Persib Sulit Dapatkan Kiper, I Made Wirawan Turun Gunung
Teja Paku Alam, Fitrah Maulana, dan I Made Wirawan.Foto: VIVAGOAL/Amirul Mukmin

Waspadai Distraksi Media Sosial, Mario Jozic Minta Fitrah Maulana Jaga Mentalitas

Raffy Faraz - Agustus 23, 2026
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

Vivagoal – Liga Indonesia – Pelatih Kiper Persib, Mario Jozic memiliki pandangan tersendiri akan kiprah Fitrah Maulana selama menjalani masa pramusim. Mario Jozic menilai, Fitrah Maulana harus selalu lapar untuk belajar, demi memaksimalkan potensi yang dimilikinya.

Sebagai kiper muda berprospek Mario Jozic menilai Fitrah Maulan harus siap dengan dinamika atau fluktuasi performa. Namun, untuk meminimalisir hal tersebut, Fitrah harus mau bekerja lebih keras di luar lapangan yang dinilai jauh lebih berat.

Fitrah Maulana
Skuad Persib, Termasuk Fitrah Maulana Tiba di Bandung Usai Jalani Masa Pramusim di Bali.

Foto: VIVAGOAL/Raffy Faraz

Mario Jozic pun menduga dan akam mewajari, jika Fitrah akan mengalami pasang surut performa di kemudian hari, karena Fitrah merupakan manusia biasa. Ditambah lagi, penjaga gawang belia itu hidup di era media sosial yang memiliki dampak baik dan buruk.

“Ya, tapi itu normal, kamu tahu. Karena saya saya dia masih muda dan dia kiper muda yang sangat berprospek. Jadi, kamu tahu ketika kamu masih muda, wajar jika mengalami pasang surut, kamu tahu. Dan dia hidup di era media sosial, dan dia mungkin mungkin terdistraksi oleh hal-hal seperti ini,”

Pelatih asal Kroasia itu juga menekankan kepada Fitrah bahwa pentingnya menjaga fokus penuh saat latihan maupun pertandingan serta rutin melakukan evaluasi diri agar stabilitas mental dan performanya tetap terjaga. Sebab, karir menjadi pesepakbola hanya berjalan singkat.

“Tapi saya katakan kepadanya juga karena karier sepak bola itu sangat singkat. Suatu hari kamu adalah pemain muda, setelah entah berapa hari kemudian, kamu sudah pensiun. Dan apa yang akan kamu lakukan? Jadi kamu harus fokus pada hal ini,” jelas Mario.


Baca Juga:


 

“Jika kamu bisa fokus untuk latihan selama satu setengah atau dua jam dan saat pertandingan, itu tidak terlalu berat. Tapi ketika latihan dan pertandingan selesai, tugasmu belum selesai. Kamu harus berpikir tentang apa yang saya lakukan dengan baik dan buruk saat latihan, juga saat pertandingan,”

Mario melanjutkan, penting untuk Fitrah agar terus belajar dan memahami setiap fase dari kehidupan. Saat ini, Fitrah memang tergolong belia untuk tampil di level profesional, namun kepercayaan pelatih akan potensinya harus dijadikan motivasi untuk terus menjadi lebih baik.

“Ketika kamu seperti ini, senior, kamu harus menggabungkan semua ini menjadi satu bagian. Jadi, ini adalah hal-hal yang di mana setiap kiper harus melaluinya. Jadi wajar jika mengalami pasang surut dan hal-hal buruk serta hal-hal baik,” imbuhnya.

“Tapi ketika kamu dengan perilaku kamu seperti ini, tidak seperti ini, melainkan seperti ini. Ini adalah masalah. Ketika kamu naik begitu tinggi, lalu kamu turun begitu drastis. Tapi ketika kamu (stabil) seperti ini, bahkan saat kamu menang atau kamu kalah, ini sangat bagus untuknya, untuk kiper juga.”

Selalu update berita terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com