
5 Fakta Mencengangkan Tentang Adriano Ribeiro
- Performa Mulai Menurun

Inter Milan yang sadar ada masalah terhadap asetnya coba memberikan solusi terbaik yakni dengan meminjamkan Adriano ke Sao Paulo. Dalam peminjamannya, ia hanya mampu membukukan 10 penampilan dan mencetak enam gol.
Setelahnya bahkan lebih tragis lagi. Ia kembali ke Serie A dan dikontrak AS Roma. Namun performanya di tim Ibu Kota jauh panggang dari api, ia hanya memainkan 8 laga tanpa mendulang satu gol pun. Ia hanya bertahan enam bulan dan kontraknya resmi diputus.
Setelahnya, Adriano berkelana ke berbagai klub lain dan nasibnya tak jelas. Ia berkelana ke Brazil dengan tiga klub berbeda yakni Corinthians, Flamengo hingga Atletico Paranaense. Dalam kesempatan tersebut, ia juga kerap melakukan pesta di setiap malam hingga mabuk-mabukan.
- Menjadi Alkoholik

Tenggelamnya karir Adriano tak lepas dari peringai buruknya yang kerap menenggak minuman keras dalam pesta yang kerap dihadirinya. Kebanyakan pemain Brazil memang gemar melakukan pesta. Tanyakan saja kepada Ronaldo Luiz dan Ronaldinho. Tak hanya lihai di atas lapangan, keduanya juga menjadi jawara di lantai dansa dalam setiap pesta yang dihadiri.
Namun Adriano tak seperti dua kompatriotnya tersebut yang tetap ciamik meski gemar berpesta. Ia justru tenggelam dan semakin larut dalam pusaran alkohol. Dalam wawancara bersama Goal International, ia menjadikan alkohol sebagai pelarian untuk menepis rasa sedih karena ditinggalkan sang ayah untuk selamanya.
Baca Juga: 5 Fakta Cristiano Ronaldo yang Jarang Diketahui Publik, Apa Saja?
“Hanya aku yang tahu seberapa parah aku menderita,” ujar Adriano sebagaimana dikutip dari Goal. “Kematian ayahku meninggalkan lubang yang sangat besar. Aku merasa sendirian dan aku menyendiri ketika ia meninggal. Aku sedih dan depresi di Italia, dan saat itulah aku mulai minum.
“Aku hanya bahagia ketika aku minum-minum. Aku minum semua yang ada di hadapanku: anggur, wiski, vodka, bir… aku tak tahu bagaimana menyembunyikannya. Aku biasa tiba di tempat latihan pada pagi hari dalam keadaan mabuk.”














