kepada Shin Tae-yong. Ia menganggap hal itu sebagai pangkal persoalan

Ultimatum tersebut berupa kemungkinan evaluasi yang bisa berujung pemecatan untuk Shin Tae-yong jika tak segera datang ke Indonesia pekan ini. Hal itu disampaikan Ketua Satgas Timnas Indonesia Syarif Bastaman.

Satgas ingin Shin Tae-yong datang ke Indonesia untuk memulai pemusatan latihan Timnas Indonesia U-19. Sementara itu, pelatih asal Korea Selatan tersebut takut ke Indonesia karena pandemi virus Corona masih tinggi dan bermaksud menggelar latihan di negaranya saja.

“Ucapan satgas ini sebenarnya pemantik awal perseteruan. Panggil saja Shin Tae-yong melalui surat, dan berikan batas waktu, karena dia sudah terikat kontrak,” ucap Achsanul Qosasi.

“Shin Tae-yong tak akan datang, kalaupun datang, pasti hanya berbicara tentang penyelesaian kontraknya. PSSI sebaiknya jangan reaktif dengan memberi ancaman pemecatan. Semuanya sudah diatur dalam Kontrak. Dan apapun hasilnya, PSSI yang dirugikan, karena FIFA akan berpihak pada pelatih sesuai kesepakatan kontrak,” jelasnya.

“Ini pelajaran mahal untuk PSSI. Pak Mochamad Iriawan sebagai Ketum harus selektif dalam memilih pembantunya, karena sepakbola ini bukan hanya PSSI, tetapi sudah menyangkut negara dan rakyat Indonesia,” katanya lagi.


Baca Juga:


“Penunjukan Shin Tae-yong ini memang aneh sejak awal. Melatih 3 timnas sekaligus adalah sesuatu yang mustahil. Mungkin itu bagian dari strategi mengalahkan Luis Milla. Tapi timnas jadi terancam tanpa pelatih kepala, sementara agenda sudah sangat dekat,” pungkasnya.

Untuk diketahui, sudah banyak agenda Timnas Indonesia berbagai kelompok usia yang sementara menunggu. Mulai dari sisa Kualifikasi Piala Dunia zona Asia 2022, Piala Asia U-19, Piala Asia U-16, Piala AFF 2020, hingga Piala Dunia U-20 2021. Ajang terdekat adalah Piala Asia U-19 yang akan digelar pada 14-31 Oktober mendatang.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Tiga Wonderkid Indonesia Dilirik Pelatih Asal Klub Argentina

Vivagoal – Liga Indonesia – Tiga wonderkid Indonesia, termasuk bomber Garuda Select, Bagus Kahfi dilirik pelatih klub asal Argentina, Carlos Alberto Gomez.

Pada sebuah kesempatan, Carlos Gomez mengaku sudah lama mengamati sejumlah pemain muda di Tanah Air, termasuk Bagus Kahfi yang saat ini tengah berada di Inggris bersama skuad Garuda Select.

Carlos Gomez sendiri adalah mantan pemain Liga Indonesia era 2000-an, dan saat ini aktif melatih tim sepakbola di tanah kelahirannya, Argentina.

“Saya mau bawa Bagus Kahfi ke Argentina untuk main di sini, karena saya percaya dia bakal cocok bermain di tim saya, Argentino de Quilmes,” ungkap Gomez

Lebih lanjut, selain Bagus Kahfi, Carlos Gomez juga menyebut dua pemain jebolan Timnas U-19 asal Papua, Fajar Fathurrahman dan Braif Fatari tertarik untuk ia boyong ke Argentina, tanah kelahiran superstar Barcelona, Lionel Messi.

“Saya juga mau bawa pemain dari Manokwari, Fajar Fathurrahman ke Argentina, termasuk juga Braif Fatari,” lanjut legenda klub Perseman Manokwari itu.


Baca Juga:


Sebagai informasi, khusus untuk Bagus Kahfi, mantan gelandang Chelsea, Dennis Wise yang saat ini menukangi Garuda Select pernah menyebut bahwa Bagus Kahfi punya potensi bermain di Eropa. Bagaimana tidak, saat berlaga di Italia Januari lalu, Bagus selalu bisa mencetak gol dalam tiga pertandingan beruntun melawan Torino U-17, Juventus U-17 dan Inter Milan U-17.

Sementara di Garuda Select Jilid II yang berlaga di Inggris, melakoni 8 pertandingan, Bagus Kahfi tampil sangat produktif sebelum dihantam cedera parah patah pergelangan kaki kiri saat melawan Reading U-18 Maret 2020 lalu.

Total ada 16 gol yang ia bukukan, yang mana 12 diantaranya Bagus Kahfi cetak hanya dalam lima pertandingan.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

PSSI Bungkam Tuk Tanggapi Pernyataan Shin Tae-yong dengan Media Korsel

Vivagoal – Liga Indonesia – PSSI lebih memilih untuk bungkam dan tidak menanggapi pernyataan dari pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong saat diwawancarai oleh media Korea Selatan.

Pihak PSSI dan pelatih timnas tersebut seakan-akan berbeda pendapat saat Shin Tae-yong mengeluarkan pernyataan yang sangat mengejutkan. Kabar terbaru, Shin Tae-yong menginginkan pemusatan latihan Timnas Indonesia U-19 diadakan di Korea Selatan.

Berbeda dengan Shin Tae-yong, pia PSSI menginginkan untuk pemusatan latihan Timnas Indonesia u-19 berada di di wilayah Indonesia.

“Saat ini, saya sampaikan terkait pemusatan latihan di Indonesia. Hingga saat ini, kami dari pihak PSSI bersama Shin Tae-yong masih menjalani komunikasi dengan baik terkait perencanaan untuk melakukan pemusatan latihan,” ujar Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi kepada media.


Baca Juga:


Tidak hanya pemusatan latihan, PSSI juga tidak mau menanggapi terkait pernyataan dari pelatih timnas Indonesia tersebut di media Korea Selatan yang telah menyinggung terkait mundurnya Ratu Tisha dari posisi Sekjen dan penempatan Indra Sjafri sebagai Direktur Teknik.

“Sementara itu, terkait berita berita dari media selama ini bukan dari Shin tae-yong atau agennya langsung. Untuk itu, kami tidak akan menanggapi pernyataan tersebut untuk sementara ini,” lanjut Yunus Nusi.

“Kita juga tidak mengetahui perihal media Korea Selatan yang menanggapi pernyataan dari Shin Tae-yong. Oleh karena itu, kita tunggu saja konfirmasi langsung dari Shin Tae-yong dan kita tidak akan bicara banyak selama belum mendapatkan pernyataan langsung darinya,” pungkasnya.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Inilah Alasan Shin Tae Yong Batal Pulang ke Indonesia!

Vivagoal – Liga Indonesia – Naiknya kasus virus Corona di Indonesia dalam beberapa hari terakhir bikin pelatih tim nasional Shin Tae-Yong mempertimbangkan kembali rencananya untuk datang pada bulan Juli nanti.

Berdasarkan data terakhir, ada penambahan sekitar 1.106 kasus, sehingga total kasus di Indonesia mencapai 40.400. Bahkan, dalam dua hari terakhir jumlah pasien positif virus yang meninggal di Indonesia bertambah sebanyak 64 orang. Angka itu merupakan angka tertinggi pasien yang meninggal dalam satu hari.

Shin Tae-yong yang terus mengikuti perkembangan Indonesia mengungkapkan bahwa ia sebenarnya berencana ke tanah air bulan depan. Tapi jumlah kenaikan Covid-19 buat dirinya ragu.

“Saya sebetulnya sudah merencanakan meninggalkan Korsel pada awal atau pertengahan Juli. Namun jumlah positif Corona di Indonesia meningkat, sehingga perlu menjadwalkan ulang,” kata Shin Tae-yong seperti dilansir dari kantor berita Yonhap.

“Tapi belum lama ini saya sudah mengirimkan roadmap ke PSSI. Saya berharap bisa membawa pemain ke Korsel untuk menjalani TC selama satu bulan, karena Korsel sekarang relatif lebih aman. Saya berharap PSSI mau mempertimbangkan,” lanjutnya.


 

Baca Juga:


 

Untuk diketahui, dua timnas Indonesia, yakni Timnas senior dan timnas U-19 punya agenda dalam waktu dekat. Untuk timnas senior, mereka bakal kembali bermain di kualifikasi grup Grup Piala Dunia 2022 pada Oktober dan November. Sementara untuk timnas U-19 ada pagelaran Piala Asia di Uzbekistan bulan Oktober dan Piala Asia U-16 di Bahrain bulan November

“Sekarang saya hanya bisa memandu latihan pemain dari rumah, saya tidak bisa melakukan hal lain. Pemain Indonesia memiliki skill bagus, tapi lemah dari segi kebugaran,” pungkas mantan pelatih timnas Korsel di Piala Dunia 2018 itu.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS