Tag: Zinedine Zidane

Atmosfer Juara Kian Terasa, Zidane: Sisa Laga Madrid Di LaLiga Seperti Final

VivagoalLa Liga – Kemenangan tipis atas Getafe membuat Real Madrid kini jauh meninggalkan Barcelona di tabel klasemen LaLiga Spanyol. Meski demikian, pelatih El Real, Zinedine Zidane enggan jemawa.

Penalti Sergio Ramos di menit ke-79 memastikan Madrid mengantongi tiga poin saat menghadapi Getafe di pekan ke-33 LaLiga, Jumat (3/7/2020) dinihari WIB. El Real memanfaatkan situasi usai Barcelona hanya bermain imbang 2-2 kontra Atletico Madrid dan Celta Vigo pada akhir pekan kemarin.

Dengan demikian, Madrid semakin nyaman di puncak klasemen dengan torehan 74 poin, unggul empat angka dari Barcelona yang ada di urutan kedua dengan menyisakan lima laga musim ini.

Tak bisa dipungkiri bahwa dengan situasi ini Madrid terdepan dalam perburuan gelar juara LaLiga dan gelar perdana mereka sejak kali terakhir merebutnya pada tahun 2017 silam. Meski demikian, Zidane menegaskan bahwa timnya belum memenangi apapun.


Baca Juga:



“Ini hanya tiga poin tambahan. Kami memang harus menang, tidak lebih. Bagi kami tidak ada yang berubah, semua laga sisa masih final.” ucap Zidane seperti dilansir dari
Movistar.

“Kami belum memenangkan apapun. Saya tahu seperti apa dan sampai ini selesai, kami belum bisa berkata apapun. Kami harus terus bekerja keras, kami bahagia dan bangga dengan tim ini, usahanya yang sudah ditunjukkan.” Zidane menambahkan.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Prediksi Real Madrid vs Getafe: Tekad Besar Los Galacticos Pertahankan Pucuk Klasemen

VivagoalLa Liga – Real Madrid akan akan meladeni Getafe di Estadio Alfonso Perez pada lanjutan pekan ke-33 LaLiga Spanyol, Jumat (3/7/2020) dinihari WIB. Di atas kertas, Real Madrid sejauh ini lebih difavoritkan, tapi lawannya ini sama sekali juga tidak boleh diremehkan.

Getafe saat ini berada di posisi keenam klasemen sementara. Pasukan Jose Bordalas memiliki 52 poin, terpaut lima angka dari Sevilla yang menghuni posisi terakhir zona Liga Champions, dan kalah produktivitas gol dari Villareal yang menempati peringkat lima besar klasemen.

Namun yang membuat Getafe diprediksi bakal sulit ditaklukkan meski Madrid bermain di kandang sendiri adalah catatan defensif mereka yang masuk empat besar musim ini. Dilansir dari situs statistik Whoscored, Getafe baru kebobolan sebanyak 30 gol dalam 32 pertandingan musim.

Angka kemasukan Getafe ini menjadi yang paling sedikit ke-4 setelah Real Madrid dengan 21 gol, Atletico Madrid 25 gol dan Athletic Bilbao dengan 28 gol.

Yang makin mengesankan lagi, dalam empat laga terakhirnya di ajang Liga, Getafe tak sekalipun merasakan kekalahan dengan meraup satu kemenangan dan tiga hasil imbang dimana satu diantaranya clean sheet.

Mereka juga punya Jaime Mata yang sejauh ini sudah mencetak 14 gol musim ini dan Angel Rodriguez yang telah mengoleksi 10 gol dan tiga assist dari 28 penampilannya di ajang LaLiga.

Di sisi lain, Real Madrid sudah dipastikan tidak akan diperkuat oleh winger andalannya, Eden Hazard. Pelatih El Real Zinedine Zidane telah mengonfirmasi bahwa dirinya tak memasukkan nama Hazard dalam skuad kontra Getafe karena track record sang calon lawan yang senang bermain dengan fisik untuk mencari kemenangan.

Hal itu merujuk pada 21 pelanggaran dan enam kartu kuning yang Getafe catatkan saat meraih kemenangan 2-1 atas Real Sociedad. Zidane jelas harus ekstra hati-hati memainkan pemain asal Belgia tersebut mengingat masih ada empat laga sisa yang mana dua diantaranya melawan Athletic Bilbao dan Villarreal.

Selain itu, Conversion rate atau tingkat penyelesaian peluang Getafe masih lebih baik dari Real Madrid. Getafe bisa mencatatkan conversion rate sebesar 15.90%, sementara situasi berbeda justru ditunjukkan Madrid ketika total jumlah shots on target mereka mencapai 204 musim ini hanya menghasilkan 14.70%.


Baca Juga:



Dengan semua catatan di atas, jelas, Getafe adalah lawan yang berat kali ini. Real Madrid membutuhkan performa terbaik mereka jika ingin mengamankan tiga angka dan memperlebar jarak dari Barcelona yang ada di posisi kedua klasemen.

Jika merujuk pada catatan head to head kedua tim, yang mana Los Blancos bisa meraup empat kemenangan dan sekali imbang dalam lima pertemuan terakhir kedua tim, Luka Modric cs jelas masih layak diunggulkan namun menang hanya dengan skor tipis.

Meski begitu, Madrid tetap harus waspada, sebab Getafe cukup tangguh jika melakoni laga tandang musim ini dengan mengoleksi 6 kemenangan dan 5 imbang dari 15 laga tandang terakhirnya di ajang LaLiga musim ini.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Soal Transfer Hakimi, Zidane Berikan Komentar Semu

VivagoalLa LigaPelatih Real Madrid, Zinedine Zidane buka suara terkait keputusan klub melepas Achraf Hakimi. Pelatih asal Prancis itu menyebut uang jadi alasan utama Hakimi hijrah ke Serie A Italia. 

Dalam masa peminjaman, Achraf Hakimi tampil luar biasa selamai dua musim berseragam Borussia Dortmund. Pemain asal Maroko itu berkembang pesat dan menjelma sebagai salah satu bek sayap terbaik di Bundesliga. 

Meski berstatus sebagai seorang full back, tapi di musim 2019/20 ini saja, Hakimi tetap mampu mencetak 9 gol dan mengkreasikan 10 assist untuk Dortmund. 

Meski demikian, Real Madrid rupanya tetap tak punya tempat untuk pemain sekaliber Hakimi. Los Blancos menolak untuk kembali menggunakan jasanya dan memilih melepasnya ke Inter Milan di angka 40 juta euro atau setara Rp 653,2 miliar plus bonus sebesar 5 juta euro.

Pelatih Madrid, Zinedine Zidane lantas menjelaskan alasannya melepas Hakimi. Menurutinya, krisis finansial akibat pandemi corona membuat Madrid mau tidak mau harus melepas sang pemain. 


Baca Juga:


“Achraf Hakimi adalah pemain Madrid, namun tak berarti dia bakal ada disini. Semuanya bisa terjadi. Dia sudah melewati dua musim yang sangat baik, tapi di klub ini ada dua hal yang perlu diperhatikan, aspek ekonomi dan aspek olahraga.

 Dari sisi olahraga, kami masih punya Dani Carvajal, dan tentu saja ini hal positif di tengah krisis seperti sekarang. Kami fokus pada dua aspek tersebut. Namun tak berarti saya menolak Hakimi, ini hanya soal kepentingan klub dan kita nantikan saja apa yang akan terjadi dalam waktu dekat,” kata Zidane.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Madrid Tanpa Pemain Bintangnya Jelang Sambangi Getafe

VivagoalLa Liga – Real Madrid dipastikan tidak membawa Eden Hazard saat bertandang ke markas Getafe pada lanjutan pekan ke-33 LaLiga Spanyol. Pelatih El Real, Zinedine Zidane sengaja tidak mengikutsertakan Hazard karena takut pemainnya itu cedera lagi.

Real Madrid akan memulai upayanya memperlebar jarak dengan Barcelona di papan klasemen dengan menantang Getafe di Colosseum Alfonso Perez, Jumat (3/7/2020) dinihari WIB.

Namun yang menarik, dari pengumuman skuad yang akan bertanding menghadapi tim peringkat keenam tersebut, nama Eden Hazard tidak tercantum dalam pemain yang dibawa Zidane. Keputusan ini jelas menimbulkan tanda tanya besar mengingat Hazard tidak sedang cedera dan dalam performa terbaiknya sejak LaLiga kembali digulirkan pada Juni kemarin.

Apalagi, pertandingan ini sangat krusial bagi Madrid. Pasalnya, mereka wajib menang untuk memperlebar jarak jadi empat poin dari Barcelona yang berada di peringkat kedua klasemen.

Menukil laporan dari situs resmi Madrid, Zidane dan Hazard ternyata sudah sepakat untuk mengistirahatkan pemain asal Belgia tersebut. Keputusan itu diambil lantaran Madrid akan menghadapi Athletic Bilbao pada Minggu (5/7/2020) malam WIB.

Jadwal yang cukup mepet ini membuat Zidane memilih menyimpan Hazard agar bisa fit kala bertandang ke San Mames akhir pekan ini. Selain itu, Zidane memang harus ekstra hati-hati karena dalam beberapa laga terakhir, pemain lawan hobi sekali melanggar Hazard.


Baca Juga:



Bahkan dalam sebuah catatan Marca, terungkap bahwa Eden Hazard disebut mendapatkan pelanggaran dari pemain lawan tiap 23 menit sekali selama 90 menit laga berlangsung.

“Kita tahu Hazard pemain seperti apa dan dia begitu penting buat kami. Lawan-lawan pun sangat memahami itu. Mari berharap tidak ada usaha untuk melukai pemain tertentu.” ucap Zidane seperti dilansir dari laman resmi Madrid.

“Lawan-lawan kami selalu bermain keras saat menghadapi kami. Kami harus berhati-hati dengan kondisi Hazard sebab dia sudah sempat lama menepi akibat berbagai masalah cedera,” Zidane menuturkan.

“Saya sangat bangga dengan para pemain, sebab yang sudah mereka lakukan itu tidak mudah. Kami pun tahu bahwa kami masih harus menghadapi enam partai final yang tersisa, dan kami harus mencoba memberikan yang terbaik untuk menyapu bersih semuanya dengan kemenangan.” tegas Zidane.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Madrid di Puncak Klasemen, Zidane Malah Merendah

Vivagoal La Liga – Real Madrid saat ini memuncaki klasemen sementara LaLiga. Meski begitu, Zinedine Zidane menilai jika timnya masih belum memenangkan apapun karena kompetisi masih menyisakan 6 laga ke depan.


Baca Juga:


Los Blancos sukses unggul satu angka dari Barcelona dengan satu laga lebih sedikit. Performa Karim Benzema dan kolega memang tengah on fire pasca pandemic. Mereka sukses mengepak enam kemenangan beruntun. Di tempat lain, Barcelona sempat terseok dari lawan-lawannya, teranyar, mereka harus berbagi angka 2-2 dalam laga kontra Atletico Madrid dini hari tadi.

Andai menang dalam satu laga tersisa, jumlah poin antara Madrid dan Barcelona bakal membentang hingga empat angka. Namun hal tersebut enggan dipikirkan Zidane. Ia mau timnya bisa tetap fokus di kancah domestik.

“Kami belum juara. Masih ada enam pertandingan. 18 poin. Kami harus terus bekerja keras hingga secara matematika dinyatakan juara. Rival kami akan bekerja keras untuk meraih kemenangan. Jangan mengatakan ini sudah berakhir. Sebagai pemain saya pernah merasakan situasi seperti ini. Kami belum memenangi apapun,” ungkapnya.

“Kami harus fokus untuk mengerahkan kemampuan terbaik demi meraih kemenangan. Kami ada di posisi yang bagus, tetapi itu tidak ada artinya,” tambah Zizou.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Dua Hal yang Buat Madrid Harus Menjual Achraf Hakimi

Vivagoal – La Liga – Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane telah berdiskusi sebelum akhirnya memutuskan untuk menjual Achraf Hakimi pada Inter Milan. Padahal bersama Dortmund, Hakimi tampil gemilang selama musim ini.

Menurut Zidane dua hal yang menjadi pertimbangan menjual Hakimi ialah, faktor dari ekonomi dan sepakbola itu sendiri. Sehingga Ia tak serta merta memiliki keputusan tunggal untuk menentukan nasib dari Hakimi.

Keputusan menjual Hakimi oleh Madrid, turut mendapatkan cukup banyak perhatian dari para pendukung Madrid. Lantaran, mereka menilai Hakimi mempunyai potensi besar serta dapat sangat berguna bagi Los Blancos.

Pemain asal Maroko itu pun kini tumbuh menjadi salah satu pemuda paling berbakat di Eropa. Namun Zidane tetap menilai apa yang Madrid lakukan adalah keputusan terbaik untuk kedua belah pihak.

“Hakimi adalah pemain kami, tapi semuanya bisa terjadi dari sudut pandang ini. Dia memainkan musim yang bagus, tapi di Madrid ada dua hal yang harus dipertimbangkan: sisi ekonimi dan sepakbola,”ujar Zidane dilansir Football Italia.

“Sekarang bukan waktu yang tepat untuk membicarakannya. Segalanya mungkin terjadi dengan cepat, tapi saya hanya ingin membicarakan dari sisi sepakbola.


Baca Juga:


Keputusan pun telah final dengan Hakimi yang telah melakukan tes medis di Italia. Ia menambahkan banyak elemen yang terlibat dalam mempertimbangkan nasib dari Hakmi ini.

“Saya tertarik pada Hakimi, tapi itu sesuatu yang klub putuskan. Ada klub, pemain, dan pelatih yang terlibat. Keputusan telah dibuat,”ungkapnya.

Walaupun tak gagal membawa juara Bundesliga, kemapuan dari Hakimi sangat terasah bersama Dortmund sejak 2018 lalu. Selama dua tahun di Jerman, Hakimi sukses mengemas total 12 gol serta 17 assists dari 73 pertandingan di semua ajang.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Cetak Gol Spektakuler Di Final Liga Champions Penyebab Hubungan Zidane dan Bale Di Madrid Kurang Akur?

VivagoalLa Liga – Mantan pemain Tottenham Hotspurs, David Bentley angkat suara terkait situasi Bale di Real Madrid. Menurutnya, Bale banyak dicadangkan Zinedine Zidane karena pernah mencetak gol lebih indah di final Liga Champions.

Bale sudah tujuh musim menjadi pemain Madrid. Kabar bahwa winger asal Wales tersebut tak betah di klub ibukota Spanyol itu terus menyertai perjalanannya bersama Los Blancos sepanjang musim.

Pada bursa transfer musim panas 2019 lalu, Bale bahkan sudah sangat dekat hengkang ke Liga China dengan bergabung bersama klub Shanghai Shenhua. Namun, Florentino Perez memveto transfer tersebut dan membuat Bale batal menyeberang ke klub negeri tirai Bambu itu.

Bale sendiri sebenarnya tidak terlalu buruk selama memperkuat Madrid. Total ada 105 gol dan 67 assist bukti besarnya kontribusi Bale buat Los Blancos. Itu belum termasuk gol-gol kunci yang ia bikin pada final Copa del Rey kontra Barcelona musim 2013/14 dan final Liga Champions lawan Atletico Madrid musim 2013/14 termasuk kontra Liverpool musim 2017/2018.

Tapi anehnya, sejak Zidane ditunjuk jadi pelatih Madrid pada 2016 silam, hubungannya dengan Bale tak pernah bisa akur. Sudah bukan rahasia lagi kalau kehadiran Bale sangat tidak diinginkan oleh pelatih asal Prancis tersebut, dan beberapa kali mengklaim Bale tidak masuk dalam rencana skuadnya dan bakal dijual. Tapi, beberapa bursa transfer lewat, Bale tetap bertahan di Santiago Bernabeu.

Menurut David Bentley, ini mungkin ada hubungannya dengan gol Gareth Bale di final Liga Champions 2017 ke gawang Liverpool. Gol itu disebut-sebut sebagai gol terbaik di final Liga Champions mengalahkan gol Zidane ke gawang Bayer Leverkusen pada tahun 2002 silam.

“Saat di Tottenham, tekel Gareth Bale sangat baik, tendangan bebasnya bagus, dia juga bisa melempar bola lebih jauh dari siapapun, dan berlari lebih cepat, lebih kuat. Bale juga mampu melompat tinggi untuk menyundul bola. Secara keseluruhan, Bale adalah pemain serba bisa.” ucap David Bentley dilansir dari Marca.


Baca Juga:



“Saya tidak percaya apa yang terjadi padanya di Real Madrid. Menurut saya, Zidane tidak senang karena Bale mencetak gol yang lebih indah daripada dia di final Liga Champions. Kedengarannya itu seperti hal pribadi.” jelasnya.

“Masalahnya Bale tidak sombong, dia hanya pendiam. Dia akan makan malam bersama tapi dia tidak akan banyak bicara, makanya banyak orang menilai dia sombong. Padahal dia memang pendiam.” sambung David.

“Bale sebenarnya pemain yang sangat sukses, tapi dia dicurangi di Madrid oleh Zidane. Dia tidak bersosialisasi karena dia memang pendiam.” pungkasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Kudeta Puncak Klasemen, Pelatih Real Madrid Penuh Kewaspadaan

VivagoalLa LigaLaga Espanyol kontra Real Madrid pada Senin (29/6/2020) dinihari WIB berakhir dengan kemenangan tipis 1-0 untuk El Real. Gol tunggal tim tamu dicetak oleh Casemiro memanfaatkan umpan ciamik Karim Benzema.

Tambahan tiga poin ini membawa Real Madrid kembali ke puncak klasemen, kali ini dengan keunggulan dua poin atas Barcelona sang rival utama. Kedua tim sudah sama-sama menjalani 32 laga dan tinggal melakoni 6 laga sisa musim 2019/20 ini.

Keadaan ini membuat Madrid semakin dekat dengan gelar juara musim ini. Dengan satu syarat, mereka tak sekalipun tergelincir di enam laga sisa. 

Namun demikian, pelatih Madrid, Zinedine Zidane, merendah dengan situasi ini. Dirinya enggan jumawa apalagi mengklaim bakal keluar sebagai kampiun musim ini. 


Baca Juga: 


“Saya tidak mau berandai-andai kami bakal bisa keluar sebagai juara LaLiga. Karena persaingan baru akan diketahui di laga terakhir musim. Lihat saja betapa sulitnya kami menghadapi tim papan bawah. Di LaLiga, Anda takkan pernah bisa tahu apa yang terjadi,” ucap Zidane seperti dilansir dari Marca.

Berikut Jadwal Enam Laga sisa Real Madrid Musim 2019/2020:

Jornada 33: Real Madrid vs Getafe
Jornada 34: Athletic Bilbao vs Real Madrid
Jornada 35: Real Madrid vs Deportivo Alavés
Jornada 36: Granada vs Real Madrid
Jornada 37: Real Madrid vs Villarreal
Jornada 38: Leganes vs Real Madrid

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Lelah Jadi Pelatih, Zinedine Zidane Beri Kode Pensiun Lebih Cepat

VivagoalLa Liga – Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, menyebut kariernya sebagai pelatih tak akan berlangsung lama. Dia berencana pensiun lebih cepat sebagai juru taktik. 

Zidane memulai kariernya sebagai pelatih profesional saat ditunjuk menukangi Real Madrid pada Januari 2016 silam. Sebelumnya, Zidane hanya sebagai juru taktik tim akademi Madrid Castilla selama dua tahun.

 Setelah sukses merengkuh tiga gelar Liga Champions dan satu gelar LaLiga, Zidane memutuskan rehat pada akhir musim 2017/18. Tapi belum setahun istirahat, Zidane kembali menerima tawaran melatih Madrid pada Maret 2019, menggantikan Santiago Solari yang dipecat.

Kendati kini masuk dalam jajaran pelatih elit Eropa dengan mempersembahkan 10 trofi mayor untuk Los Blancos, namun Zidane tak berencana lama-lama berkarir sebagai pelatih.

“Saya tidak akan berkarier sebagai pelatih selama 20 tahun. Saya pasti akan pensiun sebelum itu. Saya pelatih yang tak biasa, apapun bisa terjadi. Saya tidak mau merencanakan apapun. Perjalanan dari hari ke hari yang membuat saya bersemangat. Untuk berapa lama, saya tidak tahu,” ucap Zidane seperti dilansir dari ESPN.

Sebagai mantan pemain dunia, Zidane masih mengenang masa-masanya kala masih merumput. Karenanya dia menilai menjadi pelatih adalah sesuatu yang melelahkan.


Baca Juga:


“Dalam kepala saya, saya selalu ingin jadi pemain. Saya berkarir sebagai pemain selama 18 atau 19 tahun, dan setelah itu, ketika orang-orang bertanya apa saya akan jadi pelatih, saya bilang tidak. Tapi kemudian saya memutuskan jadi pelatih.

“Tapi saya bisa katakan bahwa sebagai pelatih, ini benar-benar melelahkan. Saya tidak mau jadi pelatih selama 20 tahun, itu pasti,” Zidane menjelaskan.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Negosiasi Kontrak Masih Mandek, Zidane Dukung Ramos Pensiun Di Madrid

VivagoalLa Liga – Masa depan Sergio Ramos di Real Madrid masih jadi bahan spekulasi. Hal itu tak lepas dari mandeknya negosiasi dengan manajemen Los Blancos terkait kontrak baru untuk bek 34 tahun tersebut. Zinedine Zidane sendiri siap memberi dukungan agar Ramos bisa tetap di klub sampai pensiun.

Kerjasama Ramos bersama El Real tinggal setahun lagi. Meski usianya sudah mencapai 34 tahun, namun Zidane masih percaya bek andalannya tersebut bakal bisa memberi kontribusi yang besar dalam dua atau tiga musim ke depan.

Hal itu dibuktikan dengan performa Ramos yang begitu mengilap musim ini, yang mana ia sudah melesakkan 10 gol di seluruh kompetisi bersama Madrid dengan statusnya sebagai bek. Hebatnya lagi, catatan Ramos ini hanya kalah tajam dari Karim Benzema yang notabene posisinya memang seorang penyerang.

“Kami tahu Ramos adalah pemimpin kami. Secara defensif, dia masih terus menunjukkan kualitasnya, dan pada akhirnya saya sangat gembira dengan pencapaiannya.” ucap Zidane seperti dilansir dari situs resmi Madrid.

“Sebagai seorang pemain, Sergio milik Madrid. Dia sudah disini selama bertahun-tahun dan dia seharusnya bisa pensiun disini. Itulah yang saya pikirkan dan saya akan terus mendukungnya.” tegas Zidane.


Baca Juga:



Patut ditunggu, apakah presiden Madrid Florentino Perez yang pernah berseteru dengan Ramos bakal melepas sang kapten dan merelakan nomor punggung empat diisi oleh bek anyar musim depan atau bersedia memberinya kontrak selama tiga tahun lagi sesuai dengan permintaan sang pemain.

Sergio Ramos sendiri bisa dibilang merupakan icon Real Madrid saat ini. Eks pemain Sevilla itu, telah merumput di Bernabeu sejak tahun 2005 silam. Artinya, Ramos menjadi satu dari dua pemain paling senior yang ada dalam skuat besutan Zinedine Zidane saat ini selain Marcelo yang direkrut pada 2007 silam.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS