Tag: Timnas Perancis

Mbappe Bukan Pemain Nomor 9

Vivagoal Ligue 1 – Ketajaman Kylian Mbappe tidak terlihat ketika dimainkan sebagai striker tengah di laga Prancis kontra Turki. Oleh karena itu, eks tim pemandu bakat Paris Saint-Germain, Marc Westerloppe menegaskan kepada pelatih timnas Prancis, Didier Deschamps bahwa Mbappe bukan pemain nomor 9.

Sebelumnya, Prancis ditaklukkan Turki dua gol tanpa balas di Torku Arena, Minggu (9/6/2019) dini hari dalam laga kualifikasi Euro 2020 Grup H. Di laga tersebut, penampilan Prancis tidak bisa dibilang baik. Statistik menunjukkan, Paul Pogba dkk gagal membuat shot on goal dari empat percobaan, sementara Turki membuat 11 percobaan dengan enam on target.

Mbappe sendiri yang dimainkan sebagai penyerang tengah di laga kontra Turki tidak terlalu banyak memberi ancaman. Dengan penampilan itu, Westerloppe pun mengatakan bahwa meski Mbappe termasuk pemain multi posisi namun akan lebih baik jika Deschamps bisa menemukan posisi terbaik untuk pemain 20 tahun itu.

“Mbappe sering bermain sebagai pemain nomor 9 di Prancis, tapi potensinya akan keluar jika dimainkan di sayap. Ketika anda memiliki pemain seperti dia, Anda harusnya menempatkannya dalam posisi terbaik.” kata Westerloppe kepada L’Equipe.

“Hari ini sepakbola telah berkembang. Jika anda menggunakan skema 4-3-3, ada Mbappe yang bisa berperan sebagai winger palsu dan mampu membuat perbedaan secara langsung dalam permainan. Ketika dia dipasang sendirian di lini depan, akan selalu sulit buatnya mendapat bola.” ulasnya demikian.

“Ketika Prancis punya pemain dengan kualitas Mbappe, sangat menyedihkan jika dia tidak menyentuh bola. Dia pemain dengan potensi luar biasa dan sudah sering membuktikan bahwa dia efektif bagi Prancis di usianya yang sangat muda.” Westerloppe menegaskan.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1  hanya di Vivagoal.com

Varane: Pogba Sudah Bikin Keputusan, Tunggu Saja!

VivagoalLa Liga – Bek Real Madrid, Raphael Varane mengaku sudah berbicara secara pribadi dengan rekannya di timnas Prancis, Paul Pogba terkait rumor transfer ke Real Madrid. Varane pun tak ragu untuk mengatakan bahwa Pogba sudah membuat keputusan terkait masa depannya dan akan segera mengumumkan ke publik.

Madrid sedang berencana melakukan belanja besar-besaran musim panas ini setelah menuai hasil yang buruk musim ini. Melakukan tiga kali pergantian pelatih, Madrid tetap mengakhiri musim tanpa trofi plus sederet statistik yang buruk.

Beberapa pemain bintang mulai dikait-kaitkan dengan Madrid. Pogba adalah yang paling kencang dikabarkan bakal segera berseragam putih-putih mengingat dia kerap bermasalah di klubnya yang sekarang, Manchester United.

Gelandang 26 tahun itu disebut sudah tidak betah lagi bermain di Old Trafford karena terus-terusan dituding jadi penyebab The Red Devils puasa gelar musim ini, dan lebih buruknya lagi karena mereka gagal meraih tiket Liga Champions musim depan.

Kontribusi Pogba ke United sebenarnya sudah cukup maksimal. Dia membukukan 16 gol dan 11 assist dalam 47 pertandingan di semua kompetisi. Jumlah tersebut jauh lebih banyak dari semua pemain MU.

Terkait hal tersebut, Varane yang merupakan rekan Pogba di timnas Prancis kemudian mengatakan Pogba sudah memberitahukan keputusan akhirnya, namun dia masih menunggu perkembangan terbaru ke depannya. Dia tidak ingin persoalan masa depannya mengganggu fokus persiapan tim di pra musim ini.

“Pogba sudah membuat keputusan, tapi saya tidak akan menyampaikan apa yang sudah saya bicarakan dengan dia. Ini bukan hanya soal satu orang pemain, dan kita lihat saja nanti.” ujar Varane di Sportskeeda.

“Dia sebenarnya ingin masalah ini cepat selesai, tapi tidak terjadi. Dan dia masih menunggu seperti anda dan para fans yang juga menantikan konfirmasi dari dirinya.” Varane menambahkan.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Ambil Keputusan Tinggalkan Atletico, Griezmann Dapat Dukungan Dari Deschamps

VivagoalLa Liga – Pelatih timnas Prancis, Didier Deschamps mendukung penuh keputusan Antoine Griezmann yang ingin hengkang dari Atletico Madrid akhir musim ini jika itu untuk kemajuan kariernya.

“Para pemain membuat pilihan, dan saya sama sekali tidak berhak untuk mencampuri urusan mereka. Itu semua tergantung kepada diri mereka sendiri, keluarga dan karier mereka kedepannya.” ujar Deschamps seperti dikutip dari Football Espana.

Deschamps sendiri tidak menampik bahwa selain Griezmann, sejumlah pemain Prancis lainnya sempat berkonsultasi pada dirinya terkait kelanjutan karier mereka di klubnya masing-masing.

“Kebanyakan dari pemain Prancis meminta pendapat saya, saya hanya berperan menasehati mereka dan itu boleh mereka pertimbangkan sebagai masukan, tapi tetap keputusan ada di tangan masing-masing individu.” ungkapnya.

“Yang penting, ketika Griezmann membuat keputusan, hal itu sudah dipikirkannya secara tepat, dengan menimbang fakta dan data untuk pindah ke suatu klub, dan jangan menyesalinya kemudian, karena bisa jadi anda berpikir itu baik tapi hal yang terjadi kemudian ternyata tidak.” Deschamps menegaskan.

Antoine Griezmann beberapa waktu lalu sudah resmi mengumumkan keinginannya ingin hengkang dari Atletico Madrid pada musim panas ini. Meski belum ada klub yang resmi meminangnya, tapi keputusan pemain bernomor punggung 7 itu sudah bulat ingin pergi dari Metropolitano.

Kabar terbaru menyebutkan bahwa penyerang 27 tahun tersebut bakal berlabuh ke klub Catalan, Barcelona, namun kedua belah pihak belum memberikan konfirmasi terkait kebenaran rumor tersebut.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Hasil Kualifikasi Euro 2020: Prancis Bantai Islandia 4-0

0

Vivagoal Piala Euro – Prancis memetik kemenangan telak kala menghadapi Islandia di lanjutan fase penyisihan grup Kualifikasi Euro 2020. Pemenang Piala Dunia 2018 itu menang dengan skor telak 4-0.

Prancis menjamu Islandia di Stade De France, Selasa (26/3/2019) dini hari. Sedari menit awal pertandingan, Prancis sudah langsung mengambil inisiatif menyerang.

Berdasarkan catatan ESPN, Les Bleus menguasai bola hingga 75% dengan melepaskan 15 tembakan yang lima diantaranya on target. Sementara Islandia hanya bisa mencatatkan empat percobaan yang semuanya tepat sasaran.

Prancis yang memegang kendali permainan sudah langsung unggul di menit ke-12 melalui bek tengah, Samuel Umtiti. Berawal dari skema sepak pojok, umpan lambung Kylian Mbappe disambut Umtiti dengan sundulan.

Enam menit berselang, Olivier Giroud nyaris menggandakan keunggulan Prancis. Menerima umpan dari Benjamin Pavard, tandukan Giroud masih mampu dihalau oleh kiper Islandia, Hannes Thor Halldorsson.

Terus menyerang, Prancis tak kunjung bisa mencetak gol. Skor 0-1 pun bertahan hingga babak pertama berakhir. Memasuki interval kedua, Islandia coba mengancam gawang Prancis. Tapi tendangan mendatar Birkir Bjarnason masih bisa digagalkan Hugo Lloris.

Upaya Prancis untuk mencari gol tambahan akhirnya berbuah hasil pada menit ke-68. Umpan crossing Benjamin Pavard gagal dipotong oleh kiper Islandia membuat Giroud yang berdiri bebas leluasa menyontek bola masuk ke gawang yang sudah kosong.

Prancis kembali mencetak gol ketiga di menit ke-78. Antoine Griezmann mengirim bola ke Mbappe yang dengan tenangnya, penyerang Paris Saint-Germain itu menaklukkan kiper. Di menit ke-84, gantian Mbappe yang memberi assist ke Griezmann untuk merubah skor jadi 4-0.

Dengan kemenangan ini, Prancis kini memimpin grup H dengan koleksi enam poin, unggul selisih gol dari Turki di peringkat kedua. Sementara Islandia menempati posisi ke-4 kalah selisih gol dari Albania di urutan tiga.

Selalu update berita bola terkini seputar sepakbola dunia hanya di vivagoal.com

5 Fakta Kontroversial Zidane dan Materazzi di Piala Dunia 2006

Vivagoal5 Fakta – Pada tanggal 9 Juli 2006, akhirnya tim nasional Italia menjadi juara Piala Dunia setelah mengalahkan Prancis dalam drama adu penalti, 5-3. Keduanya bermain imbang 1-1 selama 120 menit.

Gol penalti cepat dari Zinedine Zidane pada menit ke-7 membawa Perancis unggul lebih dulu. Akan tetapi, sekitar 12 menit kemudian, bek andalan Italia, Marco Materazzi menyamakan kedudukan.

Hanya saja, laga ini juga dikenang dengan insiden kontroversial yang melibatkan kedua pencetak gol tersebut.

Gol mereka berdua seolah-olah sudah ditakdirkan mereka akan menjadi sorotan untuk dikenang. Namun sayangnya, mereka berdua dikenang karena insiden yang tak terpuji.

Zinedine Zidane diusir wasit setelah menanduk Materazzi di tengah pertandingan babak perpanjangan waktu. Dikarenakan diduga ia diprovokasi dengan kata-kata tak pantas oleh pemain bertahan Italia tersebut. Kejadian itu menjadi penutup kariernya yang tak ingin dikenang sepanjang hidupnya.

Drama antara keduanya dimulai pada pertandingan babak kedua perpanjangan waktu. Saat itu, Zidane yang tengah berjalan bersama Materazzi, berhenti di depannya dan mendadak menanduk dadanya.

Sang wasit lapangan tak melihat kejadian tersebut dan ia hanya mendapat informasi dari asisten keempatnya. Usai kejadian itu, Horacio Elizondo tanpa ragu memberikan kartu merah.

Itu adalah kartu merah kelima sepanjang kariernya. Zinedine Zidane menjadi pemain yang diusir dalam dua turnamen Piala Dunia berbeda (sebelumnya Piala Dunia 1998).

Vigo telah merangkum 5 Fakta Kontroversial Zidane dan Materazzi di Piala Dunia 2006.

Fokus Bela Timnas, Griezmann Abaikan Rumor Soal Barca

0

Vivagoal – Antoine Griezmann diyakini akan tetap fokus membela timnas Prancis meski spekulasi soal masa depannya di Atletico Madrid kembali ramai diperbincangkan. Hal ini ditegaskan oleh pelatih Les Bleus, Didier Deschamps.

Griezmann saat ini sudah mencetak 18 gol di semua kompetisi untuk Atletico musim ini. Tapi kekalahan dari Athletic Bilbao membuat Los Colchoneros kini tertinggal 10 poin dari Barcelona di ajang LaLiga Spanyol musim ini. Tak hanya itu, Atletico juga sudah terdepak dari Copa Del Rey karena disingkirkan oleh Girona.

Selain itu, tersingkirnya pasukan Diego Simeone dari Liga Champions tengah pekan lalu karena kalah bersaing dari Juventus membuat Griezmann dikabarkan mulai tidak yakin dengan masa depannya di Atletico.

Sudah menjadi rahasia umum, Barcelona adalah satu-satunya klub yang paling sering dikaitkan dengan Griezmann. Dan kabar yang berkembang di Spanyol, Barca akan memanfaatkan situasi Griezmann di Atletico untuk kembali mencoba memboyongnya di bursa transfer musim panas nanti.

Saat ini, Griezmann bergabung dalam skuat Prancis untuk persiapan kualifikasi Euro 2020 melawan Moldova. Dan sang pelatih yakin, anak asuhnya itu tidak terganggu dengan semua rumor terkait kepindahan dirinya dari Wanda Metropolitano.

“Saya bicara banyak hal dengan Griezmann, ia terlihat cukup santai, dan tidak ada masalah dengan konsentrasi nya untuk timnas. Jika anda bertanya soal rumor transfer, bisa jadi ia akan mulai gusar.” ujar Deschamps dikutip dari France Football.

“Hal yang sama pernah terjadi sebelum Piala Dunia 2018, dan ternyata isu itu tidak mengganggunya untuk mendapat gelar juara dunia.” tandas Deschamps lagi.

Selalu update berita bola terkini seputar sepakbola dunia hanya di vivagoal.com

Punya Dendam Pribadi, Deschamps Masih Enggan Panggil Benzema

0

Vivagoal – Pelatih timnas Prancis, Didier Deschamps mengaku masih dendam dengan penyerang Real Madrid, Karim Benzema. Deschamps pun masih belum sudi memanggil Benzema ke skuat Les Blues.

Sejak 2015 silam, Benzema sudah tidak pernah lagi memperkuat timnas Prancis. Selain tuduhan pemerasan terhadap Mathieu Valbuena, rekan setimnya di timnas, Benzema juga pernah menuding Deshamps melakukan tindakan rasisme karena dirinya yang berdarah Aljazair.

Deschamps sendiri sebenarnya sempat diminta memasukkan nama Benzema dalam skuat Les Blues untuk Piala Dunia 2018, tapi pelatih 50 tahun itu masih sakit hati dengan pernyataan Benzema itu.

Untuk diketahui, di babak kualifikasi Euro 2016 kemarin, Benzema melontarkan tuduhan serius ke Deschamps dengan mengatakan bahwa ia tidak dipanggil masuk timnas Prancis karena dirinya seorang imigran Aljazair.

Pernyataan tersebut jelas membuat Deschamps murka. Dan baru-baru ini, eks pelatih Juventus itu mengaku belum bisa memaafkan Benzema karena tuduhan rasisme sudah sangat kelewatan.

“Setiap orang boleh saja membuat pernyataan, tapi dia juga musti tahu konsekuensinya, dan khusus kasus Benzema, saya belum bisa lupakan soal itu. Menurut saya, dia sudah bicara melewati batas.” ucap Deschamps dilansir dari Europe 1.

“Di skuat timnas, saya memanggil pemain Prancis, dan semua pilihan saya adalah orang Prancis. Tidak ada di pikiran saya memilih pemain karena warna kulit, keturunan atau faktor agama.” tegasnya.

Untuk diketahui, timnas Prancis memang dihuni banyak pemain multi ras. Hal tersebut bisa terjadi akibat kebijakan negara itu sendiri yang begitu terbuka terhadap para imigran.

Berdasarkan data badan pusat statistik Prancis, INSEE, total ada 6 juta penduduk imigran yang sudah berstatus warga negara Prancis.

Selalu update berita bola terkini seputar sepakbola dunia hanya di vivagoal.com

Belanda Kalahkan Prancis, Jerman Degradasi

0

Vivagoal – Sejak menjadi juara dunia tahun 2014 silam, prestasi timnas Jerman terus menurun. Yang terbaru, saat Der Panzer dipastikan degradasi ke Liga B dalam kompetisi UEFA Nations League musim 2018/2019.

Tim besutan Joachim Loew dipastikan terlempar ke Liga B itu setelah tim nasional Belanda berhasil mempermalukan juara dunia 2018, Prancis di Stade de France dengan skor 2-0 dalam lanjutan pertandingan Grup 1, Sabtu, (17/11/2018) dinihari tadi.

Di UEFA Nations League, Jerman tampil sangat buruk. Dari tiga pertandingan yang sudah dilakoni sejauh ini, Thomas Mueller dkk tak sekalipun bisa meraih satu kemenangan. Setelah bermain imbang tanpa gol melawan Prancis di laga perdana, Jerman lalu dibantai Belanda 3-0, kemudian dipaksa menyerah 1-2 saat bertandang ke markas Prancis.

Kini, tersisa satu partai lagi buat Jerman di UEFA Nations League. Namun, melawan The Oranje pekan depan, sudah tidak mempengaruhi hasil apapun. Meski Jerman nantinya bisa mengalahkan Belanda, Die Mannschaft tetap masuk jeratan zona degradasi.

Jerman sendiri memang sudah menunjukkan tanda-tanda menurun sejak tampil impresif di Piala Dunia 2014 di Brasil. Performa Der Panzer terus memburuk, termasuk saat tersingkir di babak semi-final Euro 2016.

Prestasi Jerman makin jeblok di ajang Piala Dunia 2018, Juni-Juli silam. Di turnamen terakbar sepakbola itu, Die Mannschaft sudah harus terlempar di babak penyisihan grup.

Selalu update berita bola terkini seputar sepakbola dunia hanya di vivagoal.com

Deschamps Beri Peringatan Pada Dembele

0

VivagoalBerita Bola – Kebiasaan Ousmane Dembele datang terlambat di Barcelona, ternyata juga ia lakukan di timnas Prancis. Pelatih Didier Deschamps pun meminta Dembele merubah kebiasaan buruknya itu jika ingin sukses sebagai pesepakbola profesional.

Dembele kembali menjadi sorotan setelah tertangkap kamera datang terlambat saat Barca bermain di Camp Nou menghadapi Real Betis, Minggu (11/11/2018) malam WIB. Pemain berusia 21 tahun itu bukannya datang sebelum laga dimulai, alih-alih malah muncul jelang babak kedua dimulai.

“Dengan pihak Barcelona, saya tidak membahas soal Dembele karena saya tidak mau mencampuri urusan klub. Terserah Barca bagaimana caranya mengatur pemainnya, baik saat di dalam lapangan maupun di luar,” ujar  Deschamps dikutip dari FourFourTwo.

Pelatih Ernesto Valverde memang tidak memasukkan nama Dembele dalam skuat Barca kontra Betis karena sang pemain mengaku kurang enak badan.

Tidak hanya sekali itu saja Dembele telat. Pemain yang diboyong dari Borussia Dortmund itu juga pernah telat datang kala Barcelona bertandang ke markas Inter Milan dalam lanjutan matchday ke-4 Liga Champions, Rabu (7/11/2018) pekan lalu.

“Dembele sudah bersama saya sejak lama. Dan kebiasaan terlambat dia memang sudah ada sejak lama, tapi dia selalu berusaha membela diri dengan berkata; ‘Saya bukan pemain satu-satunya yang telat.’ Pertanyaannya, apa di klub sebesar Barcelona, dan timnas Prancis mau terima alasan seperti itu? Ousmane harus perhatikan ini,” tegas Deschamps.

Pelatih timnas Prancis, Didier Deschamps mengaku sudah terbiasa dengan perilaku negatif Dembele itu. Deschamps ingin Dembele mau merubah kebiasaan terlambatnya demi karier si pemain sendiri.

“Ini semua bagian dari kehidupan seorang pesepakbola profesional. Dembele harus merubah kebiasaannya itu sebelum jadi sifat yang negatif selamanya. Karena kebiasaan itu akan selalu terulang,” Deschamps melanjutkan.

Deschamps berharap Dembele segera paham dengan kebiasaannya tersebut. menurutnya jika Dembele mampu merubah kebiasaanya, akan lebih baik bagi Dembele.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di vivagoal.com

 

Di Usia 19 Tahun, Mbappe: 68 Gol Hanya 1 Penalti

0

Berita Bola – Gol Kylian Mbappe yang dicetak melalui titik penalti tuk membantu Prancis terhindar dari kekalahan saat melawan Islandia dini hari tadi, ternyata jadi gol pertama Mbappe melalui titik putih.

Mbappe yang dimasukkan pada menit ke-60 menggantikan Antoine Griezmann, mampu mengubah permainan Prancis saat dalam posisi tertinggal 0-2 dari Islandia di laga uji coba yang dilangsungkan di Stade du Roudourou, Jumat (12/10/2018) dinihari WIB.

Adapun dua gol Prancis tercipta berkat aksi gemilang Mbappe. Gol yang pertama terjadi akibat Holmar Oern Eyjolfsson melakukan gol bunuh diri karena salah mengantisipasi bola muntah hasil tendangan keras Mbappe yang ditepis kiper Halldorsson. Dan gol kedua Prancis dibuat Mbappe melalui tembakan 12 pas.

Berdasarkan catatan Opta, satu gol Mbappe tersebut membuat pemain muda terbaik Piala Dunia 2018 itu menjadi pemain pertama Prancis yang mampu mencetak 10 gol di dibawah usia 20 tahun.

Yang menariknya lagi, berdasarkan catatan Squawka, dari total 68 gol yang sudah dibuat Mbappe di sepanjang kariernya. Gol dari titik pinalti itu menjadi yang pertama ia buat. Berdasarkan catatan transfermarkt, total 68 gol Mbappe itu rinciannya adalah 58 gol di level klub dan 10 lagi untuk timnas.

Selalu update berita bola terkini seputar sepakbola dunia hanya di vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS