Tag: Timnas Jerman

Ancaman Joachim Loew di Ruang Ganti Yang Bikin Jerman Menang 7-1 Atas Brasil

Vivagoal Bundesliga – Dibalik kemenangan bersejarah Jerman atas Brasil pada piala dunia 2014 silam, ternyata bukan karena cuma strategi jitu yang dibuat oleh Joachim Loew. Sang pelatih juga melontarkan ancaman keras yang membakar semangat pemain Der Panzer untuk mempermalukan Brasil.

Sebagaimana yang sudah diketahui, pada laga semifinal Piala Dunia 2014 yang mempertemukan antara tuan rumah Brasil vs Jerman berakhir dengan begitu menakjubkan. Selecao, negara dengan yang paling banyak meraih trofi Piala Dunia, harus menerima kekalahan terbesar mereka sepanjang sejarah di seluruh ajang kompetisi.

Bukan hanya kekalahan terbesar secara statistik, tapi kekalahan terbesar secara psikologis bagi sejarah agung sepakbola Brasil. Bagi Jerman sendiri, ada dua catatan penting dimana kemenangan 7-1 atas Brasil sekaligus menggeser dua rekor tim Samba lainnya.

Dengan tujuh gol yang mereka gelontorkan ke gawang Brasil kala itu, Der Panzer jadi tim paling produktif sepanjang gelaran Piala Dunia dengan 223 gol, lebih banyak dua gol dari torehan Brasil. Adapun penyerang andalan mereka, Miroslav Klose sukses menggeser Ronaldo da Lima sebagai top skor Piala Dunia sepanjang masa dengan 16 gol berbanding 15 milik The Fenomenal.


Baca Juga:


Sami Khedira yang menjadi anggota skuad Jerman saat itu mengungkapkan bahwa sikap Loew yang begitu keras kepada para pemainnya di jeda paruh pertama menjadi alasan Jerman pantang kendur di babak kedua meski sudah unggul 5-0 di babak pertama.

Menurut Khedira, sedianya Loew melakukan rotasi pemain untuk menjaga kondisi pemainnya menghadapi Argentina di partai final. Tapi sebaliknya, Loew malah mengancam akan memarkir pemain yang tampil buruk di babak kedua.

“Loew berkata pada kami, “Hebat! Tapi pertandingan belum sepenuhnya selesai. Jika saya melihat siapapun bermain-main di babak kedua, saya akan langsung menariknya dan memarkirnya.” ungkap Khedira seperti dilansir dari Sport Bild.

“Perkataan Loew itu langsung menyingkirkan euforia kami dan berkata, “ayo mulai lagi dalam kondisi 0-0, dan saya ingin kalian memenangkan babak kedua.” sungguh itu adalah pidato yang luar biasa darinya.” sambung Khedira.

Selalu update berita bola terbaru seputar Bundesliga hanya di Vivagoal.com

Kai Havertz, Mesut Oezil Yang Sudah Diupdate Ke Versi Terbaru

Vivagoal Bundesliga – Kai Havertz jadi salah satu talenta muda Bundesliga yang sedang naik daun. Ia disebut sebagai Mesut Ozil dalam versi yang lebih baik.

Havertz adalah jebolan akademi Bayer Leverkusen. Setelah lima tahun menimba ilmu di level junior, Havertz yang berposisi sebagai gelandang serang melakukan debut perdananya di skuat utama Die Werkself pada Oktober 2016 silam.

Sejak saat itu, Havertz yang saat ini berusia 20 tahun sudah tampil sebanyak 141 kali di seluruh ajang bersama Leverkusen dengan torehan 42 gol dan 30 assist. Musim ini bisa dibilang periode terbaik Havertz setelah mampu mengemas 14 gol dan 8 assist dari 36 penampilan.

Wajar jika kemudian dia jadi komoditi panas jelang bursa transfer musim panas dibuka tahun ini dengan klub-klub top Eropa macam Liverpool, Chelsea, Bayern, hingga Barcelona dikabarkan meminatinya.

Secara permainan, menurut mantan gelandang Liverpool, Don Hutchison yang kini jadi pundit sepakbola mengatakan bahwa Havertz punya gaya bermain mirip Mesut Ozil. Tapi Havertz adalah Oezil dalam versi yang lebih bagus karena punya postur tubuh lebih jangkung, kecepatan yang mumpuni dan kemampuan mengolah bola dengan kedua kaki atau ambipedal.

“Saya dia (Havertz) terlalu bagus untuk klub seperti Leverkusen. Menurut saya, dia bisa pergi ke klub-klub besar Eropa dan saya percaya dia akan bisa cocok dengan sebagian besar klub top Eropa.” ucap Hutchison seperti dilansir dari Metro.


Baca Juga:



“Dia tentunya harus memperjuangkan tempatnya, tapi dengan talenta dan usianya yang baru 20 tahun, dia tidak akan kesulitan mendapatkan menit bermain reguler di sebagian besar tim. Menurut saya, dia sama seperti Mesut Ozil namun dalam versi yang lebih tinggi dan lebih cepat.” sambungnya.

“Havertz bisa memainkan kedua kakinya sama baiknya. Namun dia akan sangat berbahaya jika ditempatkan di sisi kiri atau menusuk dari tengah. Dia dominan kidal dan pergerakannya sangat halus. Permainan dan umpan-umpannya enak ditonton.” jelas Hutchison.

Selalu update berita bola terbaru seputar Bundesliga hanya di Vivagoal.com

Pengakuan Demichelis Dibalik “Kegagalan” Argentina di Final Piala Dunia 2014

0

Vivagoal Berita BolaArgentina diprediksi akan mudah meraih trofi Piala Dunia 2014 setelah sukses menggulung Belanda 4-2 di babak semifinal. Mereka pun menatap laga puncak kontra Jerman dengan dengan kepercayaan diri tinggi.

Argentina turun dengan skuat terbaiknya, dengan trio Gonzalo Higuain, Sergio Aguero dan Lionel Messi di lini depan. Sayang,  gol tunggal Mario Gotze di menit ke – 113 membuyarkan asa Argentina untuk mengangkat piala pada 2014 silam. 

Martin Demichelis menganggap laga final tersebut menjadi momen paling pahit dalam karier sepakbolanya. Dia bahkan mengaku tak pernah mau mengingat-ingat laga itu lagi.

“Saya tak pernah menonton laga itu lagi. Saya adalah tipe orang yang sangat menuntut, sangat kritis pada diri sendiri. Kalah di menit-menit akhir dengan saya berada di dekat Gotze adalah sangat menyakitkan,” ucap Demichelis seperti dilansir dari Fox Sports.

Pengakuan Demichelis

Demichelis lalu coba mengulas proses terjadinya gol Goetze yang membuat Argentina meradang. Menurutnya, ada kesalahan pergerakan seorang Javier Mascherano yang membuat Gotze dengan mudah menceploskan bola masuk ke gawang.

“Biar saya jelaskan sedikit. Sebagai bek tengah, ada beberapa prinsip berbeda yang dianut seorang pelatih. Ada yang bilang, ‘jika tim lawan menyerang ke sisi kanan, tutup di posisi itu. Ada juga yang katakan, ‘jika lawan menekan di sayap, tetap di tengah karena disanalah gol akan tercipta.


Baca Juga: 


“Saya selama beberapa tahun bersama Manuel Pellegrini di Manchester City, bila ada situasi seperti itu, saya biasanya bergerak menutup ke sayap, kenapa? Karena di posisi jantung pertahanan akan diisi oleh gelandang bertahan. Saat itu saya tenang, karena kami punya Javier Mascherano yang akan menutup pos saya.

“Celakanya, Mascherano malah membantu Pablo Zabaleta untuk menutup pergerakan Andre Schuerle, sementara saya sudah terlanjur bergerak ke samping. Otomatis, jantung pertahanan terbuka dan dimanfaatkan dengan baik oleh Goetze untuk bawa Jerman menang,” ulas Demichelis.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com

Alasan Kuat Pahlawan Timnas Jerman Tolak Tawaran Leverkusen dan Hertha Berlin

Vivagoal Bundesliga – Pahlawan Timnas Jerman, Mario Gotze dikabarkan menolak tawaran bergabung di Bayer Leverkusen dan Hertha Berlin untuk musim 2020/2021 mendatang. Itu dia lakukan karena ingin mencari tantangan baru dengan bermain di luar Jerman.

Kontrak Goetze di Borussia Dortmund bakal segera habis akhir musim ini. Sejauh ini, belum ada tanda-tanda pihak klub berniat menambah masa kerja pahlawan Jerman di Piala Dunia 2014 itu. Alhasil, Gotze bisa angkat kaki dari Signal Iduna Park dengan status free transfer pada musim panas nanti.

Leverkusen dan Hertha Berlin diberitakan berminat menampung gelandang serang berusia 27 tahun itu pada bursa transfer musim panas mendatang. Namun gaji yang tinggi mencapai 8 juta euro per musim membuat kedua klub tersebut dikabarkan hanya bersedia memberinya kontrak berdurasi pendek, yaitu dua musim.

Akan tetapi, negosiasi berjalan buntu karena menurut Sportbild, Gotze tidak ingin pindah kesana karena lebih tertarik pindah ke liga lain, seperti Serie A Italia. Sayangnya, AC Milan dan Inter Milan yang dikabarkan tertarik mendatangkannya musim panas lalu tidak menunjukkan tanda-tanda ketertarikan ingin menggaetnya musim ini.


Baca Juga:

 

Terlepas dari belum adanya kejelasan soal klub mana yang benar-benar serius meminatinya, Gotze merasa keputusannya untuk menolak tawaran kontrak yang disodorkan manajemen Leverkusen dan Hertha Berlin sudah sangat tepat untuk karir sepakbolanya.

Goetze juga enggan pindah ke Liga Super Tiongkok ataupun Major League Soccer seperti yang banyak dilakukan pesepakbola jika merasa karirnya sudah mandek di Eropa. Menurut Bild, Gotze menganggap usianya baru 27 tahun, dan masih sangat bisa bersaing di level teratas sepakbola Eropa.

Sebagai informasi, selain ketiga klub diatas, klub asal Premier League, seperti West Ham United dan Leicester City juga diklaim bersedia memberi jalan keluar buat eks pemain Bayern Munchen itu. Namun, kedua klub itu tidak sanggup membayar gaji besar Goetze.

Selalu update berita bola terbaru seputar Bundesliga hanya di Vivagoal.com

Obrolan VIGO: Manuel Neuer, Kiper Kebanggaan Timnas Jerman

Vivagoal 5 Fakta – Siapa tak kenal Manuel Neuer, penjaga gawang hebat asal Jerman. Beragam penghargaan jadi bukti Neuer layak menyandang gelar kiper kelas wahid di dunia.

Kiper kelahiran 27 Maret 86 dari pasangan Peter dan Marita Neuer itu sejak kecil sudah hobi dalam bermain sepak bola.

Bahkan, anak yang lahir di Gelsenkirchen, Jerman ini kerap menghabiskan waktu berjam-jam untuk bermain bola di jalanan bersama saudara laki-lakinya, Marcel Neuer yang saat ini menjadi wasit di Verbandsliga, Jerman.

Neuer lahir di keluarga dengan yang berlatar belakang agamis. Keluarganya sering mengajak untuk berdoa di gereja setiap akhir pekan. Ia bahkan tidak pernah melupakan ibadah karena pengaruh positif yang telah diajarkan dari orang tuanya sejak kecil.


Baca Juga:



Saat usia lima tahun, Neuer telah melakukan debut di lapangan pada tahun 1991. Saat itu, Neuer sudah masuk di tim muda klub Schalke. Di usianya masih terbilang anak-anak, dia telah mampu mengejutkan banyak pihak karena performa apiknya. 

Perhatian pelatih kepada Neuer sangat intens. Pelatihnya saat itu sudah memiliki feeling bahwa Neuer akan menjadi pemain yang dapat diandalkan untuk Timnas Jerman.

Meski masih duduk di bangku sekolah, Neuer telah membuktikan tajinya. Ia bahkan sudah ditarik oleh pelatihnya untuk menjadi penjaga gawang profesional.

Selain sepak bola, Neuer memiliki hobi olahraga lain yaitu tenis dan ski. Neuer sangat mengidolakan Boris Becker merupakan salah satu petenis ternama pada masa itu.

Bahkan, hingga umur 14 tahun ia masih hobi bermain tenis. Kendati demikian, Neuer telah menjadikan sepak bola sebagai hobi utamanya.

Timnas Jerman Donasi Rp 41,4 Miliar Tuk Penanganan Virus Corona

Vivagoal Bundesliga – Timnas Jerman memberikan donasi untuk membantu perjuangan melawan virus Corona agar tidak semakin masif. De Nationalmannschaft total menyumbang hingga 2,5 juta euro.

Jerman menjadi salah satu negara di Eropa yang terjangkit virus Corona. Melansir dari Der Spiegel, tercatat sudah ada 8.198 kasus terkonfirmasi hingga Rabu (18/3/2020) waktu setempat.

Penyebaran Covid-19 di Jerman secara langsung mempengaruhi aktivitas sepakbola di Jerman. Bundesliga terpaksa menangguhnya seluruh pertandingannya sejak 13 Maret 2020 hingga 2 April mendatang.

Guna membantu penanganan virus Corona di negaranya, timnas Jerman lalu ikut berkontribusi dalam bentuk sumbangan dana sebesar 2,5 juta euro atau sekitar Rp 41,4 milar. Hal itu disampaikan langsung oleh Federasi sepakbola Jerman, DFB melalui pernyataan tertulisnya di akun sosial media resmi miliknya.

“Dunia sepakbola telah terhenti, kesehatan masyarakat dan melawan virus ini adalah prioritas nomor satu sekarang.” isi pernyataan resmi timnas Jerman via akun twitter @DFB_Team_EN.

“Atas dasar itu kami kemudian mendonasikan 2,5 juta euro untuk membantu penanganan ini sesegera mungkin. Setiap tindakan baik dan bantuan akan terus dihitung, semua tergantung kita semua yang ingin membuat perbedaan. Tetap sehat dan perhatikan satu sama lain dan diri sendiri.” tandasnya.


Baca Juga:



Di sisi lain, gelandang Der Panzer, Leon Goretzka berharap bantuan ini bisa mendorong masyarakat lainnya untuk turut memberikan donasi penanganan virus Corona. Menurutnya, hal itu bakal menunjukkan solidaritas seluruh warga Jerman.

“Sepakbola saat ini tengah berhenti dan kesehatan adalah yang terpenting. Oleh karena itu, dalam rasa solidaritas, saya minta anda menyumbangkan sebagian penghasilan anda dan memberi contoh.” ucap Goretzka seperti dikutip dari AS.

Selalu update berita bola terbaru seputar Bundesliga hanya di Vivagoal.com

Alasan Muller Lebih Pilih Bayern Munchen Daripada Timnas Jerman

Vivagoal Bundesliga – Penyerang Bayern Munchen, Thomas Muller enggan menanggapi banyaknya pihak yang menginginkan dirinya kembali dipanggil masuk skuad timnas Jerman untuk Piala Eropa 2020. Baginya, Piala Eropa tidak ada tantangannya sama sekali.

Untuk diketahui, pada awal babak kualifikasi Euro 2020, pelatih timnas Jerman, Joachim Loew memutuskan untuk tidak lagi memanggil tiga penggawa Bayern saat itu, yakni Thomas Mueller, Jerome Boateng dan Mats Hummels yang saat ini memperkuat Borussia Dortmund.

Namun, seiring musim 2019/2020 berjalan hingga paruh kedua saat ini, khusus Mueller, dia mampu menunjukkan tren positif dengan terus mencetak gol dan mengkreasikan assist untuk membantu Bayern merebut puncak klasemen dari RB Leipzig sedari pekan ke-20.

Hal itu membuat beberapa pihak termasuk para petinggi Bayern seperti CEO Karl-Heinz Rummenigge meminta Joachim Loew untuk mempertimbangkan lagi memanggil Muller.

Baca Juga: Susun Tim Terbaik di MPL Liga Fantasi dan Dapatkan GoPay

“Joachim Loew membuat kisah yang mengejutkan bagi kami semua pada tahun yang lalu saat mengatakan bahwa karir Jerome Boateng, Mats Hummels dan Thomas Muller di timnas Jerman sudah berakhir. Tapi saat ini, khusus Thomas, dia sudah bangkit saat ini,” ucap Rummenigge seperti dikutip dari Sport1.

“Pada dasarnya, saya tak ingin menggurui Loew. Dia sudah cukup berpengalaman dan sukses bersama timnas. Tapi ketika seorang pemain tampil bagus, saya pribadi ingin Thomas terus bermain di level timnas, dan Loew harusnya berpikir ulang,” tegas Rummenigge.

Kendati begitu, Mueller ternyata tak mau ambil pusing soal kemungkinan dirinya bisa kembali berseragam timnas Jerman. Dia saat ini memilih fokus membantu Bayern merebut semua trofi yang ada, karena menurutnya itu lebih menantang.

“Saya sama sekali tidak tertarik pada Piala Eropa. Saya hanya tertarik pada klub ini. Saya ingin memenangkan semua trofi musim ini, idealnya saya ingin tiga trofi dibandingkan satu trofi.” ejek Mueller seperti dilansir dari Sky Sports.

“Lagi pula, saya sudah terlanjur merencanakan liburan pada musim panas nanti.” tegasnya.

Sebagai informasi, perhelatan Piala Eropa 2020 mendatang bakal dilangsungkan pada musim panas Juni 2020 mendatang. Jerman menempati grup neraka bersama Prancis dan Portugal. Dan Prancis bakal menjadi lawan pertama Jerman pada 17 Juni 2020.

Selalu update berita bola terbaru seputar Bundesliga hanya di Vivagoal.com

CEO Bayern Minta Sesuatu Pada Joachim Loew, Apa?

Vivagoal Bundesliga – Jelang pagelaran Piala Eropa 2020, CEO Bayern Munich, Karl-Heinz Rummenigge meminta Joachim Loew mempertimbangkan kembali memasukkan Thomas Muller ke dalam skuat timnas Jerman untuk Piala Eropa 2020. Itu disampaikannya merujuk pada performa sang pemain belakangan ini.

Rummenigge sejatinya tidak mau ikut campur atau memengaruhi keputusan Joachim Loew soal penyusunan skuad Der Panzer. Tapi menurutnya, semua pemain yang sedang dalam performa terbaik seharusnya dipertimbangkan tuk masuk tim. Tak terkecuali Thomas Muller yang sudah “dipensiunkan” sang pelatih pada tahun lalu.

Baca juga: Ingin Dilatih Zidane, Kode Achraf Hakimi Balikan dengan Madrid?

“Joachim Loew membuat kisah yang mengejutkan bagi kami semua pada tahun yang lalu saat mengatakan bahwa karier Jerome Boateng, Mats Hummels dan Thomas Mueller di timnas Jerman sudah berakhir. Tapi saat ini, khusus Thomas, dia sudah bangkit saat ini,” ucap Rummenigge seperti dikutip dari Sport1.

“Pada dasarnya, saya tak ingin menggurui Loew. Dia sudah cukup berpengalaman dan sukses bersama timnas. Tapi ketika seorang pemain tampil bagus, saya pribadi ingin Thomas terus bermain di level timnas, dan Loew harusnya berpikir ulang,” tegas Rummenigge.

Dukungan buat Mueller juga datang dari presiden Bayern, Herbert Hainer.

“Thomas Mueller sama baiknya jika dimainkan di Bayern maupun Piala Eropa. Tentu saja, saya tak tahu apa rencana Joachim Loew, tapi saya tegaskan bahwa Thomas bagus untuk semua tim,” katanya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Bundesliga hanya di Vivagoal.com

Tergabung di Grup Neraka Piala Eropa 2020, Jerman: Ini Hadiah!

0

Vivagoal Piala Eropa – Hasil undian Piala Eropa 2020 menempatkan timnas Jerman di grup neraka. Pelatih Der Panzer, Joachim Loew menganggap ini adalah hadiah setelah mereka berhasil menjadi juara grup di babak kualifikasi.

Pengundian fase grup Piala Eropa 2020 sudah selesai dilakukan di Bukarest Sabtu (30/11/2019) waktu setempat. Grup neraka pun muncul dimana Jerman, Portugal dan Prancis terundi sama-sama menempati grup F. Adapun satu slot tersisa di grup ini masih bakal ditentukan lewat babak playoff yang baru akan digelar pada Maret 2020 mendatang.

Baca Juga: Vivagoal Bagi-Bagi Jersey, Gratis!

Islandia, Bulgaria, Hongaria, Rumania, Georgia, Belarusia, Makedonia Utara dan Kosovo adalah tim-tim yang akan saling membunuh demi satu tempat di grup F putaran final Euro 2020.

Melihat hasil undian ini, Loew mengakui Jerman berada di grup yang sangat sulit. Loew menganggapnya sebagai tantangan bagi skuad muda Die Manncshaft. Kendati demikian, Loew juga menilai Jerman bakal diuntungkan dengan status tuan rumah yang mereka sandang di grup ini, dimana Jerman bakal melakoni tiga laga di Allianz Arena.

“Grup F adalah grup neraka. Pertandingan di Munich akan menjadi pesta sepakbola. Harapannya cukup tinggi, dimana untuk tim muda kami, ini bakal jadi tantangan besar sekaligus juga motivasi besar. Ini hadiah untuk kami sebagai juara grup di babak kualifikasi.” ucap Loew seperti dilansir dari AS.

Sebagai informasi, untuk skuad Piala Eropa 2020, Loew memang banyak mengandalkan pemain muda sebagai pilar utama. Ia sengaja menyingkirkan para pemain dari generasi emas yang sebelumnya meraih Piala Dunia 2014 di Brasil. Tercatat, hanya Manuel Neuer dan Tony Kroos yang dipertahankan.

Berikut hasil pembagian grup Piala Eropa 2020.

Grup A

  1. Turki
  2. Italia
  3. Wales
  4. Swiss

Grup B

  1. Denmark
  2. Finlandia
  3. Belgia
  4. Rusia

Grup C

  1. Belanda
  2. Ukraina
  3. Austria
  4. Pemenang Playoff Jalur D/A

Grup D

  1. Inggris
  2. Kroasia
  3. Republik Ceko
  4. Pemenang Playoff jalur C

Grup E

  1. Spanyol
  2. Polandia
  3. Swedia
  4. Pemenang playoff jalur B (Slovakia, Bosnia, Irlandia Utara, Republik Irlandia)

Grup F

  1. Jerman
  2. Prancis
  3. Portugal
  4. Pemenang Playoff Jalur A/D

Selalu update berita bola terbaru seputar Bundesliga hanya di Vivagoal.com

Julian Draxler Pastikan Bertahan di PSG Hingga Akhir Musim

0

Vivagoal Ligue 1 – Julian Draxler ramai diberitakan akan hengkang dari Paris Saint-Germain pada bursa transfer paruh musim ini. Namun, pemain internasional Jerman tersebut membantah dan memastikan dirinya berniat menutup musim ini di PSG.

Draxler disebut-sebut akan hengkang dari Parc des Princes pada bursa transfer Januari 2020 mendatang. Padahal, gelandang 26 tahun itu baru menjalani musim ketiganya bersama Les Parisiens pasca didatangkan dari Wolfsburg pada bursa musim dingin Januari 2017 silam.

Baca juga: Merasa Hebat, Mbappe Tak Lagi Punya Idola

Sejak bergabung di PSG, Draxler belum banyak mendapat menit bermain yang banyak. Di musim debutnya, Draxler hanya membukukan 25 penampilan dengan menorehkan 10 gol dan 3 assist. Ia gagal bersaing dengan Marco Verratti di sektor gelandang tengah.

Memasuki musim keduanya, nasib Draxler sedikit membaik dengan mencatatkan 46 penampilan, namun eks pemain Schalke 04 itu hanya menjadi starter sebanyak 19 kali dalam 31 penampilan di Ligue 1 Prancis.

Di musim ketiganya kali ini, Draxler belum juga bisa merebut hati pelatih Thomas Tuchel dan baru membukukan lima penampilan di ajang Liga Prancis. Spekulasi pun bergulir kencang dengan menyebutkan ia bakal hengkang di bursa musim dingin kali ini.

Kabar terakhir menyebutkan bahwa Tottenham Hotspurs dan Bayern Munchen berminat menampung si pemain. Menurut informasi yang dikutip dari Sky Sport, Bayern bahkan bersedia menebus klausul rilisnya yang berada di angka 40 juta demi bisa memboyongnya ke Allianz Arena.

Baca juga: Vivagoal Bagi-bagi Jersey Gratis!

Namun Draxler diberitakan belum memiliki rencana untuk angkat kaki dari Parc des Princes. Ia dilaporkan sama sekali tidak memusingkan rumor soal transfer dirinya, dan mengaku belum menyerah untuk bersaing memperebutkan satu tempat di tim utama PSG.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS