Tag: Timnas Spanyol

Patung Andres Iniesta Tuai Kontroversi, Kenapa?

Vivagoal La Liga – Bulan depan, gol bersejarah Andres Iniesta bakal berusia 10 tahun. Guna merayakan hal spesial tersebut, sebuah patung dibuat untuk pemain Vissel Kobe. Namun patung tersebut menuai kontroversi lantaran dibuat layaknya pria telanjang yang menendang bola.


Baca Juga:


Iniesta memang menjadi kunci kesuksesan La Roja dalam mendulang Piala Dunia pertamanya itu. Dalam partai puncak, ia melesatkan satu gol ke gawang Belanda pada menit ke-116 sekaligus memberikan gelar bagi negaranya tersebut.

Momen tersebut coba diabadikan di kampung halaman sang pemain, Albacete. Patung perunggu Iniesta yang terbuat dari perunggu dengan kesan layaknya pria telanjang mendadak viral. Bahkan guna mengklarifikasi hal tersebut, perwakilan kta Alacete buka suara.

“Gambar itu adalah patung yang belum selesai, melainkan sebuah sketsa dari tanah liat sebelum dibuat dari perunggu,” kata perwakilan tersebut, seperti dilansir The Sun. “Nanti di hasil terakhir patung, atletnya akan mengenakan pakaian lengkapnya,” jelasnya.

Rencananya, patung tersebut bakal diperlihatkan secara sempurna pada 10 Juli mendatang atau tepat dengan 10 tahun gol Iniesta. Namun kabar terbaru menyebut patung tersebut baru akan dirilis sampai tahun 2021 mendatang.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Kisah Dramatis Gol Tunggal Piala Dunia 2019, Iniesta: Antara Depresi dan Euforia

VivagoalLa LigaKarier gemilang Andres Iniesta ternyata tidak selamanya indah. Mantan gelandang Barcelona itu mengaku pernah depresi dan  terselamatkan berkat gol tunggalnya ke gawang Belanda pada final Piala Dunia 2010.

Tidak ada yang meragukan kualitas seorang Iniesta sebagai salah satu gelandang tengah terbaik. Iniesta yang saat ini merumput untuk Vissel Kobe pernah mencapai puncak permainan pada era 2008 hingga 2012 silam.

Di momen tersebut, Iniesta bisa meraih treble winner dan sixtuple bersama klubnya Barcelona, termasuk meraih trofi Piala Dunia 2010 plus juara Piala Eropa 2012 bersama timnas Spanyol.

Piala Dunia 2010 menjadi  puncak karier seorang Iniesta. Selain menjadi pahlawan kemenangan Spanyol dengan mencetak satu-satunya gol di laga final melawan Belanda, Iniesta sekaligus juga memberikan trofi Piala Dunia pertama untuk La Furia Roja.

Namun dibalik proses terciptanya gol tersebut, Iniesta ternyata sedang dalam kondisi sangat terpukul setelah sahabatnya, Dani Jarque meninggal dunia di usia 26 tahun karena serangan jantung. Dani Jarque sendiri adalah pemain Espanyol yang merupakan mantan pemain timnas U-21 Spanyol, seangkatan dengan Iniesta.


Baca Juga: 


Seusai mencetak gol ke gawang Belanda, Iniesta lalu berlari ke pinggir lapangan seraya  membuka seragam Spanyol dan menunjukkan tulisan di dalam kaos dalamnya yang terpampang teks ‘Dani Jarque Siempre Con Nostros’ atau Dani Jarque tetap bersama kami.

“Sebelum gol ke gawang Belanda, saya mengalami beberapa kesialan secara beruntun. Teman saya Dani Jarque meninggal dan membuat saya tenggelam pada situasi rapuh hingga membutuhkan bantuan seorang psikolog.

“Itu jelas merupakan fase paling berat dalam karier saya, untungnya saya terus mendapatkan dukungan dari Anna, istri saya. Namun fase itu membuat saya jadi lebih kuat dan lebih baik. Gol ke gawang Belanda sangat personal, dan tidak akan ada lagi gol dari saya yang lebih berharga dari gol itu,” cerita Iniesta seperti dilansir dari Sky Sports.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Luis Milla Miliki Murid Paling Berbakat di Bayern Munchen

Vivagoal – Liga Indonesia – Luis Milla, mantan pelatih Tim Nasional Indonesia menuturkan bahwa ada salah satu anak asuhnya dianggap sebagai pemain paling berbakat.

Hal tersebut ia tuliskan dalam akun Instagram-nya yang diunggah pada beberapa waktu yang lalu. Luis Milla menulis salah satu nama pemain Bayern Munchen yaitu Thiago Alcantara.

“Thiago Alcantara merupakan pemain paling berbakat yang pernah saya latih. Saat ini, klub yang ada di Bundesliga telah kembali. Menurut kalian siapa yang akan menjadi juara,” kata Luis Milla tulis di akun Instagram-nya.

Karena performa terbaiknya, saat ini Thiago Alcantara telah dikontrak oleh Bayern Munchen hingga beberapa tahun mendatang. Ia didatangkan Bayern Munchen sejak 2013 lalu dan telah mengemas 31 gol dari 228 laga di semua kompetisi yang sudah dijalaninya.

Saat ini, Thiago telah mulai fokus melakukan sesi latihan dan turnamen Bundesliga yang yang saat ini sedang bergulir kembali.


Baca Juga:


Sebagai informasi, Thiago merupakan anak asuh dari Luis Milla saat berada di tim nasional Spanyol di U-19, U-20, U-21 dan U-23. Luis Milla mengakui bahwa Thiago merupakan pemain paling berbakat yang pernah ia latih selama ini.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Piala Eropa Ditunda, Bintang Tua Spanyol Cemas, Kenapa?

Vivagoal La Liga – Bintang Villareal, Santi Cazorla mengaku cemas lantaran Piala Eropa ditunda hingga setahun ke depan. Ia khawatir kansnya membela La Furia Roja tertutup lantaran persaingan masuk ke Timnas semakin ketat.


Baca Juga:


Sejauh ini, mantan pemain Arsenal sukses mengemas 29 laga dan mencetak 12 gol serta 7 assist untuk Yellow Submarine. Hal tersebut membuatnya optimis bisa asuk ke dalam skuat. Namun karena Piala Eropa ditunda setahun ke depan, ia pesimis bisa masuk Timnas untuk terakhir kalinya.

Pasalnya, tahun depan, usia sang pemain bakal menginjak 36 tahun. Hal tersebut sedikit banyak bakal mempengaruhi Luis Enrique, selaku pelatih Timnas bakal mengeyampingkan namany dan mencari pemain yang lebih segar dibanding dirinya.

Sejauh ini, Cazorla memang merupakan pemain yang cukup berpengalaman di Timnas. Sejak debut pada Mei 2008, ia sukses mengunci 81 penampilan bersama Spanyol dan mencetak 15 gol.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Pablo Sarabia Beberkan Alasan Terima Pinangan PSG

Vivagoal – Ligue 1 – Winger asal Spanyol, Pablo Sarabia menolak jika kepindahannya ke Paris Saint-Germain dituding karena persoalan uang. Dengan tegas, Sarabia mengatakan bahwa dirinya terima pinangan PSG karena membuat kansnya masuk timnas Spanyol terbuka lebar.

Keputusan Sarabia hengkang dari Sevilla ke PSG dengan banderol sebesar 18 juta euro pada bursa musim panas 2019 kemarin memang sempat menuai banyak polemik.

Tampil ciamik bersama Sevilla dengan membukukan 43 gol dan 38 assist dari 151 penampilan di semua kompetisi, Sarabia membuat banyak pihak terkejut setelah menerima tawaran kontrak berdurasi 5 tahun dari PSG.

Sarabia pun dituding sebagai pesepakbola mata duitan oleh para pendukung Sevilla karena diklaim hanya akan jadi pelapis Angel Di Maria di skuat besutan Thomas Tuchel.

Namun dengan tegas Sarabia membantahnya. Winger berusia 27 tahun itu memastikan uang bukan motivasi utamanya ia memilih hengkang dari Sevilla, tapi demi bisa mendapatkan satu tempat di skuat La Furia Roja untuk Euro 2020.


Baca Juga:



“Mereka yang mengenalku pasti tahu bahwa saya tidak mengejar uang. Memang itu penting, tapi tak menjadi prioritas utamaku. Saya menerima tawaran PSG karena ingin berkembang. Dengan datang kesini, kans untuk memenangkan gelar lebih besar dan membuat kesempatan bergabung di timnas Spanyol terbuka lebar.” tegas Sarabia seperti dilansir dari
Marca.

“Di Sevilla, saya membuat banyak assist dan gol tapi tak dilirik masuk timnas, sementara di PSG, saya melakukan hal serupa dan langsung dipanggil ke timnas. Uang memang penting, tapi bukan berarti saya serakah.” tegasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

Tiki Takanya Guardiola Buat Timnas Spanyol Sukses Taklukkan Dunia

Vivagoal La Liga – Timnas Spanyol mencuri perhatian dengan gaya bermain yang atraktif di perhelatan Piala Eropa 2008. Dikenal dengan strategi tiki-taka, La Furia Roja sukses menaklukkan Eropa dan dunia.

Sebelum skema tiki taka banyak dikenal pada 2008 silam, jika menjalani turnamen besar, Spanyol kerap kali melempem. Sejak menjadi juara Piala Eropa 1964, tim Matador seakan kesusahan untuk sekadar melaju ke partai final bukan keluar sebagai juara.

Spanyol sekali menjadi runner-up pada Piala Eropa 1984, setelah itu, paling banter mereka hanya bisa menjejakkan kaki di babak perempatfinal. Setali tiga uang dengan Euro, di perhelatan Piala Dunia, Spanyol juga kurang bisa berbicara banyak.

Sebelum mengangkat trofi Piala Dunia tahun 2010, Spanyol paling tinggi hanya bisa finish keempat. Selain itu, babak perempatfinal merupakan langkah yang paling jauh bisa dilakukan Spanyol.

Namun memasuki tahun 2008, dimana Barcelona bersama Pep Guardiola mengguncang dunia dengan skema tiki taka-nya, Spanyol pun muncul dengan gaya bermain itu mayoritas skuatnya diisi oleh pemain Barcelona, seperti duet gelandang Xavi Hernandez dan Andres Iniesta, kiper Victor Valdes dan duet penyerang David Villa serta Pedro Rodriguez.


Baca Juga:


Tiki taka yang mengandalkan tiga variabel yakni segitiga, tiki-taka dan on-front defense pressing system sangat cocok dipakai timnas Spanyol mengingat postur pemain mereka yang kesusahan kalau harus beradu otot dengan pemain lawan.

Otomatis, mengalirkan bola dengan cepat sembari mengatur pergerakan pemain dengan umpan-umpan pendek segitiga menjadi solusi untuk mempertahankan ball possesion. Luis Aragones menjadi inisiator pertama gaya bermain Barcelona ini di tim Matador.

Dibawah arahan Luis Aragones, Spanyol menjadi kekuatan yang menakutkan dengan menjadi juara Piala Eropa 2008 dengan catatan mengagumkan, yakni 5 kali menang, sekali seri dan tiga diantaranya dituntaskan dengan clean sheet.

Spanyol pun berhasil mengakhiri puasa gelarnya selama 44 tahun di kancah Eropa. Setelahnya, Spanyol kembali menjadi juara dunia tuk pertama kalinya di Afrika Selatan 2010 silam. Tak berhenti disitu, Spanyol dengan tiki takanya kembali mendominasi Eropa dengan meluluhlantakkan Italia 4-0 di partai final Piala Eropa 2012.

Sayang, seiring dengan kepindahan Guardiola ke Bayern Munchen pada 2012 silam. secara perlahan, Spanyol juga mulai menurun. Di Piala Dunia 2014, mereka tersingkir sedari fase grup. Empat tahun setelahnya, di Piala Dunia 2018, mereka gugur di babak 16 besar. Sementara di Euro 2016, mereka hanya bisa melangkah hingga 16 besar.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Selamat Ulang Tahun Yang ke-34 Sergio Ramos

VivagoalLa Liga – Tepat pada hari ini, Senin (30/3/2020), salah satu bintang sepakbola terbesar dalam sejarah Real Madrid, Sergio Ramos berulang tahun yang ke 34 tahun. Sepanjang usianya ini, Ramos sudah menjalani karier yang begitu cemerlang.

Lahir dan besar di Camas, Sevilla, Ramos sudah memperlihatkan bakat sepak bolanya sejak kecil. Kariernya dimulai saat bergabung dengan tim muda Sevilla kala usianya baru menginjak 16 tahun.

Mimpinya jadi pesepakbola profesional akhirnya terwujud setahun kemudian setelah ia dipromosikan ke skuat senior Sevilla. Sejak 2003 hingga 2005, Ramos berhasil mencatatkan 45 penampilan dengan sumbangan 3 gol di berbagai kompetisi.

Sukses di Sevilla, Ramos lalu dilirik raksasa LaLiga Spanyol, Real Madrid. Dibawah asuhan pelatih kenamaan Italia, Fabio Capello, permainan Ramos mulai berkembang pesat. Meski punya postur tubuh 1,84 cm yang dianggap kurang ideal untuk ukuran bek tengah, Ramos tetap tangguh dan begitu sulit dilewati oleh para penyerang lawan.

Ia pun tak tergantikan di skuad utama Los Blancos selama 15 tahun terakhir. Total, Ramos sudah mampu menorehkan 640 penampilan dengan torehan 91 gol dan 38 assist.


Baca Juga:



Selama 17 tahun berkarier di dunia sepakbola, Ramos tercatat hanya membela dua klub. Dari semua capaiannya hingga saat ini, Ramos telah mengoleksi 4 titel LaLiga Spanyol, 4 gelar Liga Champions, 4 Piala Super Spanyol, dan berbagai piala-piala lainnya yang jumlahnya mencapai 21 buah.

Di level internasional, Ramos juga cukup sukses dengan mencatatkan 170 caps dan menyumbang 21 gol serta 7 assist untuk timnas Spanyol. Ia berkontribusi besar dalam membantu Spanyol meraih satu gelar Piala Dunia 2010, dan Piala Eropa sebanyak dua kali.

Seluruh prestasi Ramos di level klub maupun timnas diatas belum termasuk dengan berbagai rekor yang sudah dipecahkannya, yang sulit disebutkan satu per satu dan kian menyempurnakan kariernya.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Sebagai Eks Pelatih Barcelona, Luis Enrique Akui Sangat Kagumi Sergio Ramos

VivagoalLa Liga – Rivalitas Barcelona dan Real Madrid disebut-sebut sempat memecah timnas Spanyol. Pelatih La Furia Roja, Luis Enrique mengaku dirinya sebagai mantan pelatih Barcelona tak pernah punya masalah dengan kapten El Real, Sergio Ramos.

Enrique ditunjuk menangani skuad tim Matador pada 2018 lalu, setahun setelah ia memutuskan istirahat pasca tiga tahun sukses melatih Barcelona. Pada awalnya, penunjukan Enrique sebagai pelatih diragukan mengingat persaingan Barcelona dan Real Madrid di pentas LaLiga Spanyol.

Di timnas Spanyol sendiri, Sergio Ramos yang menjabat kapten Real Madrid, juga didapuk sebagai kapten La Furia Roja sejak 2016 silam. Pesepakbola berusia 33 tahun itu pun merupakan salah satu ikon yang tidak tergantikan di skuad timnas Spanyol.

Sejauh ini, Ramos sudah membukukan 170 caps dan menjadi rekor tersendiri. Enrique pun tak malu untuk mengakui dirinya sangat mengagumi Ramos dengan kepribadiannya yang kuat dan piawai dalam memimpin rekan-rekan setimnya.

“Hubungan saya dengan Ramos sangat baik, begitu pula dengan 99,9 persen pemain lain. Sergio adalah kaptennya, saya cuma kenal dia dari referensi dan dari masa-masa bermain melawan dia.” kata Enrique seperti dilansir dari Marca.


Baca Juga:



“Ketika saya berjumpa dengan Ramos, saya terkejut tapi senang. Ada sebuah alasan kenapa dia memegang rekor timnas Spanyol dengan jumlah penampilan terbanyak. Saya pribadi memuji skill kepemimpinannya dan kualitas pribadinya.” tegasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Enrique Buka Peluang Kans Balikan dengan Barca Karena Hal Ini

Vivagoal La Liga – Pelatih Timnas Spanyol, Luis Enrique tak menapik kans dirinya bkala kembali ke Barcelona andai pekerjaannya bersama timnas Spanyol usai. Ia akan membuka semua pintu kemungkinan untuk hal tersebut.

“Saya pikir saya bisa melatih di mana pun tempat yang pernah saya lakukan [sebelumnya],” ujar Enrique kepada fans dalam sesi Q&A, dinukil Goal International/

“Saya membiarkan pintu-pintu terbuka pada mereka semua. Waktu saya di Barcelona luar biasa dan saya akan selalu bersyukur. Saya sangat beruntung telah berada di klub selama bertahun-tahun yang memberi saya segalanya.”

Sejak mundur karena masalah keluarga, Enrique kembali melajih La Furia Roja. Sebelum menangani Timnas Spanyol, ia mengalami momen-momen indah bersama tim asal Catalan pasca membesut Lionel Messi dan kolega di rentang 2014-2017 lalu.


Baca Juga:


Dalam rentang waktu tersebut, Enrique sempat merasakan manisnya mengangkat sepasang gelar juara LaLiga dan satu trofi Liga Champions. Pasca kepergiannya, Azulgrana tak pernah lagi mengangkat si Kuping Besar.  Selain meninggalkan kenangan manis sebagai pelatih, ia juga menjadi legenda Barca. Selama merumput, Enrique sukses  mengoleksi 109 gol untuk Blaugrana.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Hal-Hal Besar yang Terjadi di Dunia Sepakbola Dunia Sepanjang Tahun 2019

0

Vivagoal Berita Bola – Dalam satu hari ke depan, kalender tahun 2019 bakal rampung. Sepanjang satu tahun, tentunya ada berbagai momen tak terlupakan dalam aspek kehidupan, tak terecuali dunia sepakbola. Sejak Januari hingga Desember 2019, vivagoal telah merangkum 12 momen terbaik di dunia si kulit bundar.

Berbagai momen krusial macam transfer termahal, sebuah tim mendulang gelar juara hingga kemunculan wonderkid-wonderkid anyar pun tersaji. Berbagai kejutan juga seakan terekam dengan jelas dalam setiap bulannya.

Vivagoal akan kembali mendedah momen terbaik apa saja yang terangkum di tahun 2019. Tentunya, artikel ini akan mendulang perdebatan panjang dari banyak pihak. Namun apapun itu, hal yang dituliskan di sini merupakan yang terbaik versi kami. Jika kalian memiliki versi lain, silahkan menambahkan di kolom komentar ya.

Januari: Christian Pulisic Jadi Pemain Termahal Amerika Serikat

Moncernya performa Christian Pulisic bersama Borrusia Dortmund membuat Chelsea tertarik untuk membawanya ke London Barat. Selama memperkuat Die Borrussen, winger asal Amerika Serikat ini sukses mengemas 127 laga, mencetak 19 gol dan 20 assist.

Pulisic, yang mampu bermain di sisi kiri dan kanan pada akhirnya dibeli Chelsea di bursa transfer Januari 2019 seharga 60 Juta Euro. Angka itu merupakan rekor pembelian termahal untuk pemain asal Amerika Serikat. Namun setelah dibeli, Pulisic dipinjamkan kembali ke Dortmund hingga enam bulan ke depan.

Baca Juga: Chelsea Tuntaskan Epic Comeback atas Arsenal!

Musim ini, Pulisic cukup memiliki peran sentral di tubuh the Blues. Meski ia belum bisa menjadi pengganti Eden Hazard yang hengkang ke Real Madrid di bursa transfer musim panas kemarin, pemain berdarah Kroasia masih mencoba menemukan permainan terbaiknya di bawah asuhan Frank Lampard.

Sejauh ini, ia sudah mengemas 22 penampilan di berbagai kompetisi dan mencetak 6 gol serta 8 assist untuk the Roman Emperor

Februari: Indonesia Juara Piala AFF U-22

Timnas Indonesia U-22 Juara dan Pecahkan Rekor

Dahaga juara Timnas Indonesia tertuntaskan di kancah junior. Timnas U-22 sukses meraih piala AFF U-22 pasca mengalahkan Thailand dengan skor 2-1 pada 26 Ferbruari lalu. Spesialnya, Thailand, yang notabene merupakan lawan mereka, merupakan juara bertahan di kompetisi tertinggi se-Asean ini.

Baca Juga: Jalan Panjang Timnas U-22 dan Harapan yang Belum Selesai

Kemenangan ini menjadi sejarah tersendiri untuk seorang Indra Sjafri. Ia sukses mendulang dua gelar di ajang ini dalam dua kategori usia yang berbeda. Sebelumnya, ia sukses menjadi juara Piala AFF U-19 di tahun 2013 lalu.

Skuat juara ini pun menjadi blueprint di ajang Sea Games 2019 mendatang. Di ajang multi olahraga itu, Osvaldo Haay dan kolega sukses mendulang posisi runner up pasca dihempaskan Vietnam di laga pamungkas.