Tag: Timnas Spanyol

Luis Enrique: Menyalahkan De Gea Jadi Kebiasaan Buruk Orang-Orang!

Vivagoal – La Liga –  Kiper Manchester United, David De Gea kembali melakukan blunder yang menyebabkan Spanyol harus mengakui keunggulan mereka dari Ukraina dini hari tadi. Namun Pelatih Spanyol Luis Enrique tetap memberikan perlindungan pada De Gea terakit hal tersebut.

Luis Enrique dengan jelas mengatakan jika dirinya tak terima siapapun yang menyudutkan De Gea menjadi kambing hitam atas kekalahan mereka 0-1 dari Ukraina. Kekalahan tersebut membuat tren positif mereka dari 15 laga terakhir terhenti.

Padahal sepanjang pertandingan La Furia Roja tampil sangat mendominasi dengan total penguasaan bola hingga 72 persen. Selain itu Spanyol pun bisa melepaskan 21 tembakan berbanding sangat jauh dengan Ukrainan yang hanya memiliki catatan dua tembakan saja.

Viktor Tsyhankov pada akhirnya menjadi pembeda lewat golnya pada menit 76. Gol tersebut sedikit banyak terjadi berkat kesalahan yang dilakukan De Gea karena Ia tak berada dalam posisi terbaik ketika para pemain Ukraina melakukan serang balik.

Sadar kiper andalannya bakal menjadi bahan olok-olok, Enrique pun langsung pasang badan membela De Gea. Menurutnya hal tersebut merupakan kesalahan seluruh tim bukan hanya De Gea saja.

“Kamu bisa berbuat lebih banyak, tapi menyalahkan De Gea sudah menjadi kebiasaan buruk. Jika David disalahkan atas permainan seperti ini, lupakan saja. Kami akan pergi,”ujar Enrique dilansir Goal.

“Ketika bermain terus menyerang, kamu tahu ada transisi. Jika sebuah tim bertahan dan mempertahankannya di 0-0, lalu berubah, dan dalam satu kesempatan mereka mengelabui kami. Kami harus beri selamat pada mereka.

“Tak ada yang terjadi hanya karena tak bisa cetak gol dalam satu atau dua pertandingan. Kami menciptakan peluang untuk mengalahkan mereka. Itu adalah pertandingan yang jelas dibawah kendali Spanyol, dengan lawan menutup operan dan garis umpan.”


Baca Juga:


Menurutnya para pemain Spanyol telah berusaha semaksimal mungkin untuk bisa cetak gol ke gawang Ukraina. Sayangnya mereka sedikit panik menjelang akhir pertandingan dan mampu dimanfaatkan oleh pihak lawan.

“Kami menciptakan peluang oleh Adama Traore dengan tusukannya. Di fase akhir, kami menjadi panik. Saya sudah banyak mengalami kekalahan seperti ini. Lawan berkembang lalu melakukan transisi,”tambahnya.

“Kesimpulannya adalah saya menyukai sikap para pemain. Saya suka dengan apa yang terlihat.”

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Gelandang Barcelona Terancam Terdepak dari Timnas Spanyol

VivagoalLa Liga – Satu tempat utama bagi Sergio Busquets di Timnas Spanyol terancam hilang. Pelatih La Furia Roja, Luies Enrique, memberi peringatan kepada sang pemain. 

Sudah tak lagi muda, Busquets harus bersaing dengan nama-nama baru. Meski masih mendapat kepercayaan sebagai kapten bahkan starter, tapi posisinya di tim utama Spanyol untuk Piala Eropa tak sepenuhnya aman.

Enrique sendiri tidak bisa menjamin Busquets akan masuk ke dalam rencananya untuk Piala Eropa 2020 yang baru akan digelar Juni tahun depan. Mengingat, sang pelatih masih memiliki Rodri yang berada di posisi sama.

“Kalau dia mempertahankan levelnya selama 11 tahun terakhir, dia akan ke Piala Eropa. Kalau dia menurunkannya, kita lihat saja nanti.

“Dia adalah seorang veteran dan dia yang pertama tahu bagaimana ini berjalan. Pada akhirnya, akan tiba waktu di mana usia diperhitungkan untuk semuanya.

“Ini adalah aturan kehidupan. Tidak ada yang menghabiskan 28 tahun di tim nasional,” kata Enrique.


Baca Juga: 


Busquets sendiri tercatat punya 118 caps bersama timnas Spanyol sejak debut pada 2009. Dia menjadi bagian dari La Furia Roja menjuarai Piala Dunia 2010 dan Piala Eropa 2012.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Jalani Debut, Enrique: Tak Cukup Satu Orang Tuk Hentikan Adama Traore!

Vivagoal – La Liga – Pelatih Spanyol, Luis Enrique merasa Adama Traore telah menunjukan bentuk permainan terbaiknya setelah bermain memukau bersama Timnas Spanyol dini hari tadi. Laga tersebut merupakan debut perdana Adama di kancah Internasional.

Sebelumnya, nasib karir Internasional Adama Traore sempat menjadi pertanyaan karena Ia dipanggil oleh Timnas Spanyol dan Mali di jeda internasional kali ini.

Namun dini hari tadi Ia resmi bermain untuk Timnas Spanyol saat berhadapan melawan Portugal di laga persahabatan. Laga sendiri berakhir imbang tanpa gol.

Traore sebenarnya telah dua kali dipanggil oleh Timnas Spanyol namun selalu gagal karena masalah cedera serta pandemi virus corona. Tetapi Enrique selalu sabar untuk menunggu Traore untuk bisa bermain bersama La Furia Roja.

Dalam laga melawan Portugal itu, Traore bermain selama 28 menit sebagai pemain pengganti di babak kedua. Ia menciptakan peluang emas untuk Dani Olmo, namun gagal berbuah gol.

“Adama menjadi Adama dalam bentuk terbaiknya. Itulah yang kami inginkan pada kemampuannya mengalahkan lawan. Dia bisa berikan umpan mematikan pada Dani Olmo yang tidak menghasilkan gol,”ujar Enrique dilansir Goal.

“Dengan hanya satu pemain mereka tak bisa menghentikannya. Lawan harus menggunakan dua pemain.


Baca Juga:


Walaupun tak ada gol yang tercipta dalam laga ini, menurut Enrique laga tetap berjalan menarik. Ia tak menutup diri jika terkadang anak asuhnya kurang baik dalam membaca situasi yang terjadi di lapangan.

“Orang-orang tak bisa bersedih karena tidak melihat gol hari ini. Itu menyenangkan. Kami menciptakannya, dan siapa yang bisa mencetak gol sedikit menarik perhatian saya,”ungkapnya.

“Terkadang kami tidak membaca pertandingan dengan baik. Kami memiliki fase dimana sempat kehilangan kendali. Saya tidak suka jika permainan menjadi gila.”

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Luis Enrique Sesalkan Timnas Spanyol Tak Punya Striker Macam Luis Suarez

VivagoalLa Liga – Dalam beberapa waktu terakhir, timnas Spanyol tak benar-benar memaksimalkan seorang penyerang tengah sebagai target man dalam permainan mereka. Luis Enrique pun merindukan sosok seperti Luis Suarez ada dalam timnya.

Keadaan La Furia Roja yang tak menggunakan penyerang tengah sebagai goal getter sejatinya sudah berlangsung cukup lama, tepatnya sejak Fernando Torres dan David Villa memutuskan pensiun dari timnas Spanyol. Pelatih Vicente Del Bosque kala itu akhirnya harus memutar otak agar timnya bisa tetap produktif meski tak punya striker murni.

Yang dilakukan Del Bosque adalah menempatkan seorang false nine, yaitu pemain yang bertugas menjadi tumpuan serangan tapi juga ikut turun ke lini tengah. Formasi ini mereka andalkan di Piala Dunia 2014, Euro 2016 dan Piala Dunia 2018, dimana yang menjadi false nine saat itu adalah Cesc Fabregas dan David Silva.

Namun strategi ini ternyata tak berjalan baik karena Spanyol sudah harus tersingkir sedari fase grup Piala Dunia 2014. Dua tahun setelahnya, yakni di kejuaraan Piala Eropa 2016, Spanyol cuma bisa melaju sampai 16 besar. Berikutnya, di Piala Dunia 2018, skuad La Furia Roja sudah gugur sedari babak 16 besar.

Luis Enrique sendiri tak memungkiri dirinya juga saat ini masih memakai formasi peninggalan Del Bosque itu. Menurutnya, andai saja Spanyol punya striker yang benar-benar bisa diandalkan, dirinya sebenarnya ingin memakai formasi ‘normal’ tidak meniru Del Bosque. Tapi karena saat ini belum ada, dia pun harus memikirkan cara yang lain.


Baca Juga:



Memang masih ada Alvaro Morata, Diego Costa, Gerard Moreno dan Rodrigo Moreno, tapi kesemuanya bukanlah penyerang yang tajam di level klub selayaknya Luis Suarez, Harry Kane atau legenda timnas Belanda, Marco Van Basten.

“Kadang-kadang kami memang perlu untuk bermain dengan seorang nomor sembilan. Tapi saat ini kami tidak memiliki pemain seperti Harry Kane, Luis Suarez atau Marco Van Basten.” sesal Enrique dilansir dari Marca.

“Jadi kami akan mencoba menciptakan banyak peluang dan mencetak gol dengan menggunakan cara lain. Akan ada banyak rotasi pemain, terutama di pos lini depan.” jelasnya.

“Pemain yang diturunkan di lini depan harus punya daya ledak yang baik tentunya. Gelandang kami pun juga harus bisa mencetak gol. Jadi ini semua hanya masalah kolektif.” pungkas Enrique.

Tuk diketahui, Spanyol akan menghadapi timnas Portugal dalam sebuah laga uji coba pada Kamis (8/10/2020) dinihari WIB di Estadio Jose Alvelade, Lisbon, Portugal.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Gemilang di Barcelona, Ansu Fati Belum Bisa Jadi Motor Serangan Timnas Spanyol

Vivagoal La LigaAnsu Fati terus memamerkan potensi besarnya bersama Barcelona. Namun pelatih timnas Spanyol, Luis Enrique menolak menjadikan Ansu Fati sebagai motor serangan timnya.

Ansu Fati tampil begitu menjanjikan pada awal musim 2020/2021 ini. Dari tiga penampilannya di ajang La Liga Spanyol, pemain berusia 17 tahun itu sudah melesakkan tiga gol dan menjadi top skor sementara Blaugrana mengalahkan Lionel Messi.

Performa Ansu Fati ini sekaligus menjawab keraguan banyak pihak atas keputusan Ronald Koeman melepas Luis Suarez di bursa musim panas. Tapi Koeman berani melakukan hal itu karena Ansu Fati sejatinya sudah menunjukkan sinar terangnya sedari musim 2019/2020 kemarin.

Saat dipromosikan dari tim akademi, Ansu Fati langsung bisa membukukan 8 gol di semua ajang kompetisi bersama tim senior Barcelona saat usianya baru menginjak 16 tahun. Tak heran, dengan bakat besarnya itu, pemerintah Spanyol pun tak ragu untuk menaturalisasi Ansu Fati pada bulan Oktober 2019 lalu yang diketahui lahir di Guinea-Bissau.


Baca Juga:


Ansu Fati sendiri langsung membayar lunas kepercayaan itu dengan mencetak gol pertamanya bersama timnas Spanyol ke gawang Ukraina. Gol itu menahbiskannya sebagai pencetak gol termuda sepanjang sejarah La Furia Roja, ketika menginjak usia 17 tahun 311 hari.

Dengan segala potensi dan perkembangan Ansu Fati sejauh ini, Luis Enrique tetap menolak membangun sistem untuk memaksimalkan talenta Ansu Fati.

“Ini bukan soal membangun sebuah sistem untuknya, karena tim diatas semua pemain. Tapi kami bisa melakukan sejumlah hal kalau kami merasa itu akan jadi solusi dalam sebuah laga.” ucap Enrique dilansir dari Marca.

“Tidak ada sistem yang dibangun untuk satu pemain. Sistem adalah tim itu sendiri. Perlu ketenangan terkait Ansu Fati untuk membiarkan dia tumbuh sebagai individu dan sebagai pesepakbola.” jelasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Sepasang Wonderkid Resmi Bela Timnas Senior Spanyol

VivagoalLa Liga – Sepasang wonderkid Spanyol, Ansu Fati (Barcelona) dan Eric Garcia (Man City) mendapatkan panggilan untuk membela La Roja untuk kali pertama pasca tampil impresif untuk timnya masing-masing. Selain mereka berdua, Ferran Torres juga mendapatkan panggilan Timnas Senior.


Baca Juga:


Jelang laga UEFA Nation League melawan Jerman dan Ukraina, pelatih tim Matador, Luis Enrique memang memberikan kesempatan kepada beberapa pemain yang tampil apik di musim lalu. Selain ketiga nama di atas, tersemat pula Adama Traore yang tak kalah impresif.

Bersama Wolves, pemain berdarah Mali memang sudah berkomitmen untuk membela Spanyol ketimbang Negara aslinya tersebut meski ia bisa saja membela Negara Afrika tersebut. Selain itu, beberapa nama lawas macam Sergio Busquets (Barcelona) dan Thiago Alcantara (Bayern) juga tak luput dari pantauan Enrique.

Dipanggilnya Fati dan Garcia memang merupakan sebuah kejutan. Fati yang memang tampil apik bersama Barca terus meroket dan membuktikan kelasnya kala dimainkan sebagai pemain utama. Sementara Garcia belakangan memang mendapat kesempatan mentas bersama City guna menggalang lini pertahanan tim.

Skuad lengkap Spanyol:

Kiper: De Gea, Kepa, Simon

Bek: Navas, Carvajal, Ramos, Torres, Llorente, Gaya, Reguilon, Garcia.

Gelandang: Fabian, Thiago, Busquets, Rodri, Merino, Olmo, Oscar Rodriguez.

Striker: Rodrigo, Oyarzabal, Traore, Asensio, Fati, Torres.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Patung Andres Iniesta Tuai Kontroversi, Kenapa?

Vivagoal La Liga – Bulan depan, gol bersejarah Andres Iniesta bakal berusia 10 tahun. Guna merayakan hal spesial tersebut, sebuah patung dibuat untuk pemain Vissel Kobe. Namun patung tersebut menuai kontroversi lantaran dibuat layaknya pria telanjang yang menendang bola.


Baca Juga:


Iniesta memang menjadi kunci kesuksesan La Roja dalam mendulang Piala Dunia pertamanya itu. Dalam partai puncak, ia melesatkan satu gol ke gawang Belanda pada menit ke-116 sekaligus memberikan gelar bagi negaranya tersebut.

Momen tersebut coba diabadikan di kampung halaman sang pemain, Albacete. Patung perunggu Iniesta yang terbuat dari perunggu dengan kesan layaknya pria telanjang mendadak viral. Bahkan guna mengklarifikasi hal tersebut, perwakilan kta Alacete buka suara.

“Gambar itu adalah patung yang belum selesai, melainkan sebuah sketsa dari tanah liat sebelum dibuat dari perunggu,” kata perwakilan tersebut, seperti dilansir The Sun. “Nanti di hasil terakhir patung, atletnya akan mengenakan pakaian lengkapnya,” jelasnya.

Rencananya, patung tersebut bakal diperlihatkan secara sempurna pada 10 Juli mendatang atau tepat dengan 10 tahun gol Iniesta. Namun kabar terbaru menyebut patung tersebut baru akan dirilis sampai tahun 2021 mendatang.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Kisah Dramatis Gol Tunggal Piala Dunia 2019, Iniesta: Antara Depresi dan Euforia

VivagoalLa LigaKarier gemilang Andres Iniesta ternyata tidak selamanya indah. Mantan gelandang Barcelona itu mengaku pernah depresi dan  terselamatkan berkat gol tunggalnya ke gawang Belanda pada final Piala Dunia 2010.

Tidak ada yang meragukan kualitas seorang Iniesta sebagai salah satu gelandang tengah terbaik. Iniesta yang saat ini merumput untuk Vissel Kobe pernah mencapai puncak permainan pada era 2008 hingga 2012 silam.

Di momen tersebut, Iniesta bisa meraih treble winner dan sixtuple bersama klubnya Barcelona, termasuk meraih trofi Piala Dunia 2010 plus juara Piala Eropa 2012 bersama timnas Spanyol.

Piala Dunia 2010 menjadi  puncak karier seorang Iniesta. Selain menjadi pahlawan kemenangan Spanyol dengan mencetak satu-satunya gol di laga final melawan Belanda, Iniesta sekaligus juga memberikan trofi Piala Dunia pertama untuk La Furia Roja.

Namun dibalik proses terciptanya gol tersebut, Iniesta ternyata sedang dalam kondisi sangat terpukul setelah sahabatnya, Dani Jarque meninggal dunia di usia 26 tahun karena serangan jantung. Dani Jarque sendiri adalah pemain Espanyol yang merupakan mantan pemain timnas U-21 Spanyol, seangkatan dengan Iniesta.


Baca Juga: 


Seusai mencetak gol ke gawang Belanda, Iniesta lalu berlari ke pinggir lapangan seraya  membuka seragam Spanyol dan menunjukkan tulisan di dalam kaos dalamnya yang terpampang teks ‘Dani Jarque Siempre Con Nostros’ atau Dani Jarque tetap bersama kami.

“Sebelum gol ke gawang Belanda, saya mengalami beberapa kesialan secara beruntun. Teman saya Dani Jarque meninggal dan membuat saya tenggelam pada situasi rapuh hingga membutuhkan bantuan seorang psikolog.

“Itu jelas merupakan fase paling berat dalam karier saya, untungnya saya terus mendapatkan dukungan dari Anna, istri saya. Namun fase itu membuat saya jadi lebih kuat dan lebih baik. Gol ke gawang Belanda sangat personal, dan tidak akan ada lagi gol dari saya yang lebih berharga dari gol itu,” cerita Iniesta seperti dilansir dari Sky Sports.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Luis Milla Miliki Murid Paling Berbakat di Bayern Munchen

Vivagoal – Liga Indonesia – Luis Milla, mantan pelatih Tim Nasional Indonesia menuturkan bahwa ada salah satu anak asuhnya dianggap sebagai pemain paling berbakat.

Hal tersebut ia tuliskan dalam akun Instagram-nya yang diunggah pada beberapa waktu yang lalu. Luis Milla menulis salah satu nama pemain Bayern Munchen yaitu Thiago Alcantara.

“Thiago Alcantara merupakan pemain paling berbakat yang pernah saya latih. Saat ini, klub yang ada di Bundesliga telah kembali. Menurut kalian siapa yang akan menjadi juara,” kata Luis Milla tulis di akun Instagram-nya.

Karena performa terbaiknya, saat ini Thiago Alcantara telah dikontrak oleh Bayern Munchen hingga beberapa tahun mendatang. Ia didatangkan Bayern Munchen sejak 2013 lalu dan telah mengemas 31 gol dari 228 laga di semua kompetisi yang sudah dijalaninya.

Saat ini, Thiago telah mulai fokus melakukan sesi latihan dan turnamen Bundesliga yang yang saat ini sedang bergulir kembali.


Baca Juga:


Sebagai informasi, Thiago merupakan anak asuh dari Luis Milla saat berada di tim nasional Spanyol di U-19, U-20, U-21 dan U-23. Luis Milla mengakui bahwa Thiago merupakan pemain paling berbakat yang pernah ia latih selama ini.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Piala Eropa Ditunda, Bintang Tua Spanyol Cemas, Kenapa?

Vivagoal La Liga – Bintang Villareal, Santi Cazorla mengaku cemas lantaran Piala Eropa ditunda hingga setahun ke depan. Ia khawatir kansnya membela La Furia Roja tertutup lantaran persaingan masuk ke Timnas semakin ketat.


Baca Juga:


Sejauh ini, mantan pemain Arsenal sukses mengemas 29 laga dan mencetak 12 gol serta 7 assist untuk Yellow Submarine. Hal tersebut membuatnya optimis bisa asuk ke dalam skuat. Namun karena Piala Eropa ditunda setahun ke depan, ia pesimis bisa masuk Timnas untuk terakhir kalinya.

Pasalnya, tahun depan, usia sang pemain bakal menginjak 36 tahun. Hal tersebut sedikit banyak bakal mempengaruhi Luis Enrique, selaku pelatih Timnas bakal mengeyampingkan namany dan mencari pemain yang lebih segar dibanding dirinya.

Sejauh ini, Cazorla memang merupakan pemain yang cukup berpengalaman di Timnas. Sejak debut pada Mei 2008, ia sukses mengunci 81 penampilan bersama Spanyol dan mencetak 15 gol.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

HOT NEWS