Tag: Timnas Prancis

Kylian Mbappe Sang Penyerang Yang Gemar Buang Peluang

Vivagoal – Ligue 1 – Meski mampu membawa timnas Prancis menang atas Kroasia, Kylian Mbappe masih gemar membuang-buang peluang. Pemain PSG tersebut dinilai tampil tak efektif dengan gagal mengonversi dua peluang emas menjadi gol.

Prancis berhasil mengalahkan Kroasia 2-1 di Stadion Maksimir, Kroasia pada lanjutan laga keempat League A grup 3 UEFA Nations League, Kamis (15/10/2020) dinihari WIB. Dua gol Les Bleus diciptakan oleh Antoine Griezmann dan Kylian Mbappe sementara gol tunggal Kroasia dibuat oleh Nikola Vlasic.

Di laga ini, Kylian Mbappe sejatinya tampil apik sebagai juru gedor Les Bleus bersama Anthony Martial dengan Anthony Griezmann dipasang sebagai false nine.

Dikutip dari Opta, Mbappe mampu mencatatkan enam dribble sukses, dan dua kali mengkreasikan peluang. Akurasi umpannya di daerah lawan juga terbilang cukup baik dengan persentase umpan sebesar 85 persen.

Namun ada satu hal yang harus segera diperbaiki oleh Mbappe, yakni masalah penyelesaian akhir. Penyerang Paris Saint-Germain tersebut banyak membuang peluang yang bisa saja menambah besar kemenangan Prancis atas Kroasia.

Mbappe tercatat melepas lima tembakan sepanjang 90 menit, namun dari lima percobaan itu hanya ada satu yang tepat sasaran. Di awal laga, tepatnya pada menit ke-14, ia bahkan gagal mencetak gol ketika sepakannya melebar ke sisi kiri gawang yang sudah dalam keadaan kosong usai menerima umpan pendek di dalam area kotak penalti.


Baca Juga: 


Masalah penyelesaian akhir memang sedang jadi penyakit Mbappe sedari laga kontra Portugal, 11 Oktober lalu. Di laga yang berkesudahan 0-0 itu, Mbappe melakukan tiga tembakan, tapi tak ada satupun yang berbuah dan hanya satu yang on target.

Kebiasaan Mbappe yang senang buang-buang peluang turut disesalkan oleh Didier Deschamps, pelatih timnas Prancis. Ia pun mengaku kurang puas dengan performa yang ditunjukkan penyerang 21 tahun tersebut.

“Kami tahu pertandingan melawan Kroasia akan berjalan dengan sengit. Tapi kami bisa mengawali laga dengan baik. Namun amat disayangkan, Kylian gagal memaksimalkan dua kesempatan emas di awal-awal pertandingan.” ketus Deschamps dilansir dari Telefoot.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

Menang Atas Kroasia, Prancis Tak Terkalahkan di 12 Laga Beruntun

Vivagoal – Ligue 1 – Timnas Prancis memperpanjang tren positifnya usai menang atas Kroasia. Hasil ini sekaligus membuat Les Bleus belum tersentuh kekalahan dalam 12 pertandingan terakhirnya.

Prancis pulang dengan kemenangan 2-1 dari lawatannya ke markas Kroasia di Maksimir Stadion dalam lanjutan laga UEFA Nations League, Kamis (15/10) dinihari WIB. Dalam laga ini, gol Kylian Mbappe di menit ke-79 jadi penentu kemenangan skuad besutan Didier Deschamps.

Dengan kemenangan tersebut, Prancis kini tercatat sudah tidak terkalahkan dalam 12 laga terakhirnya di semua ajang. Dalam laju positif itu, Antoine Griezmann dan kolega mencatatkan sembilan kemenangan dan dua laga lainnya imbang.

“Kami berhasil menjalani jeda internasional bulan ini dengan maksimal dan bisa mengakhirinya dengan kemenangan. Tentu ini merupakan pertanda yang sangat bagus buat kami semua.” ucap Deschamps dilansir dari Telefoot.

“Keberhasilan kami PPmenjadi juara dunia tahun lalu tak membuat semua pertandingan berjalan lebih mudah. Karena semua lawan-lawan yang kami hadapi saat ini cukup berat.” jelas Deschamps.


Baca Juga: 


Prancis sendiri kini tengah menjaga peluang untuk finish sebagai pemuncak klasemen League A Grup 3. Saat ini, Mbappe dkk berada di urutan kedua klasemen dengan 10 poin dari empat pertandingan. Les Bleus hanya kalah selisih gol dari Portugal yang berada di puncak klasemen.

Meski demikian, sang pelatih Jerman, Deschamps optimis bahwa anak-asuhnya dapat memenuhi target untuk finish di pucuk klasemen grup 3.

“Kami akan berjuang untuk merajai grup dan kami tahu kami bisa meraihnya.” tegasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

Mbappe Terlihat Bete Usai Rambutnya Disentuh Giroud

0

Vivagoal Ligue 1 – Baru-baru ada video viral di sosial media yang melibatkan dua penggawa timnas Prancis, Kylian Mbappe dan Olivier Giroud. Mbappe terlihat tidak senang kepalanya dielus oleh pemain Chelsea tersebut.

Mbappe yang baru berusia 21 tahun merupakan salah satu pemain dengan performa paling impresif di timnas Prancis. Mantan penyerang AS Monaco tersebut bahkan sudah menjadi langganan starter saat usianya baru menginjak 19 tahun.

Mbappe yang diketahui punya kecepatan dan kemampuan olah bola yang menawan kerap ditandemkan dengan Olivier Giroud yang notabene saat ini sudah berusia 34 tahun dan merupakan pemain paling senior dalam skuad Les Bleus saat ini.

Dengan umur yang relatif masih sangat muda, Olivier Giroud sendiri pernah melontarkan pujian setinggi langit kepada juniornya tersebut. Menurutnya, Mbappe masih akan mampu meningkatkan level permainannya karena sejatinya dirinya adalah sebuah berlian kasar.

“Dalam sepakbola, saya belum pernah melihat seperti Mbappe. Saya yakin dia masih akan terus meningkat. Dia seperti berlian kasar yang musti terus dipoles, karena dia memiliki masa depan yang sangat cerah,” jelas Giroud.


Baca Juga:



Sayangnya, pujian Giroud ke Mbappe ini sepertinya hanya perlu diucapkan tanpa perlu menunjukkan dengan sebuah tindakan. Pasalnya, baru-baru ini beredar cuplikan video di sosial media yang memperlihatkan momen Mbappe tidak senang kepalanya dielus oleh penyerang Chelsea tersebut.

Pada sebuah momen dimana Mbappe yang sedang duduk dihampiri Olivier Giroud yang tos dengan para pemain satu persatu.

Ketika tiba gilirannya, Giroud pun melakukan tos sembari mengelus kepala Mbappe. Di momen ini, Mbappe sepertinya tidak suka karena dilihat dari tayangan video yang beredar, Mbappe menunjukkan raut muka tidak senang diperlakukan demikian. Bahkan sejurus kemudian, Mbappe terlihat menyisir rambutnya.

Video ini sendiri tidak diketahui kapan diambil, namun tak menutup kemungkinan setelah duel Prancis vs Portugal di ajang UEFA Nations League, Senin (12/10/2020).

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

Houssem Aouar Bertekad Bisa Masuk Skuad Prancis Tuk Piala Eropa 2021

0

Vivagoal Ligue 1 – Houssem Aouar akhirnya bisa mendapat debut bersama timnas Prancis. Gelandang berusia 22 tahun itu pun bertekad bisa terus mendapatkan kepercayaan untuk masuk skuad Les Bleus di Piala Eropa tahun depan.

Houssem Aouar sebelumnya dipanggil oleh pelatih Didier Deschamps untuk membela Prancis di ajang UEFA Nations League seiring performa gemilangnya bersama Olympique Lyon sepanjang musim 2019/2020 kemarin.

Aouar yang sempat santer dikaitkan dengan Arsenal dan Real Madrid tersebut akhirnya melakoni debutnya di laga persahabatan kontra timnas Ukraina di Stade De France, 7 Oktober lalu. Pada laga tersebut, Aouar tampil sebagai starter dan bermain selama 59 menit sebelum digantikan oleh Antoine Griezmann.

Sekitar satu jam diatas lapangan, Aouar tampil cukup meyakinkan dalam meredam agresivitas permainan Ukraina di lini tengah dengan membuat 3 intercept dan 6 tekel sukses dari 8 aksi. Selain itu, ia juga menciptakan 98 umpan di laga itu, dengan persentase keberhasilan mencapai 92% dan sukses membawa Prancis unggul 4-0 di babak pertama.

Namun di laga kontra Portugal, Aouar tidak dimasukkan dalam skuad karena Deschamps memilih bereksperimen dengan menduetkan Paul Pogba dan Adrien Rabiot di lini tengah. Tapi perjudian Deschamps ini gagal total karena Prancis hanya bisa bermain imbang tanpa gol kontra Selecao das Quinas.


Baca Juga:



Atas dasar tersebut, Aouar pun berharap bisa tetap membela Prancis ke depannya, termasuk dipanggil masuk dalam skuad untuk Piala Eropa 2021.

“Setelah berhasil menembus masuk skuad timnas Prancis, tujuan saya adalah mempertahankan status tersebut selama mungkin. Tentu saja, hal itu takkan bisa saya lakukan dengan mudah.” ucap Aouar dilansir dari Telefoot.

“Saya masih harus terus bekerja keras di Olympique Lyon untuk bisa mencapai mimpi bermain di Piala Eropa tahun depan bersama timnas Prancis. Tentu saja, saya harus melakukan banyak pengorbanan karena hanya pemain-pemain terbaik yang bisa mendapatkan kesempatan ini.” tegasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

Gagal Menang, Hugo Lloris Tetap Senang Bisa Redam Ronaldo

Vivagoal Liga Inggris – Timnas Prancis hanya dapat hasil imbang 0-0 saat menjamu Portugal dalam laga lanjutan UEFA Nations League. Meski meraih hasil tak maksimal, tapi Hugo Lloris tetap bangga bisa meredam Cristiano Ronaldo.

Prancis harus puas hanya bermain imbang tanpa gol saat menjamu Portugal di Stade De France, Senin (12/10/2020) dinihari WIB. Laga berjalan ketat dengan kedua tim tak banyak mendapatkan peluang bagus.

Penguasaan bola relatif seimbang dengan Prancis menguasai 49% berbanding 51% milik Portugal. Selain itu kedua tim sama-sama bisa melepaskan percobaan tembakan ke arah gawang, yakni 10 tembakan dan sama-sama mencatatkan dua shots tepat sasaran yakni tiga tembakan dari total shots yang dilepaskan.

Tapi sedianya, Prancis punya kans terbaik untuk meraup tiga poin saat umpan matang Adrien Rabiot di area kotak penalti pada menit ke-17 gagal dikonversi menjadi gol oleh Paul Pogba setelah sundulannya hanya bergulir di samping kanan. Selain itu, peluang emas Antoine Griezmann di menit ke-32 yang tinggal berhadapan dengan kiper masih bisa dihalau oleh Rui Patricio.

Kans Prancis untuk unggul atas Portugal kembali tercipta pada menit ke-47 ketika Mbappe lolos dari penjagaan dan mencoba me-lob bola melewati Rui Patricio. Sayang, bola cungkilannya masih terlalu lemah dan bisa diamankan dengan mudah oleh Patricio.


Baca Juga:



Kiper timnas Prancis, Hugo Lloris pun menilai kegagalan timnya meraih kemenangan seperti jadi semacam anomali. Pasalnya, di satu sisi ia senang gawangnya bisa cleansheet namun di sisi lain Lloris mengharapkan rekan setimnya bisa tampil lebih tajam di depan gawang lawan.

“Kami menghadapi lawan yang tangguh. Itu adalah pertandingan yang sulit dan kedua tim tampil begitu kuat. Kami senang dengan cleansheet karena kami melawan tim kuat.” ucap Lloris dilansir dari situs resmi UEFA.

“Tapi Saya pikir kami harusnya bisa melakukan lebih banyak hal dengan pergerakan terakhir dan umpan terakhir. Tapi pada level ketika anda tidak bisa menang, penting untuk tidak kalah.” jelasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Ronaldo Selalu Kesulitan Bobol Gawang Timnas Prancis

0

Vivagoal Serie ACristiano Ronaldo adalah penyerang yang sangat tajam di depan gawang lawan. Saking tajamnya, ia tercatat sebagai pemain kedua setelah legenda timnas Iran, Ali Daei yang paling banyak mencetak gol di level timnas. Ironisnya, Ronaldo punya rekor buruk jika harus bersua timnas Prancis.

Ronaldo yang saat ini mengemas 101 gol di level timnas, hanya kalah 8 gol dari legenda timnas Iran Ali Daei harus pasrah keran golnya lagi-lagi mandek saat timnas Portugal ditahan imbang 0-0 oleh Prancis pada laga lanjutan UEFA Nations League A Grup 3.

Dicatat oleh Opta, sepanjang 90 menit bermain, Ronaldo cuma bisa bikin tiga tembakan namun hanya satu yang on target. Adapun peluang terbaik Ronaldo didapat pada menit ke-24, namun tendangannya dari dalam kotak penalti masih bisa diblok oleh Lucas Hernandez.

Pada laga yang berlangsung di Stade de France itu, Ronaldo memang sama sekali tidak menampilkan kilaunya. Ia tak bisa berbuat banyak karena penjagaan ketat yang dilakukan bek Paris Saint-Germain, Presnel Kimpembe yang sekaligus menjadi man of the match di pertandingan tersebut. 

Melempemnya Ronaldo di laga kontra Prancis ini kian menegaskan bahwa Les Bleus adalah lawan yang paling sulit ditaklukkan Ronaldo sepanjang kariernya di level internasional. Dari lima pertemuan terakhir, Portugal vs Prancis, Ronaldo hampir selalu gagal mencetak gol dan membawa timnya meraih kemenangan.


Baca Juga:



Satu-satunya kemenangan yang didapat Selecao das Quinas atas Prancis terjadi pada final Piala Eropa 2016 silam. Namun di laga itu, bukan Ronaldo yang jadi bintangnya karena ia cuma tampil selama 25 menit karena mengalami cedera.

Sebelum kemenangan itu, Ronaldo sempat merasakan tiga kekalahan beruntun dari timnas Prancis. Kekalahan pertama yang dialaminya terjadi pada Semifinal Piala Dunia 2006. Kala itu, Portugal takluk 0-1 dari gol semata wayang Zinedine Zidane.

Berikutnya, Ronaldo kembali harus melihat timnya kalah dari Prancis ketika melakoni laga persahabatan 11 Oktober 2014. Di laga itu, Portugal tumbang dengan skor 1-2. Berlanjut di laga kualifikasi Piala Eropa, Portugal lagi-lagi harus tertunduk malu usai dibungkam dengan skor tipis 1-0 oleh Prancis.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Pelatih Prancis Senang Buat Cristiano Ronaldo ‘Mati Kutu’

Vivagoal Berita Bola – Pelatih Prancis, Didier Deschamps cukup puas bisa menahan ketajaman Cristiano Ronaldo saat melawan Portugal lalu. Ronaldo sendiri memang memiliki rekor yang tak terlalu bagus saat melawan Prancis.

Prancis memang harus puas hanya bermain imbang tanpa gol melawan Portugal dalam lanjutan Fase Grup UEFA Nations League dini hari tadi. Namun Deschamps mengatakan jika dirinya senang karena bisa membuat Ronaldo ‘mati kutu’.

Sepanjang pertandingan tadi, Ronaldo tercatat melepaskan tiga tembakan namun tak ada yang berbuah menjadi gol. Hal tersebut meneruskan tren negatif Ronaldo yang belum sekalipun cetak gol ke gawang Prancis di lima laga terakhir.

Deschamps merasa senang karena Les Blues akhirnya mampu mencetak clean sheet, setelah selalu kebobolan di dua laga sebelumnya. Ia puas karena lini pertahanan mereka bisa mempersempit gerak Ronaldo hingga tak begitu menonjol.

“Kami selalu bisa tampil lebih baik serta adanya kualitas dari pihak lawan. Mereka berhati-hati seperti kami, memiliki pemain kami hormati seperti Ronaldo, yang tak terlalu terlihat malam ini,”ujar Deschamps dilansir Goal.

“Kadang pergerakan kurang bagus dan operan sedikit terlambat. Sektor pertahana dan lini tengah tampil cukup baik. Di menit akhir, kami harus melakukan yang lebih baik untuk bisa memenangakan pertandingan, bahkan melalui bola bati seperti yang mereka dapatkan.

Walaupun sedikit kecewa, tapi menurut Deschamps hasil 0-0 ini cukup adil bagi kedua tim. Menurutnya, baik Prancis maupun Portugal bisa menampilkan performa yang sangat baik diatas lapangan.


Baca Juga:


“Permainan yang solid dan cukup taktis. Saya pikir Prancis lebih baik di babak kedua. Kami lebih banyak mengendalikan pertandingan tapi hanya bisa menciptakan sedikit peluang. Ada kualitas di kedua tim,”ungkapnya.

“Saya rasa kami unggul di babak kedua, namun tak berhasil membuat banyak perubahan karena mereka pun juga menciptakan sangat sedikit peluang.”

Dengan hasil imbang ini, Prancis untuk sementara berada di peringkat kedua Grup 3 UEFA Nations League dengan tujuh poin. Mereka kalah selisih gol dari Portugal yang juga memiliki poin yang sama.

Selalu update kabar terbaru seputar Berita Bola Dunia hanya di Vivagoal.com

Musim Depan, Zidane Bakal Bentuk Timnas Prancis Mini Di Real Madrid

0

VivagoalLa Liga – Aroma Prancis bakal sangat kental dalam skuad Real Madrid pada musim 2021/2022 mendatang. Pelatih El Real, Zinedine Zidane disebut menyiapkan proyek pembentukan timnas Prancis mini di klub asal Spanyol itu dengan mengincar banyak pemain asal negaranya. Semuanya demi meraih sukses besar seperti Bayern Munchen musim kemarin.

Pada bursa transfer musim panas kemarin, Real Madrid sama sekali tidak melakukan belanja pemain. Los Blancos memilih melepas banyak pemain andalannya baik dengan status pinjaman atau pembelian permanen. Dari aktivitasnya itu, Madrid diklaim berhasil meraup 100 juta poundsterling atau Rp 1,9 triliun.

Media asal Spanyol, Sport menyebutkan bahwa Zidane sebenarnya tengah menyiapkan sebuah proyek pembentukan koneksi Prancis di skuad besutannya. Hal itu terlihat jelas dari para pemain incarannya musim depan. Menurut Sport, pada musim panas tahun depan, Zidane akan mengincar Kylian Mbappe dan Eduardo Camavinga yang notabene adalah andalan di timnas Prancis.

Tak cuma itu, ada juga bek tengah muda Dayot Upamecano yang saat ini memperkuat RB Leipzig. Upamecano disebut-sebut sebagai calon bek masa depan Prancis dan bakal diproyeksikan sebagai pengganti Sergio Ramos yang tahun depan akan berusia 35 tahun.

Kemudian, mengingat kontrak Luka Modric bakal segera habis Juni 2021 mendatang, Zidane disebut menyiapkan Houssem Aouar di Olympique Lyon sebagai suksesornya. Zidane diketahui sudah mengirim kode ketertarikan Madrid kepada Aouar pada bursa musim panas kemarin, dan membuat si pemain belum juga mau meneken kontrak barunya di Lyon hingga saat ini.


Baca Juga:



Nama pemain Prancis yang terakhir disebut diminati Zidane adalah Paul Pogba. Gelandang bertahan Manchester United itu kabarnya memang sudah lama diinginkan Zidane untuk menjadi pengganti Toni Kroos. Tentu, kesemua ini bisa direalisasikan kalau Madrid sudah mengumpulkan modal banyak.

Untuk saat ini, Madrid sudah punya tiga pemain asal Prancis, yakni Karim Benzema, Raphael Varane dan Ferland Mendy. Selain ketiga pemain itu ada juga Eden Hazard yang bisa berbahasa Prancis.

Koneksi Prancis sendiri sebenarnya sudah dilakukan oleh Bayern Munchen pada musim 2019/2020 kemarin. Dan terbukti, Die Roten berhasil meraih treble winners musim lalu dengan banyak pemain asal Prancis seperti Benjamin Pavard, Corentin Tolisso, Kingsley Coman, Lucas Hernandez dan Mickael Cuisance,

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Dapat Pujian dari Pogba, Camavinga: Saya Terinspirasi Anda

Vivagoal Ligue 1 – Eduardo Camavinga mengaku sangat senang karena mendapat pujian langsung dari gelandang elegan Manchester United, Paul Pogba. Camavinga pun mengaku gaya bermainnya selama ini memang banyak terinspirasi dari Pogba.

Sebelumnya, Paul Pogba melontarkan pujian kepada Eduardo Camavinga yang baru saja mencetak gol cantik di laga debutnya bersama timnas Prancis. Menurutnya, pemain Rennes FC tersebut mengingatkan dirinya semasa ia muda dulu dan ia percaya Camavinga yang baru 17 tahun masih bisa lebih baik lagi di masa mendatang karena punya bakat besar.

“Senang melihatnya mengenakan jersey timnas Prancis. Dia (Camavinga) juga sudah mencetak gol di laga debutnya, itu sungguh luar biasa. Saya sangat bahagia untuknya.” ucap Pogba dilansir dari GFFN.

“Dia masih sangat muda dan kupikir dia memiliki segalanya untuk bisa memenuhi semua tantangan di masa depan. Saya hanya mendoakan yang terbaiknya untuk karena masa depannya ada di tangannya sendiri.” jelas Pogba lagi.

“Dia sangat tenang, dia adalah penari cilik. Dia mengingatkan saya sedikit semasa saya masih muda. Dia bukan orang yang pemalu. Itu bagus, karena dia begitu percaya diri. Dia punya kepercayaan pada kualitasnya. Dia anak yang sangat baik, dan saya sangat menyukainya.” pungkas Pogba.


Baca Juga:


Sebagai pemain yang disebut-sebut sebagai calon pemain masa depan timnas Prancis, Camavinga jelas merasa sangat bangga bisa mendapat pujian dari pesohor sekelas Paul Pogba. Pemain incaran Real Madrid itu pun menegaskan bahwa selama ini dirinya sebenarnya banyak terinspirasi dari eks pemain Juventus itu.

“Adalah sebuah kehormatan mendengar Paul Pogba mengatakan bahwa mirip dengannya. Saya pribadi terinspirasi darinya. Dia pemain yang sangat bagus dengan kualitas hebat. Dan itu sudah dibuktikannya di timnas Prancis sebagai juara dunia.” ucap Camavinga.

Sebagai informasi, pelatih timnas Prancis Didier Deschamps memutuskan membangkucadangkan Pogba pada duel kontra Ukraina, Kamis (8/10). Keputusan tak populer ini diambil karena Deschamps sangat yakin dengan kemampuan Camavinga mengawal lini tengah skuadnya. Menurutnya, meski masih remaja, tapi performa Camavinga di lini tengah sudah sangat memukau.

“Mungkin pemanggilan ini terbilang terlalu cepat. Namun melihat apa yang sudah dilakukannya di Rennes, saya pikir itu hal yang pantas. Rennes begitu berbeda saat ada Camavinga di lapangan atau tidak.” kata Deschamps.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

Tak Dipanggil Timnas Prancis, Begini Sikap Juru Gedor Real Madrid

VivagoalLa LigaBukan rahasia lagi kalau Karim Benzema memiliki hubungan yang buruk dengan timnas Prancis. Penyerang berusia 32 tahun itu mengaku tidak masalah tidak dipanggil masuk timnas karena dirinya jadi bisa fokus membela Real Madrid.

Benzema sudah lima tahun terpinggirkan dari skuad Prancis. Penyebabnya, Benzema dituding pernah melakukan pemerasan terhadap rekan setimnya, Mathieu Valbuena terkait skandal video rekaman seks pada 2015 silam.

Namun merujuk pada performa Benzema saat ini bersama Los Blancos, banyak pihak yang menilai eks pemain Olympique Lyon itu sewajarnya diberi kesempatan untuk kembali berseragam timnas Prancis. 

Pasalnya, dalam dua musim terakhir, Benzema jadi pemain asal Prancis paling tajam di Eropa dengan gelontoran 57 gol dan 22 assist di semua kompetisi bersama El Real.

Bukan cuma itu, Benzema juga tercatat sebagai pemain Prancis paling produktif sepanjang sejarah di level klub usai mengemas 250 gol selama 11 musim bermain di Madrid. Benzema unggul jauh dari legenda Arsenal, Thierry Henry yang selama 13 musim membela The Gunners cuma bisa mengoleksi 228 gol.

Meski begitu, saat dikonfirmasi terkait keinginannya kembali membela Prancis, Benzema memilih pasrah. Menurutnya, meski ingin bermain untuk negaranya kini dia hanya akan fokus untuk Real Madrid.

“Kupikir pemain manapun ingin bermain untuk negara mereka. Saya tidak pernah punya penjelasan soal itu, itu diurus oleh para bos-bos.


Baca Juga:


“Hal baiknya adalah saya masih bisa fokus pada sepakbola di level klub. Melihat Prancis memenangi Piala Dunia tidak melukaiku. Hidupku sekarang adalah Madrid, terlepas dari pertanyaan-pertanyaanku kenapa tidak bisa membela negaraku,” kata Benzema dilansir dari Marca.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

HOT NEWS