5 Fakta Tim Kejutan di Sepanjang Sejarah Liga Indonesia

5 Fakta Tim Kejutan di Sepanjang Sejarah Liga Indonesia

Stephen - Januari 29, 2019
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

1. PSIS Semarang Jadi Juara Musim 1998/99 Dengan Kondisi Pas-pasan.

Menjelang kompetisi 1998/99 dimulai, PSIS masih bermasalah dengan keuangan. Dengan modal cekak, Manajemen PSIS tidak bisa mengontrak pemain-pemain bagus. Keberuntungan PSIS mulai terlihat saat klub Arseto Solo membubarkan diri, yang sejatinya adalah rival utama PSIS di Jawa Tengah. Pemain-pemain andalan Arseto Solo seperti I Komang Putra, Ali Sunan, dan Agung Setyabudi kemudian merapat ke Semarang.

Selain itu, PSIS juga berhasil mengontrak Tugiyo, salah satu penyerang berbakat di Indonesia pada saat itu. Beserta tiga legiun asing yang dimiliki PSIS, Simon Atangana, Ebanda Timothy, dan Ali Shaha Ali, pemain-pemain itu kemudian menjadi pondasi kokoh dari perjalanan PSIS Semarang untuk menciptakan keajaiban, dengan meraih gelar juara. Pencapaian tersebut tidak hanya sebuah kejutan, namun juga serupa kisah di dalam sebuah dongeng.

[irp]

PSIS Semarang memang menjadi salah satu tim tradisional di liga Indonesia. Tim yang berdiri pada tahun 1932 ini pernah menjadi juara Liga Perserikatan pada tahun 1987 lalu. Meski begitu, sejak digelarnya Liga Indonesia Pertama pada tahun 1994 hingga 1997 lalu, PSIS hanyalah tim biasa-biasa saja. Dari Liga Indonesia Pertama hingga Liga Indonesia Keempat PSIS tak pernah sekalipun menembus babak delapan besar, apalagi meraih gelar juara.