Tag: Timnas Italia

Bek Timnas Italia Dicoret oleh Mancini, Ini Penyebabnya!

Vivagoal Serie ALeonardo Spinazzola, salah satu bek sayap AS Roma dicoret oleh timnas Italia di ajang kualifikasi Piala Euro 2020 usai kembali menderita cedera pada akhir pekan lalu.

Setelah diistirahatkan oleh AS Roma dalam laga di Liga Eropa melawan Borussia Monchengladbach pada tengah pekan kemarin, terlihat bahwa spinazzola kembali memperkuat timnas Italia pada hari Minggu kemarin saat AS Roma dikandaskan oleh Parma dengan skor 2-0.

Namun sayang mantan pemain belakang Juventus tersebut hanya bertahan selama 26 menit di atas lapangan hijau usai cedera otot yang kembali meningkat dirinya.

Baca Juga: Pelatih Senior Italia Dukung Keputusan Sarri Tarik Keluar Ronaldo

Diwartakan dari Corriere Dello Sport bahwa kondisi tersebut membuat bak timnas Italia itu harus rela dicoret dari skuat Roberto Mancini yang akan bertanding melawan Bosnia pada pekan ini.

Tidak hanya Spinazzola, namun ada beberapa pemain timnas Italia yang mengalami cidera yaitu pemain dari Sassuolo, Domenico Berardi dan gelandang PSG, Marco Verratti.

Dicoretnya Spinazzola rasanya tak berpengaruh banyak terhadap timnas Italia. Pasalnya, skuad anak asuh Roberto Mancini telah memastikan dirinya lolos ke Piala Euro 2020 mendatang.

Dua laga pada minggu ini akan dijadikan oleh Roberto Mancini untuk memberikan kesempatan bagi pemain yang belum mendapatkan menit bermain di Tim Nasional Italia.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Hanya Untuk Atasi Rasisme, Mancini Enggan Panggil Pemain Ini

Vivagoal Berita BolaRoberto Mancini, pelatih timnas Italia mengungkapkan bahwa dirinya akan memanggil Mario Balotelli jika tersebut pantas mendapatkannya karena alasan sepakbola bukan untuk menenangkan terkait rasisme.

Mantan pemain Inter Milan tersebut sudah tak pernah bermain untuk timnas Italia usai bulan September tahun 2018. Dia telah mendapatkan kasus usai menendang bola kearah penggemar melawan.

Dia juga mengancam akan keluar dari lapangan ketika menjadi sasaran pembinaan rasisme dari kerumunan para fans di laga Serie A ketika Brescia kontra Hellas Verona pada awal bulan ini.

“Ketika saya memanggil Mario Balotelli, itu karena dia pantas mendapatkannya, bukan karena warna kulitnya,” kata Mancini pada konferensi pers.

Baca Juga: Kapten Roma Masuk Radar tim Italia Lain

“Saya tahu Mario dan saya mencintainya. Ingat, saya membuat Mario bermain ketika dia masih kecil, jadi saya mengenalnya dengan sangat baik.”

“Saat, saya memanggil kembali Mario Balotelli itu lantaran dirinya pantas untuk mendapatkan posisi striker di timnas Italia bukan karena warna kulitnya,” ucap Mancini kepada media.

“Saya mengetahui bahwa Balotelli sangat mencintai sepakbola begitu pula dengan saya. Saya telah melihat Mario Balotelli ketika masih kecil, jadi saya sangat mengenalnya dengan sangat baik.

Sedangkan Gabriela Alvina selaku presiden federasi sepakbola Italia mengungkapkan bahwa memanggil Mario Balotelli dalam skuad timnas Italia akan mengirim pesan kuat untuk melawan rasisme. namun Roberto Mancini menilai bahwa Balotelli belum melakukan permainan di lapangan dan dia pantas dipanggil kembali.

“Anda seharusnya dapat memikirkan seperti yang telah dikatakan oleh Presiden. Namun, Anda perlu mengetahui bahwa bila Balotelli mendapatkan kesempatan lain itu lantaran dia pantas mendapatkannya dari permainannya,” imbuhnya

Memang rasisme menjadi masalah serius di Liga Serie A Italia ada beberapa bulan terakhir. terlihat bahwa terakhir Romelu Lukaku striker Inter Milan telah dilecehkan oleh para penggemar sehari-hari pada September lalu.

Selalu update Berita Bola Terbaru hanya di Vivagoal.com

Balotelli Dirumorkan Masuk Timnas, Mancini Buka Suara

0

Vivagoal Berita BolaMario Balotelli baru saja mendapatkan aksi rasisme kala Brescia menjamu Verona pekan lalu. Momen tersebut, menurut Presiden Federasi Sepakbola Italia (FIGC) bisa dijadikan momentum bagi Roberto Mancini untuk memaggilnya dalam skuat.

Meski demikian, Don Mancio menyebut pemanggilan pemain yang ia lakukan harus didasari dengan performa, bukan aspek lain, termasuk menaggulangi aksi rasialisme.

“Sepakbola dan olahraga harus bersatu, bukan saling mengnhancurkan. Pada 2020, kami masih berbicara tentang warna kulit,” ucap Mancini, Senin (11/11), seperti dinukil Goal International.  “Dia [Balotelli] akan dipanggil, jika dia memang layak mendapatkan kesempatan tersebut,” tutur eks juru taktik Man City.

Sejauh ini, Balotelli baru kembali bermain sekali di ajang Nations League beberapa waktu lalu. Pemanggilan tersebut merupakan yang pertama pasca ia tampil di Piala Dunia 2014 kemarin. Meski sempat dua kali menangani Balo di Inter dan Man City, ia akan tetap objektif dalam melakukan pemanggilan pemain untuk Timnas Italia.

Baca juga: Vivagoal Bagi-bagi Jersey Gratis!

Terdekat, Azzurri akan menghadapi Bosnia-Herzegovina, Sabtu (16/11) dan Armenia, Selasa (19/11) dini hari WIB. Laga kontra kedua tim tak akan menentuan apapun untuk Italia karena Negeri Pizza sudah memastikan diri tampil di putaran final EURO 2020.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com

Italia Diprediksi Bakal Juara EURO 2020, Benarkah?

0

Vivagoal Berita Bola – Pelatih Timnas Yunani, John Van’t Schip memprediksi Italia akan menjadi juara Euro 2020. Keyakinan itu ia utarakan pasca laga Italia kontra tim asuhannya di Olimpico, Minggu (13/10) dinihari WIB.

Dalam laga tersebut, skuat arahan Roberto Mancini sukses menekuk Juara Eropa 2004 itu dengan skor 2-0 melalui gol Jorginho dan Federico Bernardeschi. Italia sendiri sukses melaju ke putaran Final EURO 2020 dengan nilai 21 hasil dari kemenagan 7 laga beruntun mereka di dase grup.

Van’t Schip pun yakin Italia bisa berbicara banyak di ajang empat tahunan itu. Materi pemain serta kultur sepakbola yang kental dipercaya bisa membuat Gli Azurri berbicara banyak di pentas terbesar se-Eropa itu.

“Italia selalu menjadi negara sepak bola yang hebat. Krisis yang mereka rasakan dua tahun lalu dengan gagal lolos ke Piala Dunia kini sudah mereka lalui,” tutur Van ‘t Schip, seperti dinukil dari Football Italia.

Baca Juga:  Roberto Mancini Siap Cetak Rekor Baru Bersama Timnas, Apa Itu?

“Mereka memiliki bek-bek hebat, gelandang dan penyerang bertalenta. Italia bisa menjadi penantang serius pada EURO 2020, mungkin menjadi salah satu favorit. Saya tak melihat alasan mengapa mereka tak bisa menjadi juara,” tukasnya,

Italia sendiri memang bisa dibilang bak tuan rumah di EURO 2020. Bagaimana tidak, tiga laga awal fase grup Piala Eropa itu akan dimainkan di Olimpico, yang notabene berada di Ibu Kota Negeri Pizza itu.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com

Roberto Mancini Siap Cetak Rekor Baru Bersama Timnas, Apa Itu?

0

Vivagoal Serie A – Roberto Mancini sukses mengantarkan Timnas Italia ke putaran final EURO 2020. Mantan pelatih Lazio itu sukses mengantarkan Azzuri dengna raihan poin sempurna. Hal itu pun membuahkan rekor pribadi untuknya.

Teranyar, Italia sukses membungkam Yunani dua gol tanpa balas melaluo Jorginho dan Federico Bernardeschi. Kemenangan itu membuat Italia lolos dengan raihan 21 angka dari 7 laga yang telah mereka mainkan. Don Mancio pun mengaku senang melihat performa anak asuhnya itu.

“Para pemain bermain sangat baik. Pertama, saya ingin berterima kasih kepada fans di Olimpico yang datang dan mendukung kami, bahkan jika babak pertama kami sedikit kaku, mungkin grogi karena kembali ke Roma,” ujar Mancini, seperti dinukil Goal International.

Baca Juga:  Italia Pastikan Satu Tempat di Euro 2020

Kemenangan atas Yunani menjadi yang kedelapan secara beruntun, mantan pelatih Manchester City itu berpeluang menyamai rekor sepanjang masa Vittorio Pozzo yang dibukukan pada 1938-39, andai menang melawan Liechtenstein tengah pekan ini. Namun Mancini enggan menyamai dirinya dengna Pozzo karena rentetan kemenangan yang dibukukannya.

“Pozzo adalah legenda karena dia memenangkan dua Piala Dunia, bukan karena menang sembilan kali secara beruntun,” pungkas Mancini.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Italia Pastikan Satu Tempat di Euro 2020

Vivagoal Berita BolaTim nasional Italia berhasil meraup tiga poin saat menghadapi Yunani pada pertandingan ketujuh Grup J babak kualifikasi Piala Eropa 2020. Gli Azzurri menang 2-0 sekaligus memastikan diri lolos ke putaran final Piala Eropa 2020.

Rapatnya lini belakang Yunani sukses meredam semua serangan-serangan Italia sejak menit awal. Yunani bahkan nyaris mencetak gol di menit ke-12.

Dimitros Limnios melepaskan tembakan jarak dekat dari sisi kanan gawang, beruntung bola masih dapat ditepis oleh Gianluigi Donnarumma.

Hingga babak pertama usai, tidak ada gol yang tercipta dari kedua tim.  Enggan meraih hasil minor Italia terus menggempur di babak dua. 

Kebuntuan pecah pada menit ke-63 setelah pemain Yunani, Andreas Bouchalakis melakukan handball di dalam kotak penalti. Jorginho yang maju sebagai eksekutor sukses menaklukkan kiper Yunani, Italia pun unggul 1-0.

Baca Juga: Vivagoal Bagi-Bagi Jersey, Gratis!

Gli Azzurri kembali memperbesar keunggulan jadi 2-0 pada menit ke-77. Pemain pengganti, Federico Bernardeschi yang melakukan tembakan dari luar kotak penalti, berhasil menghujam keras ke dalam gawang Yunani.

Dengan kemenangan ini, Italia kukuh di puncak klasemen Grup J dengan 21 poin. Secara otomatis, mereka  lolos ke putaran final Euro 2020.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com

Sebelum Pensiun, Buffon Berharap Bisa Bermain Lagi untuk Timnas

0

Vivagoal Serie A – Sebelum benar-bebar pensiun sebagai pemain, Gianluigi Buffon memiliki satu harapan lain. Dirinya sangat berarap bisa kembali membela Timnas Italia minimal satu kali sebelum ia gantung sepatu.

Bak gayung bersambut, pelatih Timnas Italia, Roberto Mancini bahkan siap membuka peluang bagi Buffon untuk kembali memperkuat timnas sebelum ia masuk ke jajaran manajemen klub pasca gantung sepatuu nanti.

“Jika federasi dan Mancini punya ide tersebut, saya akan menerimanya sebagai momen untuk mengakhiri karier saya sebagai pemain,” ungkapnya seperti dinukil Goal. “Saya berterima kasih kepada Mancini, yang selalu baik kepada saya,” lanjutnya.

Buffon lantas mengemukakan alasan khusus mengapa dirinya mau pulang ke Turin guna membela Juventus. Ia mengaku ornag-orang sempat bingung terhadap keputusannya. Pasalnya, kala memutuskan hengkang, farewell party sudah dibuatkan untuknya.

“Cukup benar, beberapa orang pada awalnya bingung dengan keputusan saya menerima peran baru ini [pelapis di Juventus],” ungkap Buffon seperti dikutip Football Italia.”Tapi saya menyadari satu-satunya klub di mana saya bisa menerima peran sebagai pilihan kedua hanyalah Juventus. Saya menantikannya dan terbukti benar.”

Baca Juga: Bintang Juventus Bahagia di Bawah Komando Maurizio Sarri

Saat ini, Buffon sudah tampil dalam dua laga Serie A. dirinya sukses mencatatkan satu clean sheet. Bahkan saat ini, pria berusia 41 tahun mengaku jika ia tengah dalam masa terbaiknya karena bisa kembali pulang dan memperkuat Juve.

“Saya senang bisa kembali ke ruang ganti bersama rekan satu tim, merangkul para penggemar dan para direksi klub, semua orang yang bersama-sama saya baik di dalam dan luar lapangan. Itulah mengapa saya membuat keputusan ini,” pungkasnya.

Teranyar namanya juga masuk dalam buku rekor Serie A karena mencatatkan diri sebagai pemain yang paling sering tamil di kasta tertinggi dalam piramida sepakbola Italia

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

 

Mancini Panggil Dua Veterannya untuk Bela Timnas Italia, Siapa Saja?

0

Vivagoal Berita Bola – Beredar kabar jika Roberto Mancini selaku pelatih Timnas Italia berniat untuk memanggil beberapa pemain veteran untuk membela Gli Azzurri. Salah satunya adalah Gianluigi Buffon.

Kendati sudah berusia 41 tahun, namun Buffon bisa dikatakan masih belum habis. Hal tersebut terlihat dari kebutuhan Maurizio Sarri terhadap kiper satu ini dalam skuadnya musim ini.

Baca juga: AC Milan Resmi Depak Marco Giampolo

Melihat hal tersebut, Gazzetta dello Sport menyebut jika ada upaya Timnas Italia untuk kembali memakai jasanya. Keputusan untuk mendatangkan Buffon juga sebagai ‘pesta perpisahan’.

Buffon sendiri memutuskan mundur dari Timnas Italia pada tahun kemarin. Terakhir kali ia bermain untuk timnas terjadi pada tahun 2017 lalu setelah Italia kalah dari Swedia dan dipastikan gagal mengikuti kompetisi bergengsi level internasional, Piala Dunia 2018.

Dalam laporan tersebut dikatakan jika keinginan Mancini mendatangkan Buffon hanya sekedar untuk laga persahabatan melainkan laga kualifikasi Piala Eropa 2020. Hanya saja Buffon baru akan dipanggil jika Italia sudah benar-benar mengamankan tiket untuk bermain Piala Eropa nanti.

Bukan hanya Buffon, Mancini disebut juga akan memanggil kembali mantan gelandang AS Roma yang kini memperkuat Boca Juniors, Daniele De Rossi.

Baca juga: Bintang Juventus Bahagia di Bawah Komando Maurizio Sarri

Kemungkinan untuk memanggil kedua pemain gaek itu terbuka cukup lebar setelah Gli Azzurri sedang memimpin klasemen Grup J dengan raihan 18 poin. Mereka juga belum terkalahkan dalam enam laga yang sudah dilakoni.

Dalam jeda internasional bulan ini, Italia akan menjalani dua laga kualifikasi melawan Yunani dan Liechtenstein. Andai menang, dan Finlandia selaku penghuni posisi dua menelan kekalahan dari salah satu laga yang akan digelar sepekan ini, maka Italia dipastikan melaju ke Piala Eropa 2020. Buffon dan De Rossi pun bisa bermain kontra Armenia di bulan November mendatang.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com

Pemain Ini Benci dengan Leonardo Bonucci

Vivagoal Berita Bola – Aleksandre Karapetin salah satu penyerang Armenia sangat kesal dengan bek Juventus, Leonardo Bonucci. Kekesalan tersebut lantaran dari kartu merah yang didapatkan oleh Aleksandre Karapetin.

Saat itu, Italia bertandang ke markas Armenia pada lanjutan kualifikasi Piala Eropa tahun 2020 pada Kamis (5/9) malam. Timnas Italia sempat tertinggal lewat gol dari Aleksandre Karapetin sebelum akhirnya Belotti dan Pellegrini membalas lewat dua gol.

Pada pertandingan tersebut, timnas Armenia harus bermain dengan 10 orang. Aleksandre Karapetin diberi kartu kuning kedua jelang turun minum usai wasit memberi keputusan karena menyikut Bonucci.

Baca Juga: Michael Owen Sebut Pelatih Italia Rusak Sepak Bola Inggris

Aleksandre Karapetin merasa tak menyikut pemain belakang timnas Italia tersebut. Kekesalan tersebut dia ungkapkan lewat instastorynya.

“Saya memang menghormati apa yang telah Dia capai dalam karir sepakbolanya. Akan tetapi ini perbuatan yang memalukan,” ungkap Aleksandre Karapetin saat foto duel dengan Bonucci.

Timnas Italia bertengger di puncak klasemen Grup J dengan 15 poin atas kemenangan lewat Armenia. Sedangkan timnas Armenia berada di posisi keempat dengan perolehan 4 poin.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Mancini; Juventus Masih yang Terbaik di Serie A

Vivagoal Serie APelatih timnas Italia, Roberto Mancini menyebut jika Juventus masih akan menjadi favorit untuk bisa merengkuh gelar scudetto musim 2019/20 mendatang. Ia meyakini dominasi Juventus belum akan berhenti.

Delapan musim sudah Juventus berhasil merajai Serie A. Tak satupun trofi juara liga gagal mereka amankan dalam kabinet trofi di ruangannya. Bahkan raksasa asal Turin tersebut acap kali keluar sebagai juara sebelum musim berakhir.

Kendati berhasil mendominasi Serie A, namun klub yang bermarkas di Allianz Stadium tersebut tak lantas berpuas diri. Sebut saja pada musim panas ini mereka terus memperkuat skuatnya dengan mendatangkan sederet pemain top dunia seperti Matthijs De Ligt, Aaron Ramsey, dan Adrien Rabiot.

Sama halnya dengan Juve, para rival mereka pun memperkuat setiap posisi dalam tim. Sebut saja Inter Milan yang mendatangkan Romelu Lukaku serta Antonio Conte atau Napoli yang terus memperkuat kuda-kuda mereka di lini pertahanan disebut bisa jadi masalah besar bagi Juventus pada musim baru nanti.

Meski begitu, Mancini melihat jika apa yang dilakukan Juventus saat ini masih belum mampu dikejar oleh klub lain termasuk Inter. Memang masih terlalu dini memprediksi juara di akhir musim nanti. Namun dengan apa yang dilakukan Si Nyonya Tua dalam beberapa musim terakhir, sepertinya masih cukup sulit meruntuhkan dominasi mereka musim baru nanti.

Baca Juga: Tiga Klub Serie A Cegah Kepindahan Icardi ke Juventus, Kenapa?

“Terlalu dini untuk mengatakan siapa yang akan memenangi scudetto musim ini, tapi sejauh ini Juventus masih yang terbaik,” kata Mancini di Football Italia. “Jangan lupakan bahwa mereka sudah menjadi juara dalam delapan tahun terakhir dan sudah memperkuat diri: Inter memang juga melakukannya, tapi Juve tak berhenti,” dia menambahkan.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS