Tag: Timnas Jerman

Joachim Loew Dukung Pemain 15 Tahun Ini Masuk Skuad Senior Dortmund

Vivagoal Bundesliga – Pelatih timnas Jerman, Joachim Loew memberikan dukungannya kepada Youssoufa Moukoko untuk bermain bersama tim senior Borussia Dortmund musim ini. Loew sangat yakin kemampuan Moukoko sudah layak untuk diturunkan di laga seketat Bundesliga Jerman.

Youssoufa Moukoko baru berusia 15 tahun saat ini. Namun pada musim 2020/2021 ini, ia sudah ikut berlatih dengan tim senior Die Borussen, meski belum sama sekali pernah diturunkan oleh pelatih Lucien Favre.

Kendati demikian, pada paruh kedua musim ini, Youssoufa Moukoko sudah bisa dimainkan di tim utama Dortmund setelah otoritas sepakbola Jerman (DFL) memberlakukan sebuah aturan baru.

Aturan tersebut menyatakan bahwa setiap klub Bundesliga dibolehkan memainkan pemain mudanya, minimal telah berusia 16 tahun pada musim 2020/2021. Sebelumnya, pihak DFL cuma menetapkan umur minimal pemain akademi yang bisa dipromosikan ke skuat senior adalah 16 tahun 6 bulan.


Baca Juga:


Moukoko sendiri baru akan berusia 16 tahun pada 20 November mendatang. Alhasil, pada Januari 2021 nanti, Dortmund sudah bisa memberinya kontrak profesional pertama buat pemain timnas Jerman U-16.

Dengan aturan baru ini, Loew mengharapkan Dortmund benar-benar mau memperhatikan perkembangan karier sang wonderkid, termasuk memberinya menit bermain yang cukup. Menurutnya, Moukoko sangat mungkin menjadi mesin gol utama Dortmund dengan kualitas yang dimilikinya.

“Sungguh sukar dipercaya, Youssoufa Moukoko sudah bisa jadi top scorer Liga U-19 melawan pemain-pemain yang berusia lebih tua darinya.” ucap Loew dilansir dari Goal International.

“Moukoko punya bakat yang tak ditemui di dunia sepakbola. Apalagi bakat besarnya itu sudah mulai terlihat semenjak ia berkarir di tim muda. Hal itu membuat pelatih Dortmund harus memantau perkembangannya.” tegas Loew.

Sebagai informasi, meski usianya masih sangat muda, tapi Youssoufa Moukoko punya kemampuan super sebagai penyerang sayap. Dia adalah mesin gol utama Dortmund di semua kelompok umur. Hebatnya, dalam 87 laga yang sudah dilakoninya bersama skuat Dortmund U-17 dan U-19, Moukoko bisa mencetak 137 gol dan mengkreasikan 27 assist, fantastis!

Untuk musim 2019/2020 kemarin saja, koleksi gol Moukoko mencapai 38 gol dan 10 assist hanya dari 28 pertandingan. Selain torehan golnya yang sangat banyak, Moukoko juga tercatat tiga kali bisa mencatatkan quattrick alias empat gol dalam satu laga, dan enam hattrick. Luar biasa!

Selalu update berita bola terbaru seputar Bundesliga hanya di Vivagoal.com

Kaka kepada Milan: Tiru Timnas Jerman, Bukan Arsenal!

Vivagoal Serie A – Kaka menyambut positif proyek AC Milan yang menggabungkan pemain tua dengan pemain muda. Ia berharap mantan klubnya tersebut bisa meniru kesuksesan Timnas Jerman bukan Arsenal.

Perpaduan pemain tua dan muda mulai terlihat ketika Zlatan Ibrahimovic tiba di San Siro pada Januari 2020 kemarin. Didatangkan saat berusia 38 tahun, Ibra mampu mendongkrak permainan tim baik secara personal maupun mentalitas.

Ya, dengan pengalaman segudang yang dimiliki, Ibra berhasil menyuntikkan mentalitas juara kepada para pemain muda. Milan kemudian berhasil mengakhiri musim di zona Liga Europa dan menargetkan Liga Champions musim ini.

Kaka kemudian puas dengan proyek yang dibangun oleh manajemen Milan saat ini. Menurutnya kehadiran pemain senior akan membantu perkembangan para pemain muda mereka.

“Mereka memiliki campuran pemimpin dan anak muda. Ketika saya datang di sana, saya masih muda dan saya menemukan struktur yang sama untuk membantu saya,” kata Kaka kepada La Gazzetta dello Sport.

“Penting untuk melanjutkan. Bagi saya, Elliott fund telah menemukan jalan yang benar, garis yang dipertahankan oleh CEO [Ivan] Gazidis,” serunya.

“Pekerjaan [Paolo] Maldini dan [Zvonimir] Boban juga sangat penting,” tambah Kaka.


Baca Juga:


Kaka kemudian mengaitkan program Milan tersebut dengan skema yang juga dipakai oleh Timnas Jerman. Mereka berhasil menggabungkan kekuatan pemain senior dan mereka yang masih muda untuk bisa meraih gelar juara Piala Dunia 2014.

Namun Kaka berharap Milan tidak melakukan tindakan ceroboh seperti yang dilakukan Arsenal. Menurutnya klub asal Inggris itu gagal menyeimbangkan skuad muda dan tuanya.

“Kami memikirkan model yang dimiliki Jerman, tim nasional dari 2014. Saya suka pembaruan Milan tapi belajar dari para veteran itu fundamental,” tegasnya.

“Mari kita pikirkan model Arsenal. Itu bagus, tapi mereka belum pernah menang dalam beberapa tahun terakhir. Kita perlu sedikit lebih konkret. Bagi saya ini bekerja lebih baik: pemimpin dan pemain muda untuk masa depan yang berkualitas,” tandas Kaka.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Schweinsteiger Kesal Betul Sama Lini Belakang Jerman, Kenapa?

Vivagoal Bundesliga – Meski masih dalam jalur positif karena belum sekalipun kalah dalam empat laga awalnya di UEFA Nations League, tapi performa timnas Jerman belum memuaskan Bastian Schweinsteiger. Pasalnya, Der Panzer begitu gampang ditembus lawan jadi alasan utamanya.

Jerman hanya bisa meraih hasil imbang saat menjamu Swiss di RheinEnergie Stadion, Rabu (14/10/2020) dinihari WIB pada matchday ke-4 Grup A UEFA Nations League. Hasil imbang ini praktis memperpanjang tren kurang meyakinkan Jerman setelah sebelumnya juga diimbangi Turki, Spanyol dan ketika tandang ke markas Swiss.

Selain itu, kegagalan meraih poin atas Swiss membuat Jerman gagal mengkudeta Italia yang di laga sebelumnya takluk 0-1 dari Ukraina. Situasi ini pun membuat Schweinsteiger sangat geram dengan lini belakang pasukan Joachim Loew.

Tiga gol yang bersarang ke gawang Jerman dini hari tadi menandai Die Mannschaff sudah kebobolan sebanyak tujuh dalam empat pertandingan beruntun di UEFA Nations League. Dalam periode yang sama, Bayern cuma sekali bisa mencatatkan clean sheet.


Baca Juga:


“Masalahnya saat ini adalah kami selalu bisa mencetak gol di setiap pertandingan tapi kami juga terus kemasukan.” Dalam bertahan, hal pertama yang harus dipikirkan adalah cara bertahan, bukan soal terus bergerak kedepan.” sembur Schweinsteiger dilansir dari Sport1.

“Kami sudah kebobolan 7 gol dalam tiga laga internasional terakhir, dimana enam gol terjadi di stadion kami sendiri. Ini tidak bisa tidak harus segera diperbaiki jika ingin punya peluang di Piala Eropa.” tegasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Bundesliga hanya di Vivagoal.com

Cuma Menang Sekali Dari 5 Laga, Jerman Masih Pede Tembus 4 Besar Euro

Vivagoal Bundesliga – Timnas Jerman untuk keempat kalinya dalam lima laga beruntun gagal meraih hasil maksimal usai ditahan imbang Swiss di laga keempat UEFA Nations League. Hasil ini membuat Der Panzer gagal mengkudeta Spanyol di peringkat pertama klasemen.

Berlaga di RheinEnergie Stadion, Rabu (14/10/2020) dinihari WIB, Jerman tampil buruk pada awal laga, dan sempat tertinggal dua gol lebih dulu setelah Mario Gavranovic mencetak gol di menit ke-5 dan Remo Freuler menit ke-26.

Jerman baru bisa bangkit setengah jam kemudian setelah Timo Werner bisa memperkecil kedudukan menjadi 2-1 pada menit ke-28, dan Kai Havertz akhirnya bisa mencetak gol penyama kedudukan di menit ke-55.

Swiss kembali bisa berbalik unggul setelah Mario Gavranovic mencetak gol keduanya di menit ke-56. Beruntung, Jerman bisa selamat dari kekalahan usai Serge Gnabry ikut mencatatkan namanya di papan skor empat menit berselang.

Hasil ini sekaligus memperpanjang tren buruk Jerman di ajang Nations League tahun ini. Dari empat laga yang telah dilakoni, Die Mannschaft hanya bisa meraih satu kemenangan dan tiga lainnya imbang.


Baca Juga:



Pelatih timnas Jerman, Joachim Loew coba membela diri dengan menyebut laga kontra Swiss memang terbilang sulit buat Jerman. Pasalnya, Swiss berani meladeni permainan terbuka yang diterapkan anak asuhnya.

Meski begitu, Loew tetap merasa optimis, timnya paling tidak bisa menembus semifinal Euro 2021 mendatang dan bertekad bisa segera memperbaiki kekurangan yang ada dalam skuadnya.

“Kami membuat sejumlah kesalahan di area pertahanan. Rencana kami bermain dengan mengambil resiko, tapi justru melakukan kesalahan dan kami harus segera memperbaikinya.” ucap Loew dilansir dari situs resmi DFB.

“Kami berjuang keras untuk bisa kembali ke performa terbaik kami. Kami bisa belajar dari sebuah kemunduran. Kami hanya perlu meningkatkan komunikasi.” tegasnya.

“Dan saat kami pergi ke Euro, tujuan kami adalah melaju sejauh mungkin, tapi sampai semifinal adalah target minimum.

Selalu update berita bola terbaru seputar Bundesliga hanya di Vivagoal.com

Jerman Melakukan Kesalahan Besar Atas Penampilan Buruknya, Apa?

Vivagoal Bundesliga – Buruknya penampilan timnas Jerman sepanjang tahun 2020 ini membuat Joachim Loew panen kritikan. Legenda Schalke, Olaf Thon bahkan menganggap keputusan federasi tetap mempertahankan Loew pasca hancur-hancuran di Piala Dunia 2018 adalah sebuah kesalahan besar.

Dalam empat laga beruntun di ajang UEFA Nations League, timnas Jerman besutan Joachim Loew tercatat hanya bisa meraih satu kemenangan dengan tiga laga lainnya berakhir imbang. Hasil ini membuat Jerman harus puas berada di posisi kedua League A grup 4 dibawah Spanyol dengan torehan 6 poin dan 12 poin maksimal yang bisa didapatkan.

Teranyar ketika Jerman yang sempat tiga kali memimpin atas Turki, gagal mempertahankan keunggulannya setelah Turki tiga pula bisa menyamakan kedudukan dan membuat laga tuntas dengan skor sama kuat 3-3.

Hasil ini langsung memicu kemarahan para dedengkot timnas Jerman. Setelah Lothar Matthaus mengatakan bahwa saat ini tidak ada lagi orang di Jerman yang mau menonton skuad besutan Loew. Terbaru ada mantan gelandang Die Mannschaft, Olaf Thon yang menilai Loew tidak becus mengelola skuad Jerman yang bertabur bintang.

Pendapat ini tidak sepenuhnya salah, pasalnya sejak tampil buruk di ajang Piala Dunia 2018, yang mana Jerman cuma bisa jadi juru kunci grup F dan gagal lolos ke fase 16 besar karena kalah bersaing dengan Korea Selatan, Meksiko dan Swedia, hasil kurang optimal masih kerap didapatkan Jerman-nya Loew.


Baca Juga:



Dari 20 laga yang sudah dijalani usai Piala Dunia 2018, Joachim Loew hanya bisa mempersembahkan 10 kemenangan dengan 7 laga lainnya berakhir imbang dan 3 sisanya kalah. Untuk tim sebesar Jerman, catatan diatas jelas jauh dari kata bagus.

Menurut Olaf Thon, federasi sepakbola Jerman sudah melakukan kesalahan dengan tetap mempertahankan Loew sebagai pelatih usai Piala Dunia 2018 meski pria 60 tahun itu pernah berhasil membawa timnas Jerman juara Piala Dunia 2014 silam.

“Andai terserah saya, Loew seharusnya sudah dipecat sejak Piala Dunia 2018 kemarin. Ada begitu banyak putusan personal yang tak masuk akal. Secara umum, saya melihat tim ini kekurangan gen pemenang, atau kemauan luar biasa tuk mempertahankan keunggulan hingga garis finish.” tegas Olaf Thon dilansir dari Kicker.

“Itu jadi alasan Loew seharusnya dipecat saja. Memang dia sudah menangani timnas dengan luar biasa dalam beberapa tahun terakhir, tapi dia harus rela memberikan tempat buat yang lain setelah kekecewaan pada 2018 kemarin.” tegasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Bundesliga hanya di Vivagoal.com

Soroti Kinerja Loew, Matthaus: Tidak Ada Yang Mau Nonton Jerman Main

Vivagoal – Bundesliga – Pelatih timnas Jerman, Joachim Loew mendapat kritikan tajam dari legenda Bayern Munchen, Lothar Matthaus menyusul serangkaian hasil negatif yang didapat Der Panzer. Menurut Matthaus, saat ini tidak ada lagi orang Jerman yang mau menonton skuad besutan Loew.

Untuk ketiga kalinya secara beruntun, timnas Jerman kembali menuai hasil kurang meyakinkan usai ditahan imbang 3-3 oleh Turki pada laga ujicoba yang berlangsung di Stadion RheinEnergie, Kamis (8/10/2020) dinihari WIB.

Hasil imbang ini sekaligus memperpanjang tren negatif Der Panzer sedari Piala Dunia 2018, Juni silam. Sebagaimana yang diketahui, di Piala Dunia 2018 lalu, Jerman harus tersingkir dengan status sebagai juru kunci grup F.

Setelahnya, di ajang UEFA Nations League, pasukan Joachim Loew cuma bisa meraih enam kemenangan, delapan hasil imbang dan tiga sisanya kalah dalam 17 laga terakhirnya.

Serangkaian hasil buruk tersebut, termasuk kegagalan menang di tiga laga terakhirnya termasuk kala berhadapan dengan Spanyol dan Swiss membuat Lothar Matthaus sangat geram.

Menurutnya, strategi Loew untuk bertahan dalam tiga laga terakhirnya termasuk pemilihan pemain yang di level klub cuma jadi pemain cadangan membuat Jerman gagal menampilkan performa terbaiknya. Ditambah kerap gagal mempertahankan keunggulan yang sudah berada di depan mata.


Baca Juga:


Hal tersebut berdampak pada animo masyarakat Jerman untuk tidak lagi berminat menonton Manuel Neuer dan kolega bertanding.

“Jerman sekarang sudah lima kali melepas keunggulan. Melawan Turki, mereka melakukannya tiga kali dalam satu laga. Ini semua buntut dari kesalahan taktik Loew yang membuat Jerman kehilangan kemenangan.” semburnya dilansir dari Sport Bild.

“Saya tak habis pikir, dia melakukan pemanggilan pemain yang keliru seperti Nico Schulz, Antonio Rudiger, Benjamin Henrichs yang cuma jadi cadangan di klub. Makanya sekarang tidak ada orang yang mau menyalakan televisi dan menonton tim besutan Loew.” geramnya lagi.

Selalu update berita bola terbaru seputar Bundesliga hanya di Vivagoal.com

Manuel Neuer Jauh Lebih Istimewa Ketimbang Marc Ter Stegen

0

Vivagoal – Perebutan posisi sebagai kiper nomor satu Jerman antara Marc-Andre ter Stegen dan Manuel Neuer dipastikan kembali memanas jelang duel timnas Jerman vs Spanyol di ajang UEFA Nations League. Tapi menurut kiper Arsenal, Bernd Leno, Neuer masih layak dipercaya sebagai kiper utama Der Panzer.

Sebagai informasi, Manuel Neuer sudah menjadi andalan di sektor penjaga gawang timnas Jerman sejak Piala Dunia 2010. Kiper andalan Bayern Munchen tersebut jadi sosok yang begitu tangguh di bawah mistar gawang sejak dipromosikan menggantikan Oliver Kahn yang pensiun pada tahun 2008 silam.

Tapi sejak nama Marc-Ter Stegen bersinar di bawah mistar gawang Barcelona usai didatangkan dari Borussia Monchengladbach pada 2014 silam, posisi Manuel Neuer mulai banyak digugat karena dianggap sudah menurun seiring usianya yang sudah memasuki 33 tahun. Dan Ter Stegen yang lebih mudah sudah layak untuk diberi kesempatan.

Perebutan kiper nomor satu Jerman ini bahkan sempat memanas pada akhir 2019 kemarin usai Ter Stegen terang-terangan mengaku frustasi karena tak kunjung dapat kesempatan jadi kiper utama Der Panzer.

Menjelang duel super big match antara Jerman vs Spanyol di ajang UEFA Nations League, Jumat (4/9/2020) dinihari WIB, Bernd Leno yang notabene adalah kiper ketiga di timnas Jerman memanaskan perseteruan keduanya dengan menyebut Ter Stegen belum selevel dengan Neuer jika merujuk pada trofi yang didapatnya.


Baca Juga:



“Manu (Manuel Neuer) itu sungguh istimewa. Kesuksesannya yang luar biasa sudah jadi bukti. Dia selalu mampu tampil menonjol di partai-partai besar. Jadi memang tak ada opsi lain untuk menyebut siapa kiper terbaik di Jerman dan dunia saat ini.” ucap Bernd Leno dilansir dari
Stuttgarter Zeitung.

“Jujur saja saya katakan bahwa Manu telah, sedang dan tetap bakal jadi kiper terbaik di dunia, dan dia jelas masih kiper nomor satu kami.” tegas Leno.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com

Loew Lebih Pilih Panggil Pemain PSG Ketimbang Bayern dan Leipzig, Kok Bisa?

Vivagoal Bundesliga – Pelatih timnas Jerman, Joachim Loew sudah menegaskan bahwa dirinya tidak bakal memanggil beberapa pemain Bayern Munich untuk mengikuti kompetisi UEFA Nations League, September mendatang.

Untuk diketahui, Jerman akan tampil di ajang UEFA Nations League yang rencananya bakal digulirkan pada awal September nanti. Adapun lawan yang bakal dihadapi Jerman adalah timnas Spanyol dan Swiss.

Kendati bakal melawan dua negara yang memiliki akar sepakbola kuat, Joachim Loew memastikan dirinya tak akan memanggil beberapa pemain Bayern Munich atau RB Leipzig yang meraih sukses besar di ajang Liga Champions musim ini.

Menurutnya, kedua tim itu bermain hingga fase akhir Liga Champions, dan ia bermaksud memberi waktu istirahat buat pemain dari kedua klub tersebut.

“Pemain yang telah bekerja berlebihan sejak dimulainya kembali Bundesliga tidak akan dipanggil masuk skuad pada bulan September nanti, termasuk pemain yang sudah ambil bagian dalam kompetisi Liga Champions di Lisbon,” ungkap Loew seperti dikutip dari situs resmi Bundesliga.

“Kami bermaksud ingin memberi mereka waktu tuk recovery. Jadi pasti tidak akan ada tempat untuk Manuel Neuer, Joshua Kimmich, Serge Gnabry atau Leon Goretzka dari FC Bayern. Termasuk Marcel Halstenberg dan Lukas Klostermann dari RB Leipzig.” Loew menegaskan.


Baca Juga:



Namun kasus berbeda justru didapat oleh beberapa pemain Paris Saint-Germain asal Jerman seperti Julian Draxler dan Thilo Kehrer. Menurut Loew, kedua pemain itu hanya bermain sedikit sepanjang musim 2019/2020 kemarin karena Ligue 1 sudah disetop sejak Maret 2020 lalu. Dan hal tersebut juga berlaku untuk Leroy Sane dan Niklas Suele.

“Situasinya mungkin sedikit berbeda untuk Julian Draxler dan Thilo Kehrer dimana keduanya bermain untuk PSG. Termasuk untuk Leroy Sane dan Niklas Suele. Mereka semua memiliki periode tidak bermain secara reguler, dan mereka butuh untuk kembali bisa menemukan ritme permainannya lagi, baik dalam latihan maupun dalam pertandingan,” pungkas Loew.

Selalu update berita bola terbaru seputar Bundesliga hanya di Vivagoal.com

Ancaman Joachim Loew di Ruang Ganti Yang Bikin Jerman Menang 7-1 Atas Brasil

Vivagoal Bundesliga – Dibalik kemenangan bersejarah Jerman atas Brasil pada piala dunia 2014 silam, ternyata bukan karena cuma strategi jitu yang dibuat oleh Joachim Loew. Sang pelatih juga melontarkan ancaman keras yang membakar semangat pemain Der Panzer untuk mempermalukan Brasil.

Sebagaimana yang sudah diketahui, pada laga semifinal Piala Dunia 2014 yang mempertemukan antara tuan rumah Brasil vs Jerman berakhir dengan begitu menakjubkan. Selecao, negara dengan yang paling banyak meraih trofi Piala Dunia, harus menerima kekalahan terbesar mereka sepanjang sejarah di seluruh ajang kompetisi.

Bukan hanya kekalahan terbesar secara statistik, tapi kekalahan terbesar secara psikologis bagi sejarah agung sepakbola Brasil. Bagi Jerman sendiri, ada dua catatan penting dimana kemenangan 7-1 atas Brasil sekaligus menggeser dua rekor tim Samba lainnya.

Dengan tujuh gol yang mereka gelontorkan ke gawang Brasil kala itu, Der Panzer jadi tim paling produktif sepanjang gelaran Piala Dunia dengan 223 gol, lebih banyak dua gol dari torehan Brasil. Adapun penyerang andalan mereka, Miroslav Klose sukses menggeser Ronaldo da Lima sebagai top skor Piala Dunia sepanjang masa dengan 16 gol berbanding 15 milik The Fenomenal.


Baca Juga:


Sami Khedira yang menjadi anggota skuad Jerman saat itu mengungkapkan bahwa sikap Loew yang begitu keras kepada para pemainnya di jeda paruh pertama menjadi alasan Jerman pantang kendur di babak kedua meski sudah unggul 5-0 di babak pertama.

Menurut Khedira, sedianya Loew melakukan rotasi pemain untuk menjaga kondisi pemainnya menghadapi Argentina di partai final. Tapi sebaliknya, Loew malah mengancam akan memarkir pemain yang tampil buruk di babak kedua.

“Loew berkata pada kami, “Hebat! Tapi pertandingan belum sepenuhnya selesai. Jika saya melihat siapapun bermain-main di babak kedua, saya akan langsung menariknya dan memarkirnya.” ungkap Khedira seperti dilansir dari Sport Bild.

“Perkataan Loew itu langsung menyingkirkan euforia kami dan berkata, “ayo mulai lagi dalam kondisi 0-0, dan saya ingin kalian memenangkan babak kedua.” sungguh itu adalah pidato yang luar biasa darinya.” sambung Khedira.

Selalu update berita bola terbaru seputar Bundesliga hanya di Vivagoal.com

Kai Havertz, Mesut Oezil Yang Sudah Diupdate Ke Versi Terbaru

Vivagoal Bundesliga – Kai Havertz jadi salah satu talenta muda Bundesliga yang sedang naik daun. Ia disebut sebagai Mesut Ozil dalam versi yang lebih baik.

Havertz adalah jebolan akademi Bayer Leverkusen. Setelah lima tahun menimba ilmu di level junior, Havertz yang berposisi sebagai gelandang serang melakukan debut perdananya di skuat utama Die Werkself pada Oktober 2016 silam.

Sejak saat itu, Havertz yang saat ini berusia 20 tahun sudah tampil sebanyak 141 kali di seluruh ajang bersama Leverkusen dengan torehan 42 gol dan 30 assist. Musim ini bisa dibilang periode terbaik Havertz setelah mampu mengemas 14 gol dan 8 assist dari 36 penampilan.

Wajar jika kemudian dia jadi komoditi panas jelang bursa transfer musim panas dibuka tahun ini dengan klub-klub top Eropa macam Liverpool, Chelsea, Bayern, hingga Barcelona dikabarkan meminatinya.

Secara permainan, menurut mantan gelandang Liverpool, Don Hutchison yang kini jadi pundit sepakbola mengatakan bahwa Havertz punya gaya bermain mirip Mesut Ozil. Tapi Havertz adalah Oezil dalam versi yang lebih bagus karena punya postur tubuh lebih jangkung, kecepatan yang mumpuni dan kemampuan mengolah bola dengan kedua kaki atau ambipedal.

“Saya dia (Havertz) terlalu bagus untuk klub seperti Leverkusen. Menurut saya, dia bisa pergi ke klub-klub besar Eropa dan saya percaya dia akan bisa cocok dengan sebagian besar klub top Eropa.” ucap Hutchison seperti dilansir dari Metro.


Baca Juga:



“Dia tentunya harus memperjuangkan tempatnya, tapi dengan talenta dan usianya yang baru 20 tahun, dia tidak akan kesulitan mendapatkan menit bermain reguler di sebagian besar tim. Menurut saya, dia sama seperti Mesut Ozil namun dalam versi yang lebih tinggi dan lebih cepat.” sambungnya.

“Havertz bisa memainkan kedua kakinya sama baiknya. Namun dia akan sangat berbahaya jika ditempatkan di sisi kiri atau menusuk dari tengah. Dia dominan kidal dan pergerakannya sangat halus. Permainan dan umpan-umpannya enak ditonton.” jelas Hutchison.

Selalu update berita bola terbaru seputar Bundesliga hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

HOT NEWS